Kaskus

Story

suwandilamAvatar border
TS
suwandilam
Cerita Seram Selama Mengabdi di Desa Terpencil
INDEX


PART 1 - Perkenalan - Langsung ada di postingan ini
PART 2 - Keberangkatan
PART 3 - Tiba di Desa
PART 4 - Malam Pertama
PART 5 - Ibu Tua
PART 6 - Informasi Mengejutkan
PART 7 - Suara
PART 8 - Terkuncikah ?
PART 9 - Rumah Terang
PART 10 - Gadis Cantik Yang Kesepian
PART 11 - Tangisan
PART 12 - Pernyataan Kades
PART 13 - Terjebak
PART 14 - Pengungkapan
PART 15 - Silahturahmi Pertama
PART 16 - Tamu
PART 17 - Jalan Malam
PART 18 - Berteduh Lagi
PART 19 - Balik !!!
PART 20 - Maksud Terselubung
PART 21 - Perdebatan
PART 22 - Halusinasi ?
PART 23 - Halusinasi 2
PART 24 - Tangis dan Tawa
PART 25 - Pengejaran Amelia
PART 26 - Ngecek Lagi ?
PART 27 - Gak Hoki
PART 28 - Siapa Itu Ya ?
PART 29 - Hari Yang Tenang
PART 30 - Kebelet !
PART 31 - Bertemu Lagi !
PART 32 - Tertabrak !
PART 33 - Terror
PART 34 - Kejutan !!!
PART 35 - Terror 2
PART 36 - Terror 3
PART 37 - Lemari Cermin
PART 38 - Ngecek yuk
PART 39 - Tangisan
PART 40 - Ketukan
PART 41 - Mimpi atau Nyata
PART 42 - Penampakan
PART 43 - Haruskah Melapor ?
PART 44 - Mencari Solusi
PART 45 - Pengungkapan Misteri !
PART 46 - Pengungkapan Misteri 2
PART 47 - Pengungkapan Misteri 3
PART 48 - Pengungkapan Misteri 4
PART 49 - Sebenarnya ini apa ?!
PART 50 - Pengungkapan Lemari Cermin
PART 51 - Nenek oh Nenek
PART 52 - Konflik !
PART 53 - Kejutan
PART 54 - Bolehkah Gue Kabur ?
PART 55 - Hilang !
PART 56 - Duniaku
PART 57 - Gue Dimana?
PART 58 - SURAT
PART 59 - Suara dan Penglihatan ?
PART 60 - Masuk atau Kagak ?!
PART 61 - Aku Hilang !
PART 62 - Kembali
PART 63 - Penjelasan
PART 64 - Siksaan !
PART 65 - Ketenangan
PART 66 - Suara Aneh
PART 67 - Terjebak !
PART 68 - TOLONG GUE !
PART 69 - Kuburan (NEW UPDATE)


Cerita Seram Selama Mengabdi di Desa Terpencil - Part 1

Cerita ini merupakan fiksi, namun isi dari cerita ini sebagian diambil dari serangkaian kisah pengalaman nyata yang dialami oleh penulis dan dicampur dengan cerita fiksi yang tidak benar-benar terjadi. Beberapa kejadian memang benar terjadi dan beberapa kejadian merupakan cerita rekayasa untuk penambahan agar cerita ini menjadi lebih menarik. Semua nama tokoh, nama tempat dan lain-lain telah disamarkan guna menjaga nama baik pemilik aslinya.

Nah mari kita mulai ceritanya.

1 Februari 2015, Yap tepat pada tanggal ini saya mahasiswa jurusan ekonomi yang bernama Dony mendapatkan tawaran menarik dari kampus saya. Saya berasal dari Jakarta, kuliah di salah satu universitas swasta ternama di Jakarta dan sekarang tengah memasuki semester delapan. Menjelang memasuki semester 8 yang ku anggap bakal menjadi semester terakhir untuk perkuliahanku, Aku memiliki banyak waktu luang karena aku hanya tinggal menyelesaikan KKN dan menyusun skripsi (Itupun uda hampir kelar karena data2 skripsinya uda ada dan tinggal dimanipulasi, namun repotnya ya itu nanti minta persetujuan dosen dan revisi2 yang menjengkelkan pastinya dan bisa menghabiskan waktu cukup lama).

