- Beranda
- Stories from the Heart
(Horror) Diary [TAMAT]
...
TS
ayanokouji
(Horror) Diary [TAMAT]
![(Horror) Diary [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2016/08/12/8901141_20160812100754.jpg)
Illustration courtesy of Awayaye
Halo, dan salam kenal buat agan-agan semua.
Perkenalkan saya anggota lama kaskus tapi newbie di forum SFTH.
Nah, berhubung saya lihat banyak yang menceritakan pengalamannya terutama untuk yang berbau-bau mistis. kebetulan saya dekat dengan seseorang yang memang punya kemampuan lebih untuk melihat yang semacam itu.
Cerita ini adalah berdasarkan kisah nyata, yang memang diambil langsung dari Diary dia
Langsung saja dimulai lah ya
Untuk Postingan pertama saya langsung Posting 2 part deh, karena prologue blum masuk ke cerita
Spoiler for Rules:
Atas permintaan yang punya Diary, mohon dibaca RULESnya sebelum membaca Diary ini ya :
1. Diary ini adalah hasil convert dari catatan di kertas menjadi bentuk elektronik. Jadi ini adalah benar-benar berasal dari Diary asli, kalau sampai ada yang baca dan tidak percaya, it's OK, tidak masalah tapi mohon jangan coba2 menantang apapun 'mahluk' yang disebutkan di Diary ini. Apabila terjadi sesuatu kami tidak bisa menolong.
2. Ini memang bukan urusan TS, tapi usahakan kalau sampai merasakan sesuatu yang tidak beres setelah baca isi Diary teman saya, harap dekatkan diri ke Tuhan segera. Karena seberapa besar Tuhan menolong itu tergantung dari iman kita ketika meminta. Dan percayalah, meminta saat belum melihat apapun dan ketika 'mereka' ada di depanmu itu akan menyebabkan bedanya besar Iman bagi yang tidak terbiasa.
Terimakasih sebelumnya, dan ingat baik2, jangan bermain-main dengan sesuatu dari dunia lain
Part I - Prologue (tanggal Diary - 3 September 2010)
Spoiler for Part I:
3 September 2010
Hallo Diary..
Mulai hari ini aku akan sedikit merubah apa yang aku tulis di dalam lembarmu yach..
Sebenarnya aku sih berniat tidak pernah berkeinginan untuk mengungkapkan rahasia ini, karena aku pasti akan dicap sebagai orang aneh..
Hanya kamu yang mau mendengarkan semua cerita aku tanpa mengeluh, mulai dari aku menyukai siapapun sampai sendirian seperti sekarang (hiks..hiks.. yahh aku tau, trims anyway)
Okay, jadi aku akan menceritakan pengalaman hari ini.. yaah ini kesekian kalinya sudah terjadi padaku, dan untuk teman sejatiku yaitu kamu my Diary, aku akan menuliskan ini, rahasiakan ini yaah..
Ceritanya aku akan mulai dari pengalaman tadi pagi..
Oh ya, sebelumnya aku akan kasihtau sedikit rahasia kepada kamu..
Kamu tau.. ehm.. aku ini bisa melihat hantu atau semacamnya.. guru Agamaku berkata ini adalah anugrah, menurutku lebih seperti kutukan.
Kamu tau, Diary? Mungkin tidak banyak orang yang tau, tapi hantu itu berbeda dengan setan atau semacamnya. Kalau misalkan diumpamakan, hantu itu lebih ke arwah orang-orang yang meninggal atau dalam Bahasa Inggris disebut dengan Ghost. Sedangkan setan bukan arwah, atau mungkin saja tadinya mereka arwah, yang pasti setan itu sudah lebih melewati tingkat keseraman dari Hantu. Dan diatas itu, masih ada lagi yang aku namakan jejadian. Nah, apabila setan itu bentuknya tidak dapat dikatakan bentuk apakah itu, kalau jejadian ini setidaknya sebagian besar dari bentuknya adalah bagian dari hewan-hewan.
