- Beranda
- Stories from the Heart
Serial Detektif Indigo (SDI): Pembunuhan “dr.Kemala” (bagian 1)
...
TS
shani.andras
Serial Detektif Indigo (SDI): Pembunuhan “dr.Kemala” (bagian 1)
Pembunuhan dr.Kemala
Sore ini adalah kunjungan rutinku bersama ayah ke psikiater di sebuah rumah sakit milik pemerintah daerah, kunjungan rutin setahun tiga kali dan akulah yang si pasien dari psikiater itu. Namaku Alvian, Alvian Chandra Sakti lengkapnya, usiaku 23 tahun dan baru saja lulus kuliah. Kenapa aku perlu kunjungan rutin ke psikiater? Yah karena ayah memaksaku sih sejak setahun kemarin, sedangkan penyebab utamanya adalah………
Sedari kecil aku ini sepertinya memiliki bakat khusus diluar bakat manusia pada umumnya, terlebih lagi bakatku ini membuatku sering membicarakan yang diluar nalar dan membuatku sering berbicara sendiri – kata orang. dimulai sejak masa puber hingga di usiaku yang sekarang aku semakin jelas merasakan dan menguasai bakatku ini, walau pu seringkali ada kalanya aku tidak bisa mengontrolnya hehe. Aku seringkali melihat kejadian-kejadian entah itu dari masa lalu atau masa depan hanya dari mendengar pembicaraan dan cerita orang, dan bisa juga dari sebuah sentuhan sengaja atau tidak disengaja pada sebuah benda atau makhluk hidup. Oh ya dan aku kadang waktu melihat makhluk selain manusia (gaib), mendengar bisikan-bisikan dan suara yang tanpa wujud penyuaranya. Sepertinya bakat ini yang membuat ayahku gerah dan memaksa diriku untuk memeriksakan diri ke klinik kejiwaan.
Psikiater untuk sesi kali ini adalah seorang dokter muda, dia menggantikan dokter terdahulu yang dinas ke daerah lain. Namanya dr. Arina, Sp.Kj usianya empat tahun diatasku, terlihat seperti tante-tante galak walau masih muda
. Aku memasuki ruang prakteknya dan dia menyapa ayah dan diriku dengan ramah, kami duduk lalu mulailah ayah menceritakan tentang diriku kepada dokter baru ini. Seperti biasa pikiranku berada di tempat lain daripada fokus mendengarkan ceramah dokter dan alasan-alasan hiperbola yang diucapkan ayah, entah mengapa mataku tiba-tiba terfokus pada sebuah foto dengan bingkai ukuran 6R yang dihiasi setangkai bunga mawar segar yang ditempelkan di pojok kanan atas, bingkai itu diletakkan di meja pas di belakang dokter Arina. terlihat di foto itu ada gambar dua wanita masih berusia awal 20an, yang disebelah kiri terlihat jelas dari romannya itu adalah dokter Arina sendiri waktu muda dulu, dan yang di sebelah kanan seorang wanita muda berhijab yang menurutku itu adalah teman dekatnya, sekejap aku sedikit pusing setelah menatap foto itu dan tiba-tiba aku menyeletuk “belum mati kenapa fotonya dikasih bunga mbak?”
Mendadak aku dijitak ayahku “ngomong sembarangan lagi, kamu ini sedang berobat, yang fokus dong” omel ayahku (*_*)a…..Sedangkan dokter Arina sedikit kaget dan bengong berucap “Kemala baru semingguan meninggal karena dibunuh susternya sendiri” dia mengucapkan dengan nada agak sinis. Aku hanya melongo sambil mengangguk, ayah dengan jengkel juga melihat kearahku (^o^). Gak terasa satu jam berlalu dans sesi “pengobatan” ini pun berakhir, ayah keluar dari ruangan terlebih dahulu, aku menyusul kemudian dan sebelum itu aku meminta kartu nama dokter Arina, dia memberikannya sambil berucap ketus “kalau mau sembuh berobatnya yang serius”, entah kenapa dengan sikapnya yang “galak” itu aku merasa jatuh hati sama dokter itu, padahal dia gak terlalu cakep dan lebih tua empat tahun dariku hihihi.
Dalam perjalanan pulang ke rumah, di mobil aku mendadak merasakan rasa mual di perutku, pikirku sih paling juga cuma masuk angin, tapi samar-samar terdengar suara yang mengiba di dalam kepalaku. “Jangan……kumohon jangan pakai aku lagi..aaaaaaaaargh” dan diakhiri dengan teriakan yang memilukan. Sesampainya di rumah aku langsung menuju kamarku untuk berbaring karena rasa mual ini masih terasa. Sambil berbaring aku memikirkan celetukanku pada dokter Arina tadi dan suara dari dalam kepalaku barusan di mobil, aku jadi makin tertarik tanpa sebab yang jelas dan mulai memikirkan koneksinya secara logis.
