- Beranda
- Stories from the Heart
Belalang Kupu-Kupu (Story of Young Boy) [TAMAT]
...
TS
suboyxxx
Belalang Kupu-Kupu (Story of Young Boy) [TAMAT]
![Belalang Kupu-Kupu (Story of Young Boy) [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2017/02/20/8768924_201702200412380277.jpg)
credit to agan quatzcoatlfor awesome cover
![Belalang Kupu-Kupu (Story of Young Boy) [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2016/10/22/8901141_20161022083333.jpg)
credit to agan aweyayefor the awesome cover
![Belalang Kupu-Kupu (Story of Young Boy) [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2016/11/30/9261325_20161130095434.jpg)
credit to agan kepo.lufor the awesome cover
![Belalang Kupu-Kupu (Story of Young Boy) [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2017/01/16/9166190_201701161248300939.jpg)
credit to agan rizki.jahatfor the awesome cover
I really appreciate your works!!
Quote:
Spoiler for Rules:
Spoiler for Q & A:
PROLOG
Sekilas tentang gue..
Perkenalkan.. gue biasa dipanggil Boy. Nama penuh makna pemberian papa gue. Dari nama itu lah goresan cerita masa lalu gue tulis ulang disini. Gue adalah anak kebanggaan orang tua gue yang ditakdirkan Tuhan untuk menyapa dunia terlebih dahulu dibanding adik gue. Gue lahir, tinggal dan bersekolah di kota yang memiliki sejarah heroik dalam mengusir penjajah di negeri ini. Masa ini adalah masa paling absurd dan sanggup membuat gue senyum2 sendiri ketika gue mengingat2 lagi kenangan jaman itu
Akan ada beberapa pemikiran yg salah, filosofi ngawur, arogansi, dan sifat sok pahlawan khas anak abg labil dalam cerita ini. Tapi itu semua juga akan dibalut dengan manisnya cinta, sex ala anak muda, kehidupan remaja, persahabatan, solidaritas dan kecantikan bidadari yg lupa balik ke surga
Cerita ini bersetting waktu di masa kejayaan.. sebelum negara api menyerang dan sebelum Indonesia tampil di final piala dunia. Tepat nya berawal di jaman semasa SMA, masa-masa paling indah dalam sebuah fase kehidupan seorang remaja. Berlatar tempat di 2 kota berbeda yg penuh cerita cinta. 2 kota berseteru yg seakan selalu membawa gue larut dalam album nostalgia. Dimana itu? Semua tersirat di dalam cerita tanpa harus gue tunjukan dengan gamblang
Anggaplah cerita yg gue tulis adalah sebuah dongeng sebelum tidur. Cerita yg mungkin bisa lu ambil nilai positif nya bila ada dan acuhkan nilai negatif yg sangat kentara. Gue ga akan memaksa kalian untuk menganggap ini real story, kalo ada yg menganggap fiksi juga gapapa.. itu lebih baik karena yg mengalami adalah gue dan beberapa tokoh yg gue cantumkan, lebih dari itu harap diam dan jangan berisik ya..
Jadi, seperti apa kisah seorang Boy muda? Yuk ikutin keseharian gue
Perkenalkan.. gue biasa dipanggil Boy. Nama penuh makna pemberian papa gue. Dari nama itu lah goresan cerita masa lalu gue tulis ulang disini. Gue adalah anak kebanggaan orang tua gue yang ditakdirkan Tuhan untuk menyapa dunia terlebih dahulu dibanding adik gue. Gue lahir, tinggal dan bersekolah di kota yang memiliki sejarah heroik dalam mengusir penjajah di negeri ini. Masa ini adalah masa paling absurd dan sanggup membuat gue senyum2 sendiri ketika gue mengingat2 lagi kenangan jaman itu
Akan ada beberapa pemikiran yg salah, filosofi ngawur, arogansi, dan sifat sok pahlawan khas anak abg labil dalam cerita ini. Tapi itu semua juga akan dibalut dengan manisnya cinta, sex ala anak muda, kehidupan remaja, persahabatan, solidaritas dan kecantikan bidadari yg lupa balik ke surga
Cerita ini bersetting waktu di masa kejayaan.. sebelum negara api menyerang dan sebelum Indonesia tampil di final piala dunia. Tepat nya berawal di jaman semasa SMA, masa-masa paling indah dalam sebuah fase kehidupan seorang remaja. Berlatar tempat di 2 kota berbeda yg penuh cerita cinta. 2 kota berseteru yg seakan selalu membawa gue larut dalam album nostalgia. Dimana itu? Semua tersirat di dalam cerita tanpa harus gue tunjukan dengan gamblang
Anggaplah cerita yg gue tulis adalah sebuah dongeng sebelum tidur. Cerita yg mungkin bisa lu ambil nilai positif nya bila ada dan acuhkan nilai negatif yg sangat kentara. Gue ga akan memaksa kalian untuk menganggap ini real story, kalo ada yg menganggap fiksi juga gapapa.. itu lebih baik karena yg mengalami adalah gue dan beberapa tokoh yg gue cantumkan, lebih dari itu harap diam dan jangan berisik ya..
