- Beranda
- Stories from the Heart
Belalang Kupu-Kupu (Story of Young Boy) [TAMAT]
...
TS
suboyxxx
Belalang Kupu-Kupu (Story of Young Boy) [TAMAT]
![Belalang Kupu-Kupu (Story of Young Boy) [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2017/02/20/8768924_201702200412380277.jpg)
credit to agan quatzcoatlfor awesome cover
![Belalang Kupu-Kupu (Story of Young Boy) [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2016/10/22/8901141_20161022083333.jpg)
credit to agan aweyayefor the awesome cover
![Belalang Kupu-Kupu (Story of Young Boy) [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2016/11/30/9261325_20161130095434.jpg)
credit to agan kepo.lufor the awesome cover
![Belalang Kupu-Kupu (Story of Young Boy) [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2017/01/16/9166190_201701161248300939.jpg)
credit to agan rizki.jahatfor the awesome cover
I really appreciate your works!!
Quote:
Spoiler for Rules:
Spoiler for Q & A:
PROLOG
Sekilas tentang gue..
Perkenalkan.. gue biasa dipanggil Boy. Nama penuh makna pemberian papa gue. Dari nama itu lah goresan cerita masa lalu gue tulis ulang disini. Gue adalah anak kebanggaan orang tua gue yang ditakdirkan Tuhan untuk menyapa dunia terlebih dahulu dibanding adik gue. Gue lahir, tinggal dan bersekolah di kota yang memiliki sejarah heroik dalam mengusir penjajah di negeri ini. Masa ini adalah masa paling absurd dan sanggup membuat gue senyum2 sendiri ketika gue mengingat2 lagi kenangan jaman itu
Akan ada beberapa pemikiran yg salah, filosofi ngawur, arogansi, dan sifat sok pahlawan khas anak abg labil dalam cerita ini. Tapi itu semua juga akan dibalut dengan manisnya cinta, sex ala anak muda, kehidupan remaja, persahabatan, solidaritas dan kecantikan bidadari yg lupa balik ke surga
Cerita ini bersetting waktu di masa kejayaan.. sebelum negara api menyerang dan sebelum Indonesia tampil di final piala dunia. Tepat nya berawal di jaman semasa SMA, masa-masa paling indah dalam sebuah fase kehidupan seorang remaja. Berlatar tempat di 2 kota berbeda yg penuh cerita cinta. 2 kota berseteru yg seakan selalu membawa gue larut dalam album nostalgia. Dimana itu? Semua tersirat di dalam cerita tanpa harus gue tunjukan dengan gamblang
Anggaplah cerita yg gue tulis adalah sebuah dongeng sebelum tidur. Cerita yg mungkin bisa lu ambil nilai positif nya bila ada dan acuhkan nilai negatif yg sangat kentara. Gue ga akan memaksa kalian untuk menganggap ini real story, kalo ada yg menganggap fiksi juga gapapa.. itu lebih baik karena yg mengalami adalah gue dan beberapa tokoh yg gue cantumkan, lebih dari itu harap diam dan jangan berisik ya..
Jadi, seperti apa kisah seorang Boy muda? Yuk ikutin keseharian gue
Perkenalkan.. gue biasa dipanggil Boy. Nama penuh makna pemberian papa gue. Dari nama itu lah goresan cerita masa lalu gue tulis ulang disini. Gue adalah anak kebanggaan orang tua gue yang ditakdirkan Tuhan untuk menyapa dunia terlebih dahulu dibanding adik gue. Gue lahir, tinggal dan bersekolah di kota yang memiliki sejarah heroik dalam mengusir penjajah di negeri ini. Masa ini adalah masa paling absurd dan sanggup membuat gue senyum2 sendiri ketika gue mengingat2 lagi kenangan jaman itu
Akan ada beberapa pemikiran yg salah, filosofi ngawur, arogansi, dan sifat sok pahlawan khas anak abg labil dalam cerita ini. Tapi itu semua juga akan dibalut dengan manisnya cinta, sex ala anak muda, kehidupan remaja, persahabatan, solidaritas dan kecantikan bidadari yg lupa balik ke surga
Cerita ini bersetting waktu di masa kejayaan.. sebelum negara api menyerang dan sebelum Indonesia tampil di final piala dunia. Tepat nya berawal di jaman semasa SMA, masa-masa paling indah dalam sebuah fase kehidupan seorang remaja. Berlatar tempat di 2 kota berbeda yg penuh cerita cinta. 2 kota berseteru yg seakan selalu membawa gue larut dalam album nostalgia. Dimana itu? Semua tersirat di dalam cerita tanpa harus gue tunjukan dengan gamblang
Anggaplah cerita yg gue tulis adalah sebuah dongeng sebelum tidur. Cerita yg mungkin bisa lu ambil nilai positif nya bila ada dan acuhkan nilai negatif yg sangat kentara. Gue ga akan memaksa kalian untuk menganggap ini real story, kalo ada yg menganggap fiksi juga gapapa.. itu lebih baik karena yg mengalami adalah gue dan beberapa tokoh yg gue cantumkan, lebih dari itu harap diam dan jangan berisik ya..
Jadi, seperti apa kisah seorang Boy muda? Yuk ikutin keseharian gue

