- Beranda
- Stories from the Heart
(Horror) Diary [TAMAT]
...
TS
ayanokouji
(Horror) Diary [TAMAT]
![(Horror) Diary [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2016/08/12/8901141_20160812100754.jpg)
Illustration courtesy of Awayaye
Halo, dan salam kenal buat agan-agan semua.
Perkenalkan saya anggota lama kaskus tapi newbie di forum SFTH.
Nah, berhubung saya lihat banyak yang menceritakan pengalamannya terutama untuk yang berbau-bau mistis. kebetulan saya dekat dengan seseorang yang memang punya kemampuan lebih untuk melihat yang semacam itu.
Cerita ini adalah berdasarkan kisah nyata, yang memang diambil langsung dari Diary dia
Langsung saja dimulai lah ya
Untuk Postingan pertama saya langsung Posting 2 part deh, karena prologue blum masuk ke cerita
Spoiler for Rules:
Atas permintaan yang punya Diary, mohon dibaca RULESnya sebelum membaca Diary ini ya :
1. Diary ini adalah hasil convert dari catatan di kertas menjadi bentuk elektronik. Jadi ini adalah benar-benar berasal dari Diary asli, kalau sampai ada yang baca dan tidak percaya, it's OK, tidak masalah tapi mohon jangan coba2 menantang apapun 'mahluk' yang disebutkan di Diary ini. Apabila terjadi sesuatu kami tidak bisa menolong.
2. Ini memang bukan urusan TS, tapi usahakan kalau sampai merasakan sesuatu yang tidak beres setelah baca isi Diary teman saya, harap dekatkan diri ke Tuhan segera. Karena seberapa besar Tuhan menolong itu tergantung dari iman kita ketika meminta. Dan percayalah, meminta saat belum melihat apapun dan ketika 'mereka' ada di depanmu itu akan menyebabkan bedanya besar Iman bagi yang tidak terbiasa.
Terimakasih sebelumnya, dan ingat baik2, jangan bermain-main dengan sesuatu dari dunia lain
Part I - Prologue (tanggal Diary - 3 September 2010)
Spoiler for Part I:
3 September 2010
Hallo Diary..
Mulai hari ini aku akan sedikit merubah apa yang aku tulis di dalam lembarmu yach..
Sebenarnya aku sih berniat tidak pernah berkeinginan untuk mengungkapkan rahasia ini, karena aku pasti akan dicap sebagai orang aneh..
Hanya kamu yang mau mendengarkan semua cerita aku tanpa mengeluh, mulai dari aku menyukai siapapun sampai sendirian seperti sekarang (hiks..hiks.. yahh aku tau, trims anyway)
Okay, jadi aku akan menceritakan pengalaman hari ini.. yaah ini kesekian kalinya sudah terjadi padaku, dan untuk teman sejatiku yaitu kamu my Diary, aku akan menuliskan ini, rahasiakan ini yaah..
Ceritanya aku akan mulai dari pengalaman tadi pagi..
Oh ya, sebelumnya aku akan kasihtau sedikit rahasia kepada kamu..
Kamu tau.. ehm.. aku ini bisa melihat hantu atau semacamnya.. guru Agamaku berkata ini adalah anugrah, menurutku lebih seperti kutukan.
Kamu tau, Diary? Mungkin tidak banyak orang yang tau, tapi hantu itu berbeda dengan setan atau semacamnya. Kalau misalkan diumpamakan, hantu itu lebih ke arwah orang-orang yang meninggal atau dalam Bahasa Inggris disebut dengan Ghost. Sedangkan setan bukan arwah, atau mungkin saja tadinya mereka arwah, yang pasti setan itu sudah lebih melewati tingkat keseraman dari Hantu. Dan diatas itu, masih ada lagi yang aku namakan jejadian. Nah, apabila setan itu bentuknya tidak dapat dikatakan bentuk apakah itu, kalau jejadian ini setidaknya sebagian besar dari bentuknya adalah bagian dari hewan-hewan.
Dan diary, dari kesialanku mendapatkan kutukan kemampuan ini, syukurlah aku hanya bisa melihat hantu saja. Yaah, kadang memang ada sedikit pengecualian, yang membuatku enggak tau kenapa bisa melihat yang lebih aneh daripada hantu.
But I tell you my Diary, melihat hantu saja sudah cukup menakutkan lho. Jangan dikira penampilan mereka itu normal-normal saja.. yahh, memang ada yang normal dan tersamar tapi hampir disetiap kejadian mereka akan menunjukkan wujud asli mereka kalau mereka tau kita bisa melihat mereka, dan mereka selalu tau kalau aku bisa melihat mereka.
Upps… sudah jam 11 ternyata, tadinya aku mau menceritakan kejadian penglihatan yang kulihat hari ini, tapi sudah terlalu malam nih, besok aku janji pasti akan cerita padamu dehhh, jangan ngambek yahh
See you tomorrow my Diary, Mulai hari ini aku akan melaporkannya padamu kalau aku melihat sesuatu yang aneh itu, hehe.. Nite
Part II - Misteri Toilet Wanita di lantai 7 - catatan tanggal 4 September 2010
Spoiler for Part II:
4 September 2010
Hallo friend,
As my promise stated, aku bakal ceritain hal yang kemarin terjadi sama aku. Jangan takut yaah, karena aku sudah cukup takut untuk mengingat-ingat ini, jadi tolong semangati aku (he..he..)
