Kaskus

Story

carienneAvatar border
TS
carienne
Dunia Yang Sempurna [TAMAT]
Dunia Yang Sempurna [TAMAT]


Dunia Yang Sempurna [TAMAT]
(credit to : risky.jahatfor the beautiful cover)


PROLOG :


Gue selalu percaya, apapun yang kita alami di dunia ini selalu memiliki alasan tersendiri. Ga terkecuali dengan kehadiran orang-orang di kehidupan kita. Setiap orang, setiap hal, memiliki perannya masing-masing di kehidupan kita ini. Ada yang datang untuk sekedar menguji kesabaran kita, ada yang datang untuk menyadarkan kita akan mimpi dan harapan yang selalu mengiringi kita.

Gue menulis cerita ini, sebagai wujud rasa cinta gue terhadap segala yang pernah terjadi kepada gue. Ada yang ingin gue lupakan, dan ada yang ingin gue kenang selamanya. Tapi pada satu titik gue menyadari, bahwa ga ada yang harus gue lupakan, melainkan gue ambil pelajarannya. Dan untuk segala yang pernah hadir di hidup gue, ataupun yang akan hadir, gue mengucapkan terima kasih dari hati gue yang terdalam.

Cerita ini berawal pada tahun 2006, pada saat gue masih culun-culunnya menjalani kehidupan. Gue baru saja lulus SMA, dan memutuskan untuk merantau, meskipun ga jauh-jauh amat, ke ibukota untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi lagi. Gue masih mengingat dengan jelas momen ketika gue mencium tangan ibu, dan elusan kepala dari bapak, yang mengantarkan gue ke gerbang rumah, sebelum gue menaiki angkutan umum yang akan membawa gue ke ibukota.

Ketika angkutan umum yang membawa gue ke ibukota itu mulai berjalan, gue sama sekali ga bisa membayangkan apa yang akan terjadi di hidup gue selanjutnya. Tentu saja gue ga bisa membayangkan kehadiran seseorang, yang dengan segala keunikan dan keistimewaannya, memberikan warna tersendiri di hati gue.

Nama gue Gilang, dan semoga sekelumit cerita gue ini bisa berkenan bagi kalian semua.


Quote:
Diubah oleh carienne 27-03-2017 21:48
afrizal7209787Avatar border
radoradaAvatar border
elbe94Avatar border
elbe94 dan 51 lainnya memberi reputasi
52
2M
5.4K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
carienneAvatar border
TS
carienne
#1801
PART 48

“lama amat si, gw tinggal ntar!” seorang cewe mengultimatum gw, sementara gw sedang mengikat tali sneakers yang memang pagi itu agak kusut.

“iyee bentar astaga gw iket ini dulu bentar nih!” gw menunjuk ke tali bulukan yang terpasang di sneakers gw. Selesai mengikat, gw menjejak-jejakkan kaki, sekedar agar posisi kaki dan sepatu gw jadi nyaman.

“lo mau sarapan apa?” tanyanya ke gw sambil merapikan rambutnya. “kalo gw si pingin nasi uduk...”

“ya udah nasi uduk aja kalo gitu” sahut gw.

"lo maunya apa?”

“udah samain aja kaya lo lah”

“ish ga kreatif nyama-nyamain”

“daripada ribet, laper gw nih, apa aja gw makan...”

dia tertawa pelan.

“makan ati aja, mau?” sahutnya sambil nyengir jahil.

“udah makan ati gw, kan gw udah ditolak...” jawab gw asal. “eh....”

“ah elo mah lagi-lagi pundung. Malu ah udah gede pundungan. Lagian kan gw masi ada disini buat lo...” dia menonjok bahu gw pelan. “makanya sabar yah....” dia gelendotan di bahu gw sambil menjulurkan lidah.

“iya iya gw sabar kok iyaaa. Udah ah turun berat nih. Mau makan apa lo jadinya? Nasi uduk?” tanya gw.

“nasi uduk boleh, lainnya juga boleh...”

“ya udah nasi uduk aja kalo gitu...”

“jiaaah ngikut-ngikut aja dianya...”

“daripada lo bawel? mending gw ikutin deh...” gw menggendong tas ransel gw. “udah ah berangkat yuk, laper nih gw...”