Aku mendapati diriku sedang berada di sebuah ruangan seperti laboratorium yang sudah terbengkalai dan kotor sekali, di lantainya terdapat banyak noda merah kehitaman yang mengeluarkan bau anyir darah. Aku melihat sebuah pintu, kudekati pintu itu dan kubuka…..aku memasuki sebuah lorong yang terlihat jelas bahwa ini adalah sebuah lorong rumah sakit. Ditemani rasa kaget dan ngeri aku melintasi lorong itu dan satu demi satu pintu pada sisi kanan dan kiri lorong itu terbuka, keluarlah satu persatu dari pintu itu…seorang pria dengan kedua kaki terpotong dan mengucurkan banyak darah duduk di kursi roda yang didorong oleh perawat pria tanpa kepala….lalu ada suster yang perutnya bolong dan mengeluarkan ular dan nanah segar….ada bocah-bocah gundul berlarian tanpa pakaian, mereka tidak memiliki wajah…..di dekat pintu yang paling ujung berdiri seorang wanita muda, seorang suster yang terlihat pucat namun kulihat tubuhnya masih utuh tak ada keganjilan sama sekali, tatapan matanya kosong dan terlihat memelas, kepalanya semakin menunduk dengan aku semakin mendekatinya. “Aku hanya sanggup sampai disini kak Kemala” ucapnya dihadapanku, kemudian kami memasuki pintu paling ujung di lorong rumah sakit itu. Suster itu kemudian berbaring di meja operasi dan mulai membuka seluruh pakaiannya, mendadak tanganku mengambil pisau bedah dan secara membabi buta langsung menikam seluruh badan suster itu…ya Tuhan ini sangat mengerikan sekali…..teriakan suster itu sangat mengerikan dan membuat iba namun tanganku tak bisa berhenti menghujamkan pisau bedah ini ke seluruh tubuhnya……dan sekejap kemudian pandanganku menjadi gelap, lalu aku merasakan diriku jatuh tak sadarkan diri……
Aku terbangun pada pukul 09.00 pagi dengan tubuh berkeringat dan tangan ini terasa sangat lemas, dan aku seperti kehabisan nafas karena mimpi buruk tadi. Lalu aku pun mandi dan mengambil sarapan sembari memikirkan mimpi yang sangat mengerikan tadi, sebetulnya aku tidak ingin makan namun tubuh ini lemas dan harus di isi energi. Setelah sarapan hatiku tergerak untuk menyalakan komputer dan iseng mengetik “pembunuhan dokter Kemala” di google, dan sekejap aku menemukan banyak artikel terkait yang berisi rangkuman kejadian, keterangan polisi sampai kesaksian-kesaksian orang terdekat korban. Dokter Kemala ditemukan tewas terbunuh di Kota Z dengan tubuh terbakar dan tulang rahang hancur (sengaja dihancurkan tepatnya) dan semua gigi tercabut , sebagai satu-satunya bukti identitas bahwa dia adalah dokter Kemala ditemukan cincin, kalung dan kartu identitas yang tidak sepenuhnya terbakar.
Mataku tertuju pada dompetku yang terletak di meja, pikiranku langsung fokus pada kartu nama dokter Arina kemarin. Entah mengapa aku jadi tertarik pada kematian dokter Kemala dan aku dengan sedikit harapan menghubungi dokter Arina untuk menanyakan apakah dia ada waktu di luar praktek untuk bisa aku temui, aku ingin mengajak dia kencan, alasanku asal nembak saja, mungkin sebuah kebetulan entah mengapa dokter Arina menerima ajakanku, mungkin karena aku mengajak makan dia di kafetaria rumah sakit tempat dia berkerja (*_*)v
– bersambung –
Aerith D Pus
BAGIAN 2
INDEX
Serial Detektif Indigo
CERMISKU
2016, Aerith D Pus
Sore ini adalah kunjungan rutinku bersama ayah ke psikiater di sebuah rumah sakit milik pemerintah daerah, kunjungan rutin setahun tiga kali dan akulah yang si pasien dari psikiater itu. Namaku Alvian, Alvian Chandra Sakti lengkapnya, usiaku 23 tahun dan baru saja lulus kuliah. Kenapa aku perlu kunjungan rutin ke psikiater? Yah karena ayah memaksaku sih sejak setahun kemarin, sedangkan penyebab utamanya adalah………
Sedari kecil aku ini sepertinya memiliki bakat khusus diluar bakat manusia pada umumnya, terlebih lagi bakatku ini membuatku sering membicarakan yang diluar nalar dan membuatku sering berbicara sendiri – kata orang. dimulai sejak masa puber hingga di usiaku yang sekarang aku semakin jelas merasakan dan menguasai bakatku ini, walau pu seringkali ada kalanya aku tidak bisa mengontrolnya hehe. Aku seringkali melihat kejadian-kejadian entah itu dari masa lalu atau masa depan hanya dari mendengar pembicaraan dan cerita orang, dan bisa juga dari sebuah sentuhan sengaja atau tidak disengaja pada sebuah benda atau makhluk hidup. Oh ya dan aku kadang waktu melihat makhluk selain manusia (gaib), mendengar bisikan-bisikan dan suara yang tanpa wujud penyuaranya. Sepertinya bakat ini yang membuat ayahku gerah dan memaksa diriku untuk memeriksakan diri ke klinik kejiwaan.