Oookay, cerita ini bermulai waktu aku bersama cindy sedang ada ditoilet di lantai 7 kampus kemarin siang setelah kuliah pak Zainul.
Ingatkan aku untuk memarahi Cindy nanti karena dia meninggalkan aku sendirian di toilet itu..
Kau dengar? Meninggalkan aku!
Berkat dia aku jadi melihat.. yahh, sesuatu yang jauh dari menyenangkan..
Sewaktu aku keluar dari bilik toilet dan mencari-cari Cindy, aku tidak menemukannya dimana-mana, aku rasa sih dia pergi buru-buru menemui pacarnya.. ya Tuhan, persahabatan kita hanya sebatas selama pacar tidak mengganggu.
Lalu aku berpikir, ya sudahlah, aku akan membetulkan make-up sebentar dan akan pergi ke food court, sepertinya #### belum datang menjemputku deh, setidaknya aku harus terlihat cantik kaan (he-he-he)
Tiba-tiba aku merasakan udara menjadi dingin, cukup untuk membuat bibirmu bergetar secara reflek.
Dan itu jelas-jelas tidak benar, toilet ini kan jelas-jelas pengap dan tanpa AC dimanapun. Dan otakku baru saja berpikir kalau ada yang tidak beres nih..
Tiba-tiba sudah berdiri seorang wanita dibelakangku, rambutnya panjang dan menutupi separuh mukanya, dia memakai baju kaus berwarna merah menyala dan celana jeans.
Aku langsung berbalik dan reflek berkata kalau dia membuatku kaget. Dan hal berikutnya yang terjadi membuatku hampir saja mengompol
Dia menempelkan mukanya tepat didepan mukaku, kulitnya benar-benar mengerikan, kau tau karpet yang ada tonjolan-tonjolannya begitu? Mukanya dan seluruh kulitnya penuh dengan seperti itu. Dan warna kulitnya sangat pucat, seperti warna krem kekuningan. Dan yang paling mengerikan dari semuanya adalah bola matanya, warna urat darah dibola matanya berwarna coklat kekuningan dan pupil matanya hitam dan bebercak merah.
Dari situ aku langsung tau kalau aku sedang bertemu dengan hantu, dan kali ini bukan hantu yang baik.
Perlahan-lahan dia mendekati aku, tapi tidak pernah menempel pada badanku, mukanya sangat dekat pada mukaku, dan tangannya yang dipenuhi dengan tonjolan-tonjolan itu juga menggapai tubuhku seakan ingin menyentuhku, tapi sentuhan itu tidak pernah terjadi.
Aku merasakan bahwa sekitar 1 jam dia hanya memandangiku saja, berkali-kali berusaha menempelkan dirinya pada badanku, tapi tidak pernah berhasil. Jujur Diary, aku tidak tau kenapa dia tidak bisa menyentuhku, tapi syukurlah karena disaat itu, aku sama sekali tidak bisa bergerak.
Setelah sekitar 1 jam itu, dia akhirnya mundur, kemudian matanya membelalak. Lebih besar dari lebar mata yang bisa dibuka oleh manusia normal, sepertinya seakan-akan semua kelopak matanya tertelan ke dalam rongga matanya. Kemudian warnanya bola matanya perlahan-lahan menjadi merah tua dan kemudian akhirnya menjadi hitam.
Kemudian dia berteriak sambil melompat kehadapanku, dan menghilang tepat didepan mukaku. Aku yakin aku mengompol sedikit kemarin.
Setelah itu suhu di toilet itu kembali pengap. Kakiku terasa kehilangan tulangnya dan aku terduduk di lantai toilet tanpa tenaga.
Kemudian suara handphoneku berbunyi mengagetkan aku, aku mengangkatnya dan #### ternyata menelponku. Dia mengatakan bahwa sudah 5 menit dia mencoba menelponku dan tidak diangkat-angkat. Aku meminta maaf dan berkata mungkin aku tidak mendengarnya tadi.
Ngomong-ngomong… waktu yang berlalu hanya 15 menit, tapi terasa seperti satu jam saat kejadian tadi..
Lain kali ingatkan aku jangan pernah lagi masuk di toilet lantai 7 sendirian ya.
UPDATED!!! PART XLV - "Serangan yang disengaja - II"
Spoiler for INDEX:
part III- Melayat
Part IV - Siapa yang mengikuti aku?
