- Beranda
- Stories from the Heart
[FANTASY] Darkness by storyteller Q
...
TS
esteller2
[FANTASY] Darkness by storyteller Q
Darkness
Asswrwb.
agan agan sekalian yang saya hormati. ane akan membagikan cerita yang sebenarnya telah ane pikirkan dari dulu yang sekarang ane coba share kepada agan sekalian. Tolong dimaafkan jika ada kesalahan atau kurang menarik karena ini pertama kalinya ane buat cerita kaya begini. Karena ini pengalaman pertama ane, tolong diberi kritik dan saran agar ane bisa berkembang menjadi penulis ceriita yang lebih baik.
Intro Song
Spoiler for Prologue:
Dunia di masa depan sangatlah berbeda dengan dunia di masa lalu, sejak manusia melakukan kontak pertama dengan mahluk luar angkasa. mahluk luar angkasa ternyata sangat berbeda dari yang diimajinasikan manusia, ternyata di luar sana terdapat banyak planet seperti bumi dan kebanyakan planet dihuni oleh spesies yang sangat beragam, namun kebanyakan dari mereka sangatlah mirip dengan manusia terlepas dari beberapa perbedaan seperti anggota tubuh tambahan seperti ekor,tanduk atau duri di tubuh mereka. Para mahluk luar angkasa membawa perubahan besar bagi manusia, mereka memperkenalkan teknologi yang membuat manusia dapat menjelajahi luar angkasa, tapi yang paling penting adalah mereka memperkenalkan manusia pada "zai", "skill", dan "magic" .
zai adalah tenaga dalam yang tersimpan dalam diri semua mahluk. zai dapat dimanfaatkan untuk banyak hal seperti menguatkan badan, meningkatkan kemampuan otot dan lain lain yang memungkinkan orang untuk melakukan hal luar biasa seperti mengangkat benda yang sangat berat dan menjadi kebal peluru, semua orang dapat menggunakan zai tetapi dibutuhkan kerja keras agar seseorang dapat mengontrol zai yang tersimpan dalam dirinya sendiri. zai seperti stamina orang biasa jika digunakan akan berkurang dan jika tidak digunakan akan pulih kembali. magic adalah partikel yang memenuhi ruang yang jika digunakan dapat menghasilkan efek sihir seperti menyemburkan api, memanggil hewan dari jarak jauh dan lain lain. Tidak seperti zai ,tidak semua orang dapat menggunakan magic hanya orang orang yang bertalenta dan sangat pintarlah yang dapat memanfaatkan magic. Magic juga tidak akan habis habis, tapi menggunakan magic menguras stamina orang yang menggunakannya. kemudian ada skill yaitu kemampuan unik yang dimiliki orang orang tertentu dari saat mereka lahir, orang yang memiliki skill sangatlah sedikit hanya sekitar 1 dari 1 milyar orang, menggunakan skill akan menghabiskan zai seseorang, skill adalah kemampuan yang sangat kuat dan setiap orang memiliki skill yang berbeda-beda.
Manusia sekarang tergabung dalam solar federation yaitu negara federal yang merupakan gabungan dari koloni planet- planet di tata surya matahari, solar federation sendiri adalah bagian dari kerajaan Dacuria yang menguasai galaksi Bima Sakti, kerajaan Dacuria dipimpin oleh raja Gid Dacuria, dan spesies utama dari kerajaan ini adalah spesies Dacurian, spesies mirip manusia tetapi memiliki ekor seperti ekor setan.
zai adalah tenaga dalam yang tersimpan dalam diri semua mahluk. zai dapat dimanfaatkan untuk banyak hal seperti menguatkan badan, meningkatkan kemampuan otot dan lain lain yang memungkinkan orang untuk melakukan hal luar biasa seperti mengangkat benda yang sangat berat dan menjadi kebal peluru, semua orang dapat menggunakan zai tetapi dibutuhkan kerja keras agar seseorang dapat mengontrol zai yang tersimpan dalam dirinya sendiri. zai seperti stamina orang biasa jika digunakan akan berkurang dan jika tidak digunakan akan pulih kembali. magic adalah partikel yang memenuhi ruang yang jika digunakan dapat menghasilkan efek sihir seperti menyemburkan api, memanggil hewan dari jarak jauh dan lain lain. Tidak seperti zai ,tidak semua orang dapat menggunakan magic hanya orang orang yang bertalenta dan sangat pintarlah yang dapat memanfaatkan magic. Magic juga tidak akan habis habis, tapi menggunakan magic menguras stamina orang yang menggunakannya. kemudian ada skill yaitu kemampuan unik yang dimiliki orang orang tertentu dari saat mereka lahir, orang yang memiliki skill sangatlah sedikit hanya sekitar 1 dari 1 milyar orang, menggunakan skill akan menghabiskan zai seseorang, skill adalah kemampuan yang sangat kuat dan setiap orang memiliki skill yang berbeda-beda.