Psikiater untuk sesi kali ini adalah seorang dokter muda, dia menggantikan dokter terdahulu yang dinas ke daerah lain. Namanya dr. Arina, Sp.Kj usianya empat tahun diatasku, terlihat seperti tante-tante galak walau masih muda
. Aku memasuki ruang prakteknya dan dia menyapa ayah dan diriku dengan ramah, kami duduk lalu mulailah ayah menceritakan tentang diriku kepada dokter baru ini. Seperti biasa pikiranku berada di tempat lain daripada fokus mendengarkan ceramah dokter dan alasan-alasan hiperbola yang diucapkan ayah, entah mengapa mataku tiba-tiba terfokus pada sebuah foto dengan bingkai ukuran 6R yang dihiasi setangkai bunga mawar segar yang ditempelkan di pojok kanan atas, bingkai itu diletakkan di meja pas di belakang dokter Arina. terlihat di foto itu ada gambar dua wanita masih berusia awal 20an, yang disebelah kiri terlihat jelas dari romannya itu adalah dokter Arina sendiri waktu muda dulu, dan yang di sebelah kanan seorang wanita muda berhijab yang menurutku itu adalah teman dekatnya, sekejap aku sedikit pusing setelah menatap foto itu dan tiba-tiba aku menyeletuk “belum mati kenapa fotonya dikasih bunga mbak?”Mendadak aku dijitak ayahku “ngomong sembarangan lagi, kamu ini sedang berobat, yang fokus dong” omel ayahku (*_*)a…..Sedangkan dokter Arina sedikit kaget dan bengong berucap “Kemala baru semingguan meninggal karena dibunuh susternya sendiri” dia mengucapkan dengan nada agak sinis. Aku hanya melongo sambil mengangguk, ayah dengan jengkel juga melihat kearahku (^o^). Gak terasa satu jam berlalu dans sesi “pengobatan” ini pun berakhir, ayah keluar dari ruangan terlebih dahulu, aku menyusul kemudian dan sebelum itu aku meminta kartu nama dokter Arina, dia memberikannya sambil berucap ketus “kalau mau sembuh berobatnya yang serius”, entah kenapa dengan sikapnya yang “galak” itu aku merasa jatuh hati sama dokter itu, padahal dia gak terlalu cakep dan lebih tua empat tahun dariku hihihi.
Dalam perjalanan pulang ke rumah, di mobil aku mendadak merasakan rasa mual di perutku, pikirku sih paling juga cuma masuk angin, tapi samar-samar terdengar suara yang mengiba di dalam kepalaku. “Jangan……kumohon jangan pakai aku lagi..aaaaaaaaargh” dan diakhiri dengan teriakan yang memilukan. Sesampainya di rumah aku langsung menuju kamarku untuk berbaring karena rasa mual ini masih terasa. Sambil berbaring aku memikirkan celetukanku pada dokter Arina tadi dan suara dari dalam kepalaku barusan di mobil, aku jadi makin tertarik tanpa sebab yang jelas dan mulai memikirkan koneksinya secara logis.
