- Beranda
- Stories from the Heart
[FANTASY] Darkness by storyteller Q
...
TS
esteller2
[FANTASY] Darkness by storyteller Q
Darkness
Asswrwb.
agan agan sekalian yang saya hormati. ane akan membagikan cerita yang sebenarnya telah ane pikirkan dari dulu yang sekarang ane coba share kepada agan sekalian. Tolong dimaafkan jika ada kesalahan atau kurang menarik karena ini pertama kalinya ane buat cerita kaya begini. Karena ini pengalaman pertama ane, tolong diberi kritik dan saran agar ane bisa berkembang menjadi penulis ceriita yang lebih baik.
Intro Song
Spoiler for Prologue:
Dunia di masa depan sangatlah berbeda dengan dunia di masa lalu, sejak manusia melakukan kontak pertama dengan mahluk luar angkasa. mahluk luar angkasa ternyata sangat berbeda dari yang diimajinasikan manusia, ternyata di luar sana terdapat banyak planet seperti bumi dan kebanyakan planet dihuni oleh spesies yang sangat beragam, namun kebanyakan dari mereka sangatlah mirip dengan manusia terlepas dari beberapa perbedaan seperti anggota tubuh tambahan seperti ekor,tanduk atau duri di tubuh mereka. Para mahluk luar angkasa membawa perubahan besar bagi manusia, mereka memperkenalkan teknologi yang membuat manusia dapat menjelajahi luar angkasa, tapi yang paling penting adalah mereka memperkenalkan manusia pada "zai", "skill", dan "magic" .
zai adalah tenaga dalam yang tersimpan dalam diri semua mahluk. zai dapat dimanfaatkan untuk banyak hal seperti menguatkan badan, meningkatkan kemampuan otot dan lain lain yang memungkinkan orang untuk melakukan hal luar biasa seperti mengangkat benda yang sangat berat dan menjadi kebal peluru, semua orang dapat menggunakan zai tetapi dibutuhkan kerja keras agar seseorang dapat mengontrol zai yang tersimpan dalam dirinya sendiri. zai seperti stamina orang biasa jika digunakan akan berkurang dan jika tidak digunakan akan pulih kembali. magic adalah partikel yang memenuhi ruang yang jika digunakan dapat menghasilkan efek sihir seperti menyemburkan api, memanggil hewan dari jarak jauh dan lain lain. Tidak seperti zai ,tidak semua orang dapat menggunakan magic hanya orang orang yang bertalenta dan sangat pintarlah yang dapat memanfaatkan magic. Magic juga tidak akan habis habis, tapi menggunakan magic menguras stamina orang yang menggunakannya. kemudian ada skill yaitu kemampuan unik yang dimiliki orang orang tertentu dari saat mereka lahir, orang yang memiliki skill sangatlah sedikit hanya sekitar 1 dari 1 milyar orang, menggunakan skill akan menghabiskan zai seseorang, skill adalah kemampuan yang sangat kuat dan setiap orang memiliki skill yang berbeda-beda.
Manusia sekarang tergabung dalam solar federation yaitu negara federal yang merupakan gabungan dari koloni planet- planet di tata surya matahari, solar federation sendiri adalah bagian dari kerajaan Dacuria yang menguasai galaksi Bima Sakti, kerajaan Dacuria dipimpin oleh raja Gid Dacuria, dan spesies utama dari kerajaan ini adalah spesies Dacurian, spesies mirip manusia tetapi memiliki ekor seperti ekor setan.
zai adalah tenaga dalam yang tersimpan dalam diri semua mahluk. zai dapat dimanfaatkan untuk banyak hal seperti menguatkan badan, meningkatkan kemampuan otot dan lain lain yang memungkinkan orang untuk melakukan hal luar biasa seperti mengangkat benda yang sangat berat dan menjadi kebal peluru, semua orang dapat menggunakan zai tetapi dibutuhkan kerja keras agar seseorang dapat mengontrol zai yang tersimpan dalam dirinya sendiri. zai seperti stamina orang biasa jika digunakan akan berkurang dan jika tidak digunakan akan pulih kembali. magic adalah partikel yang memenuhi ruang yang jika digunakan dapat menghasilkan efek sihir seperti menyemburkan api, memanggil hewan dari jarak jauh dan lain lain. Tidak seperti zai ,tidak semua orang dapat menggunakan magic hanya orang orang yang bertalenta dan sangat pintarlah yang dapat memanfaatkan magic. Magic juga tidak akan habis habis, tapi menggunakan magic menguras stamina orang yang menggunakannya. kemudian ada skill yaitu kemampuan unik yang dimiliki orang orang tertentu dari saat mereka lahir, orang yang memiliki skill sangatlah sedikit hanya sekitar 1 dari 1 milyar orang, menggunakan skill akan menghabiskan zai seseorang, skill adalah kemampuan yang sangat kuat dan setiap orang memiliki skill yang berbeda-beda.