Manusia sekarang tergabung dalam solar federation yaitu negara federal yang merupakan gabungan dari koloni planet- planet di tata surya matahari, solar federation sendiri adalah bagian dari kerajaan Dacuria yang menguasai galaksi Bima Sakti, kerajaan Dacuria dipimpin oleh raja Gid Dacuria, dan spesies utama dari kerajaan ini adalah spesies Dacurian, spesies mirip manusia tetapi memiliki ekor seperti ekor setan.
Spoiler for INDEX:
BAB I :
BAB I
BAB II : The Challange
BAB II part 1
BAB II part 2
BAB III : The Chosen 10
BAB III part 1
BAB III part 2
BAB IV : Supernatural Club
BAB IV part 1
BAB IV part 2
BAB V : Mid-Tem
BAB V part 1
BAB V part 2
BAB V part 3
BAB VI : Ghost of Classroom
BAB VI part 1
BAB VI part 2
BAB VII: Missing
BAB VII part 1
BAB VII part 2
BAB VIII: Demon and Human
BAB VIII part 1
BAB VIII part 2
BAB IX: Training
BAB IX part 1
BAB IX part 2
BAB IX part 3
BAB X: A New Day
BAB X part 1
BAB X part 2
BAB XI: Dread Wood
BAB XI part 1
BAB XI part 2
BAB XI part 3
BAB XII: Nero Caesar
BAB XII part 1
BAB XII part 2
BAB XII part 3
BAB XII part 4
BAB XIII: Axiom Tournament
BAB XIII part 1
BAB XIII part 2
BAB XIII part 3
BAB XIV: End of The Year
BAB XIV part 1
BAB XIV part 2
BAB XIV part 3
BAB XV: Life and Death
BAB XV part 1
BAB XV part 2
BAB XV part 3
BAB XVI: New Semester
BAB XVI part 1
BAB XVI part 2
BAB XVI part 3
BAB XVII: Howl of Terror
BAB XVII part 1
BAB XVII part 2
BAB XVII part 3
BAB XVII part 4
BAB XVIII: Proof of Power
BAB XVIII Part 1
BAB XVIII part 2
BAB XVIII part 3
BAB XVIII part 4
BAB XIX: King of the Beach
BAB XIX part 1
BAB XIX part 2
Selamat Menikmati
Diubah oleh esteller2 15-01-2017 14:26
0
33.9K
Kutip
269
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
esteller2
#83
Pertama tama ane mau minta maaf pada agan-agan yang udah nungguin soalnya apdetnya telat. Awalnya mau padet kemaren sekalian ngabisin bab ini tapi karena belakangan ini lagi sibuk jadi babnya harus dipotong lagi dan apdet kali ini ga sebanyak yang seharusnya.
Mereka berdua langsung berlari ketakutan ke arah hutan. Setelah berlari agak lama perempuan tersebut menarik tangan Ketu. Saat Ketu melihat ke arah perempuan tersebut terlihat ia sudah kelelahan, melihatnya seperti itu Ketu juga berhenti berlari dan kemudian duduk di bawah pohon di tengah hutan.
"Terima kasih.... karena sudah... menyelamatkanku... tadi." kata perempuan tersebut terpotong potong karena kehabisan nafas. "Lalu... yang tadi kita liat itu... apa?"
Entah kenapa suara perempuan tersebut terdengar familiar, tapi Ketu tidak dapat mencari di ingatanya suara milik siapa itu.
"Kau pikir aku mau memberitau perempuan misterius yang seharusnya tidak ada di pulau ini tapi tiba-tiba muncul begitu saja? Beritau siapa dirimu dulu baru aku akan jawab" Balas Ketu pada perempuan tersebut dengan curiga. Perempuan itu masih telihat kehabisan nafas sehingga Ketu menunggunya.
Setelah ia menenangkan dirinya perempuan itu kemudian melepas kacamatanya dan menguraikan rambutnya. Saat melihat siapa perempuan itu sebenarnya Ketu sangat Terkejut, ternyata perempuan itu adalah NiO.
