Kaskus

Story

natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.

Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.


I Am (NOT) Your Sister

Big thanks to quatzlcoatlfor cover emoticon-Smilie

Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
imamarbaiAvatar border
pulaukapokAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465.4K
3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
#1803
A Part 67
Setelah mengalami malam yang panjang dan mengerikan esok harinya aku pun terbangun dari tidurku. Ketika bangun aku baru sadar kalau aku sedang tidak berada di kamarku, melainkan di dalam MOBIL!!!

Pantes saja badanku pegal dan gak enak, rupanya aku dibiarkan tidur di kursi mobil oleh kak Fe. Tega emoticon-Frown

Tapi mengingat jasanya semalam yang menolongku dari kesendirian di luar sana menyurutkan perasaan kekesalanku kepadanya. Aku pun segera keluar dari mobil dan berniat menuju kamar untuk mandi, mengingat aku harus sekolah hari ini.

"Aeh-aeh nenk panda teh timana wae?" Kata ibu ketika baru saja melihatku.

"Bagus ya, baru pulang…hmmmph.." Sepertinya ibu marah kepadaku.

"Panda? Bu… ih aku semalam juga udah pulang, ini baru aja bangun, semalam tidur dari mobil."

"Oh… begitu ya, semalam pulang jam berapa? Ibu teleponin kamu dari sore gak bisa-bisa." Kata ibu sewot.

"ih gak tau bu, ceritanya panjang nanti aja, sekarang mau sekolah."

"Mau sekolah? Kamu gak liat sekarang jam berapa?" Tanya ibu yang masih sewot.

"Emang jam berapa bu?" Tanyaku kepada ibu.

"Liat aja ke jam." Kata ibu yang langsung ngeloyor pergi.

Aku pun langsung liat ke jam dan betapa terkejutnya aku ternyata sekarang sudah jam 9 lewat. Astaganaga bisa kacau ini, baru aja awal-awal sekolah aku udah gak masuk, alpa lagi tanpa keterangan. Aku pun jadi lemas ketika tahu sekarang sudah jam 9.

"Ibu… kok ngebangunin sih? Terus kak Fe juga." Giliran aku yang sewot sekarang ke ibu.

"Kamu ini sama aja kayak kakakmu, dia juga belum bangun." Katanya.



Hah, kak Fe belum bangun, walah berarti dia nasibnya sama dong kayak aku yaitu gak sekolah hari ini. Aduh, aku jadi gak enak, pasti gara-gara jemput aku tengah malam kemarin makanya kak Fe jadi bangun kesiangan. Ada-ada aja ulahku belakangan ini. :'(

***

Jadinya aku skip sekolah sehari, aku pun diem aja di kamar dari tadi ampe siang dan aku juga belum liat ada tanda-tanda kak Fe bangun, aku perhatikan dari tadi pintu kamarnya masih tertutup rapat. Dari tadi aku hanya tiduran di kasur. Aku pun jadi teringat hari kemarin, gak bisa dipercaya kak Egi berbuat seperti itu, dia membiarkanku digangguin sama teman-temanya, sementara orangnya ngilang dan gak bertanggung jawab. Aku berjanji dimulai hari ini akan membenci kak Egi. Gak ada ucapan permintaan maaf atau nanyain kabarku ketika aku kabur darinya kemarin. Sungguh, lelaki yang tak bertanggung jawab. Huh~

Sudah jam 1, aku pun baru ingat aku belum makan, jadinya aku berniat ke bawah untuk makan, namun sebelum aku menuruni tangga, aku denger pintu kamar kak Fe kebuka. Buset, jam 1 siang baru bangun, ternyata dia lebih kebo dari aku. Aku pun menoleh kebelakang ke arah kamarnya, aku lihat kak Fe yang baru saja bangun.

"Siang kak.." Sapaku kepadanya. Namun dia malah mengacuhkanya dan berjalan ke arahku.

"Bikinin makan Ni." Kata dia sebelum melewatiku menuruni tangga.

Dasar memang dia itu seorang penjajah dan dasar pula aku ini yang seorang budak yang mau aja disuruh/diperintah ama dia emoticon-Frown.