Aku mendapati diriku sedang berada di sebuah ruangan seperti laboratorium yang sudah terbengkalai dan kotor sekali, di lantainya terdapat banyak noda merah kehitaman yang mengeluarkan bau anyir darah. Aku melihat sebuah pintu, kudekati pintu itu dan kubuka…..aku memasuki sebuah lorong yang terlihat jelas bahwa ini adalah sebuah lorong rumah sakit. Ditemani rasa kaget dan ngeri aku melintasi lorong itu dan satu demi satu pintu pada sisi kanan dan kiri lorong itu terbuka, keluarlah satu persatu dari pintu itu…seorang pria dengan kedua kaki terpotong dan mengucurkan banyak darah duduk di kursi roda yang didorong oleh perawat pria tanpa kepala….lalu ada suster yang perutnya bolong dan mengeluarkan ular dan nanah segar….ada bocah-bocah gundul berlarian tanpa pakaian, mereka tidak memiliki wajah…..di dekat pintu yang paling ujung berdiri seorang wanita muda, seorang suster yang terlihat pucat namun kulihat tubuhnya masih utuh tak ada keganjilan sama sekali, tatapan matanya kosong dan terlihat memelas, kepalanya semakin menunduk dengan aku semakin mendekatinya. “Aku hanya sanggup sampai disini kak Kemala” ucapnya dihadapanku, kemudian kami memasuki pintu paling ujung di lorong rumah sakit itu. Suster itu kemudian berbaring di meja operasi dan mulai membuka seluruh pakaiannya, mendadak tanganku mengambil pisau bedah dan secara membabi buta langsung menikam seluruh badan suster itu…ya Tuhan ini sangat mengerikan sekali…..teriakan suster itu sangat mengerikan dan membuat iba namun tanganku tak bisa berhenti menghujamkan pisau bedah ini ke seluruh tubuhnya……dan sekejap kemudian pandanganku menjadi gelap, lalu aku merasakan diriku jatuh tak sadarkan diri……
Aku terbangun pada pukul 09.00 pagi dengan tubuh berkeringat dan tangan ini terasa sangat lemas, dan aku seperti kehabisan nafas karena mimpi buruk tadi. Lalu aku pun mandi dan mengambil sarapan sembari memikirkan mimpi yang sangat mengerikan tadi, sebetulnya aku tidak ingin makan namun tubuh ini lemas dan harus di isi energi. Setelah sarapan hatiku tergerak untuk menyalakan komputer dan iseng mengetik “pembunuhan dokter Kemala” di google, dan sekejap aku menemukan banyak artikel terkait yang berisi rangkuman kejadian, keterangan polisi sampai kesaksian-kesaksian orang terdekat korban. Dokter Kemala ditemukan tewas terbunuh di Kota Z dengan tubuh terbakar dan tulang rahang hancur (sengaja dihancurkan tepatnya) dan semua gigi tercabut , sebagai satu-satunya bukti identitas bahwa dia adalah dokter Kemala ditemukan cincin, kalung dan kartu identitas yang tidak sepenuhnya terbakar.
Mataku tertuju pada dompetku yang terletak di meja, pikiranku langsung fokus pada kartu nama dokter Arina kemarin. Entah mengapa aku jadi tertarik pada kematian dokter Kemala dan aku dengan sedikit harapan menghubungi dokter Arina untuk menanyakan apakah dia ada waktu di luar praktek untuk bisa aku temui, aku ingin mengajak dia kencan, alasanku asal nembak saja, mungkin sebuah kebetulan entah mengapa dokter Arina menerima ajakanku, mungkin karena aku mengajak makan dia di kafetaria rumah sakit tempat dia berkerja (*_*)v
– bersambung –
Aerith D Pus
BAGIAN 2
INDEX
Spoiler for index Pembunuhan "dr.Kemala":
Serial Detektif Indigo
Spoiler for SDI:
CERMISKU
Spoiler for cerita kelana jiwa:
2016, Aerith D Pus
Spoiler for my blog:
Diubah oleh shani.andras 15-10-2019 08:41
bejo.gathel dan 7 lainnya memberi reputasi
8
69K
310
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
shani.andras
#59
(cul-de-sac) Kuldesak? (editor's cut, versi asli bisa dilihat di sini)
"Maksud kamu? Kemala memalsukan kematiannya sendiri?" tanya Arina dengan kaget kepadaku.
"Hmm katakanlah.. Kemala itu sedang membentuk sebuah identitas baru untuk sesuatu yang saat ini sedang diyakininya" jawabku dengan hati-hati.
Arina berhenti berbicara setelah perbincangan itu, dia mengantarku sampai ke rumah, sebelum Arina pulang, kusempatkan untuk bertanya,"Dimana sebetulnya kota 'Z' tempat terjadinya pembunuhan, mungkin aku bisa menggali petunjuk?".
Sedikit cemas Arina menjawab,"Magetan..." jawabnya lirih, lalu dia pulang dan aku langsung menuju kamar mandi, mandi malam dengan air dingin untuk menghilangkan gerah seharian ini.
Malamnya, entah kenapa diriku jadi susah tidur, meskipun sebetulnya sudah sering terjadi, namun malam ini seharusnya aku sudah terlelap dikarenakan serangan lelah yang luar biasa.
