- Beranda
- Stories from the Heart
Legend of Seal Online {The Prologue}
...
TS
dragonregure
Legend of Seal Online {The Prologue}
Sebelumnya salam buat all Kaskuser, ane newbie yang hanya ingin meng-share cerita Asli karangan ane 100% 
Cerita ini terinspirasi dari salah satu game Online kesayangan ane dahulu, sekarang udah engga soalnya cheat dimana-mana

Seal Online Indonesia
Ya itu nama game yang sukses ngebuat TS menjadi seorang gamers
Maaf ya kalau Thread TS engga sengaja melanggar Rules mohon di tegur krn TS baru disini
Cerita ini hanya 100% karangan TS dan fiksi belaka, mohon maaf apabila tidak sesuai dengan story di game nya. Emang sengaja dibikin beda dengan aslinya (Story digamenya
)
dan buat kaskuser lainnya mohon patuhi Rules STFH sebelum post
Chapter 1: Woke Up
Chapter 2: Titan Skull
Chapter 3: Elme
Chapter 4: Shiltz
Chapter 5: Thousand Years
Chapter 6: Oracle
Chapter 7: Man With No Magic
Chapter 8: Destinied Showdown
Chapter 9: Dragon's Pupil
Chapter 10: 251
Chapter 11: Deadly Friday
Chapter 12: CamaPro
Chapter 13: Captain Jay
Chapter 14: Captain Jay?!
Chapter 15: Captain Jay?! 2
Chapter 16: Jikael Dual Blade
Chapter 17: Training!
Oh iya sekarang sudah ada Side Storynya loh!
Legend of Seal Online {Ryankakku}
Jika berkenan


Cerita ini terinspirasi dari salah satu game Online kesayangan ane dahulu, sekarang udah engga soalnya cheat dimana-mana

Seal Online Indonesia
Ya itu nama game yang sukses ngebuat TS menjadi seorang gamers

Spoiler for Sebelum Baca, Baca ini dulu gan!:
Maaf ya kalau Thread TS engga sengaja melanggar Rules mohon di tegur krn TS baru disini

Cerita ini hanya 100% karangan TS dan fiksi belaka, mohon maaf apabila tidak sesuai dengan story di game nya. Emang sengaja dibikin beda dengan aslinya (Story digamenya
)dan buat kaskuser lainnya mohon patuhi Rules STFH sebelum post
Spoiler for Indeks:
Chapter 1: Woke Up
Chapter 2: Titan Skull
Chapter 3: Elme
Chapter 4: Shiltz
Chapter 5: Thousand Years
Chapter 6: Oracle
Chapter 7: Man With No Magic
Chapter 8: Destinied Showdown
Chapter 9: Dragon's Pupil
Chapter 10: 251
Chapter 11: Deadly Friday
Chapter 12: CamaPro
Chapter 13: Captain Jay
Chapter 14: Captain Jay?!
Chapter 15: Captain Jay?! 2
Chapter 16: Jikael Dual Blade
Chapter 17: Training!
Oh iya sekarang sudah ada Side Storynya loh!
Legend of Seal Online {Ryankakku}
Jika berkenan
Quote:

Diubah oleh dragonregure 24-10-2017 12:12
anasabila memberi reputasi
1
17.4K
Kutip
109
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
dragonregure
#78
Quote:
DEADLY FRIDAY
Cloud berjalan mengikuti Fuu yang bersenandung riang didepannya, sesekali Fuu mengejar kunang-kunang yang terbang disekitar mereka. Cloud tersenyum melihat tingkahnya yang begitu lucu.
"Oh yeah, hey Fuu.." Ucap cloud memecah keheningan malam kota Lime.
"Yeah?" Balas Fuu yang tak berhenti memperhatikan kunang-kunang.
"Apa Class mu sudah ditentukan?"
"Tentu saja"
"Lalu? Class apa yang kau dapat?" Tanya Cloud penasaran.
"Class keberapa?"