“oke boss....” dia memberi hormat ke gw kemudian mendahului gw menuruni tangga. Duh yak, ini anak....

Perasaan gw kepadanya sekarang dalam fase campur aduk. Gw tahu gw masih sayang kepadanya, tapi ga bisa gw pungkiri kalau penolakannya tempo hari itu berdampak besar ke gw. Ga terhitung gw memikirkan kejadian itu, dan bertanya-tanya ke diri gw sendiri, apa yang harus gw persiapkan lagi untuknya. Sampai pada satu kesimpulan di diri gw sendiri, kalau sepertinya Ara memang ga memiliki perasaan yang sama seperti gw terhadapnya. Yah, inilah cinta, pikir gw getir. Pengalaman pertama gw mengungkapkan perasaan ke wanita, berujung pahit. Tapi setidaknya gw berusaha memperbaiki diri dari situ.

Setelah sarapan itu, gw dan Ara pergi ke kampus. Perkuliahan semester lanjut itu memang banyak jadwal yang kebetulan siang hari, jadi kami bisa sedikit lebih santai ke kampusnya. Selain itu kami udah memiliki junior, sehingga mau ga mau harus bersikap lebih dewasa supaya bisa dijadikan contoh oleh mereka. Gw semakin menikmati dunia perkuliahan, dan mulai terjun ke kegiatan-kegiatan kemahasiswaan, seperti yang disarankan oleh Jihan dulu. Gw menemukan kesenangan tersendiri ketika berkecimpung di dunia organisasi.

Siang itu, ketika gw sedang berkumpul dengan teman-teman BEM di ruang kesekretariatan, mendadak Ara menghampiri gw. Wajahnya tampak sedih, dan panik.

“Gil, pulang yuk.” katanya singkat begitu dia menemukan gw.

“sekarang? Kenapa? Lo kenapa? Ada apa?” tanya gw ketika gw mendapati ekspresinya yang ga biasa itu.

“anterin gw pulang sekarang, bisa?”

“iya, bisa kok.” gw mengangguk kemudian menoleh ke anak-anak, “gw tinggal dulu ya.”

Di sepanjang perjalanan pulang itu gw bertanya ke dia, apa yang sebenarnya terjadi, tapi dia cuma menggeleng. “Nanti aja di kosan gw ceritain...” jelasnya.

Sesampai di kosan dia langsung naik ke kamarnya, dan mengambil tas yang cukup besar untuk diisi dengan baju-bajunya. Gw memandanginya sambil bertanya-tanya. Ga biasanya dia seperti ini.

“ada apa, Ra?” tanya gw untuk kesekian kalinya.

“Papa kena serangan jantung. Tadi di kampus gw ditelpon nyokap. Gw mau pulang sekarang.” jawabnya sambil memasukkan baju-bajunya dengan terburu-buru. “Lo bisa anterin gw ke stasiun?” dia tiba-tiba mendongak dan memandangi gw.

“bisa kok. Nanti gw anterin. Lo belum beli tiket kan?” gw mengangguk, mengiyakan pertanyaannya.

Dia menggeleng. “belum, ntar gw cari langsung disana.”

“terus….” gw memandanginya dengan hati-hati, “gimana keadaan papa?”

“tadi sih kata mama udah di UGD, cuma masih belum dapet perawatan lanjutan…”

“tapi sadar kan?”

“tadi sih tidur…” dia menenteng tasnya, dan berjalan ke arah gw yang sedang berdiri bersandar di balkon. “yuk…”

Gw memandanginya sambil berpikir. Cukup lama.

“yuk ah, udah jam segini nih” Ara ga sabar.

“lo disana sama siapa?”

“sendirian lah, sama mama doang. Kenapa emang?”

“ga ada yang bantuin?”

Ara menggeleng. “kenapa?”

“kalo gw ikut lo, boleh? Kali-kali aja ada yang bisa gw bantu-bantu disana…” kata gw.

Ara memandangi gw dan kemudian tersenyum lebar.

“boleh banget. Kalo gitu lo siap-siap sekarang gih”

“oke boss!” sahut gw senang.
sormin180
junti27
jenggalasunyi
jenggalasunyi dan 8 lainnya memberi reputasi
9
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.