Kulirik jam dinding masih menunjukkan pukul 23.39, "masih terlalu pagi untukmu tidur ya" tanya Kimi yang dengan agak malas kujawab "Kamu kok gak balik ke duniamu sih?Yang mengurusi kerajaanmu siapa 'yang mulia ratu' Kimi?" jawabku dengan nada mengejek.
"Para dewan dan kakekku menyuruhku untuk tinggal bersamamu, mereka berharap aku belajar darimu" balas Kimi.
"Belajar apaan?Kamu ini jin, masa hidupmu lebih panjang daripada manusia, peradabanmu juga sudah berkembang sebelum manusia diciptakan".
Kimi tak membalas lagi. "Kenapa aku jadi kepikiran dengan kasus Kemala sih, kenal aja enggak" gumamku dalam hati.
"Kamu tahu ada hal yang tidak beres disana, dan kalau hal itu bisa kamu pecahkan bisa sangat menguntungkan hubunganmu dengan Arina manusia perempuan tadi" ujar Kimi yang membuatku serasa kena 'head-shot'.
Sudahlah biar kupikirkan besok saja, rasa kantuk sudah benar-benar datang malam ini.
Esok harinya kurencanakan untuk mencari petunjuk tentang perawat bernama Devi Kurnia di internet, perempuan yang berinisial DK tersebut menjadi tersangka utama pelaku pembunuhan terhadap 'Kemala', hingga saat ini keberadaanya masih belum diketahui.
Aku memulai pencarianku dari media-media sosial, kutemukan beberapa kecocokan dari foto serta nama namun semuanya berupa akun yang pasif sekali, hingga muncul inisiatif untuk melakukan pencarian berdasar kan foto, kutemukan sebuah akun dengan nama missbloodyheart.
Tunggu dulu.. nama akun ini langsung menyegarkan ingatanku tentang ‘vision’ yang kulihat beberapa hari yang lalu.Tak ada posting yang berarti di dalam akun inihingga kutemukan sebuah foto di salah satu album profilnya, sebuah foto yang menggambarkan Devi yang dipeluk dari belakang oleh Kemala, sejenak lalu kucoba menerawang jauh berbekal foto ini.
Devi dan Kemala terlihat sangat akrab.. Lebih dari sekedar akrab, yang bagiku terlihat ganjil. Sesaat kemudian kulihat keadaan berubah menjadi pertengkaran, sesaat kemudian mereka berbaikan kembali. Hubungan yang naik turun, pikirku, lalu situasi yang kulihat berubah lagi, sekarang kudapati Kemala mengambil beberapa botol obat dari ruang farmasi, kubaca dari kemasan di botol itu tertulis: 'morphine-sulfate inj.'
Hmm.. itu adalah jenis obat bius terlarang, Kemala mengambil cukup banyak obat itu lalu dibawa ke ruangannya, kemudian dia memanggil Devi dan botol-botol tersebut dibagi-bagi kepadanya.
Gila! Apa maksud dari semua ini?Kecanduan obat?
Sejauh ini belum kutemukan sebuah motif hingga pada kejadian selanjutnya terlihat sebuah pertengkaran lagi.
Di sebuah ruang klinik umum yang sepi, Kemala terlihat marah besar pada Devi.Tamparan dan jambakan mendera suster itu, entah darimana Kemala mendapat kekuatan yang mampu membuat Devi tak kuasa melawan, hingga pada suatu kesempatan, Devi berhasil meraih sebuah gunting dan menusukperut Kemala.
Sempat terjatuh sejenak, Kemala kembali bangkit dan langsung mengeluarkan sebuah suntikan dari sakunya, dengan menahan rasa sakit dia menerjang kearah Devi yang sudah kepayahan. Devi yang sudah tak kuat untuk melawan Kemala masih berusaha menghindari serangan membabi buta yang mungkin saja bisa merenggut nyawanya.
Kemala pun berhasil menancapkan suntikan yang entah berisi cairan apa ke dada suster Devi, sekitar 30 detik kemudian mulai terlihat efek dari suntikan tadi, tubuh Devi mulai kejang-kejang dan kemudian berhenti bergerak. Kemala yang menderita luka tusuk di perutnya lalu meninggalkan tubuh Devi yang sudah tak bergerak itu di lantai, dia lalu menuju kamar operasi untuk menjahit luka-lukanya itu.
Selesai menjahit lukanya dengan susah payah,Kemala lalu kembali ke ruang klinik dimana tubuh Devi tergeletak, selanjutnya membawa tubuh itu dengan bantuan kursi roda, sambil mengambil 3 botol alkohol berukuran besar dan membawa tubuh Devi menuju pintu belakang rumah sakit.