Spoiler for index:
Spoiler for SIDE STORY:
Spoiler for chit chat:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 510 suara
Siapakah Perempuan Dibalik Sosok Permaisuri?
Amelia
36%
Farah
37%
Bela
16%
Ima
7%
Dewi
4%
Diubah oleh suboyxxx 22-02-2017 09:29
ezzasuke dan 51 lainnya memberi reputasi
46
3M
8.2K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
suboyxxx
#622
Part 46
BIMA (Biji Man*k)
BIMA (Biji Man*k)
Di sore hari yg lagi mendung gelap, gue duduk terdiam di depan teras rumah. Pikiran gue masih mencoba mengingat2 tentang peristiwa maha dahsyat antara gue dan sekretaris baru gue, Weni. Gilaa… itu anak goyangannya mantep bener, untung aja pertandingan nya pake sistem home-away jadi gue bisa kejar skor di leg ke dua (ini apaaaaaa
)
Weni yg gue kira cewe polos, cewe yg terjebak ke dalam dunia lendir karena beban pikiran yg dia punya malah ternyata sangat berbeda dari apa yg gue rasakan sendiri di ranjang milik pacarnya. Bajingan bener gue… udah main hajar pacar orang, dikontrakannya, pake kasurnya pula
. Ibarat sebuah pepatah “dikasih dada, ngeraba paha ini mah”
PEPATAH DARI MANA ITU WOY!!
Andaikata gue raja, bidadari Amel akan naik tahta menjadi permaisuri gue dan Weni akan jadi gundiknya. Udah 2 cewe itu aja lebih dari cukup untuk menjadi lawan sparingnya gatot. Bakal bahagia sentosa dah gue. Mau yg lembut lari ke Amel, mau yg kelas hantam ya lari ke Weni
Mantep yaa?
Sampai akhirnya khayalan gue dikejutkan oleh berhentinya sebuah taxi di depan rumah. Karena gue penasaran akhirnya gue bangkit dari kursi goyang (huahaha kursi doaaanngg ga pake goyang). Seorang perempuan berambut sepunggung berwarna agak kecoklatan turun dari mobil
Lhooohh??
Gue memanggilnya mbak Sinta…
Dia adalah anak dari mendiang sahabat mama sewaktu masih sama sama mengenyam bangku SMA. Dia hidup sebatang kara karena dia anak tunggal, dan alm. Mama nya juga anak tunggal. Papanya orang luar pulau dan dia ga pernah mau tinggal sama papa nya dengan alasan lebih enak tinggal di Jawa. Mbak Sinta sudah menikah dengan seorang prajurit negara sekarang dan kini tinggal di kota Lobster, masih tetangga sama kota gue
Saat Mamanya meninggal karena sakit beberapa tahun yg lalu, mama lah yg menjadi ibu asuh nya karena kedekatan emosional antara mama dan alm. Mama nya
Gue: waaahh masuk mbaaaakk
Sinta: waaahh sudah besaaarr yaaa
Gue: hehe makin ganteng ga? Sudah berapa bulan kandungannya mbak?
Sinta: makin ganteng kok
. Ini udah bulan ke sembilan dek. Mama ada?
Gue: ada mbak, yaudah yuk masuk dulu mbak
Gue ajak mbak Sinta masuk ke dalam untuk berjumpa dengan Mama. Sudah lama sekali dia ga main ke rumah gue. Terakhir bertemu saat menghadiri acara pernikahannya 4 tahun yg lalu
Hubungan mbak Sinta dengan mama sudah seperti ibu dan anaknya sendiri. Begitupun dengan gue, gue udah dianggap seperti adiknya sendiri tapi sayang si kakak ga pernah ngelonin adeknya bobo siang (khayalan orang gila ini jangan ditiru
)
Ngomong2 soal kedatangan tamu gue, Mbak Sinta ke rumah biar bisa konsultasi ke mama karena kandungannya sudah mau lahiran. Sebenernya dia tinggal bersama suaminya selagi menunggu kelahiran anak keduanya yg saat itu berusia 8 bulan lebih di dalam kandungan (kandungan pertamanya mengalami keguguran) tapi karena ada panggilan tugas yg sangat mendadak, dengan berat hati mbak Sinta harus rela ditinggal. Suaminya sempat menyuruhnya untuk tinggal dengan mertua tapi ditolaknya karena sudah tidak memungkinkan lagi bagi mbak Sinta dan kandungannya untuk pergi ke rumah mertuanya yg tinggal di Jawa Tengah