"Maksudmu?"
"Posisi Class ku sekarang berada di Kelas ketiga lanjutan." Ucap Fuu santai. "Hmmm, bisa dibilang aku sudah dua kali melakukan 'Job Advancement', dan tipe Advencement yang berkelanjutan."
Cloud kaget mendengar perkataannya barusan.
"Aku tak begitu mengerti tentang berkelanjutan, tapi kau sudah berganti Class dua kali?!" Pekik Cloud kaget.
"Yup, tipe magic ku adalah magic pendukung(support) jadi aku mengambil Class Caster untuk kelas pertama, lalu Class kedua Magus dan Class ketiga ku adalah Flarrizard."
Cloud terdiam, ia tidak bisa berkata apa-apa. Perasaannya bercampur aduk, antara senang, penasaran, dan bersemangat.
"Aku baru dengar kelas seperti itu.."
"Ahahahah! Jadi kau seorang Player ya?" Fuu tertawa.
"Coba kulihat jadwal mu.." Pinta Fuu menyodorkan tangan kucingnya.
"Hmmmm..." Gumamnya ketika membaca jadwal Cloud.
"Kebetulan sekali kelas umum pertamamu besok. Dan lihat! Besok ada kelas 'Races and Classes'." celetuk Fuu sambil menunjukan Jadwal Cloud yang ia lihat tadi.
Cloud meraih perkamen jadwalnya dan melihat tulisan 'Races and Classes' berada di hari Negama pada jam satu siang. Ia melihat ada kelas lain sebelum kelas 'Races and Classes'.
"Hey Fuu."
"Hmm? :3 "
"Kelas 'Shiltz', kelas apa itu?" tanya Cloud penasaran.
"Oh itu. Itu kelas khusus untuk kalian para manusia yang baru datang, kelas itu membahas Shiltz dan sejarahnya."
Mendengar itu, Cloud kembali bersemangat, ia tidak sabar menunggu hari esok.
"Hmmmm tapi ternyata jadwal hari pertama tidak terlalu padat ya.." Celetuk Cloud dengan nada senang.
"Hmmmmm? Maksudmu?" Tanya Fuu keheranan.
"Lihat, kelas pertama dimulai jam sembilan pagi. Apa itu tidak terlalu pagi?"
Fuu tertawa terbahak-bahak, membuat Cloud kaget dan keheranan.
"Besok hari Jumat kan?" tanya Fuu
Cloud mengangguk pelan.
"Di Lime, ada tradisi yang dinamakan Jumat Mematikan"
"Tradisi apa itu?"
Fuu tersenyum, "Besok kau akan lihat sendiri." Ucapnya santai.
Mereka terus berjalan dengan Fuu yang memimpin, melewati bar yang sangat berisik dan akhirnya sampai disebuah bangunan yang agak tinggi. Terdapat patung perisai dan pedang yang sangat besar menempel pada bangunan itu.
"Kita sampai~!" Ucap Fuu kegirangan.
"Jauh juga.."
Fuu menghiraukan eluh Cloud dan melompat masuk kedalam bangunan tersebut.
"HORLOOOOOZ~~!" Pekik Fuu.
Mau tak mau Cloud ikut masuk kedalam bangunan tersebut. Ia terkejut melihat isi bangunan yang sangat sempit karena barang-barang memenuhi gedung itu, tidak seperti yang Cloud bayangkan dari luar. Cloud lebih terkejut lagi ketika melihat sesosok bayangan yang sedang duduk santai didepan perapian. Sosok itu seperti bukan manusia.
"Horloz! Hey bangun!" Protes Fuu sambil menggoyang-goyangkan tubuh makhluk itu. Sesekali ekor panjangnya pun ikut bergoyang.
"Huh? Ha? Sudah pagi kah?" terdengar suara yang sangat dalam keluar dari sosok itu.
"Hey! Bangun! >:3"
"Uh?! Fuu?" Ucap sosok itu lagi.
