- Beranda
- Stories from the Heart
(Horror) Diary [TAMAT]
...
TS
ayanokouji
(Horror) Diary [TAMAT]
![(Horror) Diary [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2016/08/12/8901141_20160812100754.jpg)
Illustration courtesy of Awayaye
Halo, dan salam kenal buat agan-agan semua.
Perkenalkan saya anggota lama kaskus tapi newbie di forum SFTH.
Nah, berhubung saya lihat banyak yang menceritakan pengalamannya terutama untuk yang berbau-bau mistis. kebetulan saya dekat dengan seseorang yang memang punya kemampuan lebih untuk melihat yang semacam itu.
Cerita ini adalah berdasarkan kisah nyata, yang memang diambil langsung dari Diary dia
Langsung saja dimulai lah ya
Untuk Postingan pertama saya langsung Posting 2 part deh, karena prologue blum masuk ke cerita
Spoiler for Rules:
Atas permintaan yang punya Diary, mohon dibaca RULESnya sebelum membaca Diary ini ya :
1. Diary ini adalah hasil convert dari catatan di kertas menjadi bentuk elektronik. Jadi ini adalah benar-benar berasal dari Diary asli, kalau sampai ada yang baca dan tidak percaya, it's OK, tidak masalah tapi mohon jangan coba2 menantang apapun 'mahluk' yang disebutkan di Diary ini. Apabila terjadi sesuatu kami tidak bisa menolong.
2. Ini memang bukan urusan TS, tapi usahakan kalau sampai merasakan sesuatu yang tidak beres setelah baca isi Diary teman saya, harap dekatkan diri ke Tuhan segera. Karena seberapa besar Tuhan menolong itu tergantung dari iman kita ketika meminta. Dan percayalah, meminta saat belum melihat apapun dan ketika 'mereka' ada di depanmu itu akan menyebabkan bedanya besar Iman bagi yang tidak terbiasa.
Terimakasih sebelumnya, dan ingat baik2, jangan bermain-main dengan sesuatu dari dunia lain
Part I - Prologue (tanggal Diary - 3 September 2010)
Spoiler for Part I:
3 September 2010
Hallo Diary..
Mulai hari ini aku akan sedikit merubah apa yang aku tulis di dalam lembarmu yach..
Sebenarnya aku sih berniat tidak pernah berkeinginan untuk mengungkapkan rahasia ini, karena aku pasti akan dicap sebagai orang aneh..
Hanya kamu yang mau mendengarkan semua cerita aku tanpa mengeluh, mulai dari aku menyukai siapapun sampai sendirian seperti sekarang (hiks..hiks.. yahh aku tau, trims anyway)
Okay, jadi aku akan menceritakan pengalaman hari ini.. yaah ini kesekian kalinya sudah terjadi padaku, dan untuk teman sejatiku yaitu kamu my Diary, aku akan menuliskan ini, rahasiakan ini yaah..
Ceritanya aku akan mulai dari pengalaman tadi pagi..
Oh ya, sebelumnya aku akan kasihtau sedikit rahasia kepada kamu..
Kamu tau.. ehm.. aku ini bisa melihat hantu atau semacamnya.. guru Agamaku berkata ini adalah anugrah, menurutku lebih seperti kutukan.
Kamu tau, Diary? Mungkin tidak banyak orang yang tau, tapi hantu itu berbeda dengan setan atau semacamnya. Kalau misalkan diumpamakan, hantu itu lebih ke arwah orang-orang yang meninggal atau dalam Bahasa Inggris disebut dengan Ghost. Sedangkan setan bukan arwah, atau mungkin saja tadinya mereka arwah, yang pasti setan itu sudah lebih melewati tingkat keseraman dari Hantu. Dan diatas itu, masih ada lagi yang aku namakan jejadian. Nah, apabila setan itu bentuknya tidak dapat dikatakan bentuk apakah itu, kalau jejadian ini setidaknya sebagian besar dari bentuknya adalah bagian dari hewan-hewan.
Dan diary, dari kesialanku mendapatkan kutukan kemampuan ini, syukurlah aku hanya bisa melihat hantu saja. Yaah, kadang memang ada sedikit pengecualian, yang membuatku enggak tau kenapa bisa melihat yang lebih aneh daripada hantu.
But I tell you my Diary, melihat hantu saja sudah cukup menakutkan lho. Jangan dikira penampilan mereka itu normal-normal saja.. yahh, memang ada yang normal dan tersamar tapi hampir disetiap kejadian mereka akan menunjukkan wujud asli mereka kalau mereka tau kita bisa melihat mereka, dan mereka selalu tau kalau aku bisa melihat mereka.
Upps… sudah jam 11 ternyata, tadinya aku mau menceritakan kejadian penglihatan yang kulihat hari ini, tapi sudah terlalu malam nih, besok aku janji pasti akan cerita padamu dehhh, jangan ngambek yahh
See you tomorrow my Diary, Mulai hari ini aku akan melaporkannya padamu kalau aku melihat sesuatu yang aneh itu, hehe.. Nite
Part II - Misteri Toilet Wanita di lantai 7 - catatan tanggal 4 September 2010
Spoiler for Part II:
4 September 2010
Hallo friend,
As my promise stated, aku bakal ceritain hal yang kemarin terjadi sama aku. Jangan takut yaah, karena aku sudah cukup takut untuk mengingat-ingat ini, jadi tolong semangati aku (he..he..)
