TS
carousi
[FanFict] Granado Espada - The Hope
Permisi untuk para sesepuh, wa buka thread fanfict di sini
Sesuai judul, FF ini dibuat berdasarkan salah satu game online, yaitu Granado Espada.
Alur FF ini mirip2 sama questline di gamenya, tapi dengan modifikasi tertentu dari wa sendiri. Ada beberapa hal2 lain juga yang mungkin berbeda dengan gamenya.
Wa sendiri masih newbie dalam hal FF, mohon maaf jika nanti ada hasil tulisan wa yg dianggap kurang bagus.
Jika ada masukan, saran, dll, silakan disampaikan di sini atau via PM
![[FanFict] Granado Espada - The Hope](https://dl.kaskus.id/www.granadoespada.com/img/main/mob_gra_logo.png)
Characters :
Nama : Shynne Hope
Umur : 26
Tempat Lahir : Vespanola
Shynne merupakan bekas prajurit Vespanola ketika 'The Three Year War'. Ketika perang berakhir, ia dan saudarinya berusaha bertahan hidup dengan apa yang mereka dapat selama perang 3 tahun.
Pada awalnya tidak percaya dengan kebijakan 'Reconquista'. Namun ketika ia mulai jenuh berpindah-pindah pekerjaan untuk bertahan hidup di Vespanola, ia mengambil keputusan untuk mencoba peruntungannya di Granado Espada.
Char Image :
![[FanFict] Granado Espada - The Hope](https://dl.kaskus.id/farm5.staticflickr.com/4234/35128331643_cb9673e359_z.jpg)
Nama : Myria Hope
Umur : 26
Tempat Lahir : Absinia
Myria merupakan saudari angkat Shynne. Mereka berdua berasal dari panti asuhan bernama 'Hope'. Sama seperti Shynne ia juga salah satu prajurit yang berpartisipasi dalam 'The Three Year War'. Tidak seperti kebanyakan orang dari Absinia, Myria tidak memiliki penguasaan mengenai sihir.
Char Image :
![[FanFict] Granado Espada - The Hope](https://dl.kaskus.id/farm5.staticflickr.com/4216/35128330993_5553c3e1f8_z.jpg)
Nama : Errin Miller
Umur : 24 tahun
Tempat Lahir : Granado Espada (2nd generation)
Errin adalah salah satu mercenary di Coimbra. Merupakan pengguna senjata api yang handal.
Char Image :
![[FanFict] Granado Espada - The Hope](https://dl.kaskus.id/farm5.staticflickr.com/4211/35128332743_1cf1f662f4_z.jpg)
Nama : Keith Madigan
Umur : 28 tahun
Tempat Lahir : Armonia
Keith merupakan anak angkat Alfred Madigan, kepala keluarga Madigan. Kedua orang tua kandungnya adalah anggota crusader Armonia yang tewas pada Holy War di Armonia. Ia disiapkan oleh Alfred untuk menjadi kepala keluarga Madigan.
Untuk menjadikannya kepala keluarga yang sah, Keith bertunangan dengan anak tunggal Alfred, yaitu Mystica.
Keith adalah anggota pasukan crusader Armonia sebelum datang ke Granado Espada.
Char Image :
![[FanFict] Granado Espada - The Hope](https://dl.kaskus.id/farm5.staticflickr.com/4297/35937535015_58d000518a_z.jpg)
Nama : Hallec 'Hal' Madigan
Umur : 27 tahun
Tempat Lahir : Armonia
Hallec adalah sepupu Mystica, lahir dari keluarga cabang. Ia datang ke Granado Espada karena perintah kepala keluarga Madigan yang hendak menbangun pengaruh di Granado Espada.
Perintah kepala keluarga berlaku untuk seluruh keturunan atau anggota keluarga Madigan yang dianggap mampu menjadi pionir di Granado Espada.
Ia berbakat dalam bidang medis.
Char Image :
![[FanFict] Granado Espada - The Hope](https://dl.kaskus.id/farm5.staticflickr.com/4328/35937539485_3360bcd409_z.jpg)
Nama : Mystica Madigan
Umur : 24 tahun
Tempat Lahir : Armonia
Mystica adalah anak tunggal kepala keluarga bangsawan Madigan. Ia ditunangkan dengan Keith yang merupakan anak angkat keluarga utama Madigan untuk menjadikan Keith sebagai kepala keluarga kelak. Ia dikirim ke benua baru dalam rangka membangun pengaruh keluarga Madigan di Granado Espada.
Mystica memiliki bakat alami sihir yang luar biasa.
Char Image :
![[FanFict] Granado Espada - The Hope](https://dl.kaskus.id/farm5.staticflickr.com/4297/35937531355_d55a108804_z.jpg)
Nama : Russell Keen
Umur : 27 tahun
Tempat Lahir : Vespanola
Alignment : Esmero
Russell adalah pionir dari Vespanola. Ia dan keluarganya bermigrasi ke Vespanola tak lama setelah kebijakan Reconquista muncul. Keluarganya adalah war noble, keluarga biasa yang menjadi keluarga bangsawan ketika perang 3 tahun berlangsung.
Keluarganya kini menetap di Cite de Reboldoeux dan mengabdi kepada keluarga kerajaan Vespanola.
Saat ini, Russel menjalankan misi pionir sekaligus memperdalam kemampuannya sebagai wizard di Port of Coimbra.
Char Image :
![[FanFict] Granado Espada - The Hope](https://dl.kaskus.id/farm5.staticflickr.com/4298/35097623804_e08ff31075_z.jpg)
Nama : Martin Allenmark
Umur : 29 tahun
Tempat Lahir : ???
Martin merupakan salah satu mercenary yang bekerja di bawah Souveran di Auch. Sama seperti kekasihnya, Errin, ia juga merupakan pengguna senjata api.
Char Image :
![[FanFict] Granado Espada - The Hope](https://dl.kaskus.id/farm5.staticflickr.com/4328/35128332233_567b6321ff_z.jpg)
Nama : Natalie Pavlyuchenk
Umur : ???
Tempat Lahir : IIlier
Natalie adalah anggota Rescue Knight berbakat yang bertugas di wilayah Katovic. Ia tinggal bersama Shynne dan lainnya atas permintaan kaptennya.
Natalie feels proud of her older sister who studied the elite course and became a soldier, however, she also feels inferior because of which. Due to her feelings, she left her country and joined Rescue Knights in new continent.
Char Image :
![[FanFict] Granado Espada - The Hope](https://dl.kaskus.id/farm5.staticflickr.com/4303/35128296583_328c76ffc3_z.jpg)
Granado Espada History(bahasa Inggris)
Vespanola
The current high power in Orpesia. Vespanola controls the seas and the new continent. Effectively imposes a total blockade of Brestia. The upper class social structure is severely divided between wartime Nobles and the more traditional upper class.
Illier
A home to great artists, and also once a great military power. The country is a source of trends and famous for their fashion, food, and swords. It houses the most famous sword smith of all time. Illier has been a major military player in nearly every Orpesian conflict due to its central position on the continent.
Targa
A warlike people, the Targans are renowned for their skill in making firearms. Geographically, Targa blocks the rest of Orpesia's access to resource-rich Katai. Traditionally Targans do not like Orpesians. They see Orpesians as weak.
Oporuto
This country is no longer an independent state. Its territories and holdings were annexed by Vespanola during the "Marriage of the Two Countries." Oporuto is the homeland of Granado Espada's discoverer, Ferrucio Espada. The country overspent developing the new continent, and the following bankruptcy led to the Vespanolan acquisition. A traditionally poor country before the marriage, Oporutans are typically not used to having a great economy among the masses, but, like most Orpesian countries, maintain a rich upper class.
Brestia
The traditional #2 power in Orpesia. Brestia launched a surprise attack against Vespanola after the Marriage of the Two Countries. The attack resulted in the Three-Year War, and Brestia's ultimate defeat at the Baleares Naval Battle. Following the war Brestians faced a culling of high government and military officials from the Vespanolan government. Brestia was effectively cut off by the Vespanolan Navy, and its citizens currently live in a state of oppression and near starvation. Brestians have no love for Vespanola, and find themselves horribly oppressed in Vespanolan controlled zones.
Katai
A resource-rich country east of Orpesia.
Absinia
A country south of Orpesia, known for its magical warriors. Absinians tend to be extremely proud of their country and their magical military heritage. They are warlike, confident and proud.
Sumber
1483 - The country of Opoluto was in economic recession, due to its trade with Katai being cut off by Targa, which opposed the nations of Orpesia. The noble explorer Ferruccio Espada, and his assistant Gilberto Granado, sought out a new oceanic trade route across the Dark Sea to the West.
1488 - Out of the 12 ships set forth from Opoluto, only the ship of Ferruccio Espada and his assistant Gilberto Granado reached the New World safely. To commemorate their discovery, the New World was named Granado Espada. Gilberto Granado, a commoner by birth, was elevated to the ranks of nobility.
1490 - The second expedition of Ferruccio Espada proved that the New World was uninhabited. Opoluto began massive development of the New World. Porto Bello was built as the first port in the New World. The rich commoners of Opoluto, with the help of the government, began to migrate.
1491 - The country of Nasr, long supported by Targa, was conquered by Vespanola. With that conquest, Illier lost its last foothold in Orpesia, forcing them to sign a peace treaty with Vespanola.
1492 - Ferruccio Expedition discovered Porto Bello Desolate Cliff. After facing powerful monsters, they realized that the New World is full of dangers.