Dan diary, dari kesialanku mendapatkan kutukan kemampuan ini, syukurlah aku hanya bisa melihat hantu saja. Yaah, kadang memang ada sedikit pengecualian, yang membuatku enggak tau kenapa bisa melihat yang lebih aneh daripada hantu.
But I tell you my Diary, melihat hantu saja sudah cukup menakutkan lho. Jangan dikira penampilan mereka itu normal-normal saja.. yahh, memang ada yang normal dan tersamar tapi hampir disetiap kejadian mereka akan menunjukkan wujud asli mereka kalau mereka tau kita bisa melihat mereka, dan mereka selalu tau kalau aku bisa melihat mereka.
Upps… sudah jam 11 ternyata, tadinya aku mau menceritakan kejadian penglihatan yang kulihat hari ini, tapi sudah terlalu malam nih, besok aku janji pasti akan cerita padamu dehhh, jangan ngambek yahh
See you tomorrow my Diary, Mulai hari ini aku akan melaporkannya padamu kalau aku melihat sesuatu yang aneh itu, hehe.. Nite
Part II - Misteri Toilet Wanita di lantai 7 - catatan tanggal 4 September 2010
Spoiler for Part II:
4 September 2010
Hallo friend,
As my promise stated, aku bakal ceritain hal yang kemarin terjadi sama aku. Jangan takut yaah, karena aku sudah cukup takut untuk mengingat-ingat ini, jadi tolong semangati aku (he..he..)
Oookay, cerita ini bermulai waktu aku bersama cindy sedang ada ditoilet di lantai 7 kampus kemarin siang setelah kuliah pak Zainul.
Ingatkan aku untuk memarahi Cindy nanti karena dia meninggalkan aku sendirian di toilet itu..
Kau dengar? Meninggalkan aku!
Berkat dia aku jadi melihat.. yahh, sesuatu yang jauh dari menyenangkan..
Sewaktu aku keluar dari bilik toilet dan mencari-cari Cindy, aku tidak menemukannya dimana-mana, aku rasa sih dia pergi buru-buru menemui pacarnya.. ya Tuhan, persahabatan kita hanya sebatas selama pacar tidak mengganggu.
Lalu aku berpikir, ya sudahlah, aku akan membetulkan make-up sebentar dan akan pergi ke food court, sepertinya #### belum datang menjemputku deh, setidaknya aku harus terlihat cantik kaan (he-he-he)
Tiba-tiba aku merasakan udara menjadi dingin, cukup untuk membuat bibirmu bergetar secara reflek.
Dan itu jelas-jelas tidak benar, toilet ini kan jelas-jelas pengap dan tanpa AC dimanapun. Dan otakku baru saja berpikir kalau ada yang tidak beres nih..
Tiba-tiba sudah berdiri seorang wanita dibelakangku, rambutnya panjang dan menutupi separuh mukanya, dia memakai baju kaus berwarna merah menyala dan celana jeans.
Aku langsung berbalik dan reflek berkata kalau dia membuatku kaget. Dan hal berikutnya yang terjadi membuatku hampir saja mengompol
Dia menempelkan mukanya tepat didepan mukaku, kulitnya benar-benar mengerikan, kau tau karpet yang ada tonjolan-tonjolannya begitu? Mukanya dan seluruh kulitnya penuh dengan seperti itu. Dan warna kulitnya sangat pucat, seperti warna krem kekuningan. Dan yang paling mengerikan dari semuanya adalah bola matanya, warna urat darah dibola matanya berwarna coklat kekuningan dan pupil matanya hitam dan bebercak merah.
Dari situ aku langsung tau kalau aku sedang bertemu dengan hantu, dan kali ini bukan hantu yang baik.