Oookay, cerita ini bermulai waktu aku bersama cindy sedang ada ditoilet di lantai 7 kampus kemarin siang setelah kuliah pak Zainul.
Ingatkan aku untuk memarahi Cindy nanti karena dia meninggalkan aku sendirian di toilet itu..
Kau dengar? Meninggalkan aku!
Berkat dia aku jadi melihat.. yahh, sesuatu yang jauh dari menyenangkan..
Sewaktu aku keluar dari bilik toilet dan mencari-cari Cindy, aku tidak menemukannya dimana-mana, aku rasa sih dia pergi buru-buru menemui pacarnya.. ya Tuhan, persahabatan kita hanya sebatas selama pacar tidak mengganggu.
Lalu aku berpikir, ya sudahlah, aku akan membetulkan make-up sebentar dan akan pergi ke food court, sepertinya #### belum datang menjemputku deh, setidaknya aku harus terlihat cantik kaan (he-he-he)
Tiba-tiba aku merasakan udara menjadi dingin, cukup untuk membuat bibirmu bergetar secara reflek.
Dan itu jelas-jelas tidak benar, toilet ini kan jelas-jelas pengap dan tanpa AC dimanapun. Dan otakku baru saja berpikir kalau ada yang tidak beres nih..
Tiba-tiba sudah berdiri seorang wanita dibelakangku, rambutnya panjang dan menutupi separuh mukanya, dia memakai baju kaus berwarna merah menyala dan celana jeans.
Aku langsung berbalik dan reflek berkata kalau dia membuatku kaget. Dan hal berikutnya yang terjadi membuatku hampir saja mengompol
Dia menempelkan mukanya tepat didepan mukaku, kulitnya benar-benar mengerikan, kau tau karpet yang ada tonjolan-tonjolannya begitu? Mukanya dan seluruh kulitnya penuh dengan seperti itu. Dan warna kulitnya sangat pucat, seperti warna krem kekuningan. Dan yang paling mengerikan dari semuanya adalah bola matanya, warna urat darah dibola matanya berwarna coklat kekuningan dan pupil matanya hitam dan bebercak merah.
Dari situ aku langsung tau kalau aku sedang bertemu dengan hantu, dan kali ini bukan hantu yang baik.
Perlahan-lahan dia mendekati aku, tapi tidak pernah menempel pada badanku, mukanya sangat dekat pada mukaku, dan tangannya yang dipenuhi dengan tonjolan-tonjolan itu juga menggapai tubuhku seakan ingin menyentuhku, tapi sentuhan itu tidak pernah terjadi.
Aku merasakan bahwa sekitar 1 jam dia hanya memandangiku saja, berkali-kali berusaha menempelkan dirinya pada badanku, tapi tidak pernah berhasil. Jujur Diary, aku tidak tau kenapa dia tidak bisa menyentuhku, tapi syukurlah karena disaat itu, aku sama sekali tidak bisa bergerak.
Setelah sekitar 1 jam itu, dia akhirnya mundur, kemudian matanya membelalak. Lebih besar dari lebar mata yang bisa dibuka oleh manusia normal, sepertinya seakan-akan semua kelopak matanya tertelan ke dalam rongga matanya. Kemudian warnanya bola matanya perlahan-lahan menjadi merah tua dan kemudian akhirnya menjadi hitam.
Kemudian dia berteriak sambil melompat kehadapanku, dan menghilang tepat didepan mukaku. Aku yakin aku mengompol sedikit kemarin.
Setelah itu suhu di toilet itu kembali pengap. Kakiku terasa kehilangan tulangnya dan aku terduduk di lantai toilet tanpa tenaga.
Kemudian suara handphoneku berbunyi mengagetkan aku, aku mengangkatnya dan #### ternyata menelponku. Dia mengatakan bahwa sudah 5 menit dia mencoba menelponku dan tidak diangkat-angkat. Aku meminta maaf dan berkata mungkin aku tidak mendengarnya tadi.
Ngomong-ngomong… waktu yang berlalu hanya 15 menit, tapi terasa seperti satu jam saat kejadian tadi..
Lain kali ingatkan aku jangan pernah lagi masuk di toilet lantai 7 sendirian ya.
UPDATED!!! PART XLV - "Serangan yang disengaja - II"
Spoiler for INDEX:
part III- Melayat
Part IV - Siapa yang mengikuti aku?
