- Beranda
- Stories from the Heart
[FANTASY] Darkness by storyteller Q
...
TS
esteller2
[FANTASY] Darkness by storyteller Q
Darkness
Asswrwb.
agan agan sekalian yang saya hormati. ane akan membagikan cerita yang sebenarnya telah ane pikirkan dari dulu yang sekarang ane coba share kepada agan sekalian. Tolong dimaafkan jika ada kesalahan atau kurang menarik karena ini pertama kalinya ane buat cerita kaya begini. Karena ini pengalaman pertama ane, tolong diberi kritik dan saran agar ane bisa berkembang menjadi penulis ceriita yang lebih baik.
Intro Song
Spoiler for Prologue:
Dunia di masa depan sangatlah berbeda dengan dunia di masa lalu, sejak manusia melakukan kontak pertama dengan mahluk luar angkasa. mahluk luar angkasa ternyata sangat berbeda dari yang diimajinasikan manusia, ternyata di luar sana terdapat banyak planet seperti bumi dan kebanyakan planet dihuni oleh spesies yang sangat beragam, namun kebanyakan dari mereka sangatlah mirip dengan manusia terlepas dari beberapa perbedaan seperti anggota tubuh tambahan seperti ekor,tanduk atau duri di tubuh mereka. Para mahluk luar angkasa membawa perubahan besar bagi manusia, mereka memperkenalkan teknologi yang membuat manusia dapat menjelajahi luar angkasa, tapi yang paling penting adalah mereka memperkenalkan manusia pada "zai", "skill", dan "magic" .
zai adalah tenaga dalam yang tersimpan dalam diri semua mahluk. zai dapat dimanfaatkan untuk banyak hal seperti menguatkan badan, meningkatkan kemampuan otot dan lain lain yang memungkinkan orang untuk melakukan hal luar biasa seperti mengangkat benda yang sangat berat dan menjadi kebal peluru, semua orang dapat menggunakan zai tetapi dibutuhkan kerja keras agar seseorang dapat mengontrol zai yang tersimpan dalam dirinya sendiri. zai seperti stamina orang biasa jika digunakan akan berkurang dan jika tidak digunakan akan pulih kembali. magic adalah partikel yang memenuhi ruang yang jika digunakan dapat menghasilkan efek sihir seperti menyemburkan api, memanggil hewan dari jarak jauh dan lain lain. Tidak seperti zai ,tidak semua orang dapat menggunakan magic hanya orang orang yang bertalenta dan sangat pintarlah yang dapat memanfaatkan magic. Magic juga tidak akan habis habis, tapi menggunakan magic menguras stamina orang yang menggunakannya. kemudian ada skill yaitu kemampuan unik yang dimiliki orang orang tertentu dari saat mereka lahir, orang yang memiliki skill sangatlah sedikit hanya sekitar 1 dari 1 milyar orang, menggunakan skill akan menghabiskan zai seseorang, skill adalah kemampuan yang sangat kuat dan setiap orang memiliki skill yang berbeda-beda.
Manusia sekarang tergabung dalam solar federation yaitu negara federal yang merupakan gabungan dari koloni planet- planet di tata surya matahari, solar federation sendiri adalah bagian dari kerajaan Dacuria yang menguasai galaksi Bima Sakti, kerajaan Dacuria dipimpin oleh raja Gid Dacuria, dan spesies utama dari kerajaan ini adalah spesies Dacurian, spesies mirip manusia tetapi memiliki ekor seperti ekor setan.