1495 - Porto Bello was unable to cope with the rising influx of new settlers. Construction work began on a new port, Port of Coimbra.
1498 - Explorers discovered Cathari Falls.
1508 - Opoluto over-extended its fundings to develop the New World. Before it can reap the fruits of its labor, Opoluto faced the threat of bankruptcy. Vespanola cleared the debts in return for annexing all of Opoluto’s holdings in Orpesia and Granado Espada. To curb the opposition of Opoluto citizens, Vespanola appointed Ferruccio Espada as the First Governor of the New World. The people of Vespanola began to migrate to the New World.
1513 - The first stage construction of Port of Coimbra was completed.
1517 - King JuliS E N S O Rf Vespanola died, and was succeeded by Prince Enrique and Princess Anna.
1521 - Princess Esperanza of Vespanola was born. To commemorate the birth of the princess and the pioneering efforts of the New World, the immigrants began to build the city of Reboldeaux.
1525 - In order to link Port of Coimbra with Reboldeaux, Ferruccio Junction was being laid with roads. As more people settled in the New World, Vespanola formed New World Order Control Committee (NOCC), which began to oppose the governance of Ferruccio Espada. The discovery of Tetra Ruins suggested that the New World was once inhabited.
1529 - Under the orders of NOCC, pioneers began to excavate Tetra Ruins. Although the declared objectives were to verify the existence of natives and uncover the secrets of Tetra Ruins, most pioneers were just looking for hidden treasures and riches.
1530 - Following the tragedy of 4.3, excavation of Tetra Ruins ceased. The collapse of the catacombs killed many explorers. The few who survived died from monster attacks in the Grand Corridor. During this time, Henry Finan formed the Rescue Knights, which quickly won the support of the settlers.
1532 - King Enrique I of Vespanola died. Queen Anna withdrew from politics to spend her life at her husband’s grave. The government fell into the hands of the nobles.
1534 - To avoid the exactions of Reboldeaux and its soldiers, some settlers took the risk to expand their explorations, building the City of Auch. Pirates began to raid the coasts off Porto Bello. Governor Ferruccio Espada led his forces to stop the pirates.
1536 - Queen Esperanza ascended to the throne of Vespanola. Work began on the second stage of construction for Port of Coimbra. The development of Ferruccio Junction ceased due to monster attacks. Ferruccio Espada defeated the pirates of Porto Bello. The construction of Reboldeaux was completed. The development site of City of Auch was nearly destroyed by monsters. Grenmah saved the site.
1537 - The power struggle between Ferruccio Espada and NOCC continued to escalate. Ferruccio Espada discovered Katovic Snowfield, and began the construction of Ferruccio Wall. During the construction, Gilberto Granado died.
1538 - Grenmah was invited by Queen Esperanza back to the homeland. NOCC applied for permit to build Prison de Joaquin for holding political prisoners of Vespanola. Auch began to develop into an industrial city.
1539 - Unnatural forces in Porto Bello began to accumulate shipwrecks. Ferruccio Espada died, leaving behind “Multi multa, nemo omnia novit”. Rumors began to spread that his death was caused by NOCC.
1540 - The Three-Year War began between Bristia and Vespanola. The supplies from Vespanola to the New World ceased, halting all pioneering efforts. Taking advantage of the homeland’s disregard for the New World, NOCC head quarters was attacked.
1541 - NOCC disbanded, and Prison de Joaquin was abandoned and forgotten. Illier joined the war as Vespanola’s ally.
1543 - The Naval Battle of Baleares commerced. Vespanola’s Red Navy miraculously defeated the more powerful Bristia’s fleet. The Three-Year War ended with Vespanola’s victory.
1544 - In order to deal with the social problems caused by the War Nobles in Vespanola, Queen Esperanza announced the Reconquista Policy, sending them over to the New World. To replace NOCC, Reboldeaux region was governed by Sir Lyndon, while Port of Coimbra was governed by Nunez. To commemorate the victory of war, Illier commissioned the Ferruccio Statue.
1545 - Queen Esperanza ordered the development of Al Quelt Moreza. In order to open the roads, Ferruccio Statue was situated at Ferruccio Junction.
1548 - Bishop Dios Latem was executed on charges of high treason. The construction of Al Quelt Moreza ceased, along with the work on Ferruccio Statue.
1551 - Explorers discovered Ustiur, and were disturbed by the dinosaurs. Grenmah was appointed leader of the exploration, and the Rescue Knights were sent to Ustiur.
Sumber
Personal Note
FF ini dibuat berdasarkan Granado Espada server SEA / Singapore, publisher IAH game. Ada beberapa hal yang berbeda pada server ini dibanding server GE lainnya, khususnya pada nama (nama karakter, nama tempat, dll).
Berikut beberapa daftar nama yang berbeda antara server SEA dengan server lain. (List akan diupdate jika dibutuhkan)
(Nama di sebelah kiri adalah nama di server SEA & nama di sebelah kanan adalah nama di server selain SEA)
Jean Pierre Gascon = Gertrude Peterson
Grandice = Granma / Grenmah
Diego = Yeganeh
Edward Jameson = Eduardo Gygax / Eduardo Hingis
Gavin Jameson = Garcia Gygax / Garcia Hingis
Calyce = Calypso
Bai Hu = Baek Ho / Back Ho
Beatrice = Veatrice
Lionel Von Hannen = Leonelle Von Phannen
Veronif = Beronif
Emilia Guliano = Emilia Giannino
Cruise = Cruz
Lorch Furholden = Lorch Furuhollen
Irawan = Irawain
Feng Ling = SoSo
(Nama di sebelah kiri adalah nama di server SEA & nama di sebelah kanan adalah nama di server selain SEA)
Tierra Putrefacta = Caebolan
Interna de Bahia = Interna de Gigante
Bahamar Marshlands = Bahama Wetlands
Bahama Swamp of Eternity = Bahama Deep Swamp
Bahama Base Camp = New Opoluto
Port of Bahia = Port de Gigante
Zeia = Errac
Swamp of Peril = Murky Bayou
Frozen Plain = Frozen Wastes
Snowfield of the Ice Wizard = Glacial Forecourt
(Nama di sebelah kiri adalah nama di server SEA & nama di sebelah kanan adalah nama di server selain SEA)
Elementalist = Warlock
Sesuai judul, FF ini dibuat berdasarkan salah satu game online, yaitu Granado Espada.
Alur FF ini mirip2 sama questline di gamenya, tapi dengan modifikasi tertentu dari wa sendiri. Ada beberapa hal2 lain juga yang mungkin berbeda dengan gamenya.
Wa sendiri masih newbie dalam hal FF, mohon maaf jika nanti ada hasil tulisan wa yg dianggap kurang bagus.
Jika ada masukan, saran, dll, silakan disampaikan di sini atau via PM

![[FanFict] Granado Espada - The Hope](https://dl.kaskus.id/www.granadoespada.com/img/main/mob_gra_logo.png)
Characters :
Spoiler for Character:
Quote:
Nama : Shynne Hope
Umur : 26
Tempat Lahir : Vespanola
Shynne merupakan bekas prajurit Vespanola ketika 'The Three Year War'. Ketika perang berakhir, ia dan saudarinya berusaha bertahan hidup dengan apa yang mereka dapat selama perang 3 tahun.
Pada awalnya tidak percaya dengan kebijakan 'Reconquista'. Namun ketika ia mulai jenuh berpindah-pindah pekerjaan untuk bertahan hidup di Vespanola, ia mengambil keputusan untuk mencoba peruntungannya di Granado Espada.
Char Image :
Spoiler for .:
![[FanFict] Granado Espada - The Hope](https://dl.kaskus.id/farm5.staticflickr.com/4234/35128331643_cb9673e359_z.jpg)
Quote:
Nama : Myria Hope
Umur : 26
Tempat Lahir : Absinia
Myria merupakan saudari angkat Shynne. Mereka berdua berasal dari panti asuhan bernama 'Hope'. Sama seperti Shynne ia juga salah satu prajurit yang berpartisipasi dalam 'The Three Year War'. Tidak seperti kebanyakan orang dari Absinia, Myria tidak memiliki penguasaan mengenai sihir.
Char Image :
Spoiler for .:
![[FanFict] Granado Espada - The Hope](https://dl.kaskus.id/farm5.staticflickr.com/4216/35128330993_5553c3e1f8_z.jpg)
Spoiler for Update 1:
Quote:
Nama : Errin Miller
Umur : 24 tahun
Tempat Lahir : Granado Espada (2nd generation)
Errin adalah salah satu mercenary di Coimbra. Merupakan pengguna senjata api yang handal.
Char Image :
Spoiler for .:
![[FanFict] Granado Espada - The Hope](https://dl.kaskus.id/farm5.staticflickr.com/4211/35128332743_1cf1f662f4_z.jpg)
Spoiler for Update 2. Ch 2-1:
Spoiler for Keith:
Quote:
Nama : Keith Madigan
Umur : 28 tahun
Tempat Lahir : Armonia
Keith merupakan anak angkat Alfred Madigan, kepala keluarga Madigan. Kedua orang tua kandungnya adalah anggota crusader Armonia yang tewas pada Holy War di Armonia. Ia disiapkan oleh Alfred untuk menjadi kepala keluarga Madigan.
Untuk menjadikannya kepala keluarga yang sah, Keith bertunangan dengan anak tunggal Alfred, yaitu Mystica.
Keith adalah anggota pasukan crusader Armonia sebelum datang ke Granado Espada.