Part V - Bagaimana kutukan ini dimulai
Part VI - Perkemahan SMP
Part VII - Jurit Malam 1
Part VIII - Jurit Malam 2
Part IX - Penghuni Kampusku
Part X - Wanita dress putih
Part X (Final) - Wanita dress putih (lanjutan)
Part XI - Mereka ada di sekeliling kita
Part XII - Kalau kau jahat
Part XIII - Lauren dan ketiga anaknya
Part XIV- WARNING!! Baca catatan saya sebelum lanjut baca - Si Nenek dan Cucunya 1
Part XV - Si Nenek dan Cucunya 2
Part XVI - Wanita Dress Putih is back
Part XVII - Lift kampusku
Part XVIII - Tiga anak lauren kembali
Part XIX - Mahluk aneh
Part XX - Kampus sarang Kunti
Part XXI - Sang "dewa" jahat
Part XXII - Curiousity Kills the Cat
Part XXII - Bagian 2 - Robert and the Devil 1
Part XXII - Bagian 3 - Robert and the Devil 2
Part XXIII - Kembalinya si mahluk aneh
Part XXIV - Part I - si "dewa" jahat kembali 1
Part XXIV - Part II - si "dewa" jahat kembali 2
Part XXV - Robert
Part XXVI - aku dan kegelapan
part XXVII - Wewe Hitam
Part XXVIII - Wewe Hitam dan Wewe Putih
Part XXIX (bagian pertama) - He and Me (bag 1)
Part XXX (Bagian kedua) - He and Me (bag 2)
Part XXXI - sang pelindung
Part XXXII - Villa di gunung 1
Part XXXIII - Villa di gunung 2
Part XXXIV - Villa di gunung 3
Part XXXV - Villa di gunung (tamat) bag awal
Part XXXV - bagian akhir - Villa di gunung (tamat) bag akhir
Part XXXVI - Kutukan baru
Part XXXVI - Tambahan - Kutukan baru (tambahan)
Part XXXVII - Bagian Pertama - Iblis bag 1 -(Ketika dia terluka)
Part XXXVIII - bagian kedua - Iblis bag 2 - (si pemilik mata)
Part XXXIX - Cermin
Part XL - Ketika Ayano sakit
Part XLI - Goodbye
PART XLII - Mahluk di Jendela
PART XLIII - Akhir si "dewa" jahat
PART XLIII (lanjutan) - Akhir si "dewa" jahat (bag Akhir)
Part XLIV - Serangan yang disengaja - I
PART XLV - Serangan yang disengaja - 2 UPDATE
Bonus Story : Pengalaman TS dan yang punya Diary
Pengalaman bersama dia yang menulis Diary I
Bonus Story II Ketika yang tidak biasa melihat diperlihatkan
BONUS STORY III - Pengalaman Horror ketika main game
BONUS STORY IV : Kejadian di Malam Jumat Kliwon[
*SPECIAL* Bonus Story IV - part 2 - Elisa's POV
Bonus Story V - Part I
Bonus Story V - Part 2
Bonus Story V - part 3
Bonus Story VI
Bonus Story VII #awasbebehplusplus
Bonus Story VIII
Bonus Story IX
Bonus Story X
Bonus Story XI
BONUS PART XII - Bagian ketiga (Elisa POV)
Kiriman cerita dari para pembaca :
Kiriman cerita dari agan Gent4r - 1 (Gent4r, Romi vs Miss K)
Pengalaman agan Gent4r kedua
Kiriman cerita dari pembaca
Thread lainnya tentang saya dan Elisa
Saya dan Gadis bermata Indigo
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 39 suara
Berhubung banyak yang nyaranin Untuk ganti judul Thread, mohon masukan terkait itu :
Judul Thread tetap, soalnya daripada ribet nyari Threadnya lagi
56%
Judul Thread diganti ke judul Thread yang di dalem
33%
Judul Thread kudu diganti ke judul Thread yang beda dan lebih menarik
10%
Diubah oleh ayanokouji 19-11-2016 12:18
radorada dan 23 lainnya memberi reputasi
24
1.1M
Kutip
2.2K
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
ayanokouji
#560
Mari kita lanjutkan Bonus Story ke VIII - ini adalah yang ada horrorny yah., yang di apartment saya Skip
Setelah event dengan Ria di apartementnya kemarin *Sengaja saya skip gan, ntar saya pisah thread aja, disini khusus horror pokoke*
Saya datang ke kantor jam 4 tepat.
Dan ketika saya datang, tampak Ria dan Desy sedang berselisih paham di depan ruangan saya.
Sembari OB sedang memindahkan kubikel dan peralatan komputernya ke dalam ruangan.
Sepertinya selisih paham mereka cukup seru karena masing-masing dari mereka saling beradu kata satu sama lainnya.
Saya mendekat tanpa terlihat oleh mereka tapi masih bisa mendengar suara pembicaraan mereka.
"Ci Ria jangan seenaknya lah, kasian kan koko kalau begitu" seru Desy.
"Lho.. gua kan enggak maksa dia lho" jawab Ria tak kalah sengit.
"Ya namanya cici yang godain kan tetep" tantang Desy lagi.
"Bah! bilang aja lu ngiri gak bisa mancing dia pake t*k*d lu yang kecil!" sembur Ria.
"Arh! ga usah bawa-bawa t*k*d!!" ujar Desy "Lagian cici punya juga udah kendor"
"Enak aja, Ayano bilang bagus kok" sembur Ria lagi.
Wryyyy..... buseedd... kaga salah apa tu cewek dua berantem di sini... mana gue kebawa-bawa lagi.
Saya mengambil langkah secepat kilat menjauh dari sana. Setelah berada cukup jauh, saya mengaktifkan handphone saya dan segera mencari-cari nomor telepon Ria.