zai adalah tenaga dalam yang tersimpan dalam diri semua mahluk. zai dapat dimanfaatkan untuk banyak hal seperti menguatkan badan, meningkatkan kemampuan otot dan lain lain yang memungkinkan orang untuk melakukan hal luar biasa seperti mengangkat benda yang sangat berat dan menjadi kebal peluru, semua orang dapat menggunakan zai tetapi dibutuhkan kerja keras agar seseorang dapat mengontrol zai yang tersimpan dalam dirinya sendiri. zai seperti stamina orang biasa jika digunakan akan berkurang dan jika tidak digunakan akan pulih kembali. magic adalah partikel yang memenuhi ruang yang jika digunakan dapat menghasilkan efek sihir seperti menyemburkan api, memanggil hewan dari jarak jauh dan lain lain. Tidak seperti zai ,tidak semua orang dapat menggunakan magic hanya orang orang yang bertalenta dan sangat pintarlah yang dapat memanfaatkan magic. Magic juga tidak akan habis habis, tapi menggunakan magic menguras stamina orang yang menggunakannya. kemudian ada skill yaitu kemampuan unik yang dimiliki orang orang tertentu dari saat mereka lahir, orang yang memiliki skill sangatlah sedikit hanya sekitar 1 dari 1 milyar orang, menggunakan skill akan menghabiskan zai seseorang, skill adalah kemampuan yang sangat kuat dan setiap orang memiliki skill yang berbeda-beda.
Manusia sekarang tergabung dalam solar federation yaitu negara federal yang merupakan gabungan dari koloni planet- planet di tata surya matahari, solar federation sendiri adalah bagian dari kerajaan Dacuria yang menguasai galaksi Bima Sakti, kerajaan Dacuria dipimpin oleh raja Gid Dacuria, dan spesies utama dari kerajaan ini adalah spesies Dacurian, spesies mirip manusia tetapi memiliki ekor seperti ekor setan.
Spoiler for INDEX:
BAB I :
BAB I
BAB II : The Challange
BAB II part 1
BAB II part 2
BAB III : The Chosen 10
BAB III part 1
BAB III part 2
BAB IV : Supernatural Club
BAB IV part 1
BAB IV part 2
BAB V : Mid-Tem
BAB V part 1
BAB V part 2
BAB V part 3
BAB VI : Ghost of Classroom
BAB VI part 1
BAB VI part 2
BAB VII: Missing
BAB VII part 1
BAB VII part 2
BAB VIII: Demon and Human
BAB VIII part 1
BAB VIII part 2
BAB IX: Training
BAB IX part 1
BAB IX part 2
BAB IX part 3
BAB X: A New Day
BAB X part 1
BAB X part 2
BAB XI: Dread Wood
BAB XI part 1
BAB XI part 2
BAB XI part 3
BAB XII: Nero Caesar
BAB XII part 1
BAB XII part 2
BAB XII part 3
BAB XII part 4
BAB XIII: Axiom Tournament
BAB XIII part 1
BAB XIII part 2
BAB XIII part 3
BAB XIV: End of The Year
BAB XIV part 1
BAB XIV part 2
BAB XIV part 3
BAB XV: Life and Death
BAB XV part 1
BAB XV part 2
BAB XV part 3
BAB XVI: New Semester
BAB XVI part 1
BAB XVI part 2
BAB XVI part 3
BAB XVII: Howl of Terror
BAB XVII part 1
BAB XVII part 2
BAB XVII part 3
BAB XVII part 4
BAB XVIII: Proof of Power
BAB XVIII Part 1
BAB XVIII part 2
BAB XVIII part 3
BAB XVIII part 4
BAB XIX: King of the Beach
BAB XIX part 1
BAB XIX part 2
Selamat Menikmati
Diubah oleh esteller2 15-01-2017 14:26
0
33.9K
Kutip
269
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
esteller2
#105
Spoiler for BAB XII part 4:
Nero Caesar part 4
Keesokan harinya Ketu kaget saat keluar dari kamarnya dan melihat kondisi pulau. Padahal baru 2 hari mereka menyiapkan untuk Axiom Turnament, tapi kondisi pulau sudah berubah drastis. Di depan gedung kampus sekarang berjajar tenda-tenda tempat bazzar, ada banyak panggung panggung dan tempat-tempat untuk lomba sudah dipersiapkan. Lomba-lomba mungkin baru dimulai besok, tapi hari itu bazar-bazar sudah penuh dan orang-orang sudah banyak berdatangan.
