- Beranda
- Stories from the Heart
[Another Horror Stories] Aku dan 'Teman' Kos-ku
...
TS
gordons
[Another Horror Stories] Aku dan 'Teman' Kos-ku
Terinispirasi dari maraknya cerita Horror dan Misteri di kaskus akhir-akhir ini, akhirnya gw juga mencoba untuk menuliskan pengalaman misteri yang pernah gw alami selama ini. Cerita yang akan gw tulis ini merupakan pengalaman pribadi gw.
Perkenalkan nama gw Roni (nama samaran), gw saat ini berumur 30 tahun dan bekerja di Jakarta. Cerita yang akan gw tulis disini merupakan kisah nyata gw saat masih kuliah di Bandung (2004), saat itu gw masih berumur 19 tahunan. Gw kuliah di salah satu kampus swasta di Jl. Lengkong Besar, Bandung. Sementara, gw kos di daerah Jl. Titiran Dalam Gang 1 (orang Bandung pasti tau). Mungkin agan yang tau daerah Bandung tanya, kok kos-nya jauh banget kan kampusnya di Lengkong?. Iya gan, gw pilih kos disitu soalnya bareng sama temen, maklum, saat itu gw pertama kali ngerantau dan ga ada saudara sama sekali di Bandung, jadi gw pilih kos bareng temen.
Agar lebih menghayati cerita, gw kasih gambar rumah kos gw saat itu (gambar diambil dari Google street), rumah kos-nya gw kasih tanda X:
Gw lengkapi juga dengan denah rumah, denah rumah ini tahun 2004 ya, jadi kalau sekarang kemungkinan besar sudah berubah :
"Kayaknya enak nih kamarnya disini, luas, bersih dan ada akses langsung dari luar ke kamar tidur."-Kata gw ke temen gw Dika.
Gw dan Dika emang sahabatan sejak SMA, dan kebetulan kuliah bareng di Bandung meskipun beda kampus. Akhirnya kami memutuskan kos bareng, soalnya sama2 pertama kali merantau. Kami mencari kos bareng di berbagai tempat dan lokasi, akhirnya kami memutuskan untuk kos di Titiran Dalam. Kami pikir, kalau kos di Titiran Dalam ini strategis karena dekat dengan pusat kota selain itu juga dekat dengan gasibu dan Monumen Pancasila yang sering dijadikan lokasi konser.
Sebetulnya tidak ada yang aneh dengan rumah kos kami, rumah tersebut terlihat seperti rumah pada umumnya, hanya saja ruang belakang yang merupakan ruang parkir motor dan jemuran terlihat temaram karena hanya diberi penerangan lampu bohlam saja. Di ruang belakang ini juga terdapat 3 buah kamar mandi yang biasa digunakan bersama-sama.
Gw dan Dika akhirnya menempati kos tersebut, setelah berkenalan dengan penghuni kos lain, kami pun sudah mulai bisa berbaur dengan penghuni kos lain. Hari pertama kami isi dengan ngobrol-ngobrol bersosialisasi dengan penghuni kamar kos lain. Setelah menjelang larut malam, kira-kira jam 11 malam, gw kembali ke kamar untuk tidur karena capek, sementara temen gw Dika memilih untuk nongkrong dulu dengan penghuni kos lainnya di teras halaman depan.
Sesampainya di kamar, gw bermaksud untuk Sholat Isya terlebih dahulu, gw ke kamar mandi untuk ambil wudhu. Saat keluar kamar dan akan memasuki kamar mandi gw mencium wangi bunga melati.
"Kok ada bau melati?ah mungkin ada yang bawa cewek, maklum kosan ini kan bebas."-Pikir gw dalam hati, gw masih mencoba positif thinking, menganggap wangi dari parfum cewek.
Gw kembali ke kamar dan Sholat Isya, setelah selesai gw langsung rebahan di kasur sambil menonton TV (gw kebiasaan kalau mau tidur harus nonton TV sampe ketiduran, jadi TV biasanya menyala semalaman). Saat sedang nonton TV itulah tiba-tiba dari atap rumah terdengar suara "Duk...Duk...Duk..Duk..Duk..Duk", suaranya teratur seperti suara langkah kaki.
"Duh masa ada tikus sih?"-Gw masih mencoba berpositif thinking.
Suara itu selalu muncul berulang setiap beberapa menit dan selalu berbunyi 5 kali (langkah?), bunyinya seperti orang berjalan setengah berlari.