"Ni-NiO? Ka-kau NiO kan?bu-bukanya kau seharusnya masih di kapalmu?" Tanya Ketu sambil bergetar karena terkejut dengan suara yang keras. Mendengar Ketu berteriak itu NiO langsung menutup mulut Ketu.
"STT! diam! bagaimana kalau ada orang lain yang tau kalau ini aku" katanya. Ketu kemudian menyingkirkan tanga NiO dari mulutnya secara perlahan.
"Kau tau kita ada di tengah hutan kan? aku pikir tidak ada orang lain disini selain kita." balas Ketu dengan berbisik. Mendengar hal itu NiO baru tersadar ia ada di tengah hutan, karena kejadian di pohon tadi ia tidak sadar dimana dia berada sekarang.
"Kenapa kau ada di sini menjelajahi hutan sendirian? bukanya kamu harusnya ada di kapalmu? bagaimana dengan tur nanti?" tanya Ketu dengan cepat. mendengar pertanyaan Ketu terlihat muka NiO menjadi agak kesal.
"Bukakah seharusnya kau menjawab pertanyaanku dulu tadi?" balas NiO dengan nada kesal.
"Sebenarnya...... aku juga tidak tau apa itu tadi." jawab Ketu dengan pelan.
"HAH? Jadi kau membuatku membuka penyamaranku tanpa bisa menjawab pertanyaanku?" Lanjutnya dengan suara yang lebih terdengar marah.
"Ok,ok aku minta maaf, tapi apa kamu pikir aku bisa percaya pada perempuan misterius yang tiba-tiba muncul ?" jawab Ketu sambil berusaha menenangkan NiO.
"Kau benar juga sih, aku juga tidak akan percaya orang yang muncul tiba-tiba, apalagi setelah melihat pohon tadi." Kata NiO. Walaupun ia setuju dengan Ketu, Ketu tau NiO masih kesal padanya.
"Sekarang giliranmu menjawab. Sedang apa kau disini? Saat seharusnyakan kamu ada di kapalmu untuk bersiap-siap untuk tur."
"Saat aku datang ke Axiom-5 untuk tur..... Sebenarnya saat semua orang datang ke Axiom-5 yang pertama kali mereka dengar adalah Axiom Academy. Akademi ini adalah Landmark bagi planet ini kan? jadi saat aku datang ke planet ini sekalian saja aku melihat-lihat landmark planet ini dan saat aku melakukan sedikit researh tentang tempat ini, aku mendengar bahwa tempat ini punya beberapa tempat yang terkenal cukup berhantu. Jadi aku memutuskan untuk menjelajahi pulau ini karena aku suka hal-hal yang berbau mistis, dan agar aku tidak diganggu orang-orang, aku menyamar menyelinap keluar dari kapalku untuk menjelajahi pulau ini. Tapi.... aku tidak mengira rumor tentang tempat-tempat berhantu itu benar." jawab NiO.
"Kau tau aku punya teman yang bisa menjelaskan hal-hal mistis begitu kalau kau mau?" Kata Ketu pada NiO. NiO awalnya terlihat tertarik tapi kemudian ia mengecek HPnya untuk melihat jam.
"Eh, sepertinya ini sudah waktunya aku balik. Aku pergi dulu ya." Jawab NiO. Kemudian ia mulai berjalan, setelah agak jauh ia berhenti dan mulai tertawa kemudian melirik ke arah Ketu.
"Uh... sebenarnya kita ada dimana ya?" tanyanya sambil tersenyum agak canggung. Ketu menghela nafas kemudian ia mengantaekan NiO hingga pinggir hutan.
"Terima kasih karena menyelamatkanku tadi, dan karena mengantarkanku sampai sini. Bisa minta kontakmu?" tanya NiO sambil memakai samaranya.
"Boleh, memang untuk apa?" tanya Ketu.
"kau bilang tadi ada temanmu yang tau tentang hal-hal mistis kan? setelah tur ini aku mungkin ada kesempatan untuk datang ke tempatnya." jawab NiO sambil tersenyum. "Oh iya , satu lagi.... aku minta maaf dulu jika terkesan agak sombong tapi.. melihat dari caramu bicara padaku sepertinya kau bukan penggemarku ya?" tanya NiO. Mendengar pertanyaan itu Ketu jadi agak bingung menjawabnya, ia memang tidak terlalu suka dengan lagunya NiO tapi ia takut jika ia bilang begitu itu akan menyinggung NiO.
