- Beranda
- Stories from the Heart
[TAMAT] Dibatasi Dua Kamar...
...
TS
panjang.kaki
[TAMAT] Dibatasi Dua Kamar...
![[TAMAT] Dibatasi Dua Kamar...](https://s.kaskus.id/images/2018/03/11/8130301_201803110116120283.png)
Quote:
***
Rules in My Thread
1. Ikuti Rules H2H, SFTH Dan Kaskus, jika melanggar akan di laporkan ke hansip atau BRP dari kawan-kawan yang lain
2. Baca Bissmilah sebelum membaca.
3. Sepertinya cerita ini agak BB ya gan, tapi dikit kok, kalo di bawah 18 + Di dampingi orang yang lebih besar yah
Udah itu doang kok.
1. Ikuti Rules H2H, SFTH Dan Kaskus, jika melanggar akan di laporkan ke hansip atau BRP dari kawan-kawan yang lain
2. Baca Bissmilah sebelum membaca.
3. Sepertinya cerita ini agak BB ya gan, tapi dikit kok, kalo di bawah 18 + Di dampingi orang yang lebih besar yah
Udah itu doang kok.
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 367 suara
SIapakah yang akan menjadi Istri dari Hadi?
Sarah
15%
Mega
32%
Laura
53%
Diubah oleh panjang.kaki 06-08-2019 18:03
farrazaidid dan 56 lainnya memberi reputasi
55
1.1M
2.7K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•54.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
panjang.kaki
#2497
Akhir Cerita #4
Gua bangun, gua arahkan tangan gua ke depan dia dan dia menyambut tangan gua halus...
Gua bingung siapa yang sekarang di depan gua, hati gua terus menebak-nebak, sebuah ketidak mungkinan yang bisa terjadi, semua ini pasti ada sebab akibat dan sejak kapan dia menjadi mualaf...
"Kamu Sarah?" Tanya gua
"Aku Rahmah" ucapnya
"Sejak kapan?" Tanya gua
"Lumayan, bisa kita ngobrol sebentar kak.."
"Iya"
Gua ajak dia ke kantin di dekat kampus gua, di bawah pohon beringin kami duduk dalam kecanggungan..
"Apa yang mau kamu omongin Rahmah?" Tanya gua pelan
"Aku salah" ucapnya
"Salah kenapa?"
Air matanya turun dengan pelan, kenapa wajahnya sangat mirip dengan Sarah, gua merasakan kedamaian di hati gua, gua ingat ketika Sarah menggunakan mukenah, wajahnya..
"Aku selalu nyakitin Sarah, aku ngebunuh Zahrah, dan ketika kakak pergi dari rumahku aku menyuruh m seseorang untuk mengintai kalian" ungkapnya
"Menyuruh seseorang? Maksudnya?"
"Dia saudaraku, sebenarnya semua sudah tersetel dengan baik, tapi.... untuk sekarang aku menyesal kak"
"Siapa orang itu !?" Tanya gua dengan nada tinggi
Air matanya semakin deras membasahi pipinya..
"Dia Mega" ucap Rahmah
"Hahahaaha, asli kamu becanda" ungkap gua
"Kakak gak sadar, siapa yang ngebimbing kakak ke kossan itu?" Tanyanya
Gua berfikir kebelakang, gua mengingat ketika gua di usir oleh Rahmah, gua ingat malam itu, Sarah yang membimbing gua untuk ke kossan itu.. gua terus memikirkan hal-hal yang tidak terduga, sial kenapa semua semakin rumit..
"Iya Sarah yang membimbing jalan gua saat itu" gua masih mencoba mengingat
"Lucu yah, dan kakak tau siapa yang membuka pintu gudang malam itu hingga Sarah bisa masuk ke kamar Kakak?" Tanya Rahmah lagi
"Lo Rahmah?"
Dia mengangguk, perlahan dia menghapus air matanya..
