- Beranda
- Stories from the Heart
Ponorogo Prakoso (Horror Mini Stories)
...
TS
vigojinggo
Ponorogo Prakoso (Horror Mini Stories)
Ini trit merupakan kumpulan cerita cerita horror eike selama tinggal di kota Ponorogo pas eike baru aja kelar nyelesain kuliah , 100 % true story tanpa rekayasa ,tanpa formalin dan tidak mengandung minyak babi , selain daripada itu cerita cerita ini memang dirancang dengan alur yang dinamiz sesuai kronologiz dan tata bahasa yang dramatiz sehingga cocix buat dibaca sebelum agan agan bobox cantix
Quote:

Quote:

vigo , harun , gendu , steve
Quote:
Uji Nyali di Kuburan Kauman
Uji Nyali di Klampis Ireng
Arwah Anak Kades di Sungai Keyang
Keangkeran Watu Semaur
Keangkeran Bekas Stasiun Kereta
Kakek Penunggu Kuburan Seberang Tambak Kemangi
Mushroom and Soju
Teler Jamur di Pantai Teleng Ria Pacitan Part 1
Teler Jamur di Pantai Teleng Ria Pacitan Part 2
Ada Buaya Putih di Sungai Daerah Slahung
Uji Nyali Dadakan di Kuburan Sebelah Stadion
Keangkeran Gunung Bayangkaki
Obrolan Soal Tempat Angker di Ponorogo
Uji Nyali di Rumah Sakit Mangkrak Daerah Jarakan Part 1
Uji Nyali di Rumah Sakit Mangkrak Daerah Jarakan Part 2
Arwah Siswi SMK
Ajian Tapak Api
Pendakian Gunung Bayangkaki
Naga Raksasa Penghuni Telaga Ngebel
Sabotase Siluman Monyet
Reog Ponorogo
Uji Nyali di Klampis Ireng
Arwah Anak Kades di Sungai Keyang
Keangkeran Watu Semaur
Keangkeran Bekas Stasiun Kereta
Kakek Penunggu Kuburan Seberang Tambak Kemangi
Mushroom and Soju
Teler Jamur di Pantai Teleng Ria Pacitan Part 1
Teler Jamur di Pantai Teleng Ria Pacitan Part 2
Ada Buaya Putih di Sungai Daerah Slahung
Uji Nyali Dadakan di Kuburan Sebelah Stadion
Keangkeran Gunung Bayangkaki
Obrolan Soal Tempat Angker di Ponorogo
Uji Nyali di Rumah Sakit Mangkrak Daerah Jarakan Part 1
Uji Nyali di Rumah Sakit Mangkrak Daerah Jarakan Part 2
Arwah Siswi SMK
Ajian Tapak Api
Pendakian Gunung Bayangkaki
Naga Raksasa Penghuni Telaga Ngebel
Sabotase Siluman Monyet
Reog Ponorogo
Quote:
Apabila anda puas bilang sama teman , saudara atau tetangga anda ….. bila timbul gejala gejala aneh segera berobat ke mantri hewan terdekat di kota anda
Diubah oleh vigojinggo 10-04-2022 07:06
arieaduh dan 14 lainnya memberi reputasi
13
177.6K
Kutip
450
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
vigojinggo
#183
Teler Jamur di Pantai Teleng Ria Pacitan Part 2
Quote:
Kudekatkan tubuhku pada kobaran api unggun karena hembusan angin laut terasa sangat kencang dan membuatku agak menggigil , sementara aku masih belum merasakan efek apapun dari jamur yang kumakan.
Gendu : " mripatku rodok mblerek ko "
(mataku agak kabur ko)
Handoko :" yo kuwi tondone arep fly kowe "
(ya itu tandanya mau fly kamu)
Gendu bilang pandangan matanya mulai kabur dan kurasa ia telah merasakan gejala awal halusinasi , bahkan tak lama kemudian ia mengaku melihat seekor ikan paus yang menyembul dari balik permukaan air laut.
