- Beranda
- Stories from the Heart
Di ujung jalan
...
TS
3005fm
Di ujung jalan

Prolog cerita dihapus untuk tempat index cerita.
Untuk memudahkan pembacaan cerita dan karena ada beberapa yang request, maka saya bikin list partnya. Setiap part yang udah di update akan langsung dimasukan ke index.
Semoga makin semangat baca ceritanya
Di ujung jalan :
Bab 1 - Wawancara Majalah Food & Travel
Bab 2 - Pameran Seni
Bab 3 - Pertemuan Kedua
Bab 4 - Karyawan Baru
Bab 5 - Mengenal Nata
Bab 6 - Ini Apa ?
Bab 7 - Sakit
Bab 8 - Happiness
Bab 9 - Undefined Feeling
Bab 10 - Penjelasan dan Luka Lama
Bab 11 - Rasa Penasaran
Bab 12 - Something Wrong
Bab 13 - Liar
Bab 14 - Penyakit Bulan
Bab 15 - Egois
Bab 16 - Nekat
Bab 17 - Hurt (again)
Bab 18 - Salah Paham
Bab 19 - Akhir yang Baik
Bab 20 - Finally
Di ujung jalan (Bimo POV) :
Bab 1 - Pertemuan Awal
Bab 2 - Diam-diam
Bab 3 - Kebodohan
Bab 4 - Solo
Bab 5 - Pengakuan
Bab 6 - Shows Her
Bab 7 - Move On
Bab 8 - New Girl
Bab 9 - Nadia
Bab 10 - Jealous
Bab 11 - Jadian
Bab 12 - Kembali
Bab 13 - 1st Anniversary
Bab 14 - Accident
Bab 15 - Lost Her
Diubah oleh 3005fm 15-01-2017 19:24
anasabila memberi reputasi
1
14.4K
117
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
3005fm
#26
Di ujung jalan
Bab 10
Penjelasan dan Luka Lama
Butuh sekitar beberapa menit sebelum akhirnya Ardi menyadari siapa orang yang berdiri di hadapannya. 8 tahun, bukan waktu yang sebentar untuk Ardi mencoba melupakan Bulan. Dan begitu Ardi berhasil menemukan seseorang yang membuatnya bahagia kembali, dengan mudahnya Bulan muncul ke hadapannya.
"Bu... lan ?" Ardi berusaha mengumpulkan beberapa kekuatan untuk menghadapi bahwa kehadiran Bulan adalah nyata, dia telah kembali.
"Hai Ardi, long time no see."
Sedetik kemudian tatapan Ardi berubah, rahangnya mengeras dan tangannya mengepal, tatapannya dingin menatap ke arah bola mata Bulan. "Kata siapa lo boleh muncul di depan rumah gue ?"
"Do you really hate me now ?" Bulan menatap mata Ardi balik dengan suara agak bergetar.
Ardi gak tau harus menjawab apa, di satu sisi ia tau kalo ia membenci Bulan karena sudah meninggalkannya selama 8 tahun. Namun begitu Bulan, ia merasa sangat merindukan 'temannya' itu.
"Ar, aku kayaknya mesti pulang sekarang," kata Nata sambil berjalan mengambil tas dan dompetnya.
"Nat, maaf..."
"Gak papa. Aku yakin kalian berdua butuh privasi. I'll let you talk."
"Aku hutang penjelasan sama kamu, Nat."
Nata mengangguk. "Nanti aku telepon.Bye. I love you."
Ardi sadar kalo ia berhutang penjelasan pada Nata. Selama ini Ardi hampir nggak pernah bercerita tentang masa lalunya apalagi tentang Bulan. Baginya 8 tahun adalah waktu yang terlalu lama untuk move on dari cewek itu.
***
"Jadi kenapa lo muncul setelah 8 tahun ini ?" tanya Ardi sambil memberikan segelas hot chocolateuntuk Bulan.
"Aku sekolah dan punya usaha di sana. Dan kalo kamu tanya kenapa aku balik ke Indo, karena aku kangen kamu." Bulan berusaha memegang tangan Ardi, namun Ardi keburu melepaskannya.
"Kangen ? Telat.... 8 tahun perasaan gue kayak gini ! Gue hidup gak jelas, dan cuma mikirin orang yang gak tau di mana. Dan sekarang lo muncul setelah 8 tahun entah ke mana, dan dengan gampangnya bilang kangen ?"
"Ar, kamu kira aku baik-baik aja ? Aku juga terpaksa pergi waktu itu."
"Udahlah Lan. Gue gak mau membuat hubungan pertemanan kita memburuk."
"Kamu udah punya pacar lagi ? Atau cewek yang tadi itu pacar kamu ?"
Ardi menggeleng. "Bukan, dia bukan pacar gue. Tapi calon istri gue."
"Calon istri ?"
Ardi mengangguk mantap, "Iya, kami bakal menikah sebulan lagi."
"Ar, ada yang mesti aku jelasin. Alasan aku terpaksa ninggalin kamu karena...."
"Stop. Aku gak mau denger apapun alasan kamu. Buat aku, hubungan kita udah selesai 8 tahun yang lalu. Aku harap kamu gak muncul lagi."
Ardi memotong omongan Bulan. Ia gak mau mendengar alasan apapun dari Bulan, karena baginya kehadiran Nata sudah lebih dari cukup.
0