- Beranda
- Stories from the Heart
Why Should I Love You ? (True Story)
...
TS
whykevin
Why Should I Love You ? (True Story)
Holla gan, lama jadi silent reader gue pengen coba cerita sedikit tentang pengalaman gue sewaktu sekolah dulu, it is all about love. Disini semua nama gue samarkan kecuali nama gue sendiri dan nama panggilan joe joe. oh ya gan gue ini newbie di kaskus, gue minta saran sama bantuan-nya ya thanks. terus masalah update gue gak bisa nentuin kapan2nya... sorry juga kalo tulisannya acak-acakan hehe. so... let's get start!
Ilustration girls character.
All picture here bukan foto asli mereka, itu cuma foto foto yang gue dapat dari sosmed, gue cari yang semirip mungkin dengan postur tubuh, warna kulit, dan bentuk wajah berdasarka character asli. dan menurut gue ini semua sudah yang paling resemble. terus foto foto yang gue pajang disini hanya sekedar untuk ilustrasi dan untuk imajinasi pembaca agar semakin bermain, gakada niatan lain. satu lagi menurut gue foto yang paling persis mirip disini adalah foto untuk character natasha dan chika.
Spoiler for Index:
Ilustration girls character.
All picture here bukan foto asli mereka, itu cuma foto foto yang gue dapat dari sosmed, gue cari yang semirip mungkin dengan postur tubuh, warna kulit, dan bentuk wajah berdasarka character asli. dan menurut gue ini semua sudah yang paling resemble. terus foto foto yang gue pajang disini hanya sekedar untuk ilustrasi dan untuk imajinasi pembaca agar semakin bermain, gakada niatan lain. satu lagi menurut gue foto yang paling persis mirip disini adalah foto untuk character natasha dan chika.
Spoiler for Natasha:
Spoiler for Chika:
Spoiler for Salsa:
Spoiler for Febi:
Spoiler for Ayu:
Spoiler for Sarah:
Spoiler for Sally:
Diubah oleh whykevin 14-07-2016 09:26
0
44.6K
236
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
whykevin
#185
Part 19 - Lupain, sal.
Suatu siang yang cerah di kota bandung, saat itu disekolah... waktu jam terakhir, jam pelajaran olahraga. cukup melahkan memang berolahraga di bawah naungan terik matahari yang panasnya membakar kulit. sungguh, unlucky-nya kelas kami dapat jadwal pelajaran olahraga di jam terakhir... tapi ya sudah lah.
tetes-tetes keringat mengalir deras dari sekitar jidat, sebagian melewati batang hidung, dan sebagian lain melewati pipi, hingga berakhir di ujung dagu dan menetes ke tanah. nafas gue yang terengah engah menandakan tenaga yang cukup terkuras waktu itu. "Huftt!! Huftt!! Hufttttt!" bagaimana gak cape, panas panas gini kelas kami olahraga fisik, seperti lari, push up, sit up dan lain lain yang gue lupa namanya. biasanya olahraga fisik hanya dilaksanakan 1semester 1x.
Setelah semua selesai gue duduk berteduh di pinggir lapang, sekedar untuk mengobati rasa lelah, sambil merasakan tiap hembusan angin sejuk yang menabrak wajah berulang ulang. belum lama gue duduk, dari kejauhan gue lihat chika berjalan menghampiri lalu duduk di sebelah gue. sementara kawan kawan gue yang lain masih berada di lapang.
"sendiri terus" ujarnya sambil menepuk bahu gue
gue melirik sebentar ke arahnya lalu berkata "sekarang sih ada kamu"
"he he... eh vin, ke kantin yuk" ajaknya
"yuk"
Kami berdua beranjak dari duduk dan mulai berjalan menuju kantin sekolah, sesampainya disana kami segera membeli minuman.
"GLUKK.. GLUKK.. GLUKK.."
Kira kira seperti itu suara air minum yang masuk melewati kerongkongan. haahhhh! lepas semua dahaga. tak lama teman teman gue yang lain datang, lalu disusul oleh salsa. jujur, kejadian beberapa hari yang lalu membuat kami berdua jadi saling diam.. seperti enggan untuk menyapa atau mengobrol akrab satu sama lain seperti sebelumnya, hanya seperlunya saja.
"eh ada salsa" ujar dimas
"apa dim?"