"Apa tujuan lo Rahmah?" Tanya gua
"Aku benci sama Sarah, sangat benci, dan malam itu merubah semuanya lalu aku mulai merencanakan semuanya" ucapnya lagi
"Malam apa itu?" Tanya gua
"Malam ketika almarhum ayah kak Hadi menelpon papah, disitu aku mulai merencakan semuanya" ungkapnya
"Jadi gua hanya sebagai boneka lo ! Untuk memuaskan nafsu kebencian di dalam diri lo untuk Sarah !" Teriak gua
Dia diam dan menunduk takut, amarah tak tertahan di dalam diri gua ! Badjingan ! Gua berdiri dan marah semarah-marahnya
"Maaf" ucapnya pelan
"Lo gak pernah tau betapa sakitnya hati gua ! Lo gak paham betapa gua mencintai Sarah dan Mega ! Dan ternyata Mega selama ini mencintai gua dengan kebohongan !" Teriakan gua makin keras
"Mega cinta sama kak Hadi, dan tragedi morelisa itu tragedi itu......." ucapannya terpotong
Ada sebuah tangan yang menyentuh bahu gua dengan pelan..
"Tragedi itu semua udah gua ceritain kan Di, waktu di rumah lo?" Ucapnya
Gua menengok pelan, gua lihat Mega di depan gua.. tapi bukan rindu dan sayang yang gua rasakan selama ini, rasa sakit yang berkecamuk di dalam hati gua ! Gua masih gak menerima ini, ini semua gak masuk akal..... sial !
"Kenapa kalian tega !?" Teriak gua
"Gua akan jelasin semuanya disini" ucap Mega
Gua kembali duduk, kemarahan dan rasa kecewa memenuhi hati gua sekarang...
"Dari awal" ucap gua
Rahmah diam dan menangis, gua menarik nafas panjang untuk mengetahui semuanya..
"Rahmah bener Di, semua itu sudah kami atur, dan gua gak nyangka kalo gua akan jatuh cinta dengan korban gua," Mega diam dan menarik nafasnya panjang "Gua gak bisa nahan rahasia ini, gua gak mau ada beban di dalam diri gua, sebenarnya rencana kami hampir matang, tapi ada Zahrah yang di luar dugaan" lanjutnya
"Kenapa lo tega Ga?" Tanya gua
"Gua dan Rahmah sudah dekat dari kecil, dan semua yang gua ceritakan ke lo itu bohong, pak Basuki sebenarnya tahu siapa gua Di, terlalu banyak kesalahan yang gua lakukan ke lo, dan jujur sebenarnya gua bukan muslim, tapi akhirnya gua dan Rahmah memutuskan untuk menjadi Mualaf" Ucapnya
"Isi sms dari ayah lo?" Tanya gua lagi
"Itu semua direkayasa Di, hanya satu kejujuran yang gua ungkap kan, tentang Morelisa" Ucapnya
"Terlalu banyak pertanyaan yang memenuhi otak gua sekarang, bagaimana Sarah bisa membimbing gua ke kossan itu? Tempat Mega tinggal?" Tanya gua lagi
Tiba-tiba Rahmah berbicara...
"Sebelum kakak datang, aku pernah diem-diem ngajak Sarah keluar, dan aku ajak ke kossan itu, dia sangat senang dan dia bilang kalau dia bebas dia mau tinggal di kossan itu" ucap Rahmah
"Semenjak lo pergi Di, saat lo berdua dengan Laura, gua sebenenarnya mau melupakan semua nya, tapi lo muncul lagi di hadapan gua, di mall itu, dan gua mengingat semua kesalahan gua, gua gak bisa terus mendem semua ini, sakit di" Ucap Mega
"Angga Dan Ratih tau?"
Mega menggeleng
"Entahlah apa yang harus gua lalukan ke kalian berdua, kalian lebih jahat dari pada yang gua bayangkan, gua cuma minta satu hal dari kalian berdua, gua mohon setelah kejadian ini, setelah hari ini, gua mau kalian gak pernah muncul lagi dalam hidup gua, itu lebih dari cukup" Jelas gua
"Gua mohon maafin gua Di, gua sayang sama lo" ucap Mega
"Percuma Ga, apa yang harus gua lakukan ke lo, Kembali seperti dulu? Itu hanya impian semu Ga, setelah gua tau semuanya, aneh sih memang, tapi jujur untuk saat ini di dalam hati gua gak ada ruang untuk lo" Ucap gua
Gua bangun dari duduk gua dan meninggalkan mereka, mereka berteriak memanggil gua tapi tidak gua perdulikan, gua bergegas cepat agar mereka tidak mengikuti gua, sesampainya di mushola gua benamkan wajah gua di air "Tuhan apa salahku tuhan !?" Gua menjerit sekeras-kerasnya...
