- Beranda
- Stories from the Heart
Di ujung jalan
...
TS
3005fm
Di ujung jalan

Prolog cerita dihapus untuk tempat index cerita.
Untuk memudahkan pembacaan cerita dan karena ada beberapa yang request, maka saya bikin list partnya. Setiap part yang udah di update akan langsung dimasukan ke index.
Semoga makin semangat baca ceritanya
Di ujung jalan :
Bab 1 - Wawancara Majalah Food & Travel
Bab 2 - Pameran Seni
Bab 3 - Pertemuan Kedua
Bab 4 - Karyawan Baru
Bab 5 - Mengenal Nata
Bab 6 - Ini Apa ?
Bab 7 - Sakit
Bab 8 - Happiness
Bab 9 - Undefined Feeling
Bab 10 - Penjelasan dan Luka Lama
Bab 11 - Rasa Penasaran
Bab 12 - Something Wrong
Bab 13 - Liar
Bab 14 - Penyakit Bulan
Bab 15 - Egois
Bab 16 - Nekat
Bab 17 - Hurt (again)
Bab 18 - Salah Paham
Bab 19 - Akhir yang Baik
Bab 20 - Finally
Di ujung jalan (Bimo POV) :
Bab 1 - Pertemuan Awal
Bab 2 - Diam-diam
Bab 3 - Kebodohan
Bab 4 - Solo
Bab 5 - Pengakuan
Bab 6 - Shows Her
Bab 7 - Move On
Bab 8 - New Girl
Bab 9 - Nadia
Bab 10 - Jealous
Bab 11 - Jadian
Bab 12 - Kembali
Bab 13 - 1st Anniversary
Bab 14 - Accident
Bab 15 - Lost Her
Diubah oleh 3005fm 15-01-2017 19:24
anasabila memberi reputasi
1
14.4K
117
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•54KAnggota
Tampilkan semua post
TS
3005fm
#33
Di ujung jalan
Bab 13
Liar
"Bim, jelasin ke gue maksud ini apaan ?," tanya Ardi sambil meletakan kotak yang tadi di bawa Bulan.
Begitu mengetahui kejanggalan yang ada, Ardi langsung tancap gas menuju La Lune dan menghampiri Bimo yang sedang merapikan gelas-gelas.
Bimo terdiam sejenak lalu menyaut, "Cewek itu udah ngomong apa aja ke elu ?" Bimo terlihat sedikit emosi sambil melipat kedua lengannya di dada.
"Itu sama sekali gak penting. Yang gue mau adalah.... lo jelasin kenapa surat-suratnya Bulan yang dikirim buat gue bisa nyampe ke alamat lo ?"
"Surat apa ? Lo tau selama ini gue bareng lo, dan di rumah kita gak pernah dapet surat atau apapun."
"Jangan bohong lu ! Ini gue tau banget alamat rumah nyokap lo."
Bimo terkekeh pelan. "Oke, emang bener gue yang udah terima semua surat dari Bulan yang harusnya buat lo.... gue yang udah baca semua surat dari dia..."
"Brengsek lu !." Ardi mencengkram kerah baju Bimo lalu meninju sudut bibir Bimo hingga mengeluarkan sedikit darah.
"Pukul aja lagi... Gue emang salah sama lo."
"Selama ini 8 tahun gue cari Bulan, lo yang sahabat gue sendiri malah pura-pura bodoh. Apa sih alesan lo kayak gini ? Hah ?"
"Gue peduli sama perasaan Bulan. Bulan adalah orang yang penting dalam idup gue setelah nyokap gue. Gue gak bisa ngasih tau ke lo, karena gue gak mau lo nungguin Bulan selama 8 tahun, dan gue juga ga mau nyakitin Bulan. Gue tau dia kena Thalasemia."
"Peduli lo bilang ? Ngomong ama tai ! Harusnya lo kasih tau gue kalo Bulan sakit dari dulu."
"Lo lupa ? Gue udah mau ngasih tau lo seminggu setelah Bulan pergi. Tapi lo malah balik nyakitin dia, lo jalan sama cewek lain kan ?"
***
8 tahun lalu
Seminggu setelah kelulusan SMA...
"Bim, gue mau ke club deket-deket sini. Lo mau ikut ga ?"
"Kaga dah. Gue di rumah aja. Gue lagi diare nih."
"Ya udah. Take careya, gue jalan dulu."
Ardi pergi ke sebuah club gak jauh dari rumahnya. Ia butuh pelarian. Hampir seminggu Bulan meninggalkannya, dan seminggu ini kelakukan Ardi makin gila. Hampir tiap hari pergi ke club, dan baru pulang pukul 6 pagi. Seperti hari itu, Ardi duduk di pojok club sambil meneguk berkali-kali minuman beralkohol hingga kesadarannya kian berkurang.
"Lan, kenapa sih kamu pergi gitu aja ?" racau Ardi sambil terus meneguk minumannya. Kepalanya terasa sakit, air matanya menggenang dan matanya merah karena menahan tangis.
"Ardi ?"
Sebuah suara yang memanggil namanya membuat Ardi menegok, itu Bulan. Bulan dengan pakaian yang berbeda, Ardi langsung berlari memeluk Bulan dan mencium Bulan dengan kasar.
"Jangan pernah tinggalin aku lagi Lan. I miss you so much."
Esok paginya Ardi terbangun dengan kepala yang pusing dan pakaian yang berantakan. Semalam ia ingat melakukan hal yang gak semestinya ke Bulan. Ardi berusaha bangun sambil memegang kepalanya.
"Ke mana Bulan ?"
Dia nggak nampak di mana-mana. Shit ! Ardi baru ingat... Bulan sudah pergi, berati yang semalam tidur dengannya sudah pasti bukan Bulan.
***
"Jadi gara-gara itu lo nggak ngasih tau gue Bim ?"
"Lo udah berkhianat Ar. Masih untung gue gak ngasih tau Bulan soal itu."
"Gue tuh mabok ! Lo liat kan pas balik mulut gue balik alkohol, gue salah ngenalin cewek. Gue hampir gila dan semua cewek gue kira Bulan !"
"Tapi emang lo pengen kan tidur sama mereka ?"
Satu pukulan mendarat di wajah Bimo lagi. Ia nggak menyangka sahabatnya berkhianat. Ardi hampir menangis dan merasakan sakit di dadanya. Ia merasa menjadi orang terbodoh di dunia. Mempercayai orang yang seharusnya nggak dipercayai, dan nggak mempercayai seseorang yang seharusnya dipercayai.
"Gue cinta sama Bulan, Ar. Dan gue nyesel dulu gue ngalah buat lo."
Bimo akhirnya mengatakan perasaannya ke Ardi. Rasa yang selama ini juga dipendamnya sendiri.
Diubah oleh 3005fm 20-07-2016 23:14
0