Kaskus

Story

spv7hqfjAvatar border
TS
spv7hqfj
Aku dan Gadis Lugu
SELAMAT DATANG


Aku dan Gadis Lugu
Cover by Agan Yushito13

Sebelumnya ane minta maaf buat para reader kalo tulisan ane acak acakan. Ane cuma berharap para readers bisa mengambil hikmah dari cerita ane ini.

Jangan lupa baca Sticky Rules SFTH ya gan? ane males kalo harus nulis ulang,

Jangan lupa juga buat ninggalin jejak sekedar ngasih kritik dan saran, emoticon-Big Grinatau nebak2 jalan cerita
BANTU RATE YA GAN hehehehe.

KASIH CENDOL JUGA BOLEH emoticon-Big Grin

ASALKAN JANGAN ADA BATA DIANTARA KITA GAN emoticon-Big Grin

AND THEN, DILARANG OOT emoticon-Big Grin


Spoiler for Top Thread:


Spoiler for CHAPTER 1:


Spoiler for CHAPTER 2:

Quote:
Diubah oleh spv7hqfj 22-07-2016 13:16
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
251.8K
902
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
spv7hqfjAvatar border
TS
spv7hqfj
#793
Eps. 36 - Kuliah dan Awal
Siang menjelang sore.

Aku sedang melamun. Berdiri menyandar tembok samping gedung sekolah. Terdengar hingar bingar para murid yang merayakan hari kelulusannya. Berisik.

Masih teringat dengan jelas senyum tangis Elissa saat dia pamit. Satu tahun yang lalu, di depan pintu terminal keberangkatan Bandara International Adisutjipto.

Quote:


Elissa memutuskan untuk kuliah di luar negeri agar bisa dekat dengan Papanya. Walau itu adalah keputusan yang berat baginya, juga bagiku. Karena selama 2 tahun ini dia adalah orang yang paling dekat denganku. Dia memilih untuk pergi, menggapai cita-citanya (cinta juga kali ya emoticon-Big Grin). Maklum kami tinggal satu rumah.

Sekarang giliranku.
Masa SMA-ku sudah berakhir, entah apa yang akan kulakukan setelah ini. Di pengumuman kelulusanku pun, kedua orang tuaku tak datang. NASIB!!

“aku cariin eh ternyata disini”

Suara khas seseorang. Sangat mudah untukku mengetahui siapa pemilik suara tersebut. Aku hanya membalas dengan senyum.
“sayang, ayok ah gabung sama temen2”
“gak ah Na, lagi pengen sendiri.” Aku merubah posisiku menjadi duduk. Menyandarkan kedua tanganku di atas lutut yang ku tekuk.
“kamu gak apa-apa kan Yang?” tanya Ratna dengan wajah muram.
“hehe, gak apa-apa kok.”

Bohong jika aku bilang gak apa-apa. Sebuah bayang-bayang masa depan terus berputar di anganku. Megingatkanku lagi akan perkataan Ratna tadi malam.
Quote:


Aku belum memberikan jawaban kepada Ratna. Tentang ya atau tidak.
Ngayogyakarta Hadiningrat. Aku tak mau lagi pergi meninggalkan kota ini. Kota ini sudah mendarah daging dalam jiwa ragaku. Penuh kenangan. Penuh kenangan. Aku tak mau meninggalkan semua kenangan yang telah aku lalui selama ini.

Ratna duduk disampingku dengan posisi yang sama.
“sayang.”
“iya” Ratna menoleh kearahku.
“Soal ajakan kamu tadi malam.....”
“iya?”

JEDA

“Maaf.... gak bisa ikut kuliah bareng kamu.”
Ratna mengusap puncak kepalaku sambil berkata,”gak apa-apa sayang, yang penting kamu mau nunggu aku kan?”. Jujur saja pertanyaannya membuatku ragu untuk melanjutkan kata-kataku tadi. Aku tidak ingin lagi menyakitinya, cukuplah Tika. Dengan hubungan yang belum jelas kelanjutannya, aku malah lebih dulu menjalin kasih dengan wanita lain. Aku tidak mau lagi.
“Na.. sebenernya, aku mau bilang, kita temenan aja ya mulai hari ini?”

Ratna tidak menjawab. Kami berdua sama-sama diam. Diam seribu bahasa. Raut wajahnya sempat berubah merah sedih seakan kecewa dengan apa yang baru saja aku katakan. Tetapi, lambat laun dia tersenyum dan berkata,“kamu udah yakin?”

SKIP.
Semalaman aku diajak keliling jogja oleh Ratna. Permintaannya untuk yang terakhir kalinya. Minggu depan dia langsung berangkat. Meninggalkan Jogja, meninggalkanku. Satu alasan yang membuatku meminta putus dengannya, karena aku tidak mau lagi ada hubungan jarak jauh. ‘Kapok’.

“Kuliah di jogja aja deh.” Batinku sambil merebahkan badan dikasur. Berhubung aku suka warna biru, jadi aku memilih untuk kuliah di Univ yang Almamaternya berwarna SURAM. Hijau bukan, abu-abu juga bukan. You know what I mean.


SKIP SKIP SKIP SKIP (tidak ada yang menarik)

Setelah melalui seleksi yang ketat, akhirnya sekarang aku sudah resmi menjadi mahasiswa. Beberapa hari pertama kuliah, semuanya biasa-biasa saja. Ikut kelas, ke kantin, ke kelas lagi, ke kantin, dan seterusnya. Hingga akhirnya aku pulang. Bosan.

Oh iya, Dodi memilih untuk mengambil Prodi Ilmu Komputer. Aku tau bakatnya memang disana. Sedangkan aku, memilih untuk masuk Prodi Fisika.

Aku dan Dodi sedang ngemil di Silvania. Hingga sebuah pertanyaan yang bagi sebagian Jones pasti membuat dada sesak,”Udah dapet pacar lagi belom?”. Aku hanya melempar senyum sinis dan dengan kecepatan kilat menjitak kepalanya.

Dan disinilah awal mulanya, entah rejeki atau bencana. Takdir Tuhan yang Maha Asik. Seorang mahasiswi berkerudung dengan wajah sangat amatlah cantik, berjalan dan tiba-tiba berhenti didepan kami berdua. Membuat mulut Dodi menganga lebar dengan sedikit sisa serpihan roti yang ia makan berjatuhan dari mulutnya, memandangi seseorang yang sekarang berdiri didepan kami berdua. Seolah tak percaya dengan apa yang sekarang ia lihat. Begitu pula aku. Aku tak kalah kaget. Bagai mimpi disiang bolong. TAKDIR TUHAN MAHA ASIK

Dengan raut wajah sedikit memerah dan mata yang terlihat sedikit berlinang menahan tangis. Dia lalu memelukku. Tubuhku tiba-tiba mematung, kaku, tidak bisa digerakkan. Seolah otot dan syarafku mati sejenak.
“Mas ....kangen” suara lirih dari mulutnya yang dekat dengan telingaku. Menambah bumbu ketidakpercayaan dalam pelukan.



Maaf cuma sedikit, biar berasa dikit kentangnya emoticon-Big Grinemoticon-Ngacir2
fabillillah
JabLai cOY
JabLai cOY dan fabillillah memberi reputasi
3
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.