"traktir dong"
"ih ! nggak mau, emangnya siapa aku? ibumu juga bukan"
"jadi ibu tiri juga gak apa apa kalau mau"
terdengar suara tawa dari teman teman gue.
"boleh, tapi aku ceburin dulu ke sumur!"
"mamah jahatt" ujar dimas dengan suara seakan dia sedih
"pah, mamah jahat" lanjutnya sambil melirik ke arah jojo seakan dia sedang mengadu
"udah lah mah, kasian kan anak kita ini" ujar jojo seolah dia adalah suami dari salsa
"ih apaan sih kalian haha" ucap salsa
"otak mereka sakit kali abis panas panasan" timpal ayu
"Ha ha ha" kami semua tertawa serentak saat itu. gue lihat sesekali salsa melirik sebentar ke arah gue di sela sela tertawaannya.
"yu ah balik, kedeung deui oge bel" ujar randi (yu ah pulang, bentar lagi juga bel)
Kami semua beranjak pergi dari kantin menuju kelas. gue pulang minta di antar oleh jojo waktu itu, kami berjalan menunju parkiran sekolah sambil mengobrol ria. baru saja beberapa langkah dari kelas ada seseorang yang memanggil gue, itu suara salsa.
"vin.. vin.. tunggu" panggilnya sambil berjalan cepat untuk menyusul gue. gue membalikan badan kebelakang dan melihatnya.
"eh salsa, ada apa?"
"kamu hari ini ada acara?"
gue terdiam seolah sedang mengingat ingat sesuatu.
"gak ada kayaknya, emangnya ada apa?"
"wah ini sih bakal lama, gue nunggu di parkiran ya vin" ujar jojo
"iya jo"
jojo melangkah meninggalkan kami berdua.
"jadi? ada apa sal?" tanya gue
Salsa ngajak gue makan waktu itu, dia yang traktir, katanya untuk ucapan maaf atas kejadian kemarin, awalnya sih gue nyari alasan untuk menolak, dengan sedikit paksaan akhirnya gue kalah juga. gue berjalan bersama salsa menuju parkiran, disana gue bertemu jojo yang sedang duduk di atas motornya.
"panas nih! mau balik gak lu?" tanya-nya
"duluan aja, gue ada urusan sebentar"
"yeh dari tadi kek bilangnya"
"iya sorry"
jojo pun pergi memacu motornya, sementara gue dan salsa pergi kesalah satu tempat makan yang berada di salah satu mall di pusat kota bandung. gue memesan makan berat, secara gue belum makan siang waktu itu, sama halnya juga dengan salsa. setelah menghabiskan semua makanan kami berdua duduk sebentar sambil mengobrol.
"vin aku harap kamu lupain kejadian itu" ucap salsa
"........." gue terdiam, gue sama sekali gak tau harus jawab apa
"aku gak mau sikap kamu berubah sama aku" lanjutnya dengan suara agak pelan sambil menundukan kepalanya sedikit dengan tangan yang mengaduk aduk pelan sisa air kuah sup ayam di mangkuk. jujur gue jadi agak kasian sama salsa. kayaknya dari kemarin dia memikirkan hal tentang itu.
"iya sal, udah gak aku fikirin kok"
".........." dia hanya tersenyum ke arah gue.
"hmmm, gini deh sal, kita ulangin lagi aja?" gue berusaha mencairkan suasana
"hah? maksud kamu ulangin ....."
"eh eh bukan itu, maksud aku kita ulangin lagi semua dari awal"
"aku gak ngerti"
gue menyodorkan tangan ke arahnya, mengajak bersalaman.
dengan wajah kebingungan, salsa mememang tangan gue dengan tangan kanannya. kami berdua bersalaman.
"kevin" ucap gue
"sal.. salsa.." ucapnya
"salam kenal"
"iya"
"kayaknya kita pernah ketemu deh, tapi dimana ya?" gue seolah tidak mengenal salsa. dia tersenyum menahan tertawa.
"kamu sekolah dimana?" tanya gue
"di SMAN * bandung"
"eh kok sama? kelas apa?"
"X5"
"nah loh, sama juga?"
"Ha ha ha!"
"kamu kenal chika? ayu? jojo?"
"kenal" jawabnya sambil tersenyum
"kok aku bisa gak kenal kamu ya?"
