- Beranda
- Stories from the Heart
[BASED ON TRUE STORY] WHAT'S LEFT IN KUDUS..
...
TS
User telah dihapus
[BASED ON TRUE STORY] WHAT'S LEFT IN KUDUS..
![[BASED ON TRUE STORY] WHAT'S LEFT IN KUDUS..](https://s.kaskus.id/images/2016/05/01/6614032_20160501020106.jpg)
Quote:
Hallo agan-agan penghuni forum SFTH, sebelumnya ane mau minta permisi dulu sama para sesepuh dan penghuni forum sini, mengingat ini adalah trit pertama ane di mari sebagai seorang newbie. Jangan ragu ngingetin ane kalo ada salah-salah.
Cerita (atau lebih tepatnya curhatan) yang bakal ane tulis di trit ini adalah secuil kisah yang pernah terjadi dalam timeline hidup ane. Kisahnya sendiri nanti akan bercerita tentang obsesi ane kepada seseorang (cewek spesifiknya) dan obsesi itu sampe bikin ane nekat ngelakuin hal yang gak pernah ane pikirin sama sekali. Tapi santai aja gan, ane bukan psikopat dan cerita ini bukan soal psikopat ato bunuh-bunuhan gitu. Agak mirip sama kisah cinta, tapi enggak bisa dibilang kisah cinta juga. Bingung? Makanya baca aja gan ampe cerita ane kelar.
Quote:
Selamat menikmati dan semoga bisa menghibur agan-agan semua...
Spoiler for Silakan dibaca sebelum masuk ke cerita:
"DIDEDIKASIKAN UNTUK GADIS BERMATA SEPI, YANG MENJADI ALASAN UTAMA TS MENULIS CERITA INI."
Diubah oleh User telah dihapus 17-07-2016 20:01
hsajie dan 14 lainnya memberi reputasi
11
42.1K
259
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
User telah dihapus
#224
BAGIAN 26
"Apa yang sudah cukup itu memang sudah cukup, Lembah. Jangan nyari lebih jauh lagi." Nasehat dari Timi itu kembali terngiang di telinga ane. Ane enggak tahu apakah nasehat itu benar atau salah, yang jelas kalo ane nurutin Timi jauh-jauh hari, ane enggak akan pernah berdiri di tempat ini. Ane enggak akan pernah tahu semua ini. Dan mungkin, ane enggak akan pernah nulis thread ini di Kaskus.
Ya, agan-agan. Kita seharusnya sudah berada di akhir cerita 'What's Left in Kudus?'saat ini. Ketika tepat tiga hari sebelum keberangkatan menuju Morowali, ane sedang berdiri di suatu tempat, menghadap langit sore dan membiarkan angin menerpa wajah ane, itulah titik akhir dari kisah panjang berjumlah 26 bagian ini. Titik akhir, dimana ane udah nemuin sebuah jawaban atas obsesi tiga tahun ane. Jawaban yang menuntaskan segalanya, hingga tak ada lagi yang tersisa untuk dipertanyakan...tak ada lagi yang tersisa untuk dijadikan beban. Semuanya telah benar-benar usai dan cukup buat ane.
Tapi sebelum ane ceritain dimana titik akhir dari cerita ini, ane akan ajak agan-agan untuk membaca sebuah tulisan yang spesial. Kenapa spesial? Karena tulisan ini ditulisng langsung oleh Lidya Putri Santosa, salah satu unsur paling penting bagi keberadaan thread ini. Setelah ane merayu setengah maksa berkali-kali, akhirnya ini cewek mau menuliskan untuk agan semua...kepingan terakhir dari 'What's Left in Kudus?'. Kenapa Lidya? Simpel. Karena tidak ada satupun orang, termasuk ane, yang pantas untuk menceritakannya kecuali Lidya seorang.
Ya, agan-agan. Kita seharusnya sudah berada di akhir cerita 'What's Left in Kudus?'saat ini. Ketika tepat tiga hari sebelum keberangkatan menuju Morowali, ane sedang berdiri di suatu tempat, menghadap langit sore dan membiarkan angin menerpa wajah ane, itulah titik akhir dari kisah panjang berjumlah 26 bagian ini. Titik akhir, dimana ane udah nemuin sebuah jawaban atas obsesi tiga tahun ane. Jawaban yang menuntaskan segalanya, hingga tak ada lagi yang tersisa untuk dipertanyakan...tak ada lagi yang tersisa untuk dijadikan beban. Semuanya telah benar-benar usai dan cukup buat ane.