Jadi, seperti apa kisah seorang Boy muda? Yuk ikutin keseharian gue

Spoiler for index:
Spoiler for SIDE STORY:
Spoiler for chit chat:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 510 suara
Siapakah Perempuan Dibalik Sosok Permaisuri?
Amelia
36%
Farah
37%
Bela
16%
Ima
7%
Dewi
4%
Diubah oleh suboyxxx 22-02-2017 09:29
ezzasuke dan 51 lainnya memberi reputasi
46
3M
8.2K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
suboyxxx
#1249
Part 67
She’s Gone
DUUAARRR!!!
Bak sambaran petir yg tiba-tiba masuk ke dalam kelas..
Gue melongo.. bola mata gue masih ga bergerak menatap nya. Gue ngerasa sakit yg amat sangat di batin gue, sakiiiitt yg gabisa gue ungkapkan dengan sebuah tulisan. Tiba-tiba ucapan itu telak menyambar kuping dan batin gue.. Kata2 yg keluar dari mulut Amel beberapa detik yg lalu bikin gue hancur. 1 kata tapi sanggup mengakhiri segalanya.. Rasanya seperti disambar habis-habisan oleh petir yg sangat dahsyat. Ga hanya sekali, tapi berkali2 sampe hancur lebur..
Apa iya gue putus..
Jadiiii.. sekarang gue putus?? Gue putus sama Amel? Tanya gue dalam hati ga percaya..
Bahkan gue ga sanggup hanya untuk sekedar mengejar Amel yg udah berlari sambil menangis? Kenapa gue cuma diam saja? Kenapa gue hanya berdiri terdiam mematung? Kenapa kejadian nya bisa secepat ini ya Tuhan?!
Gue bahkan gatau harus apa.. gue mesti gimana.. Gue masih shock denger kata2 Amel yg terkahir tadi. Bidadadi gue mutusin gue.. Tapi ini gimana ceritanya? Gue ga salah denger kan? Ini mimpi kan? Tadi bukan Amel kan?? Dia gamungkin mutusin gue dengan cara seperti itu!!
Ah iya! Foto kontak tadi!
Ya, ya.. Gue paham. Gue tau rasa sakit yg dirasakan oleh pacar gue. Rasa sakit yg gue rasa akibat tamparan nya ga sebanding dengan rasa sakit yg dia derita setelah melihat foto tadi. Betapa bajingan dan terkutuknya gue karena membuat bidadadi gue menangis seperti itu
Maafin aku yang..
Biarkan aku menjelaskan semuanya dulu. Aku gamau putuuuusss!!
Gue terduduk.. lebih tepatnya gue dipaksa duduk oleh sahabat gue. Gue hanya melihat didepan kelas gue udah banyak murid2 yg berkumpul.. memenuhi jendela dan pintu.. depan kelas gue udah penuh dengan manusia2 yg ingin menonton drama secara gratis rupanya. Mereka masih seru ngelihatin gue, ga ada kah sedikit rasa empati kalian?? Ini nyata.. bukan sinetron sampah!!
Pikiran gue bener2 berputar2.. saat dimana Amel membalikan badan lalu berlalu meninggalkan gue sambil menangis bikin gue ikut merasa pedih.. tangisan Amel adalah salah satu hal yg paling menyakitkan dalam hidup gue ntah gimana cara gue untuk menebusnya
Gue duduk terdiam mirip orang bego.. pikiran gue cuma Amel, Amel dan Amel.. rasanya masih ga percaya dan ga rela aja dia mutusin gue. Sampai akhirnya jemari itu mengusap air mata yg hampir saja turun di pipi gue

Gue terhentak..
Ya, benar kata Weni.. Gue cuman putus cinta, bukan masalah yg berat sebetulnya bagi gue tapiiii... ELU GATAU SEBERAPA PENTING NYA AMEL DI DALAM DIRI GUE! WEN!! Half of me died when she decided to leave me alone now!