Malam harinya saat keluarga gue udah lengkap semua, mama ngadain acara makan2 kecil2an karena hadirnya member keluarga baru (ya ga baru2 juga sih, mama kan kadang agak lebay
)
Terjadi obrolan hangat disana… obrolan orang kalo udah nikah itu beda banget yaaa. Ga ada yg gue pahamin sama sekali waktu itu. Bahasannya tentang janin, KB, tubektomi, apalah, itulah, bla bla bla. Beda banget sama bahasan gue sama temen2 gue yg ga jauh2 dari pertanyaan “bro Aletta Oc*an cakepan nih, Wah gila! Miy*bi dihajar negro, tsadest!!, yah.. L*sa Ann mulai kendur nih, kira2 St*ya kapan pasang implan ya” seperti itu. Masa remaja yg suraaammm
Setelah selesai dengan obrolan kami, semua nya memutuskan untuk beristirahat di kamar masing. Ortu gue ya masuk ke kamarnya, sedangkan Dandy udah happy hour. Gue duduk di ruang tv sambil menonton tv. Datanglah mbak Sinta yg makin keliatan cantiknya, ntah kenapa kalo liat ibu muda yg lagi hamil itu aura kecantikan nya makin terpancar ya? bawaannya jadi pengen ikut bantuin bikin adek aja nih gue
Sinta: kok ga keluar sama pacar kamu?
Gue: hehe mager
Sinta: sudah macarin berapa cewe? Ngaku ngakuuuu
(sambil membetot hidung gue)
Gue: baru 1 mbak
Sinta: masa? (tanya nya sambil memicingkan 1 alisnya tanda keheranan)
Gue: serius deh
Sinta: jangan kejauhan kalo pacaran, nikah dulu biar barokah
Wadaaaaww… ga tau nih mbak Sinta kalo gue kemarin abis indehoy
Gue: hehe iya mbaaakk, bereeess. Mbak mau nanyaaa
Sinta: tanya apa?
Gue: kalo gituan enak ga sih? (Cari ilmu sama yg udah berpengalaman)
Sinta: hihi ya enak laahh apalagi kalo udah sah mah bebas mau kapan aja
Gue: mbak, kalo lagi hamil besar gimana indehoy nya? Ga ribet?
Sinta: ya kalo usia udah 7 bulan keatas udah ngurangin dek. Paling sebulan sekali…
Gue: laahhh… kasian dong suamimu mbak. Kalo pengen gimana?
Sinta: ya kan kalo muasin suami bisa pakai ini (sambil lidahnya nyundul2 pipinya dari dalam mulut)
Gue: di bl*wj*b mbaaaakk??
Sinta: ya iyaaa, mau gimana lagi?
Waahhh gilaaa…kalo udah nikah ternyata gitu yaaa. Enak beneeerr, tapi kasian istrinya sih udah bawa bayi berat banget di perut eh sarapan lumpia mulu. Lumpia nya isi air kanji ini mah bukan rebung sama wortel huahaha
Ga lama kita mengakhiri obrolan dan mbak Sinta bergegas menuju kamar sedangkan gue masih nonton bola sambil sms an dengan bidadari Amel, Cindy dan sekretaris hot gue Weni
Keesokan harinya, setelah gue selesai sarapan, gue menuju ruang dimensi gue sendiri yakni tempat gue main PS. Hiburan gue dirumah cuma itu soalnya. Gue kurang suka sama game online karena gue kalah mulu. Kalo ga mati kena headshot ya mati dibacok pisau
Lagi enak2 nya main PS tiba2 gue denger suara mbak Sinta…
Sinta: aduuuuhhh
Sontak gue dan Mama langsung nyamperin mbak Sinta yg sudah terduduk sambil memegangi perutmya. Kakinya sudah basah oleh cairan orgasme nya (huahaha bukaaaann itu ketubaaaann
)
