Dan keesokan harinya saat jam istirahat.
Quote:
Leni : "Cik...Cika..."Sambil melambaikan tangan.
Aku : "Hei Len...ada apa? Gimana Len?"
Tanpa menjawab apa-apa Leni mengajak ku ke belakang sekolah. Kita mengobrol di PDAM.
Leni : "Nih Cik, diary nya Anna.."
Hati ku tersentak, perlahan aku membuka lembaran diary yang telah ditulisnya. Aku membaca setiap bagian curhatnya yang menyatakan bahwa sebenarnyaaaaa
"Aku mencintai Angga, tapi cara apalagi yang bisa ku lakukan agar perhatian Angga beralih kepada ku saja. Aku seperti kehabisan cara. Hingga kapan pun kamu cinta abadi ku..."
Leni : "Sabar ya Cik... Jadi itu jawabannya Anna selalu bilang biar aku sampein aja ke Angga, mungkin juga pesen-pesen kamu gak nyampe Cik.. Anna bilang sendiri ke aku, kalo dia suka sama Angga udah lama Cik.."
Aku : "Ayok kita temuin Anna sekarang Len... Sambil balikin tuh diary nya.." Saking marahnya aku memukul-mukul buku diary itu ke tembok.
Aku : "Heiiii...liat si Anna gak?"
"Gak tau Cik..."
Aku : "Anna kemana liat gak?"
"Jajan di sana paling Cik sama Iqbal.."
Selagi melintasi gerbang sekolah aku melihat Angga sedang berkumpul dengan teman-temannya. Angga melihat ku dan aku hanya diam saja dengan wajah jutek.
Aku : "Maksud kamu nulis tentang Angga di buku diary apa Ann?" Sembari menyodorkan buku diary miliknya.
Anna : "Bukan punya ku Cik.." Anna melirik ke arah Iqbal.
Aku : "Gak usah BOHONG Ann!"
Anna : "Hehe..Iya-iya deh Cik, itu memang punya aku.." Lalu Anna menerima buku diary nya.
Aku : "Jadi selama ini kamu suka sama Angga???"
Iqbal : "Teu ngilu-ngilu ah urang mah... (Aku gak ikut-ikut deh...) "
Aku : "Kamu juga tau kan Bal?"
Iqbal : "Gak tau Cik, sumpah..."
Aku : "Kamu mau bilang apa lagi Ann?? Ayo jelasin!"
Anna : "Iya Cik aku suka sama Angga, tapi gak mungkin soalnya Angga itu masih sodaraan sama aku.."
Aku : "Sodaraan? Sodara darimana Ann? Angga cuma punya 1 adik perempuan.."
Anna : "Maksudnya ibunya Angga masih ada ikatan sodara sama ibu ku. Lagian itu tulisan udah lama Cik, bukan baru-baru ini aku tulis.."
Aku : "Aku gak percaya Ann!"
Aku : "APA pada ngeliatin??"
Aku tidak menghiraukan dengan teman-teman yang melihat ku marah-marah kepada Anna. Leni hanya diam dan mengikuti ku dari belakang. Sedangkan Angga memberi isyarat kepada Leni seperti menanyakan apa yang terjadi? Dan Leni hanya berteriak, "Kacau pokoknya Ga.."
Semenjak aku mengetahui bahwa Anna juga menyukai Angga. Anna menjaga jarak kepada ku. Tidak ada satu kata maaf pun darinya. Jika berpapasan Anna langsung menghindar begitu saja.