"Kok kayak suara langkah kaki ya?"-Gw mulai keheranan.
Suara di atap tersebut baru hilang sekitar jam 1 dini hari, Dika masuk kamar pada saat itu. Gw ceritain ke dia mengenai suara tersebut, dia bilang paling suara tikus itu. Gw ga berlanjut untuk memperdebatkan suara apa itu, menurut gw ga penting juga, gw menganggap bahwa gw yang terlalu parno dan berpikiran negatif. Malam itu akhirnya tidak ada lagi suara dari atap rumah dan gw bisa tidur nyenyak.
Keesokan paginya, karena gw masih penasaran, gw tanya ke temen kos yang lain, saat itu gw tanya ke Wawan, dia adalah penghuni terlama.
"Bang, semalem ada bau melati di deket kamar mandi, emang ada yang bawa cewek ya?"-Kata gw ke Wawan.
Wawan cuma senyum, gw yang masih penasaran kembali bertanya :
"Gw juga denger suara gruduk-gruduk di atap, tapi kok agak aneh ya suaranya, lebih mirip suara orang jalan cepet"-Gw tanya lagi.
Wawan lalu menjawab :
"Itu karena kalian itu penghuni baru disini, ada 'mereka' yang sudah menghuni lama disini ingin berkenalan sama kalian. Lu jangan takut, 'mereka' baik kok."-Wawan menjelaskan.
Hah 'mereka'?penghuni lama?apa maksudnya? berbagai pertanyaan langsung memberondong dalam hati gw, gw ga tanya lebih jauh lagi tentang 'penghuni lama'. Gw beranggapan pasti ini berkaitan dengan hal-hal gaib. Gw yang orangnya penakut memang malas kalau harus membicarakan masalah seperti ini.
"Mendingan lu sama Dika baca surat Yasiin, anggap aja sebagai bentuk permisi, ga usah takut."-Wawan melanjutkan.
Gw jelaskan juga ke temen gw Dika mengenai obrolan gw sama Wawan, akhirnya hari itu gw dan Dika sepakat untuk baca surat yasiin bareng, sambil dalam hati gw minta ke 'mereka' untuk tidak iseng karena gw orangnya penakut. Gw berharap mereka mendengar suara hati gw, tapiii ternyata gw salah...
Bersambung...
Gw ketik cerita ini jadi merinding sendiri..hehehe..Gw akan coba update cerita lainnya setiap hari, sorry kalau tulisan berantakan, semoga apa yang gw ceritain bisa jadi pelajaran dan ceritanya dapat dinikmati agan-agan sekalian.
Season 1 (Titiran)
1. 'Mereka Yang Ingin Berkenalan(24 Mei 2016)
2. Ketukan Tengah Malam (25 Mei 2016)
3. Penampakan Frontal (1) (31 Mei 2016)
4. Kami Menyebutnya 'Si Kecil' (31 Mei 2016)
5. Penampakan Frontal (2) (2 Juni 2016)
6. Jahilnya 'Si Kecil' (27 Juni 2016)
7. Ramahnya si 'Nenek' (21 Juli 2016)
8. Kesurupan (29 Juli 2016)
Season 2 (Suci)
1. Suasana Baru, Pengalaman Baru (05 Agustus 2016)
2. "Dimana Gw?" (12 Agustus 2016)
3. "Berpesta!!" (02 September 2016)
4. "AKU DI ATASMU" (20 September 2016)
5. "MALING" (20 September 2016)
6. "LIHAT DAN RENUNGKAN-PART 1" (23 September 2016)
7. "LIHAT DAN RENUNGKAN-PART 2" (09 November 2016)
8. "LIHAT DAN RENUNGKAN-PART 3" (30 Desember 2016)
1. Pengalaman Dengan Tentara Gaib Monumen Perjuangan(15 Juli 2016)
2. Kembaran (05 September 2016)
3. Jalur Hantu (05 September 2016)
4. Villa Puncak (19 Juli 2017)
Perkenalkan nama gw Roni (nama samaran), gw saat ini berumur 30 tahun dan bekerja di Jakarta. Cerita yang akan gw tulis disini merupakan kisah nyata gw saat masih kuliah di Bandung (2004), saat itu gw masih berumur 19 tahunan. Gw kuliah di salah satu kampus swasta di Jl. Lengkong Besar, Bandung. Sementara, gw kos di daerah Jl. Titiran Dalam Gang 1 (orang Bandung pasti tau). Mungkin agan yang tau daerah Bandung tanya, kok kos-nya jauh banget kan kampusnya di Lengkong?. Iya gan, gw pilih kos disitu soalnya bareng sama temen, maklum, saat itu gw pertama kali ngerantau dan ga ada saudara sama sekali di Bandung, jadi gw pilih kos bareng temen.