Char Image :
Spoiler for .:
![[FanFict] Granado Espada - The Hope](https://dl.kaskus.id/farm5.staticflickr.com/4297/35937535015_58d000518a_z.jpg)
Spoiler for Hallec:
Quote:
Nama : Hallec 'Hal' Madigan
Umur : 27 tahun
Tempat Lahir : Armonia
Hallec adalah sepupu Mystica, lahir dari keluarga cabang. Ia datang ke Granado Espada karena perintah kepala keluarga Madigan yang hendak menbangun pengaruh di Granado Espada.
Perintah kepala keluarga berlaku untuk seluruh keturunan atau anggota keluarga Madigan yang dianggap mampu menjadi pionir di Granado Espada.
Ia berbakat dalam bidang medis.
Char Image :
Spoiler for .:
![[FanFict] Granado Espada - The Hope](https://dl.kaskus.id/farm5.staticflickr.com/4328/35937539485_3360bcd409_z.jpg)
Spoiler for Mystica:
Quote:
Nama : Mystica Madigan
Umur : 24 tahun
Tempat Lahir : Armonia
Mystica adalah anak tunggal kepala keluarga bangsawan Madigan. Ia ditunangkan dengan Keith yang merupakan anak angkat keluarga utama Madigan untuk menjadikan Keith sebagai kepala keluarga kelak. Ia dikirim ke benua baru dalam rangka membangun pengaruh keluarga Madigan di Granado Espada.
Mystica memiliki bakat alami sihir yang luar biasa.
Char Image :
Spoiler for .:
![[FanFict] Granado Espada - The Hope](https://dl.kaskus.id/farm5.staticflickr.com/4297/35937531355_d55a108804_z.jpg)
Spoiler for Update 3. Ch 3.0:
Spoiler for Russell:
Quote:
Nama : Russell Keen
Umur : 27 tahun
Tempat Lahir : Vespanola
Alignment : Esmero
Russell adalah pionir dari Vespanola. Ia dan keluarganya bermigrasi ke Vespanola tak lama setelah kebijakan Reconquista muncul. Keluarganya adalah war noble, keluarga biasa yang menjadi keluarga bangsawan ketika perang 3 tahun berlangsung.
Keluarganya kini menetap di Cite de Reboldoeux dan mengabdi kepada keluarga kerajaan Vespanola.
Saat ini, Russel menjalankan misi pionir sekaligus memperdalam kemampuannya sebagai wizard di Port of Coimbra.
Char Image :
Spoiler for .:
![[FanFict] Granado Espada - The Hope](https://dl.kaskus.id/farm5.staticflickr.com/4298/35097623804_e08ff31075_z.jpg)
Spoiler for Update 4. Ch 5.8:
Spoiler for Martin:
Quote:
Nama : Martin Allenmark
Umur : 29 tahun
Tempat Lahir : ???
Martin merupakan salah satu mercenary yang bekerja di bawah Souveran di Auch. Sama seperti kekasihnya, Errin, ia juga merupakan pengguna senjata api.
Char Image :
Spoiler for .:
![[FanFict] Granado Espada - The Hope](https://dl.kaskus.id/farm5.staticflickr.com/4328/35128332233_567b6321ff_z.jpg)
Spoiler for Update 5. Ch 6.6:
Spoiler for Natalie:
Quote:
Nama : Natalie Pavlyuchenk
Umur : ???
Tempat Lahir : IIlier
Natalie adalah anggota Rescue Knight berbakat yang bertugas di wilayah Katovic. Ia tinggal bersama Shynne dan lainnya atas permintaan kaptennya.
Spoiler for Char Description Ingame (English):
Natalie feels proud of her older sister who studied the elite course and became a soldier, however, she also feels inferior because of which. Due to her feelings, she left her country and joined Rescue Knights in new continent.
Char Image :
Spoiler for .:
![[FanFict] Granado Espada - The Hope](https://dl.kaskus.id/farm5.staticflickr.com/4303/35128296583_328c76ffc3_z.jpg)
Granado Espada History(bahasa Inggris)
Spoiler for Kingdoms of the Old World:
Vespanola
The current high power in Orpesia. Vespanola controls the seas and the new continent. Effectively imposes a total blockade of Brestia. The upper class social structure is severely divided between wartime Nobles and the more traditional upper class.
Illier
A home to great artists, and also once a great military power. The country is a source of trends and famous for their fashion, food, and swords. It houses the most famous sword smith of all time. Illier has been a major military player in nearly every Orpesian conflict due to its central position on the continent.
Targa
A warlike people, the Targans are renowned for their skill in making firearms. Geographically, Targa blocks the rest of Orpesia's access to resource-rich Katai. Traditionally Targans do not like Orpesians. They see Orpesians as weak.
Oporuto
This country is no longer an independent state. Its territories and holdings were annexed by Vespanola during the "Marriage of the Two Countries." Oporuto is the homeland of Granado Espada's discoverer, Ferrucio Espada. The country overspent developing the new continent, and the following bankruptcy led to the Vespanolan acquisition. A traditionally poor country before the marriage, Oporutans are typically not used to having a great economy among the masses, but, like most Orpesian countries, maintain a rich upper class.
Brestia
The traditional #2 power in Orpesia. Brestia launched a surprise attack against Vespanola after the Marriage of the Two Countries. The attack resulted in the Three-Year War, and Brestia's ultimate defeat at the Baleares Naval Battle. Following the war Brestians faced a culling of high government and military officials from the Vespanolan government. Brestia was effectively cut off by the Vespanolan Navy, and its citizens currently live in a state of oppression and near starvation. Brestians have no love for Vespanola, and find themselves horribly oppressed in Vespanolan controlled zones.
Katai
A resource-rich country east of Orpesia.
Absinia
A country south of Orpesia, known for its magical warriors. Absinians tend to be extremely proud of their country and their magical military heritage. They are warlike, confident and proud.
Sumber
Spoiler for Timeline:
1483 - The country of Opoluto was in economic recession, due to its trade with Katai being cut off by Targa, which opposed the nations of Orpesia. The noble explorer Ferruccio Espada, and his assistant Gilberto Granado, sought out a new oceanic trade route across the Dark Sea to the West.
1488 - Out of the 12 ships set forth from Opoluto, only the ship of Ferruccio Espada and his assistant Gilberto Granado reached the New World safely. To commemorate their discovery, the New World was named Granado Espada. Gilberto Granado, a commoner by birth, was elevated to the ranks of nobility.
1490 - The second expedition of Ferruccio Espada proved that the New World was uninhabited. Opoluto began massive development of the New World. Porto Bello was built as the first port in the New World. The rich commoners of Opoluto, with the help of the government, began to migrate.
1491 - The country of Nasr, long supported by Targa, was conquered by Vespanola. With that conquest, Illier lost its last foothold in Orpesia, forcing them to sign a peace treaty with Vespanola.
1492 - Ferruccio Expedition discovered Porto Bello Desolate Cliff. After facing powerful monsters, they realized that the New World is full of dangers.
1495 - Porto Bello was unable to cope with the rising influx of new settlers. Construction work began on a new port, Port of Coimbra.
1498 - Explorers discovered Cathari Falls.
1508 - Opoluto over-extended its fundings to develop the New World. Before it can reap the fruits of its labor, Opoluto faced the threat of bankruptcy. Vespanola cleared the debts in return for annexing all of Opoluto’s holdings in Orpesia and Granado Espada. To curb the opposition of Opoluto citizens, Vespanola appointed Ferruccio Espada as the First Governor of the New World. The people of Vespanola began to migrate to the New World.
1513 - The first stage construction of Port of Coimbra was completed.
1517 - King JuliS E N S O Rf Vespanola died, and was succeeded by Prince Enrique and Princess Anna.
1521 - Princess Esperanza of Vespanola was born. To commemorate the birth of the princess and the pioneering efforts of the New World, the immigrants began to build the city of Reboldeaux.
1525 - In order to link Port of Coimbra with Reboldeaux, Ferruccio Junction was being laid with roads. As more people settled in the New World, Vespanola formed New World Order Control Committee (NOCC), which began to oppose the governance of Ferruccio Espada. The discovery of Tetra Ruins suggested that the New World was once inhabited.
1529 - Under the orders of NOCC, pioneers began to excavate Tetra Ruins. Although the declared objectives were to verify the existence of natives and uncover the secrets of Tetra Ruins, most pioneers were just looking for hidden treasures and riches.
1530 - Following the tragedy of 4.3, excavation of Tetra Ruins ceased. The collapse of the catacombs killed many explorers. The few who survived died from monster attacks in the Grand Corridor. During this time, Henry Finan formed the Rescue Knights, which quickly won the support of the settlers.
1532 - King Enrique I of Vespanola died. Queen Anna withdrew from politics to spend her life at her husband’s grave. The government fell into the hands of the nobles.
1534 - To avoid the exactions of Reboldeaux and its soldiers, some settlers took the risk to expand their explorations, building the City of Auch. Pirates began to raid the coasts off Porto Bello. Governor Ferruccio Espada led his forces to stop the pirates.
1536 - Queen Esperanza ascended to the throne of Vespanola. Work began on the second stage of construction for Port of Coimbra. The development of Ferruccio Junction ceased due to monster attacks. Ferruccio Espada defeated the pirates of Porto Bello. The construction of Reboldeaux was completed. The development site of City of Auch was nearly destroyed by monsters. Grenmah saved the site.
1537 - The power struggle between Ferruccio Espada and NOCC continued to escalate. Ferruccio Espada discovered Katovic Snowfield, and began the construction of Ferruccio Wall. During the construction, Gilberto Granado died.
