- Beranda
- Stories from the Heart
[TAMAT] Dibatasi Dua Kamar...
...
TS
panjang.kaki
[TAMAT] Dibatasi Dua Kamar...
![[TAMAT] Dibatasi Dua Kamar...](https://s.kaskus.id/images/2018/03/11/8130301_201803110116120283.png)
Quote:
***
Rules in My Thread
1. Ikuti Rules H2H, SFTH Dan Kaskus, jika melanggar akan di laporkan ke hansip atau BRP dari kawan-kawan yang lain
2. Baca Bissmilah sebelum membaca.
3. Sepertinya cerita ini agak BB ya gan, tapi dikit kok, kalo di bawah 18 + Di dampingi orang yang lebih besar yah
Udah itu doang kok.
1. Ikuti Rules H2H, SFTH Dan Kaskus, jika melanggar akan di laporkan ke hansip atau BRP dari kawan-kawan yang lain
2. Baca Bissmilah sebelum membaca.
3. Sepertinya cerita ini agak BB ya gan, tapi dikit kok, kalo di bawah 18 + Di dampingi orang yang lebih besar yah
Udah itu doang kok.
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 367 suara
SIapakah yang akan menjadi Istri dari Hadi?
Sarah
15%
Mega
32%
Laura
53%
Diubah oleh panjang.kaki 06-08-2019 18:03
farrazaidid dan 56 lainnya memberi reputasi
55
1.1M
2.7K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
panjang.kaki
#2533
Epilogue...
Setelah semua kejadian yang gua alami, sepertinya gua memang harus mencari Laura, gua kembali ke kossan lama gua tapi dia ternyata sudah lama pindah, gua sisir perlahan tapi tetap tidak ada titik terang, gua gak tau harus gimana lagi mencari Laura, gua pulang ke mushola kecil itu dan menyelesaikan Skripsi gua..
*****
2013, Senin...
Pagi ini gua pertama kali kerja di kepolisian, walaupun bukan sebagai polisi tapi gua tetap bekerja di kantor polisi, hehehe..
Gua pergi sambil mengunyah roti yang tadi pagi gua bakar, di sepanjang perjalanan gua degdegan apa yang gua lakukan di hari pertama kali gua kerja..
Sesampainya di kantor gua di sambut hangat oleh polisi-polisi disini, gua menemui mba Indri dan mba Indri mengantar gua ke ruangan gua...
Ternyata ruangan gua sendirian, tidak ada rekan kerja disini, dengan laptop kecil di meja kerja, ruangan ac, ruangan ini sangat harum diisi dengan pengharum ruangan wangi aqua yang membuat hati gua semakin nyaman dan seperti nya gua akan senang kerja disini...
Mba Indri menjelaskan pekerjaan gua, ternyata gua disini disuruh mengintrogasi tersangka, mba Indri izin pergi, gua duduk di ruangan ini, gua buka laptop itu dan mencari Facebook Laura, gua stalking Facebooknya dan baru 5 menit yang lalu dia update status.
"Aku mencarimu, jujur aku rindu, aku ingin bersama kamu lagi...
For You H"
Gua baca status itu, gua beranikan mengirim pesan ke dia..
"Kamu dimana, aku rindu kamu" Isi pesan gua
Tidak berselang lama dia membalas pesan gua..
"Aku cari kamu, aku rindu kamu, aku ingin kamu, maaf atas kejadian terakhir itu, aku egois, dan aku sekarang sadar bahwa aku cuma cinta kamu"
Gua diam dan mulai mengetik lagi..
"Kamu bisa temui aku di kantor, aku sudah kerja Laura, kamu bisa temui aku di Polda Lampung, mana nomor hp kamu?"
Lama tidak ada jawaban dari nya, gua tunggu.... dan dia membalas..
"Nanti siang jam 1 di pasar seni, aku jam istirahat" katanya
"Oke" gua membalas pesannya
Gua keluar dari ruangan ini dan menuju ke bawah untuk menyeduh kopi, selesai menyeduh kopi gua kembali ke atas ternyata ada mba Indri di ruangan gua..