Gue ngerasa.. sosok Amel begitu penting setelah dia mengucapkan kata putus. Jauh lebih terasa penting dari biasanya. Apa mungkin nanti nya gue bisa menjalani hari2 gue seperti biasanya? Ah gue ga sanggup rasanya. Amel adalah hidup gue.. dia adalah nafas gue.. dia adalah segala-galanya bagi gue. Tanpa dia gue ga bisa jadi apa-apa
Ga lama, seorang guru pun masuk ke kelas untuk mengajar. Semua murid sudah kembali ke bangku nya masing2. Hanya gue yg masih terduduk lesu, ga ada semangat yg seharusnya masih tersisa di dalam diri gue. Semuanya hilang begitu saja, menghilang layaknya bayang2 bidadari Amel
Ketika gue kembali mengingat saat gue meminta rokok sahabat gue, gue tersenyum.. setelah bertahun-tahun ga terpikir di kepala gue, gue baru menyadari kenapa temen gue yg satu ini memberikan 1 bungkus rokok yg sebenernya belum dibuka oleh nya. Saat itu.. niat gue cuman minta beberapa tapi dia malah memberi semua. Temen gue itu bener2 tau isi hati gue. Dia sengaja membiarkan gue berlama2 menikmati tembakau yg dibakar itu agar gue bisa secepatnya terlepas dari masalah gue
Gue meninggalkan kelas, berjalan menuju kamar mandi. Gue bersembunyi disana dan menikmati setiap batang rokok yg gue hisap. Asapnya mengepul memenuhi ruangan. Kata orang kebanyakan ketika lu ada masalah, merokok lah.. itu akan bikin lu rilex dan setiap masalah yg ada di kepala jadi hilang. Tapi.. gue ga malah dengan mudah melupakan masalah gue. Gue makin teringat akan sosok Amel. Ucapan nya yg masih menempel lekat di kepala gue plus ruangan yg pengap malah bikin gue puyeng.. Gue masih ga percaya kalo dia mutusin gue
Gue kembali meneteskan air mata. Amel begitu spesial dalam diri gue.. Amel adalah yg pertama bagi gue. Ya, dia adalah perempuan pertama yg memberi gue seisi surga dengan berjuta2 rasa kasih sayang dan kenikmatan tiada tara. Dia mencintai gue dengan segala kekurangan gue. Gue gaperlu meragukan nya. Dia adalah perempuan yg sempurna di mata gue. Amel juga adalah perempuan pertama yg berhasil masuk ke kamar gue untuk mengais kenikmatan semu waktu itu. Dan tadi.. tamparan yg mendarat ke pipi gue adalah tamparan yg pertama kalinya bagi gue di seumur hidup gue
Sampai akhirnya.. Ah iya bener kata Weni dan Agung, gue harus jelasin semua nya ke Amel dan berharap secepatnya keadaan akan membaik seperti sedia kala
Kali ini air mata yg turun sampai ke pipi, gue usap. Gue merasa seperti ada secercah harapan yg membuat gue kembali bisa sedikit tersenyum. Ya, harapan untuk bisa segera rujuk ke bidadari gue. Dia adalah segala nya bagi gue.. gue harus mendapatkan nya kembali
Sebuah foto di display picture kontak bernama Yunus itu bener2 bajingan dan terkutuk! Foto tersebut dengan cepatnya menghancurkan kisah negeri dongeng antara gue dan Amel. Bagaimana tidak, gue yakin siapapun pasangan yg berada di posisi Amel pasti akan melakukan hal yg sama seperti Amel
Foto dimana gue dalam posisi terpojok, posisi dimana gue sangat sulit sekali untuk mengelak. Tapi gue berani bersumpah, gue gatau sama sekali tentang kejadian itu. Gue ga sadar, gimana bisa gue melakukan itu kalo pulang aja gue dibawa sama Charles ke rumahnya
Foto tersebut menampilkan seorang anak laki2 yg sedang teler dan seorang teman wanita nya. Si anak laki2 tersebut merangkul teman wanita nya selagi bibirnya mendarat di leher temannya itu. Tangan kiri nya berada di pundak teman wanitanya sedangkan tangan kanan nya meremas b**bs nya. Ekspresi si teman wanita pun juga menunjukan ekspresi s*nge dengan pipi yg memerah, mata terpejam dan menggigit bibir bawahnya. Bajingaaann.. masa iya gue seperti itu?? gue tau gue pernah melakukan hal yg nikmat dengan Nanda tapi bukan berarti gue dan dia melakukan hal bodoh di depan orang banyak. Orang normal ga mungkin melakukan hal itu.. kita masih waras!
Gue masih mencoba mengingat2 display picture di hp gue td yg sekarang sudah hancur berkeping2. Adakah setitik kebenaran yg terselip dalam foto itu.. Gimana cara gue membela diri?
Ah pusing gue...
