- Beranda
- Stories from the Heart
Selamat Datang Dunia Nyata
...
TS
.gatack.
Selamat Datang Dunia Nyata
Quote:
Peraturan
1. Ikuti aturan Forum SFTH
2. Jangan kepo berlebihan
3. Jangan ngejunk
1. Ikuti aturan Forum SFTH
2. Jangan kepo berlebihan
3. Jangan ngejunk
Quote:
Pertanyaan Umum
1.Apakah ini cerita nyata ?
Iya, cerita beberapa tahun yang lalu. Kalau mau menganggap cerita ini fiksi silahkan.
2. Latar cerita ini dimana ?
Salah satu Kota di Kalimantan Selatan
3.Apa status agan sekarang ?
Bekerja dan sudah menjadi suami orang lain.

4.Penampilan agan bagaimana ?
Silahkan disimak ceritanya. yang jelas badan saya sekarang kecil (164 cm)
5.Kapan Updatenya ?
Enggak tentu, akan tetapi saya usahakan setiap hari.
Daftar Isi :
Chapter 00 - Mimpi di tengah hujan
Chapter 1 - Kembali ke masa sekolah
Chapter 1.5 - Kembali ke masa sekolah 2
Chapter 2 - Gadis yang mengerikan
Chapter 3 - Awal
Chapter 4 - 31 Desember
Chapter 5 - Kesenangan
Diubah oleh .gatack. 21-08-2016 13:27
anasabila memberi reputasi
1
3.6K
Kutip
24
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
.gatack.
#1
Quote:
Chapter 00 - Mimpi di tengah hujan
“Woi berhenti!”
“Woi!”
“Sudah cukup woi!”
“Woi!!!”
“Woi kalian yang lain jangan diam saja, hentikan orang itu !!!
Gue meneriaki seseorang yang sedang menendang wajah siswa yang sudah tersungkur tak berdaya, gigi siswa tersebut banyak yang patah.
sedangkan kedua tangan siswa yang dikuasai amarah itu sibuk menarik kerudung yang dikenakan seorang siswi.
Beberapa saat kemudian kerudung yang dikenakannya terlepas, lalu siswi tersebut langsung berlari keluar kelas.
Sedangkan siswa yang dikuasai amarah tersebut masih menendang wajah siswa yang terkapar dilantai.
Siswa-siswi yang berada di kelas ini hanya menonton tanpa ada yang berani menghentikan orang yang sudah dikuasai oleh kemarahan tersebut.
Ngomong-ngomong, kaki gue gak bisa digerakkan.
Mati rasa.
Gak bisa diangkat.
Gak bisa maju kedepan.
Gue juga gak tahu apa penyebabnya
Oleh karena itu gue hanya bisa berteriak, akan tetapi teriakan yang gue keluarkan gak berguna.
Semua orang yang berada di dalam kelas ini seolah-olah tidak mendengar apa yang gue katakan.
Padahal teriakan yang gue keluarkan sudah sangat kencang.
Gue harap ada yang segera menghentikan orang yang dikuasai amarah tersebut.
Dan sesaat setelah mengharapkan hal itu, kejadian yang aneh terjadi.
Seorang guru pria berlari melesat dari samping gue dan langsung menerjang siswa yang dikuasai amarah itu.
Bertepatan dengan terjangan itu hal aneh yang gue maksud terjadi.
Gue yang berada tepat di depan pintu langsung terpental kebelakang membentur tiang bendera yang sejajar dengan pintu ruang kelas.
Braaaaaaakkkkkk
Bunyi tubuh gue yang membentur tiang bendera.
Kacamata yang gue kenakan terlepas.
“AAAAAARRRGGGGHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!”
Sakit.
Ini benar-benar sakit.Gue bisa merasakan tulang tubuh gue patah.
Air mata tak bisa gue bendung.
Rasanya ingin muntah, namun dada gue terlalu sakit.
“Apakah gue akan mati?”
Nafas gue memberat dan pengelihatan yang gue miliki bertambah buruk.
Dan pada akhirnya kesadaran yang gue miliki hilang.
***
Gue terbangun dari tidur dengan nafas tak beraturan.
Suara rintik hujan terdengar.
Dan tentu saja gue bangun diatas kasur tempat tinggal gue, bukan di rumah sakit.
Semua yang gue alami tadi hanyalah mimpi.
Sebenarnya, hal yang terjadi di mimpi tersebut sudah terjadi tiga tahun yang lalu.
Gue gak berperan sebagai penonton seperti di mimpi tadi.
Saat itu gue berperan menjadi siswa yang dikuasai amarah dan hampir menghilangkan nyawa orang.
Akibat hal itu gue dikeluarkan dari sekolah.
Sesudah di keluarkan, gue lebih memilih untuk tidak bersekolah lagi, gara-gara orang tua gue tidak menyetujui keinginan gue untuk bersekolah di kota lain.
Gue tidak sekolah dan tidak keluar rumah
Di tahun pertama dan kedua gue berhenti sekolah tidak ada perasaan apa-apa.
Di tahun ketiga saat ini timbul perasaan menyesal karena mengambil keputusan untuk berhenti sekolah.
Akan tetapi, gue tidak menyesal menghajar siswa yang membuat gue dikeluarkan dari sekolah.
Bukan tidak ada.