Sebelum tanggal 1 Feb, keseharianku cukup membosankan karena terlalu banyak waktu luang, mau memikirkan tentang KKN, tetapi aku masih galau mau KKN di mana, belum ada lokasi KKN yang asik menurutku sampai saat ini. Kebanyakan waktu luangku kuhabiskan untuk berkelana di kampus mencari info2 sputar KKN, hingga suatu waktu aku pergi ke ruangan dosen, bercerita2 dengan dosen dan terakhir sebelum pulang, aku membaca papan informasi yang ada di ruangan dosen, seketika mataku tertuju pada papan informasi yang terdapat selembaran brosur. Brosur tsb bertuliskan :

“Dicari 10 Mahasiswa/I yang berminat untuk ikut serta dalam kegiatan pembangunan desa terpencil selama 3 bulan, dana semua ditanggung oleh kampus. Diperuntukkan bagi mahasiswa/I yang berada di semester 7 ke atas.
Kriteria : Memiliki jiwa pemberani, bisa hidup mandiri, menyukai kehidupan alam desa dan ingin pengalaman seru.
Hadiah : Bagi anda yang belum menyelesaikan KKN, maka KKN dianggap selesai sehubungan dengan kegiatan ini dan mendapatkan nilai A
Bagi anda yang sedang menyelesaikan skripsi, maka nilai Skripsi anda akan langsung mendapatkan nilai A.
Silahkan isi formulir yang dapat diambil di bagian kemahasiswaan, serahkan formulir tersebut ke rektorat paling lambat tanggal 30 Januari 2015. Bagi mahasiswa/I yang kami anggap cocok untuk ikut serta dalam kegiatan pembangunan desa ini, akan kami informasikan pada tanggal 1 Februari 2015.
Mahasiwa/I akan kami pilih dari berbagai jurusan agar dapat saling melengkapi dan membuat serangkaian program untuk pembangunan desa tersebut.
Untuk informasi lebih lanjut bisa langsung datang ke rektorat.”

Wahhhh !!! Setelah membaca brosur ini, akupun kaget dan cukup tertarik untuk mengikuti kegiatan ini. Langsung kutanyakan ke bagian kemahasiswaan di fakultasku tentang formulir ini dan apakah masih ada kuota kosong untuk kegiatan pembangunan desa ini atau tidak.

Saya : “Pak ! Itu brosur di papan informasi masih berlaku kan Pak? Kira2 masih ada slot kosong utk saya ikut serta gak ?”

Dosen Kemahasiswaan : “Oh brosur itu, setahu saya itu masih terbuka untuk semua mahasiswa di universitas ini. Penutupannya kan di akhir bulan Januari ini. Kenapa? Kamu minat utk ikut ?”

Saya : “Oh jelas minat lah Pak ! KKN dan Skripsi langsung kelar dan nilainya A loh !”

Dosen : “Hehehe iya nak, Bapak juga kaget baca brosur ini, kok bisa ya rektorat langsung izinkan KKN dan Skripsi langsung dapat nilai A.”

Saya : “Loh, memangnya kenapa Pak ? Tahun2 sebelumnya belum pernah ada informasi seperti ini?”

Dosen : “Belum pernah nak. Ini informasi terbaru dan perdana yang pernah Bapak dapatkan. Belum pernah ada kegiatan seperti ini selama bapak mengajar di sini. Ya uda kamu coba apply aja deh, siapa tau kamu bisa terpilih kan, itu untuk 10 orang kapasitasnya loh, coba aja kamu ajak temanmu biar gak bosan. Siapa tau bisa masuk kalian kan, tapi nanti kepastian siapa yang berhak ikut itu jg ditentuin dari rektorat dan kemungkinan kamu dan temanmu tidak bisa lolos barengan, tapi dicoba saja, paling enggak nanti kamu bakal dapat banyak teman baru loh. Nih formulirnya.”

Saya : “Makasih pak, paling enggak saya lolos dari KKN dan Skripsi yang menyusahkan ini Pak. Hehehehe.” (Ketawa cengengesan)
Setelah mendapatkan formulir dari dosen kemahasiswaan fakultasku, Aku langsung bikin group chat via BBM untuk beberapa teman2ku yang berjumlah 4 org termasuk aku yang tentunya masih belum KKN dan Skripsi.