Part V - Bagaimana kutukan ini dimulai
Part VI - Perkemahan SMP
Part VII - Jurit Malam 1
Part VIII - Jurit Malam 2
Part IX - Penghuni Kampusku
Part X - Wanita dress putih
Part X (Final) - Wanita dress putih (lanjutan)
Part XI - Mereka ada di sekeliling kita
Part XII - Kalau kau jahat
Part XIII - Lauren dan ketiga anaknya
Part XIV- WARNING!! Baca catatan saya sebelum lanjut baca - Si Nenek dan Cucunya 1
Part XV - Si Nenek dan Cucunya 2
Part XVI - Wanita Dress Putih is back
Part XVII - Lift kampusku
Part XVIII - Tiga anak lauren kembali
Part XIX - Mahluk aneh
Part XX - Kampus sarang Kunti
Part XXI - Sang "dewa" jahat
Part XXII - Curiousity Kills the Cat
Part XXII - Bagian 2 - Robert and the Devil 1
Part XXII - Bagian 3 - Robert and the Devil 2
Part XXIII - Kembalinya si mahluk aneh
Part XXIV - Part I - si "dewa" jahat kembali 1
Part XXIV - Part II - si "dewa" jahat kembali 2
Part XXV - Robert
Part XXVI - aku dan kegelapan
part XXVII - Wewe Hitam
Part XXVIII - Wewe Hitam dan Wewe Putih
Part XXIX (bagian pertama) - He and Me (bag 1)
Part XXX (Bagian kedua) - He and Me (bag 2)
Part XXXI - sang pelindung
Part XXXII - Villa di gunung 1
Part XXXIII - Villa di gunung 2
Part XXXIV - Villa di gunung 3
Part XXXV - Villa di gunung (tamat) bag awal
Part XXXV - bagian akhir - Villa di gunung (tamat) bag akhir
Part XXXVI - Kutukan baru
Part XXXVI - Tambahan - Kutukan baru (tambahan)
Part XXXVII - Bagian Pertama - Iblis bag 1 -(Ketika dia terluka)
Part XXXVIII - bagian kedua - Iblis bag 2 - (si pemilik mata)
Part XXXIX - Cermin
Part XL - Ketika Ayano sakit
Part XLI - Goodbye
PART XLII - Mahluk di Jendela
PART XLIII - Akhir si "dewa" jahat
PART XLIII (lanjutan) - Akhir si "dewa" jahat (bag Akhir)
Part XLIV - Serangan yang disengaja - I
PART XLV - Serangan yang disengaja - 2 UPDATE
Bonus Story : Pengalaman TS dan yang punya Diary
Pengalaman bersama dia yang menulis Diary I
Bonus Story II Ketika yang tidak biasa melihat diperlihatkan
BONUS STORY III - Pengalaman Horror ketika main game
BONUS STORY IV : Kejadian di Malam Jumat Kliwon[
*SPECIAL* Bonus Story IV - part 2 - Elisa's POV
Bonus Story V - Part I
Bonus Story V - Part 2
Bonus Story V - part 3
Bonus Story VI
Bonus Story VII #awasbebehplusplus
Bonus Story VIII
Bonus Story IX
Bonus Story X
Bonus Story XI
BONUS PART XII - Bagian ketiga (Elisa POV)
Kiriman cerita dari para pembaca :
Kiriman cerita dari agan Gent4r - 1 (Gent4r, Romi vs Miss K)
Pengalaman agan Gent4r kedua
Kiriman cerita dari pembaca
Thread lainnya tentang saya dan Elisa
Saya dan Gadis bermata Indigo
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 39 suara
Berhubung banyak yang nyaranin Untuk ganti judul Thread, mohon masukan terkait itu :
Judul Thread tetap, soalnya daripada ribet nyari Threadnya lagi
56%
Judul Thread diganti ke judul Thread yang di dalem
33%
Judul Thread kudu diganti ke judul Thread yang beda dan lebih menarik
10%
Diubah oleh ayanokouji 19-11-2016 12:18
radorada dan 23 lainnya memberi reputasi
24
1.1M
Kutip
2.2K
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
ayanokouji
#136
Mohon maaf sebesar-besarnya atas keterlambatan Update.
Elisa juga mohon maaf atas keterlambatan ini.
Note : Mohon maaf di bagian ini banyak kata-kata yang agak kasar, saya berusaha untuk menyensornya sebisa mungkin. Mohon maaf sekali apabila ada pihak-pihak yang merasa tidak cocok untuk membaca cerita dengan kata-kata demikian.
17 Maret 2011
Halo Diary…
Aku tidak menyangka akan kembali menulis lembaranmu di pagi hari seperti ini lagi…
Masalahnya… kejadian ini terjadi jam 3 pagi tadi…
‘Dia’ kembali lagi…
Si ‘wanita’ berbaju putih….
Aku terbangun karena suhu membeku di kamarku… dan tadi sedang tidak turun hujan, dan cuaca masih belum cukup dingin untuk membuatku tidur dengan mengenakan pakaian tambahan.
Namun, ketika aku terbangun aku langsung bisa mencium samar-samar bau bangkai dan bunyi ‘Krrssk..Krrsskkk..’
Seperti suara menggaruk..
Aku segera masih mencoba menghilangkan kantuk dari mataku sebelum kudengar suara “..ssshhhh”
Aku mengarahkan mata pada arah suara itu..
Dan ‘Dia’ kembali…
Wanita itu kembali bertengger di atas lemari seperti binatang berkaki empat.
Menatapku sambil menyeringai…
Lalu, perlahan-lahan dia merangkak turun dari atas lemari dengan tangan dan kakinya.
Aku tidak bisa bergerak.
‘Dia’ menghilang ke bawah tempat tidurku.
Kemudian hening…
Entah berapa lama waktu yang berlalu, tapi rasanya begitu lama bagiku…
Tiba-tiba sebuah tangan memegang pergelangan kakiku.
Dalam satu sentakan, tangan itu menarikku turun dari tempat tidurku.
Dan aku duduk bertatap-tatapan dengan wanita itu..