Tuuutt...Tuuutt...Tuuuttt...
"Ya bapak?" jawab Ria di sambungan telepon.
Waw.... bisa ya cewek dari panas begitu bisa jawab langsung manis begini?
"ah.. emm.. gini Ri, saya kena macet nih, bentar lagi saya baru sampe" jelas saya ke Ria "Bisa tolong bantu saya fotocopy-in DFD prosedur ########### dari bagian SOP? takut mereka keburu mau pulang"
"Siap pak!!" kata Ria riang.
"awas lu, kita lanjut entar.."
"Males gua ci, tapi gua bilang aja, lu bisa, berarti gua juga bisa deketin koko..."
Saya mendengar suara debat diantara kedua gadis itu sembari Ria mematikan sambungan teleponnya.
Emak... idup gue kacau nih....
Pikir saya.
Belum lagi kalau sampai Elisa tau nih... bisa cemburu gak jelas... wew....
Setelah menunggu kira-kira 20 menit, sayapun mulai berjalan kembali ke ruangan kantor.
"Halo pak" sambut Ria menunggu saya di depan ruangan.
"Lho, kamu nunggu di sini? kubikel kamu mana?" tanya saya.
"Dalem pak, kan udah ditentuin kemarin... sama manatau bapak mau lanjutin yang kemarin malem" katanya.
"Huss... kamu jangan begitu ah.. nanti saya berharap beneran lho" kata saya.
"Justru aku maunya bapak beneran berharap" katanya ringan.
Saya tidak menjawab, hanya buru-buru masuk ke dalam ruangan, diikuti oleh Ria.
"Pak, ngomong-ngomong.." panggil Ria.
"Ya?"
"Bapak suruh Desy panggil bapak 'koko' ya? kok saya gak disuruh begitu juga?"
"Eh.. oh.. saya gak kepikir" jawab saya tergagap bagaikan orang ke-gap b*ker di celana.
"Jadi boleh.."
"Yaahh.., serah deh... atur aja" jawab saya gugup sambil meminum air putih yang sudah disiapkan untuk saya di meja.
"Atau mau kayak kemarin? panggilnya sayang?"
Prruuuuttttt!!!
Saya menyemburkan air yang sedang saya minum ke arah meja saya.
"Huk..uhukk!! uhuuukkkk!!!" saya terbatuk-batuk karena tersedak beneran.
"Ihh.. koko jorok..." Ria buru-buru mengambil lap dan membersihkan meja kerja yang basah karena air.
"Jangan sembarangan Ri..."
"Ok, OK pak" jawab Ria dengan tawa "Tapi saya serius ya pak, dipertimbangkan ya" katanya.
Dan itu benar-benar membuat saya tidak konsen pada pekerjaan pada awalnya, namun lama-lama perhatianku jadi terfokus dari pekerjaan yang memang saya jadwalkan untuk selesai pada hari ini.
Saya sedang asyik-asyiknya mengetik di laptop ketika layar menjadi freeze total.
"What!? sial belum save nih"
"Kenapa pak?" Ria berdiri dari tempat duduknya di seberang tempat saya duduk.
"Laptop freeze nih... mana blom save lagi"
"Kok bisa freeze pak?"
"Tau nih, biasanya kagak pernah begini"
"Eh... pak..."
Ria berteriak dalam bisikannya "Pak!!"
Saya mendongakkan wajah saya untuk melihat gadis itu. Dia sedang menunjuk-nunjuk ke arah saya.
Oh bukan, ke arah belakang saya.
Mulutnya berseru tanpa suara "ituu Ituuu!!"
Saya menengok ke belakang saya.
Nothing...
"Bayangan pak!! Ba..ya..ngan!!" teriak Ria dengan berbisik.
Bayangan? oh, maksudnya bayanganku...
Wtf?
Bayanganku terlihat perlahan-lahan membesar.
"The hell!?"
Saya mundur perlahan dari bangku saya hingga sejajar dengan tempat duduk Ria.
Memang terlihat jelas bayangan yang membesar hingga hampir menutupi separuh ruangan.
Sreet..sreett...srett...
Perlahan-lahan, laptopku bergerak.berputar hingga menghadap kami.
Tick..tick..Tick...
kata-kata mulai terbentuk di Notepad yang terbuka, dengan ukuran font yang cukup besar hingga terbaca olehku dan Ria dari tempat kami berdiri.
HALO
Tick..Tick..Tick...
TIDAK KAMI SANGKA KALIAN AKAN KEMBALI LAGI DI RUANGAN INI
Tick..Tick...TIck...
BIASANYA TIDAK ADA YANG BISA BERTAHAN LEBIH DARI DUA HARI
TIck..Tick..Tick...
JADI, KAMI RASA KALIAN COCOK UNTUK MENJADI TEMAN KAMI..
Seakan-akan suhu ruangan langsung drop menjadi sangat dingin. Luar biasa dingin.
Entah hanya perasaanku saja, atau memang suhu ruangan ini menjadi sangat dingin.
"Ko..." Ria menarik lengan bajuku "Jamnya..."