Gua angkat kepala gua dari dalam air, air mata gua tak bisa lagi terbendung, rasa kecewa ini, orang yang gua percaya selama ini, orang yang gua pikir menyayangi gua dengan tulus ! Sial ! Sial ! Sial !
Sesak di dada gua, kepala gua berat...
Kenyataan yang sebenarnya lebih pahit dari apa yang pernah gua harapkan.....
Mungkin sudah cukup sandiwara mereka selama ini, gua akan mencari wanita itu, wanita yang tidak ada sangkut paut nya dengan mereka, wanita yang mencintai gua dengan tulus.. dia bernama Laura...
Gua bangun, gua arahkan tangan gua ke depan dia dan dia menyambut tangan gua halus...
Gua bingung siapa yang sekarang di depan gua, hati gua terus menebak-nebak, sebuah ketidak mungkinan yang bisa terjadi, semua ini pasti ada sebab akibat dan sejak kapan dia menjadi mualaf...
"Kamu Sarah?" Tanya gua
"Aku Rahmah" ucapnya
"Sejak kapan?" Tanya gua
"Lumayan, bisa kita ngobrol sebentar kak.."
"Iya"
Gua ajak dia ke kantin di dekat kampus gua, di bawah pohon beringin kami duduk dalam kecanggungan..
"Apa yang mau kamu omongin Rahmah?" Tanya gua pelan
"Aku salah" ucapnya
"Salah kenapa?"
Air matanya turun dengan pelan, kenapa wajahnya sangat mirip dengan Sarah, gua merasakan kedamaian di hati gua, gua ingat ketika Sarah menggunakan mukenah, wajahnya..
"Aku selalu nyakitin Sarah, aku ngebunuh Zahrah, dan ketika kakak pergi dari rumahku aku menyuruh m seseorang untuk mengintai kalian" ungkapnya
"Menyuruh seseorang? Maksudnya?"
"Dia saudaraku, sebenarnya semua sudah tersetel dengan baik, tapi.... untuk sekarang aku menyesal kak"
"Siapa orang itu !?" Tanya gua dengan nada tinggi
Air matanya semakin deras membasahi pipinya..
"Dia Mega" ucap Rahmah
"Hahahaaha, asli kamu becanda" ungkap gua
"Kakak gak sadar, siapa yang ngebimbing kakak ke kossan itu?" Tanyanya
Gua berfikir kebelakang, gua mengingat ketika gua di usir oleh Rahmah, gua ingat malam itu, Sarah yang membimbing gua untuk ke kossan itu.. gua terus memikirkan hal-hal yang tidak terduga, sial kenapa semua semakin rumit..
"Iya Sarah yang membimbing jalan gua saat itu" gua masih mencoba mengingat
"Lucu yah, dan kakak tau siapa yang membuka pintu gudang malam itu hingga Sarah bisa masuk ke kamar Kakak?" Tanya Rahmah lagi
"Lo Rahmah?"
Dia mengangguk, perlahan dia menghapus air matanya..
"Apa tujuan lo Rahmah?" Tanya gua
"Aku benci sama Sarah, sangat benci, dan malam itu merubah semuanya lalu aku mulai merencanakan semuanya" ucapnya lagi
"Malam apa itu?" Tanya gua
"Malam ketika almarhum ayah kak Hadi menelpon papah, disitu aku mulai merencakan semuanya" ungkapnya
"Jadi gua hanya sebagai boneka lo ! Untuk memuaskan nafsu kebencian di dalam diri lo untuk Sarah !" Teriak gua
Dia diam dan menunduk takut, amarah tak tertahan di dalam diri gua ! Badjingan ! Gua berdiri dan marah semarah-marahnya
"Maaf" ucapnya pelan
"Lo gak pernah tau betapa sakitnya hati gua ! Lo gak paham betapa gua mencintai Sarah dan Mega ! Dan ternyata Mega selama ini mencintai gua dengan kebohongan !" Teriakan gua makin keras
"Mega cinta sama kak Hadi, dan tragedi morelisa itu tragedi itu......." ucapannya terpotong
Ada sebuah tangan yang menyentuh bahu gua dengan pelan..
