- Beranda
- Stories from the Heart
Di ujung jalan
...
TS
3005fm
Di ujung jalan

Prolog cerita dihapus untuk tempat index cerita.
Untuk memudahkan pembacaan cerita dan karena ada beberapa yang request, maka saya bikin list partnya. Setiap part yang udah di update akan langsung dimasukan ke index.
Semoga makin semangat baca ceritanya
Di ujung jalan :
Bab 1 - Wawancara Majalah Food & Travel
Bab 2 - Pameran Seni
Bab 3 - Pertemuan Kedua
Bab 4 - Karyawan Baru
Bab 5 - Mengenal Nata
Bab 6 - Ini Apa ?
Bab 7 - Sakit
Bab 8 - Happiness
Bab 9 - Undefined Feeling
Bab 10 - Penjelasan dan Luka Lama
Bab 11 - Rasa Penasaran
Bab 12 - Something Wrong
Bab 13 - Liar
Bab 14 - Penyakit Bulan
Bab 15 - Egois
Bab 16 - Nekat
Bab 17 - Hurt (again)
Bab 18 - Salah Paham
Bab 19 - Akhir yang Baik
Bab 20 - Finally
Di ujung jalan (Bimo POV) :
Bab 1 - Pertemuan Awal
Bab 2 - Diam-diam
Bab 3 - Kebodohan
Bab 4 - Solo
Bab 5 - Pengakuan
Bab 6 - Shows Her
Bab 7 - Move On
Bab 8 - New Girl
Bab 9 - Nadia
Bab 10 - Jealous
Bab 11 - Jadian
Bab 12 - Kembali
Bab 13 - 1st Anniversary
Bab 14 - Accident
Bab 15 - Lost Her
Diubah oleh 3005fm 15-01-2017 19:24
anasabila memberi reputasi
1
14.4K
117
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
3005fm
#70
Di ujung jalan
Bab 20
Finally
Hari itu tepat tanggal 14 Agustus 2016, Nata dan Ardi memilih untuk melangsungkan resepsi pernikahannya Pantai Parangtritis. Mereka memutuskan untuk nikah di outdoor. Awalnya mereka sempet deg-degan karena menikah di outdoor, lebih tergantung pada cuaca. Tapi kini mereka masing-masing duduk di kursi pelaminan sambil terlihat tersenyum sambil sesekali berfoto dengan tamu yang hadir.
"Kamu cantik banget, Nat," kata Ardi sambil memegang tangan Nata.
"Biasa aja kali, kamu juga udah pernah liat aku pas coba baju ini..." Nata mencoba mengelak sambil menyembunyikan senyum merekahnya.
Hari ini Nata mengenakan kebaya berwarna pink dan dipadukan oleh kain songket khas Palembang. Rambutnya digulung ke atas dan riasan wajah yang tidak terkesan berlebihan.
"Apanya yang biasa aja ? Aura kamu tuh beda banget. Aku bawaannya pengen peluk kamu terus tiap liat kamu."
"Dasar gombal ! Aku gak tau kenapa tiba-tiba aku kena diabetes deket-deket kamu."
Ardi tertawa-tawa sambil mengenggam tangan Nata erat. Banyak problem yang mereka lewati sebelum mereka sampai di pelaminan ini, termasuk soal Bulan. Ardi dan Nata sebenarnya tetap mengundang Bulan meskipun hampir sudah setengah acara, ia belum muncul juga.
"Hai, Nat. Hai Ar."
"Hai, Lan," sapa Nata dan Ardi bersamaan. Sebenarnya Ardi agak kaget karena Bulan ternyata datang juga ke pernikahan mereka. Terakhir kali mereka bertemu, Bulan enggan memberikan restu kepada mereka berdua, dan malah menentang pernikahan mereka.
"Maaf kalo aku terlambat, tadinya gue enggak yakin mau dateng. Tapi gue akhirnya sadar kalo selama ini gue salah. Kesalahan masa lalu gue yang bikin gue gak rela kalo ini terjadi. Gue minta maaf, khususnya sama lo Nat."
"Gak papa Lan, semua orang pernah bikin salah. Gue maafin lo."
"Gue juga Lan, maafin gue juga selama ini gak pernah cukup perhatian sama lo sejak kita sahabatan dari SMA," kata Ardi menambahkan.
Bulan mengangguk kecil sambil tersenyum. "Selamat buat kalian, cepet-cepet punya momongan ya."
"Guenya sih maunya cepet Lan. Gak tau nih si Nata bilangnya pengen pacaran dulu."
"Dasar otak kamu ya... Btw, makasih ya Lan, kamu juga nyusul dong sama Bimo."
"Sip sip." Bulan tersenyum sambil berlalu dari hadapan Ardi dan Nata.
"Nat, aku pengen deh ngeliat Bimo sama Bulan jadian... Kamu tau banget kalo Bimo udah suka sama Bulan dari dulu."
"Iya nih, Liat deh si Bimo gerak cepet banget ngedeketin Bulan."
"Hahaha, iya tuh. Kayak aku dulu ngedeketin kamu."
"Apaan sih. Udah ah, aku mau foto sama temen-temen SMA aku dulu."
"Tunggu, Nat. Aku pengen ngomong...." kata Ardi sambil menahan tangan Nata.
"Ngomong apa ?"
"Aku cinta sama kamu, banget." Ardi mendekatkan bibirnya dan mencium Nata singkat. Lalu pemandangan itu disambut tepuk tangan dari para tamu udangan yang hadir.
Note : Akhirnya cerita Ardi dan Nata kelar juga.. maaf kalo belakangan ini saya jarang update, jujur lagi banyak deadline kerjaan yang belom dikelarin. Habis bab ini, saya mau mulai cerita Bimo dan Bulan. Semoga aja pembaca cerita ini nggak kabur gara-gara bete nunggu kelamaan update - see you

0