"Bagaimana ya? kalau dibilang bukan penggemar -" sebeklum Ketu sempat menyelesaikan perkataanya NiO memotong."Tidak apa-apa kok kalau kau memang tidak suka dengan laguku, setiap orang punya pendapat dan selera masing-masing kan? dan aku selalu senang jika orang memberi kritik dan saran." mendengar hal tersebut Ketu jadi agak tenang.
"bukanya aku tidak suka dengan lagumu sih, jujur suaramu sangat merdu dan lagumu cukup bagus hanya saja entah kenapa tema lagumu selalu sama menurutku. Kau mungkin menyanyikanya seperti lagu yang berbeda beda, kadang sedih, kadang ceria, kadang bersemangat tapi aku merasa di inti lagumu selalu menceritakan kamu sedang mencari orang, seseorang yang kamu sayangi." lanjut Ketu.
"Wah kau sadar?" tanya NiO dengan senang. "Aku sering mendengar pendapat banyak orang, tapi baru sedikit yang menyadari hal tersebut. Memang kau betul setiap lagu yang aku buat sendiri intinya bercerita tentang seseorang yang sangat aku sayangi, dan.. aku berharap suatu saat ia bisa mendengarnya dan mengetahui kalau aku sangat menyayanginya. Tapi sepertinya sampai sekarang ia belum sadar dengan pesan yang ada dilaguku, atau mungkin ia tidak mendengarkan laguku." Mendengar hal tersebut Ketu sebenarnya ingin bertanya tentang orang yang disayanginya tersebut, tapi ia merasa kurang sopan untuk menanyakan hal pribadi pada orang yang belum terlalu dekat denganya.
"Oh iya kamu bagaimana tau kalau aku bukan penggemarmu?" tanya Ketu.
"Kau bukan orang yang pertama tau kalau aku sering menyamar dan pergi keluar tanpa izin. Aku sering melakukanya dan kadang-kadang aku ketahuan oleh seseorang, dan biasanya saat ketahuan mereka..... bagaimana ya bilangnya?hmm.. mereka terlihat sangat antusias dan tertarik bisa bersamaku tanpa ketahuan orang lain. Sementara kamu... menanggapiku dengan.. biasa."jawab NiO agak ragu-ragu.
"maaf deh kalau aku tidak terlalu antusias melihatmu." balas Ketu.
"Sudah yah Ketu aku pergi dulu." kata NiO sambil berjalan ke arah dermaga dan melambaikan tanganya.
Ketu juga melambaikan tanganya. Setelah NiO sudah berjalan agak jauh Ketu baru tersadar apa yang NiO bilang tadi. NiO memangggilnya Ketu padahal ia belum memberitau namanya.
"Bagaimana dia bisa tau namaku?" tanya Ketu pada dirinya sendiri dengan kebingungan. Ia ingat semua percakapanya dengan NiO dan ia sama sekali tidak pernah memberitau namanya.
Sesampainya NiO kembali ke kapalnya ia meminta maaf pada orang-orang dikapal karena keluar tanpa izin. Tapi semua orang di kapal tidak merasa panik karena ia memang sering keluar tanpa izin sebelumnya. Setelah itu ia langsung masuk ke ruangan pribadinya dan langsung melepas pakaianya. Karena berlari-lari di hutan tadi tubuhnya menjadi bau karena berkeringat sehingga ia berniat untuk mandi. Saat ia melewati kaca di kaca terlihat ada perempuan yang Ketu lihat di hutan mengikuti di belakang NiO secara perlahan sambil membawa pisau. NiO tidak melihat perempuan itu mendekatinya dari belakang. Saat sudah tepat ada di belakang NiO, perempuan tersebut mengangkat pisaunya bersiap-siap untuk menusuknya.
Spoiler for BAB XI part 2:
Dread Wood part 2
Mereka berdua langsung berlari ketakutan ke arah hutan. Setelah berlari agak lama perempuan tersebut menarik tangan Ketu. Saat Ketu melihat ke arah perempuan tersebut terlihat ia sudah kelelahan, melihatnya seperti itu Ketu juga berhenti berlari dan kemudian duduk di bawah pohon di tengah hutan.
"Terima kasih.... karena sudah... menyelamatkanku... tadi." kata perempuan tersebut terpotong potong karena kehabisan nafas. "Lalu... yang tadi kita liat itu... apa?"
