- Beranda
- Stories from the Heart
Selamat Datang Dunia Nyata
...
TS
.gatack.
Selamat Datang Dunia Nyata
Quote:
Peraturan
1. Ikuti aturan Forum SFTH
2. Jangan kepo berlebihan
3. Jangan ngejunk
1. Ikuti aturan Forum SFTH
2. Jangan kepo berlebihan
3. Jangan ngejunk
Quote:
Pertanyaan Umum
1.Apakah ini cerita nyata ?
Iya, cerita beberapa tahun yang lalu. Kalau mau menganggap cerita ini fiksi silahkan.
2. Latar cerita ini dimana ?
Salah satu Kota di Kalimantan Selatan
3.Apa status agan sekarang ?
Bekerja dan sudah menjadi suami orang lain.

4.Penampilan agan bagaimana ?
Silahkan disimak ceritanya. yang jelas badan saya sekarang kecil (164 cm)
5.Kapan Updatenya ?
Enggak tentu, akan tetapi saya usahakan setiap hari.
Daftar Isi :
Chapter 00 - Mimpi di tengah hujan
Chapter 1 - Kembali ke masa sekolah
Chapter 1.5 - Kembali ke masa sekolah 2
Chapter 2 - Gadis yang mengerikan
Chapter 3 - Awal
Chapter 4 - 31 Desember
Chapter 5 - Kesenangan
Diubah oleh .gatack. 21-08-2016 13:27
anasabila memberi reputasi
1
3.6K
Kutip
24
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
.gatack.
#3
Quote:
Chapter 1.5 - Kembali ke masa sekolah 2
Ada dua sebab Ibu Mawar mencurigai gue.
Yang pertama.
Ibu mawar mencurigai gue karena celana dalam itu tersimpan di kantong bagian bawah tas gue.
Bukan tempat yang umum memang.
Yang kedua.
Karena gue paling lambat mengganti pakaian olahraga.
Ibu mawar berasumsi bahwa gue mencuri di waktu gue mengganti pakaian olahraga.
Gue kesusahan karena dua fakta itu
Mata Adelia saat itu berkaca-kaca karena ingin menangis.
Akan tetapi gue tidak peduli, karena memang bukan gue yang melakukan pencurian tersebut.
Seandainya gue meminta maaf itu artinya gue mengakui bahwa gue adalah pelaku pencurian.
Padahalkan bukan gue pelakunya
Akibat gue tidak meminta maaf, orang tua gue di panggil ke ruang BK
Setelah kejadian itu hubungan gue dengan Adelia rusak.
Hubungan gue dengan Adelia benar-benar rusak.
Gue sudah mencoba menjelaskan ke Adelia bahwa bukan gue pencuri celana dalam itu.
Akan tetapi dia tidak peduli lagi
Walaupun duduk bersebelah, Adelia tidak pernah mengajak gue mengobrol.
Gue juga sudah malas mengajak dia mengobrol karena omongan gue tidak dia balas.
Dan pada akhirnya gue harus mengikhlaskan kehilangan teman satu-satunya gue.
Kejadian itu bertambah parah ketika ada yang menyebarkan berita bahwa gue masuk BK karena mencuri celana dalam Adelia.
Bukan hanya orang di kelas gue yang mengetahui itu.
Seluruh angkatan gue, Adik kelas, serta kakak kelas mengetahui itu.
Padahal orang yang mengetahui kejadian itu hanya gue, Adelia, Ibu Mawar dan orang tua gue.
Gue saat itu sangat yakin pelaku yang menyebarkan berita itu adalah Orang yang juga memasukkan celana dalam ke tas gue.
Orang-orang di kelas gue yang awalnya memanggil gue dengan sebutan Arab, setelah itu berubah menjadi Arab Cabul / Arab Mesum.
Sial banget nasib gue, di panggil arab aja gue enggak seneng, apalagi panggilan kaya gitu.
“Kakak kenal gak sama orang itu?” ucap seorang adik kelas menunjuk ke arah gue.
“Si Arab? kamu jangan dekat-dekat sama dia dek, arab itu cabul orangnya. Mending dekat sama aku aja dek. HAHAHA”
Kalimat tersebut di sambut tawa.
Itu percakapan seorang kakak kelas dengan seorang adik kelas.
Kejadian tersebut di kantin.
Jujur saja.
gue marah akan tetapi gue males membuat masalah.
Halah bilang aja lo takut.
Iya gue takut karena badan gue kecil
Ada lagi kejadian selain itu.
Sepeda yang biasanya gue pakai ada yang mengempesi.
Sepeda gue kempes tidak hanya sekali.