Pada awalnya Ketu berniat mengajak Lea untuk berkeliling melihat-lihat bazar, tapi kemudian ia teringat dengan Nero dan teringat dengan pertanyaan yang ingin dia tanyakan padanya, tentang pamanya, tentang ayahnya, dan bermacam-macam hal lainya.
Karena sudah memutuskan apa yang akan dia lakukan hari itu, Ketu pergi untuk mencari Nero, awalnya dia bertanya pada staff-staff dan orang orang dari Buster Association tapi dia sama sekali tidak mendapatkan jawaban. Ia kemudian berkeliling dan bertanya pada banyak orang tapi mereka juga tidak tau Nero dimana. Setelah sekian lama mencari Ketu beristirahat dulu dan pergi ke toilet.
Saat di toilet dia mendengar suara tawa histeris dari luar toilet. Ketu berfikir sebentar, dia mengenali suara itu. Ketu langsung melihat ke arah luar toilet, dan terlihat Nero sedang menunggu di luar sambil tertawa.
"Ka-kau mengikutiku dari tadi?" tanya Ketu kaget. melihat muka Ketu yang kaget Nero tambah tertawa terbahak-bahak, semua karisma dan wibawa Nero yang diliat Ketu saat pertama bertemu hilang sudah, digantikan dengan senyum lebar dan tawa seperti orang gila.
"Kau tidak sadar aku mengikutimu dari saat keluar kamar?" tanya Nero sambil tertawa terbahak bahak. "KAU TIDAK SADAR AKU MENGIKUTIMU DARI TADI?"
Ketu hanya terdiam dengan muka keanehan melihat Nero yang tertawa terbahak-bahak selama beberapa menit. Setelah selesai tertawa Nero mengisyaratkan Ketu untuk mengikutinya. Nero mengajak Ketu untuk masuk ke zepelinya. Mereka memasuki sebuah ruanga bergaya tradisional yang dipenuhi dengan dekorasi-dekorasi antik. Kemudian Nero duduk bersila di karpet yang ada di ruangan itu.
"Jadi apa yang kau mau tanyakan?" tanya Nero dengan serius.
Ketu kaget, wajah orang tua sinting yang tadi ia lihat sudah menghilang, sekarang ia sedang berhadapan dengan orang tua dengan hawa keberadaan yang sangat kuat, yang penuh karisma dan kewibawaan.
Diberikan pertanyaan seperti itu Ketu tidak tau mau menjawab apa, ia tidak yakin apa yang ingin ia tanyakan lebih dulu. Sambil berfikir ia memperhatikan ruangan tempat ia sedang berada sekarang. Banyak benda yang di pajang di ruangan itu, tapi yang paling menarik perhatian Ketu adalah sebuah foto yang ia pernah melihatnya. Ketu bangun kemudian mendekati foto tersebut. Ya, dia pernah melihat foto itu sebelumnya, di rumahnya saat kecil, dan di rumah pamanya. Foto pamanya, ayahnya, ibunya, dan beberapa orang lain saat mereka masih muda dengan tulisan 'Team X' dituliskan di foto tersebut. Ada hal aneh yang baru ia sadari sekarang. Di foto yang ia pegang itu, Nero dan pamanya terlihat lebih muda dari yang sekarang, tapi ayah dan ibunya terlihat sama di foto manapun. Ketu mengambil foto tersebut dan menanyakanya pada Nero.
"Apa itu Team X? Bagaimana kau bisa kenal paman, dan orang tuaku?" tanya Ketu.