Gue dan mama langsung membopong mbak Sinta ke ruang praktek mama. Disana mbak Sinta mempertaruhkan nyawa nya demi hadirnya sang buah hati ke dunia. Terdengar lah teriakan2 yg Cumiikan telinga gue. Ntah kenapa gue menjadi ketakutan gara2 mendengar tangisan mengaduh mbak Sinta dari dalam ruangan padahal kan sering banget pasien lahiran disini cuma ya ini beda aja. Karena gue udah anggap dia kakak sendiri kali yaa, jadi kalo kakak gue kenapa2 gue nya khawatir. Berkali-kali gue berteriak ke mama menanyakan mbak Sinta. Gue ga boleh masuk ke dalam soalnya. Alasannya jelas karena gue bukan suami atau keluarga nya. Gue cuma adek ketemu gede nya mbak Sinta doang. Tapi ya syukur lah, gue ga ngeliat darah jadinya. Kalo gue ngeliat malah gue nya bisa pingsan ntar. Bingung mama gue ntar nolongin yg mana dulu
Proses persalinan begitu lamaaa, sampe memakan waktu berjam2. Bayinya susah bener diajak keluar karena terlilit tali pusar dan sungsang. Karena sudah terlalu beresiko akhirnya diputuskan untuk membawa ke rumah sakit terdekat dari rumah gue
Kira2 sekitar 15 menitan, kita sudah berada di rumah sakit. Mama ikut masuk ke dalam sedangkan gue menunggu di luar. Menunggu orang lahiran itu lamaaaa jadi gue ngacir aja ke kafetaria rumah sakit. Perut gue laper bangeeettt
Setelah memesan makanan dan minuman, gue duduk di bangku kosong yg ada di sudut ruangan. Rame bener yaa nih kafet, pasti laper juga kaya gue (yaiyalah bos namanya juga tempat makan). Sampai akhirnya gue melihat seorang laki2 berkacamata dan berkulit putih, laki2 yg gue kenal itu sedang mencari tempat duduk yg kosong sambil membawa sebuah nampan berisikan es teh dan piring makanan
Gue berdiri dan melambaikan tangan. Laki2 tersebut datang menghampiri gue
“duduk sini om” kata gue
Beliau adalah papa nya mbak Farah. Sedang apa beliau disini?
Gue: siapa yg sakit om?
PF: ga ada mas, cuma nemenin mama nya anak2 aja. Sama siapa kamu kesini mas?
Gue: sama mama om, mama lagi di dalem nemenin sodara lahiran. Tante kemana om?
PF: lagi ketemu pasien mas
Setelah itu lanjut makan…
Sampai akhirnya sebuah percakapan yg bikin gue kaget bukan kepalang terungkap
PF: udah gapernah ke rumas mas?
Gue: minggu kemarin sempat mampir om hehe
PF: ya maksudnya udah ga sesering dulu mas
Gue: ya kan mbak Farah sudah punya pacar om masa iya saya masih main ke rumah kan gaenak
PF: iya ya mas, tak kira malah kamu udah pacaran sama Farah
Gue: hehe belum om, keduluan
PF: mama nya Farah gasuka sama pacarnya
Gue: lho kenapa om? Perasaan Bima kan baik anaknya
PF: baik darimana mas, seumur2 baru 2x mama nya ketemu Bima. Om malah baru sekali
Gue: ga sempet mampir mungkin om
PF: engga mas, pacarnya kalo main ke rumah suka pas keadaan sepi
Laaahhh gue kan juga gitu oooommm
Gue: masa sih om?
(gue kaget bukan kepalang)
PF: udah gitu, pacarnya ga mau jemput ke rumah. Farah malah yg mesti nunggu di depan kompleks
Anjiiiirr bangzat banget si Bima. Gue kira dia cowo yg lebih baik dari gue ternyata lebih parah
PF: mama nya Farah udah seneng kamu sama Farah eh ternyata sama Bima jadiannya. Itu adiknya Farah malah gapernah mau ketemu Bima. Kadang malah diusir si Bima mas
Gue: waahh kok sampai gitu ya om. Kenapa mbak Farah ga dikasih tau aja
PF: mamanya sudah capek mas ngasih tau. Farah nya juga bandel sekarang (sambil memandang langit2 cafetaria dan geleng2 kepala)