Wajah ‘wanita’ itu masih seperti wajah manusia biasa, namun tetap saja wajah itu kelewat pucat dan kerutan-kerutan seperti kerak bercampur sisik nampak di seluruh permukaan wajahnya.
‘Dia’ mendekatkan wajahnya pada wajahku, “Kiiiiissshhh…” begitu bunyi yang dikeluarkan dari bibirnya yang menyeringai dengan lebar.
“Apa aku cantik?” desisnya.
Aku sangat kaget mendengar pertanyaan itu, sungguh pertanyaan yang tak diduga-duga.
Aku tidak menjawabnya…
Kemudian ‘dia’ semakin mendekatkan wajahnya sambil memiringkan kepalanya, kini seringainya hilang dan berganti dengan tatapan marah “Apa aku cantik?”
Aku masih tidak menjawabnya…
Tepatnya, aku tidak bisa mengeluarkan suara apapun saat itu.
‘Dia’ mencengkram kuat kedua bahuku dengan tangannya, kuku-kukunya yang seperti cakar menembus sedikit kulitku, membuatku meringis kesakitan.
Dan ‘dia’ kembali mendekatkan wajahnya, kini hanya berjarak beberapa senti dari wajahku. Dengan tatapan yang sangat marah dia kembali bertanya “APA AKU CANTIK?” teriaknya.
Aku merasakan kuku-kukunya menancap semakin dalam pada bahuku.. sekuat tenaga aku mencoba untuk mengangguk-nganggukkan kepalaku.
Setelah itu cengkramannya melunak.. dan dia mundur perlahan sambil kembali menyeringai.
“Aku cantik ya?” seringainya.
Kemudian dengan kedua tangannya dia mencakar sedikit wajahnya sehingga kulit-kulitnya yang retak terkelupas.
Perlahan-lahan dia mencakari seluruh wajahnya sampai seluruh kulit yang menutupi wajahnya rontok.
Kini kulit wajahnya sudah seluruhnya rontok, di bawahnya muncul wajah dengan kulit yang hanya bisa kudeskripsikan dengan kulit yang sudah membusuk. Bentolan-bentolan berwarna kuning yang mengeluarkan nanah, dan kulit yang sudah menghijau karena busuk.
“Kalau begini? Apa masih cantik?” tanyanya lagi.
Aku memalingkan muka darinya, wajah itu benar-benar menjijikkan.
“KEKEKEKEKEKEKEKEKKKKK….” ‘dia’ tertawa. Kemudian dengan gerakan cepat, dia merangkak dengan tangan dan kakinya dan melompat keluar jendela, sambil terus tertawa khasnya..
17 Maret 2011 (Malam)
Aku sempat mengira kalau ‘dia’ sudah pergi mencari korban lain setelah mengangguku subuh tadi.
Tapi aku salah…
‘Dia’ kembali lagi setelah jam 6 tadi..
Aku baru saja mandi ketika dia menampakkan dirinya di depan kamar mandiku.
Hampir saja nyawaku melayang karena terjatuh. Selisih beberapa senti saja, kepalaku akan terantuk sisi bak mandi yang tajam.
Kali ini dia tidak repot-repot menyembunyikan wajahnya, dia tampil dengan wajahnya yang sudah membusuk.
Tapi ‘dia’ hanya menyeringai dan mengikutiku.
‘Wanita’ itu sama sekali tidak mengatakan apapun.
Tepat jam 8, tiba-tiba ‘wanita’ itu berteriak histeris, tapi entah mengapa aku merasakan sesuatu ketika mendengarnya, sedih? Seperti saat putus asa atau semacamnya… entahlah.
Kemudian sekali lagi dia merangkak dengan cepat dan menembus pintu depan kostku..
Aku tidak tau apakah dia akan datang lagi nanti subuh…
18 Maret 2011
‘Dia’ sudah menungguku lagi hari ini..
Tapi kembali hanya diam saja melihatku dari ruang tengah seperti kemarin..
Aku tidak terlalu mengindahkannya, semoga dia tidak aneh-aneh lagi hari ini.
Aku segera mengganti bajuku dan berjalan menuju wastafel untuk mencuci mukaku.
Dan dia berdiri tepat di belakangku.
Aku segera membalikkan badanku hingga bertatap-tatapan dengannya.
Benjolan penuh nanah yang berada di wajah ‘wanita’ itu tampak berkedut-kedut.
Namun dia tidak mendekatiku atau apapun, namun ‘dia’ hanya melihatku dengan seringai.
Aku menyerah untuk mandi hari ini, biar besok pagi saja.. ketika dia tidak ada di sini.
Dan seperti biasa, dia menghilang setelah jam 8, namun hari ini dia tidak berteriak, namun dia tertawa dengan tawanya yang khas “KEKEKEKEKEKEKEKEKEKEKEKEKK”
Matanya menunjukkan keliaran dan entahlah.. kesenangan? Aku tidak mengerti…
19 Maret 2011 (Pagi)
‘Dia’ muncul dalam mimpiku semalam…
Dan jujur saja, apa yang dia perlihatkan padaku dalam mimpi membuatku tidak bersemangat untuk melakukan apa-apa pagi ini…
Badanku sangat lemas rasanya..
Dalam mimpiku ‘dia’ datang dengan penampilannya semasa hidup.