"Ah! ya, team X, 30 tahun yang lalu.. Saat puncak perang besar galaktik, Raja Dacuria, Gid. Ia membuat team yang terdiri dari orang orang yang cukup terkenal. Aku bilang terkenal dalam konotasi yang jelek, tapi tim itu sangatlah kuat, dan efektif. Semua misi yang mereka jalankan selalu berhasil. Dan jika kamu bertanya kenapa kau tidak pernah mendengar tentang team X, karena pada saat itu team X adalah proyek top secret, jadi kami tidak pernah ditulis dalam sejarah. Tapi kau mungkin sudah mendengar julukan julukan anggota team X.'The Butcher', 'The beast','Alchemist'."
"Tunggu.. apa maksudmu dengan konotasi yang jelek? lalu kenapa ibu bisa masuk dalam team itu?" tanya Ketu.
"Maksudku, semua orang disitu kecuali ibumu, punya reputasi yang jelek di mata kerajaan Dacuria, salah satu dari kami adalah pembunuh berantai, yang lainya pelaku genosida, aku sendiri adalah buronan yang dituduh membunuh raja Dacuria yang sebelumnya, kalau ayahmu, aku tidak yakin apa kejahatan yang dia lakukan, tapi itu cukup untuk membuatnya di rekrut ke team X, kami masuk dalam team X agar kami dibebaskan dari semua tuduhan, intinya agar kami bebas, kami harus menjadi ujung tombak pasukan Dacuria. Kalau ibumu masuk dalam team itu... aku juga tidak ingat kenapa dia bisa masuk, tapi seingatku ibumu tidak pernah ikut bertarung. Ibumu bilang kalau dia ikut bertarung, 'perang ini akan langsung selesai' atau semacam itu." jawab Nero.
"Memangnya pamanku dulunya melakukan apa?" tanya Ketu. Nero mengangkat tanganya ke depan muka Ketu dan membuat seperti tanda stop.
"Kau pikir semua informasi ini gratis?" tanya Nero. Ketu terdiam, melihat ekspresi Ketu Nero tersenyum.
"Kalau kau ingin jawabanya, nanti malam datang ke pembangkit listrik pulau ini. Datang sendirian dan jangan bilang-bilang orang lain. Kau mengerti?" tanya Nero. Ketu mengangguk. "Bagus! sekarang silahkan menikmati acara siang hari."
Ketu keluar dari tempat itu. Sebenarnya dia tidak mau datang ke tempat itu nanti malam, tapi masih banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan. Setelah berjalan sebentar ia melihat Renggo sedang duduk di atas pohon di pinggir danau, membaca buku. Ketu langsung memanjat pohon tersebut dan duduk di dahan yang lainya.
"Oy! sedang apa diam sendirian? tidak menikmati bazar?" tanya Ketu. Renggo melihat ke arah Ketu kemudian melanjutkan membaca buku yang dipegangnya.
"Apa tidak jelas?" balas Renggo.
"Ya sudahlah, kalau kau tidak mau digangggu." lanjut Ketu kesal. Ketu kemudian turun dari pohon. Sebelum Ketu menjauh Renggo berbicara lagi.
"Ketu! lantai 3, jendela ke 4 dari kiri!" kata Renggo.
Ketu awalnya kebingungan. Kemudian ia melihat ke seberang danau, ada asrama A perempuan. Ketu melihat ke arah jendela yang dibilang Renggo. Ia tidak dapat melihatnya dengan jelas karena jarak yang jauh, Ketu kemudian memfokuskan Zai pada matanya agar terlihat jelas, dan ia yakin itu adalah ruang ganti perempuan. Jika dilihat dari ketinggian tanah, tidak akan terlihat apa-apa, tapi kalau dilihat dari atas pohon, mungkin lain ceritanya. Ketu melihat ke arah Renggo dan terlihat Renggo tersenyum sedikit.
Kemudian Ketu pergi lagi untuk mencari Lea dan mengajaknya untuk jalan-jalan di bazar. Ketu awalnya berfikir akan susah mencari Lea di antar semua orang di bazar, tapi perkiraanya terbukti salah karena diantara semua orang, Lea sangat mencolok. Saat Ketu mendekatinya terlihat Lea sedang berjalan-jalan dengan Kurumi dan Irene.