"Hah?" tanya saya pada Ria. Dia menunjukkan jamnya. Jam 7:44 menit.
Sial.
Bagaimana bisa tau-tau sudah jam segitu?
Tick..Tick..Tick...
JADI, HARI INI KAMI AKAN PERLIHATKAN WAKTU KAMI MATI
"Ria!!, ayo cepat keluar, tinggalin aja tas kamu, saya anter kamu pulang sekarang!!" teriak saya panik sambil menarik bahu gadis itu.
Saya menarik pintu ruangan dengan cepat, tiba-tiba pintu itu bagaikan direnggut dari tanganku hingga terlepas dari genggaman saya.
BRAKK!!
Pintu terbanting dengan keras.
Tick...Tick...Tick...
KALIAN MAU KEMANA?
"Cukup!! jangan libatkan kami ke urusan kalian!!" teriak saya "Please" tambah saya kemudian. Saya rasa bukan ide yang baik untuk membuat 'mereka' marah kan?
Tick...Tick...Tick...
JANGAN BEGITU...
Tick..Tick...Tick...
KITA KAN TEMAN.
"Ap-!!" belum sempat saya berteriak, tiba-tiba saya melihat seakan-akan seluruh ruangan bertumpukan dengan image dari ruangan lain. Ruangan kantor yang penuh dengan pekerja.
Image itu separuh transparan seperti sedang melihat film 3 dimensi yang sedang bertumpukan dengan benda nyata.
"A.... apa?" Ria bergumam lirih di sisi saya, sepertinya dia juga melihat hal yang sama seperti saya.
Kemudian saya melihat adegan seseorang memasuki ruangan itu. Seorang bapak dengan setelan jas abu-abu, sepertinya dia adalah salah satu atasan di kantor ini atau setidaknya mungkin seperti itu. Karena didukung oleh penampilannya yang berkepala sedikit botak dan berkumis tebal hingga menunjukkan karisma tersendiri.
- bagaimana pak? - seorang karyawan berdiri ketika melihat bapak jas abu-abu itu masuk.
- Dirut sudah mengizinkan kita pulang, tapi berhati-hatilah karena keadaan masih rusuh
PRANGG!! terdengar suara kaca pecah, dan sebuah batu melayang masuk ke dalam.
Seorang karyawan berlari menuju jendela yang pecah itu -pak!! daerah ini sudah terkepung!!-
Seluruh karyawan lainnya terburu-buru berlari menuju jendela -Astaga!! gedung sebelah kebakar!! -
- Apa!!? - teriak si bapak berjas abu-abu.
- Apinya udah ngerembet pak, ahhh!!! - teriak salah seorang karyawati, kemudian keadaan menjadi kacau balau.
Mereka tampak membuka pintu ruangan itu. Namun begitu pintu terbuka, bubungan asap masuk ke dalam ruangan itu.
- Asap!! jangan dihirup!! - seru seorang karyawan lainnya.
- Seluruh karyawan harap menutup hidung, jangan sampai terhirup. Jim, kamu atur teman-teman, kita keluar dari gedung - seru si bapak itu.
Mereka semua tampak berusaha mencari penutup untuk mulut dan hidung mereka dan beringsut-ingsut keluar sambil berada dalam barisan.
Keadaan di luar ruangan itu sama saja kacaunya. Semua karyawan tampak panik karena asap yang mengepung ruangan.
"Hukk..Uhukk..!!" Ria yang berada di sebelah saya tiba-tiba terbatuk-batuk.
"Ri?" tanya saya, tapi sesaat kemudian saya juga ikut terbatuk-batuk "Ohokk...ohoookkk!!" saya merakan asap memasuki paru-paru saya.
Saya juga merasakan mata saya pedih seakan benar-benar terkena asap.
Tick..tick...tick...
ITU BARU AWAL MULANYA...
Tick..Tick...Tick...
PENDERITAAN KAMI MASIH BELUM MULAI
Lalu saya mendengar seseorang berteriak, seseorang dari image itu - Api!! Api!!! KEBAKARAN!!! - serunya.
Saya belum pernah melihat api yang begitu cepat menyambar seluruh ruangan, atau bahkan seluruh bangunan ini. Seakan-akan bangunan ini sudah diminyaki terlebih dahulu sebelumnya.
BRAKKK!!!
Saya melihat bangunan sudah mulai runtuh di mana-mana.
- Pak!! pintu keluar tertutup!! - teriak seseorang yang bernama Jim itu.
- Pak, Susan dan teman-teman terkurung di dalam ruangan!! - seru seorang karyawan yang lain.
Bapak berjas abu-abu itu terlihat bingung. kemudian meneriakkan ke Jim - Kamu lewat tangga darurat, disitu harusnya aman, tapi tetap tutup hidung kalian!! - serunya sementara dia berlari masuk ke ruangannya tadi.
BRUKKK!! BLARRRRR!!! api menyambar-nyambar di ruangan itu dengan besar dan liar.
Sesaat kemudian, satu per satu saya mendengar teriakan-teriakan kesakitan datang dari seluruh ruangan itu. Dan perlahan-lahan bergema seakan-akan teriakan itu datang dari seluruh bangunan yang terbakar itu.