Harun : " ora enek iwak paus e ndu "
(ngga ada ikan pausnya ndu)
Gendu : " ndek mau metu soko laut kok "
(tadi keluar dari laut kok)
Ikan paus yang dilihat Gendu cuma sekedar halusinasi yang hanya muncul di pikirannya saja , aku merasa efek jamur ini seperti alam mimpi yang dipaksa keluar ke dunia nyata.
Gendu : " kkuwi !!... enek boyo mlaku rene run !! "
(iitu !!... ada buaya jalan ke sini run !!)
Harun : " he ?!.. boyo ?!.. "
Gendu : " iyo kuwi metu soko laut , saiki mlaku rene boyone run !!... ayo mlayu !! "
(iya itu keluar dari laut , sekarang jalan ke sini buayanya run !!... ayo lari !!)
Muka si Gendu tampak panik sementara tangan kanannya menunjuk nunjuk ke arah lautan , katanya ada seekor buaya yang keluar dari laut dan sedang berjalan kemari , hampir saja ia berlari kabur tapi Handoko segera menenangkannya.
Handoko : " ora nyokot boyone ndu "
(ngga nggigit buayanya)
Gendu : " lah ?!.. kok ilang yo boyone ? "
Kuabaikan ocehan Gendu karena kepalaku terasa kian berat sementara pandangan mataku juga mulai agak kabur , gejala halusinasi mulai terasa saat kulihat sepasang tanduk kerbau di kepala Harun.
Me : " run ndasmu kok enek sungune ?! "
(run kepalamu kok ada tanduknya ?!)
Harun : " sungu ?!.. kok pikir aku kebo ?! "
(tanduk ?!.. kok pikir aku kerbau ?!
Me : " ha.. ha.. lucu kowe "
Harun : " wo ngenyek kowe vig "
Semakin lama halusinasi yang kami rasakan terasa semakin tak karuan , bahkan si Gendu mulai rebahan di atas pasir dan kemudian membuka resleting celananya , tanpa kami duga ia malah beronani sambil mendesah desah sementara matanya tampak merem melek.
Harun : " juoh kowe ki nyapo ndu ?! "
(juoh kamu ini ngapain ndu ?!)
Gendu : " ahh !.. ahh !.. "
Handoko : " ha.. ha.. wes ojo diganggu run "
(ha.. ha.. dah jangan diganggu run)
Me : " gendeng tenan cah iki "
(gila banget anak ini)
Kami bertiga hanya geleng geleng kepala menyaksikan Gendu bermain main dengan 'barang pusakanya' , untung saja ia tak meneruskan tingkahnya yang menjijikkan itu setelah si Harun berkali kali melempari butiran pasir ke mukanya.
Gendu : " aseem !!... lagi enak malah kok ganggu !! "
Harun : " nggilani cok !! "
(menjijikkan cok !!)
Gendu : " aku ki pengen enjoy , ojo diganggu !! "
Harun : " yo ojo ngono nek enjoy ndu , nggilani kowe "
(ya jangan gitu kalo enjoy ndu , menjijikkan kamu)
Gendu : " wo ngejak gelut ye kowe run ?! "
(wo ngajak berantem ya kamu run ?!)
Rupanya Gendu tidak terima kesenangannya diganggu , bahkan ia malah menantang Harun berkelahi , kini mereka bergulat di atas pasir sambil piting pitingan hingga sekujur tubuh mereka jadi kotor.
Me : " woe ojo podo gelut !! "
(udah jangan pada berantem !!)
Handoko : " wes ben ojo dipisah vig , awake dhewe nonton ae "
(udah jangan dipisah vig , kita nonton aja)
Tadinya aku ingin melerai mereka tapi Handoko melarangku , ia malah tertawa tawa melihat perkelahian itu sambil meneriakkan nama nama pegulat Smackdown.