Saya : “Woi, Bro ! Baca nech, Kalian ndak perlu KKN dan bikin skripsi oeeee ! Ikut program ini, seru cui ngabdi di desa, hidup di alam bebas, KKN dan skripsi lgsg kelar. Dana semua ditanggung kampus ! Ikut yok, untuk semua fakultas loh!”

Rudy : “Wew serius tuh? Keknya seru juga loh ! Lu ada formulirnya?”

Victor : “Wakakaka, klo KKN dan skripsi lgsg A , gue masuk cui. Kapan kasi gue form nya ?”

Benny : “Gue ikut apply deh klo kalian semua apply ! Ya moga” aja kepilih semua kita berempat!”

Saya : “Okay, form nya kalian jemput aja ama gua di kampus ya!”

Setelah menghubungi semua teman2 gua, gua pun atur waktu ketemu mreka dan ngasihin formulir untuk mereka isi.
Tepat pada tanggal 1 Februari 2015 pagi hari, HP kami masing2 pun berdering.

Saya : “Woiii brooo ! Gue dapat sms dari rektorat nech ! Gw kepilih untuk ikut loh ! Wakakka, kalian cam mana? Lolos ?”

Rudy : “Gue kagak lolos brooooo… Suram !!!”

Victor : “Lu gak lolos Rud ? Gue lolos nech wkawkakwa, mantap Don ! Bareng2 nikmatin alam desa kita, skalian cuci mata liat cewek2 desa wakwkawka ! Benny gimana?”

Benny : “Gue gak lolos cukkk~ Kok bisa yeee… Padahal pengen banget gue nikmatin alam desa, intinya sih sebenarnya kkn dan skripsi kelar wakwakka.”

Saya : “Sabar yee yang gak lolos wkwkwk, kalian ambil masa langkau aja, barangkali tahun depan ada lagi kegiatan beginian hehehe.”

Rudy : “Taikk lu… Ya uda info2 n cerita2 ye pengalaman xan disana gimana !”

Victor : “Pasti bro ! Eh Don, nanti siang kita ke rektorat bareng deh ya !”

Saya : “Sip bro !”

Siang harinya sehabis makan siang, gue dan Victor langsung menuju ke rektorat dengan mengendarai motor kami masing2. Selama perjalanan kami saling bercerita.

Saya : “Eh bro, bosan gak ya nanti selama di desa, 3 bulan loh. Entah ada pulang or enggak ?”

Victor : “Ya kagak tau, enak sih hidup mandiri dan bebas, tapi klo 3 bulan ndak pulang ya bosan jg, kecuali di desa itu adem dan bnyk hiburan, tapi gue rasa mana bakal byk hiburan, tv, game, inet pasti ga ada or klo pun ada pasti jelek sekali.”

Saya : “Iya juga sich, tapi biarlah, lumayan kan KKN dan Skripsi bisa kelar dalam 3 bulan bersamaan. Bersabar2 aja dah, tujuan kita kan itu. Hehehe”

Victor : “Yoi Bro. Kira-kira 8 peserta lagi cowo apa cewe ya, klo cowo semua bosan juga nech. Btw entah ada yang tipe gue or gak ya, pengennya sih klo ada yg cewe yg tipe gue, bisa pdkt-an sekalian hahaha.”

Saya : “Hehehe.. Lu mah mata keranjang wakwkawka.”

Ehem, sampai lupa ngasih tau ke para pembaca, Gue dan Victor punya kriteria tipe cewe kami masing-masing. Ya moga-moga aja ada yg sesuai tipe, jadi bisa aktivitas bareng sambilan PDKT. hehehe





Polling
0 suara
Bagusnya Cerita ini memiliki Alur Panjang atau pendek ? Bagaimana isi ceritanya?
Diubah oleh suwandilam 18-09-2019 21:40
piaupiaupiauAvatar border
tarisyasb062910Avatar border
symoel08Avatar border
symoel08 dan 17 lainnya memberi reputasi
12
1.7M
3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
suwandilamAvatar border
TS
suwandilam
#955
Cerita Seram Selama Mengabdi di Desa Terpencil – Part 50

Perasaan gua mulai bingung dan ga menentu. Victor yang tiba-tiba berjalan sendirian dan ga sadarkan diri terus melangkah ke arah hutan yang tentunya bukan arah jalan pulang ke rumah kami. Gua mesti gimana yah? Kalo gua pulang rumah duluan terus ngajakin Aldi, Gua bakal kehilangan jejak Victor nih. Aaaahhh….