1538 - Grenmah was invited by Queen Esperanza back to the homeland. NOCC applied for permit to build Prison de Joaquin for holding political prisoners of Vespanola. Auch began to develop into an industrial city.
1539 - Unnatural forces in Porto Bello began to accumulate shipwrecks. Ferruccio Espada died, leaving behind “Multi multa, nemo omnia novit”. Rumors began to spread that his death was caused by NOCC.
1540 - The Three-Year War began between Bristia and Vespanola. The supplies from Vespanola to the New World ceased, halting all pioneering efforts. Taking advantage of the homeland’s disregard for the New World, NOCC head quarters was attacked.
1541 - NOCC disbanded, and Prison de Joaquin was abandoned and forgotten. Illier joined the war as Vespanola’s ally.
1543 - The Naval Battle of Baleares commerced. Vespanola’s Red Navy miraculously defeated the more powerful Bristia’s fleet. The Three-Year War ended with Vespanola’s victory.
1544 - In order to deal with the social problems caused by the War Nobles in Vespanola, Queen Esperanza announced the Reconquista Policy, sending them over to the New World. To replace NOCC, Reboldeaux region was governed by Sir Lyndon, while Port of Coimbra was governed by Nunez. To commemorate the victory of war, Illier commissioned the Ferruccio Statue.
1545 - Queen Esperanza ordered the development of Al Quelt Moreza. In order to open the roads, Ferruccio Statue was situated at Ferruccio Junction.
1548 - Bishop Dios Latem was executed on charges of high treason. The construction of Al Quelt Moreza ceased, along with the work on Ferruccio Statue.
1551 - Explorers discovered Ustiur, and were disturbed by the dinosaurs. Grenmah was appointed leader of the exploration, and the Rescue Knights were sent to Ustiur.
Sumber
Personal Note
Spoiler for .:
FF ini dibuat berdasarkan Granado Espada server SEA / Singapore, publisher IAH game. Ada beberapa hal yang berbeda pada server ini dibanding server GE lainnya, khususnya pada nama (nama karakter, nama tempat, dll).
Berikut beberapa daftar nama yang berbeda antara server SEA dengan server lain. (List akan diupdate jika dibutuhkan)
Spoiler for Nama Karakter:
(Nama di sebelah kiri adalah nama di server SEA & nama di sebelah kanan adalah nama di server selain SEA)
Jean Pierre Gascon = Gertrude Peterson
Grandice = Granma / Grenmah
Diego = Yeganeh
Edward Jameson = Eduardo Gygax / Eduardo Hingis
Gavin Jameson = Garcia Gygax / Garcia Hingis
Calyce = Calypso
Bai Hu = Baek Ho / Back Ho
Beatrice = Veatrice
Lionel Von Hannen = Leonelle Von Phannen
Veronif = Beronif
Emilia Guliano = Emilia Giannino
Cruise = Cruz
Lorch Furholden = Lorch Furuhollen
Irawan = Irawain
Feng Ling = SoSo
Spoiler for Nama Tempat:
(Nama di sebelah kiri adalah nama di server SEA & nama di sebelah kanan adalah nama di server selain SEA)
Tierra Putrefacta = Caebolan
Interna de Bahia = Interna de Gigante
Bahamar Marshlands = Bahama Wetlands
Bahama Swamp of Eternity = Bahama Deep Swamp
Bahama Base Camp = New Opoluto
Port of Bahia = Port de Gigante
Zeia = Errac
Swamp of Peril = Murky Bayou
Frozen Plain = Frozen Wastes
Snowfield of the Ice Wizard = Glacial Forecourt
Spoiler for Lain-lain:
(Nama di sebelah kiri adalah nama di server SEA & nama di sebelah kanan adalah nama di server selain SEA)
Elementalist = Warlock
Diubah oleh carousi 08-04-2019 00:39
arismuser memberi reputasi
1
54.6K
Kutip
120
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•350Anggota
Tampilkan semua post
TS
carousi
#80
Ch 7-7
Reckless Emilia
-Rumah Errin, Port of Coimbra-
"Shynne, paket untukmu" kata Errin sambil membawa sebuah kotak kayu berukuran kecil.
"Terima kasih" kata Shynne sambil menerima kotak itu. Perlahan ia meletakkan kotak itu di meja dan membukanya.
Di dalamnya terdapat 3 batangan emas putih dan sepucuk surat.
"Wow. Sebatang emas putih ini setidaknya bernilai 1 juta vis" kata Errin.
"Siapa yang mengirimkan ini ?"
"Pengirimnya..." Shynne membalik amplop surat.
"Keith..." Ia lalu membukanya.
"Ha... Dia ingin melamarmu dengan itu ?" ledek Myria. Ia tengah mempersiapkan makanan di meja makan bersama Natalie.
Shynne mengacuhkan ledekan Myria dan membaca surat itu.
"Ini adalah ucapan terima kasih atas bantuan ketika misi sirkus Arsene" kata Shynne.
Pada akhirnya Shynne tidak mendapat jawaban mengapa sirkus Arsene mengincar Emilia. Louis Arsene menjadi seperti orang yang kacau pikirannya setelah Ania menyebut Stratavista. Ia dibawa ke Zeia oleh Ania dan Nar.
Menurut Ania, seharusnya tidak ada lagi ancaman terhadap Emilia setelah sirkus Arsene berhasil dilumpuhkan. Ketika Shynne bertanya mengenai Stratavista, Ania tidak menjawabnya. Ia hanya berkata bahwa lebih baik ia tidak tahu apa itu untuk saat ini.
Setelah mereka keluar dari tempat sirkus Arsene berada, rupanya Hallec dan Hellena masih menunggu di tempat pertemuan. Mereka baru pergi setelah merawat sementara luka Keith. Hallec berkata walaupun terlihat parah keadaan Keith tidak seburuk yang terlihat. Shynne menduga mungkin itu karena cairan yang diberikan oleh Russell.
Yang mengejutkan adalah ternyata Myria, Emilia dan lainnya sudah berada di Reboldoeux. Menurut Myria, Ratu Hamaan mengirim mereka ke kota dengan sihir. Hamaan juga berkata bahwa Emilia kini sudah aman.
Namun sejak saat itu Emilia mendadak murung. Myria berkata bahwa ketika Shynne dan Russell pergi, Emilia terus mencari tahu apa yang dilakukan ayahnya di Zeia. Ia berharap masih ada petunjuk untuk mencari ayahnya. Hampir tidak ada yang mengingat tentang Dr. Guliano hingga ia bertanya pada Nar. Ia ternyata masih menyimpan kacamata dengan inisial 'LG' dan sebuah jurnal penelitian yang merupakan milik Dr. Lorenzo Guliano, ayah Emilia.
Nar hanya mengingat bahwa beberapa tahun yang lalu ia bersama seorang ilmuwan asing hendak memasuki reruntuhan tua di luar kota Zeia. Ilmuwan itu akhirnya memasuki reruntuhan sendirian hingga sebuah ledakan besar terjadi dan menghancurkan hampir seluruh reruntuhan itu. Nar selamat walaupun terluka parah. Namun tidak ada kabar mengenai apa yang terjadi dengan ilmuwan asing itu. Nar hanya beranggapan bahwa ilmuwan itu tewas terkena ledakan di dalam reruntuhan.
Ketika Emilia mengkonfirmasikan hal ini pada ratu, ia tidak membenarkan maupun menyanggahnya.
Hal inilah yang membuat Emilia sangat terpukul. Pencariannya selama ini seperti sia-sia karena ayahnya diduga sudah tewas.
"Kau sempat ke Auch beberapa waktu yang lalu ?" tanya Shynne setelah ia membaca sebuah bagian di surat.
"Ya. Aku menemani Emilia ke Auch untuk mencari sesuatu yang berhubungan dengan penelitian ayahnya" jawab Myria.
"Hmmm... Apa yang kau lakukan dengan Hal ketika di Auch ?"
"Maksudmu ?"
"Keith mengucapkan terima kasih kepadamu karena telah membantu Hal untuk mendapat informasi lebih banyak dari Hellena"
"Hal ? Hellena ?" tanya Myria sambil melipat kedua tangannya. Ia mencoba mengingat dengan menatap langit-langit.
Tiba-tiba Myria tersenyum lebar. "Ah... Itu...."
"Kau bisa menginterogasi seseorang ?" kata Shynne.
"Aku tidak menginterogasinya. Aku dan Hal..."
"Bagaimana menyebutkannya..... Hmmmm...."
"Membuatnya nyaman...." kata Myria sambil menyeringai lebar.
"Membuatnya nyaman ?" tanya Shynne. Errin dan Natalie juga nampak tertarik dengan perkataannya.
Myria tertawa.
"Sulit dijelaskan dengan kata-kata. Akan lebih baik jika dipraktekkan langsung"
"Kau dan Natalie mungkin tidak apa-apa jika ingin mencoba. Tapi mungkin akan merepotkan untuk Errin, Martin bisa membunuhku dan Hal"
Ketiga wanita itu terdiam mendengar perkataan Myria, sepertinya mereka mengerti apa yang dimaksud olehnya.
"Hah... Dasar saintess !" kata Myria.
"Lupakan saja masalah ini. Ayo makan, sarapan sudah siap" lanjutnya.
-Port of Coimbra-
Setelah selesai sarapan, Myria membungkus beberapa menu sarapan tadi. Katanya makanan itu akan dibawa untuk Emilia. Shynne ikut bersama Myria untuk menemui Emilia sedangkan Errin dan Natalie pergi ke barak pasukan Coimbra.