Handoko : " ayo hulk hogan !!... ayo hajar rey mysterio !!.. ha.. ha.. "
Me : " ?!? "
Aku merasa Handoko tengah berhalusinasi menonton pertandingan gulat Smackdown , tak lama kemudian Gendu dan Harun terkapar di atas pasir dengan nafas tersengal sengal , sementara kondisi tubuh mereka tampak begitu kotor.
Harun : " hah !.. hah !... kesel gelut karo kowe ndu "
(hah !.. hah !... capek berantem sama kamu ndu)
Gendu : " hah !... hah !... podo run aku yo kesel "
(hah !.. hah !.. sama run aku juga capek)
Akhirnya mereka tertidur di atas pasir karena capek berkelahi sementara Handoko menghabiskan jamur yang tersisa , namun tak lama kemudian ia bangkit dari duduknya lalu berlari ke arah ombak.
Me : " woe ko !!.. nyapo kowe ?! "
(woe ko !!... ngapain kamu ?!)
Handoko : " enek putri duyung vig , ayo diparani !! "
(ada putri duyung vig , ayo disamperin !!)
Me : " putri duyung ?! "
Rupanya Handoko berhalusinasi melihat sosok putri duyung di dekat ombak , ia terus berlari sementara aku tunggang langgang mengejarnya karena khawatir kalau ia tertelan gulungan ombak.
Gendu : " mripatku rodok mblerek ko "
(mataku agak kabur ko)
Handoko :" yo kuwi tondone arep fly kowe "
(ya itu tandanya mau fly kamu)
Gendu bilang pandangan matanya mulai kabur dan kurasa ia telah merasakan gejala awal halusinasi , bahkan tak lama kemudian ia mengaku melihat seekor ikan paus yang menyembul dari balik permukaan air laut.
Harun : " ora enek iwak paus e ndu "
(ngga ada ikan pausnya ndu)
Gendu : " ndek mau metu soko laut kok "
(tadi keluar dari laut kok)
Ikan paus yang dilihat Gendu cuma sekedar halusinasi yang hanya muncul di pikirannya saja , aku merasa efek jamur ini seperti alam mimpi yang dipaksa keluar ke dunia nyata.
Gendu : " kkuwi !!... enek boyo mlaku rene run !! "
(iitu !!... ada buaya jalan ke sini run !!)
Harun : " he ?!.. boyo ?!.. "
Gendu : " iyo kuwi metu soko laut , saiki mlaku rene boyone run !!... ayo mlayu !! "
(iya itu keluar dari laut , sekarang jalan ke sini buayanya run !!... ayo lari !!)
Muka si Gendu tampak panik sementara tangan kanannya menunjuk nunjuk ke arah lautan , katanya ada seekor buaya yang keluar dari laut dan sedang berjalan kemari , hampir saja ia berlari kabur tapi Handoko segera menenangkannya.
Handoko : " ora nyokot boyone ndu "
(ngga nggigit buayanya)
Gendu : " lah ?!.. kok ilang yo boyone ? "
Kuabaikan ocehan Gendu karena kepalaku terasa kian berat sementara pandangan mataku juga mulai agak kabur , gejala halusinasi mulai terasa saat kulihat sepasang tanduk kerbau di kepala Harun.
Me : " run ndasmu kok enek sungune ?! "
(run kepalamu kok ada tanduknya ?!)
Harun : " sungu ?!.. kok pikir aku kebo ?! "
(tanduk ?!.. kok pikir aku kerbau ?!
Me : " ha.. ha.. lucu kowe "
Harun : " wo ngenyek kowe vig "
Semakin lama halusinasi yang kami rasakan terasa semakin tak karuan , bahkan si Gendu mulai rebahan di atas pasir dan kemudian membuka resleting celananya , tanpa kami duga ia malah beronani sambil mendesah desah sementara matanya tampak merem melek.
Harun : " juoh kowe ki nyapo ndu ?! "
(juoh kamu ini ngapain ndu ?!)