Tubuh yang sudah tak berdaya itu dibawanya menuju perkebunan tebu. Di tengah kebun tebu Kemala lalu meletakkan tubuh Devi di tanah, semua pakaian yang dikenakan oleh Devi dia lepas lalu dengan sebuah pisau bedah dia menikam tubuh Devi dengan penuh amarah, kemudian diambilnya botol-botol alkohol.
Selanjutnya adalah serupa dengan kejadian yang pernah aku lihat beberapa hari yang lalu, Kemala melemparkan korek api yang menyala ke tubuh Devi.........Kemudian Kemala melepaskan bajunya yang bersimbah darah dan meletakkannya tak jauh dari mayat Devi, pakaian Devi ia kenakan sebagai gantinya.
Kemala kembali ke rumah sakit untuk membangun alibi bahwa Devi lah yang membunuh dirinya, darah segar yang sebelumnya menetes dari perut Kemala dari ruang klinik umum menuju ruang operasi sengaja digunakan sebagai alibi yang sepertinya digunakan oleh polisi sebagai salah satu bukti yang menguatkan bahwa Devi adalah pelakunya.
Kembali di ruang klinik umum Kemala, dengan sengaja menjambak sendiri rambutnya hingga tertarik beberapa helai, lalu dibiarkannya jatuh di lantai, kursi roda yang digunakan untuk membawa Devi dan di beberapa bagian ruangan yang rusak akibat pergulatan antara dirinya dengan Devi tadi. Selanjutnya setelah selesai membangun alibi Kemala pergi meninggalkan rumah sakit......
Aku sadar kembali dengan rasa mual di perut melihat peristiwa tadi, kepalaku serasa berputar-putar
"Kamu melihat terlalu jauh, tubuhmu jadi merasakan akibatnya, sini aku obati", ujar Kimi yang lalu entah melakukan apa pada tubuhku, punggungku seakan ditiup oleh angin dingin dan sekejap menjadi hangat.
"Kamu apain tadi Kim?" tanyaku.
"Sekedar kuelus-elus saja" jawab Kimi bercanda.
"Setelah mengetahui semuanya, apa yang akan kamu lakukan?Menyatukan logika dengan hal gaib itu tidak mudah loh" tanya Kimi lagi.
Aku tidak menjawabnya karena pertanyaan itu mebuatku berpikir cukup keras, "Aku harus membaca novel-novel detektif Kim, ayo ikut membaca bareng biar kamu bisa mempelajari 'logika' para manusia", ajakku pada Kimi.
Kubaca beberapa novel detektif yang tersedia di internet sebagai referensi, Kimi yang ikut membacanya lalu berkata,"Alvian coba kau buka tulisan-tulisan yang ditulis oleh Kemala".
Aku tidak tahu apa maksud Kimi, lalu aku teringat akan blog yang pernah aku lihat di laptop Kemala pada waktu itu.
"Kamu tahu darimana tentang hal ini Kim, kita kan kenal belum lama ini" tanyaku heran.
"Aku sudah mengikutimu sejak kau lahir pangeran" jawab Kimi singkat, aku jadi semakin bingung dengan perilaku para jin ini.
loveless.blogspot.com, kubuka alamat blog tersebut. Semua tulisan di blog ini ditulis dalam bahasa Inggris, postingan-postingannya berupa cerpen percintaan berlatar belakang cinta sejenis, kubaca dari posting-posting awal hingga posting terakhir, semua cerita yang tertulis di blog ini terasa sangat nyata, itulah yang kudapat dari penerawanganku di setiap postingan, dan seperti yang sudah kutebak di postingan terakhir tertulis cerita tragis "pasangan" ini, kekasihnya mengkhianatinya dan memilih untuk menikah dengan lawan jenis, dia lalu bertengkar hebat dan........membunuhnya.
Kuperhatikan tanggal posting terakhir ini diterbitkan, ternyata hanya berselang dua hari sejak ditemukannya jasad "Kemala", wanita ini benar-benar seorang psikopat.
Sekarang bagaimana caranya aku bisa membeberkan ini semua, apakah polisi akan percaya begitu saja padaku yang masih berstatus 'pasien sakit mental'?
-Bersambung-
FINALE
"Maksud kamu? Kemala memalsukan kematiannya sendiri?" tanya Arina dengan kaget kepadaku.
"Hmm katakanlah.. Kemala itu sedang membentuk sebuah identitas baru untuk sesuatu yang saat ini sedang diyakininya" jawabku dengan hati-hati.
Arina berhenti berbicara setelah perbincangan itu, dia mengantarku sampai ke rumah, sebelum Arina pulang, kusempatkan untuk bertanya,"Dimana sebetulnya kota 'Z' tempat terjadinya pembunuhan, mungkin aku bisa menggali petunjuk?".