Manusia sekarang tergabung dalam solar federation yaitu negara federal yang merupakan gabungan dari koloni planet- planet di tata surya matahari, solar federation sendiri adalah bagian dari kerajaan Dacuria yang menguasai galaksi Bima Sakti, kerajaan Dacuria dipimpin oleh raja Gid Dacuria, dan spesies utama dari kerajaan ini adalah spesies Dacurian, spesies mirip manusia tetapi memiliki ekor seperti ekor setan.
Spoiler for INDEX:
BAB I :
BAB I
BAB II : The Challange
BAB II part 1
BAB II part 2
BAB III : The Chosen 10
BAB III part 1
BAB III part 2
BAB IV : Supernatural Club
BAB IV part 1
BAB IV part 2
BAB V : Mid-Tem
BAB V part 1
BAB V part 2
BAB V part 3
BAB VI : Ghost of Classroom
BAB VI part 1
BAB VI part 2
BAB VII: Missing
BAB VII part 1
BAB VII part 2
BAB VIII: Demon and Human
BAB VIII part 1
BAB VIII part 2
BAB IX: Training
BAB IX part 1
BAB IX part 2
BAB IX part 3
BAB X: A New Day
BAB X part 1
BAB X part 2
BAB XI: Dread Wood
BAB XI part 1
BAB XI part 2
BAB XI part 3
BAB XII: Nero Caesar
BAB XII part 1
BAB XII part 2
BAB XII part 3
BAB XII part 4
BAB XIII: Axiom Tournament
BAB XIII part 1
BAB XIII part 2
BAB XIII part 3
BAB XIV: End of The Year
BAB XIV part 1
BAB XIV part 2
BAB XIV part 3
BAB XV: Life and Death
BAB XV part 1
BAB XV part 2
BAB XV part 3
BAB XVI: New Semester
BAB XVI part 1
BAB XVI part 2
BAB XVI part 3
BAB XVII: Howl of Terror
BAB XVII part 1
BAB XVII part 2
BAB XVII part 3
BAB XVII part 4
BAB XVIII: Proof of Power
BAB XVIII Part 1
BAB XVIII part 2
BAB XVIII part 3
BAB XVIII part 4
BAB XIX: King of the Beach
BAB XIX part 1
BAB XIX part 2
Selamat Menikmati
Diubah oleh esteller2 15-01-2017 14:26
0
33.9K
Kutip
269
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
esteller2
#138
Spoiler for BAB XIV part 3:
End of the Year part 3
"Nat? Natasha?" tanya Ketu.
"Iya." jawab NiO sambil tersenyum.
"Aku... tidak tau mau bilang apa." Kata Ketu sambil meneteskan air mata senang. "Aku... selalu mencarimu sejak waktu itu kamu pindah. Tapi.. jejakmu menghilang begitu saja. Akun sosmedmu, dan semuanya, tiba-tiba tidak aktif lagi."
NiO kemudian mendekati Ketu.
"Aku juga ingin menghubungimu sejak pindah... tapi aku merasa bersalah karena pindah dan tidak bilang-bilang dulu. Dan saat aku sudah bisa menghubungimu tidak tau mau bilang apa padamu." Kata NiO sambil memeluk Ketu. "Saat aku tau kau ada di Axiom Academy, aku langsung mempersiapkan semua ini. Aku ingin bertemu denganmu, tapi saat kita bertemu dan kau tidak mengenaliku, hatiku sakit."
"Maaf." balas Ketu sambil membalas pelukan NiO.
"Ketu...." Kata NiO sambil memgang pipi Ketu.
NiO menarik muka Ketu mendekati wajahnya, dan bersiap-siap untuk menciumnya. Bibir mereka hampir bertemu. sebelum bersentuhan, Ketu memegang pundak NiO dan mendorongnya menjauh.
"Kau merencanakan ini?" tanya Ketu. "Membuatku emosional, kemudian mencoba menciumku?"
"Kenapa kau selalu begitu sih Ketu? Kenapa tidak menikmatu waktu kita berdua? KIta tidak kau terima saja ciuman itu?" balas NiO. "Kau dari kecil selalu begitu, tapi itu juga yang membuatku suka padamu."