-Aaaaaaaa!!!
-Panass!!! AAaaaaa!! -
- Toloong!! Toloong!! -
Sepertinya pada akhirnya bapak itu dan karyawan-karyawan lainnya tidak berhasil keluar dari kobaran api itu.
Rasa panas menyentuh kulitku seakan-seakan saya melihat semua itu dari jarak dekat.
Tanpa saya sadari, Ria memeluk saya. Badannya bergetar dan bajunya basah karena keringat.
"Ria..." saya memanggil dia.
"Oh.. sory ko... " wajahnya terlihat sangat pucat.
Melihat kondisinya yang demikian tanpa sadar saya juga memeluknya..
Tick..Tick..Tick....
KALIAN SUDAH MELIHAT KISAH KAMI
Tick.. Tick.. Tick...
TERIMA KASIH...
Lalu semua lampu mati hingga tidak terlihat apapun.
Dan sesaat kemudian menyala lagi semua.
Saya dan Ria saling menatap, lalu tanpa berkata banyak, saya mengantarkan Ria pulang.
"Ko, mampir yuk" kata Ria.
"Jangan hari ini ya Ri, saya agak capek"
"Iya deh" kata Ria tersenyum.
saya menunggunya hingga dia masuk ke apartmentnya.
Kemudian saya menyalakan mobil kembali dan hendak pulang
Tok..Tok..Tok...
"Hah?"
"Loh Des? kamu kok disini?" tanya saya kaget.
"Pak.. numpang pulang ya..." kata Desy
Untuk kisah dengan Ria dan dengan Desy nantikan di Thread saya yang satunya.
Aku dan Gadis bermata Indigo
Thread khusus cerita romance dan komedi dari sudut pandang saya. Thread Horror ini khusus dedikasi untuk cerita horror aja yah.
Spoiler for Bonus Story Part VIII - Mana yang lebih serem? Hantu atau Direbutin cewek?:
Setelah event dengan Ria di apartementnya kemarin *Sengaja saya skip gan, ntar saya pisah thread aja, disini khusus horror pokoke*
Saya datang ke kantor jam 4 tepat.
Dan ketika saya datang, tampak Ria dan Desy sedang berselisih paham di depan ruangan saya.
Sembari OB sedang memindahkan kubikel dan peralatan komputernya ke dalam ruangan.
Sepertinya selisih paham mereka cukup seru karena masing-masing dari mereka saling beradu kata satu sama lainnya.
Saya mendekat tanpa terlihat oleh mereka tapi masih bisa mendengar suara pembicaraan mereka.
"Ci Ria jangan seenaknya lah, kasian kan koko kalau begitu" seru Desy.
"Lho.. gua kan enggak maksa dia lho" jawab Ria tak kalah sengit.
"Ya namanya cici yang godain kan tetep" tantang Desy lagi.
"Bah! bilang aja lu ngiri gak bisa mancing dia pake t*k*d lu yang kecil!" sembur Ria.
"Arh! ga usah bawa-bawa t*k*d!!" ujar Desy "Lagian cici punya juga udah kendor"
"Enak aja, Ayano bilang bagus kok" sembur Ria lagi.
Wryyyy..... buseedd... kaga salah apa tu cewek dua berantem di sini... mana gue kebawa-bawa lagi.
Saya mengambil langkah secepat kilat menjauh dari sana. Setelah berada cukup jauh, saya mengaktifkan handphone saya dan segera mencari-cari nomor telepon Ria.
Tuuutt...Tuuutt...Tuuuttt...
"Ya bapak?" jawab Ria di sambungan telepon.
Waw.... bisa ya cewek dari panas begitu bisa jawab langsung manis begini?
"ah.. emm.. gini Ri, saya kena macet nih, bentar lagi saya baru sampe" jelas saya ke Ria "Bisa tolong bantu saya fotocopy-in DFD prosedur ########### dari bagian SOP? takut mereka keburu mau pulang"
"Siap pak!!" kata Ria riang.
"awas lu, kita lanjut entar.."
"Males gua ci, tapi gua bilang aja, lu bisa, berarti gua juga bisa deketin koko..."
Saya mendengar suara debat diantara kedua gadis itu sembari Ria mematikan sambungan teleponnya.
Emak... idup gue kacau nih....
Pikir saya.
Belum lagi kalau sampai Elisa tau nih... bisa cemburu gak jelas... wew....
Setelah menunggu kira-kira 20 menit, sayapun mulai berjalan kembali ke ruangan kantor.
"Halo pak" sambut Ria menunggu saya di depan ruangan.
"Lho, kamu nunggu di sini? kubikel kamu mana?" tanya saya.
"Dalem pak, kan udah ditentuin kemarin... sama manatau bapak mau lanjutin yang kemarin malem" katanya.
"Huss... kamu jangan begitu ah.. nanti saya berharap beneran lho" kata saya.
"Justru aku maunya bapak beneran berharap" katanya ringan.
Saya tidak menjawab, hanya buru-buru masuk ke dalam ruangan, diikuti oleh Ria.
"Pak, ngomong-ngomong.." panggil Ria.
"Ya?"
"Bapak suruh Desy panggil bapak 'koko' ya? kok saya gak disuruh begitu juga?"