Sedikit cemas Arina menjawab,"Magetan..." jawabnya lirih, lalu dia pulang dan aku langsung menuju kamar mandi, mandi malam dengan air dingin untuk menghilangkan gerah seharian ini.
Malamnya, entah kenapa diriku jadi susah tidur, meskipun sebetulnya sudah sering terjadi, namun malam ini seharusnya aku sudah terlelap dikarenakan serangan lelah yang luar biasa.
Kulirik jam dinding masih menunjukkan pukul 23.39, "masih terlalu pagi untukmu tidur ya" tanya Kimi yang dengan agak malas kujawab "Kamu kok gak balik ke duniamu sih?Yang mengurusi kerajaanmu siapa 'yang mulia ratu' Kimi?" jawabku dengan nada mengejek.
"Para dewan dan kakekku menyuruhku untuk tinggal bersamamu, mereka berharap aku belajar darimu" balas Kimi.
"Belajar apaan?Kamu ini jin, masa hidupmu lebih panjang daripada manusia, peradabanmu juga sudah berkembang sebelum manusia diciptakan".
Kimi tak membalas lagi. "Kenapa aku jadi kepikiran dengan kasus Kemala sih, kenal aja enggak" gumamku dalam hati.
"Kamu tahu ada hal yang tidak beres disana, dan kalau hal itu bisa kamu pecahkan bisa sangat menguntungkan hubunganmu dengan Arina manusia perempuan tadi" ujar Kimi yang membuatku serasa kena 'head-shot'.
Sudahlah biar kupikirkan besok saja, rasa kantuk sudah benar-benar datang malam ini.
Esok harinya kurencanakan untuk mencari petunjuk tentang perawat bernama Devi Kurnia di internet, perempuan yang berinisial DK tersebut menjadi tersangka utama pelaku pembunuhan terhadap 'Kemala', hingga saat ini keberadaanya masih belum diketahui.
Aku memulai pencarianku dari media-media sosial, kutemukan beberapa kecocokan dari foto serta nama namun semuanya berupa akun yang pasif sekali, hingga muncul inisiatif untuk melakukan pencarian berdasar kan foto, kutemukan sebuah akun dengan nama missbloodyheart.
Tunggu dulu.. nama akun ini langsung menyegarkan ingatanku tentang ‘vision’ yang kulihat beberapa hari yang lalu.Tak ada posting yang berarti di dalam akun inihingga kutemukan sebuah foto di salah satu album profilnya, sebuah foto yang menggambarkan Devi yang dipeluk dari belakang oleh Kemala, sejenak lalu kucoba menerawang jauh berbekal foto ini.
Devi dan Kemala terlihat sangat akrab.. Lebih dari sekedar akrab, yang bagiku terlihat ganjil. Sesaat kemudian kulihat keadaan berubah menjadi pertengkaran, sesaat kemudian mereka berbaikan kembali. Hubungan yang naik turun, pikirku, lalu situasi yang kulihat berubah lagi, sekarang kudapati Kemala mengambil beberapa botol obat dari ruang farmasi, kubaca dari kemasan di botol itu tertulis: 'morphine-sulfate inj.'
Hmm.. itu adalah jenis obat bius terlarang, Kemala mengambil cukup banyak obat itu lalu dibawa ke ruangannya, kemudian dia memanggil Devi dan botol-botol tersebut dibagi-bagi kepadanya.
Gila! Apa maksud dari semua ini?Kecanduan obat?
Sejauh ini belum kutemukan sebuah motif hingga pada kejadian selanjutnya terlihat sebuah pertengkaran lagi.
Di sebuah ruang klinik umum yang sepi, Kemala terlihat marah besar pada Devi.Tamparan dan jambakan mendera suster itu, entah darimana Kemala mendapat kekuatan yang mampu membuat Devi tak kuasa melawan, hingga pada suatu kesempatan, Devi berhasil meraih sebuah gunting dan menusukperut Kemala.
Sempat terjatuh sejenak, Kemala kembali bangkit dan langsung mengeluarkan sebuah suntikan dari sakunya, dengan menahan rasa sakit dia menerjang kearah Devi yang sudah kepayahan. Devi yang sudah tak kuat untuk melawan Kemala masih berusaha menghindari serangan membabi buta yang mungkin saja bisa merenggut nyawanya.
Kemala pun berhasil menancapkan suntikan yang entah berisi cairan apa ke dada suster Devi, sekitar 30 detik kemudian mulai terlihat efek dari suntikan tadi, tubuh Devi mulai kejang-kejang dan kemudian berhenti bergerak. Kemala yang menderita luka tusuk di perutnya lalu meninggalkan tubuh Devi yang sudah tak bergerak itu di lantai, dia lalu menuju kamar operasi untuk menjahit luka-lukanya itu.