"Berdua? kau tidak ingat kakek ada di sini?" tanya Ketu. Ketu kemudian melihat ke arah kakek yang berpura-pura tidak melihat mereka berdua.
"Maaf! aku pergi dari sini. silahkan nikmati waktu berdua kalian." kata kakek sambil memasuki ruangan lain.
"Kau belum berubah ya!Kalau aku tidak mengenalmu dari kecil dan tau baik sifatmu, aku sudah menciumu tadi." lanjut Ketu. "Pas kecil kau juga pernah seperti ini, kau menangis biar aku membagikanmu makanan."
"Tapi kali ini bukan seperti waktu itu! perasaanku ini serius, dari kecil aku sudah menyukaimu!" lanjut NiO dengan nada sedih. Ketu kemudian duduk di kursi yang ada di dekat situ.
"Kau belum berubah sama sekali ya? masih keras kepala seperti dulu." balas Ketu. "Aku akui sih, kemampuan akting sedihmu sudah berkembang pesat."
NiO kemudian duduk di sebrang Ketu. Muka sedihnya menghilang kemudian berubah jadi senyum.
"Dan aku akui Ketu, kau jadi lebih jeli sekarang. Dulu saat aku pura-pura menangis kau tidak pernah sadar." balas NiO. Kemudian mereka berdua tertawa.
"Senang rasanya bisa seperti ini lagi." Kata Ketu. "Jadi... Kenapa kau bisa berubah drastis seperti itu?"
"Maksudmu?" NiO balas bertanya.
"Ya! Dulu kau sangat tomboy, rambutmu pendek seperti laki-laki. Gaya berpakaian dan tingkah lakumu juga. Sekarang rambutmu diwarnai biru dan panjang, dan kau sangat... feminim." kata Ketu.
"Tubuhku juga?" tanya NiO menggoda.
"I-iya." jawab Ketu malu.
"Kau tidak bisa jadi anak-anak terus kan? saat kecil aku memang tomboy. Saat aku sudah mulai puber, entah kenapa aku tidak suka jadi seperti itu lagi. Aku jadi tidak suka rambutku yang pendek, dan yah begitulah. " lanjut NiO.
"Itu alasanya aku tidak kenal kamu saat kita bertemu lagi. Selain sifatmu, semuanya tidak ada yang sama lagi." kata Ketu.
"Kalau kau kebalikanya Ketu. Kau jadi lebih keren sekarang, lebih dewasa. Dulu kau cengeng, dan manja, kau selalu berlindung di belakangku. Tapi mukamu... tidak banyak berubah." balas NiO.
"Aku ingin tau kenapa kau jadi penyanyi. Kau dulu sama sekali tidak bisa menyanyi, kau bahkan benci nyanyi." tanya Ketu.
"Kau ingat tidak? Dulu... Saat ayah lagi pergi ke luar kota. Aku menginap di rumahmu kan. Kita bermain ke hutan, Saat lagi bermain di hutan, tiba-tiba ada badai dan kita terjebak di hutan. KIta terjebak di gubuk, kau menangis terus menerus tanpa henti dan menempel padaku. agar kamu berhenti menangis aku menyanyikan lagu yang dulu ibu sering nyanyikan padaku. Aku sangat malu waktu itu, padahal cuma kamu yang dengar, tapi saat kau mendengar nyanyianku kau berhenti menangis dan bilang kalau suaraku indah. Sejak saat itu aku jadi ingin menjadi penyanyi" kata NiO sambil terenyum.
"Memangnya itu pernah terjadi?" tanya Ketu kebingungan.
"IHH! masa kau tidak ingat. Padahal itu salah satu momen paling indah masa kecilku." balas NiO kesal.
"Tidak, tidak ingat! lagian aku? bilang suaramu indah? tidak mungkin!" balas Ketu dengan bercanda.
"Ih kamu!" balas NiO.
Mereka kemudian berbincang-bincang sampai beberapa jam. Mereka saling menceritakan apa yang terjadi setelah mereka berpisah.Tiba-tiba lift terbuka, terlihat Aiko muncul dari lift.
"Maaf nona, tapi sekarang sudah waktunya." kata aiko sopan. NiO melihat jam.
"Sudah jam segini lagi?" Kata NiO kaget. "Maaf Ketu, aku ingin bersamamu lebih lama lagi, tapi ada persiapan untuk besok."