"Kau tidak seharusnya tidur depan perapian kan? Ingat terakhir kali kau tidur didepan perapian?"
"Uh aku ketiduran, sedang menunggu manusia. Apa yang kau lakukan disini? Jangan bilang Fyoure mu bermasalah lagi." ucap Horloz tanpa bergerak sedikitpun.
"Haha tidak tidak! Aku membawa manusia yang kau tunggu."
Mendengar itu Horloz bergidik, ia mendongak kearah Cloud.
Cloud terperanjat melihat wajahnya, Kulitnya berwarna hijau dengan sirip tepat diatas dahinya, ia tidak mempunyai telinga, melainkan sepasang insang berada tepat ditempat telinga biasanya berada.
Horloz segera bangun dan memperlihatkan ukuran tubuhnya yang besar dan berotot, tingginya dua kali dari tinggi Cloud, kedua tangannya sangat besar dengan sirip yang menutupi tangannya. Seorang Lizardman sedang berdiri dihadapannya.
"Manusia.." Ucap Horloz.
"Y-Yeah?" jawab Cloud agak sedikit gugup.
"Nama?"
"C-Cloud."
"CLOOOOOOOOOOUUUDDD!!!" Raung Horloz tiba-tiba membuat Cloud dan Fuu menciut.
"LIMA JAM! KAU TERLAMBAT LIMA JAM! BERANINYA KAU MEMBUAT KU MENUNGGU!!"
Mengumpulkan keberanian, Cloud mencoba menjelaskan situasinya.
"Tapi aku baru saja menerima per-"
Belum selesai Cloud berbicara, Horloz memajukan wajahnya mendekati wajah Cloud dan membuat nyali Cloud kembali menghilang. Cloud baru menyadari kalau Horloz tidak memiliki mata kanan, hanya sebuah lubang kosong yang berada di wajahnya.
"HUUHHHH?! KAU BILANG AKU SALAH?!" Raung Horloz tepat didepan wajah Cloud.
Cloud sudah kehabisan kata-kata. ia menoleh kepada Fuu berharap Fuu dapat membantunya menjelaskan situasi Cloud. Dan mendapati...
Fuu sudah pergi.
"S-Sial Fuu..
""PENJELASAN!" Raungnya lagi.
Cloud terdiam.
"KENAPA KAU DIAM BOCAH?! KUBILANG, BERI AKU PENJELASAN!"
"O-oh.. Captain kamarku baru saja memberiku perintah.."
"APAA??!!!" Raungnya lagi.
Nyali Cloud menciut lagi.
"Oh jadi begitu.. kenapa tidak bilang daritadi?" ucap Horloz dengan nada yang kembali normal.
"Amers sial.." Gerutu Horloz.
"
""Kau telat untuk pengenalan Blacksmith pertamamu, semua orang sudah pergi." Ucap Horloz sambil mengobrak-abrik barang-barang disekitarnya.
ia sesekali mengangkat tas yang ia temukan dan menyipitkan matanya yang sudah sipit untuk membaca huruf-huruf di tas tersebut.
"Ah ini dia!" Celetuknya sambil mengangkat sebuah tas punggung berwarna kuning.
Tas punggung itu sangat kecil, ukurannya hanya 30 x 30 sentimeter dengan dua tali yang mengikatnya.
Horloz mengulurkan tas itu kepada Cloud, namun ketika Cloud menerimanya ia tidak kuat menahan berat tas itu dan terjatuh.
"B-Beraat...!" Ucap Cloud terengah-engah mengangkat tas itu dengan kedua tangannya.
"Lemah.." Ledek Horloz.
"Isi tas ini apa? Kenapa bisa seberat ini?"
"Tentu saja peralatan dasar Blacksmith milikmu bodoh.."
Cloud percaya tak percaya.
"Jangan tanya kenapa peralatan itu bisa masuk kedalam tas sekecil itu." Lanjut Horloz, "Tas itu sudah diberi Magic."