"mungkin aku gaib"
"mungkin"
kami mengobrol dan tertawa waktu itu, sekitar 30menit lamanya akhirnya kami memutuskan untuk pulang. salsa mengantar gue pulang. boleh di bilang kejadian kemarin dilanjutkan dengan permintaan maaf-nya malah membuat kami menjadi lebih akrab. ya entahlah, tapi itu yang gue rasakan. kami pun sampai di depan rumah gue. salsa tidak mampir, dan segera pulang, di depan kami mengobrol sebentar.
"vin, makasih.. tadi seru"
"Iya sal hehe"
"besok sekolah ya vin?"
"kenapa emangnya?" tanya gue
"ya nggak.. sekolah aja.."
"iya aku sekolah kok besok"
"yaudah aku pulang"
"hati hati sal"
"iya"
salsa mulai memacu pelan mobilnya, dari arah berlawanan gue lihat natasha berjalan menyusuri trotoar komplek ke arah gue, kalo gue boleh tebak pasti dia dari rumah oma. dia berpapasan dengan salsa yang berada di dalam mobil, salsa menghentikan mobilnya lalu menurunkan jendela kaca mobilnya dan menyapa natasha. mereka hanya berbincang bincang sebentar, lalu natasha kembali berjalan ke arah gue.
"dari mana?" tanya-nya
"makan makan"
"ohh..."
"kamu dari mana?"
"dari rumah oma, bikin kue"
"emang bisa?"
"nggak.... di bantuin si bibi tadi, nih buat kamu"
"ini bikinan kamu?"
"iya"
"semoga enak yaaa" ucap gue sedikit meledek
"ih ! yaudah balikin lagi sini"
"eh jangan jangan, enak gak enak kalo buatan kamu tetep aku makan kok"
"........." dia tersenyum
"kalo enak, bikinin lagi ya.." pinta gue dengan nada suara menggoda
"kalo gak enak?"
"ya belajar lagiii"
"Ha ha ha ha!" dia tertawa" emm, vin.... salsa itu gimana sih?" lanjutnya
"salsa? oh, masih"
"masih? masih apa?"
"masih perempuan"
"ih ! Ha ha ha!" dia memukul pelan pundak gue "aku pulang deh, kamu itu gak nyambung" lanjutnya
"pulang kemana?" tanya gue
"ya kerumah aku lah!"
"gak kerumah aku? rumah aku rumah kamu juga kan hehe"
"ih apaan sih vin kamu" dia tersenyum "aku pulang ya dah!" dia membalikan badan dan berjalan ke rumahnya.
Waktu itu baru sekitar jam 4, gue pergi untuk mandi, badan gue terasa gatal oleh keringat bekas olahraga disekolah tadi, setelah selesai dari pada bosan diam dirumah gue ajak sally jalan jalan, seperti biasa hanya keliling komplek saja. hingga warna langit berubah menjadi oranye, begitu pula warna cahaya yang di pantulkan ke permukaan bumi. pertanda gue harus segera pulang. dirumah gue menghabiskan waktu di kamar sambil mencicipi kue cheese cake buatan natasha, rasanya..... ya not bad lah untuk seorang pemula, hingga tanpa sadar gue terlelap. pengalaman dengan salsa itu memang bukan pengalaman yang baik, tetapi sungguh... kejadian itu sangat sulit untuk dilupakan, sangatt sulit!
tetes-tetes keringat mengalir deras dari sekitar jidat, sebagian melewati batang hidung, dan sebagian lain melewati pipi, hingga berakhir di ujung dagu dan menetes ke tanah. nafas gue yang terengah engah menandakan tenaga yang cukup terkuras waktu itu. "Huftt!! Huftt!! Hufttttt!" bagaimana gak cape, panas panas gini kelas kami olahraga fisik, seperti lari, push up, sit up dan lain lain yang gue lupa namanya. biasanya olahraga fisik hanya dilaksanakan 1semester 1x.
Setelah semua selesai gue duduk berteduh di pinggir lapang, sekedar untuk mengobati rasa lelah, sambil merasakan tiap hembusan angin sejuk yang menabrak wajah berulang ulang. belum lama gue duduk, dari kejauhan gue lihat chika berjalan menghampiri lalu duduk di sebelah gue. sementara kawan kawan gue yang lain masih berada di lapang.