"Kalau kau ingin ditemani, aku bisa menemanimu ke tempat latihan." kata Ketu.
"Jangan! aku ingin konser besok jadi kejutan untukmu." balas NiO. "Oh iya, tanya saja pada ayah! Ayah punya rencana untukmu."
"Sampai besok Ketu!" kata NiO sambil melambaikan tanganya.
Keesokan harinya Ketu menunggu di dermaga untuk menunggu kedatangan teman-temanya dari kampus. Dermaga hari itu sangat penuh, semua orang datang untuk menonton konser NiO. Setelah menunggu setengah jam, terlihat kapal yang biasa datang dari Axiom Academy. Yang datang ada Lea, Kurumi, Mike, Renggo, dan Gerard. Irene tidak datang karena ada Ketu, sementara Ana tidak datang karena
Setelah itu mereka semua berangkat bersama-sama ke tempat konser NiO. Ketu sendiri belum pernah melihat tempat konser NiO, tapi dia mendengar bahwa tempatnya sangat besar. Namun, ia tidak mengira tempatnya akan sebesar itu. Gedungnya luar biasa besar, salah satu gedung yang paling besar yang ada di Axiom-5. Orang orang sudah mengantri di luar dari pagi, kemanapun ia melihat, semua orang sedang berusaha masuk ke tempat konser. Untungnya Ketu dan yang lainya punya tiket VIP yang bisa membuat mereka masuk kapan saja dan pasti di dahulukan. Setelah melihat-lihat sebentar Ketu melihat ada Aiko di luar.
"Kalian! aku ada urusan dulu." kata Ketu pada teman-temanya.
"Jangan lama-lama loh! Sebentar kita mau masuk." balas Lea. Ketu mengangkat jempolnya menunjukan ok.
Ketu kemudian mendatangi Aiko.
"Tuan Ketu! Nona NiO ingin agar tuan datang ke backstage saat konser sudah selesai." kata Aiko. "Tunjukan saja kartu yang nona NiO berikan pada anda pada salah satu petugas keamanan."
"Memangnya kenapa?" tanya Ketu.
"Maafkan saya tapi nona NiO tidak memberitaukan alasanya." jawab Aiko.
Ketu kemudian berkumpul lagi dengan teman-temanya. Mereka semua bersama-sama masuk ke dalam gedung. Mereka masuk ke dalam box VIP. Apa yang dilihat Ketu sungguh menakjubkan. Gedung tempat konser adalah contoh sempurna dari penggabungan antara teknologi tinggi dan teknologi magic, sebuah gedung yang tidak mungkin dibuat hanya dengan teknologi tinggi atau hanya magic. Sebuah stadium raksasa yang dapat memuat 4 juta orang. Ribuan hologram dan lampu yang disusun secara sempurna menambah kehebatan gedung tersebut. Semua orang yang duduk, tidak peduli seberapa jauhnya dari panggung masih dapat menonton pertunjukan dengan nyaman karena teknologi magic.
Tidak lama kemudian tiba-tiba semua lampu di dalam mati. Lampu sorot mulai menyala dan menyorot panggung.
“ARE YOU READY?”
Terdengar suara keras. Semua orang langsung bersorakan dan mengeluarkan light stick mereka.
“NIO! NiO! NiO!” para penonton bersorak-sorak.
Lampu-lampu di sekitar panggung mulai menyala kembali. NiO terlihat sudah berada di tengah tengah panggung dengan pakaian panggungnya.
“Semuanya! Aku ingin bilang sesuatu.” Kata NiO di panggung.“Aku minta maaf pada semua penggemarku, pada kalian semua.”
Semua orang jadi kebingungan dan penasaran dengan pengumuman NiO.
“Aku memulai semua ini, menjadi penyanyi awalnya untuk seseorang, seseorang yang dari dulu aku sukai. Semua laguku di tujukan untuknya. Beberapa hari yang lalu aku bertemu denganya lagi setelah kami terpisah. Kami masih berteman baik, tapi ia sepertinya tidak pernah menyadari perasaanku sesungguhnya.” Lanjut NiO. “Aku tau kau ada di sini. Kalau kau mendengarnya, ini lagu untukmu.”
Kemudian NiO mulai menyanyi. Semua orang langsung terdiam saat mendengarnya. Lagunya sangat mengharukan, seperti langsung menyentuh hati setiap orang. Bahkan bagi Ketu, itu adalah salah satu lagu pop yang paling bagus yang pernah ia dengar. Kemudian konser berlangsung seperti biasa. Setelah konser, Ketu memenuhi janjinya untuk datang ke backstage untuk melihat NiO.