Gue kembali ke kelas, kali ini ga ada rasa sopan santun yg gue tunjukkan ke seorang guru. Gue hanya mengetuk pintu dan langsung aja menuju bangku gue. Gue kembalikan rokok yg sudah gue abiskan 5 batang
Suara guru menerangkan pun hanya masuk ke telinga kiri dan tembus ke telinga kanan. Untung nya guru gue ga sekalipun menanyakan sebuah pertanyaan ke gue. Gue hanya menaruh muka di meja beralaskan tangan sambil menunggu nyaringnya bel pulang sekolah biar semua urusan antara gue dan Amel cepet kelar
“teettt.. teeett..” bel pulang sekolah berbunyi
Setelah guru meninggalkan kelas, gue masih aja duduk manis di bangku. Keberanian dan tekad gue untuk bertemu Amel seketika menghilang. Kemana keberanian itu pergi.. Gue hanya diem sambil melirik tajam setiap orang yg berlalu lalang di depan gue
Kira2 ada 30 menit.. semua nya sudah meninggalkan kelas. Hanya ada gue dan 2 personil geng bedebah aja yg tersisa
Gue ga menjawab.. Gue hanya melengos gitu aja meninggalkan temen2 gue. Sanggup ga sanggup, gue harus ketemu Amel sekarang.. Langkah dan batin gue terasa berat ketika harus melangkah menuju kelas bidadari Amel. Suasana tampak sudah sepi, hanya tersisa seorang perempuan cantik yg masih duduk di depan ruangan kelasnya sambil mengayun-ayun kan kakinya. Ya.. itu Amel!
Dia menyadari kedatangan gue.. Gue melihat nya tersenyum, tersenyum cantik seperti biasa nya walaupun matanya sembab akibat air mata yg sudah banyak dia keluarkan
Gue masih berdiri disamping dia duduk sambil menatapnya sayu karena gue ga sanggup menahan air mata gue sendiri yg sedari tadi pengen keluar
Gue menjelaskan setiap detail peristiwa malam kemarin, dari mulai gue datang sampe ke acara makan bersama. Hingga pada suatu kejadian dimana gue dipaksa minum sampe gue gatau seperti apa kejadian selanjutnya. Bibir gue seketika tergagap, gue gatau harus ngomong apa. Membuat alasan hanya akan bikin segalanya jadi rumit
Amel pun meneteskan air mata. Mana sanggup gue ngeliat perempuan menangis, apalagi bidadari gue. Gue usap air mata nya tapi gue ga berani untuk memeluk nya kali ini. Gue takut dianggap cari kesempatan disaat masalah kita aja belum kelar
“deeeegg”
Pertanyaan yg serasa nampol muka gue.. Pertanyaan yg susah untuk gue jawab.. Apa yg dikata Amel tentang rasa sayang dan kesetiaan itu bener adanya. Gue ga ada rasa sama Nanda tapi udah 3x gue ada affair sama dia. Sekarang gue harus ngomong apa. Bibir gue seolah terkunci rapat. Gue jawab, Amel bakal marah. Gue diem malah Amel ngaggep dugaan nya bener. Gue berada diposisi yg ga menguntungkan. Posisi dimana gue berada ditengah2 diantara sebilah pisau dan pedang. Lambat laun ya gue akan terpotong juga, mati..
Gue menunduk.. Hancur sudah harapan gue. Apa yg gue ingin kan sebentar lagi akan pergi menghilang. Seseorang yg gue cintai memilih untuk berjalan sendiri. Amel terlalu kuat dan berani untuk itu.. sedangkan gue, gue ga yakin bakal bisa melalui hari2 gue besok tanpa dia. Seperti nya gue gabakal sanggup. Amel ibarat sebuah kaki bagi gue, kalo satu kaki udah patah gimana gue bisa berjalan? Gimana gue bisa melangkah lagi..
Dan air mata gue pun mulai menetes lagi..
“semangat” katanya..
Aku tau.. aku bener2 tau siapa kamu Mel. Kamu selalu aja gitu!
Gue tau dia hanya ingin membuat gue ga menangis aja. Padahal di dalam batinnya jauh lebih pedih daripada gue. Bidadari gue paling gabisa melihat gue menangis maka nya dia terlihat tenang menyemangati gue karena gue tau kalo gue menangis maka dia akan ikut menangis. Dan jika dia menangis maka gue bakal menangis juga. Gitu aja terus..