"Eh Hadi, kamu nanti malam gak kemana-mana kan?" Tanyanya
"Memang ada apa mba?" Tanya gua
"Gak apa-apa sih, temani saya aja" katanya
"Lihat nanti ya mba, kalau memang bisa saya kabari"
"Oke"
Lalu dia turun dan gua masuk ke ruangan gua, huh disini gua gak bisa merokok karena ruangannya ber ac..
Gua duduk tenang disini menunggu jam makan siang sambil menghabis kan kopi yang gua buat...
*****
Jam 12 gua sudah turun dan jalan kaki dari kantor menuju ke pasar seni, sesampainya disana ternyata Laura sudah menunggu, baju yang dia kenakan hari ini adalah sweeter merah muda, dengan rok pendek, rambut tergerai indah ke belakang... dia sangat cantik hari ini, sangat cantik...
"Hei....." sapa gua
Dia diam, badan gua gemetar, 3 tahun gua mencari dia, dan sekarang gua menemuinya lagi, wanita di depan gua..
"Hadi......" ucapnya
Dia tidak bisa menahan rasa rindu di hatinya, tangisan pecah saat dia menatap gua..
"Sudah lama ya......." ucap gua
Sial, hati ini terus berdebar kencang, gua bingung apa yang harus gua lakukan sekarang, gua gak bisa membayangkan rasa bahagia yang gua rasakan sekarang..
"Aku rindu kamu..." ucapnya
"Aku juga"
Dengan reflek gua memeluknya, gua sudah gak bisa menahan rasa rindu ini, rasa yang terus bergejolak di dalam hati gua, gua sayang dia, gua cinta dia, gua rindu dia.........
"Jangan pergi lagi....." ucapnya
Tangisan mengisi kami berdua, orang-orang yang lewat menatap ke arah kami, persetan dengan mereka.. gua gak bisa lagi membendung rasa rindu gua ke Laura....
"Aku gak akan pergi lagi, aku janji...." ucap gua
"Maaf... aku" sebelum dia menyelesaikan ucapannya gua bungkam bibirnya halus dengan tangan kanan gua sambil melepas pelukan gua...
"Jangan bahas itu, aku pernah janji ke kamu kan kalau aku bakal nikahin kamu" ucap gua
Dia mengangguk dan lagi-lagi dia memeluk gua...
"Kenapa kamu nunggu aku?" Tanyanya sambil melepas pelukannya
"Karena aku sayang kamu" ucap gua
"Tapi Hadi...." Dia tertunduk
"Ada apa?" Usap gua halus di kepalanya
"Aku sudah punya anak, setelah kamu pergi aku menikah dengan seorang pria, dan aku punya anak darinya, tapi tidak lama kami cerai.."
Apa yang gua rasakan saat ini sangat membingungkan, wanita yang gua cintai ternyata sudah menjadi seorang janda, gua mendongak kan kepala gua ke langit untuk menahan air mata gua yang akan jatuh, di dalam hati gua terus menunggunya, di dalam hati gua terus mencintainya, di dalam hati terus menyebut namanya......
"Aku tidak perduli dengan masa lalumu, aku tidak perduli dengan siapa kamu, aku tidak perduli siapa yang sekarang bersamamu, aku cinta kamu apa adanya, aku terima kamu apapun kondisimu sekarang Laura" ucap gua
Walaupun hati gua hancur sekarang setidaknya gua bisa menatapnya lagi, gua arahkan tangan gua ke pipinya dengan pelan, gua hapus air matanya perlahan...
"Aku banyak salah" katanya
"Kamu gak pernah salah, ini jalan allah dan kita harus terima, aku udah kerja sekarang, aku sudah siap untuk menikahi kamu, aku siap walaupun kamu janda, aku sayang dan cinta dengan mu tanpa alasan apapun..." ucap gua pelan
"Walaupun aku punya momongan?" Tanyanya
"Aku siap untuk menerimanya, siapapun yang bersama kamu sekarang, karena aku harus mencintai kamu seutuhnya, jadi aku juga harus mencintai anakmu..."
