Kaskus

Story

panjang.kakiAvatar border
TS
panjang.kaki
[TAMAT] Dibatasi Dua Kamar...
Diubah oleh panjang.kaki 06-08-2019 18:03
damn1836Avatar border
ugalugalihAvatar border
farrazaididAvatar border
farrazaidid dan 56 lainnya memberi reputasi
55
1.1M
2.7K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.6KAnggota
Tampilkan semua post
panjang.kakiAvatar border
TS
panjang.kaki
#2261
Part 52

Akhirnya ruang tamu gua dipenuhi dengan diam, keheningan menciptakan waktu yang membeku. Kenapa gua gak bisa memilih, kenapa harus gua yang mendapatkan masalah sebesar ini.
Kenapa dua wanita ini memperebutkan seorang badjingan seperti gua, apa yang sebenarnya mereka harapkan dari gua. Alunan suara burung mengisi keheningan hari itu , gerimis kecil jatuh membasahi bumi.

"Di , ikut gua," Ajak Angga

Gua mengikuti Angga, dia mengajak gua ke halaman depan.

"Lo harus bisa milih di !" Lanjut dia
"Untuk saat ini gua belum dapat memutuskan Ngga"

Hening kembali mengisi suasana saat itu.....

"Di..........." Panggil Laura

Gua menoleh ke arah Laura dan menatap wajahnya, matanya merah ..

"Ada apa...?" Tanya gua pelan

Dia diam, lalu tangisan kembali menetes membasahi pipinya.

"Maaf di, gua gak pantes di hidup lo , gua biasa kok disakiti, seharusnya dari awal memang gua gak pernah muncul, gak akan ada nyawa yang menjadi taruhannya" Ungkap Laura

Gua terdiam dalam kebimbangan , ingatan kembali bergerlia masuk ke dalam otak gua, Sarah ! Sial kenapa harus ada nyawa yang melayang hanya karena cinta.
Angin mendera kencang di tengah gerimisnya hujan, pohon-pohon di halaman rumah gua bersahut-sahutan membentuk sebuah melody menyakitkan. Melody tentang kenangan.

"Untuk sekarang sepertinya gua lebih baik sendiri" Ucap gua

Gua bangkit dan masuk ke dalam kamar gua, gua kunci kamar gua dari dalam.
Suara gemuruh petir datang dan melengkapi kesedihan gua, hujan turun dengan deras seketika , cipratan air hujan masuk melewati jendela kamar gua dan mulai membasahi tubuh gua.
Gua menuju ke arah jendela , gua tutup setengah jendela gua yang terbuka, lalu gua dengar suara motor matic masuk ke halaman rumah gua. Itu adik gua Anang.
Gua keluar dari kamar gua dan menghampiri Anang, dia datang dengan seorang wanita.

"Dari mana aja Nang?" Tanya gua dengan nada marah
"Bukan urusan lo !" Teriaknya

Dengan keras gua tampar wajahnya, Anang menatap gua penuh dengan kebencian.

"Selama ini lo kemana kak ! Lo pergi, gua cuma mau hidup sama lo di Bandar Lampung ! Di sekolah favorit ! Dan lo bukannya kerja malah kuliah ngabisin duit !" Jerawat amarah remajanya tidak dapat lagi terpendam

Gua layangkan tamparan gua sekali lagi, emosi gua bercampur aduk menjadi satu, gua lihat wanita yang di bawa oleh adik gua, masih menggunakan pakaian SMP.

"Kamu siapanya?" Tanya gua ke wanita itu
"Saya pacarnya kak" Ucapnya

Gua tarik adik gua masuk ke dalam, dia menangis , maaf dek tapi ini yang harus kakak lakuin.

"Ngapain lo ngajak anak orang kesini ! Dia masih SMP Nang !" Bentak gua
"Lah , Kak Hadi sendiri gak sadar ngajak orang kesini, jangan urusin hidup gua kak ! Gua gak pernah punya kakak kaya lo !"

Ketika gua ingin menamparnya sekali lagi, Mega datang dan menghentikan gua.

"Udah Di" Ucap Mega

Gua menoleh ke arah Mega, dia menggeleng, dan menyuruh gua untuk ke ruang tamu, hujan semakin deras dan gemuruh petir mengisi kemarahan gua hari ini .
Gua lihat anak SMP ini, ya ampun masih terlalu kecil untuknya mengenal cinta.

"Nama kamu siapa?" Tanya gua ke wanita itu
"Dede" Ucapnya
"Sama kakak disana salin, baju kamu basah" Suruh gua

Gua menyuruh Ratih untuk nengganti pakaian anak ini, lalu Mega yang dari dapur menghampiri gua.

"Sebaiknya lo tinggal disini sementara, ayah lo gak ada yang ngejagain Di sedangkan adik lo udah berani ngajak cewek" Saran Mega
"Nanti gua pikirin" Ucap gua

Gua kembali masuk ke kamar gua dan Laura menyusul gua.

"Bener kata Mega , Keluarga lebih penting Di" Ucap Laura
"Iya, nanti gua pikirin" Ucap Gua lagi

Laura kembali ke ruang tamu, gua merebahkan tubuh gua sejenak di kasur , ribuan masalah memakan pikiran gua perlahan, seperti Rayap yang memakan kayu tua, Mak jujur Hadi kanget Mak, Hadi mau cerita semuanya mak, Hadi mau curhat mak, Hadi mau menyender di pundak Mak, Hadi mau menangis sejadi-jadi nya Mak.
Gua bangun dan menuju laci belajar gua yang telah lama tak tersentuh, gua hapus debu yang menempel di laci tersebut, gua cari kaset-kaset yang mengisi hidup gua ketika SMA. Iwan Fals.
Gua ambil kaset itu , gua menatap tape usang gua, hadiah dari Ibu gua.
Gua dekati tape itu dan meniup kotoran yang menempel di atas tape itu dan mengambil kabel nya, lalu menghidupkanya, syukurlah masih berfungsi.
Gua masukan kaset itu dan mencari lagu yang mengingatkan gua pada seorang yang paling berharga dalam hidup gua. Ibu .

Ibu

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh

Lewati rintang untuk aku anakmu

Ibuku sayang masih terus berjalan

Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah

-----
Seperti udara... kasih yang engkau berikan

Tak mampu ku membalas...ibu...ibu

-------

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu

Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu

Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku

Dengan apa membalas...ibu...ibu....

------

Seperti udara... kasih yang engkau berikan

Tak mampu ku membalas...ibu...ibu



Air mata gua menetes pelan, Mak Hadi kangen sama Mamak ....


Diubah oleh panjang.kaki 19-07-2019 19:13
pulaukapok
jenggalasunyi
itkgid
itkgid dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.