Amel menggandeng tangan gue ke arah parkiran. Memastikan gue sampe ke dalam jok kemudi dengan benar. Ya, dengan benar karena safety belt udah dia pastikan terpasang dengan baik dan benar. Setelah itu dia meninggalkan gue yg masih duduk terdiam di dalam mobil. Dia berjalan menuju seorang supir yg sudah menunggu nya
Lambaian dan senyum Amel pun perlahan menghilang mengikuti laju mobil itu pergi. Bidadari Amel.. dia “telah” menjadi bagian dari hidup gue sekarang. Kita udah ga memiliki hubungan apa2 lagi. Hanya kembali ke sebuah tali pertemanan seperti setahun yg lalu. Kini Amel hanya lah seorang “mantan”. Tapi gue berharap apa yg dia ucapkan mengenai jodoh bisa terwujud. Dia begitu sempurna untuk gue tinggal kan dan gue terlalu bodoh untuk mengkhianati nya. Satu hal lagi yg gue sesalkan, ntah dia ingat atau engga. Ketika gue dan dia putus, 3 hari lagi kita akan merayakan hari anniversary yg pertama. Impian yg ada di depan mata sepertinya sirna..
Sebelum gue meninggalkan sekolah. Gue masih sempat kembali ke kelas dimana 2 teman gue masih setia menunggu sambil bermain kartu remi nya
Gue masih punya kalian.. Bedebah geng yg selalu dengan senang hati dan solidaritas tinggi, menemani dan membatu gue menyelesaikan setiap permasalahan pelik dalam hidup gue. Sekali lagi terima kasih Tuhan.. Kau masih sisa kan 2 orang yg dengan bodohnya masih setia menunggu hamba
Mengenai part ini, bila kalian menganggap gue lebay, baper atau apa lah itu adalah hak kalian. Karena yg gue rasakan ya seperti apa yg coba gue tuangkan di part ini
Gue coba kembali ke masa lalu, yg mana mungkin sebuah lirik sederhana yg ada di lagu ini bisa membantu gue mewakilkan perasaan gue di kala itu
She’s Gone
Quote:
DUUAARRR!!!

Bak sambaran petir yg tiba-tiba masuk ke dalam kelas..
Gue melongo.. bola mata gue masih ga bergerak menatap nya. Gue ngerasa sakit yg amat sangat di batin gue, sakiiiitt yg gabisa gue ungkapkan dengan sebuah tulisan. Tiba-tiba ucapan itu telak menyambar kuping dan batin gue.. Kata2 yg keluar dari mulut Amel beberapa detik yg lalu bikin gue hancur. 1 kata tapi sanggup mengakhiri segalanya.. Rasanya seperti disambar habis-habisan oleh petir yg sangat dahsyat. Ga hanya sekali, tapi berkali2 sampe hancur lebur..
Apa iya gue putus..
Jadiiii.. sekarang gue putus?? Gue putus sama Amel? Tanya gue dalam hati ga percaya..
Bahkan gue ga sanggup hanya untuk sekedar mengejar Amel yg udah berlari sambil menangis? Kenapa gue cuma diam saja? Kenapa gue hanya berdiri terdiam mematung? Kenapa kejadian nya bisa secepat ini ya Tuhan?!
Gue bahkan gatau harus apa.. gue mesti gimana.. Gue masih shock denger kata2 Amel yg terkahir tadi. Bidadadi gue mutusin gue.. Tapi ini gimana ceritanya? Gue ga salah denger kan? Ini mimpi kan? Tadi bukan Amel kan?? Dia gamungkin mutusin gue dengan cara seperti itu!!
Ah iya! Foto kontak tadi!
Ya, ya.. Gue paham. Gue tau rasa sakit yg dirasakan oleh pacar gue. Rasa sakit yg gue rasa akibat tamparan nya ga sebanding dengan rasa sakit yg dia derita setelah melihat foto tadi. Betapa bajingan dan terkutuknya gue karena membuat bidadadi gue menangis seperti itu
Maafin aku yang..
Biarkan aku menjelaskan semuanya dulu. Aku gamau putuuuusss!!
Gue terduduk.. lebih tepatnya gue dipaksa duduk oleh sahabat gue. Gue hanya melihat didepan kelas gue udah banyak murid2 yg berkumpul.. memenuhi jendela dan pintu.. depan kelas gue udah penuh dengan manusia2 yg ingin menonton drama secara gratis rupanya. Mereka masih seru ngelihatin gue, ga ada kah sedikit rasa empati kalian?? Ini nyata.. bukan sinetron sampah!!
Pikiran gue bener2 berputar2.. saat dimana Amel membalikan badan lalu berlalu meninggalkan gue sambil menangis bikin gue ikut merasa pedih.. tangisan Amel adalah salah satu hal yg paling menyakitkan dalam hidup gue ntah gimana cara gue untuk menebusnya
Quote:
Gue duduk terdiam mirip orang bego.. pikiran gue cuma Amel, Amel dan Amel.. rasanya masih ga percaya dan ga rela aja dia mutusin gue. Sampai akhirnya jemari itu mengusap air mata yg hampir saja turun di pipi gue
Quote:

Gue terhentak..