Setelah bertemu dengan Lea, Kurumi dan Irene, Ketu mengajak mereka untuk mencoba-coba makanan, dan permainan di sekeliling bazar. Hari itu adalah hari yang sangat menyenangkan untuk Ketu, apalagi karena beberapa hari kebelakang adalah hari hari yang cukup memberatkan bagi Ketu secara mental dan emosional.
Saat malam hari tiba Ketu pamit pada yang lain untuk kembali ke kamarnya duluan, walaupun sebenarnya Ketu pergi ke pembangkit listrik untuk menyelesaikan tugas dari Nero. Dari jauh terlihat bahwa pembangkit listrik tersebut sudah agak tua tapi masih terlihat bagus. walaupun sudah 1 tahun disini, Ketu belum pernah sama sekali mendatangi pembangkit listrik ini.
Saat Ketu sudah mendekati pembangkit listrik tersebut terlihat ada seseorang yang sudah menunggunya disana. Ketu mengenali orang tersebut, ia adalah salah satu orang yang waktu itu muncul saat pembukaan acara, dia yang terakhir muncul, yang mukanya terlihat datar dan tidak bersemangat.
"Oh? kau datang? aku kira kau tidak mau datang." kata orang tersbut dengan nada tidak bersemangat.
"Jadi apa yang aku harus lakukan?" tanya Ketu.
"Si pak tua itu ingin melihat kemampuanmu." Jawab orang itu.
Ia menunjuk ke arah tengah pembangkit listrik. Di sana terlihat ada seekor anjing yang terlihat aneh, tubuhnya sangat besar, dan kulitnya seperti terbuat dari kristal.
"Bukanya itu?" tanya Ketu.
"Ya. Itu Neos, aku tidak tau dan tidak peduli kenapa neos itu bisa sampai kesini, tapi kemarin kami mendeteksi keberadaanya." jawab orang tersbut. "Neos itu cuma level F, cepat bereskan Neos itu agar aku bisa tidur!"
Kemudian orang itu duduk di bawah pohon. Ketu melihat kembali ke arah Neos tersebut dan mengingat-ingat pelajaran yang dipelajarinya di kelas tentang Neos. Ada setitik keraguan dan rasa takut yang muncul dalam diri Ketu, Neos itu mungkin cuma level F, tapi ini pertama kalinya ia akan melawan Neos. Tidak seperti lawan-lawanya sebelumnya, musuhnya kali ini adalah mahluk buas yang tidak akan segan-segan membunuhnya jika ia kalah, dan berbeda dari sebelumnya, kali ini ia sendirian.
Ketu mengambil nafas yang dalam, mungkin resiko dari tugas ini tidak sepadan dengan hasilnya, tapi ia sudah bertekad. Ia menyelubungi seluruh tubuhnya dengan Zai dan mulai berlari ke arah Neos tersebut. Ketu merasa ia mempunya keunggulan di sini, karena musuhnya belum mengetahui keberadaanya sementara ia sudah tau. Saat Ketu sudah dekat, Neos tersebut mulai menyadari keberadaan Ketu dan memalingkan mukanya ke arah Ketu, tapi Ketu sudah berhasil memukulnya terlebih dahulu. Pukulanya sangat keras hingga Neos itu terpental.
Tangan Ketu gemetar, ia tidak menyangka Neos itu akan seberat itu, dan ia tidak menyangka walaupun dengan zai, kulit Neos tersbut akan terasa sangat keras. Ketu memegang tanganya, walaupun tidak berdarah, tanganya terasa sangat sakit. Neos tersebut bangkit lagi tanpa terlihat ada luka yang berarti. Neos itu kemudian mengonggong ke arah Ketu. Ketu agak kaget, ia tidak menyangka Neos yang berbentuk seperti anjing akan bertingkah seperti anjing juga. Belum selesai Ketu memikirkan apa yang ada dipikiranya, Ketu harus langsung bersiaga karena Neos itu melompat ke arahnya. Terlihat gigi gigi Neos tersebut yang tajam, dan terlihat juga bagian dalam mulutnya yang sepertinya terbuat dari kristal juga. Ketu menghindar ke samping dan membalasnya dengan tendangan.