Akhirnya gua mutuskan untuk kejar Victor aja deh.

“Vicccc !!!! Oi sadar oi kemana arah jalanmu !” teriak Gua

Victor masih terus berjalan dengan begitu cepat tanpa menghiraukan panggilan Gua.

“Viccc !!” teriak Gua lebih keras lagi sambil gua memotong jalannya dan melihat ke arah wajahnya.

“Aaaaaaaahhhhhh………” gua sontak kaget dan terkejut karena wajah Victor tiba-tiba berubah menjadi wajah nenek tua yang pernah kami temui di jalan belakang rumah kami. Wajah nenek ini begitu menyeramkan, pupil matanya begitu kecil dan bagian putih matanya begitu banyak. Keriput di wajahnya, senyumannya bibirnya yang sangat membuat ku merinding.

Entah kenapa sesaat setelah gua berteriak kaget, pandangan mata gua menjadi buram….
Gelapppp…. Yahhh gua ga merasakan dan melihat apa-apa lagi… Hanya wajah nenek tua yang menyeramkan itu yang terlihat oleh gua….

…………..

“Koo…. Kooo Dony….. Uda mendingan belum?” ucap seseorang yang suaranya begitu lembut

“Ughhh….” Gumam Gua. Kepala gua sedikit pusing dan berat… Duh di mana gua ya? Perasaan tadi gua di perjalanan pulang bareng ama Victor. Terus tiba-tiba Victor bertingkah aneh dan gua dikagetkan ama wajah nenek tua yang muncul.

Gua mencoba membuka mata gua pelan-pelan, duh pusing banget gua.

“Ko Dony uda sadar? Halooo…?” suara yang begitu lembut terus memanggil gua

“Eh… Monica? Ini di mana? Gua uda di rumah yah?” tanya gua pelan-pelan. Gua masih dalam posisi baring karena kepala gua masih berat.

“Iya Ko. Tadi Victor nuntun lu pulang. Soalnya tiba-tiba lu pingsan tadi.” Jelas Monica sambil mengelus kepala gua yang masih agak berat dan pusing. Enak sihhh…

“Sekarang jam berapa Mon? Yang lain ke mana?” tanya Gua

“Uda mau jam 11 malam Ko. Yang lain uda pada tidur. Gua Cuma nungguin koko bangun aja. Soalnya kelihatannya koko kurang enak badan.” Jawab Monica dengan pelan sambil mengelus-ngelus kepala gua seperti membelai kucing deh… hehehe

“Iya Mon. Thanks ya… Oia, kamu uda boleh tidur lagi deh. Besok Pak Anto mau datang lagi untuk periksa lemari cermin itu. Gua juga mau tidur lagi yah.” Ucap Gua ke Monica.

“Ok Ko… Tapi cerita-cerita bentar lah apa yang terjadi. Gua pengen tau juga nih.” Rayu Monica

Ah… moment yang enak nih.. Akhirnya malam itu gua bercerita berdua ama Monica sampai kira-kira mau jam 12 malam. Yang lainnya uda pada tidur dan ga ganggu gua. Enak banget deh.

………………

“Pagii nakk.” Ucap seseorang dari luar pintu rumah kami

“Ahhh.. Pak Anto, cepat banget datangnya. Uda sarapan Pak? Baru jam 8 nih.” Jawab Victor

Gua baru bangun dari tidur gua karena kemarin begitu pusing. Gua pergi cuci muka dan langsung ikut bertemu dengan Pak Anto. Aldi dan Danu sepertinya uda pada bangun dan uda duduk bercerita bareng pak Anto di ruang tamu. Para gadis ada yang sibuk di dapur dan Amelia dan Laras membuatkan minuman utk Pak Anto.

“Gimana kemarin kalian pulangnya nak Victor dan Dony ? Ada kesesat? Hahaha..” sindir Pak Anto

“Ah kesesat sih kagak Pak. Tapi si Dony satu nih pingsan di tengah-tengah perjalanan pulang.” Cemeeh Victor

“Eh apaan sih gua pingsan? Gara-gara lu tiba-tiba ga sadarkan diri dan wajah lu berubah jadi nenek tua itu makanya gua kaget.” Jawab Gua

“Hahahhaa… sudah sudah… Danu dan Aldi gimana kondisinya? Ada hal aneh-aneh yang terjadi?” tanya Pak Anto

“Klo saya ga ada apa-apa Pak.” Jawab Aldi dengan sopan

“Gua juga ga ada apa-apa Pak. Biasa aja sih bagi gua. Memangnya ada apa sih Pak? Kok tumben tanya beginian?” jawab Danu sekaligus bertanya lagi.