“”Jadi bagaimana konserku?” tanya NIO.
“Bagus, aku rasa bagus saja tidak cukup untuk mengekspresikan konser tadi.” jawab Ketu.
“Oooohhh. Jadi sekarang kau memujiku? Tumben sekali.” tanya NiO.
“ Memujimu? Aku memuji yang menyiapkan konser ini.” Balas Ketu. “Tapi, aku akui, lagumu yang baru tadi itu sangat bagus. Walaupun agak aneh mendengarnya karena lagu itu ditujukan padaku.”
“Oh sekarang akhirnya kau sadar juga.” Balas NiO.
“Oh iya Ketu, aku juga memanggil temanmu itu loh. Siapa namanya? Lea ya?” kata NiO sambil tersenyum seperti memiliki sesuatu yang disembunyikan.
“Apa yang kau rencanakan Nat?” tanya Ketu serius.
“Liat saja.” Balas NiO. NiO kemudian membalikan badanya, tapi sebelum itu Ketu memegang tanganya.
“Apa yang kau rencanakan?” tanya Ketu serius.
Tiba-tiba pintu terbuka dan terlihat Lea. Ketu kaget dan agar tidak membuat salah faham langsung melepas peganganya dari tangan NiO. Tapi saat Ketu ingin menjauh dari NiO tiba-tiba Ketu merasakan tangan NiO di pipinya. NiO menarik kepala Ketu dengan keras hingga bibir mereka bertemu. Jika Lea tidak ada di sana melihat mereka berdua, mungkin Ketu akan membiarkan NiO dan akan menikmati perasaan panas yang ada di bibirnya. Ketu langsung menjauhkan wajah NiO secara paksa.
“I-ini bukan seperti yang keliatanya....” Kata Ketu panik berusaha menjelaskan apa yang baru saja terjadi pada Lea. Namun, ada yang aneh.
Lea sama sekali tidak bereaksi, bukanya marah, malu, atau apapun, Lea malah membuat wajah kebingungan.
“kalian sedang apa?” tanya Lea bingung.
“Ah! Kau NiO kan?” tanya Lea kaget saat melihat NiO. “Aku penggemar beratmu!”
Kemudian Lea malah meminta tanda tangan dan malah mengobrol bersama NiO. Ketu tidak bisa mengartikan perilaku Lea. Apa dia marah?Malu? Kenapa ia pura-pura tidak melihat apa yang baru saja terjadi dan yang lebih aneh lagi Ketu tidak melihat ada kepura-puraan di wajah Lea. Lea tidak pura-pura senang melihat NiO. Setelah Lea keluar dari ruangan. NiO melihat ke arah Ketu.
“Jujur! Aku tidak menyangka reaksinya akan seperti itu.” Kata NiO. “Kalau dia memang punya perasaan padamu bukanya harusnya dia marah?”
Ketu hanya diam karena tidak bisa menjawab.
“Yah sudahlah. Bagaimana rasa ciuman pertamamu?” tanya NIO.
Ketu masih tetap diam, pikiranya dipenuhi pertanyaan dan kebingungan dengan perilaku Lea tadi.
“Maaf Nat.” Kata Ketu. “Aku harus pergi dulu!”
Ketu langsung lari keluar ruangan mengejar Lea. Ketu merasa kesal dengan NiO karena melakukan hal tadi, apalagi karena sengaja memanggil Lea agar Lea melihatnya mencium Ketu. Walaupun sudah mencari Lea, Ketu tidak dapat menemukanya di sekitar gedung konser, apalagi karena gedungnya sangat besar. Kemudian ia mencarinya di luar gedung, tapi karena sudah malam, mencari Lea atau teman-temanya sangat sulit. Setelah lama mencari Ketu menyerah dan kembali ke hotelnya.
Nio berusaha menghubunginya semalaman, tapi ia sedang tidak merasa ingin untuk menjawab.
Keesokan harinya Ketu berangkat pagi-pagi untuk mengejar kapal pagi kembali ke Axiom Academy. Ia menitipkan pesan ke Aiko untuk check out hotel. Sebenarnya ia ingin untuk berpamitan dengan NiO karena setelah sekian lama tidak bertemu ia tidak ingin mereka berpisah lagi tanpa perpisahan, tapi kejadian kemarin masih membuatnya kesal padanya. Ia yakin teman-temanya sudah kembali ke Axiom Academy.