"Tragedi itu semua udah gua ceritain kan Di, waktu di rumah lo?" Ucapnya
Gua menengok pelan, gua lihat Mega di depan gua.. tapi bukan rindu dan sayang yang gua rasakan selama ini, rasa sakit yang berkecamuk di dalam hati gua ! Gua masih gak menerima ini, ini semua gak masuk akal..... sial !
"Kenapa kalian tega !?" Teriak gua
"Gua akan jelasin semuanya disini" ucap Mega
Gua kembali duduk, kemarahan dan rasa kecewa memenuhi hati gua sekarang...
"Dari awal" ucap gua
Rahmah diam dan menangis, gua menarik nafas panjang untuk mengetahui semuanya..
"Rahmah bener Di, semua itu sudah kami atur, dan gua gak nyangka kalo gua akan jatuh cinta dengan korban gua," Mega diam dan menarik nafasnya panjang "Gua gak bisa nahan rahasia ini, gua gak mau ada beban di dalam diri gua, sebenarnya rencana kami hampir matang, tapi ada Zahrah yang di luar dugaan" lanjutnya
"Kenapa lo tega Ga?" Tanya gua
"Gua dan Rahmah sudah dekat dari kecil, dan semua yang gua ceritakan ke lo itu bohong, pak Basuki sebenarnya tahu siapa gua Di, terlalu banyak kesalahan yang gua lakukan ke lo, dan jujur sebenarnya gua bukan muslim, tapi akhirnya gua dan Rahmah memutuskan untuk menjadi Mualaf" Ucapnya
"Isi sms dari ayah lo?" Tanya gua lagi
"Itu semua direkayasa Di, hanya satu kejujuran yang gua ungkap kan, tentang Morelisa" Ucapnya
"Terlalu banyak pertanyaan yang memenuhi otak gua sekarang, bagaimana Sarah bisa membimbing gua ke kossan itu? Tempat Mega tinggal?" Tanya gua lagi
Tiba-tiba Rahmah berbicara...
"Sebelum kakak datang, aku pernah diem-diem ngajak Sarah keluar, dan aku ajak ke kossan itu, dia sangat senang dan dia bilang kalau dia bebas dia mau tinggal di kossan itu" ucap Rahmah
"Semenjak lo pergi Di, saat lo berdua dengan Laura, gua sebenenarnya mau melupakan semua nya, tapi lo muncul lagi di hadapan gua, di mall itu, dan gua mengingat semua kesalahan gua, gua gak bisa terus mendem semua ini, sakit di" Ucap Mega
"Angga Dan Ratih tau?"
Mega menggeleng
"Entahlah apa yang harus gua lalukan ke kalian berdua, kalian lebih jahat dari pada yang gua bayangkan, gua cuma minta satu hal dari kalian berdua, gua mohon setelah kejadian ini, setelah hari ini, gua mau kalian gak pernah muncul lagi dalam hidup gua, itu lebih dari cukup" Jelas gua
"Gua mohon maafin gua Di, gua sayang sama lo" ucap Mega
"Percuma Ga, apa yang harus gua lakukan ke lo, Kembali seperti dulu? Itu hanya impian semu Ga, setelah gua tau semuanya, aneh sih memang, tapi jujur untuk saat ini di dalam hati gua gak ada ruang untuk lo" Ucap gua
Gua bangun dari duduk gua dan meninggalkan mereka, mereka berteriak memanggil gua tapi tidak gua perdulikan, gua bergegas cepat agar mereka tidak mengikuti gua, sesampainya di mushola gua benamkan wajah gua di air "Tuhan apa salahku tuhan !?" Gua menjerit sekeras-kerasnya...
Gua angkat kepala gua dari dalam air, air mata gua tak bisa lagi terbendung, rasa kecewa ini, orang yang gua percaya selama ini, orang yang gua pikir menyayangi gua dengan tulus ! Sial ! Sial ! Sial !
Sesak di dada gua, kepala gua berat...
Kenyataan yang sebenarnya lebih pahit dari apa yang pernah gua harapkan.....
Mungkin sudah cukup sandiwara mereka selama ini, gua akan mencari wanita itu, wanita yang tidak ada sangkut paut nya dengan mereka, wanita yang mencintai gua dengan tulus.. dia bernama Laura...
Diubah oleh panjang.kaki 19-07-2019 19:22
itkgid dan 9 lainnya memberi reputasi
10