Kaskus

Story

pfapbAvatar border
TS
pfapb
Terima Kasih,Telah Mengajarkanku Untuk Kuat Tanpamu [Real Story]
Terima Kasih,Telah Mengajarkanku Untuk Kuat Tanpamu [Real Story]

Halo agan-sist semua! Sebelumnya gue jarang ngeposting atau jadi SILENT READERdisini. Gue mau coba buat cerita tentang kehidupan pribadi gue sendiri,ya walaupun mungkin dari cerita ini banyak yang absurd atau "mungkin" banyak dibuat-buat. Tapi percayalah ini semua yang gue tuliskan berdasarkan kehidupan pribadi gue sendiri.


Dari pengalaman yang udah gue jalanin maupun yang "belum gue jalanin" semua pasti gue tulis dithread ini. Dan mohon maaf juga kalau tulisan gue ini kurang menarik atau tata cara penulisannya masih kurang mohon maklum karena gue sendiri juga bukan penulis yang hebat seperti seorang Raditya Dika .


Dan dalam cerita ini,gue sendiri bakal memakai nama asli tokohnya. Ya walaupun nanti ada yang harus gue samarkan namanya sih (emoticon-Hammer)
Karena gue juga mau menjaga reputasi orang lain,jangan sampai reputasi orang tersebut jelek dimata agan/sist kaskuser semua emoticon-Big Grin



RULES (sewaktu-waktu dapat berubah)
  1. Dilarang "KEPO"
  2. Ikutin rules yang berlaku di SFTH


LIST
Quote:
Diubah oleh pfapb 15-07-2016 06:04
anasabilaAvatar border
delia.adelAvatar border
delia.adel dan anasabila memberi reputasi
2
19.5K
91
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
pfapbAvatar border
TS
pfapb
#58
Part 4 [ Hari Pertama Sekolah ]
Hari itu cepat berlalu hingga kemudian datanglah hari baru.Saat itu cuaca dipagi hari cerah dan berawan penuh dengan suara kendaraan. Gue tinggal di rumah yang berada dipinggir jalan,rumah gue bukan berada di dalam gang ataupun dikomplek.Ketika itu gue berangkat sekolah di anterin bokap,karena dulu gue belum dikasih ijin untuk naik motor buat berangkat ke sekolah.

Sebelum berangkat ke sekolah gue sempetin dulu buat berkaca,untuk merapikan penampilan gue biar gak kusam dan dekil hehe . Gak nyangka udah jadi anak SMA aja gue dalam hati berbicara . Sampai disekolah,gue langsung melihat papan pengumuman untuk mengetahui pembagian kelas. Nama gue ada dikelas X Akuntasi II yang berada di lantai 4,lantai paling atas. Sedangkan,untuk ke kelas gue dari papan pengumuman itu gak jauh-jauh banget,karena papan pengumuman itu ada dilantai 3.

Ohiya,sekolah gue itu terbagi dalam 2 bagian,yaitu SMK dan SMA. Walaupun begitu SMK dan SMA tetap satu gedung yang sama,cuma beda lantai aja. Sesampainya di kelas,gue ketemu temen mos gue yang dulu satu kelompok,gue duduk bareng sama dia dibarisan paling belakang ya walaupun akhirnya saat guru datang tempat duduk gue diatur sama guru dan malah jadi dibarisan paling depan huft.

Baru awal masuk sekolah aja gue udah dikerjain,bagaimana tidak saat kelas 1 SMK dulu gue yang paling kecil dan paling dekil deh pokoknya,ini gue jujur lho. Ada seorang guru,namanya Bu Pestaria biasa dipanggil Bu Pesta atau Bu Pes,saat itu beliau mengisi kekosongan kelas gue yang gurunya belum ada,ya itung-itung dia juga buat memperkenalkan diri.

Dia guru agama Kristen,iya pelajaran agama Kristen dia yang jadi gurunya,ya kali dia jadi muridnya garing woy! . Saat itu kelas gue belum ada jadwalnya,dan gue yang duduk dibarisan paling depan bersama Dzulfikar atau biasa di sebut Fikar disuruh buat meminta jadwal di ruang guru. Sebelumnya ada percakapan antara gue dan Bu Pesta .

“Coba itu yang kecil imut tolong minta jadwal ke ruang guru” kata Bu Pes sambil merayu
“ Siapa bu? Saya bukan!?” ucap gue sembari kebingungan
“ Iya kamu,yang kecil dan ganteng. Kamu namanya siapa kalau Ibu boleh tau?” Kata Bu Pes sambil melangkah menghampiri tempat duduk gue.
“ Saya gak ganteng bu,saya mah jelek” ucap gue sambil malu-malu
“ Kamu ini ganteng lho,coba kamu berdiri dulu di dekat Ibu. Anak-anak,lihat teman kamu ini,dia ganteng kan? Kecil,imut pula” sambil melihat ke arah anak-anak dan sambil ketawa-ketiwi.
“Engga Bu…Hahaha” jawab anak-anak serentak sambil ketawa penuh kepuasan.

Wah,sial banget! Hari pertama sekolah udah di bikin malu sama guru sendiri. Ohiya,yang namanya Bu Pes itu tampangnya rada seram,tapi suaranya lembut. Beliau sangat di segani lho biarpun begitu. Dan akhirnya,gue langsung keluar kelas untuk menuju ke ruang guru buat meminta jadwal pelajaran dengan penuh rasa malu dan emosi,tapi sedikit hahaha!
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.