Wanita itu sangat cantik, ‘dia’ bercerita padaku kalau semasa hidupnya sebenarnya ‘dia’ adalah wanita yang pendiam.
Pada hari kematiannya, itu adalah pertama kalinya dia menyerah atas ajakan temannya untuk mencoba pergi ke klub.
Dengan dress putih pinjaman temannya, dia mengikuti temannya untuk pergi ke klub untuk pertama dan terakhir kalinya.
‘Dia’ memperlihatkan padaku ingatannya.
‘Dia’ memperlihatkan padaku bagaimana ketika ‘dia’ menolak godaan seorang lelaki di klub itu, yang pada akhirnya mengakibatkan lelaki itu mencegatnya beramai-ramai dengan teman-temannya.
Kemudian ‘dia’ juga memperlihatkan bagaimana dia dirudapaksa beramai-ramai oleh lelaki-lelaki bejat itu, bagaimana ‘dia’ dipukuli berulang-ulang oleh para lelaki itu sembari dirudapaksa dan bagaimana sampai ‘dia’ menghembuskan nafas terakhirnya di aspal di tengah malam, dengan badan penuh luka dan baju compang camping.
Dan begitu tersadar, ‘dia’ berada di tengah-tengah jalan sendirian.
Bagaimana seorang sosok 3 orang lelaki, lelaki berbaju putih, lelaki berbaju hitam dan lelaki berbaju merah datang.
Aku tidak mengerti Bahasa yang dipergunakan ketiga lelaki itu dan si ‘wanita’ untuk berkomunikasi. Terasa asing bagiku.
Kemudian aku melihat ‘wanita’ itu lari dari ketiga lelaki itu.
Semakin ‘dia’ lari menjauh dari para lelaki itu, sosoknya yang semula masih sama seperti sosoknya semasa hidup, cantik dan mengenakan baju dress putih perlahan-lahan menjadi sosok yang hampir sama seperti saat dia meninggal…
Baju-bajunya perlahan mulai compang-camping, luka-luka mulai keluar dari seluruh tubuhnya, luka memar dan luka goresan memenuhi seluruh tubuhnya, darah mengalir deras di kedua kakinya.
Sampai akhirnya sesosok bayangan hitam berwujud seperti asap yang sangat pekat muncul tiba-tiba dan menyergap ‘wanita’ itu…
Kemudian bayangan itu hilang, dan ‘wanita’ itu kemudian muncul di hadapanku. Sosoknya adalah sosok yang sama seperti yang kulihat terakhir dalam bayangan itu, dengan baju compang-camping dan bersimbah darah. Perbedaannya adalah kulitnya…
Kulit ‘wanita’ dalam bayangan itu penuh dengan noda dan luka, itu saja.. namun yang berdiri di depanku adalah sosoknya dengan kulit yang sudah membusuk dan dipenuhi oleh bentolan-bentolan aneh yang penuh dengan nanah.
“Kamu sudah lihat?” tanyanya
Aku mengangguk perlahan sambil menatapnya.
‘Dia’ menyeringai “Gak usah kasihan” ejeknya dengan seringai jahat.
“Itu udah lama banget… dan aku sudah membalas dendam ke semuanya” desisnya lagi sebelum dia tertawa keras dengan tawa khasnya “KEKEKEKEKEKEKEKEKEKKK”
Kemudian dengan gerakan kilat, dia berpindah hingga jarakku dengannya hanya tinggal kurang lebih setengah meter.
“Kamu tau? Apa yang udah aku lakukan ke semua lelaki-lelaki b*ngsat itu?” bisiknya dengan roman muka yang sangat jahat.
Aku menatapnya dengan diam.
“Sama seperti yang aku udah lakukan ke Brian-mu tercinta” desisnya sebelum kembali tertawa “KEKEKEKEKEKEKEKEKEKEKEKK… SEMUA MATIII!!! COWOK BR*NGSEK YANG HANYA MIKIR NG*N*T SEMUANYA MATIIIII!!!!”
Aku menemukan keberanianku untuk membalas perkataannya “Kamu jahat sekali! Brian tidak bersalah apa-apa”
‘Wanita’ itu berhenti tertawa, kemudian mukanya yang menjijikkan perlahan-lahan mulai ditumbuhi oleh kulit-kulit bersisik kembali.
‘Dia’ mendekatiku sambil tersenyum, kali ini bukan senyum seringai, tapi lebih… lembut? Mungkin…
“Cewek bego… kamu harusnya terimakasih padaku” bisiknya dengan senyumnya yang lembut itu. “Brian-mu itu, Cuma mau ng*nt*tin kamu doang” lanjutnya. Senyum jahat kembali pada wajahnya.
“Bohong!!” kataku.
“Cewek bego.. biar aku kasihtau kamu… aku ini bisa menampakkan diri dan mengganggu siapapun yang aku mau” katanya “tapi biar aku kasihtau kamu yang menarik, aku Cuma bisa mencelakakan orang-orang yang “sama” seperti orang-orang yang sudah mencekalakan aku”
Aku terpana mencerna ucapannya.
“Jadi, cewek bego… Brian-mu tercinta itu cuma tertarik sama badan kamu doang, kamu pikir dia bakalan mau sama cewek gila yang ngaku-ngaku bisa lihat setan?”
Aku masih tidak mampu menjawab apapun..