Perlahan-lahan dia mendekati aku, tapi tidak pernah menempel pada badanku, mukanya sangat dekat pada mukaku, dan tangannya yang dipenuhi dengan tonjolan-tonjolan itu juga menggapai tubuhku seakan ingin menyentuhku, tapi sentuhan itu tidak pernah terjadi.
Aku merasakan bahwa sekitar 1 jam dia hanya memandangiku saja, berkali-kali berusaha menempelkan dirinya pada badanku, tapi tidak pernah berhasil. Jujur Diary, aku tidak tau kenapa dia tidak bisa menyentuhku, tapi syukurlah karena disaat itu, aku sama sekali tidak bisa bergerak.
Setelah sekitar 1 jam itu, dia akhirnya mundur, kemudian matanya membelalak. Lebih besar dari lebar mata yang bisa dibuka oleh manusia normal, sepertinya seakan-akan semua kelopak matanya tertelan ke dalam rongga matanya. Kemudian warnanya bola matanya perlahan-lahan menjadi merah tua dan kemudian akhirnya menjadi hitam.
Kemudian dia berteriak sambil melompat kehadapanku, dan menghilang tepat didepan mukaku. Aku yakin aku mengompol sedikit kemarin.
Setelah itu suhu di toilet itu kembali pengap. Kakiku terasa kehilangan tulangnya dan aku terduduk di lantai toilet tanpa tenaga.
Kemudian suara handphoneku berbunyi mengagetkan aku, aku mengangkatnya dan #### ternyata menelponku. Dia mengatakan bahwa sudah 5 menit dia mencoba menelponku dan tidak diangkat-angkat. Aku meminta maaf dan berkata mungkin aku tidak mendengarnya tadi.
Ngomong-ngomong… waktu yang berlalu hanya 15 menit, tapi terasa seperti satu jam saat kejadian tadi..
Lain kali ingatkan aku jangan pernah lagi masuk di toilet lantai 7 sendirian ya.
UPDATED!!! PART XLV - "Serangan yang disengaja - II"
Spoiler for INDEX:
part III- Melayat
Part IV - Siapa yang mengikuti aku?
Part V - Bagaimana kutukan ini dimulai
Part VI - Perkemahan SMP
Part VII - Jurit Malam 1
Part VIII - Jurit Malam 2
Part IX - Penghuni Kampusku
Part X - Wanita dress putih
Part X (Final) - Wanita dress putih (lanjutan)
Part XI - Mereka ada di sekeliling kita
Part XII - Kalau kau jahat
Part XIII - Lauren dan ketiga anaknya
Part XIV- WARNING!! Baca catatan saya sebelum lanjut baca - Si Nenek dan Cucunya 1
Part XV - Si Nenek dan Cucunya 2
Part XVI - Wanita Dress Putih is back
Part XVII - Lift kampusku
Part XVIII - Tiga anak lauren kembali
Part XIX - Mahluk aneh
Part XX - Kampus sarang Kunti
Part XXI - Sang "dewa" jahat
Part XXII - Curiousity Kills the Cat
Part XXII - Bagian 2 - Robert and the Devil 1
Part XXII - Bagian 3 - Robert and the Devil 2
Part XXIII - Kembalinya si mahluk aneh
Part XXIV - Part I - si "dewa" jahat kembali 1
Part XXIV - Part II - si "dewa" jahat kembali 2
Part XXV - Robert
Part XXVI - aku dan kegelapan
part XXVII - Wewe Hitam
Part XXVIII - Wewe Hitam dan Wewe Putih
Part XXIX (bagian pertama) - He and Me (bag 1)
Part XXX (Bagian kedua) - He and Me (bag 2)
Part XXXI - sang pelindung
Part XXXII - Villa di gunung 1
Part XXXIII - Villa di gunung 2
Part XXXIV - Villa di gunung 3
Part XXXV - Villa di gunung (tamat) bag awal
Part XXXV - bagian akhir - Villa di gunung (tamat) bag akhir
Part XXXVI - Kutukan baru
Part XXXVI - Tambahan - Kutukan baru (tambahan)