Gendu : " ahh !.. ahh !.. "
Handoko : " ha.. ha.. wes ojo diganggu run "
(ha.. ha.. dah jangan diganggu run)
Me : " gendeng tenan cah iki "
(gila banget anak ini)
Kami bertiga hanya geleng geleng kepala menyaksikan Gendu bermain main dengan 'barang pusakanya' , untung saja ia tak meneruskan tingkahnya yang menjijikkan itu setelah si Harun berkali kali melempari butiran pasir ke mukanya.
Gendu : " aseem !!... lagi enak malah kok ganggu !! "
Harun : " nggilani cok !! "
(menjijikkan cok !!)
Gendu : " aku ki pengen enjoy , ojo diganggu !! "
Harun : " yo ojo ngono nek enjoy ndu , nggilani kowe "
(ya jangan gitu kalo enjoy ndu , menjijikkan kamu)
Gendu : " wo ngejak gelut ye kowe run ?! "
(wo ngajak berantem ya kamu run ?!)
Rupanya Gendu tidak terima kesenangannya diganggu , bahkan ia malah menantang Harun berkelahi , kini mereka bergulat di atas pasir sambil piting pitingan hingga sekujur tubuh mereka jadi kotor.
Me : " woe ojo podo gelut !! "
(udah jangan pada berantem !!)
Handoko : " wes ben ojo dipisah vig , awake dhewe nonton ae "
(udah jangan dipisah vig , kita nonton aja)
Tadinya aku ingin melerai mereka tapi Handoko melarangku , ia malah tertawa tawa melihat perkelahian itu sambil meneriakkan nama nama pegulat Smackdown.
Handoko : " ayo hulk hogan !!... ayo hajar rey mysterio !!.. ha.. ha.. "
Me : " ?!? "
Aku merasa Handoko tengah berhalusinasi menonton pertandingan gulat Smackdown , tak lama kemudian Gendu dan Harun terkapar di atas pasir dengan nafas tersengal sengal , sementara kondisi tubuh mereka tampak begitu kotor.
Harun : " hah !.. hah !... kesel gelut karo kowe ndu "
(hah !.. hah !... capek berantem sama kamu ndu)
Gendu : " hah !... hah !... podo run aku yo kesel "
(hah !.. hah !.. sama run aku juga capek)
Akhirnya mereka tertidur di atas pasir karena capek berkelahi sementara Handoko menghabiskan jamur yang tersisa , namun tak lama kemudian ia bangkit dari duduknya lalu berlari ke arah ombak.
Me : " woe ko !!.. nyapo kowe ?! "
(woe ko !!... ngapain kamu ?!)
Handoko : " enek putri duyung vig , ayo diparani !! "
(ada putri duyung vig , ayo disamperin !!)
Me : " putri duyung ?! "
Rupanya Handoko berhalusinasi melihat sosok putri duyung di dekat ombak , ia terus berlari sementara aku tunggang langgang mengejarnya karena khawatir kalau ia tertelan gulungan ombak.
Quote:
" Byuar !!... byuar !!... "dengan susah payah kupegangi tubuh Handoko yang telah tenggelam hingga paha , sementara gulungan ombak terus menerpa dan membuat celana kami basah kuyup , temanku ini berusaha mengejar putri duyung halusinasinya yang katanya baru saja kabur kembali ke lautan.
Handoko : " wooii ?!.... nyapo tak parani malah ngaleh ?!... ayo baliko rene !!
(woii ?!... kenapa tak samperin malah pergi ?!... ayo balik sini !!)
Me : " wes ko , ayo mbalek !! "
(udah ko , ayo balik !!)
Semua ini benar benar sudah kelewat gila , tak pernah kusangka jika efek jamur itu akan sedemikian parah , kini dengan kondisi basah kuyup kami kembali ke tepi pantai dan menghangatkan diri di dekat api unggun.