Selesai menjahit lukanya dengan susah payah,Kemala lalu kembali ke ruang klinik dimana tubuh Devi tergeletak, selanjutnya membawa tubuh itu dengan bantuan kursi roda, sambil mengambil 3 botol alkohol berukuran besar dan membawa tubuh Devi menuju pintu belakang rumah sakit.
Tubuh yang sudah tak berdaya itu dibawanya menuju perkebunan tebu. Di tengah kebun tebu Kemala lalu meletakkan tubuh Devi di tanah, semua pakaian yang dikenakan oleh Devi dia lepas lalu dengan sebuah pisau bedah dia menikam tubuh Devi dengan penuh amarah, kemudian diambilnya botol-botol alkohol.
Selanjutnya adalah serupa dengan kejadian yang pernah aku lihat beberapa hari yang lalu, Kemala melemparkan korek api yang menyala ke tubuh Devi.........Kemudian Kemala melepaskan bajunya yang bersimbah darah dan meletakkannya tak jauh dari mayat Devi, pakaian Devi ia kenakan sebagai gantinya.
Kemala kembali ke rumah sakit untuk membangun alibi bahwa Devi lah yang membunuh dirinya, darah segar yang sebelumnya menetes dari perut Kemala dari ruang klinik umum menuju ruang operasi sengaja digunakan sebagai alibi yang sepertinya digunakan oleh polisi sebagai salah satu bukti yang menguatkan bahwa Devi adalah pelakunya.
Kembali di ruang klinik umum Kemala, dengan sengaja menjambak sendiri rambutnya hingga tertarik beberapa helai, lalu dibiarkannya jatuh di lantai, kursi roda yang digunakan untuk membawa Devi dan di beberapa bagian ruangan yang rusak akibat pergulatan antara dirinya dengan Devi tadi. Selanjutnya setelah selesai membangun alibi Kemala pergi meninggalkan rumah sakit......
Aku sadar kembali dengan rasa mual di perut melihat peristiwa tadi, kepalaku serasa berputar-putar
"Kamu melihat terlalu jauh, tubuhmu jadi merasakan akibatnya, sini aku obati", ujar Kimi yang lalu entah melakukan apa pada tubuhku, punggungku seakan ditiup oleh angin dingin dan sekejap menjadi hangat.
"Kamu apain tadi Kim?" tanyaku.
"Sekedar kuelus-elus saja" jawab Kimi bercanda.
"Setelah mengetahui semuanya, apa yang akan kamu lakukan?Menyatukan logika dengan hal gaib itu tidak mudah loh" tanya Kimi lagi.
Aku tidak menjawabnya karena pertanyaan itu mebuatku berpikir cukup keras, "Aku harus membaca novel-novel detektif Kim, ayo ikut membaca bareng biar kamu bisa mempelajari 'logika' para manusia", ajakku pada Kimi.
Kubaca beberapa novel detektif yang tersedia di internet sebagai referensi, Kimi yang ikut membacanya lalu berkata,"Alvian coba kau buka tulisan-tulisan yang ditulis oleh Kemala".
Aku tidak tahu apa maksud Kimi, lalu aku teringat akan blog yang pernah aku lihat di laptop Kemala pada waktu itu.
"Kamu tahu darimana tentang hal ini Kim, kita kan kenal belum lama ini" tanyaku heran.
"Aku sudah mengikutimu sejak kau lahir pangeran" jawab Kimi singkat, aku jadi semakin bingung dengan perilaku para jin ini.
loveless.blogspot.com, kubuka alamat blog tersebut. Semua tulisan di blog ini ditulis dalam bahasa Inggris, postingan-postingannya berupa cerpen percintaan berlatar belakang cinta sejenis, kubaca dari posting-posting awal hingga posting terakhir, semua cerita yang tertulis di blog ini terasa sangat nyata, itulah yang kudapat dari penerawanganku di setiap postingan, dan seperti yang sudah kutebak di postingan terakhir tertulis cerita tragis "pasangan" ini, kekasihnya mengkhianatinya dan memilih untuk menikah dengan lawan jenis, dia lalu bertengkar hebat dan........membunuhnya.
Kuperhatikan tanggal posting terakhir ini diterbitkan, ternyata hanya berselang dua hari sejak ditemukannya jasad "Kemala", wanita ini benar-benar seorang psikopat.
Sekarang bagaimana caranya aku bisa membeberkan ini semua, apakah polisi akan percaya begitu saja padaku yang masih berstatus 'pasien sakit mental'?
-Bersambung-
FINALE
Diubah oleh shani.andras 22-08-2016 18:24
bejo.gathel dan 4 lainnya memberi reputasi
5