"sendiri terus" ujarnya sambil menepuk bahu gue
gue melirik sebentar ke arahnya lalu berkata "sekarang sih ada kamu"
"he he... eh vin, ke kantin yuk" ajaknya
"yuk"
Kami berdua beranjak dari duduk dan mulai berjalan menuju kantin sekolah, sesampainya disana kami segera membeli minuman.
"GLUKK.. GLUKK.. GLUKK.."
Kira kira seperti itu suara air minum yang masuk melewati kerongkongan. haahhhh! lepas semua dahaga. tak lama teman teman gue yang lain datang, lalu disusul oleh salsa. jujur, kejadian beberapa hari yang lalu membuat kami berdua jadi saling diam.. seperti enggan untuk menyapa atau mengobrol akrab satu sama lain seperti sebelumnya, hanya seperlunya saja.
"eh ada salsa" ujar dimas
"apa dim?"
"traktir dong"
"ih ! nggak mau, emangnya siapa aku? ibumu juga bukan"
"jadi ibu tiri juga gak apa apa kalau mau"
terdengar suara tawa dari teman teman gue.
"boleh, tapi aku ceburin dulu ke sumur!"
"mamah jahatt" ujar dimas dengan suara seakan dia sedih
"pah, mamah jahat" lanjutnya sambil melirik ke arah jojo seakan dia sedang mengadu
"udah lah mah, kasian kan anak kita ini" ujar jojo seolah dia adalah suami dari salsa
"ih apaan sih kalian haha" ucap salsa
"otak mereka sakit kali abis panas panasan" timpal ayu
"Ha ha ha" kami semua tertawa serentak saat itu. gue lihat sesekali salsa melirik sebentar ke arah gue di sela sela tertawaannya.
"yu ah balik, kedeung deui oge bel" ujar randi (yu ah pulang, bentar lagi juga bel)
Kami semua beranjak pergi dari kantin menuju kelas. gue pulang minta di antar oleh jojo waktu itu, kami berjalan menunju parkiran sekolah sambil mengobrol ria. baru saja beberapa langkah dari kelas ada seseorang yang memanggil gue, itu suara salsa.
"vin.. vin.. tunggu" panggilnya sambil berjalan cepat untuk menyusul gue. gue membalikan badan kebelakang dan melihatnya.
"eh salsa, ada apa?"
"kamu hari ini ada acara?"
gue terdiam seolah sedang mengingat ingat sesuatu.
"gak ada kayaknya, emangnya ada apa?"
"wah ini sih bakal lama, gue nunggu di parkiran ya vin" ujar jojo
"iya jo"
jojo melangkah meninggalkan kami berdua.
"jadi? ada apa sal?" tanya gue
Salsa ngajak gue makan waktu itu, dia yang traktir, katanya untuk ucapan maaf atas kejadian kemarin, awalnya sih gue nyari alasan untuk menolak, dengan sedikit paksaan akhirnya gue kalah juga. gue berjalan bersama salsa menuju parkiran, disana gue bertemu jojo yang sedang duduk di atas motornya.
"panas nih! mau balik gak lu?" tanya-nya
"duluan aja, gue ada urusan sebentar"
"yeh dari tadi kek bilangnya"
"iya sorry"
jojo pun pergi memacu motornya, sementara gue dan salsa pergi kesalah satu tempat makan yang berada di salah satu mall di pusat kota bandung. gue memesan makan berat, secara gue belum makan siang waktu itu, sama halnya juga dengan salsa. setelah menghabiskan semua makanan kami berdua duduk sebentar sambil mengobrol.
"vin aku harap kamu lupain kejadian itu" ucap salsa
"........." gue terdiam, gue sama sekali gak tau harus jawab apa
"aku gak mau sikap kamu berubah sama aku" lanjutnya dengan suara agak pelan sambil menundukan kepalanya sedikit dengan tangan yang mengaduk aduk pelan sisa air kuah sup ayam di mangkuk. jujur gue jadi agak kasian sama salsa. kayaknya dari kemarin dia memikirkan hal tentang itu.
"iya sal, udah gak aku fikirin kok"
".........." dia hanya tersenyum ke arah gue.
"hmmm, gini deh sal, kita ulangin lagi aja?" gue berusaha mencairkan suasana
"hah? maksud kamu ulangin ....."