"Eh.. oh.. saya gak kepikir" jawab saya tergagap bagaikan orang ke-gap b*ker di celana.
"Jadi boleh.."
"Yaahh.., serah deh... atur aja" jawab saya gugup sambil meminum air putih yang sudah disiapkan untuk saya di meja.
"Atau mau kayak kemarin? panggilnya sayang?"
Prruuuuttttt!!!
Saya menyemburkan air yang sedang saya minum ke arah meja saya.
"Huk..uhukk!! uhuuukkkk!!!" saya terbatuk-batuk karena tersedak beneran.
"Ihh.. koko jorok..." Ria buru-buru mengambil lap dan membersihkan meja kerja yang basah karena air.
"Jangan sembarangan Ri..."
"Ok, OK pak" jawab Ria dengan tawa "Tapi saya serius ya pak, dipertimbangkan ya" katanya.
Dan itu benar-benar membuat saya tidak konsen pada pekerjaan pada awalnya, namun lama-lama perhatianku jadi terfokus dari pekerjaan yang memang saya jadwalkan untuk selesai pada hari ini.
Saya sedang asyik-asyiknya mengetik di laptop ketika layar menjadi freeze total.
"What!? sial belum save nih"
"Kenapa pak?" Ria berdiri dari tempat duduknya di seberang tempat saya duduk.
"Laptop freeze nih... mana blom save lagi"
"Kok bisa freeze pak?"
"Tau nih, biasanya kagak pernah begini"
"Eh... pak..."
Ria berteriak dalam bisikannya "Pak!!"
Saya mendongakkan wajah saya untuk melihat gadis itu. Dia sedang menunjuk-nunjuk ke arah saya.
Oh bukan, ke arah belakang saya.
Mulutnya berseru tanpa suara "ituu Ituuu!!"
Saya menengok ke belakang saya.
Nothing...
"Bayangan pak!! Ba..ya..ngan!!" teriak Ria dengan berbisik.
Bayangan? oh, maksudnya bayanganku...
Wtf?
Bayanganku terlihat perlahan-lahan membesar.
"The hell!?"
Saya mundur perlahan dari bangku saya hingga sejajar dengan tempat duduk Ria.
Memang terlihat jelas bayangan yang membesar hingga hampir menutupi separuh ruangan.
Sreet..sreett...srett...
Perlahan-lahan, laptopku bergerak.berputar hingga menghadap kami.
Tick..tick..Tick...
kata-kata mulai terbentuk di Notepad yang terbuka, dengan ukuran font yang cukup besar hingga terbaca olehku dan Ria dari tempat kami berdiri.
HALO
Tick..Tick..Tick...
TIDAK KAMI SANGKA KALIAN AKAN KEMBALI LAGI DI RUANGAN INI
Tick..Tick...TIck...
BIASANYA TIDAK ADA YANG BISA BERTAHAN LEBIH DARI DUA HARI
TIck..Tick..Tick...
JADI, KAMI RASA KALIAN COCOK UNTUK MENJADI TEMAN KAMI..
Seakan-akan suhu ruangan langsung drop menjadi sangat dingin. Luar biasa dingin.
Entah hanya perasaanku saja, atau memang suhu ruangan ini menjadi sangat dingin.
"Ko..." Ria menarik lengan bajuku "Jamnya..."
"Hah?" tanya saya pada Ria. Dia menunjukkan jamnya. Jam 7:44 menit.
Sial.
Bagaimana bisa tau-tau sudah jam segitu?
Tick..Tick..Tick...
JADI, HARI INI KAMI AKAN PERLIHATKAN WAKTU KAMI MATI
"Ria!!, ayo cepat keluar, tinggalin aja tas kamu, saya anter kamu pulang sekarang!!" teriak saya panik sambil menarik bahu gadis itu.
Saya menarik pintu ruangan dengan cepat, tiba-tiba pintu itu bagaikan direnggut dari tanganku hingga terlepas dari genggaman saya.
BRAKK!!
Pintu terbanting dengan keras.
Tick...Tick...Tick...
KALIAN MAU KEMANA?
"Cukup!! jangan libatkan kami ke urusan kalian!!" teriak saya "Please" tambah saya kemudian. Saya rasa bukan ide yang baik untuk membuat 'mereka' marah kan?
Tick...Tick...Tick...
JANGAN BEGITU...
Tick..Tick...Tick...
KITA KAN TEMAN.
"Ap-!!" belum sempat saya berteriak, tiba-tiba saya melihat seakan-akan seluruh ruangan bertumpukan dengan image dari ruangan lain. Ruangan kantor yang penuh dengan pekerja.
Image itu separuh transparan seperti sedang melihat film 3 dimensi yang sedang bertumpukan dengan benda nyata.
"A.... apa?" Ria bergumam lirih di sisi saya, sepertinya dia juga melihat hal yang sama seperti saya.
Kemudian saya melihat adegan seseorang memasuki ruangan itu. Seorang bapak dengan setelan jas abu-abu, sepertinya dia adalah salah satu atasan di kantor ini atau setidaknya mungkin seperti itu. Karena didukung oleh penampilannya yang berkepala sedikit botak dan berkumis tebal hingga menunjukkan karisma tersendiri.