Part XXXVII - Bagian Pertama - Iblis bag 1 -(Ketika dia terluka)
Part XXXVIII - bagian kedua - Iblis bag 2 - (si pemilik mata)
Part XXXIX - Cermin
Part XL - Ketika Ayano sakit
Part XLI - Goodbye
PART XLII - Mahluk di Jendela
PART XLIII - Akhir si "dewa" jahat
PART XLIII (lanjutan) - Akhir si "dewa" jahat (bag Akhir)
Part XLIV - Serangan yang disengaja - I
PART XLV - Serangan yang disengaja - 2 UPDATE
Bonus Story : Pengalaman TS dan yang punya Diary
Pengalaman bersama dia yang menulis Diary I
Bonus Story II Ketika yang tidak biasa melihat diperlihatkan
BONUS STORY III - Pengalaman Horror ketika main game
BONUS STORY IV : Kejadian di Malam Jumat Kliwon[
*SPECIAL* Bonus Story IV - part 2 - Elisa's POV
Bonus Story V - Part I
Bonus Story V - Part 2
Bonus Story V - part 3
Bonus Story VI
Bonus Story VII #awasbebehplusplus
Bonus Story VIII
Bonus Story IX
Bonus Story X
Bonus Story XI
BONUS PART XII - Bagian ketiga (Elisa POV)
Kiriman cerita dari para pembaca :
Kiriman cerita dari agan Gent4r - 1 (Gent4r, Romi vs Miss K)
Pengalaman agan Gent4r kedua
Kiriman cerita dari pembaca
Thread lainnya tentang saya dan Elisa
Saya dan Gadis bermata Indigo
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 39 suara
Berhubung banyak yang nyaranin Untuk ganti judul Thread, mohon masukan terkait itu :
Judul Thread tetap, soalnya daripada ribet nyari Threadnya lagi
56%
Judul Thread diganti ke judul Thread yang di dalem
33%
Judul Thread kudu diganti ke judul Thread yang beda dan lebih menarik
10%
Diubah oleh ayanokouji 19-11-2016 12:18
radorada dan 23 lainnya memberi reputasi
24
1.1M
Kutip
2.2K
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
ayanokouji
#188
Berhubung Elisa lagi super sibuk, dan supaya agan-agan yang sudah gak sabar update enggak keburu bosen nunggunya, maka berikut Bonus cerita pengalaman pribadi saya yang ke -3.
Cerita kali ini agak spesial, karena hampir gak ada hubungannya dengan Elisa.
Mari kita mulai saja :
Mungkin dari agan-agan sekalian ada yang gamer? atau lebih spesifik lagi gamer yang suka genre horror?
Kalau begitu mungkin agan pernah denger game Amnesia : Dark Descent (CMIIW yah, maklum bukan penggemar game horror)
Jadi begini ceritanya. Seperti yang saya bilang sebelum-sebelumnya, saya ini penakut. Tapi teman baik saya, sangat menyukai game horror, bahkan cenderung menggilai type2 game thriller seperti itu. (sampe semua dinding kamarnya ditempelin poster game horror- Ajigile makkk)
Dan kesukaan dia itu adalah ngajak temen baiknya yang penakut (siapa lagi korbannya kalo bukan saya) untuk namatin game horror yang dia baru beli, yang kadang ampe maksa saya nginep 2-3 hari.
dan kali ini game yang dia baru beli itu namanya Amnesia : the Dark Descent (sekali lagi CMIIW yak)
Kurang lebihnya, game ini ceritanya semacam seseorang yang berkelana di semacam dungeon gitu. Saya gak begitu perhatiin, tapi intinya kata temen saya spesialnya ini game karena player gak bisa bunuh monster lawannya cuman bisa kabur n ngumpet sampe musuhnya pergi.
Dari awal ni game dimulai, feeling saya udah gak bener. Secara langsung hawa jadi berat gitu.