Agar lebih menghayati cerita, gw kasih gambar rumah kos gw saat itu (gambar diambil dari Google street), rumah kos-nya gw kasih tanda X:
Spoiler for Map:
Gw lengkapi juga dengan denah rumah, denah rumah ini tahun 2004 ya, jadi kalau sekarang kemungkinan besar sudah berubah :
Spoiler for Denah:
Quote:
'Mereka' Yang Ingin Berkenalan
"Kayaknya enak nih kamarnya disini, luas, bersih dan ada akses langsung dari luar ke kamar tidur."-Kata gw ke temen gw Dika.
Gw dan Dika emang sahabatan sejak SMA, dan kebetulan kuliah bareng di Bandung meskipun beda kampus. Akhirnya kami memutuskan kos bareng, soalnya sama2 pertama kali merantau. Kami mencari kos bareng di berbagai tempat dan lokasi, akhirnya kami memutuskan untuk kos di Titiran Dalam. Kami pikir, kalau kos di Titiran Dalam ini strategis karena dekat dengan pusat kota selain itu juga dekat dengan gasibu dan Monumen Pancasila yang sering dijadikan lokasi konser.
Sebetulnya tidak ada yang aneh dengan rumah kos kami, rumah tersebut terlihat seperti rumah pada umumnya, hanya saja ruang belakang yang merupakan ruang parkir motor dan jemuran terlihat temaram karena hanya diberi penerangan lampu bohlam saja. Di ruang belakang ini juga terdapat 3 buah kamar mandi yang biasa digunakan bersama-sama.
Gw dan Dika akhirnya menempati kos tersebut, setelah berkenalan dengan penghuni kos lain, kami pun sudah mulai bisa berbaur dengan penghuni kos lain. Hari pertama kami isi dengan ngobrol-ngobrol bersosialisasi dengan penghuni kamar kos lain. Setelah menjelang larut malam, kira-kira jam 11 malam, gw kembali ke kamar untuk tidur karena capek, sementara temen gw Dika memilih untuk nongkrong dulu dengan penghuni kos lainnya di teras halaman depan.
Sesampainya di kamar, gw bermaksud untuk Sholat Isya terlebih dahulu, gw ke kamar mandi untuk ambil wudhu. Saat keluar kamar dan akan memasuki kamar mandi gw mencium wangi bunga melati.
"Kok ada bau melati?ah mungkin ada yang bawa cewek, maklum kosan ini kan bebas."-Pikir gw dalam hati, gw masih mencoba positif thinking, menganggap wangi dari parfum cewek.
Gw kembali ke kamar dan Sholat Isya, setelah selesai gw langsung rebahan di kasur sambil menonton TV (gw kebiasaan kalau mau tidur harus nonton TV sampe ketiduran, jadi TV biasanya menyala semalaman). Saat sedang nonton TV itulah tiba-tiba dari atap rumah terdengar suara "Duk...Duk...Duk..Duk..Duk..Duk", suaranya teratur seperti suara langkah kaki.
"Duh masa ada tikus sih?"-Gw masih mencoba berpositif thinking.
Suara itu selalu muncul berulang setiap beberapa menit dan selalu berbunyi 5 kali (langkah?), bunyinya seperti orang berjalan setengah berlari.
"Kok kayak suara langkah kaki ya?"-Gw mulai keheranan.
Suara di atap tersebut baru hilang sekitar jam 1 dini hari, Dika masuk kamar pada saat itu. Gw ceritain ke dia mengenai suara tersebut, dia bilang paling suara tikus itu. Gw ga berlanjut untuk memperdebatkan suara apa itu, menurut gw ga penting juga, gw menganggap bahwa gw yang terlalu parno dan berpikiran negatif. Malam itu akhirnya tidak ada lagi suara dari atap rumah dan gw bisa tidur nyenyak.
Keesokan paginya, karena gw masih penasaran, gw tanya ke temen kos yang lain, saat itu gw tanya ke Wawan, dia adalah penghuni terlama.