Bidadari Farah bandel?? Ga salah nih?
(ya ga lah bos! Yg lu ajak ngobrol kan papa nya. Tiap hari ketemu Farah dibanding elu. Yakale salah menilai orang bos bos
)
Bener sih tapi mbak Farah yg gue kenal kan penurut banget macam sosok bawang putih gitu. Mana pernah dia bandel sama ortu?
Jancuk tenan si Bima. Luar nya doang alim, dalem nya begundal!
PF:Oh iya kamu itu gimana ceritanya kok bisa keduluan mas?
Gue: hehehe yaaa waktu itu saya datang nya telat buat ke sekolah. Niatnya cuma kasih kado, pas liburan semester baru saya nembak om hehehe (asliii malu gue di introgasi sama papanya)
PF:hoalaahh apesmu mas
Gue: iyaa om
padahal saya udah nyiapin rencananya buat ajak mbak Farah liburan tapi ya apa boleh buat om, yg dipengenin malah ga kejadian
PF: yaahh sayang bener mas, emang mau bawa Farah kemana mas?
Gue: pengen saya bawa ke *rahasia*. Soalnya papa dulu nembak mama disana hehe
PF: hahaha bisa aja mas yaudah sabar aja mas kalo jodoh ya gak kemana
Gue: (amiiiinnn amiiiinn ya Allaaaahhh) iya om hehe
Ga beberapa lama, mama nya mbak Farah datang dan gabung ngobrol. Ga banyak yg kita obrolin dan ga sedikitpun membahas tentang Bima karena gue tau mamanya gasuka sama pacar anaknya, takutnya mood nya jelek ntar kan bahaya kalo dokter lagi badmood bray
Makanan pun sudah habis, urusan ortu mbak Farah sudah kelar dan memutuskan untuk pulang. Setelah salim ke mantan mertua, beliau gue anter ke parkiran dan gue balik lagi nungguin mama yg belum juga kelar nemenin mbak Sinta. Lama beneeeerrr…
Gue ga percaya dengan obrolan gue dengan papanya mbak Farah barusan. Ternyata Bima bangsyat juga jadi orang. Apa maksud dia cuma mampir kalo rumah lagi sepi doang? Gue bejat juga sih tapi gue gapernah mampir pas keadaan sepi, emang gue lagi hoki aja pas mampir ke rumah selalu sepi tapi kan gue gapernah mengharapkan rumah nya sepi. Syukur2 kalo ada keluarganya kan enak, gue bisa jadi lebih kenal dan makin deket
Gue mulai khawatir dan mulai takut dengan khayalan gue sendiri. Ada tangan laki2 lain yg berani2 nya menjamah tubuh bidadari Farah. Gue yg sangat sangat mencintai nya aja ga pernah punya pikiran seperti itu. Lain kali kalo ketemu Bima, gue bakal patahin aja t*t*t nyaa!!
Sepertinya dendam gue terhadap Bima yg dulu udah hilang, muncul lagi. Gue bener2 ga peduli meskipun waktu itu kita udah damai. Masalah yg ini jelas beda. Ada sosok mbak Farah disana. Itu si monyet udah gue kasih kesempatan jagain si bidadari berjilbab malah tingkahnya kaya tokai. Tunggu aja kalo ntar dia liburan balik kampung. Kalo ketemu, bakal gue jotosin dia!
)Weni yg gue kira cewe polos, cewe yg terjebak ke dalam dunia lendir karena beban pikiran yg dia punya malah ternyata sangat berbeda dari apa yg gue rasakan sendiri di ranjang milik pacarnya. Bajingan bener gue… udah main hajar pacar orang, dikontrakannya, pake kasurnya pula
. Ibarat sebuah pepatah “dikasih dada, ngeraba paha ini mah”PEPATAH DARI MANA ITU WOY!!
Andaikata gue raja, bidadari Amel akan naik tahta menjadi permaisuri gue dan Weni akan jadi gundiknya. Udah 2 cewe itu aja lebih dari cukup untuk menjadi lawan sparingnya gatot. Bakal bahagia sentosa dah gue. Mau yg lembut lari ke Amel, mau yg kelas hantam ya lari ke Weni
Mantep yaa?