Belom lagi seremnya ni game, katanya kalo udah ketemu monsternya uda pasti gak selamat, jadi harus deteksi dari suara n kabur secepatnya sebelum ketemu monsternya.
Jadi selama game dimainkan oleh temen saya, dimulai jugalah keanehan-keanehan yang muncul di sekitar kami (tapi temen saya bilang dia enggak sadar kalo ada yang aneh, soalnya lagi seru maen)
Begitu tutorial awal game selesai, tiba-tiba lampu kamar kedip-kedip dan akhirnya mati.
"WTF!!" teriak saya kaget.
teman saya tidak bergeming dan masih asyik meneruskan gamenya. "Udah biarin, malah makin seru kan, lagian gua gak ada lampu ganti"
"Bro, gue kaga ikutan dah mendingan, feeling kaga enak nih" kata saya pada teman saya itu.
"Yehh, cemen amat lu, cewek lu aja kebal ama beginian" sahutnya.
"Dia bukan cewek gue" kata saya
"yahh, blom aja kan? makanya lu penakut banget sih" sahutnya lagi sambil terus fokus pada gamenya.
Saya tidak sempat menjawabnya karena tiba-tiba musik pada game berubah.
Kalau tidak salah tampilan game itu sedang pada sebuah kamar, yang ada lemari di ujungnya.
"Wow!!" pekik teman saya ketika terlihat di layar game sesosok tubuh terseok-seok menaiki tangga dan menuju kamar tempat playernya berada.
Teman saya segera melarikan playernya untuk bersembunyi di lemari.
Bertepatan dengan itu, saya mendengar bunyi "kriiett.. kriett.." khas yang saya tau berasal dari tangga kayu di rumah teman saya itu.
"!! lu denger gak barusan?!" tanya saya
"Iya, gila tu monster bikin gua kaget!" jawab teman saya.
"Bukan, bukan dari game deh" gumam saya.
Tapi teman saya kembali fokus pada gamenya, musik sudah berubah kembali dan tidak terdengar suara apapun yang aneh.
Oh ya, saya menyadari juga kalau sepertinya tampilan pada game akan sedikit kabur kalau monster akan muncul.
Game dilanjutkan.
Beberapa kali setiap monster muncul, saya akan mendengar juga suara-suara atau bahkan beberapa kali terlihat bayangan yang melintas di depan jendela, dan itu aneh, karena kamar teman saya berada di lantai dua.
Player teman saya tiba pada tempat yang penuh dengan genangan air.
Berbarengan dengan perubahan musik dan layar yang menjadi kabur, bunyi kecipak air terdengar dari game dan saya yakin, kalau saya juga mendengar suara kecipak kecil dari kamar mandi yang berada di sebelah kamar tempat saya dan teman saya bermain.
Dari semua kejadian, yang paling mengerikan adalah ketika sosok monster yang tidak terlihat tapi membuat layar game menjadi sangat berkabut yang artinya monster itu sudah sangat dekat ditambah dengan musik yang menegangkan membuat temanku sedikit panik sehingga berlarian tidak karuan di dalam game, puncaknya adalah ketika sesuatu yang tidak terlihat itu mengeluarkan raungan.
Sampai akhirnya player tersebut berhadapan dengan monster lain dengan kepala terbelah dan membawa semacam golok pada tangannya.
Saat itulah saya melihat dengan jelas bayangan di jendela yang sedang mengintip ke dalam ruangan tempat kami berada.
Mahluk itu berbentuk bayangan hitam besar, dengan dua cahaya yang kurasa adalah matanya berwarna kuning kehijauan bersinar tidak bergerak.
Saya terdiam menatap bayangan itu. Kedua "mata" itu tidak bergeming juga menatap kearah kami.
Tatap menatap itu terus berlanjut sampai akhirnya handphone saya bergetar.
Sebuah pesan pendek dari Elisa "Ayanokouji, tolong jemput aku dong di xxxxx, bisa kan?"