"Jadi kau tidak bekerja lagi pada Emilia ?" tanya Shynne.
"Mungkin bisa dikatakan seperti itu" jawan Myria.
Myria lalu berkata bahwa sejak kepulangannya dari Zeia, ia menunda semua riset yang sedang ia lakukan dan berfokus pada 2 buah jurnal ayahnya yang baru ia dapat.
Sejak saat itu, Emilia lebih sering berada di labnya untuk meneliti jurnal ayahnya. Hanya sekali ia keluar, pergi ke Auch untuk menemui orang-orang yang dianggap mengetahui penelitian ayahnya yang tertulis di jurnal dari Zeia.
"Bahkan ia tidak dapat menungguku 1 malam saja ketika aku dan Hal berurusan dengan Hellena" kata Myria sambil menggelengkan kepalanya.
"Memangnya apa isi jurnal itu ?"
"Emilia bilang jurnal mengenai sihir atau semacamnya"
"Sihir ? Ia meneliti sihir ?"
"Nampaknya kau belum tahu, Emilia adalah seorang wizard"
Shynne nampak sedikit terkejut mendengarnya.
"Ia seorang wizard ?"
"Ya. Ia pernah menunjukkan padaku bahwa ia dapat melayang dengan bantuan sihir. Kudengar ia dijuluki Emilia The Sage" kata Myria.
"Namun aku tidak tahu sehebat apa dia sebagai wizard, jika dibandingkan dengan Russel atau M'Boma"
-Emilia's Laboratory, Port of Coimbra-
Setibanya di depan lab, seorang pria nampak sedang menunggu di depan pintu masuk. Pria bertubuh besar dan kekar dengan monokel di mata kanannya.
"Anda yang ditemui Emilia di Auch ?" sapa Myria pada pria itu.
![kaskus-image]()
"Ah, nona adalah rekan nona Emilia" kata pria itu.
"Namaku Jean Pierre Gascon"
"Aku mencari Emilia, dimana dia ?"
"Seharusnya ia berada di dalam" kata Myria sambil menghampiri pintu. Ia lalu mengambil sebuah kunci dari sakunya dan membuka pintu itu.
Perlahan ia membuka pintu lab itu. Di balik pintu terdapat ruangan dengan sebuah meja besar di tengah. Rak-rak berisi botol-botol kaca dan peralatan alchemis berderet di samping kanan ruangan. Sedangkan di sebelah kirinya terdapat rak berisi berbagai pot tanaman. Myria meletakkan makanan yang ia bawa di meja lalu menghampiri sebuah pintu di seberang ruangan.
"Ems, ada tamu untukmu" katanya sambil mengetuk pintu.
Tidak ada jawaban. Myria lalu membuka pintu itu. Di baliknya terdapat sebuah ruangan yang mirip dengan ruangan sebelumnya. Namun dinding ruangan ini dipenuhi oleh rak-rak buku. Puluhan buku nampak berserakan di lantai. Dan di sudut ruangan nampak seseorang tengah sibuk di meja bacanya, meja itu juga dipenuhi oleh tumpukan buku.
"Ems..." sapa Myria.
Emilia tidak menjawab. Ia nampak terfokus pada buku yang sedang dibacanya. Penampilannya sedikit berantakan dan wajahnya nampak lelah.
Tak lama perhatiannya teralih pada Myria.
"Myria, aku berhasil !" katanya sambil beranjak dari tempatnya.
"Aku berhasil memecahkan penelitian ayahku !"
"Errr... Baguslah. Ada tamu untukmu" kata Myria sambil menunjuk pintu.
Emilia melirik tamunya.
"Mau apa kau kemari ?" katanya dengan nada dingin.
"Menghentikan ambisimu" kata Jean Pierre Gascon.
"Huh, apa hakmu melarangku untuk melakukan penelitian ini ?"
"Penelitian ini adalah milik ayahku ! Kau tidak ada urusan apapun dengannya !" hardik Emilia.
"Yang kau cari itu sangat berbahaya !"
Emilia nampak makin marah mendengarnya.
"Kau tahu banyak mengenai ayahku tapi kau merahasiakannya dariku !!!"
JP Gascon terdiam. Shynne dan Myria juga terdiam, ini pertama kalinya mereka melihat Emilia marah.
Emilia lalu berjalan kembali ke mejanya.
"Akhirnya.... Aku memecahkan misteri...."
"Sihir konstelasi...."
Tiba-tiba Emilia jatuh dalam posisi berlutut.
"Ugh... Kepalaku..." keluh Emilia sambil memegangi kepalanya.
"Emilia !" kata JP Gascon sambil menghampirinya. Emilia menepis tangan JP Gascon.
Tak lama Emilia tergeletak tak sadarkan diri di lantai.
"Ems !" Myria langsung menghampiri Emilia. Belum sempat Myria memeriksa keadaan Emilia, sekumpulan asap hitam muncul dari tubuh Emilia.
Myria segera menjauhi asap hitam itu.
"A-apa yang terjadi padanya ???" tanya Myria keheranan.
Ketiga orang di ruangan itu nampak bersiap karena kemunculan asap itu.
Makin lama asap itu menebal, menutup tubuh Emilia dan mulai menyebar di ruangan itu. Tiba-tiba asap yang berada di tempat Emilia bergulung dan seolah terhisap dalam sebuah pusaran, mendadak seluruh asap di ruangan itu menghilang.
"E-Ems ???" tanya Myria. Sesosok wanita berambut hitam muncul di tempat Emilia tadi terjatuh. Perlahan ia menggerak-gerakan bahunya. Ketiga orang lainnya nampak sangat terkejut dengan kemunculannya.
"Siapa kau ?" tanya JP Gascon.
Wanita itu tersenyum.
![kaskus-image]()
"Huhuhu, Gascon. Orang pertama yang kulihat setelah bangkit..." katanya.
"Apa yang kau bicarakan ? Kau bukan Emilia ?"
"Tentu saja aku Emilia. Namun mungkin bukan Emilia yang dulu"
Wanita itu lalu mengepalkan tangan kanannya.
"Hmmm.... Mengecewakan sekali. Orang tua sepertimu yang akan menjadi tumbal kebangkitanku..."
Ketiga orang itu kembali dikejutkan dengan perkataan wanita yang mengaku bernama Emilia itu.
"Kau benar-benar Emilia ???" tanya Myria.
Emilia menoleh ke arah Myria.
"Benar, asistenku"
"Oh... Lihat ini, selain si tulang tua ini ada dua wanita muda yang bisa kukorbankan"
"Apa ?" tanya Shynne.
Sesuatu mirip bola api tiba-tiba terbentuk di tangan kanan Emilia.
"Miri, awas !!!" teriak Shynne.
"A-apa ?"
Emilia lalu melemparkan bola api itu pada Myria. Dalam sekejap terjadi sebuah ledakan di tempat Myria berdiri.
"Miri !" teriak Shynne.
"Kau tidak apa-apa, Nona ?" tanya JP Gascon. Rupanya ia menahan bola api itu dengan kedua tangannya agar tidak mengenai Myria.
"Y-ya..." kata Myria. Ia nampak terguncang karena hampir tewas oleh Emilia. Shynne segera menarik tangan Myria untuk mundur di belakangnya.
"Tidak buruk" kata Emilia. Ia menjentikkan jarinya. Tiba-tiba asap hitam menutupi seluruh tubuhnya dan iapun menghilang.
"Kemana dia ?" kata Shynne sambil mempersiapkan pisaunya.
"H-hey, Tuan. Apa yang terjadi dengan Emilia ?" tanya Myria.
"Aku tidak tahu..." jawab JP Gascon sambil memperhatikan sekelilingnya.
Tidak ada tanda-tanda keberadaan Emilia di sana.
"Arrghh..." Tiba-tiba Shynne terlempar ke dinding ruangan. Begitu ia terjatuh, tubuhnya langsung ditutupi es.
"Shynne !!!" teriak Myria. Ia segera mendekatinya. Namun baru selangkah bergerak, sesuatu mengenainya. Ia terjatuh ke lantai dan tubuhnya nampak kejang.
"Emilia, dimana kau ???" teriak JP Gascon.
"Di sini..." kata Emilia. Ia tiba-tiba muncul tak jauh di depan JP Gascon sambil merentangkan tangan kanannya. Sebuah bola api terbentuk pada telapak tangannya.
"Sial..." umpat JP Gascon. Ia segera menyilangkan kedua tangannya di depan wajah dan bersiap menerima bola api itu. Sebuah ledakan besar terjadi, JP Gascon terhempas ke salah satu sisi ruangan. Beberapa bagian tubuhnya nampak menghitam karena luka bakar sementara hampir sebagian ruangan itu hangus terbakar.
"E-ems... He-henti...kan...." kata Myria. Ia berusaha bangun dari lantai dengan susah payah.
"Wah, nona asisten. Kau masih sadar walau baru saja tersambar petir ?" kata Emilia. Perlahan ia berjalan ke arah Myria.
"S-s-sadarlah... Ems..." kata Myria. "K-kami...."
Emilia lalu menjambak rambut Myria dengan tangan kanannya. "Kami apa ?"
Myria tidak melanjutkan kata-katanya. Ia merasa takut dengan sosok Emilia di hadapannya. Emilia yang sedang dilihatnya ini bukan seperti Emilia yang ia kenal.
"Ekspresi yang bagus..." kata Emilia. Beberapa bola hitam mulai terbentuk di sekitar tubuh Emilia, bola-bola itu membentuk lingkaran dan bergerak memutari Emilia.