Seringai jahat itu semakin lebar “Sayangnya dia belum sempet berbuat seperti lelaki-lelaki br*ngsek itu, jadi aku tidak bisa mengambil nyawanya sekalian” katanya dengan senyuman lebar.
“Kamu ini apa sebenarnya? Apa maumu mengganggu aku?” tanyaku
“Ehh? Aku ini sudah menolong kamu loh.. dan aku ini… entahlah, kurasa aku bukan arwah penasaran, AKU JAUH LEBIH KUAT DARIPADA ITU!!! KEKEKEKEKEKEKEKEKEKEKEKEKEK” tawanyanya lagi.
“Pergi!!” teriakku “Tolong jangan ganggu aku”
‘Wanita’ itu hanya terus tertawa dan aku terbangun dengan penuh keringat dingin.
Menurut Elisa, si 'wanita' ini bakal sangat sering muncul di diary dia. Karena sampai saat post ini ditulis, si 'wanita' itu masih sering menggoda Elisa (dan saya juga sih meskipun enggak pernah sampai muncul di mimpi saya apalagi sampai diajak kimpoi.. wew.. amit2 deh)
Sebelumnya juga kami mohon maaf, terkait saat ini Elisa sudah mulai ramai lagi penjualan di toko Onlinenya, mungkin update akan mundur dan tidak bisa di update harian lagi seperti sebelum Lebaran. Mohon maaf sebelumnya, dan Tapi 'Diary' tetap akan berlanjut sampai tidak ada lagi yang mau membacanya, atau sampai batas maksimum Tread (mungkin pindah thread lanjutan kalau sampai kejadian).yang pasti tidak ada kentang diantara kita
Elisa juga mohon maaf atas keterlambatan ini.
Note : Mohon maaf di bagian ini banyak kata-kata yang agak kasar, saya berusaha untuk menyensornya sebisa mungkin. Mohon maaf sekali apabila ada pihak-pihak yang merasa tidak cocok untuk membaca cerita dengan kata-kata demikian.
Spoiler for Part XVI:
17 Maret 2011
Halo Diary…
Aku tidak menyangka akan kembali menulis lembaranmu di pagi hari seperti ini lagi…
Masalahnya… kejadian ini terjadi jam 3 pagi tadi…
‘Dia’ kembali lagi…
Si ‘wanita’ berbaju putih….
Aku terbangun karena suhu membeku di kamarku… dan tadi sedang tidak turun hujan, dan cuaca masih belum cukup dingin untuk membuatku tidur dengan mengenakan pakaian tambahan.
Namun, ketika aku terbangun aku langsung bisa mencium samar-samar bau bangkai dan bunyi ‘Krrssk..Krrsskkk..’
Seperti suara menggaruk..
Aku segera masih mencoba menghilangkan kantuk dari mataku sebelum kudengar suara “..ssshhhh”
Aku mengarahkan mata pada arah suara itu..
Dan ‘Dia’ kembali…
Wanita itu kembali bertengger di atas lemari seperti binatang berkaki empat.
Menatapku sambil menyeringai…
Lalu, perlahan-lahan dia merangkak turun dari atas lemari dengan tangan dan kakinya.
Aku tidak bisa bergerak.
‘Dia’ menghilang ke bawah tempat tidurku.
Kemudian hening…
Entah berapa lama waktu yang berlalu, tapi rasanya begitu lama bagiku…
Tiba-tiba sebuah tangan memegang pergelangan kakiku.
Dalam satu sentakan, tangan itu menarikku turun dari tempat tidurku.
Dan aku duduk bertatap-tatapan dengan wanita itu..
Wajah ‘wanita’ itu masih seperti wajah manusia biasa, namun tetap saja wajah itu kelewat pucat dan kerutan-kerutan seperti kerak bercampur sisik nampak di seluruh permukaan wajahnya.
‘Dia’ mendekatkan wajahnya pada wajahku, “Kiiiiissshhh…” begitu bunyi yang dikeluarkan dari bibirnya yang menyeringai dengan lebar.
“Apa aku cantik?” desisnya.
Aku sangat kaget mendengar pertanyaan itu, sungguh pertanyaan yang tak diduga-duga.
Aku tidak menjawabnya…
Kemudian ‘dia’ semakin mendekatkan wajahnya sambil memiringkan kepalanya, kini seringainya hilang dan berganti dengan tatapan marah “Apa aku cantik?”
Aku masih tidak menjawabnya…
Tepatnya, aku tidak bisa mengeluarkan suara apapun saat itu.
‘Dia’ mencengkram kuat kedua bahuku dengan tangannya, kuku-kukunya yang seperti cakar menembus sedikit kulitku, membuatku meringis kesakitan.
Dan ‘dia’ kembali mendekatkan wajahnya, kini hanya berjarak beberapa senti dari wajahku. Dengan tatapan yang sangat marah dia kembali bertanya “APA AKU CANTIK?” teriaknya.
Aku merasakan kuku-kukunya menancap semakin dalam pada bahuku.. sekuat tenaga aku mencoba untuk mengangguk-nganggukkan kepalaku.
Setelah itu cengkramannya melunak.. dan dia mundur perlahan sambil kembali menyeringai.
“Aku cantik ya?” seringainya.
Kemudian dengan kedua tangannya dia mencakar sedikit wajahnya sehingga kulit-kulitnya yang retak terkelupas.