"Oy, Tin (namanya Martin btw) si Lisa minta gue jemput dia nih, gue cabut ye" kataku sambil beranjak berdiri.
"Walah, princess lu minta jemput, yowes lah gue temenin deh yak? laper gue maen ni game" kata Martin
Segera teman saya itu save progress gamenya dan segera mematikan CPU PCnya (ooh pake PC bisa nyambung ke TV gede yah).
Tepat ketika kami berdua keluar dari ruangan itu, aku sempat melihat sesosok bayangan berkelebat masuk ke dalam ruangan yang kami tinggalkan bersamaan dengan saya menutup pintunya.
Kamipun menjemput Elisa, dan kemudian pergi mampir di KFC terdekat untuk mengisi perut Martin yang keroncongan.
Di KFC, Lisa berbisik ke saya, katanya "Ntar balik ke rumah Martin, bujuk dia jangan lakukan apapun yang kalian lakukan tadi" bisiknya dengan mimik serius.
Sayapun kaget mendengar Elisa berkata begitu, karena penasaran saya bertanya "Kok bisa tau?" tanyaku
"Soalnya tiba-tiba ada terlintas pikiran di aku, kamu dan Martin lagi ditempelin bayangan hitam"
Saya langsung merinding mendengar kata-kata Lisa itu, dan hanya bisa mengangguk paham.
Setelah kami mengantar Elisa pulang, kepalaku masih penuh dengan rencana bagaimana caranya membujuk temanku yang satu ini untuk tidak bermain game horror yang baru dibelinya ini...
Masalahnya kalau kubllang soal mahluk itu, bisa-bisa malah dia tertarik dengan kemungkinan bisa melihat penampakan itu.
Saya masih menimbang-nimbang alasan apa yang bisa saya pakai untuk menghentikan dia bermain ketika mendengar suara pekikan Martin
"WTF!!" teriaknya
Saya langsung lari buru-buru menuju Martin "Kenapa bro!?" tanya saya khawatir.
"Lu liat nih, f*ck kenapa bisa begini tiba-tiba?" ceracaunya sambil menunjukkan disc milik game Amnesia itu yang terbelah dua dengan rapih.
Martin terpaksa tidur dengan hati kesal malam itu, dan kemudian keesokan harinya dia berkata kepada saya dengan wajah pucat "Bro, kayaknya gua gak bakalan beli lagi deh tu game... mimpi buruk gue semalem..." katanya.
"Mimpi?" tanyaku.
"Iya mimpi gua lagi di dalem itu game" jelasnya.
"Bukannya lu malahan seneng biasanya?" tanyaku.
Martin menggeleng "Enggak juga kalau yang dimimpiin itu gue lagi dicincang-cincang ama semua monster di tu game, asli kagak enak banget tu mimpi" katanya.
Mimpi buruk itu berlanjut beberapa hari sampe akhirknya hilang dengan sendirinya.
Tapi kata Martin yang kuingat mengenai game itu adalah kalau di mimpinya ada seseorang yang berkata "Cerita ini adalah nyata"
Cerita kali ini agak spesial, karena hampir gak ada hubungannya dengan Elisa.
Mari kita mulai saja :
Spoiler for Bonus ke - 3 : Pengalaman Horror ketika bermain Game:
Mungkin dari agan-agan sekalian ada yang gamer? atau lebih spesifik lagi gamer yang suka genre horror?
