Kaskus

Story

alfie24Avatar border
TS
alfie24
Walau Habis Terang
CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA. APABILA ADA KESAMAAN NAMA TOKOH, KARAKTER, TEMPAT, WAKTU, DAN PERISTIWA, MAKA ITU SEMUA HANYALAH KEBETULAN YANG TIDAK DISENGAJA SEMATA.


INDEKS:

1. Ketika Hasrat Mengalahkan Logika
2. Survey
3. Investigasi
4. Arah Angin
Diubah oleh alfie24 24-07-2016 01:31
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
1.6K
6
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread2Anggota
Tampilkan semua post
alfie24Avatar border
TS
alfie24
#2
Ketika Hasrat Mengalahkan Logika
Dia sadar siapa dirinya, dan dia lebih dari sekedar sadar dia sedang mencintai siapa. Tetapi, ketika satu perasaan sudah sedemikian sulit untuk dihentikan, dimana tidak akan lagi berlaku hukum Newton 1 yang menyebutkan bahwa segala sesuatu tidak akan berhenti sebelum diberikan gaya luar. Tidak ada energi yang mampu menghentikan gelindingan bola cinta di sanubarinya yang saban hari semakin membesar. Siapa yang bisa menentukan dirinya jatuh cinta dengan siapa?

kaskus-image

Dia sudah terlalu sering jatuh cinta. Tetapi dia selalu “beruntung” karena tidak pernah mampu mengungkapkan perasaan nya tersebut. Dia lelaki yang terbiasa menyimpan perasaan nya dalam diam. Dan dengan begitu dia masih mampu menjalani hari-harinya dengan normal.

Tapi kali ini beda, sangat berbeda. Kali ini perasaan itu begitu menyiksa nya. Hidup nya sekarang tidak pernah setenang dulu lagi. Tidak selamanya dia bisa mencintai orang lain dalam. Ada masa nya dimana dia harus berani mengungkapkan, dan sekarang, masa itu sudah datang. Kali ini, kata lebay sudah menjadi normal, dimana lirik lagu cinta super murahan: “Nasi kumakan terasa batu, air kuminum terasa duri” itu begitu mengena di hatinya, di hati pemuda biasa-biasa itu.

Rin, nama pemuda itu, hanya bisa menikmati setiap siksaan dari perasaan yang begitu menggebu-gebu di hatinya setiap malam. Dan butuh lebih banyak lagi energi untuk menahan keinginan nya untuk langsung menjumpai gadis itu, berbicara langsung. Tapi semakin ia coba melupakan, semakin dia teringat. Semakin dia coba berusaha menyibukkan diri dengan kegiatan lain, justru muka si gadis itu hadir dalam setiap lembar pandang nya: di layar komputer, di paper analisa bisnis, bahkan di dalam mangkok soto.

“Tuhan, aku harus apa?” ujarnya sedih bercampur rindu yang begitu dalam. Tanpa sadar dia menumpahkan setetes air bening di sudut mata nya. Kali ini, dia benar-benar sudah menelan air ludah nya sendiri.

Dulu, dia tertawa terbahak-bahak mendengar cerita teman nya, Priadi yang tersedu-sedu meratapi pengkhianatan seorang wanita yang menikah dengan orang lain, padahal si Priadi adalah seorang anggota TNI dengan fisik tinggi kokoh seperti pohon palem.

Dulu, dia hanya bisa terpingkal-pingkal menyimak teman nya, Yudi, yang bertampang sangar, berotot, dan punya prinsip “Tiada hari tanpa berantam” itu menangis sambil marah-marah kepada pacar nya yang ternyata tukang selingkuh. Dulu dia sampai menangis menahan kelucuan mendengar omongan si Yudi:

“Muka ku punk, hatiku pink, hanya untuk mu! Tapi kenapa kau tega betul selingkuh!”

Sekarang dia sadar, bahwa sekuat-kuatnya seorang lelaki, dia punya hati yang sangat lemah. Dan sial nya tidak ada latihan fisik yang bisa menguatkan bagian itu. Hanya melalui peristiwa-peristiwa tragis dalam hidup saja lah hati itu bisa kuat dan tegar.

Tapi Rin bukanlah lelaki yang punya pengalaman tragis dalam berasmara. Karena selama belasan tahun hidupnya, dia tidak punya keinginan, sekaligus keberanian untuk bercinta. Cinta dan wanita dianggap nya hanyalah ilusi dan pengalih bagi kesuksesan nya dalam menggapai cita-cita nya.

Tapi, perkara hati dan perasaan selamanya selalu menang atas logika, sudah jadi hukum alam dan akan terus begitu sampai kiamat. Dia yang ber-IQ 140 itu tak punya daya upaya apa-apa menghadapi serangan virus merah jambu yang kini mulai menjangkiti hati nya yang beranjak dewasa.

Maka ketika kali ini, ketika dia sudah tidak punya apa-apa lagi untuk bersembunyi, satu-satunya cara adalah dengan mendatangi langsung gadis itu, dan berbicara mengenai isi hatinya. Dia tidak ingin menjadi seperti Olip dalam kisah buku Jomblo karangan Adhitya Mulya yang betah menyimpan perasaan sampai bertahun-tahun dengan alasan bodoh

“Cintaku ke dia itu sempurna. Dan aku gak ingin mengacaukan itu karena aku salah dalam berbicara”.

Begitu lemah logika berfikir itu, yang dengan mudah dipatahkan dengan kalimat:

“Tapi ada satu, yang buat cinta lo ke dia itu gak sempurna. Dia gak tahu, kalau cinta lo itu ada”.

Maka dengan penuh tekad kuat, dia sudah mempersiapkan segalanya untuk datang langsung ke hadapan gadis itu.

“Setidaknya dia tahu namaku dan dia tahu kalau aku itu ada”.

Diubah oleh alfie24 24-07-2016 01:06
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.