Kami kembali diam, ribuan melody sudah kami lewati, di kamar itu, di kossan itu semua cerita kami terjadi, pertemuan kami sudah di takdirkan, semua cerita ini sudah di tulis dengan rangkaian melody yang benar-benar menakjubkan oleh penciptaku, dan saat ini gua mengambil keputusan untuk membuat melody baru di dalam cerita hidup gua... Laura mencium tangan gua pelan....
"Aku siap menjadi istrimu, aku siap menuruti perintah mu dan menjauhi laranganmu, aku siap untuk membangun keluarga kecil kita, aku siap menjalani semuanya dari awal.." ucap laura
"Iyah, boleh aku ketemu sama anak kamu?" Tanya gua
"Nanti malam, aku ngontrak di Antasari" ucapnya
"Oke, aku harus kembali ke kantor sekarang, nanti malam kita bertemu"ucap gua
Sebelum perpisahan ini dia kembali memeluk gua dengan erat... ini keputusan gua...
Sesampainya di kantor gua temui mba Indri gua gak bisa menemaninya, dia sepertinya paham..
*****
Malam tiba, gua pulang dan menuju ke antasari, gua beli martabak untuk mereka, gua cari alamatnya, sesampainya di kontrakannya gua ketuk pintunya pelan, Laura membuka pintunya, mata gua terfokus dengan bayi perempuan kecil menggunakan anting berdiri menghampiri gua..
"Berapa umurnya?" Tanya gua
"Bulan depan 1 tahun" ucap Laura
Gua tatap mata bayi itu, dia berjalan menghampiri gua dengan wajah polosnya, matanya bening dia sangat mirip dengan Laura..
Bayi itu menatap gua bingung, aku calon ayah mu ..
"Siapa namanya?" Tanya gua
"Irma" ucap Laura pelan
Irma..........
Gua masuk ke dalam kontrakannya, kontrakan kecil tapi sangat rapih..
Irma mendekat ke gua dan mencoba mengambil martabak yang gua bawa, Laura tersenyum dan menggendong Irma..
"Jangan nakal" ucap Laura
Irma tertawa, gua berikan martabak itu ke mereka..
Irma mengambil martabak itu lagi, dia memaksa membukanya tapi tidak bisa, Laura membantunya dan Irma dengan cepat mengambil martabak itu dan memakannya..
Tidak buruk, gua sudah memutuskan bahwa gua siap untuk menjadi ayah dari Irma, dan gua siap untuk menjadi imam yang baik bagi Laura......
~ Selesai ~
Setelah semua kejadian yang gua alami, sepertinya gua memang harus mencari Laura, gua kembali ke kossan lama gua tapi dia ternyata sudah lama pindah, gua sisir perlahan tapi tetap tidak ada titik terang, gua gak tau harus gimana lagi mencari Laura, gua pulang ke mushola kecil itu dan menyelesaikan Skripsi gua..
*****
2013, Senin...
Pagi ini gua pertama kali kerja di kepolisian, walaupun bukan sebagai polisi tapi gua tetap bekerja di kantor polisi, hehehe..
Gua pergi sambil mengunyah roti yang tadi pagi gua bakar, di sepanjang perjalanan gua degdegan apa yang gua lakukan di hari pertama kali gua kerja..
Sesampainya di kantor gua di sambut hangat oleh polisi-polisi disini, gua menemui mba Indri dan mba Indri mengantar gua ke ruangan gua...
Ternyata ruangan gua sendirian, tidak ada rekan kerja disini, dengan laptop kecil di meja kerja, ruangan ac, ruangan ini sangat harum diisi dengan pengharum ruangan wangi aqua yang membuat hati gua semakin nyaman dan seperti nya gua akan senang kerja disini...