Ya, benar kata Weni.. Gue cuman putus cinta, bukan masalah yg berat sebetulnya bagi gue tapiiii... ELU GATAU SEBERAPA PENTING NYA AMEL DI DALAM DIRI GUE! WEN!! Half of me died when she decided to leave me alone now!
Gue ngerasa.. sosok Amel begitu penting setelah dia mengucapkan kata putus. Jauh lebih terasa penting dari biasanya. Apa mungkin nanti nya gue bisa menjalani hari2 gue seperti biasanya? Ah gue ga sanggup rasanya. Amel adalah hidup gue.. dia adalah nafas gue.. dia adalah segala-galanya bagi gue. Tanpa dia gue ga bisa jadi apa-apa
Quote:
Ga lama, seorang guru pun masuk ke kelas untuk mengajar. Semua murid sudah kembali ke bangku nya masing2. Hanya gue yg masih terduduk lesu, ga ada semangat yg seharusnya masih tersisa di dalam diri gue. Semuanya hilang begitu saja, menghilang layaknya bayang2 bidadari Amel
Quote:
Ketika gue kembali mengingat saat gue meminta rokok sahabat gue, gue tersenyum.. setelah bertahun-tahun ga terpikir di kepala gue, gue baru menyadari kenapa temen gue yg satu ini memberikan 1 bungkus rokok yg sebenernya belum dibuka oleh nya. Saat itu.. niat gue cuman minta beberapa tapi dia malah memberi semua. Temen gue itu bener2 tau isi hati gue. Dia sengaja membiarkan gue berlama2 menikmati tembakau yg dibakar itu agar gue bisa secepatnya terlepas dari masalah gue
Gue meninggalkan kelas, berjalan menuju kamar mandi. Gue bersembunyi disana dan menikmati setiap batang rokok yg gue hisap. Asapnya mengepul memenuhi ruangan. Kata orang kebanyakan ketika lu ada masalah, merokok lah.. itu akan bikin lu rilex dan setiap masalah yg ada di kepala jadi hilang. Tapi.. gue ga malah dengan mudah melupakan masalah gue. Gue makin teringat akan sosok Amel. Ucapan nya yg masih menempel lekat di kepala gue plus ruangan yg pengap malah bikin gue puyeng.. Gue masih ga percaya kalo dia mutusin gue
Gue kembali meneteskan air mata. Amel begitu spesial dalam diri gue.. Amel adalah yg pertama bagi gue. Ya, dia adalah perempuan pertama yg memberi gue seisi surga dengan berjuta2 rasa kasih sayang dan kenikmatan tiada tara. Dia mencintai gue dengan segala kekurangan gue. Gue gaperlu meragukan nya. Dia adalah perempuan yg sempurna di mata gue. Amel juga adalah perempuan pertama yg berhasil masuk ke kamar gue untuk mengais kenikmatan semu waktu itu. Dan tadi.. tamparan yg mendarat ke pipi gue adalah tamparan yg pertama kalinya bagi gue di seumur hidup gue
Sampai akhirnya.. Ah iya bener kata Weni dan Agung, gue harus jelasin semua nya ke Amel dan berharap secepatnya keadaan akan membaik seperti sedia kala
Kali ini air mata yg turun sampai ke pipi, gue usap. Gue merasa seperti ada secercah harapan yg membuat gue kembali bisa sedikit tersenyum. Ya, harapan untuk bisa segera rujuk ke bidadari gue. Dia adalah segala nya bagi gue.. gue harus mendapatkan nya kembali
Sebuah foto di display picture kontak bernama Yunus itu bener2 bajingan dan terkutuk! Foto tersebut dengan cepatnya menghancurkan kisah negeri dongeng antara gue dan Amel. Bagaimana tidak, gue yakin siapapun pasangan yg berada di posisi Amel pasti akan melakukan hal yg sama seperti Amel
Foto dimana gue dalam posisi terpojok, posisi dimana gue sangat sulit sekali untuk mengelak. Tapi gue berani bersumpah, gue gatau sama sekali tentang kejadian itu. Gue ga sadar, gimana bisa gue melakukan itu kalo pulang aja gue dibawa sama Charles ke rumahnya
Foto tersebut menampilkan seorang anak laki2 yg sedang teler dan seorang teman wanita nya. Si anak laki2 tersebut merangkul teman wanita nya selagi bibirnya mendarat di leher temannya itu. Tangan kiri nya berada di pundak teman wanitanya sedangkan tangan kanan nya meremas b**bs nya. Ekspresi si teman wanita pun juga menunjukan ekspresi s*nge dengan pipi yg memerah, mata terpejam dan menggigit bibir bawahnya. Bajingaaann.. masa iya gue seperti itu?? gue tau gue pernah melakukan hal yg nikmat dengan Nanda tapi bukan berarti gue dan dia melakukan hal bodoh di depan orang banyak. Orang normal ga mungkin melakukan hal itu.. kita masih waras!