Sampai akhirnya khayalan gue dikejutkan oleh berhentinya sebuah taxi di depan rumah. Karena gue penasaran akhirnya gue bangkit dari kursi goyang (huahaha kursi doaaanngg ga pake goyang). Seorang perempuan berambut sepunggung berwarna agak kecoklatan turun dari mobil
Lhooohh??

Gue memanggilnya mbak Sinta…
Dia adalah anak dari mendiang sahabat mama sewaktu masih sama sama mengenyam bangku SMA. Dia hidup sebatang kara karena dia anak tunggal, dan alm. Mama nya juga anak tunggal. Papanya orang luar pulau dan dia ga pernah mau tinggal sama papa nya dengan alasan lebih enak tinggal di Jawa. Mbak Sinta sudah menikah dengan seorang prajurit negara sekarang dan kini tinggal di kota Lobster, masih tetangga sama kota gue
Saat Mamanya meninggal karena sakit beberapa tahun yg lalu, mama lah yg menjadi ibu asuh nya karena kedekatan emosional antara mama dan alm. Mama nya
Gue: waaahh masuk mbaaaakk

Sinta: waaahh sudah besaaarr yaaa

Gue: hehe makin ganteng ga? Sudah berapa bulan kandungannya mbak?
Sinta: makin ganteng kok
. Ini udah bulan ke sembilan dek. Mama ada?Gue: ada mbak, yaudah yuk masuk dulu mbak
Gue ajak mbak Sinta masuk ke dalam untuk berjumpa dengan Mama. Sudah lama sekali dia ga main ke rumah gue. Terakhir bertemu saat menghadiri acara pernikahannya 4 tahun yg lalu
Hubungan mbak Sinta dengan mama sudah seperti ibu dan anaknya sendiri. Begitupun dengan gue, gue udah dianggap seperti adiknya sendiri tapi sayang si kakak ga pernah ngelonin adeknya bobo siang (khayalan orang gila ini jangan ditiru
)Ngomong2 soal kedatangan tamu gue, Mbak Sinta ke rumah biar bisa konsultasi ke mama karena kandungannya sudah mau lahiran. Sebenernya dia tinggal bersama suaminya selagi menunggu kelahiran anak keduanya yg saat itu berusia 8 bulan lebih di dalam kandungan (kandungan pertamanya mengalami keguguran) tapi karena ada panggilan tugas yg sangat mendadak, dengan berat hati mbak Sinta harus rela ditinggal. Suaminya sempat menyuruhnya untuk tinggal dengan mertua tapi ditolaknya karena sudah tidak memungkinkan lagi bagi mbak Sinta dan kandungannya untuk pergi ke rumah mertuanya yg tinggal di Jawa Tengah
Malam harinya saat keluarga gue udah lengkap semua, mama ngadain acara makan2 kecil2an karena hadirnya member keluarga baru (ya ga baru2 juga sih, mama kan kadang agak lebay
)Terjadi obrolan hangat disana… obrolan orang kalo udah nikah itu beda banget yaaa. Ga ada yg gue pahamin sama sekali waktu itu. Bahasannya tentang janin, KB, tubektomi, apalah, itulah, bla bla bla. Beda banget sama bahasan gue sama temen2 gue yg ga jauh2 dari pertanyaan “bro Aletta Oc*an cakepan nih, Wah gila! Miy*bi dihajar negro, tsadest!!, yah.. L*sa Ann mulai kendur nih, kira2 St*ya kapan pasang implan ya” seperti itu. Masa remaja yg suraaammm

Setelah selesai dengan obrolan kami, semua nya memutuskan untuk beristirahat di kamar masing. Ortu gue ya masuk ke kamarnya, sedangkan Dandy udah happy hour. Gue duduk di ruang tv sambil menonton tv. Datanglah mbak Sinta yg makin keliatan cantiknya, ntah kenapa kalo liat ibu muda yg lagi hamil itu aura kecantikan nya makin terpancar ya? bawaannya jadi pengen ikut bantuin bikin adek aja nih gue

Sinta: kok ga keluar sama pacar kamu?
Gue: hehe mager

Sinta: sudah macarin berapa cewe? Ngaku ngakuuuu
(sambil membetot hidung gue)Gue: baru 1 mbak

Sinta: masa? (tanya nya sambil memicingkan 1 alisnya tanda keheranan)
Gue: serius deh
Sinta: jangan kejauhan kalo pacaran, nikah dulu biar barokah
Wadaaaaww… ga tau nih mbak Sinta kalo gue kemarin abis indehoy

Gue: hehe iya mbaaakk, bereeess. Mbak mau nanyaaa

Sinta: tanya apa?

Gue: kalo gituan enak ga sih? (Cari ilmu sama yg udah berpengalaman)
Sinta: hihi ya enak laahh apalagi kalo udah sah mah bebas mau kapan aja

Gue: mbak, kalo lagi hamil besar gimana indehoy nya? Ga ribet?
Sinta: ya kalo usia udah 7 bulan keatas udah ngurangin dek. Paling sebulan sekali…
Gue: laahhh… kasian dong suamimu mbak. Kalo pengen gimana?
Sinta: ya kan kalo muasin suami bisa pakai ini (sambil lidahnya nyundul2 pipinya dari dalam mulut)
Gue: di bl*wj*b mbaaaakk??
Sinta: ya iyaaa, mau gimana lagi?

