Quote:
Ketika ane nulis bagian penutup atau Outro dari thread ini, ane milih sebuah lagu berjudul Reste Avec Moi dari penyanyi favorit baru ane; Danilla Riyadi. Jadi ane pikir mungkin jika agan-agan semua membaca Outro, lagu tersebut adalah sebuah soundtrack yang tepat. Lagu tersebut juga ane lampirkan di sini, jadi silakan didengarkan jika berkenan.
Quote:
Lega sekali rasanya, akhirnya ane bisa nyelesain thread ini dan memenuhi janji ane kepada agan-agan semua. Baik reader yang aktif ngomen, ngasih masukan, ngasih rate dan selalu ngingetin ane buat update, ataupun para silent reader yang masih juga enggan menunjukkan keberadaannya sampe saat ini.
Sedikit flashback ke belakang, awal ane punya pikiran buat nulis cerita ini di Kaskus adalah ketika ane ngikutin thread legend karya agan Genta, Keluarga Tak Kasat Mata. Dari situ ane juga kenal sama forum Stories From The Heart ini, yang lalu memunculkan ide di kepala ane bahwa mungkin SFTH adalah media paling tepat untuk sharing tentang kisah yang ane kasih judul What's Left in Kudus?ini.
Quote:
Terimakasih ane ucapin kepada temen-temen yang udah bantuin ane buat nginget-nginget beberapa momen yang ane sendiri udah lupa; Ada Timi, Risma, Arda, Susan, Indra, Mita dan Izza. Juga terutama sekali buat Lidya, yang mau berbaik hati memberikan ijin ke ane buat nulis cerita ini. FYI aja, kalo aja nama-nama di atas tadi enggak mau ngasih ijin ke ane buat nulis kisah-kisah masa lalu yang menyangkut mereka, thread ini pasti cuma akan bertahan gak sampai part 5. I owe a lot to you all, my beloved friends!!
Dan juga terima kasih plus tinggi hormat ane haturkan kepada para reader yang sudah ngasih komen, rate, krisar...buat yang selalu ngingetin ane dan nagih update-an dari ane...sampe buat yang cuman baca aja tanpa nongolin kepalanya alias SR. Tanpa kalian, mungkin semangat ane nulis udah mati dari awal-awal. Semoga cerita ini bisa menghibur agan-agan semuanya.
Quote:
Lalu..untuk Ladya. Maaf saya enggak bisa nyeritain segamblang mungkin tentang dirimu, karena menurut Lidya enggak semua kisah tentangmu patut di share kepada semua orang. Tapi yang jelas, saya sudah menceritakan kisah tentang kita. Tentang kamu, saya, dan semua orang yang menjadi bagian dari ini semua. Lidya cerita ke saya, bahwa dia selalu percaya bahwa kamulah (dari surga sana) yang menuntun saya dan Lidya menuju sebuah pertemuan, yang lalu menyibakkan semuanya. Walaupun hanya beberapa saat saja kita berada dalam satu ruang dan waktu yang sama, kamu akan tetap menjadi sosok yang spesial dalam timeline hidup saya. Selalu...
Ladya, kamu yang damai ya, di sana?
Quote:
Ada orang bijak bilang, let the story just be the story. Karena kadang mencari tahu lebih, itu tidaklah baik. Ane berharap agan-agan semua bisa menerima dan menikmati What's Left in Kudus?ini sebagai sebuah kisah semata. Nama dan identitas seluruh tokoh tetap ane samarkan, karena alasan privasi. Terutama menyangkut si kembar Ladya dan Lidya. Ane enggak mau menyakiti atau menyinggung keluarga mereka, apalagi Lidya sudah wanti-wanti dari awal untuk tetap menjaga privasi dan tidak sampai melanggar batas. Beberapa kali bahkan Lidya ngajakin ketemuan ane dan maksa ane buat berhenti nulis karena khawatir dengan dinamika yang terjadi di thread ini. Untungnya ane selalu bisa yakinin dia kalo semuanya masih berada di dalam jalur, sampai kisah ini kelar. Harap dimaklumi gan, soalnya Lidya ini kenalnya cuman medsos-medsos kekinian doang.
Quote:
Terakhir, ane ada rencana untuk nulis cerita lagi di forum SFTH ini. Storyline-nya baru tersusun 50%, jadi emang butuh waktu sebelum siap untuk dibikinin thread. Yang jelas cerita berikutnya bakal bedaaaaa banget sama What's Left in Kudus?. Kisah fiksi sih, tapi bahannya ane angkat dari kisah nyata.
Sekali lagi ane ucapin banyak-banyak terima kasih, dan sampai jumpa di thread ane berikutnya. Salam!
~ SELESAI ~