Danu sepertinya gak begitu ingat dan sadar akan apa yang terjadi selama ini saat dia ga sadarkan diri. Ahh… Gua agak kesel nih, perasaan gara-gara dia yang menimbulkan banyak masalah, makanya terpaksa nyari Pak Anto.

“Bagus deh klo ga terjadi apa-apa. Para teman cewe ada masalah?” tanya Pak Anto lagi

“Ga ada pak.” Jawab cewe-cewe yang jg ikut mendengarkan di ruang tamu, ada Monica, Amelia, Angela, Laras, Nadya dan Feby

Selang beberapa menit sehabis Pak Anto minum teh dan ngobrol bareng kami. Akhirnya Pak Anto mengajak kami untuk membongkar isi lemari itu.

“Ok deh.. Kalian uda siap? Kita coba buka dan bongkar isi lemari cermin itu deh ya yang katanya mengganggu kalian?” ucap Pak Anto

Tiba-tiba Danu menyela pembicaraan “Loh, memangnya ada apa dengan lemari cermin itu Pak? Kok mau dibongkar?”

“Oh gak apa-apa. Ikuti saja ya nak.” Jawab Pak Anto yang tau kalo Danu emang ga sadar akan hal aneh yang terjadi selama ini

“Ayo tarik lebih kuat pintunya… Kok keras banget yahhh…” ucap Gua yang ditugaskan untuk membuka pintu lemari cermin ini, sementara Pak Anto sibuk membaca doa-doa. Aldi dan Victor sibuk membersihkan lemari ini yang sudah cukup kotor karena ga pernah kami sentuh

“Ah Don, lemah banget lu, sini biar gua buka paksa aja deh.” Ucap Danu

“Eh jangan Dan, bukanya pelan-pelan aja.” Cegat Gua, tapi apa boleh buat, Danu tiba-tiba langsung menarik dengan sekuat tenaganya. Akhirnya pintu lemari itu terbuka namun ya agak sedikit lecet karena dibuka dengan paksa.

“Nohhh lihat. Beres kan? Lu buka pelan-pelan, ya kagak kebuka-buka lah !” ucap Danu

……

Gua ga bisa ngomong apa-apa, uda terlanjur dibuka paksa ama Danu, gua buka dengan hati-hati karena gua takut terjadi hal yang ga enak aja sih.

“Coba kalian bongkar dan lihat ada isi apa aja di dalam lemari itu?!” ucap Pak Anto

Gua, Victor, Aldi dan Danu yang membongkar dan mengecek isi di dalam lemari itu, Pak Anto hanya duduk bersila sambil membaca doa dan melihat barang-barang yang kami keluarkan dan tunjukkan kepada dia.

“Ada gelang kayu Pak, ada boneka hitam dari jerami, ada pengikat kepala, ada kain, ada kertas bertuliskan yang aneh-aneh, ada bunga yang sudah layu, ada beberapa foto-foto yang agak buram, ada pernak pernik aneh, ada kuku macan gitu, terus ada bulu-bulu entah dari binatang apa gitu deh.” Ucap Gua dan Victor yang membongkar, sementara Aldi dan Danu hanya ikut melihat-lihat dan mengecek.

“Eh ini gelang kayunya buat gua aja ah… Cakep nih… Keren lagi.” Ucap Danu sambil mengambil dan memakai gelang kayunya di pergelangan tangannya.

“Woiii jangan macam-macam Dan. Ini barang peninggalan orang nih.” Ucap Gua dengan nada tinggi. Victor dan Aldi juga sempat melarang Danu.

“Ah tar tar… Kan gua Cuma coba aja doank. Soalnya keren dan pas banget nih di pergelangan tangan gua.” Balas Danu sambil menghindarin tangan gua yang lagi mau ngambil gelang itu.

