Kaskus

Story

watashiwapsychoAvatar border
TS
watashiwapsycho
TERNYATA DIA DISINI (HORROR STORY)
Percaya atau tidak, dia ada disini dan memperhatikanmu dari balik gelap gulitanya malam yang akan membuat rasa penasaranmu terjawab. emoticon-Takut

Mungkin kalian akan berfikir "Seperti tuan yang menceritakan kisahnya."

PART 1 A - Sambutan malam

PART 1 B - Sambutan Malam

PART 2 - Kolam Renang

PART 3 - Pocong 3 Meter [BEST STORY]

PART 4 - Selamat Tinggal Pemilik Villa

PART 5 - Bapak Pengendara Motor

PART 6 - Pengalaman Kakek

PART 7 - Sendirian

PART 8 - Dibalik Gelapnya Desa

PART 9 - Makam

PART 10 - Kuntilanak Laut

PART 11 - Kelapa Atau Kepala

PART 12 - Stasiun Kereta

PART 13 - Siluman Kera

PART 14 - Rumah Sakit

PART 15 - Wanita Tanpa Nama

PART 16 - ON GOING

Terimakasih telah mengikuti alur cerita ini.

Agar saya lebih sering update, tolong di apresiasi dengan cara memberi Rate bintang 5 emoticon-Rate 5 Star
tinggalkan comment, kritik, dan saran yang positif. emoticon-Toast

Cerita ini juga terbit di Wattpad.com
baca lebih mudah dengan cara klik link dibawah ini.
link : https://www.wattpad.com/story/820305...ata-dia-disini emoticon-Sundul Up
Diubah oleh watashiwapsycho 14-10-2016 19:01
anasabilaAvatar border
danjauAvatar border
danjau dan anasabila memberi reputasi
2
99.5K
317
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.1KAnggota
Tampilkan semua post
watashiwapsychoAvatar border
TS
watashiwapsycho
#198
SILUMAN KERA [PART 13]
Kereta akhirnya berangkat.
Gue mencoba melupakan kejadian yang barusan menimpa gue. Karna bukan cuma sekali kejadian aneh yang menimpa gue, akhirnya gue udah mulai terbiasa. Terbiasa ketakutan maksudnya.

Gue duduk didekat jendela, gerbong gue dekat lokasinya tepat bersambungan dengan gerbong barang.
Nyokap gue udah tidur, gue juga mencoba buat tidur, tapi enggak bisa, gue tertarik melihat kegelapan diluar kereta meskipun gue takut sebenernya.

Dari dalam kereta, gue memperhatikan suasana diluar kereta yang sangat gelap, terhampar luas sawah yang tertutup gelapnya malam. Suatu saat melewati perkebunan, atau bisa disebut hutan yang belum dijadikan lahan pertanian.

Banyak pohon besar yang rimbun.

Ada sebuah stasiun yang jaraknya lumayan jauh dari stasiun satu ke stasiun yang lain, jadi kereta berhenti sejenak untuk beristirahat mungkin. Dan lokasinya enggak banget. Pokoknya bikin merinding deh, kalian pasti bisa bayangin, kalia didalam gerbong baling belakang, sedang berenti ditengah hutan, dan beberapa meter diluar gerbong, banyak pohon besar yang rimbun. Bahkan mungkin kalau siang, sinar matahari tidak akan tembus kepermukaan tanah karna terhalangi rimbunnya dedaunan.

Kalau di pikir-pikir, gue adalah manusia yang berada paling belakang yang ada di kereta itu.

Jangan tanya gimana gue takutnya saat itu.

Dari dari kejauhan, gue melihat sebuah pohon yang paling besar diantara pohon yang lain.
Yang menarik perhatian gue adalah ada dahan pohon dari pohon besar itu bergerak seperti tertiup angin. Bukan, lebih tepatnya seperti ada seseorang yang sedang bersembunyi dibalik rimbunnya dedaunan.
Perasaan gue mulai gak enak. Gue yakin banget bakal ada hal aneh yang akan terjadi.

Seketika gue kaget!

Dari dahan itu terlihat sebuah bayangan hitam dan memiliki ekor panjang seperti kera.

Bayangan itu memanjat kebagian pohon yang lebih tinggi dan lebih rimbun dengan sangat cepat.

