Kaskus

Story

3005fmAvatar border
TS
3005fm
Di ujung jalan
Diubah oleh 3005fm 15-01-2017 19:24
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
14.4K
117
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
3005fmAvatar border
TS
3005fm
#82
Di ujung jalan (Bimo POV)
Bab 4

Solo


Gue mendengar celotehan Bulan dengan malas-malasan. Bukan karena cerita Bulan yang membosankan, tapi karena gue nggak begitu menyukai topik yang dibahas. Gue hanya mengangguk-angguk kecil sambil berusaha mencerna beberapa kata yang Bulan ucapkan. Bibir mungilnya seolah nggak cape menceritakan kejadian 'jalan bareng' Ardi kemarin.
Gue belum cerita gimana gue bisa suka sama Bulan. Dia itu lucu dan super jahil, meskipun punya wajah agak kebarat-baratan tingkah lakunya kebalikan sama wajahnya. Umumnya orang yang punya wajah 'bule' itu identik sama gaya kekanak-kanakan, tapi Bulan malah bisa jadi orang yang beda dalam satu waktu. Dia asik buat diajak ngobrol tapi juga nyaman buat ngebahas hal-hal serius.
Selain itu ada lagi satu hal yang bikin gue naksir Bulan, senyumnya bikin adem banget. Dia pernah nggak sengaja lupa bawa pr gue yang dia contek, tapi pas dia senyum sambil minta maaf ke gue, hati gue berasa adem sendiri liat senyumnya.

"Bim, dari tadi dengerin nggak sih ?"
Bulan menguncang-guncang bahu gue pelan, dan menyadarkarkan gue dari lamunan tadi. "Iya Lan, terus apa lagi kejadian sweetnya ?"
"Tuhkan nggak dengerin. Itu udah kelar dibahas 3 menit yang lalu...Tadi gue ngajak lu liburan bareng bertiga dua minggu lagi...."
"Sori Lan. Lagi nggak fokus... Oh iya, tadi mau ngajak liburan ke mana ?"
"Gimana kalo kita ke Solo ? Gue juga pengen ngunjungin nenek gue di sana. Sekalian aja liburan bareng."
"Udah bilang Ardi ?"
"Belom, lo yang ajakin gih."
"Sial. Lo aja, gue ogah. Nanti gue jadi nyamuk lagi."
"Yah, Bim. Ayolah sekali-kali, bantuin gue lagi ya Bim..."
Gue nggak mengiyakan atau menolak ajakan Bulan. Gue sendiri bingung harus bantu Bulan atau mengurus perasaan gue sendiri....

***


Akhirnya gue mengiyakan ajakan Bulan. Bodoh banget. Tapi gue memang butuh liburan, hampir 6 bulan di Jogja belom pernah sama sekali pergi liburan. Beda pas gue di Jakarta, hampir tiap minggu gue main-main sekedar nongkrong sama temen-temen SMP.
Gue, Bulan, dan Ardi naik kereta dari Stasiun Tugu, sekitar pukul 4 pagi saat mata gue masih bernyawa satu watt.

"Asli ngantuk parah," kata gue sambil mengucek-ngucek mata gue sambil meneguk segelas kopi di gelas plastik yang tadi gue beli di pinggir pintu masuk kereta.
"Iya gila. Gue cuma tidur 3 jam. Lagian lu sih Lan, ngambil jadwal kereta kepagian banget." Ardi menimpali ucapan gue tadi.
"Iya, iya. Maafin. Mau gimana lagi, gue dipesenin sama nenek gue jam segitu. Ya masa gue mau marahin nenek gue."
"Oke, gue maafin. Tapi lo utang satu mangkok mie ayam di sekolah."
"Iya, iya Bim. Terserah lu deh."

Gue terkekeh pelan sambil berjalan masuk menuju gerbong kereta yang akan berangkat menuju Stasiun Balapan Solo. Gue belum pernah ke Solo. Ini pertama kali dan langsung bareng Bulan. Gue duduk berhadapan dengan Bulan yang sedang mengambil foto selfiebareng Ardi. Sebenernya gue bingung sama diri gue sendiri, di satu sisi gue ingin menujukan perasaan gue ke Bulan, tapi di sisi lain kayaknya mereka mulai dekat seperti apa yang Bulan harapkan.

"Bim, ayo dong foto bareng gue. Kita belom ada foto berdua lho..."
Bulan pindah ke kursi kosong di sebelah gue. Ia mengarahkan kameranya ke arah depan sambil bergaya. "Eh tunggu dulu Bim, gue ada topi nih buat lho. Pake dong."
Gue menerima topi itu dan segera memakainya. Jangan tanya gimana perasaan gue saat itu, kayaknya topi ini nggak bakalan lepas sampe gue tidur. Gue tersenyum-senyum sendiri sambil mengamati topi pemberian Bulan tadi.

"Kenapa lu senyum-senyum sendiri ?" tanya Bulan sambil menunjukan wajah herannya ke arah gue.
"Kaga. Siapa yang senyum-senyum ? Lucu aja mirip topi adek sepupu gue yang masih SD."
"Ya udah kalo nggak mau, mening gue kasih Ardi."
"Enak aja, barang yang udah lu kasih nggak boleh diambil lagi."
"Ih siapa juga yang mau ngambil lagi. Gue juga udah punya dua topi yang sama bareng Ardi juga."

Bulan mengeluarkan dua buah topi yang sama persis dengan topi yang tadi dia kasih ke gue.
Sial... jadi itu bukan topi khusus buat gue ???
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.