***

Aku membawa sepiring nasi goreng kepada kak Fe yang sedang menonton TV. Kita berdua pun makan berdua sambil menonton tv.

"Lo kemarin gak kenapa-kenapa?" Kata dia memulai pembicaraan.

"Gpp kok, aku baik-baik saja." Padahal mah badan aku pegel banget dan capek gara-gara dibiarkan tidur di kursi mobil.

"Oh… terus kemarin si Egi kemana?" Tanya dia.

"Aku juga gak tau."

"Loh gak tau, coba kamu jelasin dong kemarin itu kenapa kok bisa nyasar ke punclut."

"Kemarin itu aku dibawa ke rumah temenya kak Egi, terus kak Eginya entah kemana ngilang, lalu di gangguin aman temen-temennya, terus aku kabur deh." Curhatku kepadanya.

"Ohh…"

Cuman "Oh" doang? Aku kira dia punya rasa simpati yang lebih, sedih juga ya punya saudara yang super cuek kayak gini. Setelah selesai makan dia pun langsung meninggalkanku dan kembali masuk ke kamarnya.

***

Sore harinya aku masih berada di rumah, seharian tanpa sekolah memang membosankan banget, di rumah gak jelas mau ngapain, yang dikerjakan itu-itu aja. Aku liat bbm di hp, teman-teman sekelasku pada ganti DP, rupanya hari ini mereka main bersama ngaliwet. Bikin iri aja. Coba kalau aku ikut, aku kan bisa bantu-bantu masak mereka. emoticon-Frown

Aku main komputer juga sama aja, internetan apalagi, buka fb, log in log out mulu, kesel gak ada kerjaan. Nonton film juga bosen, duh klo boleh dikasih permintaan, aku minta deh semoga hari esok cepat tiba. Jujur saja hari ini di rumah membosankan banget, ibu yang lagi marah sama aku, kak Fe yang cuek seperti biasanya mengurung diri di kamar, dan aku yang terlantar di rumah.

"Ibu.. mau kemana?" Tanyaku kepada ibu yang sudah berpakaian rapi mau pergi.

"Mau jalan-jalan."

"Ikut dong." Pintaku

"Gak boleh, kamu diem saja di rumah."

"Felishaa.. cepatttttt." Teriak ibu memanggil kak Fe.

"Bentar bu..."

Aku mendengar jawaban kak Fe dari kamarnya. Tak lama kemudian kak Fe turun ke bawah dan sama-sama sudah berdandan dan berpakain rapi. Jadi, hari ini mereka berdua mau pergi jalan-jalan tanpa mengajak aku. Sedih banget, aku hanya bisa merana melihatnya ketika kak Fe dan ibu meninggalkanku sendirian di rumah. Astaga, apakah ini hukuman buatku.

***

Malam hari pas aku lagi beres-beres buku buat besok sekolah, aku lihat ada pesan yang masuk ke hpku dan itu dari si orang yang gak bertanggung jawab alias si Egi. Mulai sekarang aku sebut saja si Egi, gak usah pake kakak lagi. Aku masih kesal kepadanya.

"Ni, kemarin kamu kemana? Kakak cariin kamu udah pergi."

Cuma itu pesan dari dia? Dia gak tau kalau aku setengah mati ketakutan dengan teman-temannya. Aku kemarin kayak dijadikan umpan oleh dia kepada teman-temanya. Dasar cowok bejad.

"Kamu marah ya sama kakak. Yauda kakak minta maaf sama kamu deh. Kakak gak tau kalau kemarin kamu pergi karena apa."

Aku cuman nge read doang pesan darinya.

"Kok cuman dibaca doang sih, yauda besok ketemu di sekolah." Dia mengirim pesan lagi. Benar-benar ya ini si Egi ngeselinya padahal aku mau belajar buat besok malah gannggu aku buat belajar.

"Gak usah!" Balasku tegas kepada dia.

"Dan gak usah temui aku lagi." Tambahku lagi kepadanya.
Diubah oleh natashyaa 10-08-2016 23:30
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.