Tapi sebelum ane ceritain dimana titik akhir dari cerita ini, ane akan ajak agan-agan untuk membaca sebuah tulisan yang spesial. Kenapa spesial? Karena tulisan ini ditulisng langsung oleh Lidya Putri Santosa, salah satu unsur paling penting bagi keberadaan thread ini. Setelah ane merayu setengah maksa berkali-kali, akhirnya ini cewek mau menuliskan untuk agan semua...kepingan terakhir dari 'What's Left in Kudus?'. Kenapa Lidya? Simpel. Karena tidak ada satupun orang, termasuk ane, yang pantas untuk menceritakannya kecuali Lidya seorang.
Quote:
Ya. Di situlah ane berdiri. Di pemakaman umum, tepat di depan makam yang di nisannya terukir tulisan LADYA DEWI SANTOSA. Sedang tepat di samping makam, duduk bersimpuh Lidya yang seakan sedang bercengkerama dengan belahan jiwanya. Her other side...
Ane sendiri enggak akan pernah nyangka, bahwa seumur hidup ane bakal ngalamin kisah seperti ini. Sebuah obsesi yang harus berakhir seperti ini. Ladya...nama yang jadi obsesi selama tiga tahun terakhir...sosok yang membayangi selama tiga tahun terakhir...kini ada di hadapan ane. Tidur dalam damai, tepat setelah dua bulan pertemuan di Kudus itu.
Dan walaupun ane enggak sempet kenal sama Ladya, tapi ane percaya bahwa sosoknya lebih spesial dari yang ane imajinasikan dan obsesikan selama ini. Dari cerita-cerita Lidya, ane bisa merasakan bahwa Ladya adalah seorang gadis yang kuat. Yang tidak mau menyerah. Yang mampu berdamai dengan kesunyiannya sendiri. Hal yang belum tentu ane, Lidya atau orang-orang lain lakukan.
Sampai akhirnya, ane udah nemuin jawaban yang penuh. Yang hakiki. Ketika ane harus pergi dari Jawa menuju Morowali, udah enggak ada lagi yang mengganjal dan menjadi beban dalam diri ane. Semua telah tergenapkan. Walaupun ada rasa sesak (yang bahkan masih ane rasain ketika nulis thread ini), tapi ada juga kelegaan ketika pada akhirnya ane tahu siapa sosok Si Gadis Penyendiri itu. Bahkan bukan sekadar nama yang ane dapat, tapi juga kisah hidupnya yang hebat dan luar biasa.
Dan dari tempat ane berdiri, ane lihat Lidya mendekatkan bibirnya ke arah nisan saudari kembarnya, seakan membisikkan sesuatu. Ane sempet nanya, tapi Lidya enggak mau jawab. Hingga hari menjelang ane nunggu panggilan buat masuk pesawat menuju Morowali, ada BBM masuk dari Lidya.
Ane sendiri enggak akan pernah nyangka, bahwa seumur hidup ane bakal ngalamin kisah seperti ini. Sebuah obsesi yang harus berakhir seperti ini. Ladya...nama yang jadi obsesi selama tiga tahun terakhir...sosok yang membayangi selama tiga tahun terakhir...kini ada di hadapan ane. Tidur dalam damai, tepat setelah dua bulan pertemuan di Kudus itu.
Dan walaupun ane enggak sempet kenal sama Ladya, tapi ane percaya bahwa sosoknya lebih spesial dari yang ane imajinasikan dan obsesikan selama ini. Dari cerita-cerita Lidya, ane bisa merasakan bahwa Ladya adalah seorang gadis yang kuat. Yang tidak mau menyerah. Yang mampu berdamai dengan kesunyiannya sendiri. Hal yang belum tentu ane, Lidya atau orang-orang lain lakukan.
Sampai akhirnya, ane udah nemuin jawaban yang penuh. Yang hakiki. Ketika ane harus pergi dari Jawa menuju Morowali, udah enggak ada lagi yang mengganjal dan menjadi beban dalam diri ane. Semua telah tergenapkan. Walaupun ada rasa sesak (yang bahkan masih ane rasain ketika nulis thread ini), tapi ada juga kelegaan ketika pada akhirnya ane tahu siapa sosok Si Gadis Penyendiri itu. Bahkan bukan sekadar nama yang ane dapat, tapi juga kisah hidupnya yang hebat dan luar biasa.
Dan dari tempat ane berdiri, ane lihat Lidya mendekatkan bibirnya ke arah nisan saudari kembarnya, seakan membisikkan sesuatu. Ane sempet nanya, tapi Lidya enggak mau jawab. Hingga hari menjelang ane nunggu panggilan buat masuk pesawat menuju Morowali, ada BBM masuk dari Lidya.
Spoiler for Spoiler:
khoirian dan aimannurrozikyn memberi reputasi
2