Gue masih mencoba mengingat2 display picture di hp gue td yg sekarang sudah hancur berkeping2. Adakah setitik kebenaran yg terselip dalam foto itu.. Gimana cara gue membela diri?
Ah pusing gue...
Gue kembali ke kelas, kali ini ga ada rasa sopan santun yg gue tunjukkan ke seorang guru. Gue hanya mengetuk pintu dan langsung aja menuju bangku gue. Gue kembalikan rokok yg sudah gue abiskan 5 batang
Suara guru menerangkan pun hanya masuk ke telinga kiri dan tembus ke telinga kanan. Untung nya guru gue ga sekalipun menanyakan sebuah pertanyaan ke gue. Gue hanya menaruh muka di meja beralaskan tangan sambil menunggu nyaringnya bel pulang sekolah biar semua urusan antara gue dan Amel cepet kelar
“teettt.. teeett..” bel pulang sekolah berbunyi
Setelah guru meninggalkan kelas, gue masih aja duduk manis di bangku. Keberanian dan tekad gue untuk bertemu Amel seketika menghilang. Kemana keberanian itu pergi.. Gue hanya diem sambil melirik tajam setiap orang yg berlalu lalang di depan gue
Kira2 ada 30 menit.. semua nya sudah meninggalkan kelas. Hanya ada gue dan 2 personil geng bedebah aja yg tersisa
Quote:
Gue ga menjawab.. Gue hanya melengos gitu aja meninggalkan temen2 gue. Sanggup ga sanggup, gue harus ketemu Amel sekarang.. Langkah dan batin gue terasa berat ketika harus melangkah menuju kelas bidadari Amel. Suasana tampak sudah sepi, hanya tersisa seorang perempuan cantik yg masih duduk di depan ruangan kelasnya sambil mengayun-ayun kan kakinya. Ya.. itu Amel!
Dia menyadari kedatangan gue.. Gue melihat nya tersenyum, tersenyum cantik seperti biasa nya walaupun matanya sembab akibat air mata yg sudah banyak dia keluarkan
Gue masih berdiri disamping dia duduk sambil menatapnya sayu karena gue ga sanggup menahan air mata gue sendiri yg sedari tadi pengen keluar
Quote:
Gue menjelaskan setiap detail peristiwa malam kemarin, dari mulai gue datang sampe ke acara makan bersama. Hingga pada suatu kejadian dimana gue dipaksa minum sampe gue gatau seperti apa kejadian selanjutnya. Bibir gue seketika tergagap, gue gatau harus ngomong apa. Membuat alasan hanya akan bikin segalanya jadi rumit
Quote:
Amel pun meneteskan air mata. Mana sanggup gue ngeliat perempuan menangis, apalagi bidadari gue. Gue usap air mata nya tapi gue ga berani untuk memeluk nya kali ini. Gue takut dianggap cari kesempatan disaat masalah kita aja belum kelar
Quote:
“deeeegg”

Pertanyaan yg serasa nampol muka gue.. Pertanyaan yg susah untuk gue jawab.. Apa yg dikata Amel tentang rasa sayang dan kesetiaan itu bener adanya. Gue ga ada rasa sama Nanda tapi udah 3x gue ada affair sama dia. Sekarang gue harus ngomong apa. Bibir gue seolah terkunci rapat. Gue jawab, Amel bakal marah. Gue diem malah Amel ngaggep dugaan nya bener. Gue berada diposisi yg ga menguntungkan. Posisi dimana gue berada ditengah2 diantara sebilah pisau dan pedang. Lambat laun ya gue akan terpotong juga, mati..
Quote:
Gue menunduk.. Hancur sudah harapan gue. Apa yg gue ingin kan sebentar lagi akan pergi menghilang. Seseorang yg gue cintai memilih untuk berjalan sendiri. Amel terlalu kuat dan berani untuk itu.. sedangkan gue, gue ga yakin bakal bisa melalui hari2 gue besok tanpa dia. Seperti nya gue gabakal sanggup. Amel ibarat sebuah kaki bagi gue, kalo satu kaki udah patah gimana gue bisa berjalan? Gimana gue bisa melangkah lagi..
Dan air mata gue pun mulai menetes lagi..
Quote:
“semangat” katanya..
Aku tau.. aku bener2 tau siapa kamu Mel. Kamu selalu aja gitu!