Mba Indri menjelaskan pekerjaan gua, ternyata gua disini disuruh mengintrogasi tersangka, mba Indri izin pergi, gua duduk di ruangan ini, gua buka laptop itu dan mencari Facebook Laura, gua stalking Facebooknya dan baru 5 menit yang lalu dia update status.
"Aku mencarimu, jujur aku rindu, aku ingin bersama kamu lagi...
For You H"
Gua baca status itu, gua beranikan mengirim pesan ke dia..
"Kamu dimana, aku rindu kamu" Isi pesan gua
Tidak berselang lama dia membalas pesan gua..
"Aku cari kamu, aku rindu kamu, aku ingin kamu, maaf atas kejadian terakhir itu, aku egois, dan aku sekarang sadar bahwa aku cuma cinta kamu"
Gua diam dan mulai mengetik lagi..
"Kamu bisa temui aku di kantor, aku sudah kerja Laura, kamu bisa temui aku di Polda Lampung, mana nomor hp kamu?"
Lama tidak ada jawaban dari nya, gua tunggu.... dan dia membalas..
"Nanti siang jam 1 di pasar seni, aku jam istirahat" katanya
"Oke" gua membalas pesannya
Gua keluar dari ruangan ini dan menuju ke bawah untuk menyeduh kopi, selesai menyeduh kopi gua kembali ke atas ternyata ada mba Indri di ruangan gua..
"Eh Hadi, kamu nanti malam gak kemana-mana kan?" Tanyanya
"Memang ada apa mba?" Tanya gua
"Gak apa-apa sih, temani saya aja" katanya
"Lihat nanti ya mba, kalau memang bisa saya kabari"
"Oke"
Lalu dia turun dan gua masuk ke ruangan gua, huh disini gua gak bisa merokok karena ruangannya ber ac..
Gua duduk tenang disini menunggu jam makan siang sambil menghabis kan kopi yang gua buat...
*****
Jam 12 gua sudah turun dan jalan kaki dari kantor menuju ke pasar seni, sesampainya disana ternyata Laura sudah menunggu, baju yang dia kenakan hari ini adalah sweeter merah muda, dengan rok pendek, rambut tergerai indah ke belakang... dia sangat cantik hari ini, sangat cantik...
"Hei....." sapa gua
Dia diam, badan gua gemetar, 3 tahun gua mencari dia, dan sekarang gua menemuinya lagi, wanita di depan gua..
"Hadi......" ucapnya
Dia tidak bisa menahan rasa rindu di hatinya, tangisan pecah saat dia menatap gua..
"Sudah lama ya......." ucap gua
Sial, hati ini terus berdebar kencang, gua bingung apa yang harus gua lakukan sekarang, gua gak bisa membayangkan rasa bahagia yang gua rasakan sekarang..
"Aku rindu kamu..." ucapnya
"Aku juga"
Dengan reflek gua memeluknya, gua sudah gak bisa menahan rasa rindu ini, rasa yang terus bergejolak di dalam hati gua, gua sayang dia, gua cinta dia, gua rindu dia.........
"Jangan pergi lagi....." ucapnya
Tangisan mengisi kami berdua, orang-orang yang lewat menatap ke arah kami, persetan dengan mereka.. gua gak bisa lagi membendung rasa rindu gua ke Laura....
"Aku gak akan pergi lagi, aku janji...." ucap gua
"Maaf... aku" sebelum dia menyelesaikan ucapannya gua bungkam bibirnya halus dengan tangan kanan gua sambil melepas pelukan gua...
"Jangan bahas itu, aku pernah janji ke kamu kan kalau aku bakal nikahin kamu" ucap gua
Dia mengangguk dan lagi-lagi dia memeluk gua...
"Kenapa kamu nunggu aku?" Tanyanya sambil melepas pelukannya
"Karena aku sayang kamu" ucap gua
"Tapi Hadi...." Dia tertunduk
"Ada apa?" Usap gua halus di kepalanya
"Aku sudah punya anak, setelah kamu pergi aku menikah dengan seorang pria, dan aku punya anak darinya, tapi tidak lama kami cerai.."