Tiap hari sepeda gue harus dibawa ke tukang pompa.
Gue yakin pelakunya kaka kelas yang tidak menyukai gue.
Mungkin saja pelakunya adalah penggemar Adelia.
Setelah beberapa kali kejadian itu, gue memutuskan untuk berhenti memakai sepeda.
Awalnya gue mengira kejadian buruk akan berakhir, ternyata kejadian buruk terus berlanjut.
Gue waktu jalan kaki pernah di cegat tiga Anak SMP yang berada dekat sekolah gue.
Badannya mereka tinggi.
Dan sepertinya mereka kelas sembilan.
Waktu itu gue liat tanda di bajunya.
Gue kena pukul beberapa kali saat itu namun gue bisa kabur.
Sesudah di cegat itu, besoknya gue langsung menyewa tukang ojek.
Di kelas sembilan tidak ada yang spesial.
Gue dan Adelia berbeda kelas.
Gue jalani kelas sembilan tanpa teman
Waktu berlalu sangat cepat
Dan pada akhirnya gue lulus dengan nilai yang murni, tanpa menggunakan kunci jawaban yang beredar saat itu.
***
Lulus SMP gue memilih masuk SMK
Alasan gue masuk SMK karena ingin menghindari murid yang satu SMP dengan gue.
Akan tetapi, hal itu tidak berguna karena ada dua orang perempuan dan satu orang laki-laki melambai yang tidak gue sukai masuk sekolah yang sama dengan gue.
Mereka bertiga tidak pernah satu kelas dengan gue.
Walaupun tidak satu kelas, gue mengetahui kelakuan mereka.
Murid dari SMP gue biasanya masuk SMA yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan SMP gue dulu.
Masuk SMK, gue mulai membiasakan diri jika orang memanggil gue dengan Arab.
Gue enggak pilih-pilih teman lagi.
Bukan berarti berteman dengan sembarangan orang
Kehidupan gue ketika di SMP dan SMK sangat berbeda
Gue mulai punya banyak teman laki-laki maupun perempuan di jurusan yang gue ikuti.
Akan tetapi itu hanya berlangsung dua bulan.
Teman-teman gue mulai menjauhi gue karena ada yang menyebarkan cerita gue semasa SMP.
Orang tersebut adalah tiga orang yang gue tidak sukai ketika di SMP karena mereka sering menyebarkan gosip.
Andin dan Tomi teman akrab gue menyuruh sabar dan tidak meladeni mereka bertiga.
Pertamanya sih gue sabar,
tetapi kesabaran gue hanya bertahan hingga bulan November.
Dan selanjutnya terjadilah kejadian seperti mimpi di Chapter 00.
Saat kejadian Andin dan Tomi sedang berada di kantin.
Gue kebablasan memukul si cowo melambai, awalnya gue hanya ingin membuat peringatan.
Akibat hal itu orangtua gue di panggil dan hasilnya gue di keluarkan.
Padahal saat itu Ibu Wati, emaknya teman gue yang menjadi guru di SMK itu sudah mencoba membela gue habis-habisan.
Chapter 2 - Gadis yang mengerikan
Ada dua sebab Ibu Mawar mencurigai gue.
Yang pertama.
Ibu mawar mencurigai gue karena celana dalam itu tersimpan di kantong bagian bawah tas gue.
Bukan tempat yang umum memang.
Yang kedua.
Karena gue paling lambat mengganti pakaian olahraga.
Ibu mawar berasumsi bahwa gue mencuri di waktu gue mengganti pakaian olahraga.
Gue kesusahan karena dua fakta itu
Mata Adelia saat itu berkaca-kaca karena ingin menangis.
Akan tetapi gue tidak peduli, karena memang bukan gue yang melakukan pencurian tersebut.
Seandainya gue meminta maaf itu artinya gue mengakui bahwa gue adalah pelaku pencurian.
Padahalkan bukan gue pelakunya
Akibat gue tidak meminta maaf, orang tua gue di panggil ke ruang BK
Setelah kejadian itu hubungan gue dengan Adelia rusak.
Hubungan gue dengan Adelia benar-benar rusak.
Gue sudah mencoba menjelaskan ke Adelia bahwa bukan gue pencuri celana dalam itu.
Akan tetapi dia tidak peduli lagi
Walaupun duduk bersebelah, Adelia tidak pernah mengajak gue mengobrol.
Gue juga sudah malas mengajak dia mengobrol karena omongan gue tidak dia balas.
Dan pada akhirnya gue harus mengikhlaskan kehilangan teman satu-satunya gue.
Kejadian itu bertambah parah ketika ada yang menyebarkan berita bahwa gue masuk BK karena mencuri celana dalam Adelia.