Perlahan-lahan dia mencakari seluruh wajahnya sampai seluruh kulit yang menutupi wajahnya rontok.
Kini kulit wajahnya sudah seluruhnya rontok, di bawahnya muncul wajah dengan kulit yang hanya bisa kudeskripsikan dengan kulit yang sudah membusuk. Bentolan-bentolan berwarna kuning yang mengeluarkan nanah, dan kulit yang sudah menghijau karena busuk.
“Kalau begini? Apa masih cantik?” tanyanya lagi.
Aku memalingkan muka darinya, wajah itu benar-benar menjijikkan.
“KEKEKEKEKEKEKEKEKKKKK….” ‘dia’ tertawa. Kemudian dengan gerakan cepat, dia merangkak dengan tangan dan kakinya dan melompat keluar jendela, sambil terus tertawa khasnya..
17 Maret 2011 (Malam)
Aku sempat mengira kalau ‘dia’ sudah pergi mencari korban lain setelah mengangguku subuh tadi.
Tapi aku salah…
‘Dia’ kembali lagi setelah jam 6 tadi..
Aku baru saja mandi ketika dia menampakkan dirinya di depan kamar mandiku.
Hampir saja nyawaku melayang karena terjatuh. Selisih beberapa senti saja, kepalaku akan terantuk sisi bak mandi yang tajam.
Kali ini dia tidak repot-repot menyembunyikan wajahnya, dia tampil dengan wajahnya yang sudah membusuk.
Tapi ‘dia’ hanya menyeringai dan mengikutiku.
‘Wanita’ itu sama sekali tidak mengatakan apapun.
Tepat jam 8, tiba-tiba ‘wanita’ itu berteriak histeris, tapi entah mengapa aku merasakan sesuatu ketika mendengarnya, sedih? Seperti saat putus asa atau semacamnya… entahlah.
Kemudian sekali lagi dia merangkak dengan cepat dan menembus pintu depan kostku..
Aku tidak tau apakah dia akan datang lagi nanti subuh…
18 Maret 2011
‘Dia’ sudah menungguku lagi hari ini..
Tapi kembali hanya diam saja melihatku dari ruang tengah seperti kemarin..
Aku tidak terlalu mengindahkannya, semoga dia tidak aneh-aneh lagi hari ini.
Aku segera mengganti bajuku dan berjalan menuju wastafel untuk mencuci mukaku.
Dan dia berdiri tepat di belakangku.
Aku segera membalikkan badanku hingga bertatap-tatapan dengannya.
Benjolan penuh nanah yang berada di wajah ‘wanita’ itu tampak berkedut-kedut.
Namun dia tidak mendekatiku atau apapun, namun ‘dia’ hanya melihatku dengan seringai.
Aku menyerah untuk mandi hari ini, biar besok pagi saja.. ketika dia tidak ada di sini.
Dan seperti biasa, dia menghilang setelah jam 8, namun hari ini dia tidak berteriak, namun dia tertawa dengan tawanya yang khas “KEKEKEKEKEKEKEKEKEKEKEKEKK”
Matanya menunjukkan keliaran dan entahlah.. kesenangan? Aku tidak mengerti…
19 Maret 2011 (Pagi)
‘Dia’ muncul dalam mimpiku semalam…
Dan jujur saja, apa yang dia perlihatkan padaku dalam mimpi membuatku tidak bersemangat untuk melakukan apa-apa pagi ini…
Badanku sangat lemas rasanya..
Dalam mimpiku ‘dia’ datang dengan penampilannya semasa hidup.
Wanita itu sangat cantik, ‘dia’ bercerita padaku kalau semasa hidupnya sebenarnya ‘dia’ adalah wanita yang pendiam.
Pada hari kematiannya, itu adalah pertama kalinya dia menyerah atas ajakan temannya untuk mencoba pergi ke klub.
Dengan dress putih pinjaman temannya, dia mengikuti temannya untuk pergi ke klub untuk pertama dan terakhir kalinya.
‘Dia’ memperlihatkan padaku ingatannya.
‘Dia’ memperlihatkan padaku bagaimana ketika ‘dia’ menolak godaan seorang lelaki di klub itu, yang pada akhirnya mengakibatkan lelaki itu mencegatnya beramai-ramai dengan teman-temannya.
Kemudian ‘dia’ juga memperlihatkan bagaimana dia dirudapaksa beramai-ramai oleh lelaki-lelaki bejat itu, bagaimana ‘dia’ dipukuli berulang-ulang oleh para lelaki itu sembari dirudapaksa dan bagaimana sampai ‘dia’ menghembuskan nafas terakhirnya di aspal di tengah malam, dengan badan penuh luka dan baju compang camping.
Dan begitu tersadar, ‘dia’ berada di tengah-tengah jalan sendirian.
Bagaimana seorang sosok 3 orang lelaki, lelaki berbaju putih, lelaki berbaju hitam dan lelaki berbaju merah datang.
Aku tidak mengerti Bahasa yang dipergunakan ketiga lelaki itu dan si ‘wanita’ untuk berkomunikasi. Terasa asing bagiku.
Kemudian aku melihat ‘wanita’ itu lari dari ketiga lelaki itu.