Kalau begitu mungkin agan pernah denger game Amnesia : Dark Descent (CMIIW yah, maklum bukan penggemar game horror)
Jadi begini ceritanya. Seperti yang saya bilang sebelum-sebelumnya, saya ini penakut. Tapi teman baik saya, sangat menyukai game horror, bahkan cenderung menggilai type2 game thriller seperti itu. (sampe semua dinding kamarnya ditempelin poster game horror- Ajigile makkk)
Dan kesukaan dia itu adalah ngajak temen baiknya yang penakut (siapa lagi korbannya kalo bukan saya) untuk namatin game horror yang dia baru beli, yang kadang ampe maksa saya nginep 2-3 hari.
dan kali ini game yang dia baru beli itu namanya Amnesia : the Dark Descent (sekali lagi CMIIW yak)
Kurang lebihnya, game ini ceritanya semacam seseorang yang berkelana di semacam dungeon gitu. Saya gak begitu perhatiin, tapi intinya kata temen saya spesialnya ini game karena player gak bisa bunuh monster lawannya cuman bisa kabur n ngumpet sampe musuhnya pergi.
Dari awal ni game dimulai, feeling saya udah gak bener. Secara langsung hawa jadi berat gitu.
Belom lagi seremnya ni game, katanya kalo udah ketemu monsternya uda pasti gak selamat, jadi harus deteksi dari suara n kabur secepatnya sebelum ketemu monsternya.
Jadi selama game dimainkan oleh temen saya, dimulai jugalah keanehan-keanehan yang muncul di sekitar kami (tapi temen saya bilang dia enggak sadar kalo ada yang aneh, soalnya lagi seru maen)
Begitu tutorial awal game selesai, tiba-tiba lampu kamar kedip-kedip dan akhirnya mati.
"WTF!!" teriak saya kaget.
teman saya tidak bergeming dan masih asyik meneruskan gamenya. "Udah biarin, malah makin seru kan, lagian gua gak ada lampu ganti"
"Bro, gue kaga ikutan dah mendingan, feeling kaga enak nih" kata saya pada teman saya itu.
"Yehh, cemen amat lu, cewek lu aja kebal ama beginian" sahutnya.
"Dia bukan cewek gue" kata saya
"yahh, blom aja kan? makanya lu penakut banget sih" sahutnya lagi sambil terus fokus pada gamenya.
Saya tidak sempat menjawabnya karena tiba-tiba musik pada game berubah.
Kalau tidak salah tampilan game itu sedang pada sebuah kamar, yang ada lemari di ujungnya.
"Wow!!" pekik teman saya ketika terlihat di layar game sesosok tubuh terseok-seok menaiki tangga dan menuju kamar tempat playernya berada.
Teman saya segera melarikan playernya untuk bersembunyi di lemari.
Bertepatan dengan itu, saya mendengar bunyi "kriiett.. kriett.." khas yang saya tau berasal dari tangga kayu di rumah teman saya itu.
"!! lu denger gak barusan?!" tanya saya
"Iya, gila tu monster bikin gua kaget!" jawab teman saya.
"Bukan, bukan dari game deh" gumam saya.
Tapi teman saya kembali fokus pada gamenya, musik sudah berubah kembali dan tidak terdengar suara apapun yang aneh.
Oh ya, saya menyadari juga kalau sepertinya tampilan pada game akan sedikit kabur kalau monster akan muncul.
Game dilanjutkan.
Beberapa kali setiap monster muncul, saya akan mendengar juga suara-suara atau bahkan beberapa kali terlihat bayangan yang melintas di depan jendela, dan itu aneh, karena kamar teman saya berada di lantai dua.
Player teman saya tiba pada tempat yang penuh dengan genangan air.
Berbarengan dengan perubahan musik dan layar yang menjadi kabur, bunyi kecipak air terdengar dari game dan saya yakin, kalau saya juga mendengar suara kecipak kecil dari kamar mandi yang berada di sebelah kamar tempat saya dan teman saya bermain.
Dari semua kejadian, yang paling mengerikan adalah ketika sosok monster yang tidak terlihat tapi membuat layar game menjadi sangat berkabut yang artinya monster itu sudah sangat dekat ditambah dengan musik yang menegangkan membuat temanku sedikit panik sehingga berlarian tidak karuan di dalam game, puncaknya adalah ketika sesuatu yang tidak terlihat itu mengeluarkan raungan.