Senyum terkembang di wajah Emilia.
"E-ems..."
Sebuah bola hitam lalu bergerak cepat dan menghantam Myria.
Myria terjatuh kembali ke lantai sambil terus berteriak kesakitan. Teriakannya menggema di ruangan itu. Mendengar itu Emilia hanya tertawa-tawa.
Tak lama muncul cairan berwana hitam pekat dari mulut, hidung, mata, dan telinga Myria. Teriakan Myria terdengar makin kencang selama beberapa saat. Lalu teriakannya berhenti dan Myria juga nampak berhenti bergerak.
"Hah.... Manusia lemah sekali..." ejek Emilia sambil berkacak pinggang dan menggelengkan kepalanya.
"Akan kuakhiri saja hidup wanita malang ini....." kata Emilia sambil tersenyum lebar.
Ia kembali menjambak Myria dan tersenyum.
"Huhuhu... Lihat wajah ini" kata Emilia. Ia mengusap cairan hitam yang mengotori wajah Myria.
"Selamat tinggal, nona asisten"
Sebuah bola hitam bergerak ke tangan kiri Emilia. Dengan seringai lebar ia mengayunkan tangan kirinya untuk menghantam bola itu pada wajah Myria.
"Ugh..." Tiba-tiba gerakan Emilia terhenti, jarak bola itu hanya beberapa senti saja dari wajah Myria. Bola hitam itu lalu hilang.
"A-apa yang terjadi ???" tanya Emilia. Ia melepaskan Myria hingga kembali terjatuh ke lantai.
"Sial.... Waktuku sudah habis ???"
Asap hitam tiba-tiba muncul dari kedua telapak tangan Emilia.
"Arrghh....." Tak lama ia jatuh berlutut sambil memegangi kepalanya.
"Sial ! Sial ! Aku baru saja bangkit !" umpat Emilia. Asap hitam kini bermunculan dari seluruh tubuhnya. Asap hitam kembali menutupi seluruh tubuh Emilia.
"Uh... Apa yang terjadi tadi ?" keluh Emilia. Setelah asap menghilang, sosok Emilia berambut hitam sudah hilang. Kini Emilia si peneliti kotalah yang berada di ruangan itu. Ia memperhatikan sekitarnya. Tiga orang tergeletak di labnya dan setengah labnya hancur.
"Tidak... Tidak... Mungkin... Yang kulihat baru saja itu..."
Beberapa waktu kemudian Russel dan M'Boma mendatangi lab Emilia. Mereka merasakan ada energi sihir hitam yang kuat datang dari tempat itu beberapa waktu lalu. Mereka dikejutkan dengan apa yang mereka temui di bagian dalam lab.
Bagian dalam lab nyaris hancur. Shynne, Myria, dan JP Gascon tergeletak di lantai. Dan Emilia tengah duduk di sudut ruangan, memeluk lututnya sambil menangis. Shynne dan Myria terkena sihir kutukan yang cukup kuat sementara JP Gascon hanya terluka fisik. Russell segera menetralkan kutukan pada Shynne sedangkan M'Boma menolong Myria.
Tak lama berselang beberapa pasukan Coimbra juga datang ke lab, mereka mendengar ledakan cukup keras dari lab. Agar tidak menambah masalah, Russell mengatakan bahwa ledakan itu terjadi karena kegagalan eksperimen. Keempat orang itu lalu dibawa ke tempat aman. Tidak ada yang terancam jiwanya karena kejadian itu. Shynne segera sadar begitu Russell melepas sihir yang membekukannya dan Russell menemaninya untuk menjalani pemeriksaan medis. JP Gascon juga telah sadar. Myria selamat namun masih tak sadar dan perlu mendapat perawatan medis terlebih dahulu. Tidak ada luka apapun pada Emilia namun sepertinya ia syok berat karena kejadian itu.
"Kau baik-baik saja, Emilia ?" tanya JP Gascon. Ia melihat bahwa Emilian kini lebih tenang dari sebelumnya.
"Ugh... Apa yang kulakukan tadi ?" kata Emilia dengan nada lesu. Ia masih berusaha memikirkan apa yang terjadi padanya di lab.
"Kau mengingat apa yang terjadi tadi ?"
"Tidak, aku tidak tahu apa yang terjadi tadi. Jangan tanya aku lagi !" jawab Emilia dengan ketus. Nampaknya ia tetap sinis pada JP Gascon setelah kejadian di labnya.
"Dan apa yang kau lakukan di sini ? Urusanmu hanya dengan ayahku, kan ?"
JP Gascon menghela napas.
"Kau mengabaikanku nasihatku sebelumnya dan lihat apa yang terjadi sekarang."
"Kau tidak menjawabku ? Apa yang kau lakukan di sini ???"
"Apa kau memata-mataiku ?"
"Ya" jawab JP Gascon.
Emilia nampak sangat marah mendengarnya.
"APA ??? SEJAK KAPAN KAU MELAKUKANNYA ???"
"Sejak aku menyelesaikan permintaan Dr. Lorenzo..."
"ASTAGA ! Apa yang kau lakukan selama ini ???"
"Tidak ada hal buruk yang kulakukan, hanya mengamankanmu dari beberapa orang yang mengincarmu."
"Oh, jadi selama ini aku dijaga olehmu ?"
"Yang kau lakukan belakangan ini sangat berba.."
"TERIMA KASIH ! Kau puas ?"
"Aku tidak akan berhenti setelah sejauh ini. Jika kau ingin menasihatiku untuk berhenti, lupakan saja !"
JP Gascon terdiam sesaat.
"Baiklah, jika kau merasa seperti itu..."
"Ngomong-ngomong, TUAN PENJAGA. Siapa yang menyuruhmu menjagaku ? Ayahku ?"
"Bukan, tidak ada yang menyuruhku."
"Lalu kenapa kau melakukan ini ?" tanya Emilia. Ia sedikit terkejut dengan jawaban itu.
"Keinginanku sendiri"
Emilia makin terkejut mendengarnya.
"Jangan-jangan kau..."
"Tidak, tidak. Jangan salah paham dulu. Aku tidak memiliki perasaan padamu."
"Aku... Aku hanya berhutang banyak pada Dr. Lorenzo"
Emilia lalu menatap JP Gascon dengan tatapan dingin.
"Baiklah, aku tidak mau lagi mendengar omong kosongmu. Pergilah !"
"Kau masih salah paham" kata JP Gascon sambil menggelengkan kepalanya.
"Sudah kukatakan...."
"Cukup, terserah padamu" potong Emilia.
"Aku masih harus melanjutkan penelitianku, jadi kau pergilah dan lakukan apapun sesuai keinginanmu."
Next Chapter
Reckless Emilia
Spoiler for .:
-Rumah Errin, Port of Coimbra-
"Shynne, paket untukmu" kata Errin sambil membawa sebuah kotak kayu berukuran kecil.
"Terima kasih" kata Shynne sambil menerima kotak itu. Perlahan ia meletakkan kotak itu di meja dan membukanya.
Di dalamnya terdapat 3 batangan emas putih dan sepucuk surat.
"Wow. Sebatang emas putih ini setidaknya bernilai 1 juta vis" kata Errin.
"Siapa yang mengirimkan ini ?"
"Pengirimnya..." Shynne membalik amplop surat.
"Keith..." Ia lalu membukanya.
"Ha... Dia ingin melamarmu dengan itu ?" ledek Myria. Ia tengah mempersiapkan makanan di meja makan bersama Natalie.
Shynne mengacuhkan ledekan Myria dan membaca surat itu.
"Ini adalah ucapan terima kasih atas bantuan ketika misi sirkus Arsene" kata Shynne.
Pada akhirnya Shynne tidak mendapat jawaban mengapa sirkus Arsene mengincar Emilia. Louis Arsene menjadi seperti orang yang kacau pikirannya setelah Ania menyebut Stratavista. Ia dibawa ke Zeia oleh Ania dan Nar.
Menurut Ania, seharusnya tidak ada lagi ancaman terhadap Emilia setelah sirkus Arsene berhasil dilumpuhkan. Ketika Shynne bertanya mengenai Stratavista, Ania tidak menjawabnya. Ia hanya berkata bahwa lebih baik ia tidak tahu apa itu untuk saat ini.
Setelah mereka keluar dari tempat sirkus Arsene berada, rupanya Hallec dan Hellena masih menunggu di tempat pertemuan. Mereka baru pergi setelah merawat sementara luka Keith. Hallec berkata walaupun terlihat parah keadaan Keith tidak seburuk yang terlihat. Shynne menduga mungkin itu karena cairan yang diberikan oleh Russell.
Yang mengejutkan adalah ternyata Myria, Emilia dan lainnya sudah berada di Reboldoeux. Menurut Myria, Ratu Hamaan mengirim mereka ke kota dengan sihir. Hamaan juga berkata bahwa Emilia kini sudah aman.
Namun sejak saat itu Emilia mendadak murung. Myria berkata bahwa ketika Shynne dan Russell pergi, Emilia terus mencari tahu apa yang dilakukan ayahnya di Zeia. Ia berharap masih ada petunjuk untuk mencari ayahnya. Hampir tidak ada yang mengingat tentang Dr. Guliano hingga ia bertanya pada Nar. Ia ternyata masih menyimpan kacamata dengan inisial 'LG' dan sebuah jurnal penelitian yang merupakan milik Dr. Lorenzo Guliano, ayah Emilia.