Waahhh gilaaa…kalo udah nikah ternyata gitu yaaa. Enak beneeerr, tapi kasian istrinya sih udah bawa bayi berat banget di perut eh sarapan lumpia mulu. Lumpia nya isi air kanji ini mah bukan rebung sama wortel huahaha

Ga lama kita mengakhiri obrolan dan mbak Sinta bergegas menuju kamar sedangkan gue masih nonton bola sambil sms an dengan bidadari Amel, Cindy dan sekretaris hot gue Weni
Keesokan harinya, setelah gue selesai sarapan, gue menuju ruang dimensi gue sendiri yakni tempat gue main PS. Hiburan gue dirumah cuma itu soalnya. Gue kurang suka sama game online karena gue kalah mulu. Kalo ga mati kena headshot ya mati dibacok pisau

Lagi enak2 nya main PS tiba2 gue denger suara mbak Sinta…
Sinta: aduuuuhhh

Sontak gue dan Mama langsung nyamperin mbak Sinta yg sudah terduduk sambil memegangi perutmya. Kakinya sudah basah oleh cairan orgasme nya (huahaha bukaaaann itu ketubaaaann
) Gue dan mama langsung membopong mbak Sinta ke ruang praktek mama. Disana mbak Sinta mempertaruhkan nyawa nya demi hadirnya sang buah hati ke dunia. Terdengar lah teriakan2 yg Cumiikan telinga gue. Ntah kenapa gue menjadi ketakutan gara2 mendengar tangisan mengaduh mbak Sinta dari dalam ruangan padahal kan sering banget pasien lahiran disini cuma ya ini beda aja. Karena gue udah anggap dia kakak sendiri kali yaa, jadi kalo kakak gue kenapa2 gue nya khawatir. Berkali-kali gue berteriak ke mama menanyakan mbak Sinta. Gue ga boleh masuk ke dalam soalnya. Alasannya jelas karena gue bukan suami atau keluarga nya. Gue cuma adek ketemu gede nya mbak Sinta doang. Tapi ya syukur lah, gue ga ngeliat darah jadinya. Kalo gue ngeliat malah gue nya bisa pingsan ntar. Bingung mama gue ntar nolongin yg mana dulu
Proses persalinan begitu lamaaa, sampe memakan waktu berjam2. Bayinya susah bener diajak keluar karena terlilit tali pusar dan sungsang. Karena sudah terlalu beresiko akhirnya diputuskan untuk membawa ke rumah sakit terdekat dari rumah gue
Kira2 sekitar 15 menitan, kita sudah berada di rumah sakit. Mama ikut masuk ke dalam sedangkan gue menunggu di luar. Menunggu orang lahiran itu lamaaaa jadi gue ngacir aja ke kafetaria rumah sakit. Perut gue laper bangeeettt

Setelah memesan makanan dan minuman, gue duduk di bangku kosong yg ada di sudut ruangan. Rame bener yaa nih kafet, pasti laper juga kaya gue (yaiyalah bos namanya juga tempat makan). Sampai akhirnya gue melihat seorang laki2 berkacamata dan berkulit putih, laki2 yg gue kenal itu sedang mencari tempat duduk yg kosong sambil membawa sebuah nampan berisikan es teh dan piring makanan
Gue berdiri dan melambaikan tangan. Laki2 tersebut datang menghampiri gue
“duduk sini om” kata gue
Beliau adalah papa nya mbak Farah. Sedang apa beliau disini?

Gue: siapa yg sakit om?
PF: ga ada mas, cuma nemenin mama nya anak2 aja. Sama siapa kamu kesini mas?
Gue: sama mama om, mama lagi di dalem nemenin sodara lahiran. Tante kemana om?
PF: lagi ketemu pasien mas
Setelah itu lanjut makan…
Sampai akhirnya sebuah percakapan yg bikin gue kaget bukan kepalang terungkap
PF: udah gapernah ke rumas mas?
Gue: minggu kemarin sempat mampir om hehe
PF: ya maksudnya udah ga sesering dulu mas
Gue: ya kan mbak Farah sudah punya pacar om masa iya saya masih main ke rumah kan gaenak
PF: iya ya mas, tak kira malah kamu udah pacaran sama Farah
Gue: hehe belum om, keduluan

