Quote:
Dua puluh tahun ke belakang, semua orang di negeri ini mengenalnya sebagai salah satu aktor muda paling berbakat yang membintangi sejumlah film yang -nyaris semuanya- bisa dibilang film bagus. Wajah tirusnya yang tampan amat sering menghiasi layar kaca, baik dengan membawa berita bagus maupun tidak.
Soal kemampuan dalam berakting, tak ada seorangpun yang meragukan seorang Yuda Hariadi. Dia lahir dari kedua orang tua yang memiliki latar belakang dunia perfilman. Ayahnya seorang sutradara yang juga memiliki sebuah sekolah akting, sedangkan ibunya adalah aktris teater yang di usia paruh bayanya memilih terjun ke dunia sinema layar kaca. Dan Yuda, sebagai anak tunggal, mewarisi bakat besar yang diturunkan orang tuanya. Seni akting dari sang ibu, dan insting menjadi seorang bajingan playboy dari sang ayah.
Kedua anugerah mengalir seimbang dan saling melengkapi di pembuluh darah Yuda. Berbagai penghargaan berhasil dia bawa pulang, sebanyak jumah wanita-wanita cantik yang dia tiduri. Mulai dari lawan mainnya di film, sutradaranya sampai manajernya sendiri.
Yuda termasuk lelaki yang tak pandang bulu dalam urusan wanita. Sama seperti sang ayah, Yuda selalu berfikir bahwa menjalin hubungan dengan gadis-gadis muda nan cantik akan membuatnya tetap awet muda dan itu akan berimbas pada perjalanan karirnya.
Selain itu, gosip dan sensasi adalah dua hal yang menjadi kebutuhan primer bagi Yuda. Seperti sarapan. Pertama kali terjun ke dunia hiburan di umur sepuluh tahun, Yuda tahu betul nikmatnya dipuja dan diperhatikan. Dia menikmatinya, dan dia tumbuh menjadi sosok yang selalu haus akan sorotan kamera media.
Andai saja sang ibu tidak berpesan kepada Yuda sebelum dia meninggal, mungkin Yuda tak akan pernah menikah. Dia tak pernah menyukai apa yang namanya komitmen. Tak pernah. Tapi, rasa sayangnya pada sang ibu meluluhkan hatinya juga. Dan pada akhirnya dia menikah dengan kekasihnya saat itu. Seorang model bernama Marina. Tanpa memiliki anak dan berakhir di tahun keempat.
Perceraian itu terjadi ketika Yuda sedang berada di masa-masa akhir karirnya sebagai pemain film. dua tahun setelahnya, Yuda memutuskan untuk lebih banyak berperan di balik layar sebagai sutradara. Alasannya sederhana; waktu terus berjalan dan semakin banyak aktor-aktor muda yang bermunculan bak jamur di musim basah. Generasi mulai berganti dan Yuda menyadarinya.
Sayangnya, pekerjaan baru Yuda ini tak segemilang karirnya terdahulu. Film-film arahannya gagal di pasaran. Namanya sedikit meredup walau tidak benar-benar hilang. Dan jika ada hal yang masih menyelamatkan dirinya, maka hal itu adalah seorang gadis berumur 20 tahun bernama Tabitha. Bidadari yang ditemukannya di sebuah night club yang lalu dibawanya masuk ke dunia hiburan. Menjadi artis pendatang baru yang kemudian menjelma menjadi idola dan ikon anak muda. Satu-satunya mesin penghasil uang miliknya yang tersisa.
Seorang wanta muda, yang seiring berjalannya waktu, mulai dia cintai.
Quote:
www.gogochat.com
charlotte13
Gudang Cina seminggu setelah kau kirim nama-nama
- Ingat, datang sendirian! -
Yuda paham sepenuhnya apa arti dari deretan kata yang tertulis di secarik kertas yang dia temukan di dalam botol obat itu. Dia baca ulang. Gogochat adalah sebuah media online chatting yang sama sekali tak populer. Charlotte13tak diragukan lagi adalah sebuah nama user.