Nar hanya mengingat bahwa beberapa tahun yang lalu ia bersama seorang ilmuwan asing hendak memasuki reruntuhan tua di luar kota Zeia. Ilmuwan itu akhirnya memasuki reruntuhan sendirian hingga sebuah ledakan besar terjadi dan menghancurkan hampir seluruh reruntuhan itu. Nar selamat walaupun terluka parah. Namun tidak ada kabar mengenai apa yang terjadi dengan ilmuwan asing itu. Nar hanya beranggapan bahwa ilmuwan itu tewas terkena ledakan di dalam reruntuhan.
Ketika Emilia mengkonfirmasikan hal ini pada ratu, ia tidak membenarkan maupun menyanggahnya.
Hal inilah yang membuat Emilia sangat terpukul. Pencariannya selama ini seperti sia-sia karena ayahnya diduga sudah tewas.
"Kau sempat ke Auch beberapa waktu yang lalu ?" tanya Shynne setelah ia membaca sebuah bagian di surat.
"Ya. Aku menemani Emilia ke Auch untuk mencari sesuatu yang berhubungan dengan penelitian ayahnya" jawab Myria.
"Hmmm... Apa yang kau lakukan dengan Hal ketika di Auch ?"
"Maksudmu ?"
"Keith mengucapkan terima kasih kepadamu karena telah membantu Hal untuk mendapat informasi lebih banyak dari Hellena"
"Hal ? Hellena ?" tanya Myria sambil melipat kedua tangannya. Ia mencoba mengingat dengan menatap langit-langit.
Tiba-tiba Myria tersenyum lebar. "Ah... Itu...."
"Kau bisa menginterogasi seseorang ?" kata Shynne.
"Aku tidak menginterogasinya. Aku dan Hal..."
"Bagaimana menyebutkannya..... Hmmmm...."
"Membuatnya nyaman...." kata Myria sambil menyeringai lebar.
"Membuatnya nyaman ?" tanya Shynne. Errin dan Natalie juga nampak tertarik dengan perkataannya.
Myria tertawa.
"Sulit dijelaskan dengan kata-kata. Akan lebih baik jika dipraktekkan langsung"
"Kau dan Natalie mungkin tidak apa-apa jika ingin mencoba. Tapi mungkin akan merepotkan untuk Errin, Martin bisa membunuhku dan Hal"
Ketiga wanita itu terdiam mendengar perkataan Myria, sepertinya mereka mengerti apa yang dimaksud olehnya.
"Hah... Dasar saintess !" kata Myria.
"Lupakan saja masalah ini. Ayo makan, sarapan sudah siap" lanjutnya.
-Port of Coimbra-
Setelah selesai sarapan, Myria membungkus beberapa menu sarapan tadi. Katanya makanan itu akan dibawa untuk Emilia. Shynne ikut bersama Myria untuk menemui Emilia sedangkan Errin dan Natalie pergi ke barak pasukan Coimbra.
"Jadi kau tidak bekerja lagi pada Emilia ?" tanya Shynne.
"Mungkin bisa dikatakan seperti itu" jawan Myria.
Myria lalu berkata bahwa sejak kepulangannya dari Zeia, ia menunda semua riset yang sedang ia lakukan dan berfokus pada 2 buah jurnal ayahnya yang baru ia dapat.
Sejak saat itu, Emilia lebih sering berada di labnya untuk meneliti jurnal ayahnya. Hanya sekali ia keluar, pergi ke Auch untuk menemui orang-orang yang dianggap mengetahui penelitian ayahnya yang tertulis di jurnal dari Zeia.
"Bahkan ia tidak dapat menungguku 1 malam saja ketika aku dan Hal berurusan dengan Hellena" kata Myria sambil menggelengkan kepalanya.
"Memangnya apa isi jurnal itu ?"
"Emilia bilang jurnal mengenai sihir atau semacamnya"
"Sihir ? Ia meneliti sihir ?"
"Nampaknya kau belum tahu, Emilia adalah seorang wizard"
Shynne nampak sedikit terkejut mendengarnya.
"Ia seorang wizard ?"
"Ya. Ia pernah menunjukkan padaku bahwa ia dapat melayang dengan bantuan sihir. Kudengar ia dijuluki Emilia The Sage" kata Myria.
"Namun aku tidak tahu sehebat apa dia sebagai wizard, jika dibandingkan dengan Russel atau M'Boma"
-Emilia's Laboratory, Port of Coimbra-
Setibanya di depan lab, seorang pria nampak sedang menunggu di depan pintu masuk. Pria bertubuh besar dan kekar dengan monokel di mata kanannya.
"Anda yang ditemui Emilia di Auch ?" sapa Myria pada pria itu.
Spoiler for JP Gascon:

"Ah, nona adalah rekan nona Emilia" kata pria itu.
"Namaku Jean Pierre Gascon"
"Aku mencari Emilia, dimana dia ?"
"Seharusnya ia berada di dalam" kata Myria sambil menghampiri pintu. Ia lalu mengambil sebuah kunci dari sakunya dan membuka pintu itu.
Perlahan ia membuka pintu lab itu. Di balik pintu terdapat ruangan dengan sebuah meja besar di tengah. Rak-rak berisi botol-botol kaca dan peralatan alchemis berderet di samping kanan ruangan. Sedangkan di sebelah kirinya terdapat rak berisi berbagai pot tanaman. Myria meletakkan makanan yang ia bawa di meja lalu menghampiri sebuah pintu di seberang ruangan.
"Ems, ada tamu untukmu" katanya sambil mengetuk pintu.
Tidak ada jawaban. Myria lalu membuka pintu itu. Di baliknya terdapat sebuah ruangan yang mirip dengan ruangan sebelumnya. Namun dinding ruangan ini dipenuhi oleh rak-rak buku. Puluhan buku nampak berserakan di lantai. Dan di sudut ruangan nampak seseorang tengah sibuk di meja bacanya, meja itu juga dipenuhi oleh tumpukan buku.
"Ems..." sapa Myria.
Emilia tidak menjawab. Ia nampak terfokus pada buku yang sedang dibacanya. Penampilannya sedikit berantakan dan wajahnya nampak lelah.
Tak lama perhatiannya teralih pada Myria.
"Myria, aku berhasil !" katanya sambil beranjak dari tempatnya.
"Aku berhasil memecahkan penelitian ayahku !"
"Errr... Baguslah. Ada tamu untukmu" kata Myria sambil menunjuk pintu.
Emilia melirik tamunya.
"Mau apa kau kemari ?" katanya dengan nada dingin.
"Menghentikan ambisimu" kata Jean Pierre Gascon.
"Huh, apa hakmu melarangku untuk melakukan penelitian ini ?"
"Penelitian ini adalah milik ayahku ! Kau tidak ada urusan apapun dengannya !" hardik Emilia.
"Yang kau cari itu sangat berbahaya !"
Emilia nampak makin marah mendengarnya.
"Kau tahu banyak mengenai ayahku tapi kau merahasiakannya dariku !!!"
JP Gascon terdiam. Shynne dan Myria juga terdiam, ini pertama kalinya mereka melihat Emilia marah.
Emilia lalu berjalan kembali ke mejanya.
"Akhirnya.... Aku memecahkan misteri...."
"Sihir konstelasi...."
Tiba-tiba Emilia jatuh dalam posisi berlutut.
"Ugh... Kepalaku..." keluh Emilia sambil memegangi kepalanya.
"Emilia !" kata JP Gascon sambil menghampirinya. Emilia menepis tangan JP Gascon.
Tak lama Emilia tergeletak tak sadarkan diri di lantai.
"Ems !" Myria langsung menghampiri Emilia. Belum sempat Myria memeriksa keadaan Emilia, sekumpulan asap hitam muncul dari tubuh Emilia.
Myria segera menjauhi asap hitam itu.
"A-apa yang terjadi padanya ???" tanya Myria keheranan.
Ketiga orang di ruangan itu nampak bersiap karena kemunculan asap itu.
Makin lama asap itu menebal, menutup tubuh Emilia dan mulai menyebar di ruangan itu. Tiba-tiba asap yang berada di tempat Emilia bergulung dan seolah terhisap dalam sebuah pusaran, mendadak seluruh asap di ruangan itu menghilang.
"E-Ems ???" tanya Myria. Sesosok wanita berambut hitam muncul di tempat Emilia tadi terjatuh. Perlahan ia menggerak-gerakan bahunya. Ketiga orang lainnya nampak sangat terkejut dengan kemunculannya.
"Siapa kau ?" tanya JP Gascon.
Wanita itu tersenyum.
Spoiler for Emilia:

"Huhuhu, Gascon. Orang pertama yang kulihat setelah bangkit..." katanya.
"Apa yang kau bicarakan ? Kau bukan Emilia ?"
"Tentu saja aku Emilia. Namun mungkin bukan Emilia yang dulu"
Wanita itu lalu mengepalkan tangan kanannya.
"Hmmm.... Mengecewakan sekali. Orang tua sepertimu yang akan menjadi tumbal kebangkitanku..."
Ketiga orang itu kembali dikejutkan dengan perkataan wanita yang mengaku bernama Emilia itu.
"Kau benar-benar Emilia ???" tanya Myria.
Emilia menoleh ke arah Myria.
"Benar, asistenku"
"Oh... Lihat ini, selain si tulang tua ini ada dua wanita muda yang bisa kukorbankan"
"Apa ?" tanya Shynne.
Sesuatu mirip bola api tiba-tiba terbentuk di tangan kanan Emilia.
"Miri, awas !!!" teriak Shynne.
"A-apa ?"
