Kaskus

Story

watashiwapsychoAvatar border
TS
watashiwapsycho
TERNYATA DIA DISINI (HORROR STORY)
Percaya atau tidak, dia ada disini dan memperhatikanmu dari balik gelap gulitanya malam yang akan membuat rasa penasaranmu terjawab. emoticon-Takut

Mungkin kalian akan berfikir "Seperti tuan yang menceritakan kisahnya."

PART 1 A - Sambutan malam

PART 1 B - Sambutan Malam

PART 2 - Kolam Renang

PART 3 - Pocong 3 Meter [BEST STORY]

PART 4 - Selamat Tinggal Pemilik Villa

PART 5 - Bapak Pengendara Motor

PART 6 - Pengalaman Kakek

PART 7 - Sendirian

PART 8 - Dibalik Gelapnya Desa

PART 9 - Makam

PART 10 - Kuntilanak Laut

PART 11 - Kelapa Atau Kepala

PART 12 - Stasiun Kereta

PART 13 - Siluman Kera

PART 14 - Rumah Sakit

PART 15 - Wanita Tanpa Nama

PART 16 - ON GOING

Terimakasih telah mengikuti alur cerita ini.

Agar saya lebih sering update, tolong di apresiasi dengan cara memberi Rate bintang 5 emoticon-Rate 5 Star
tinggalkan comment, kritik, dan saran yang positif. emoticon-Toast

Cerita ini juga terbit di Wattpad.com
baca lebih mudah dengan cara klik link dibawah ini.
link : https://www.wattpad.com/story/820305...ata-dia-disini emoticon-Sundul Up
Diubah oleh watashiwapsycho 14-10-2016 19:01
anasabilaAvatar border
danjauAvatar border
danjau dan anasabila memberi reputasi
2
99.5K
317
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.1KAnggota
Tampilkan semua post
watashiwapsychoAvatar border
TS
watashiwapsycho
#5
KOLAM RENANG [PART 2]
Menjelang pagi, sekitar pukul 05.30 pagi, sehabis shalat Subuh. Salah satu temen gue yang bernama Andhika, mengajak gue dan kawan-kawan yang lain untuk ikut berenang, dan gue pun berkata,

"Ah ga mau, ini tuh masih pagi banget, kita ini di daerah puncak, lu pasti tau lah dinginnya air kolam berenang itu kaya gimana." Jawab gue.

"Udah elah ah, malah seger pagi-pagi berendem di air es." Saut Andhika dengan nada tertawa sambil menarik tangan gue untuk ikut mereka.

Mau ga mau, gue akhirnya ikut.

Matahari masih belum terbit, posisi kolam renang tepat disamping villa, gak jauh dari pohon beringin yang semalem gue liat sosok yang menyeramkan, sejujurnya meskipun ramai, sekitar 6 orang dan udah termasuk gue, gue masih ngerasa merinding.

"Ah gue gk ikut berenang ah, gue ngeliatin kalian aja." Ucap gue kepada Andhika yang sudah siap masuk kedalam kolam renang.

"Yaelah Mam, yaudah dah jagain pakaian kita."

"Oke sip dah."

Gue duduk di kursi kayu yang ada disamping kolam renang.

Saat gue sedang asik memperhatikan kawan-kawan yang berenang.
Tiba-tiba gue merasa merinding, ditambah hawa dinginnya pagi dan suasana yang masih gelap karna kurangnya penerangan didekat situ, menambah suasana seram di pagi itu.

Seketika mata gue tertuju pada pohon beringin besar yang tumbuh subur tersebut, gue memperhatikan pohon tersebut, gue merasa aneh, banyak daun berguguran, namun hanya didaerah sebagian saja.

Karna rasa penasaran, gue memperhatikan dari bawah sampai atas pohon yang rimbun itu.

Alanglah kagetnya gue.

Gue melihat sesosok wanita berpakaian putih panjang, dengan wajah tertutup rambut, sosok itu duduk disalah satu batang pohon dan mengayunkan kakinya, yang gue lebih bikin takut.