"Lalu bagaimana cara memasukan dan mengeluarkan barangnya? Aku tak melihat resleting atau apapun."
"Sudah kubilang itu adalah tas Magic, kau harus menggunakan spell khusus untuk memasukan dan mengeluarkan barangnya."
"Woah keren!" Ucap Cloud gembira. "Jadi apa spellnya?"
"Tidak sekarang bocah. Aku akan mengajarimu hari senin."
"Lalu untuk apa kau memberiku tas ini?"
"Sampai hari senin nanti, kau tidak boleh melepas tas itu dari punggungmu."
"Aku harus membawa tas ini sampai senin?" Pekik Cloud kaget.
"Ada masalah?" balas Horloz dengan tatapn yang tajam.
Cloud tau mau tidak mau ia harus membawa tas berat itu.
"Sekarang keluar. Aku ingin tidur." Perintah Horloz.
Dengan susah payah Cloud berjalan keluar. Udara kota lime yang dingin menusuk tulang Cloud membuat Cloud kesusahan untuk mengambil langkah.
"Tunggu.." Gumam Cloud pada dirinya sendiri.
"Asrama kearah mana?"
**************************************************************************************************
"BRAAAAKKK!!!!"
"Bangun! Bangun tukang tidur!"
"Uh.." Cloud terbangun mendengar suara berisik yang tiba-tiba muncul entah darimana.
"Bangun! Kalian manusia tak berguna! Rama! Agih! Juni! Gendut! Aris! Bell!" Teriak Amers sambil memukul-mukul pedangnya ke ranjang mereka.
"Bangun kucing! dan kau anak baru! Kalian mempermalukan manusia!"
Cloud berusaha membuka mata, seluruh badannya sakit. Ia masih belum puas dengan tidunya, bahunya berteriak kesakitan dari efek membawa tas terkutuk dari Horloz semalaman. Kedua kakinya sangat sakit mengingat tadi malam ia mencari jalan pulang keasrama.
Ia berniat tidur lagi namun niat itu hilang ketika Captain Amers menghunuskan pedang kearahnya.
Cloud segera melompat turun dari kasurnya dan bertanya kepada manusia yang sedang berganti baju disampingnya.
"Umm, apa yang terjadi?"
Orang itu tersenyum
"Jumat mematikan." Balasnya datar.
Cloud hanya terdia mendengar penjelasnnya.
"Lebih baik kau segera berganti ke pakaian latihanmu dan segera keluar." Lanjut orang itu.
Cloud membuka lemarinya dan segera mengganti pakaian tidurnya dengan setelan baju latihan berwarna coklat dan celana berwarna coklat tua.
"Oh yeah, tanpa baju tentunya." Lanjut orang itu sambil berlalu keluar ruangan.
Cloud terheran-heran, namun ia segera melepas bajunya ketika melihat orang-orang dari kamarnya keluar tanpa mengenakan baju.
"HEY CEPAT ANAK BARU!" Teriak Amers.
Cloud melihat Amers berjalan kearahnya dengan kepalan tangan. Cloud berfikir ia akan memukul Cloud karena terlalu lama berganti pakaian.
Namun Amers berjalan melewatinya dan..
"Pletak!" Amers memukul bantal yang berada diatas kasur Fuu.
"Meeeeeooooooooww!!! >:3 "
"Bangun kucing sial. Kau pikir aku akan tertipu?"
Cloud tertawa melihat Fuu mengelus-elus kepalanya.
"Apa yang kau tertawakan anak baru? Jika sudah selesai, segera keluar." Ucap Amers dingin.
Cloud segera berjalan keluar untuk menghindari pukulan Amers.
"Hey anak baru!" Ucap Amers tiba-tiba. "Kau melupakan sesuatu."
"Sesuatu?" jawab Cloud.
"Tas mu."
"Aku harus membawanya???"
"Tentu saja, itu adalah peralatan utama mu, bukankah Horloz menyuruh mu untuk tidak melepasnya?"