Handoko : " adeem vig , teles kabeh clonoku "
(dingiin vig , basah semua celanaku)
Me : " sopo ngongkon njegur laut ko "
(siapa suruh nyebur laut ko)
Di saat berdiam diri di dekat api unggun tiba tiba aku mengalami halusinasi lagi , aku melihat sesosok perempuan muda yang mengenakan kemben jarik dan selendang berwarna hijau , dia duduk bersimpuh di dekat Harun dan Gendu yang tengah tertidur.
Me : " aaku ndelok wong wedok ayu ko "
(aaku lihat perempuan cantik ko)
Handoko : " .... "
Handoko terdiam membisu sambil menundukkan mukanya namun tiba tiba saja tubuhnya ambruk tersungkur di atas pasir , sekejap kemudian ia tertawa cekikikan seperti suara perempuan " ihhii.. hi... hi... hi.. " sementara di saat bersamaan tak kudapati lagi sosok perempuan berselendang hijau tadi.... aku berkesimpulan jika Handoko sedang kerasukan dan itu artinya perempuan tadi bukanlah sekedar halusinasiku belaka , tak salah lagi ia adalah sesosok makhluk astral.
Handoko : " wooii ?!.... nyapo tak parani malah ngaleh ?!... ayo baliko rene !!
(woii ?!... kenapa tak samperin malah pergi ?!... ayo balik sini !!)
Me : " wes ko , ayo mbalek !! "
(udah ko , ayo balik !!)
Semua ini benar benar sudah kelewat gila , tak pernah kusangka jika efek jamur itu akan sedemikian parah , kini dengan kondisi basah kuyup kami kembali ke tepi pantai dan menghangatkan diri di dekat api unggun.
Handoko : " adeem vig , teles kabeh clonoku "
(dingiin vig , basah semua celanaku)
Me : " sopo ngongkon njegur laut ko "
(siapa suruh nyebur laut ko)
Di saat berdiam diri di dekat api unggun tiba tiba aku mengalami halusinasi lagi , aku melihat sesosok perempuan muda yang mengenakan kemben jarik dan selendang berwarna hijau , dia duduk bersimpuh di dekat Harun dan Gendu yang tengah tertidur.
Me : " aaku ndelok wong wedok ayu ko "
(aaku lihat perempuan cantik ko)
Handoko : " .... "
Handoko terdiam membisu sambil menundukkan mukanya namun tiba tiba saja tubuhnya ambruk tersungkur di atas pasir , sekejap kemudian ia tertawa cekikikan seperti suara perempuan " ihhii.. hi... hi... hi.. " sementara di saat bersamaan tak kudapati lagi sosok perempuan berselendang hijau tadi.... aku berkesimpulan jika Handoko sedang kerasukan dan itu artinya perempuan tadi bukanlah sekedar halusinasiku belaka , tak salah lagi ia adalah sesosok makhluk astral.
Quote:
Aku merasa agak takut dengan apa yang terjadi saat ini , apalagi kondisiku sedang teler berat dan beresiko mengalami kesurupan juga , namun aku tidak mungkin kabur meninggalkan teman temanku , kucoba menguatkan nyali dan menanyai sosok perempuan yang merasuki Handoko ini.
Me : " ssopo kowe ?! "
(ssiapa kamu ?!)
Handoko : " iihhii... ihhi.. "
Me : " jenengmu sopo ?!.. asalmu endi ?! "
(namamu siapa ?!.. asalmu mana ?!)
Handoko : " iihii.. hhi... "
Sosok perempuan yang merasuki Handoko ini terus tertawa dan tak menjawab pertanyaanku sama sekali , tubuh Handoko yang tersungkur di atas pasir perlahan mulai bergerak lalu duduk bersimpuh di dekat api unggun.
Me : " kkowe sopo ?! "
(kkamu siapa ?!)
Handoko : " kulo ningsih "
(aku ningsih)
Me : " ningsih ?!... soko kraton pancer tho ?! "
(ningsih ?!... dari kraton pancer tho ?!)