“Nak Danu, jangan sembarang dipakai barang peninggalan rumah ini, terus jangan sembarang sentuh or ngecek tanpa permisi dulu.” Jelas Pak Anto dengan pelan

“Oh… Sorry Pak. Memangnya kenapa sih? Ini kan barang peninggalan orang, artinya udah ga ada yang pakai lagi. Mau buat apa sih?” tanya Danu agak penasaran

Pak Anto menatap ke arah Gua, Victor dan Aldi.

“Kalian belum cerita ke Danu soal hal ini yah?” tanya Pak Anto

“Belum Pak. Dia juga baru sadarkan diri beberapa waktu lalu kan. Jadi belum kami jelasin panjang lebar.” Ucap Victor

“Oi… Apaan sih maksud kalian gua ga sadarkan diri? Jelas-jelas gua selalu sadar kok. Apaan yang ga sadar-sadar?” ucap Danu agak penasaran dan bingung

“Lu tau gak klo rumah ini milik rumah nenek tua yang pernah kita ketemu?” jelas Gua ke Danu

“Hmm??? Rumah nenek tua yang mana? Yang kita ketemu di jalan toilet itu yang pas gua sapa dia sombong banget sampai-sampai ga mau negur gua? Ah payah tuh nenek. Uda tua, sombong pula lagi. Uda mending kita sapa kan. Kata pak Kades kalo ketemu warga di sini ya di sapa, tapi giliran di sapa, malah dicuekin.” Gumam Danu agak kesal saat dia mengingat waktu itu.

…….

Gua ga bisa berkata apa-apa mendengar pernyataan dari Danu ini. Ini anak benar-benar ga ingat kejadian apa-apa kali yah.. Kok santai banget asal ngomong gini.

“Terus apa lagi yang lu ingat setelah kejadian itu?” tanya Victor sambil menskak Danu

“Hah? Ya abis itu kan pulang tidur, terus ya kemarin gua bangun dan kaget lihat kalian kerumunin gua. Emang kenapa sih?” tanya Danu makin penasaran

Wahh wahhh… Gua, Victor, Aldi dan pak Anto saling bertatapan dan geleng-geleng. Ah sudahlah. Berarti selama beberapa waktu itu, Danu emang ga sadarkan diri dan ga tau apa-apa. Tapi herannya dia kok masih bisa beraktivitas ya? Apa itu yang namanya kerasukan ? atau apa sih ?

“Eh lihat nih, ada boneka jerami yang lucu kayak dipakai dukun-dukun di film-film tuh… Hahahhaa… Tau kan kalian?” ucap Danu sambil ngambil dan maenin boneka yang dibuat dari jerami yang diiket-iket gitu.

“Wah, ada pakunya segala loh, uda macam beneran aja. Ternyata di desa memang ada yang beginian yah? Baru tau Gua… Hahaha..” ucap Danu sambil ngutak ngatik boneka jerami itu

“Dan… jangan usil deh. Uda kita Cuma lagi ngecek dan lihat isi lemari ini aja. Jangan aneh-aneh.” Ucap Gua sambil mau ngambil boneka jerami itu.

Kami ngecek lemari cermin ini karena Danu sering bertindak aneh seperti berbicara dengan lemari cermin ini sendiri, terkadang terdengar suara tangisan orang dan masih banyak hal-hal aneh lainnya deh.

“Wah… Bentar gua coba dulu. Kan kita lagi ngebongkar, ya sekalian tes-tes hal beginian kan gapapa. Soalnya di kota mana mgkn bisa ketemu barang ginian.” Ucap Danu sambil ngeluarin paku yang di ikat bareng ama boneka jerami itu.

“Nih lihat, kayak di film-film nih, coba gua tusuk arah pantat boneka ini yah.” Ucap Danu sambil nancepin paku ke boneka jerami yang dia pegang. “Coba aja klo boneka jerami itu nenek tua yang sombong itu, nih gua tancepin paku ke pantatnya”

“Cusss….”

“Nak jangan ngomong macam-macam ama praktekin yang aneh-aneh!” ucap Pak Anto yang kaget setelah menyadari tindakan Danu yang benar-benar kelewatan batas, kirain Cuma ngecek-ngecek barang, tapi malah sampai nancepin paku segala.

“Aaaaaaaaaaawwwwwwwwwwwhhhhhhhhhhhh !!!! Aduhhhhh….!!!!” Terdengar jeritan seseorang yang begitu keras.
Diccanio
Diccanio memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.