Kali ini kakinya yang gemetaran. Menendang Neos itu terasa seperti menendang batu tanpa mengunakan Zai. Kali ini Neos itu hanya terdorong sedikit, bahkan Neos itu tidak sampai jatuh karena kehilangan keseimbangan. Neos itu memutar kepalanya ke arah Ketu tanpa memutar badanya, membuat sudut yang akan mematahkan leher mahluk tersebut jika mahluk itu adalah anjing betulan. Mahluk itu kemudian mengeluarkan suara yang sangat nyaring yang menyakiti telinga Ketu. Ketu langsung menutupi telinga dengan tanganya untuk mengurangi suara yang menyakitkan tersebut, sebuah kesalahan yang sering dibuat oleh orang yang belum pernah melawan Neos. Saat ia menutupi telinganya dan kehilangan fokus, Neos itu langsung menyerangnya dengan taringnya yang tajam, menjatuhkan Ketu kemudian mengigit pundaknya. Ketu berhasil menangkap kepala Neos itu agar tidak mengigit terlalu dalam, tapi rasa sakit yang luar biasa terasa di pundak kirinya karena ia terluka. kalau dia tidak menggunakan Zai untuk melindungi pundaknya, Neos itu pasti sudah mencabik-cabiknya.
Ketu menendang perut Neos yang sedang berada di atasnya tersebut. Ia menendang dengan sekuat tenaga agar Neos itu tidak menindihinya, tapi usaha Ketu sia-sia, Neos itu sangat berat dan tendanganya hampir tidak memberikan efek apa-apa. Ketu kemudian memukuli kepala Neos tersbut sambil tetap memeganginya agar gigitanya tidak tambah dalam. Ketu juga berusaha mencari kelemahan Neos tersebut, tapi lokasi-lokasi yang biasanya merupakan kelemahan anjing, seperti mata, ekor dan kemaluanya, tidak ada di tubuh Neos tersebut.
Di saat-saat seperti itu, Ketu teringat pelajaran yang diberikan pamanya. Seseorang dapat memfokuskan Zainya pada 1 titik untuk memperkuat Zai tersebut, walaupun bisanya sulit untuk dilakukan orang yang tidak terlatih. Ketu tidak punya pilihan lain, semua Zai di tubuh bagian kananya ia fokuskan pada tanganya, butuh beberapa kali coba sampai Ketu bisa memfokuskan zainya pada tangan kanan, tapi setelah berhasil ia langsung memukul Neos tersbut sekuat tenaga. Kali ini kulit Neos itu terasa empuk, seperti kulit sebenarnya. Ketu memukul lagi, kali ini Neos tersebut merasakan pukulan Ketu dan lompat menjauhi tubuhnya. Ketu langsung berusaha berdiri.
Pundak kirinya terasa sangat sakit, ia tidak yakin ia bisa menggunakan tangan kirinya untuk melawan Neos itu. Neos itu menggonggong lagi, kali ini Ketu sudah lebih percaya diri karena ia tau, ia bisa melukai mahluk itu. Neos itu melompat lagi, arah serangany hanyalah lurus, jadi Ketu bisa menghindarinya dengan mudah. Setelah menghindar Ketu memfokuskan Zai pada kakinya dan membalas serangan Neos tersebut. Kali ini kakinya tidak bergemetar, dan Neos itu terjatuh karena tendanganya.