Dan Gudang Cina. Yuda tahu. Tempat itu dulunya adalah sebuah gudang besar yang dipakai oleh seorang pengusaha Tionghoa yang dikenal bernama Koh Along, untuk menyimpan bahan mentah dari produk usahanya. Gudang itu cukup luas dan letaknya agak jauh dari jalan raya. Hingga, entah apa yang terjadi, bisnis Koh Along tiba-tiba terhenti begitu saja dan secara otomatis gudang itu menjadi terbengkalai, tak terpakai lagi.
Berikutnya, seperti layaknya kebiasaan orang-orang kampung Ibukota, muncullah desas-desus bahwa gudang kosong itu dihuni oleh berbagai makhluk halus. Apalagi semakin hari, tempat itu semakin tak terurus. Temboknya mengelupas, rumput-rumput liar tumbuh di sembarang sudut hingga kaca-kaca jendela yang kian mengusam. Menambah kesan angker dari bangunan yang berdiri tegak di tengah belantara Ibukota itu. Bertahan dari gerusan zaman.
Puncaknya adalah tiga tahun lalu. Sekelompok bocah kampung yang iseng bermain petak umpet di sekitaran Gudang Cina, tanpa sengaja menemukan seonggok potongan tangan yang terbungkus kantong plastik di salah satu sudut gudang. Kabar penemuan itu menggemparkan Ibukota. Beritanya masuk di berbagai media dan Polisi segera datang ke lokasi dan melakukan penyelidikan, walaupun seingat Yuda tak pernah ada kejelasan tentang kelanjutan penyelidikan itu.
Yuda dapat membayangkan dengan mudah bagaimana kondisi Gudang Cina saat ini. Dan baginya, tempat itu adalah pilihan yang sempurna untuk menyelesaikan sisa pembayaran kepada Sang Charlotte13.
Tersembunyi. Ditinggalkan. Tak pernah lagi diperhatikan.
Jam dinding yang tergantung di tembok kamar kontrakan murahnya menunjukkan nyaris pukul 10 malam. Dengan desahan nafas panjang, Yuda segera beranjak dari ranjang dan berjalan menuju meja kayu di pojok dekat lemari, dimana sebuah laptop dan modem yang dia pinjam dari anak pemilik kontrakan tergeletak. Dua menit berselang, Yuda sudah masuk ke browser dan segera mengetik alamat sesuai dengan yang tertera di kertas tadi.
www.gogochat.com…
Tak butuh waktu lama untuk melakukan registrasi. Yuda memilih nama minggupagi sebagai usernamenya. Sebuah nama yang sama dengan judul film yang dibintanginya pertama kali. Film yang mengantarkannya ke puncak ketenaran dan kesuksesan, yang kini tak lagi bersisa.
Yuda si minggupagi lalu mengarahkan pointer ke sebelah pojok kanan atas halaman situs. Ke sebuah kolom pencarian. Di sana, dia ketik sebuah username; charlotte13.
Nama itu segera muncul di urutan paling atas. Lalu yang dia lakukan berikutnya adalah mengklik nama itu dan sekejap, Yuda dihadapkan pada kolom chat dengan Charlotte13.
Pria itu terhenti sejenak. Jari-jarinya bergetar di atas keyboard. Beku. Sepercik keraguan muncul di hatinya saat ini. Nyalinya sedikit menciut untuk melanjutkan ini semua. Rencana besarnya. Hingga dia dikagetkan oleh sesuatu yang muncul di layar.
charlotte13: mana nama tempat yang akan kau kunjungi akhir pekan ini?
Yuda terkesiap. Namun hanya sekejap. Butuh waktu sesaat untuknya mencerna apa yang dimaksud oleh Charlotte13.
minggupagi: tiga tempat. tabitha, marlo dan anton…
Balasan itu tak datang dengan segera. Seakan di seberang sana, Charlotte13 sedang melakukan hal lain. Mungkin pergi ke dapur, mengisi gelasnya yang kosong, Yuda mulai berimajinasi. Berusaha mengalihkan perhatian dari perasaan kalut yang sedari tadi mengganggunya.
charlotte13: saya tahu siapa mereka…
Ada sedikit perasaan lega yang cair di hati Yuda membaca balasan dari Charlotte13. Tentu saja orang ini tahu siapa mereka. Semua orang juga tahu siapa mereka.
Lalu jari-jari Yuda yang tampak gemetaran mulai menyentuh keyboard.
minggupagi: tolong beresin ketiga-tiganya.