- Beranda
- Stories from the Heart
Chaos Theory: Apa yang Sains Dapat Jelaskan Soal Cinta?
...
TS
.biru.tosca
Chaos Theory: Apa yang Sains Dapat Jelaskan Soal Cinta?
Chaos Theory: Apa yang Sains Dapat Jelaskan Soal Cinta

Selamat datang di thread cerita bersambung ini. Cerbung ini berkisah tentang seorang ilmuwan yang berusaha menemukan penjelasan rasional tentang kisah asmaranya. Mohon dukungan, semoga penulis dapat konsisten dan mampu menyelesaikan cerita ini sampai tamat. Selamat membaca semuanya.
Daftar Isi
Quote:
Diubah oleh .biru.tosca 06-09-2016 21:02
anasabila memberi reputasi
1
5K
23
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
.biru.tosca
#14
BAB 3 Eksperimen Psikologi
“Kamu mau ngomong apa?” Mata wanita itu menusuk dalam ke matanya. Cepat dia menoleh ke lampu-lampu jalanan yang lebih mudah untuk dihadapi.
“Aku,” dia berkata pelan, “nggak bisa ngelawak. Ini nggak akan berhasil.”
Tawa sang wanita pun meledak. Seperti air bah yang jebol dari bendungan. Tawa yang terlampau keras sampai membuat perut terasa sedikit sakit.
“Kenapa juga kamu merasa harus ngelucu?” Si wanita bertanya sambil menghapus titik air mata yang keluar dari sudut matanya.
Pria itu kembali terdiam. Di tengah-tengah segala percakapan mereka barusan, pria itu merasa ada sesuatu yang “salah”. Seperti masih ada yang kurang untuknya.
Dia belum merasakan “itu”. Dia belum merasa kalau wanita di hadapannya harus terasa penting untuknya. Dia belum merasa excitedketika pesan pendek wanita itu muncul di handphone-nya sewaktu-waktu. Dia belum otomatis tersenyum ketika melihatnya tersenyum terlebih dahulu.
Kalau dipikir-dipikir, wanita itu sebenarnya menyenangkan kalau diajak ngobrol. Dia seharusnya adalah tipe wanita yang mudah untuk disukai lelaki. Dia pintar, cantik dan baik. Semua lelaki yang mengenal dia pasti mudah untuk menyukainya. Kalaupun ada yang tidak, itu berarti mereka belum mengenal dia dengan baik saja. Barangkali.
Ah benar juga. Batin pria itu dalam hati. Barangkali dia belum mengenal wanita tersebut dengan baik saja. Mungkin nanti dia harus lebih sering jalan dengannya. Lebih banyak mengobrol, berusaha mengenal satu sama lain. Seperti malam ini.
“Face it,” kata dia. “Apa yang orang biasa lakukan di kencan pertama? Mereka saling berusaha untuk meninggalkan kesan. Kata orang, cara paling mudah untuk membuat orang suka kepada kita adalah dengan membuatnya tertawa. Sekarang, coba lihat aku. Monokrom. Kurang dimensi. Tidak romantis. Tidak suka berprosesi. Well, kalaupun kamu suka padaku hari ini, suatu hari nanti kamu pasti akan merasa bosan.”
Si wanita kebingungan. Selama ini, dia memang tidak pernah menyukai pria pembohong. Tapi, kalau terlalu jujur seperti ini, dia sendiri juga tidak tahu harus bagaimana.
“Hmm..” gumam wanita itu, “kalau begitu, jangan buat aku ketawa. Ajak aku ngomong serius.”
“Baiklah. Kamu mau ngomongin apa?”
“Apa ya…” si wanita nampak berpikir. “Oh ya. Jadi, apa yang dapat sains jelaskan tentang abstraksi bernama… Cinta?” Ada nada jahil dalam pertanyaan itu. “Kita cuma bisa merasakannya, kan? Tidak bisa diobservasi.”
Pria itu mulai tertarik. Posisi duduknya menjadi tegak. Pertanyaan wanita itu, terdengar seperti sebuah tantangan di telinganya. Menggunakan sains sebagai kerangka untuk mengkaji satu candu terbesar yang dapat dialami oleh seorang manusia: Cinta. Oh, ini akan menjadi malam yang indah.
“Sebenarnya,” dia memulai lagi, “itu bisa dilakukan. Aku pernah membaca tentang seorang psikolog membuat satu eksperimen yang bertujuan untuk menciptakan intimacy di antara dua orang asing dengan cara memberi 36 pertanyaan untuk mereka jawab, dilanjutkan dengan saling menatap mata satu sama lain selama 4 menit. Menarik.”
“Kita harus mencoba itu kapan-kapan,” tukas wanita itu cepat, sambil terkekeh.
“Ya, boleh saja.”
Senyum simpul tergambar di wajah lelaki itu. Dia teringat sesuatu.
Memakai sains untuk mengobservasi perasaan cinta.
Ini bukan kali pertama dia pernah melakukannya.
Diubah oleh .biru.tosca 30-08-2016 07:58
0