Semakin ‘dia’ lari menjauh dari para lelaki itu, sosoknya yang semula masih sama seperti sosoknya semasa hidup, cantik dan mengenakan baju dress putih perlahan-lahan menjadi sosok yang hampir sama seperti saat dia meninggal…
Baju-bajunya perlahan mulai compang-camping, luka-luka mulai keluar dari seluruh tubuhnya, luka memar dan luka goresan memenuhi seluruh tubuhnya, darah mengalir deras di kedua kakinya.
Sampai akhirnya sesosok bayangan hitam berwujud seperti asap yang sangat pekat muncul tiba-tiba dan menyergap ‘wanita’ itu…
Kemudian bayangan itu hilang, dan ‘wanita’ itu kemudian muncul di hadapanku. Sosoknya adalah sosok yang sama seperti yang kulihat terakhir dalam bayangan itu, dengan baju compang-camping dan bersimbah darah. Perbedaannya adalah kulitnya…
Kulit ‘wanita’ dalam bayangan itu penuh dengan noda dan luka, itu saja.. namun yang berdiri di depanku adalah sosoknya dengan kulit yang sudah membusuk dan dipenuhi oleh bentolan-bentolan aneh yang penuh dengan nanah.
“Kamu sudah lihat?” tanyanya
Aku mengangguk perlahan sambil menatapnya.
‘Dia’ menyeringai “Gak usah kasihan” ejeknya dengan seringai jahat.
“Itu udah lama banget… dan aku sudah membalas dendam ke semuanya” desisnya lagi sebelum dia tertawa keras dengan tawa khasnya “KEKEKEKEKEKEKEKEKEKKK”
Kemudian dengan gerakan kilat, dia berpindah hingga jarakku dengannya hanya tinggal kurang lebih setengah meter.
“Kamu tau? Apa yang udah aku lakukan ke semua lelaki-lelaki b*ngsat itu?” bisiknya dengan roman muka yang sangat jahat.
Aku menatapnya dengan diam.
“Sama seperti yang aku udah lakukan ke Brian-mu tercinta” desisnya sebelum kembali tertawa “KEKEKEKEKEKEKEKEKEKEKEKK… SEMUA MATIII!!! COWOK BR*NGSEK YANG HANYA MIKIR NG*N*T SEMUANYA MATIIIII!!!!”
Aku menemukan keberanianku untuk membalas perkataannya “Kamu jahat sekali! Brian tidak bersalah apa-apa”
‘Wanita’ itu berhenti tertawa, kemudian mukanya yang menjijikkan perlahan-lahan mulai ditumbuhi oleh kulit-kulit bersisik kembali.
‘Dia’ mendekatiku sambil tersenyum, kali ini bukan senyum seringai, tapi lebih… lembut? Mungkin…
“Cewek bego… kamu harusnya terimakasih padaku” bisiknya dengan senyumnya yang lembut itu. “Brian-mu itu, Cuma mau ng*nt*tin kamu doang” lanjutnya. Senyum jahat kembali pada wajahnya.
“Bohong!!” kataku.
“Cewek bego.. biar aku kasihtau kamu… aku ini bisa menampakkan diri dan mengganggu siapapun yang aku mau” katanya “tapi biar aku kasihtau kamu yang menarik, aku Cuma bisa mencelakakan orang-orang yang “sama” seperti orang-orang yang sudah mencekalakan aku”
Aku terpana mencerna ucapannya.
“Jadi, cewek bego… Brian-mu tercinta itu cuma tertarik sama badan kamu doang, kamu pikir dia bakalan mau sama cewek gila yang ngaku-ngaku bisa lihat setan?”
Aku masih tidak mampu menjawab apapun..
Seringai jahat itu semakin lebar “Sayangnya dia belum sempet berbuat seperti lelaki-lelaki br*ngsek itu, jadi aku tidak bisa mengambil nyawanya sekalian” katanya dengan senyuman lebar.
“Kamu ini apa sebenarnya? Apa maumu mengganggu aku?” tanyaku
“Ehh? Aku ini sudah menolong kamu loh.. dan aku ini… entahlah, kurasa aku bukan arwah penasaran, AKU JAUH LEBIH KUAT DARIPADA ITU!!! KEKEKEKEKEKEKEKEKEKEKEKEKEK” tawanyanya lagi.
“Pergi!!” teriakku “Tolong jangan ganggu aku”
‘Wanita’ itu hanya terus tertawa dan aku terbangun dengan penuh keringat dingin.
Spoiler for Informasi dari Elisa :
Menurut Elisa, si 'wanita' ini bakal sangat sering muncul di diary dia. Karena sampai saat post ini ditulis, si 'wanita' itu masih sering menggoda Elisa (dan saya juga sih meskipun enggak pernah sampai muncul di mimpi saya apalagi sampai diajak kimpoi.. wew.. amit2 deh)
Sebelumnya juga kami mohon maaf, terkait saat ini Elisa sudah mulai ramai lagi penjualan di toko Onlinenya, mungkin update akan mundur dan tidak bisa di update harian lagi seperti sebelum Lebaran. Mohon maaf sebelumnya, dan Tapi 'Diary' tetap akan berlanjut sampai tidak ada lagi yang mau membacanya, atau sampai batas maksimum Tread (mungkin pindah thread lanjutan kalau sampai kejadian).yang pasti tidak ada kentang diantara kita

jenggalasunyi dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Kutip
Balas