Emilia lalu melemparkan bola api itu pada Myria. Dalam sekejap terjadi sebuah ledakan di tempat Myria berdiri.
"Miri !" teriak Shynne.
"Kau tidak apa-apa, Nona ?" tanya JP Gascon. Rupanya ia menahan bola api itu dengan kedua tangannya agar tidak mengenai Myria.
"Y-ya..." kata Myria. Ia nampak terguncang karena hampir tewas oleh Emilia. Shynne segera menarik tangan Myria untuk mundur di belakangnya.
"Tidak buruk" kata Emilia. Ia menjentikkan jarinya. Tiba-tiba asap hitam menutupi seluruh tubuhnya dan iapun menghilang.
"Kemana dia ?" kata Shynne sambil mempersiapkan pisaunya.
"H-hey, Tuan. Apa yang terjadi dengan Emilia ?" tanya Myria.
"Aku tidak tahu..." jawab JP Gascon sambil memperhatikan sekelilingnya.
Tidak ada tanda-tanda keberadaan Emilia di sana.
"Arrghh..." Tiba-tiba Shynne terlempar ke dinding ruangan. Begitu ia terjatuh, tubuhnya langsung ditutupi es.
"Shynne !!!" teriak Myria. Ia segera mendekatinya. Namun baru selangkah bergerak, sesuatu mengenainya. Ia terjatuh ke lantai dan tubuhnya nampak kejang.
"Emilia, dimana kau ???" teriak JP Gascon.
"Di sini..." kata Emilia. Ia tiba-tiba muncul tak jauh di depan JP Gascon sambil merentangkan tangan kanannya. Sebuah bola api terbentuk pada telapak tangannya.
"Sial..." umpat JP Gascon. Ia segera menyilangkan kedua tangannya di depan wajah dan bersiap menerima bola api itu. Sebuah ledakan besar terjadi, JP Gascon terhempas ke salah satu sisi ruangan. Beberapa bagian tubuhnya nampak menghitam karena luka bakar sementara hampir sebagian ruangan itu hangus terbakar.
"E-ems... He-henti...kan...." kata Myria. Ia berusaha bangun dari lantai dengan susah payah.
"Wah, nona asisten. Kau masih sadar walau baru saja tersambar petir ?" kata Emilia. Perlahan ia berjalan ke arah Myria.
"S-s-sadarlah... Ems..." kata Myria. "K-kami...."
Emilia lalu menjambak rambut Myria dengan tangan kanannya. "Kami apa ?"
Myria tidak melanjutkan kata-katanya. Ia merasa takut dengan sosok Emilia di hadapannya. Emilia yang sedang dilihatnya ini bukan seperti Emilia yang ia kenal.
"Ekspresi yang bagus..." kata Emilia. Beberapa bola hitam mulai terbentuk di sekitar tubuh Emilia, bola-bola itu membentuk lingkaran dan bergerak memutari Emilia.
Senyum terkembang di wajah Emilia.
"E-ems..."
Sebuah bola hitam lalu bergerak cepat dan menghantam Myria.
Myria terjatuh kembali ke lantai sambil terus berteriak kesakitan. Teriakannya menggema di ruangan itu. Mendengar itu Emilia hanya tertawa-tawa.
Tak lama muncul cairan berwana hitam pekat dari mulut, hidung, mata, dan telinga Myria. Teriakan Myria terdengar makin kencang selama beberapa saat. Lalu teriakannya berhenti dan Myria juga nampak berhenti bergerak.
"Hah.... Manusia lemah sekali..." ejek Emilia sambil berkacak pinggang dan menggelengkan kepalanya.
"Akan kuakhiri saja hidup wanita malang ini....." kata Emilia sambil tersenyum lebar.
Ia kembali menjambak Myria dan tersenyum.
"Huhuhu... Lihat wajah ini" kata Emilia. Ia mengusap cairan hitam yang mengotori wajah Myria.
"Selamat tinggal, nona asisten"
Sebuah bola hitam bergerak ke tangan kiri Emilia. Dengan seringai lebar ia mengayunkan tangan kirinya untuk menghantam bola itu pada wajah Myria.
"Ugh..." Tiba-tiba gerakan Emilia terhenti, jarak bola itu hanya beberapa senti saja dari wajah Myria. Bola hitam itu lalu hilang.
"A-apa yang terjadi ???" tanya Emilia. Ia melepaskan Myria hingga kembali terjatuh ke lantai.
"Sial.... Waktuku sudah habis ???"
Asap hitam tiba-tiba muncul dari kedua telapak tangan Emilia.
"Arrghh....." Tak lama ia jatuh berlutut sambil memegangi kepalanya.
"Sial ! Sial ! Aku baru saja bangkit !" umpat Emilia. Asap hitam kini bermunculan dari seluruh tubuhnya. Asap hitam kembali menutupi seluruh tubuh Emilia.
"Uh... Apa yang terjadi tadi ?" keluh Emilia. Setelah asap menghilang, sosok Emilia berambut hitam sudah hilang. Kini Emilia si peneliti kotalah yang berada di ruangan itu. Ia memperhatikan sekitarnya. Tiga orang tergeletak di labnya dan setengah labnya hancur.
"Tidak... Tidak... Mungkin... Yang kulihat baru saja itu..."
Beberapa waktu kemudian Russel dan M'Boma mendatangi lab Emilia. Mereka merasakan ada energi sihir hitam yang kuat datang dari tempat itu beberapa waktu lalu. Mereka dikejutkan dengan apa yang mereka temui di bagian dalam lab.
Bagian dalam lab nyaris hancur. Shynne, Myria, dan JP Gascon tergeletak di lantai. Dan Emilia tengah duduk di sudut ruangan, memeluk lututnya sambil menangis. Shynne dan Myria terkena sihir kutukan yang cukup kuat sementara JP Gascon hanya terluka fisik. Russell segera menetralkan kutukan pada Shynne sedangkan M'Boma menolong Myria.
Tak lama berselang beberapa pasukan Coimbra juga datang ke lab, mereka mendengar ledakan cukup keras dari lab. Agar tidak menambah masalah, Russell mengatakan bahwa ledakan itu terjadi karena kegagalan eksperimen. Keempat orang itu lalu dibawa ke tempat aman. Tidak ada yang terancam jiwanya karena kejadian itu. Shynne segera sadar begitu Russell melepas sihir yang membekukannya dan Russell menemaninya untuk menjalani pemeriksaan medis. JP Gascon juga telah sadar. Myria selamat namun masih tak sadar dan perlu mendapat perawatan medis terlebih dahulu. Tidak ada luka apapun pada Emilia namun sepertinya ia syok berat karena kejadian itu.
"Kau baik-baik saja, Emilia ?" tanya JP Gascon. Ia melihat bahwa Emilian kini lebih tenang dari sebelumnya.
"Ugh... Apa yang kulakukan tadi ?" kata Emilia dengan nada lesu. Ia masih berusaha memikirkan apa yang terjadi padanya di lab.
"Kau mengingat apa yang terjadi tadi ?"
"Tidak, aku tidak tahu apa yang terjadi tadi. Jangan tanya aku lagi !" jawab Emilia dengan ketus. Nampaknya ia tetap sinis pada JP Gascon setelah kejadian di labnya.
"Dan apa yang kau lakukan di sini ? Urusanmu hanya dengan ayahku, kan ?"
JP Gascon menghela napas.
"Kau mengabaikanku nasihatku sebelumnya dan lihat apa yang terjadi sekarang."
"Kau tidak menjawabku ? Apa yang kau lakukan di sini ???"
"Apa kau memata-mataiku ?"
"Ya" jawab JP Gascon.
Emilia nampak sangat marah mendengarnya.
"APA ??? SEJAK KAPAN KAU MELAKUKANNYA ???"
"Sejak aku menyelesaikan permintaan Dr. Lorenzo..."
"ASTAGA ! Apa yang kau lakukan selama ini ???"
"Tidak ada hal buruk yang kulakukan, hanya mengamankanmu dari beberapa orang yang mengincarmu."
"Oh, jadi selama ini aku dijaga olehmu ?"
"Yang kau lakukan belakangan ini sangat berba.."
"TERIMA KASIH ! Kau puas ?"
"Aku tidak akan berhenti setelah sejauh ini. Jika kau ingin menasihatiku untuk berhenti, lupakan saja !"
JP Gascon terdiam sesaat.
"Baiklah, jika kau merasa seperti itu..."
"Ngomong-ngomong, TUAN PENJAGA. Siapa yang menyuruhmu menjagaku ? Ayahku ?"
"Bukan, tidak ada yang menyuruhku."
"Lalu kenapa kau melakukan ini ?" tanya Emilia. Ia sedikit terkejut dengan jawaban itu.
"Keinginanku sendiri"
Emilia makin terkejut mendengarnya.
"Jangan-jangan kau..."
"Tidak, tidak. Jangan salah paham dulu. Aku tidak memiliki perasaan padamu."
"Aku... Aku hanya berhutang banyak pada Dr. Lorenzo"
Emilia lalu menatap JP Gascon dengan tatapan dingin.
"Baiklah, aku tidak mau lagi mendengar omong kosongmu. Pergilah !"
"Kau masih salah paham" kata JP Gascon sambil menggelengkan kepalanya.
"Sudah kukatakan...."
"Cukup, terserah padamu" potong Emilia.
"Aku masih harus melanjutkan penelitianku, jadi kau pergilah dan lakukan apapun sesuai keinginanmu."
Next Chapter
Diubah oleh carousi 21-03-2018 02:57
0
Kutip
Balas