Gue langsung menunduk, menutupi wajah gue dengan tangan.

Didalam ketakutan gue itu, gue merasa ada guncangan, ternyata kereta akhirnya berangkat.

Gue mulai sedikit lega. Kalau kalian saat itu ada didepan gue. Kalian bisa tau seberapa pucatnya muka gue dengan kejadian tadi.

Kereta berangkat dengan perlahan, saat sedikit jauh dari lokask tadi, gue memberanikan diri sedikit mengintip kebelakang, meski hanya mengintip dengan satu mata.

Saat gue melihat kebelakang.

Bayangan itu berayun dari pohon besar tadi kepohon lainnya, disusul dengan dua bayangan lainnya yang ukurannya masing-masing berbeda.

Bayangan tadi seakan mengejar kereta yang gue tumpangi, gue mulai panik, gue ketakutan setengah mati. Pokoknya gue takut banget.
Gue lalu menunduk lagi sekitar 15 menit.

Untungnya dalam kepanikan itu, gue masih inget dengan Tuhan, akhirnya gue ngebaca doa apa aja yang bisa gue baca. Berharap gue dilindungi sama Tuhan.

Akhirnya gue melewati hutan tadi. Namun gak berakhir disitu.

Didepan gue ada hamparan sawah yang luas. Namun dari kejauhan gue melihat tanaman padi bergerak seperti ada yang melintas tengah sawah dengan sangat cepat. Dan yang bikin gue makin panik adalah, ternyata sawah tadi cuma pemecah hutan tadi.

KERETA GUE MASUK KEDALAM HUTAN LAGI!

Dan sialnya! Kereta berhenti lagi.

Dan satu hal yang pasti, suasananya gak beda dari hutan yang pertama tadi. Namun bedanya, hutan yang disini, pohonnya tinggi semua, seperti satu pohon yang ada di hutan tadi. Gue mendengar suara segerombolan monyet.

Yang pastinya gue lebih takut setakut-takutnya dari rasa takut yang tadi.

Segerombolan monyet yang emang-emang monyet itu mendekati gerbong, namun segerombolan tadi tidak sampai ke gerbong, hanya ngeliatin gerbong gue dari jarak kurang lebih 15 sampai 20 meter.

Dan dibelakang gerombolan monyet tadi, terdapat 2 bayangan hitam tepat berdiri tegap didekat pohon, dan satu bayangan berwarna putih yang terdapat seperti ekor yang sangat panjang. Bayangan putih itu berada diatas pohon, dengan dua titik cahaya merah bersinar, seperti matanya.
Gue bukannya berani gak ngumpet, tapi badan gue kaku, gak bisa gerak karna saking paniknya. Gue berfikir bakal diculik sama makhluk itu.

Seketika gerombolan monyet tadi langsung pada kabur. Entah apa yang mereka lihat. 2 bayangan hitam pun langsung naik keatas pohon, namun bayangan kera putih yang sangat besar itu tidak berpindah dari posisinya.

Dalam posisi kaku.

Kakek-kakek yang duduknya bersebrangan sama gue langsung ngomong pelan dikuping gue.

"Mereka cuma iseng, soalnya kamu punya sesuatu yang bikin makhluk gaib tertarik nampakib wujudnya kekamu, itu siluman kera, yang putih itu rajanya." Ucap kakek-kakek itu dengan nada pelan, belum sempat gue bicara. Kakek itu kembali ketempat duduknya.

Tanpa sadar gue ngeliatin kakek itu kembali ketempat duduknya.

Kakek itu mengangkat tongkatnya dan memunjuk ke arah bayangan kera tadi, seakan memberi kode bahwa gue disuruh melihat kearah yang dia tunjuk, saat gue menoleh dengan rasa deg-degan.

Bayangan tadi udah ilang beserta semua gerombolan monyet tadi.

Lalu gue menoleh ke kakek tadi.
Dia cuma tersenyum sambil bilang "Kamu punya bakat."

Kereta pun kembali berjalan.

Gue dibangunin nyokap gue.
Gue gak sadar. Sepertinya gue ketiduran, gak kerasa gue udah sampai di stasiun Jatinegara.
Kakek yang semalem ternyata udah pergi.
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.