Ia sudah bersiap-siap di dermaga untuk kembali ke Axiom saat tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang.
“Aku... minta maaf soal kemarin, aku tau seharusnya aku tidak melakukan hal itu.” Kata NiO pelan. “Aiko memberitaukan kau akan berangkat pagi ini. Aku tidak ingin kita berpisah lagi tanpa bicara apa-apa.”
“Tidak apa-apa Nat, aku memang masih kesal padamu soal kemarin, tapi kalau kau bertingkah seperti itu mana bisa aku tidak memaafkanmu” balas Ketu. “Setelah memikirkanya semalaman ada yang ingin aku bilang Nat.”
Ketu kemudian melepas pelikan NiO dan membalikan badanya. Tiba-tiba Ketu mencium dahi NiO. NiO pun kaget.
“Bagaimana itu sebagai hadiah perpisahan?” tanya Ketu.
“Cukup.” balas NiO malu-malu.
“Aku tidak bisa menjadi pacarmu walaupun aku mau. Kau selalu berpindah-pindah karena pekerjaanmu, sementara aku harus diam disini selama 2 tahun lagi. Jadi bisa kan kita tetap berteman saja?” balas Ketu.
“Tapi hubungi aku kapan-kapan ok?” Tanya NiO. Ketu tersenyum tanda setuju, kemudian Ketu pergi menaiki kapal.
Setelah sampai di Axiom Academy Ketu langsung menuju gedung klub supernatural dengan harapan bisa bertemu dengan Lea atau paling tidak menanyakanya pada Ana. Setelah sampai disana ia hanay bertemu dengan Ana, kemudian ia menceritakan semuanya.
“Jadi Lea, tidak bereaksi walaupun melihat kalian berciuman?” tanya NiO.
“Iya, lagian aku dipaksa.” jawab Ketu. Kemudian Ana tertawa kecil.
“Kau tau bagaimana Lea dibesarkan Ketu?” Tanya Ana. Sebelum Ketu bisa menjawab Ana melanjutkan perkataanya.“Ia dibesarkan oleh ayah yang agak overprotektif, dan sebagai temanya aku tau dia tidak terlalu mengenal yang namanya ciuman. Ia tidak mengerti apa maksudnya jika 2 orang berciuman. IA tau kalau menyium di pipi itu tanda sayang, tapi ia belum mengerti jika ciuman di bibir.”
“Makanya ia tidak bereaksi dan malah keliatan kebingungan saat melihat kalian.” lanjut Ana. “Tapi tadi Lea datang padaku loh Ketu, ia agak khawatir dan menanyakan tentang apa yang ia lihat tadi. ”
“Tadi Lea datang padamu?” tanya Ketu kaget.
“Ya. Dia agak cemburu saat mengetahui apa maksud dari ciuman itu.” jawab Ana.
“Iyakan Lea?” tanya Ana sambil melihat ke arah pintu belakang. Ternyata Lea sedang bersembunyi disana selama Ketu bercerita.
“Nah sekarang aku pergi dulu, kalian bicara saja berdua untuk menyelesaikan masalah hati kalian” Kata Ana. Ana kemudian mendekati kuping Ketu untuk berbisik. “Sekarang waktu yang baik kalau kau mau menembakanya.”
Kemudian Ana keluar dari ruangan dan Lea duduk di depan Ketu.
“Maaf aku kemarin langsung menghilang. Kemarin sudah malam dan kami buru-buru mengejar kapal yang kembali ke pulau. ” Kata lea.
“Tidak, aku yang seharusnya minta maaf. Kemarin kau harus melihat kami berciuman.” balas Ketu. “Tapi... kemarin aku tidak bermaksud untuk menciumnya.”
“Iya aku melihatnya kok Ketu, kepalamu ditarik. Tapi... apa kau menyukainya Ketu? NiO? Dia kan artis terkenal apalagi dia sangat cantik” Tanya Lea.
“Aku menyayanginya... sebagai teman. Dulu kami teman semasa kecil, tapi aku tidak memiliki perasaan seperti itu. Karena satu-satunya yang aku suka itu..... kamu Lea.” Balas Ketu. Ketu merasa malu karena mengatakan hal seperti itu sehingga mukanya menjadi merah. Lea tersenyum.
“Aku juga menyukaimu Ketu.” balas Lea.
“Jadi... Lea.... mau jadi pacarku?” tanya Ketu dengan malu.
“Mau.” jawab Lea cepat.
0
Kutip
Balas