Bukan hanya orang di kelas gue yang mengetahui itu.
Seluruh angkatan gue, Adik kelas, serta kakak kelas mengetahui itu.
Padahal orang yang mengetahui kejadian itu hanya gue, Adelia, Ibu Mawar dan orang tua gue.
Gue saat itu sangat yakin pelaku yang menyebarkan berita itu adalah Orang yang juga memasukkan celana dalam ke tas gue.
Orang-orang di kelas gue yang awalnya memanggil gue dengan sebutan Arab, setelah itu berubah menjadi Arab Cabul / Arab Mesum.
Sial banget nasib gue, di panggil arab aja gue enggak seneng, apalagi panggilan kaya gitu.
“Kakak kenal gak sama orang itu?” ucap seorang adik kelas menunjuk ke arah gue.
“Si Arab? kamu jangan dekat-dekat sama dia dek, arab itu cabul orangnya. Mending dekat sama aku aja dek. HAHAHA”
Kalimat tersebut di sambut tawa.
Itu percakapan seorang kakak kelas dengan seorang adik kelas.
Kejadian tersebut di kantin.
Jujur saja.
gue marah akan tetapi gue males membuat masalah.
Halah bilang aja lo takut.
Iya gue takut karena badan gue kecil
Ada lagi kejadian selain itu.
Sepeda yang biasanya gue pakai ada yang mengempesi.
Sepeda gue kempes tidak hanya sekali.
Tiap hari sepeda gue harus dibawa ke tukang pompa.
Gue yakin pelakunya kaka kelas yang tidak menyukai gue.
Mungkin saja pelakunya adalah penggemar Adelia.
Setelah beberapa kali kejadian itu, gue memutuskan untuk berhenti memakai sepeda.
Awalnya gue mengira kejadian buruk akan berakhir, ternyata kejadian buruk terus berlanjut.
Gue waktu jalan kaki pernah di cegat tiga Anak SMP yang berada dekat sekolah gue.
Badannya mereka tinggi.
Dan sepertinya mereka kelas sembilan.
Waktu itu gue liat tanda di bajunya.
Gue kena pukul beberapa kali saat itu namun gue bisa kabur.
Sesudah di cegat itu, besoknya gue langsung menyewa tukang ojek.
Di kelas sembilan tidak ada yang spesial.
Gue dan Adelia berbeda kelas.
Gue jalani kelas sembilan tanpa teman
Waktu berlalu sangat cepat
Dan pada akhirnya gue lulus dengan nilai yang murni, tanpa menggunakan kunci jawaban yang beredar saat itu.
***
Lulus SMP gue memilih masuk SMK
Alasan gue masuk SMK karena ingin menghindari murid yang satu SMP dengan gue.
Akan tetapi, hal itu tidak berguna karena ada dua orang perempuan dan satu orang laki-laki melambai yang tidak gue sukai masuk sekolah yang sama dengan gue.
Mereka bertiga tidak pernah satu kelas dengan gue.
Walaupun tidak satu kelas, gue mengetahui kelakuan mereka.
Murid dari SMP gue biasanya masuk SMA yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan SMP gue dulu.
Masuk SMK, gue mulai membiasakan diri jika orang memanggil gue dengan Arab.
Gue enggak pilih-pilih teman lagi.
Bukan berarti berteman dengan sembarangan orang
Kehidupan gue ketika di SMP dan SMK sangat berbeda
Gue mulai punya banyak teman laki-laki maupun perempuan di jurusan yang gue ikuti.
Akan tetapi itu hanya berlangsung dua bulan.
Teman-teman gue mulai menjauhi gue karena ada yang menyebarkan cerita gue semasa SMP.
Orang tersebut adalah tiga orang yang gue tidak sukai ketika di SMP karena mereka sering menyebarkan gosip.
Andin dan Tomi teman akrab gue menyuruh sabar dan tidak meladeni mereka bertiga.
Pertamanya sih gue sabar,
tetapi kesabaran gue hanya bertahan hingga bulan November.
Dan selanjutnya terjadilah kejadian seperti mimpi di Chapter 00.
Saat kejadian Andin dan Tomi sedang berada di kantin.
Gue kebablasan memukul si cowo melambai, awalnya gue hanya ingin membuat peringatan.
Akibat hal itu orangtua gue di panggil dan hasilnya gue di keluarkan.
Padahal saat itu Ibu Wati, emaknya teman gue yang menjadi guru di SMK itu sudah mencoba membela gue habis-habisan.
Chapter 2 - Gadis yang mengerikan
Diubah oleh .gatack. 21-08-2016 12:58
0
Kutip
Balas