"Bang, semalem ada bau melati di deket kamar mandi, emang ada yang bawa cewek ya?"-Kata gw ke Wawan.
Wawan cuma senyum, gw yang masih penasaran kembali bertanya :
"Gw juga denger suara gruduk-gruduk di atap, tapi kok agak aneh ya suaranya, lebih mirip suara orang jalan cepet"-Gw tanya lagi.
Wawan lalu menjawab :
"Itu karena kalian itu penghuni baru disini, ada 'mereka' yang sudah menghuni lama disini ingin berkenalan sama kalian. Lu jangan takut, 'mereka' baik kok."-Wawan menjelaskan.
Hah 'mereka'?penghuni lama?apa maksudnya? berbagai pertanyaan langsung memberondong dalam hati gw, gw ga tanya lebih jauh lagi tentang 'penghuni lama'. Gw beranggapan pasti ini berkaitan dengan hal-hal gaib. Gw yang orangnya penakut memang malas kalau harus membicarakan masalah seperti ini.
"Mendingan lu sama Dika baca surat Yasiin, anggap aja sebagai bentuk permisi, ga usah takut."-Wawan melanjutkan.
Gw jelaskan juga ke temen gw Dika mengenai obrolan gw sama Wawan, akhirnya hari itu gw dan Dika sepakat untuk baca surat yasiin bareng, sambil dalam hati gw minta ke 'mereka' untuk tidak iseng karena gw orangnya penakut. Gw berharap mereka mendengar suara hati gw, tapiii ternyata gw salah...
Bersambung...
Gw ketik cerita ini jadi merinding sendiri..hehehe..Gw akan coba update cerita lainnya setiap hari, sorry kalau tulisan berantakan, semoga apa yang gw ceritain bisa jadi pelajaran dan ceritanya dapat dinikmati agan-agan sekalian.
Quote:
MAIN STORY
Season 1 (Titiran)
1. 'Mereka Yang Ingin Berkenalan(24 Mei 2016)
2. Ketukan Tengah Malam (25 Mei 2016)
3. Penampakan Frontal (1) (31 Mei 2016)
4. Kami Menyebutnya 'Si Kecil' (31 Mei 2016)
5. Penampakan Frontal (2) (2 Juni 2016)
6. Jahilnya 'Si Kecil' (27 Juni 2016)
7. Ramahnya si 'Nenek' (21 Juli 2016)
8. Kesurupan (29 Juli 2016)
Season 2 (Suci)
1. Suasana Baru, Pengalaman Baru (05 Agustus 2016)
2. "Dimana Gw?" (12 Agustus 2016)
3. "Berpesta!!" (02 September 2016)
4. "AKU DI ATASMU" (20 September 2016)
5. "MALING" (20 September 2016)
6. "LIHAT DAN RENUNGKAN-PART 1" (23 September 2016)
7. "LIHAT DAN RENUNGKAN-PART 2" (09 November 2016)
8. "LIHAT DAN RENUNGKAN-PART 3" (30 Desember 2016)
SIDE STORY:
1. Pengalaman Dengan Tentara Gaib Monumen Perjuangan(15 Juli 2016)
2. Kembaran (05 September 2016)
3. Jalur Hantu (05 September 2016)
4. Villa Puncak (19 Juli 2017)
Diubah oleh gordons 21-07-2017 14:03
sulkhan1981 dan FauzanAli157 memberi reputasi
7
89.5K
Kutip
245
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
gordons
#81
Quote:
Kesurupan
"Cing, nasi gorengnya 1, ga pedes, telornya campur..kerupuknya banyakin, ga pake lama.."- Gw pesan nasi goreng.
"Siap bos.."- Jawab Cacing.
Begitulah gaya gw setiap kali pesan nasi goreng. Selayaknya di lingkungan perkampungan, tukang nasi goreng ada di mana-mana, begitu juga di sekitar kos gw, ada banyak sekali tukang nasi goreng, mulai yang mangkal sampai yang gerobaknya didorong berkeliling wilayah tersebut. Di dekat rumah kos gw ada 1 tukang nasi goreng yang setiap malam mangkal di sana. Banyak sekali anak kos di wilayah titiran yang menjadi pelanggan tetapnya, rasanya memang lebih enak dibanding nasi goreng lain di sekitar situ, apalagi ditambah layanan pesan-antarnya membuat anak kos sekitar tinggal teriak saja dan nasi goreng pun akan segera diantar ke kamar mereka. Selain karena rasa dan layanan pesan-antarnya, tukang nasi goreng 1 ini bisa dihutangin, tentu saja yang 1 ini jadi kelebihan paling utama yang membuat anak kos jadi pelanggan tetap.