Melihat kesempatan ini Ketu mengambil Batu yang ada di dekatnya dan memfokuskan Zai pada batu tersebut. Kemudian ia menghantam kepala Neos itu yang sedang terjatuh dengan batu beberapa kali. Ini pertama kalinya Ketu merasakan perasaan seperti ini, perasaan ingin membunuh sesuatu. Setalh beberapa kali memukul dengan batu akhirnya batu yang dipegangnya pun retak dan hancur. Setelah itu Ketu berhenti untuk mengambil nafas, Neos yang ada di bawahnya sudah tidak bergerak dengan kepala yang sudah remuk berantakan.
Ketu bangun dan beusaha. Sebelum ia sempat bangun, Neos tersebut mulai mengeluarkan cahaya. Ketu teringat kalau Neos mati, tubuhnya akan meledak. Dengan panik Ketu melompat jauh dari sana. Ledakan yang dihasilkanya kecil, tapi kalau Ketu terkena ledakan itu secara langsung, dapat mengakibatkan luka yang cukup serius.
"Hebat juga kau!" kata orang yang mengawasinya yang tiba-tiba ada di belakang Ketu. "Jujur aku tidak menyangka dengan kemampuanmu yang seperti itu kau bisa mengalahkan Neos. Obati lukamu! aku akan memberitaukan pak tua tentang hasilmu disini."
Orang itu pergi menjauhi Ketu tanpa memberikan pertolongan apapun, tapi entah kenapa Ketu tidak merasa kesal, ia malah merasa senang dan bangga.
Keesokan harinya Ketu mendatangi tempat Nero dengan pundak kiri yang diperban karena luka.
"Ketu! hebat juga kau tadi malam, sini duduk!. Kai sudah menceritakan semua kejadian tadi malam." kata Nero dengan ceria. "Jadi apa yang kau ingin tanyakan hah?"
" Kemarin aku bertanya kejahatan apa yang paman Reznov lakukan." jawab Ketu.
"Kalau Reznov.. Kalau Reznov... Reznov ya?..........." kata Nero sambil terlihat mengingat ingat.
"TIDAK TAU!" Kata Nero seperti ingin menjahili Ketu. Kemudian ia tertawa terbahak bahak.
Ketu ingin marah karena jawaban Nero, tapi entah kenapa melihat kakek-kakek yang ada di depanya tertawa puas seperti itu malah membuatnya bingung bukanya marah.
"Jadi kau tidak tau? Jadi kau mebuatku melawan Neos tersebut tadi malam tanpa bisa menjawab pertanyaanku?" tanya Ketu dengan datar.
"Ok!OK! serius sekarang.... iya aku tidak tau, aku anggota terakhir yang masuk team X, dan pemerintah saat itu tidak membocorkan masalah rahasia seperti itu dengan mudah, dan kalau aku menanyakan pamanmu juga waktu itu kurang enak, karena kami baru kenal. Dan saat kami sudah menjadi teman dekat, aku sudah tidak peduli lagi, jadi tidak ku tanyakan." jawab Nero. "Dan kalau kau menanyakan dimana ayahmu sekarang aku juga tidak tau, ayahmu itu orangnya misterius."
"Jadi semua yang aku lakukan tadi malam sia-sia?" tanya Ketu kecewa.
"Tidak juga, kau menarik perhatian seorang kaya pemilik perusahaan multinasional yang juga merupakan pemimpin dari organisasi pasukan militer pribadi. Aku!" jawab Nero. "Lagian aku juga punya sesuatu untukmu."
Nero mengeluarkan sebuah foto dan memberikanya pada Ketu. ketu mengambil foto tersebut dan melihatnya, terlihat itu foto ayahnya dengan beberapa orang lainya. Di situ tertulis tanggal diambilnya foto tersebut. Tangan Ketu gemetar karena kaget.
"Kau sadar apa yang aku maksud?" tanya Nero. Ketu tidak menjawab karena shock dengan apa yang dilihatnya.
"Kau bukan manusia Ketu, paling tidak bukan sepenuhnya." lanjut Nero.
"Foto itu diambil 300 tahun yang lalu."
0
Kutip
Balas