- Beranda
- Stories from the Heart
Di ujung jalan
...
TS
3005fm
Di ujung jalan

Prolog cerita dihapus untuk tempat index cerita.
Untuk memudahkan pembacaan cerita dan karena ada beberapa yang request, maka saya bikin list partnya. Setiap part yang udah di update akan langsung dimasukan ke index.
Semoga makin semangat baca ceritanya
Di ujung jalan :
Bab 1 - Wawancara Majalah Food & Travel
Bab 2 - Pameran Seni
Bab 3 - Pertemuan Kedua
Bab 4 - Karyawan Baru
Bab 5 - Mengenal Nata
Bab 6 - Ini Apa ?
Bab 7 - Sakit
Bab 8 - Happiness
Bab 9 - Undefined Feeling
Bab 10 - Penjelasan dan Luka Lama
Bab 11 - Rasa Penasaran
Bab 12 - Something Wrong
Bab 13 - Liar
Bab 14 - Penyakit Bulan
Bab 15 - Egois
Bab 16 - Nekat
Bab 17 - Hurt (again)
Bab 18 - Salah Paham
Bab 19 - Akhir yang Baik
Bab 20 - Finally
Di ujung jalan (Bimo POV) :
Bab 1 - Pertemuan Awal
Bab 2 - Diam-diam
Bab 3 - Kebodohan
Bab 4 - Solo
Bab 5 - Pengakuan
Bab 6 - Shows Her
Bab 7 - Move On
Bab 8 - New Girl
Bab 9 - Nadia
Bab 10 - Jealous
Bab 11 - Jadian
Bab 12 - Kembali
Bab 13 - 1st Anniversary
Bab 14 - Accident
Bab 15 - Lost Her
Diubah oleh 3005fm 15-01-2017 19:24
anasabila memberi reputasi
1
14.4K
117
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•54KAnggota
Tampilkan semua post
TS
3005fm
#29
Di ujung jalan
Bab 11
Rasa Penasaran
Ardi menyusul Nata ke rumahnya. Ia berhutang penjelasan, tapi begitu sampai di depan rumah Nata, nyali Ardi langsung ciut. Ia hanya berdiri di depan pagar tanpa memencet bel. Hampir 15 menit Ardi berdiri tanpa memencet bel, ia bingung harus memulai dari mana.
"Kok kamu gak mencet bel ?"
Sebuah suara memecah lamunan Ardi. Itu suara Nata yang sedang mengendong Jack di bahunya. Perlahan Ardi tersenyum dan kemudian menjawab, "Aku juga baru sampe kok, kamu dari mana ?"
"Habis beliin Jack susu formula. Ayo masuk."
Ardi mengekor Nata masuk lalu kemudia duduk di sofa ruang tamu. "Aku bikinin kamu minum dulu ya, sekalian taro Jack di kamar."
5 menit kemudian Nata kembali sambil meletakan secangkir teh hangat di meja. "Ayo, diminum dulu."
Ardi menyesap tehnya sedikit. Lalu berusaha untuk memulai pembicaraan, "Aku mau ngejelasin sesuatu ke kamu."
"Kamu udah siap ? Gak usah dipaksain kalo emang belum siap. Aku gak masalah nunggu sampe kamu siap ngejelasin ke aku."
"Siap atau enggak itu gak penting, Yang terpenting adalah kamu harus tau yang sebenarnya. Kamu bisa tanya apapun ke aku, dan bakal aku jawab sejujur-jujurnya," kata Ardi sambil membenarkan posisi duduknya.
"Oke... Aku mulai dengan... Tadi cewek itu siapa, Ar ?"
"Itu Bulan, mantan pacar sekaligus sahabat aku di SMA. Dulu kita sempat pacaran dan putus karena dia kuliah di Amerika. Dia gak pernah ngasih aku kabar atau apapun. Tahun-tahun awal pas dia pergi, aku hampir gila. Kerjanya cuma mabok ke club, sampe akhirnya Bimo mukulin aku dan nyadarin kalo aku harus move ondari Bulan. Dan sekarang setelah 8 tahun dia ngilang, dia seenaknya muncul di depan aku...."
"Jadi perasaan kamu ke dia gimana sekarang ? Tanya Nata memotong penjelasan Ardi.
"Entahlah... aku juga bingung. Di satu sisi aku benci sama dia, karena dia ngilang tanpa kabar terus muncul tiba-tiba. Tapi di sisi lain aku seneg karena keadaan dia baik-baik aja."
"Kamu masih sayang sama dia, Ar ?"
"Mungkin sayang sebagai sahabat. Tapi kalo lebih dari itu, kamu tau perasaan aku. Aku lebih sayang kamu."
"Aku juga sayang kamu," kata Nata sambil tersenyum.
"Aku minta maaf kalo aku baru bisa cerita sekarang..."
"Its okay, yang penting aku udah tau kamu gimana sekarang."
***
Besoknya Ardi kembali membuka kedainya setelah mengambil izin libur selama 2 hari. Bimo sendiri mengerti keadaan Ardi, dan membiarkan sahabatnya liburan sejenak.
"Hei Bro, kusut banget muka lo. Udah mau nikah juga..."
"Sialan lo. Iya nih... gue lagi banyak pikiran."
Bimo mengambil tempat duduk berhadapan dengan Ardi, ia tau bahwa sahabatnya perlu dipancing agar mau bercerita. "Lo berantem sama Nata ?"
Ardi menggeleng. "Enggak. Kami baik-baik aja. Ini soal Bulan...."
"STOP ! Gue gak mau lo setengah idup kayak dulu .... Lo selalu gini pas ngomongin cewek itu."
"Dengerin gue dulu Bim... Kemaren lusa, Bulan muncul di depan rumah gue, dan pas itu ada Nata. Tapi bukan itu masalahnya... Nata terima penjelasan gue..."
"Terus ? Gue gak melihat ada masalah di sini. Kalo cewek itu dateng buat bikin lu kayak dulu... mening lu jauh-jauh deh."
"Masalahnya adalah... gue masih penasaran alesan dulu dia pergi selama 8 tahun. Dia juga gak ninggalin surat atau apapun, dia gak bales semua pesan dari gue..."
"Apa pas lo tau alesan Bulan .... Lu bakal balik lagi sama dia ?"
"Gila lo ! Ya enggaklah... Gue mau married sama Nata."
"Get it ? Jadi percuma lu inget-inget juga. Itu hanya bakal bikin lu inget-inget luka lama. Mening sekarang lu fokus persiapin nikahan lu ntar. Gue yakin Nata juga bakal sedih kalo ternyata lu masih kayak gini."
Bimo meninggalkan Ardi yang hanya bisa tertegun mendengar ucapannya. Ardi tau semua ucapan Bimo ada benarnya, tetapi entah kenapa Ardi merasa ada sesuatu dibalik alasan Bulan yang menghilang selama 8 tahun tanpa kabar.
Diubah oleh 3005fm 15-07-2016 11:12
0