"eh eh bukan itu, maksud aku kita ulangin lagi semua dari awal"
"aku gak ngerti"
gue menyodorkan tangan ke arahnya, mengajak bersalaman.
dengan wajah kebingungan, salsa mememang tangan gue dengan tangan kanannya. kami berdua bersalaman.
"kevin" ucap gue
"sal.. salsa.." ucapnya
"salam kenal"
"iya"
"kayaknya kita pernah ketemu deh, tapi dimana ya?" gue seolah tidak mengenal salsa. dia tersenyum menahan tertawa.
"kamu sekolah dimana?" tanya gue
"di SMAN * bandung"
"eh kok sama? kelas apa?"
"X5"
"nah loh, sama juga?"
"Ha ha ha!"
"kamu kenal chika? ayu? jojo?"
"kenal" jawabnya sambil tersenyum
"kok aku bisa gak kenal kamu ya?"
"mungkin aku gaib"
"mungkin"
kami mengobrol dan tertawa waktu itu, sekitar 30menit lamanya akhirnya kami memutuskan untuk pulang. salsa mengantar gue pulang. boleh di bilang kejadian kemarin dilanjutkan dengan permintaan maaf-nya malah membuat kami menjadi lebih akrab. ya entahlah, tapi itu yang gue rasakan. kami pun sampai di depan rumah gue. salsa tidak mampir, dan segera pulang, di depan kami mengobrol sebentar.
"vin, makasih.. tadi seru"
"Iya sal hehe"
"besok sekolah ya vin?"
"kenapa emangnya?" tanya gue
"ya nggak.. sekolah aja.."
"iya aku sekolah kok besok"
"yaudah aku pulang"
"hati hati sal"
"iya"
salsa mulai memacu pelan mobilnya, dari arah berlawanan gue lihat natasha berjalan menyusuri trotoar komplek ke arah gue, kalo gue boleh tebak pasti dia dari rumah oma. dia berpapasan dengan salsa yang berada di dalam mobil, salsa menghentikan mobilnya lalu menurunkan jendela kaca mobilnya dan menyapa natasha. mereka hanya berbincang bincang sebentar, lalu natasha kembali berjalan ke arah gue.
"dari mana?" tanya-nya
"makan makan"
"ohh..."
"kamu dari mana?"
"dari rumah oma, bikin kue"
"emang bisa?"
"nggak.... di bantuin si bibi tadi, nih buat kamu"
"ini bikinan kamu?"
"iya"
"semoga enak yaaa" ucap gue sedikit meledek
"ih ! yaudah balikin lagi sini"
"eh jangan jangan, enak gak enak kalo buatan kamu tetep aku makan kok"
"........." dia tersenyum
"kalo enak, bikinin lagi ya.." pinta gue dengan nada suara menggoda
"kalo gak enak?"
"ya belajar lagiii"
"Ha ha ha ha!" dia tertawa" emm, vin.... salsa itu gimana sih?" lanjutnya
"salsa? oh, masih"
"masih? masih apa?"
"masih perempuan"
"ih ! Ha ha ha!" dia memukul pelan pundak gue "aku pulang deh, kamu itu gak nyambung" lanjutnya
"pulang kemana?" tanya gue
"ya kerumah aku lah!"
"gak kerumah aku? rumah aku rumah kamu juga kan hehe"
"ih apaan sih vin kamu" dia tersenyum "aku pulang ya dah!" dia membalikan badan dan berjalan ke rumahnya.
Waktu itu baru sekitar jam 4, gue pergi untuk mandi, badan gue terasa gatal oleh keringat bekas olahraga disekolah tadi, setelah selesai dari pada bosan diam dirumah gue ajak sally jalan jalan, seperti biasa hanya keliling komplek saja. hingga warna langit berubah menjadi oranye, begitu pula warna cahaya yang di pantulkan ke permukaan bumi. pertanda gue harus segera pulang. dirumah gue menghabiskan waktu di kamar sambil mencicipi kue cheese cake buatan natasha, rasanya..... ya not bad lah untuk seorang pemula, hingga tanpa sadar gue terlelap. pengalaman dengan salsa itu memang bukan pengalaman yang baik, tetapi sungguh... kejadian itu sangat sulit untuk dilupakan, sangatt sulit!
0