Karena kesibukan ku berlatih kabaret dan dance, aku semakin lupa waktu mengerjakan tugas-tugas sekolah. Aku sudah jarang curhat kepada Leni, semua masalah yang aku alami selalu ku ceritakan kepada Angga saat kita bisa saling bertemu. Terlebih lagi di kelas aku duduk sendiri. Leni tidak lagi sebangku dengan ku. Aku merasa dia seperti menjauh, ada apa dengan Leni ya?
Akhirnya sepulang sekolah aku menghampiri Leni di dekat gerbang sekolah.
Quote:
Aku : "Hai Len...Leni kok jadi sombong, terus jarang nanya lagi, kenapa sih Len?"
Leni : "Eh Cik...sebenernya aku sama temen-temen sekelas itu lagi punya rencana untuk ngejebak Anna, biar dia nyangka kalau aku sama kamu udah gak sahabatan lagi, jadi dikit-dikit mungkin Anna mau cerita yang sebenernya tentang perasaannya ke Angga.."
Aku : "Oh...jadi gitu, maaf yah...kalau itu rencana kamu ya bagus juga dong. Jadi biar tau itu orang, dasar gak tau malu.. Hehehe mau dikemanain tu mukanya??"
Leni : "Ya Cik, ya udah aku pulang duluan ya.. Daaaahhhhh...."
Aku : "Oh ya...hati-hati di jalan ya, sampai ketemu besok di sekolah.."
Aku pun berpisah ke arah yang berbeda. Aku memperhatikan sikap Anna yang berubah, ia terlihat menjadi semakin dekat dengan Angga. Apa pun yang ia lakukan katanya Angga yang menyuruh untuk mencari tahu tentang apa yang aku curhatin ke sahabat ku, yaitu Leni, atau sebaliknya. Terkadang aku mencari tahu apa yang Angga curhatkan kepada Anna tentang aku. Anna seperti seorang informan bagi aku dan Angga.
Ternyata aku salah menduga, aku pikir Leni sudah tidak mau bersahabat lagi dengan ku. Anna terlihat semakin centil dan sok sibuk menjadi perantara, teman-teman kelas pun jadi kurang menyukai Anna. Salah ku juga terlalu mempercayai Anna dan selalu menanyakan Angga kepadanya. Angga dan Anna memang satu kelas, dan itu yang membuatku semakin terbakar rasa cemburu. Angga lebih banyak mengobrol dengan Anna ketimbang menemui ku di kelas.
Aku menjadi bertanya-tanya di dalam hati
"Yang jadi pacar Angga itu, aku atau Anna ya?"