Entah kenapa suara perempuan tersebut terdengar familiar, tapi Ketu tidak dapat mencari di ingatanya suara milik siapa itu.
"Kau pikir aku mau memberitau perempuan misterius yang seharusnya tidak ada di pulau ini tapi tiba-tiba muncul begitu saja? Beritau siapa dirimu dulu baru aku akan jawab" Balas Ketu pada perempuan tersebut dengan curiga. Perempuan itu masih telihat kehabisan nafas sehingga Ketu menunggunya.
Setelah ia menenangkan dirinya perempuan itu kemudian melepas kacamatanya dan menguraikan rambutnya. Saat melihat siapa perempuan itu sebenarnya Ketu sangat Terkejut, ternyata perempuan itu adalah NiO.
"Ni-NiO? Ka-kau NiO kan?bu-bukanya kau seharusnya masih di kapalmu?" Tanya Ketu sambil bergetar karena terkejut dengan suara yang keras. Mendengar Ketu berteriak itu NiO langsung menutup mulut Ketu.
"STT! diam! bagaimana kalau ada orang lain yang tau kalau ini aku" katanya. Ketu kemudian menyingkirkan tanga NiO dari mulutnya secara perlahan.
"Kau tau kita ada di tengah hutan kan? aku pikir tidak ada orang lain disini selain kita." balas Ketu dengan berbisik. Mendengar hal itu NiO baru tersadar ia ada di tengah hutan, karena kejadian di pohon tadi ia tidak sadar dimana dia berada sekarang.
"Kenapa kau ada di sini menjelajahi hutan sendirian? bukanya kamu harusnya ada di kapalmu? bagaimana dengan tur nanti?" tanya Ketu dengan cepat. mendengar pertanyaan Ketu terlihat muka NiO menjadi agak kesal.
"Bukakah seharusnya kau menjawab pertanyaanku dulu tadi?" balas NiO dengan nada kesal.
"Sebenarnya...... aku juga tidak tau apa itu tadi." jawab Ketu dengan pelan.
"HAH? Jadi kau membuatku membuka penyamaranku tanpa bisa menjawab pertanyaanku?" Lanjutnya dengan suara yang lebih terdengar marah.
"Ok,ok aku minta maaf, tapi apa kamu pikir aku bisa percaya pada perempuan misterius yang tiba-tiba muncul ?" jawab Ketu sambil berusaha menenangkan NiO.
"Kau benar juga sih, aku juga tidak akan percaya orang yang muncul tiba-tiba, apalagi setelah melihat pohon tadi." Kata NiO. Walaupun ia setuju dengan Ketu, Ketu tau NiO masih kesal padanya.
"Sekarang giliranmu menjawab. Sedang apa kau disini? Saat seharusnyakan kamu ada di kapalmu untuk bersiap-siap untuk tur."
"Saat aku datang ke Axiom-5 untuk tur..... Sebenarnya saat semua orang datang ke Axiom-5 yang pertama kali mereka dengar adalah Axiom Academy. Akademi ini adalah Landmark bagi planet ini kan? jadi saat aku datang ke planet ini sekalian saja aku melihat-lihat landmark planet ini dan saat aku melakukan sedikit researh tentang tempat ini, aku mendengar bahwa tempat ini punya beberapa tempat yang terkenal cukup berhantu. Jadi aku memutuskan untuk menjelajahi pulau ini karena aku suka hal-hal yang berbau mistis, dan agar aku tidak diganggu orang-orang, aku menyamar menyelinap keluar dari kapalku untuk menjelajahi pulau ini. Tapi.... aku tidak mengira rumor tentang tempat-tempat berhantu itu benar." jawab NiO.
"Kau tau aku punya teman yang bisa menjelaskan hal-hal mistis begitu kalau kau mau?" Kata Ketu pada NiO. NiO awalnya terlihat tertarik tapi kemudian ia mengecek HPnya untuk melihat jam.
"Eh, sepertinya ini sudah waktunya aku balik. Aku pergi dulu ya." Jawab NiO. Kemudian ia mulai berjalan, setelah agak jauh ia berhenti dan mulai tertawa kemudian melirik ke arah Ketu.
"Uh... sebenarnya kita ada dimana ya?" tanyanya sambil tersenyum agak canggung. Ketu menghela nafas kemudian ia mengantaekan NiO hingga pinggir hutan.
"Terima kasih karena menyelamatkanku tadi, dan karena mengantarkanku sampai sini. Bisa minta kontakmu?" tanya NiO sambil memakai samaranya.