Tukang nasi goreng ini sebut saja namanya Andi, dia memiliki asisten yang bertugas antar pesanan, ambil piring dan cuci piring. Cacing, begitu biasanya kami memanggilnya, badannya memang kecil dan kurus. Cacing merupakan anak yang rajin dan cekatan, jika kita pesan nasi goreng, maka tidak lebih dari 10 menit pesanan kita akan datang, karena sikap rajinnya inilah anak-anak kos di sekitar sini sangat senang dengan Cacing.
Malam itu gw sendirian di kos, kebetulan banyak kampus sedang libur jadi beberapa anak kos pulang kampung, beberapa lainnya sedang main. Sementara temen-temen lain maen, gw meringkuk aja di kosan, ini akhir bulan, gw udah kehabisan uang. Malam itu gw nonton TV, bosen sih, tapi gw bingung mau ngapain lagi. Saat sedang enak nonton TV, tiba-tiba pintu kamar diketuk Cacing.
(tok..tok..tok..)"Mas Ron..Mas Ron.."- Panggil Cacing, gw langsung tahu yang ketuk Cacing karena memang suaranya kas sekali.
"Iya Cing, kenapa?"- Jawab gw sambil beranjak buka pintu.
"Ini lho nasi gorengnya sudah ready"- Suara cacing medok khas brebes.
"Lah?siapa yang pesen nasi goreng?ada yang mau traktir gw ya?siapa?"- Gw mulai geer.
"Lah Mas Ron bercanda, kan tadi situ yang pesan nasi goreng"- Kata Cacing.
Gw mulai terheran-heran, kan gw dari tadi di kamar aja.
"Eh, gw serius dari tadi di kamar terus, lagian gw ga punya duit..akhir bulan ini"- Kata Gw.
Sekarang muka Cacing terlihat mulai keheranan.
"Ya udah, gw makan deh nasi gorengnya, kebetulan laper juga. Tapi bayarnya nanti ya kalo udah ada uang"- Kata Gw.
"Ok Mas"- Cacing masih keheranan.
Cacing pergi dari kos gw. Tapi, baru saja Cacing akan keluar dari halaman kos gw, tiba-tiba dia jatuh pingsan. Gw tidak menyadari itu, karena gw langsung tutup pintu saat Cacing pergi, tapi teriakan orang di luar membuat gw sadar kalau Cacing pingsan.
"Tolong..Cacing pingsan!!"- Kata wanita itu.
Sontak gw keluar kamar termasuk beberapa orang yang mendengar keributan itu juga datang untuk menolong Cacing. Cacing digotong dan dibaringkan di dipan depan kos Gw. Beberapa orang terlihat mengipasi Cacing, ada yang memberikan kayu putih juga di hidung Cacing. Kami akhirnya memutuskan membawa Cacing ke Puskesmas untuk pertolongan pertama. Saat baru akan menggotong Cacing dan dibawa ke Puskesmas, tiba-tiba mata Cacing terbuka dan melotot.
"Ulah macem-macem ka aing(Jangan macam-macam sama gw)- Kata Cacing.
Lah kok Cacing bisa bahasa sunda?biasanya dia kan jawa medok banget. Kami semua keheranan. Cacing berubah menjadi menyeramkan, matanya melotot, satu per satu dari kami dipelototi, sampai akhirnya dia melotot ke arah gw dan menunjuk gw.
"Ulah macem-macem ka aing (Jangan macam-macam sama gw)- Kata-kata ini diulangi lagi beberapa kali sambil menunjuk gw.
"Ieu sareng saha?aya naon kadieu? (Ini siapa?ada apa datang kesini?)- Pak RT yang ada disitu mencoba berkomunikasi.
"Indit sia!! (Pergi kamu!!!!)- Cacing membentak sambil menunjuk gw dan matanya terus melotot.
Jujur saja, badan gw gemeteran, gw sangat ketakutan. Andi (tukang nasi goreng majikan Cacing) menenangkan gw. Gw masih ketakutan. Beberapa orang disana juga terlihat ketakutan. Kami juga mengkhawatirkan keadaan Cacing.