DIA MELAMBAIKAN TANGANNYA KE GUE!!!!!!

Ini sosok yang gue lihat di jalan tol Jagorawi semalem! Ternyata dia ngikutin rombongan gue sampai ke Villa ini!!!!!!

Gue langsung menundukan wajah gue dan menutupnya dengan pakaian temen gue, gue pengen kabur dan langsung lari, tapi kaki gue lemes seketika, cukup lama gue menahan takut dengan posisi itu.

"Mammm, woyy Mam, lu kenapa? Di panggil-panggil gak denger daritadi." Tanya Andhika yang segera keluar dari kolam dan menghampiri gue.

"Ehh-anuu, enggak kok, gue cuma ngerasa dingin aja."

"Beneran?"

"Iya beneran deh."

"Yaudah yuk masuk, gue juga kedinginan nih." Ucap Andika yang sedang mengenakan pakaiannya.

Gue menoleh ke tempat sosok kuntilanak tadi. Ternyata sudah gak ada.

"Udah yuk semuanya keluar dari kolam, kita masuk." Celetuk Andhika kepada teman yang lain.

Kawan-kawan gue udah pada keluar dari kolam renang.

"Mam ambilin baju gue dong disebelah situ." Ucap Boyo kepada gue.

"Ah enggak ah, males gue."

"Yaelah sama temen gitu banget."

"Ah elah dah, iye iye gue ambilin."

Bajunya Boyo terletak di samping kolam renang, gak jauh dari tempat duduk gue yang tadi.

Gue coba berfikir positif, bahwa kuntilanak itu udah pergi.

Gue menghampiri dan mengambil baju punya Boyo.

Dan saat itu juga gue ngeliat bayangan hitam besar seperti manusia, namun berada didasar kolam renang yang airnya sudah tenang, meskipun suasana gelap, bayangan itu lebih gelap dari gelap yang ada di dasar sekitar kolam renang. Jadi nampak jelas.

Meskipun itu bayangan ada didasar kolam renang, namun gue melihat dua cahaya merah dari dasar kolam renang itu.

"I-inii, yang semalem gue lihat pas shalat Isya." Ucap gue dalam hati dengan perasaan cemas.

Gue langsung lari menghampiri yang lain, tanpa berkata apapun gue langsung melempar baju tersebut kepada Boyo.

Entah kenapa gue menoleh kebelakang. Gue melihat sosok bayangan itu melompat keluar dari air yang tenang itu. Menimbulkan suara seperti orang yang melompat kekolam renang, air kolam yang tadinya tenang kini bergoyang-goyang.

Gue langsung lari lagi masuk kedalem villa.

Satu hal yang membuat gue janggal. Dengan suara yang lumayan keras seperti orang melompat kedalam kolam, temen gue pada asik pake baju, seolah-olah gak terjadi apa-apa dan hanya gue yang melihat dan merasakannnya.

Gue langsung masuk kedalem kamar dan gue selimutan.

"Mam lu kenapa lari kaya ngeliat setan?." Tanya Andhika kepada gue didalam kamar.

"Kagak kok, gue kebelet tadi."

"Kok kebelet malah kekamar?."

"Ga jadi kebelet, gatau kenapa." Ucap gue mencoba meyakinkan.

"Lu gak bohong kan? Lu gak ngeliat setan sini kan?." Tanya Andhika dengan wajah sedikit ketakutan.

"Seriusan gue gak bohong."

"Okedeh kalo gitu, gue mau mandi dulu."

Dalam semalaman gue udah banyak ngeliat makhluk halus disini, mulai dari perjalanan ke villa ini, bahkan sampai di villa, seperti mereka sudah tau kalau kami akan datang kesini.

Pagi gue udah cukup menyeramkan, diawali dengan sambutan yang sangat menakutkan.

Diubah oleh watashiwapsycho 20-08-2016 08:08
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.