Pundak Cloud terasa sangat berat walau belum mengangkat tasnya, ia segera mengambil tasnya dan keluar dengan susah payah.
Cloud keluar asramanya dan mengikuti segerombolan orang yang tidak memakai baju juga. Langit masih terlihat gelap dan udara dingin kembali menyelimuti tubuh Cloud yang tanpa memakai baju. Mereka terus berjalan dan Akhirnya sampai di alun-alun lime. Sekumpulan besar lelaki tanpa baju sedang baris-berbaris didepan panggung kota Lime.
Cloud hampir terjatuh ketika seseorang menarik tangannya, ia menoleh dan mendapatkan Rama yang menariknya ke barisan tertentu.
"Untung kulihat kau hahaha" celetuknya.
"Kita harus berbaris sesuai dengan asrama masing-masing." Lanjut Rama.
Cloud melihat barisannya dan melihat teman-teman satu kamarnya sudah disitu termasuk Fuu.
"Cepat sekali kau..
" ucap Cloud kepada Fuu."Hehe, tapi tidak secepat mereka kan?" balas Fuu sambil menunjuk dua Elf yang berada dibarisan paling depan.
Cloud memang tidak pernah ingat kalau Amers membangunkan mereka berdua, dengan kata lain mereka sudah bangun sebelum Amers membangunkan mereka.
"Dingin sekali, ini jam berapa?" Cloud menggigil kedinginan.
"Hmmm sepertinya jam tiga subuh." Celetuk seseorang dari belakang Cloud.
Orang itu adalah orang yang menyarankan Cloud untuk ganti baju tadi.
"Maaf aku tadi menyapamu tanpa mengenalkan diri." Ucap Cloud, "Aku Cloud."
"Juni." Jawabnya sambil tersenyum.
"Oh yeah, kau mengambil Class apa Cloud?" Tanya Juni.
"Uh..."
"Wah benar juga, ku lihat kau hanya bawa tas Cloud, bukan senjata." Ucap Rama ikut dalam pembicaraan.
"Senjata?"
"Yeah, kau tidak liat semua orang disini membawa senjata dari Class mereka?"
Cloud berusaha melihat dengan jelas dikegelapan subuh, ternyata perkataan Rama memang benar, semua orang yang berbaris membawa sesuatu dipunggung mereka.
Termasuk Rama dan Juni yang membawa sebilah Greatsword dipunggung mereka. Ia melihat Fuu dan hampir tertawa ketika melihat Fuu membawa Staff tinggi yang tingginya melebihi badannya sendiri.
"Coba kulihat tas mu Cloud." Pinta Juni.
Cloud bersusah payah melepas tasnya dan menyerahkannya ke Juni.
"Woah! Berat!" ucap Juni kaget.
Tak percaya, Rama pun mencoba mengangkat tas tersebut.
"Hmmmm, bahkan lebih berat dari Greatsword ku." Ucap Rama.
"Dan tas ini masih terseg-"
"PERHATIAAAAN!"
Suara besar dari atas panggung tiba-tiba membuat pada lelaki terdiam dan melihat kearahnya.
Cloud tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang berbicara diatas panggung.
"Saya, Knight ketiga dari Ratu Elim. Akan mewakili Captain Millitia yang sedang tidak bisa hadir." Ucap knight itu dengan suara lantang.
"Jalur yang akan kita ambil pada Jumat ini hanyalah Dataran Gunung Crude!" Lanjutnya. "Seperti biasa, yang mengecewakan akan mendapatkan hukuman."
"JALAN!!"
Bersamaan dengan perkataan terakhirnya. Gerombolan besar itu mulai berlari keluar melewati salah satu gerbang kota Lime.
"Kita berlari? Yang benar saja!" Protes Cloud.
"Hahaha, inilah tradisi Millitia Lime." Ucap Rama kepada Cloud.
"Jumat mematikan."
Diubah oleh dragonregure 10-02-2017 10:21
0
Kutip
Balas