PF: mama nya Farah gasuka sama pacarnya
Gue: lho kenapa om? Perasaan Bima kan baik anaknya
PF: baik darimana mas, seumur2 baru 2x mama nya ketemu Bima. Om malah baru sekali
Gue: ga sempet mampir mungkin om
PF: engga mas, pacarnya kalo main ke rumah suka pas keadaan sepi
Laaahhh gue kan juga gitu oooommm

Gue: masa sih om?
(gue kaget bukan kepalang)PF: udah gitu, pacarnya ga mau jemput ke rumah. Farah malah yg mesti nunggu di depan kompleks
Anjiiiirr bangzat banget si Bima. Gue kira dia cowo yg lebih baik dari gue ternyata lebih parah
PF: mama nya Farah udah seneng kamu sama Farah eh ternyata sama Bima jadiannya. Itu adiknya Farah malah gapernah mau ketemu Bima. Kadang malah diusir si Bima mas
Gue: waahh kok sampai gitu ya om. Kenapa mbak Farah ga dikasih tau aja
PF: mamanya sudah capek mas ngasih tau. Farah nya juga bandel sekarang (sambil memandang langit2 cafetaria dan geleng2 kepala)
Bidadari Farah bandel?? Ga salah nih?
(ya ga lah bos! Yg lu ajak ngobrol kan papa nya. Tiap hari ketemu Farah dibanding elu. Yakale salah menilai orang bos bos
)Bener sih tapi mbak Farah yg gue kenal kan penurut banget macam sosok bawang putih gitu. Mana pernah dia bandel sama ortu?
Jancuk tenan si Bima. Luar nya doang alim, dalem nya begundal!
PF:Oh iya kamu itu gimana ceritanya kok bisa keduluan mas?
Gue: hehehe yaaa waktu itu saya datang nya telat buat ke sekolah. Niatnya cuma kasih kado, pas liburan semester baru saya nembak om hehehe (asliii malu gue di introgasi sama papanya)
PF:hoalaahh apesmu mas
Gue: iyaa om
padahal saya udah nyiapin rencananya buat ajak mbak Farah liburan tapi ya apa boleh buat om, yg dipengenin malah ga kejadianPF: yaahh sayang bener mas, emang mau bawa Farah kemana mas?
Gue: pengen saya bawa ke *rahasia*. Soalnya papa dulu nembak mama disana hehe

PF: hahaha bisa aja mas yaudah sabar aja mas kalo jodoh ya gak kemana
Gue: (amiiiinnn amiiiinn ya Allaaaahhh) iya om hehe
Ga beberapa lama, mama nya mbak Farah datang dan gabung ngobrol. Ga banyak yg kita obrolin dan ga sedikitpun membahas tentang Bima karena gue tau mamanya gasuka sama pacar anaknya, takutnya mood nya jelek ntar kan bahaya kalo dokter lagi badmood bray
Makanan pun sudah habis, urusan ortu mbak Farah sudah kelar dan memutuskan untuk pulang. Setelah salim ke mantan mertua, beliau gue anter ke parkiran dan gue balik lagi nungguin mama yg belum juga kelar nemenin mbak Sinta. Lama beneeeerrr…
Gue ga percaya dengan obrolan gue dengan papanya mbak Farah barusan. Ternyata Bima bangsyat juga jadi orang. Apa maksud dia cuma mampir kalo rumah lagi sepi doang? Gue bejat juga sih tapi gue gapernah mampir pas keadaan sepi, emang gue lagi hoki aja pas mampir ke rumah selalu sepi tapi kan gue gapernah mengharapkan rumah nya sepi. Syukur2 kalo ada keluarganya kan enak, gue bisa jadi lebih kenal dan makin deket
Gue mulai khawatir dan mulai takut dengan khayalan gue sendiri. Ada tangan laki2 lain yg berani2 nya menjamah tubuh bidadari Farah. Gue yg sangat sangat mencintai nya aja ga pernah punya pikiran seperti itu. Lain kali kalo ketemu Bima, gue bakal patahin aja t*t*t nyaa!!
Sepertinya dendam gue terhadap Bima yg dulu udah hilang, muncul lagi. Gue bener2 ga peduli meskipun waktu itu kita udah damai. Masalah yg ini jelas beda. Ada sosok mbak Farah disana. Itu si monyet udah gue kasih kesempatan jagain si bidadari berjilbab malah tingkahnya kaya tokai. Tunggu aja kalo ntar dia liburan balik kampung. Kalo ketemu, bakal gue jotosin dia!
Diubah oleh suboyxxx 30-07-2016 20:37
itkgid dan 10 lainnya memberi reputasi
11