"Gimana nih Pak?"- Gw tanya Pak RT.
"Ya udah dibawa ke Kyai aja, dia kesurupan"- Jawab Pak RT.
"Aaaaaargh!!!Aaaaargh!!!AAAArrrrgh!!!"- Cacing tiba-tiba berteriak dan meronta-ronta.
Teriakan Cacing memancing orang lain untuk datang melihat karena penasaran. Agar kondusif, Cacing dibawa ke kamar gw, orang-orang yang melihat tidak diperbolehkan masuk, di kamar hanya ada gw, pak RT dan Andi. Pak RT akhirnya memutuskan untuk memanggil saja Kyai, karena menggotong cacing ke tempat pak Kyai jelas tidak mungkin, Cacing terus meronta-ronta. Pak Kyai belum datang, tiba-tiba Cacing diam dan tenang lagi. Tak berapa lama kemudian Cacing bangun lagi, kali ini tatapannya teduh dan tersenyum sambil menatap gw.
"Entos ulah sieun A (Sudah jangan takut A)- Kata Cacing, suara cacing berubah seperti suara wanita atau lebih tepatnya suara nenek-nenek.
Gw terheran-heran, gw ga bisa berkata apa-apa, gw cuma bisa bengong. Cacing masih melihat gw dan tersenyum, kemudian cacing tertidur lagi. Tak berapa lama kemudian, mata Cacing terbuka lagi, melihat gw dan tertawa.
"hahahaha...Aa, ameng Yuuu (hahahaha...Aa main yuuk)- Suara Cacing kali ini berubah menjadi anak kecil
Hah?jangan-jangan ini si kecil?pikir gw dalam hati. Gw benar-benar tidak bisa berkata apa-apa, gw cuma bisa diam sepanjang kejadian itu. Kemudian cacing tidur lagi. Barulah Pak Kyai datang. Gw bersyukur dan merasa tenang dengan kedatangan Pak Kyai.
Saat Pak Kyai datang ternyata sudah tidak ada yang merasuki tubuh Cacing, Pak Kyai pun berkomunikasi dengan makhluk gaib. Ada sekitar 10 menit Pak Kyai berkomunikasi dengan makhluk gaib, sepanjang proses komunikasi itu Pak Kyai terlihat bersila dan diam saja sambil jari kanannya memutar-mutar tasbih, sesekali Pak Kyai manggut-manggut. Setelah selesai, Pak Kyai menceritakan hasil komunikasinya.
Menurut Pak Kyai, yang memesan nasi goreng adalah genderuwo yang mengambil wujud gw, saat Cacing akan pergi, genderuwo itulah yang juga merasuki tubuh Cacing. Kemudian genderuwo tersebut bertempur dengan nenek-nenek yang dimenangkan oleh si nenek, nah nenek inilah yang merasuki Cacing untuk yang kedua kali, si nenek hanya ingin memberi tahu bahwa situasi sudah aman. Si nenek kemudian pergi, barulah yang terakhir memang benar si kecil merasuki tubuh Cacing, si kecil cuma iseng.
Wow, gw sangat terheran-heran dan benar-benar ketakutan dengan kejadian itu. Genderuwo ini ternyata makhluk jahat, dia juga yang dulu mengganggu Hendi. Gw sangat berterima kasih pada si nenek yang ternyata baik hati membantu gw. Setelah situasi terkendali, Cacing diberi air minum oleh Pak Kyai, setelah itu dibawa ke Puskesmas karena memang kondisinya lemah. Malam itu gw mengungsi ke rumah pak Encep, gw ketakutan tidur di kos sendirian.
Cerita ini mungkin cerita terakhir session 1, cerita selanjutnya akan menceritakan saat gw kos di daerah jalan Suci Bandung. terima kasih buat agan-agan yang ngikutin cerita gw ini.
Diubah oleh gordons 29-07-2016 18:54
sulkhan1981 memberi reputasi
2
Kutip
Balas
![[Another Horror Stories] Aku dan 'Teman' Kos-ku](https://dl.kaskus.id/i195.photobucket.com/albums/z256/reticlover/Map.jpg)
![[Another Horror Stories] Aku dan 'Teman' Kos-ku](https://dl.kaskus.id/i195.photobucket.com/albums/z256/reticlover/DENAH.jpg)