Sampai akhirnya player tersebut berhadapan dengan monster lain dengan kepala terbelah dan membawa semacam golok pada tangannya.
Saat itulah saya melihat dengan jelas bayangan di jendela yang sedang mengintip ke dalam ruangan tempat kami berada.
Mahluk itu berbentuk bayangan hitam besar, dengan dua cahaya yang kurasa adalah matanya berwarna kuning kehijauan bersinar tidak bergerak.
Saya terdiam menatap bayangan itu. Kedua "mata" itu tidak bergeming juga menatap kearah kami.
Tatap menatap itu terus berlanjut sampai akhirnya handphone saya bergetar.
Sebuah pesan pendek dari Elisa "Ayanokouji, tolong jemput aku dong di xxxxx, bisa kan?"
"Oy, Tin (namanya Martin btw) si Lisa minta gue jemput dia nih, gue cabut ye" kataku sambil beranjak berdiri.
"Walah, princess lu minta jemput, yowes lah gue temenin deh yak? laper gue maen ni game" kata Martin
Segera teman saya itu save progress gamenya dan segera mematikan CPU PCnya (ooh pake PC bisa nyambung ke TV gede yah).
Tepat ketika kami berdua keluar dari ruangan itu, aku sempat melihat sesosok bayangan berkelebat masuk ke dalam ruangan yang kami tinggalkan bersamaan dengan saya menutup pintunya.
Kamipun menjemput Elisa, dan kemudian pergi mampir di KFC terdekat untuk mengisi perut Martin yang keroncongan.
Di KFC, Lisa berbisik ke saya, katanya "Ntar balik ke rumah Martin, bujuk dia jangan lakukan apapun yang kalian lakukan tadi" bisiknya dengan mimik serius.
Sayapun kaget mendengar Elisa berkata begitu, karena penasaran saya bertanya "Kok bisa tau?" tanyaku
"Soalnya tiba-tiba ada terlintas pikiran di aku, kamu dan Martin lagi ditempelin bayangan hitam"
Saya langsung merinding mendengar kata-kata Lisa itu, dan hanya bisa mengangguk paham.
Setelah kami mengantar Elisa pulang, kepalaku masih penuh dengan rencana bagaimana caranya membujuk temanku yang satu ini untuk tidak bermain game horror yang baru dibelinya ini...
Masalahnya kalau kubllang soal mahluk itu, bisa-bisa malah dia tertarik dengan kemungkinan bisa melihat penampakan itu.
Saya masih menimbang-nimbang alasan apa yang bisa saya pakai untuk menghentikan dia bermain ketika mendengar suara pekikan Martin
"WTF!!" teriaknya
Saya langsung lari buru-buru menuju Martin "Kenapa bro!?" tanya saya khawatir.
"Lu liat nih, f*ck kenapa bisa begini tiba-tiba?" ceracaunya sambil menunjukkan disc milik game Amnesia itu yang terbelah dua dengan rapih.
Martin terpaksa tidur dengan hati kesal malam itu, dan kemudian keesokan harinya dia berkata kepada saya dengan wajah pucat "Bro, kayaknya gua gak bakalan beli lagi deh tu game... mimpi buruk gue semalem..." katanya.
"Mimpi?" tanyaku.
"Iya mimpi gua lagi di dalem itu game" jelasnya.
"Bukannya lu malahan seneng biasanya?" tanyaku.
Martin menggeleng "Enggak juga kalau yang dimimpiin itu gue lagi dicincang-cincang ama semua monster di tu game, asli kagak enak banget tu mimpi" katanya.
Mimpi buruk itu berlanjut beberapa hari sampe akhirknya hilang dengan sendirinya.
Tapi kata Martin yang kuingat mengenai game itu adalah kalau di mimpinya ada seseorang yang berkata "Cerita ini adalah nyata"

Diubah oleh ayanokouji 27-07-2016 11:36
rotten7070 memberi reputasi
1
Kutip
Balas