Handoko : " mboten , kulo nggeh mriki asale "
(bukan , saya ya sini asalnya)
Me : " njero segoro tho keratonmu ?! "
(dalem laut tho keratonmu ?!)
Handoko : " nggeh leres "
(iya benar)
Tadinya kukira perempuan ini berasal dari kraton yang ada di pantai Pancer tapi ternyata bukan , ia mengaku sebagai penghuni pantai Teleng Ria ini dan keratonnya ada di dasar lautan.
Me : " nyapo ko ngetok ?! "
(kenapa kok muncul ?!)
Handoko :" kulo bade pados jodo , njenengan purun nopo mboten kaleh kulo ?! "
(aku mau cari jodoh , njenengan mau apa ngga sama aku ?!)
Me : " ?!?! "
Aku terheran saat ia berkata jika alasannya menampakkan diri adalah untuk mencari jodoh , bahkan ia menawariku agar mau menjadi pendamping hidupnya , jelas saja aku menolaknya mentah mentah.
Me : " kowe karo aku iki bedo alam "
(kamu sama aku tuh beda alam)
Handoko : " mboten nopo nopo , mengke njenengan nderek kulo teng kraton selawase "
(ngga pa pa , nanti njenengan ikut aku ke kraton selamanya)
Me : " ora iso "
Handoko : " nek ngoten kulo mawon seng nderek njenengan "
(kalo gitu aku aja yang ikut njenengan)
Me : " ora iso "
Tak mungkin manusia dan makhluk gaib hidup berdampingan karena berbeda alam , lagipula aku juga tidak sudi menjadi pendamping hidupnya... lama lama aku mulai muak dengan perempuan bernama Ningsih ini karena ia terus mendesakku.
Me : " wes muliho kono !!.. goleko jodo neng alammu dhewe !! "
(dah pulang sana !!.. cari jodoh di alammu sendiri !!)
Handoko : " nggeh... nggeh... nek ngoten kulo medhal sakniki "
(iya... iya... kalo gitu saya keluar sekarang)
Untung saja perempuan ini menurut dan tak membuat masalah saat kusuruh untuk pulang ke alamnya , ia keluar begitu saja dari tubuh Handoko dan kemudian segera kulakukan proses netralisir.
Handoko : " vvig ?!... aku neng endi ki ? "
(vvig ?!... aku dimana ini ?)
Me : " bar kesurupan kowe ko "
(abis kesurupan kamu ko)
Handoko : " luemes aku vig "
Handoko tergeletak lemas di atas pasir dan tak sanggup untuk berjalan kembali ke guest house , begitu juga dengan Harun dan Gendu yang masih tertidur pulas.... kini aku hanya terdiam menatap kobaran api unggun dan tak tahu harus berbuat apa.
Handoko : " aaku kesurupan opo vig ? "
Me : " wong wedok penunggune pantai iki "
(perempuan penunggunya pantai ini)
Handoko : " trus piye ? "
Me : " metu dhewe ko "
(keluar sendiri ko)
Handoko : " trus iki piye awake dhewe nek mbalik neng guest house ?!... aku luemes vig "
(trus ini gimana kita kalo balik ke guest house ?!... aku luemes vig)
Me : " podo ko "
(sama ko)
Dengan kondisi seperti ini kami tak mungkin kembali ke guest house , sementara kulihat layar ponselku telah menunjukkan jam setengah 12 malam... aku dan Handoko hanya bisa rebahan di atas pasir hingga perlahan mulai tertidur " zzzz... zzzz... zzzz... "
Me : " ssopo kowe ?! "
(ssiapa kamu ?!)
Handoko : " iihhii... ihhi.. "
Me : " jenengmu sopo ?!.. asalmu endi ?! "
(namamu siapa ?!.. asalmu mana ?!)
Handoko : " iihii.. hhi... "
Sosok perempuan yang merasuki Handoko ini terus tertawa dan tak menjawab pertanyaanku sama sekali , tubuh Handoko yang tersungkur di atas pasir perlahan mulai bergerak lalu duduk bersimpuh di dekat api unggun.
