Kaskus

Story

abetteroneAvatar border
TS
abetterone
Aku Menyukaimu Karena Aku Menyukaimu
Aku Menyukaimu Karena Aku Menyukaimu


"Aku Menyukaimu Karena Aku Menyukaimu"

karena terkadang memang kita ga butuh yang namanya alasan buat suka ataupun cinta sama seseorang, karena jika kita menyukai atau mencintai seseorang karena sebuah alasan, maka jika hal yang menjadikannya alasan itu hilang, apa kita masih akan tetap menyukainya?

I
Dear Kaskuser,
Cerita ini menceritakan tentang gue, hidup gue, dan hal-hal yang membuat gueseperti sekarang ini. dan gue mencoba buat nuangin itu semua didalam sebuah cerita yang emang awalnya cuman gue tulis di word. Tapi akhirnya gue coba berbagi cerita gue di SFTH ini. Gue berharap cerita gue bisa diambil hal positifnya dan bisa dijadiin pelajaran hidup walaupun emang sebenernya cerita ini ga ada pelajarannya sama sekali emoticon-Ngakak (S).



#RULES

Quote:


#FAQ

Spoiler for F.A.Q:

#INDEX

Spoiler for INDEKS:
Diubah oleh abetterone 27-05-2018 11:47
bukhoriganAvatar border
bukhorigan memberi reputasi
2
89.3K
488
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
abetteroneAvatar border
TS
abetterone
#238
F*cktuation
Sore itu Vira nangis, entah perasaan apa yang dialamin Vira.. sedih,marah,cemburu,kesel..atau malu? Gue gak tau.

“Ra, udah dong jangan nangis mulu” ucap gue mencoba menenangkan Vira

“...hiks..hiksemoticon-Frown” Vira nangis, gue gak kuat kalo liat cewek nangis, bawaan nya pengen nabok.

“Ra..Vira” gue cuman manggil namanya berharap dia berhenti nangis.

Vira ngedeketin bibirnya ke telinga gue, dan dia bisikin sesuatu ke gue.

“Aku malu banget ih vinemoticon-Frown” bisiknya polos ditelinga gue

Gue jadi malah gabisa nahan ketawa, kalo gue ketawa nanti Vira malah tambah nangis. Ya tapi gimana lagi adegan dramatis itu malah jadi sebercanda itu cuman gara-gara tas nyangkut di pintu. Alhasil gue jadi ketawa terbahak-bahak. emoticon-Ngakak (S)

“Ih Kevin kamu malah ikutan ketawa juga, jahat!!emoticon-Frown” teriaknya sambil nangis.

“Iya maaf,maaf habis gimana lagi adegan tadi lucu banget” ucap gue sambil memasang posisi memohon ampun

“Udah ah udah ih kalian pada diem jangan ketawa” pintanya yang kini mulai merasa tenang.

“Iya iya” ucap gue dan Icha.

“Udah ah tadi kan aku lagi bete gara-gara tau kalian tinggal bareng” kata Vira sambil berdiri.

“Udah lah jangan bete, nanti aku jelasin deh semuanya” ucap gue

“Ekhem, kalian kok kaya orang pacaran sih? Kamu lagi kenapa pake bete segala kalo aku tinggal sama Kevin, hah?, emang hubungan kamu
sama Kevin apa sih?emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) ” tanya Icha dengan nada sinis

“Hubungan? Cha, walaupun kamu tinggal bareng sama Kevin, tapai Kevin sukanya sama aku” jawab Vira puas bikin Icha jadi kesel

“Hah? Suka?emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)” tanyanya yang mulai menaikan nada

“Iya Cha gue suka sama Vira, dan kita udah saling tau perasaan masing-masing” ucap gue menjelaskan hubungan gue sama Vira

“Oh gitu, yaudah deh selamat.emoticon-Smilie” Ucapnya lalu pergi

Gue kira Icha bakal nangis atau marah denger penjelasan gue tentang hubungan gue sama Vira, tapi ternyata dia tetep tenang, walau emang katanya diamnya perempuan itu adalah kesedihan terbesarnya. Mungkin gue terlalu cepat jelasin itu semua ke Icha ga nunggu waktu yang tepat, gue jelas-jelas tau kalau dia suka sama gue, tapi gue terlalu menyepelekan perasaan dia, menanggap perasaan suka yang selama ini terus tumbuh dihatinya itu cuman sekedar cinta monyet karena waktu yang udah kita lewatin bersama. Entah karma apa yang nanti bakal menunggu gue. Padahal menurut gue Icha itu cewek yang baik, bahkan mungkin ada lelaki beruntung yang nanti bisa menjaga dan membahagiakan Icha.

Icha pergi makin jauh, gue gak mungkin ngejer dia, karena Vira ada disini. Gue bingung kenapa gue terjebak dalam situasi semacam ini.

“Kejar dia Vin” ucap Vira

“Eh..tapi Ra” ucap gue heran

“Gapapa Vin, kejar aja dia, aku tau yang dia rasain. Kalo kamu gak ngejar dia aku ngerasa jadi cewek yang jahat disini emoticon-Smilie” ucap Vira dan kini mendorong gue untuk ngejer Icha.

“Tapi Ra..” ucap gue

“Udah sana cepet buruan, aku gapapa kok” ucapnya lagi

“Yaudah Ra” ucap gue dan langsung mengejar Icha.

Apa yang gue lakuin ini bener? Gue bahkan gak tau apa yang harus gue lakuin di situasi kali ini, gue harus tetep disini, atau pergi ngejer Icha dan ninggalin Vira sendirian?
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.