Apa yang gua rasakan saat ini sangat membingungkan, wanita yang gua cintai ternyata sudah menjadi seorang janda, gua mendongak kan kepala gua ke langit untuk menahan air mata gua yang akan jatuh, di dalam hati gua terus menunggunya, di dalam hati gua terus mencintainya, di dalam hati terus menyebut namanya......
"Aku tidak perduli dengan masa lalumu, aku tidak perduli dengan siapa kamu, aku tidak perduli siapa yang sekarang bersamamu, aku cinta kamu apa adanya, aku terima kamu apapun kondisimu sekarang Laura" ucap gua
Walaupun hati gua hancur sekarang setidaknya gua bisa menatapnya lagi, gua arahkan tangan gua ke pipinya dengan pelan, gua hapus air matanya perlahan...
"Aku banyak salah" katanya
"Kamu gak pernah salah, ini jalan allah dan kita harus terima, aku udah kerja sekarang, aku sudah siap untuk menikahi kamu, aku siap walaupun kamu janda, aku sayang dan cinta dengan mu tanpa alasan apapun..." ucap gua pelan
"Walaupun aku punya momongan?" Tanyanya
"Aku siap untuk menerimanya, siapapun yang bersama kamu sekarang, karena aku harus mencintai kamu seutuhnya, jadi aku juga harus mencintai anakmu..."
Kami kembali diam, ribuan melody sudah kami lewati, di kamar itu, di kossan itu semua cerita kami terjadi, pertemuan kami sudah di takdirkan, semua cerita ini sudah di tulis dengan rangkaian melody yang benar-benar menakjubkan oleh penciptaku, dan saat ini gua mengambil keputusan untuk membuat melody baru di dalam cerita hidup gua... Laura mencium tangan gua pelan....
"Aku siap menjadi istrimu, aku siap menuruti perintah mu dan menjauhi laranganmu, aku siap untuk membangun keluarga kecil kita, aku siap menjalani semuanya dari awal.." ucap laura
"Iyah, boleh aku ketemu sama anak kamu?" Tanya gua
"Nanti malam, aku ngontrak di Antasari" ucapnya
"Oke, aku harus kembali ke kantor sekarang, nanti malam kita bertemu"ucap gua
Sebelum perpisahan ini dia kembali memeluk gua dengan erat... ini keputusan gua...
Sesampainya di kantor gua temui mba Indri gua gak bisa menemaninya, dia sepertinya paham..
*****
Malam tiba, gua pulang dan menuju ke antasari, gua beli martabak untuk mereka, gua cari alamatnya, sesampainya di kontrakannya gua ketuk pintunya pelan, Laura membuka pintunya, mata gua terfokus dengan bayi perempuan kecil menggunakan anting berdiri menghampiri gua..
"Berapa umurnya?" Tanya gua
"Bulan depan 1 tahun" ucap Laura
Gua tatap mata bayi itu, dia berjalan menghampiri gua dengan wajah polosnya, matanya bening dia sangat mirip dengan Laura..
Bayi itu menatap gua bingung, aku calon ayah mu ..
"Siapa namanya?" Tanya gua
"Irma" ucap Laura pelan
Irma..........
Gua masuk ke dalam kontrakannya, kontrakan kecil tapi sangat rapih..
Irma mendekat ke gua dan mencoba mengambil martabak yang gua bawa, Laura tersenyum dan menggendong Irma..
"Jangan nakal" ucap Laura
Irma tertawa, gua berikan martabak itu ke mereka..
Irma mengambil martabak itu lagi, dia memaksa membukanya tapi tidak bisa, Laura membantunya dan Irma dengan cepat mengambil martabak itu dan memakannya..
Tidak buruk, gua sudah memutuskan bahwa gua siap untuk menjadi ayah dari Irma, dan gua siap untuk menjadi imam yang baik bagi Laura......
~ Selesai ~
Diubah oleh panjang.kaki 19-07-2019 19:23
jenggalasunyi dan 15 lainnya memberi reputasi
16