Me : " kkowe sopo ?! "
(kkamu siapa ?!)
Handoko : " kulo ningsih "
(aku ningsih)
Me : " ningsih ?!... soko kraton pancer tho ?! "
(ningsih ?!... dari kraton pancer tho ?!)
Handoko : " mboten , kulo nggeh mriki asale "
(bukan , saya ya sini asalnya)
Me : " njero segoro tho keratonmu ?! "
(dalem laut tho keratonmu ?!)
Handoko : " nggeh leres "
(iya benar)
Tadinya kukira perempuan ini berasal dari kraton yang ada di pantai Pancer tapi ternyata bukan , ia mengaku sebagai penghuni pantai Teleng Ria ini dan keratonnya ada di dasar lautan.
Me : " nyapo ko ngetok ?! "
(kenapa kok muncul ?!)
Handoko :" kulo bade pados jodo , njenengan purun nopo mboten kaleh kulo ?! "
(aku mau cari jodoh , njenengan mau apa ngga sama aku ?!)
Me : " ?!?! "
Aku terheran saat ia berkata jika alasannya menampakkan diri adalah untuk mencari jodoh , bahkan ia menawariku agar mau menjadi pendamping hidupnya , jelas saja aku menolaknya mentah mentah.
Me : " kowe karo aku iki bedo alam "
(kamu sama aku tuh beda alam)
Handoko : " mboten nopo nopo , mengke njenengan nderek kulo teng kraton selawase "
(ngga pa pa , nanti njenengan ikut aku ke kraton selamanya)
Me : " ora iso "
Handoko : " nek ngoten kulo mawon seng nderek njenengan "
(kalo gitu aku aja yang ikut njenengan)
Me : " ora iso "
Tak mungkin manusia dan makhluk gaib hidup berdampingan karena berbeda alam , lagipula aku juga tidak sudi menjadi pendamping hidupnya... lama lama aku mulai muak dengan perempuan bernama Ningsih ini karena ia terus mendesakku.
Me : " wes muliho kono !!.. goleko jodo neng alammu dhewe !! "
(dah pulang sana !!.. cari jodoh di alammu sendiri !!)
Handoko : " nggeh... nggeh... nek ngoten kulo medhal sakniki "
(iya... iya... kalo gitu saya keluar sekarang)
Untung saja perempuan ini menurut dan tak membuat masalah saat kusuruh untuk pulang ke alamnya , ia keluar begitu saja dari tubuh Handoko dan kemudian segera kulakukan proses netralisir.
Handoko : " vvig ?!... aku neng endi ki ? "
(vvig ?!... aku dimana ini ?)
Me : " bar kesurupan kowe ko "
(abis kesurupan kamu ko)
Handoko : " luemes aku vig "
Handoko tergeletak lemas di atas pasir dan tak sanggup untuk berjalan kembali ke guest house , begitu juga dengan Harun dan Gendu yang masih tertidur pulas.... kini aku hanya terdiam menatap kobaran api unggun dan tak tahu harus berbuat apa.
Handoko : " aaku kesurupan opo vig ? "
Me : " wong wedok penunggune pantai iki "
(perempuan penunggunya pantai ini)
Handoko : " trus piye ? "
Me : " metu dhewe ko "
(keluar sendiri ko)
Handoko : " trus iki piye awake dhewe nek mbalik neng guest house ?!... aku luemes vig "
(trus ini gimana kita kalo balik ke guest house ?!... aku luemes vig)
Me : " podo ko "
(sama ko)
Dengan kondisi seperti ini kami tak mungkin kembali ke guest house , sementara kulihat layar ponselku telah menunjukkan jam setengah 12 malam... aku dan Handoko hanya bisa rebahan di atas pasir hingga perlahan mulai tertidur " zzzz... zzzz... zzzz... "
Quote:
Dengan lemas aku terbangun dan mendapati diriku telah berada di dalam saung , entah aku tak tahu siapa yang menggendongku kemari , kulihat teman temanku juga telah terjaga dan muka mereka tampak kebingungan.