"Boleh, memang untuk apa?" tanya Ketu.
"kau bilang tadi ada temanmu yang tau tentang hal-hal mistis kan? setelah tur ini aku mungkin ada kesempatan untuk datang ke tempatnya." jawab NiO sambil tersenyum. "Oh iya , satu lagi.... aku minta maaf dulu jika terkesan agak sombong tapi.. melihat dari caramu bicara padaku sepertinya kau bukan penggemarku ya?" tanya NiO. Mendengar pertanyaan itu Ketu jadi agak bingung menjawabnya, ia memang tidak terlalu suka dengan lagunya NiO tapi ia takut jika ia bilang begitu itu akan menyinggung NiO.
"Bagaimana ya? kalau dibilang bukan penggemar -" sebeklum Ketu sempat menyelesaikan perkataanya NiO memotong."Tidak apa-apa kok kalau kau memang tidak suka dengan laguku, setiap orang punya pendapat dan selera masing-masing kan? dan aku selalu senang jika orang memberi kritik dan saran." mendengar hal tersebut Ketu jadi agak tenang.
"bukanya aku tidak suka dengan lagumu sih, jujur suaramu sangat merdu dan lagumu cukup bagus hanya saja entah kenapa tema lagumu selalu sama menurutku. Kau mungkin menyanyikanya seperti lagu yang berbeda beda, kadang sedih, kadang ceria, kadang bersemangat tapi aku merasa di inti lagumu selalu menceritakan kamu sedang mencari orang, seseorang yang kamu sayangi." lanjut Ketu.
"Wah kau sadar?" tanya NiO dengan senang. "Aku sering mendengar pendapat banyak orang, tapi baru sedikit yang menyadari hal tersebut. Memang kau betul setiap lagu yang aku buat sendiri intinya bercerita tentang seseorang yang sangat aku sayangi, dan.. aku berharap suatu saat ia bisa mendengarnya dan mengetahui kalau aku sangat menyayanginya. Tapi sepertinya sampai sekarang ia belum sadar dengan pesan yang ada dilaguku, atau mungkin ia tidak mendengarkan laguku." Mendengar hal tersebut Ketu sebenarnya ingin bertanya tentang orang yang disayanginya tersebut, tapi ia merasa kurang sopan untuk menanyakan hal pribadi pada orang yang belum terlalu dekat denganya.
"Oh iya kamu bagaimana tau kalau aku bukan penggemarmu?" tanya Ketu.
"Kau bukan orang yang pertama tau kalau aku sering menyamar dan pergi keluar tanpa izin. Aku sering melakukanya dan kadang-kadang aku ketahuan oleh seseorang, dan biasanya saat ketahuan mereka..... bagaimana ya bilangnya?hmm.. mereka terlihat sangat antusias dan tertarik bisa bersamaku tanpa ketahuan orang lain. Sementara kamu... menanggapiku dengan.. biasa."jawab NiO agak ragu-ragu.
"maaf deh kalau aku tidak terlalu antusias melihatmu." balas Ketu.
"Sudah yah Ketu aku pergi dulu." kata NiO sambil berjalan ke arah dermaga dan melambaikan tanganya.
Ketu juga melambaikan tanganya. Setelah NiO sudah berjalan agak jauh Ketu baru tersadar apa yang NiO bilang tadi. NiO memangggilnya Ketu padahal ia belum memberitau namanya.
"Bagaimana dia bisa tau namaku?" tanya Ketu pada dirinya sendiri dengan kebingungan. Ia ingat semua percakapanya dengan NiO dan ia sama sekali tidak pernah memberitau namanya.
Sesampainya NiO kembali ke kapalnya ia meminta maaf pada orang-orang dikapal karena keluar tanpa izin. Tapi semua orang di kapal tidak merasa panik karena ia memang sering keluar tanpa izin sebelumnya. Setelah itu ia langsung masuk ke ruangan pribadinya dan langsung melepas pakaianya. Karena berlari-lari di hutan tadi tubuhnya menjadi bau karena berkeringat sehingga ia berniat untuk mandi. Saat ia melewati kaca di kaca terlihat ada perempuan yang Ketu lihat di hutan mengikuti di belakang NiO secara perlahan sambil membawa pisau. NiO tidak melihat perempuan itu mendekatinya dari belakang. Saat sudah tepat ada di belakang NiO, perempuan tersebut mengangkat pisaunya bersiap-siap untuk menusuknya.
0
Kutip
Balas