- bagaimana pak? - seorang karyawan berdiri ketika melihat bapak jas abu-abu itu masuk.
- Dirut sudah mengizinkan kita pulang, tapi berhati-hatilah karena keadaan masih rusuh
PRANGG!! terdengar suara kaca pecah, dan sebuah batu melayang masuk ke dalam.
Seorang karyawan berlari menuju jendela yang pecah itu -pak!! daerah ini sudah terkepung!!-
Seluruh karyawan lainnya terburu-buru berlari menuju jendela -Astaga!! gedung sebelah kebakar!! -
- Apa!!? - teriak si bapak berjas abu-abu.
- Apinya udah ngerembet pak, ahhh!!! - teriak salah seorang karyawati, kemudian keadaan menjadi kacau balau.
Mereka tampak membuka pintu ruangan itu. Namun begitu pintu terbuka, bubungan asap masuk ke dalam ruangan itu.
- Asap!! jangan dihirup!! - seru seorang karyawan lainnya.
- Seluruh karyawan harap menutup hidung, jangan sampai terhirup. Jim, kamu atur teman-teman, kita keluar dari gedung - seru si bapak itu.
Mereka semua tampak berusaha mencari penutup untuk mulut dan hidung mereka dan beringsut-ingsut keluar sambil berada dalam barisan.
Keadaan di luar ruangan itu sama saja kacaunya. Semua karyawan tampak panik karena asap yang mengepung ruangan.
"Hukk..Uhukk..!!" Ria yang berada di sebelah saya tiba-tiba terbatuk-batuk.
"Ri?" tanya saya, tapi sesaat kemudian saya juga ikut terbatuk-batuk "Ohokk...ohoookkk!!" saya merakan asap memasuki paru-paru saya.
Saya juga merasakan mata saya pedih seakan benar-benar terkena asap.
Tick..tick...tick...
ITU BARU AWAL MULANYA...
Tick..Tick...Tick...
PENDERITAAN KAMI MASIH BELUM MULAI
Lalu saya mendengar seseorang berteriak, seseorang dari image itu - Api!! Api!!! KEBAKARAN!!! - serunya.
Saya belum pernah melihat api yang begitu cepat menyambar seluruh ruangan, atau bahkan seluruh bangunan ini. Seakan-akan bangunan ini sudah diminyaki terlebih dahulu sebelumnya.
BRAKKK!!!
Saya melihat bangunan sudah mulai runtuh di mana-mana.
- Pak!! pintu keluar tertutup!! - teriak seseorang yang bernama Jim itu.
- Pak, Susan dan teman-teman terkurung di dalam ruangan!! - seru seorang karyawan yang lain.
Bapak berjas abu-abu itu terlihat bingung. kemudian meneriakkan ke Jim - Kamu lewat tangga darurat, disitu harusnya aman, tapi tetap tutup hidung kalian!! - serunya sementara dia berlari masuk ke ruangannya tadi.
BRUKKK!! BLARRRRR!!! api menyambar-nyambar di ruangan itu dengan besar dan liar.
Sesaat kemudian, satu per satu saya mendengar teriakan-teriakan kesakitan datang dari seluruh ruangan itu. Dan perlahan-lahan bergema seakan-akan teriakan itu datang dari seluruh bangunan yang terbakar itu.
-Aaaaaaaa!!!
-Panass!!! AAaaaaa!! -
- Toloong!! Toloong!! -
Sepertinya pada akhirnya bapak itu dan karyawan-karyawan lainnya tidak berhasil keluar dari kobaran api itu.
Rasa panas menyentuh kulitku seakan-seakan saya melihat semua itu dari jarak dekat.
Tanpa saya sadari, Ria memeluk saya. Badannya bergetar dan bajunya basah karena keringat.
"Ria..." saya memanggil dia.
"Oh.. sory ko... " wajahnya terlihat sangat pucat.
Melihat kondisinya yang demikian tanpa sadar saya juga memeluknya..
Tick..Tick..Tick....
KALIAN SUDAH MELIHAT KISAH KAMI
Tick.. Tick.. Tick...
TERIMA KASIH...
Lalu semua lampu mati hingga tidak terlihat apapun.
Dan sesaat kemudian menyala lagi semua.
Saya dan Ria saling menatap, lalu tanpa berkata banyak, saya mengantarkan Ria pulang.
"Ko, mampir yuk" kata Ria.
"Jangan hari ini ya Ri, saya agak capek"
"Iya deh" kata Ria tersenyum.
saya menunggunya hingga dia masuk ke apartmentnya.
Kemudian saya menyalakan mobil kembali dan hendak pulang
Tok..Tok..Tok...
"Hah?"
"Loh Des? kamu kok disini?" tanya saya kaget.
"Pak.. numpang pulang ya..." kata Desy
Untuk kisah dengan Ria dan dengan Desy nantikan di Thread saya yang satunya.
Aku dan Gadis bermata Indigo
Thread khusus cerita romance dan komedi dari sudut pandang saya. Thread Horror ini khusus dedikasi untuk cerita horror aja yah.
0
Kutip
Balas