Handoko : " wes tangi kowe vig ? "
(udah bangun kamu vig ?)
Me : " iyo ko , seng nggendong aku rene sopo ? "
(iyo ko , yang nggendong aku ke sini siapa ?)
Handoko : " lha kuwi masalahe vig , aku yo tangi tangi wes neng njero saung iki , tak kiro aku digendong harun utowo gendu tapi tibake ora "
(lha itu masalahnya vig , aku juga bangun bangun udah di dalam saung ini , tak kira aku digendong harun atau gendu tapi ternyata ngga)
Harun : " lha aku dhewe tangi tangi yo wes neng kene lho vig "
(lha aku sendiri bangun bangun juga udah di sini lho vig)
Gendu : " iyo podo "
(iya sama)
Kami merasa aneh dengan kejadian ini , ternyata tak ada siapapun yang menggendong kami dari tepi pantai hingga ke saung ini , aku sempat berpikir jika kami digendong oleh satpam guest house tapi pintu saung ini masih terkunci rapat dan kuncinya masih ada di dalam saku celanaku.
Me : " iki lho kuncine sek tak gowo "
(ini kuncinya masih aku bawa)
Harun : " kok iso yo ? "
Gendu : " opo awake dhewe digendong demit ya run ? "
(apa kita digendong demit ya run ?)
Harun : " iso ae ndu "
(bisa aja ndu)
Handoko : " wes ra sah dipikir eneh , seng penting awake dhewe slamet wes mbalik neng kene "
(udah gak usah dipikirin lagi , yang penting kita slamet udah balik ke sini)
Kami berkesimpulan ada sesosok makhluk gaib yang memindahkan kami kembali ke saung ini , mungkin sosok perempuan bernama Ningsih itu yang melakukannya.
Handoko : " wes tangi kowe vig ? "
(udah bangun kamu vig ?)
Me : " iyo ko , seng nggendong aku rene sopo ? "
(iyo ko , yang nggendong aku ke sini siapa ?)
Handoko : " lha kuwi masalahe vig , aku yo tangi tangi wes neng njero saung iki , tak kiro aku digendong harun utowo gendu tapi tibake ora "
(lha itu masalahnya vig , aku juga bangun bangun udah di dalam saung ini , tak kira aku digendong harun atau gendu tapi ternyata ngga)
Harun : " lha aku dhewe tangi tangi yo wes neng kene lho vig "
(lha aku sendiri bangun bangun juga udah di sini lho vig)
Gendu : " iyo podo "
(iya sama)
Kami merasa aneh dengan kejadian ini , ternyata tak ada siapapun yang menggendong kami dari tepi pantai hingga ke saung ini , aku sempat berpikir jika kami digendong oleh satpam guest house tapi pintu saung ini masih terkunci rapat dan kuncinya masih ada di dalam saku celanaku.
Me : " iki lho kuncine sek tak gowo "
(ini kuncinya masih aku bawa)
Harun : " kok iso yo ? "
Gendu : " opo awake dhewe digendong demit ya run ? "
(apa kita digendong demit ya run ?)
Harun : " iso ae ndu "
(bisa aja ndu)
Handoko : " wes ra sah dipikir eneh , seng penting awake dhewe slamet wes mbalik neng kene "
(udah gak usah dipikirin lagi , yang penting kita slamet udah balik ke sini)
Kami berkesimpulan ada sesosok makhluk gaib yang memindahkan kami kembali ke saung ini , mungkin sosok perempuan bernama Ningsih itu yang melakukannya.
Apabila anda puas bilang sama teman , saudara atau tetangga anda ….. bila timbul gejala gejala aneh segera berobat ke mantri hewan terdekat di kota anda
Diubah oleh vigojinggo 20-05-2017 07:25
mas444 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Kutip
Balas