Gue tau dia hanya ingin membuat gue ga menangis aja. Padahal di dalam batinnya jauh lebih pedih daripada gue. Bidadari gue paling gabisa melihat gue menangis maka nya dia terlihat tenang menyemangati gue karena gue tau kalo gue menangis maka dia akan ikut menangis. Dan jika dia menangis maka gue bakal menangis juga. Gitu aja terus..
Quote:
Amel menggandeng tangan gue ke arah parkiran. Memastikan gue sampe ke dalam jok kemudi dengan benar. Ya, dengan benar karena safety belt udah dia pastikan terpasang dengan baik dan benar. Setelah itu dia meninggalkan gue yg masih duduk terdiam di dalam mobil. Dia berjalan menuju seorang supir yg sudah menunggu nya
Lambaian dan senyum Amel pun perlahan menghilang mengikuti laju mobil itu pergi. Bidadari Amel.. dia “telah” menjadi bagian dari hidup gue sekarang. Kita udah ga memiliki hubungan apa2 lagi. Hanya kembali ke sebuah tali pertemanan seperti setahun yg lalu. Kini Amel hanya lah seorang “mantan”. Tapi gue berharap apa yg dia ucapkan mengenai jodoh bisa terwujud. Dia begitu sempurna untuk gue tinggal kan dan gue terlalu bodoh untuk mengkhianati nya. Satu hal lagi yg gue sesalkan, ntah dia ingat atau engga. Ketika gue dan dia putus, 3 hari lagi kita akan merayakan hari anniversary yg pertama. Impian yg ada di depan mata sepertinya sirna..
Sebelum gue meninggalkan sekolah. Gue masih sempat kembali ke kelas dimana 2 teman gue masih setia menunggu sambil bermain kartu remi nya
Gue masih punya kalian.. Bedebah geng yg selalu dengan senang hati dan solidaritas tinggi, menemani dan membatu gue menyelesaikan setiap permasalahan pelik dalam hidup gue. Sekali lagi terima kasih Tuhan.. Kau masih sisa kan 2 orang yg dengan bodohnya masih setia menunggu hamba
Mengenai part ini, bila kalian menganggap gue lebay, baper atau apa lah itu adalah hak kalian. Karena yg gue rasakan ya seperti apa yg coba gue tuangkan di part ini
Gue coba kembali ke masa lalu, yg mana mungkin sebuah lirik sederhana yg ada di lagu ini bisa membantu gue mewakilkan perasaan gue di kala itu
Bila ku ingat tentangmu
Dalam rapuhnya hatiku
Semua kenangan yang kini
Terkubur oleh rasa sesakku
Di tengah-tengah kesepian hatiku
Yang berjuang tuk dapat hidup tanpamu
Yang tiada lagi mencintaiku
Tuhan tolong tunjukkan bila memang aku yang salah
Di saat kau putuskan takdir kami untuk terpisah
Agar takkan kuulangi lagi kesalahanku pada dirinya yang dulu
Membuatnya pergi dariku
#
Kini kan kuhancurkan mimpiku
Yang dulu tlah kurangkai untukmu
Biarlah kenangan yang jadi bukti
Betapa berartinya kau untukku
Ku ciptakan sebuah lagu
Lagu terakhir untukmu
Lagu yang penuh emosi
Tentang betapa hancur hatiku
Bila nanti kau dengarkan lagu ini
Yang ku buat walau tiada ku mengerti
Alasan yang membuat kau pergi
Dalam rapuhnya hatiku
Semua kenangan yang kini
Terkubur oleh rasa sesakku
Di tengah-tengah kesepian hatiku
Yang berjuang tuk dapat hidup tanpamu
Yang tiada lagi mencintaiku
Tuhan tolong tunjukkan bila memang aku yang salah
Di saat kau putuskan takdir kami untuk terpisah
Agar takkan kuulangi lagi kesalahanku pada dirinya yang dulu
Membuatnya pergi dariku
#
Kini kan kuhancurkan mimpiku
Yang dulu tlah kurangkai untukmu
Biarlah kenangan yang jadi bukti
Betapa berartinya kau untukku
Ku ciptakan sebuah lagu
Lagu terakhir untukmu
Lagu yang penuh emosi
Tentang betapa hancur hatiku
Bila nanti kau dengarkan lagu ini
Yang ku buat walau tiada ku mengerti
Alasan yang membuat kau pergi
Diubah oleh suboyxxx 23-09-2016 22:05
itkgid dan 7 lainnya memberi reputasi
8


(ucapnya ikut terisak)
(tangisnya makin menjadi2)
cuk gila lu. Lagi pelajaran ndes
(jawab gue menunduk)