Sebenarnya ada, akan tetapi itu cuma sedikit
Yah seandainya saja gue lebih sabar saat itu, mungkin saat ini gue sudah lulus dari SMK tersebut dan sudah memiliki pekerjaan yang nyaman.
Gue hanya kesal keputusan yang diambil sekolah untuk mengeluarkan gue.
Gara-gara gue terlalu lama di dalam rumah terus, entah kenapa sekarang ini gue takut untuk keluar rumah
Gue takut dinilai oleh orang lain.
Gue takut di pandang rendah oleh orang lain.
Gue takut di kritik oleh orang lain
Terutama oleh orang yang mengenal gue.
Selagi memikirkan itu , gue menyadari bahwa ...
“JEMURAN GUE KEHUJANAN”
Chapter 1 - Kembali ke masa sekolah
“Woi berhenti!”
“Woi!”
“Sudah cukup woi!”
“Woi!!!”
“Woi kalian yang lain jangan diam saja, hentikan orang itu !!!
Gue meneriaki seseorang yang sedang menendang wajah siswa yang sudah tersungkur tak berdaya, gigi siswa tersebut banyak yang patah.
sedangkan kedua tangan siswa yang dikuasai amarah itu sibuk menarik kerudung yang dikenakan seorang siswi.
Beberapa saat kemudian kerudung yang dikenakannya terlepas, lalu siswi tersebut langsung berlari keluar kelas.
Sedangkan siswa yang dikuasai amarah tersebut masih menendang wajah siswa yang terkapar dilantai.
Siswa-siswi yang berada di kelas ini hanya menonton tanpa ada yang berani menghentikan orang yang sudah dikuasai oleh kemarahan tersebut.
Ngomong-ngomong, kaki gue gak bisa digerakkan.
Mati rasa.
Gak bisa diangkat.
Gak bisa maju kedepan.
Gue juga gak tahu apa penyebabnya
Oleh karena itu gue hanya bisa berteriak, akan tetapi teriakan yang gue keluarkan gak berguna.
Semua orang yang berada di dalam kelas ini seolah-olah tidak mendengar apa yang gue katakan.
Padahal teriakan yang gue keluarkan sudah sangat kencang.
Gue harap ada yang segera menghentikan orang yang dikuasai amarah tersebut.
Dan sesaat setelah mengharapkan hal itu, kejadian yang aneh terjadi.
Seorang guru pria berlari melesat dari samping gue dan langsung menerjang siswa yang dikuasai amarah itu.
Bertepatan dengan terjangan itu hal aneh yang gue maksud terjadi.
Gue yang berada tepat di depan pintu langsung terpental kebelakang membentur tiang bendera yang sejajar dengan pintu ruang kelas.
Braaaaaaakkkkkk
Bunyi tubuh gue yang membentur tiang bendera.
Kacamata yang gue kenakan terlepas.
“AAAAAARRRGGGGHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!”
Sakit.
Ini benar-benar sakit.Gue bisa merasakan tulang tubuh gue patah.
Air mata tak bisa gue bendung.
Rasanya ingin muntah, namun dada gue terlalu sakit.
“Apakah gue akan mati?”
Nafas gue memberat dan pengelihatan yang gue miliki bertambah buruk.
Dan pada akhirnya kesadaran yang gue miliki hilang.
***
Gue terbangun dari tidur dengan nafas tak beraturan.
Suara rintik hujan terdengar.
Dan tentu saja gue bangun diatas kasur tempat tinggal gue, bukan di rumah sakit.
Semua yang gue alami tadi hanyalah mimpi.
Sebenarnya, hal yang terjadi di mimpi tersebut sudah terjadi tiga tahun yang lalu.
Gue gak berperan sebagai penonton seperti di mimpi tadi.
Saat itu gue berperan menjadi siswa yang dikuasai amarah dan hampir menghilangkan nyawa orang.
Akibat hal itu gue dikeluarkan dari sekolah.
Sesudah di keluarkan, gue lebih memilih untuk tidak bersekolah lagi, gara-gara orang tua gue tidak menyetujui keinginan gue untuk bersekolah di kota lain.
Gue tidak sekolah dan tidak keluar rumah
Di tahun pertama dan kedua gue berhenti sekolah tidak ada perasaan apa-apa.
Di tahun ketiga saat ini timbul perasaan menyesal karena mengambil keputusan untuk berhenti sekolah.
Akan tetapi, gue tidak menyesal menghajar siswa yang membuat gue dikeluarkan dari sekolah.
Bukan tidak ada.
Sebenarnya ada, akan tetapi itu cuma sedikit
Yah seandainya saja gue lebih sabar saat itu, mungkin saat ini gue sudah lulus dari SMK tersebut dan sudah memiliki pekerjaan yang nyaman.
Gue hanya kesal keputusan yang diambil sekolah untuk mengeluarkan gue.
Gara-gara gue terlalu lama di dalam rumah terus, entah kenapa sekarang ini gue takut untuk keluar rumah
Gue takut dinilai oleh orang lain.
Gue takut di pandang rendah oleh orang lain.
Gue takut di kritik oleh orang lain
Terutama oleh orang yang mengenal gue.
Selagi memikirkan itu , gue menyadari bahwa ...
“JEMURAN GUE KEHUJANAN”
Chapter 1 - Kembali ke masa sekolah
Diubah oleh .gatack. 19-03-2017 12:40
0
Kutip
Balas