Kaskus

Story

rafa.alfurqanAvatar border
TS
rafa.alfurqan
YES, I AM D.I.D!
Quote:


-0o0-

Ane datang lagi membawa sebuah cerita baru, cerita yang sempat ane sampaikan akan ane posting di sini untuk kalian para kaskuser yang gak ada kerjaan baca-baca cerita orang. Salam damai

emoticon-Shakehand2


Jujur baru jalan 2 chapter + 1 intro awal ane posting cerita ini, sudah cukup banyak respon masuk yang cukup membuat ane surprised! Setidaknya jika dibandingkan dengan beberapa cerita yang pernah ane posting sebelumnya.

Quote:


Update review komentar pembaca

Quote:


Nih ane kasih lagi komentar para reader terbaru biar bisa bikin agan-agan yang baru masuk trit ini jadi yakin kalau cerita di trit ini menarik buat di baca

Quote:


ane tambahin lagi deh komen-komen reader biar semakin mempertegas cerita ini beneran keren atau cuma begaya keren

Quote:


IMPORTANT NOTED!

Quote:


Quote:


Jika para readers sekalian, bebas mau yang aktif atau yang cuma silent tapi pure suka sama cerita TS ini, maka disini TS berharap feedback dari para readers sekalian baik berupa rate ataupun sharenya. Jika cerita ini memang layak untuk disukai kalian kenapa gak bantu TS sekalian buat melebarkan sayap cerita ini biar semakin terbang tinggi? emoticon-Smilie


YES, I AM D.I.D!

YES, I AM D.I.D!

Polling
Poll ini sudah ditutup. - 3 suara
Siapa tokoh "aku" yang menulis cerita ini?
D
33%
H
0%
R
0%
Bukan ketiganya
67%
Diubah oleh rafa.alfurqan 28-08-2017 10:25
bonita71Avatar border
bukhoriganAvatar border
sakkahashira467Avatar border
sakkahashira467 dan 7 lainnya memberi reputasi
8
34.6K
290
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.7KAnggota
Tampilkan semua post
rafa.alfurqanAvatar border
TS
rafa.alfurqan
#24
CHAPTER 2
2
Terima Kasih

Ingatkah kalian dengan kata-kata yang aku sampaikan sebelum awal cerita?

Ah, jangan kecewakan aku! Tolong putar kembali ingatan kalian ke chapter sebelumnya. Tapi ingat! Kalian hanya boleh mengingatnya tapi tidak boleh melihat ke chapter sebelumnya.

Konsentrasilah…

Ingatlah kembali apa yang aku katakan kepada kalian di awal-awal sebelum chapter awal kutulis.

Kalian belum berhasil juga mengingatnya!?

Kalau begitu kupersilahkan kalian untuk berhenti membaca ceritaku ini! Tidak ada gunanya kalian membaca ceritaku ini tanpa pernah mau fokus membacanya chapter per chapter. Aku tidak butuh orang yang membaca cerita ini hanya untuk menghabiskan waktu senggangnya. Lebih baik kalian baca cerita lain dan pergi dari dunia yang sedang kubuat!



Dengar, ini adalah duniaku. Dunia yang sedang aku buat untuk kalian yang mau totalitas dalam membaca ceritaku.

Aku tidak ingin kalian cepat lupa setelah beberapa menit kalian selesai membaca cerita ini chapter per chapter! Setiap cerita punya nilai berharga tersendiri dan tidak terkecuali cerita ini.

Berikanlah aku sedikit ruang di dalam ruangan imajinasi kalian yang luar biasa besar itu…

Sekarang fokus, setelah aba-aba dariku maka kalian harus melakukannya persis dengan yang aku minta. Kalian mengerti!?

Setelah ini tutup mata kalian dan konsentrasi selama hitungan 3 detik, kemudian bayangkan kata-kata yang berwarna merah di bawah ini di pikiran kalian seakan-akan aku sedang membisikkannya ke kalian.

Dilan, Dilan, Dilan, Dilan dan Dilan

LAKUKAN SEKARANG!

-0o0-

Aku adalah Dilan, sampai kapanpun aku hanya ada satu dan namaku adalah Dilan!

Selasa, 14 Maret 2014

Sesuai dengan permintaan dari pihak kampus atas undangan yang diberikan kepada wakilku kesana dalam rangka membahas “kelakuanku” yang kemarin, maka hari ini aku datang bersama pak tua ke ruangan dosen waliku.

Ah, kenapa sih mereka kaya gak ada kerjaan sama sekali. Ribuan mahasiswa yang ada di sini tapi kenapa cuma aku yang paling mereka ributkan!?” keluhku.

Itu karena kamu cucuku! Kalau kamu cuma bisa belajar dan makan saja sudah aku usir kamu dari rumah sejak dari dulu!” jawab kakek tiba-tiba, padahal kupikir dia tidak mendengar keluhanku tadi.

Aku tersenyum mendengar jawaban kakek.

Kek, apa baiknya kita bilang saja ke mereka kalau aku itu berbeda?

Kakek menghentikan langkahnya.

Apa maksudmu?

Daripada kita menyembunyikannya seperti ini, kakek pasti akan direpotkan terus sama mereka untuk datang kesini!?

Atau aku berhenti saja dari kampus? Aku bisa langsung cari kerja atau ngelakuin sesuatu yang lain!?” ucapku meyakinkan kakek.

Tapi dasar pak tua, bukannya dia tersentuh atas omonganku karena berusaha perduli padanya kepalaku malah dipukul dengan tongkatnya.

Addduuuhhhh!!! Sakit pak tua!

Kepalaku kembali dipukulnya.

Addd..ddduhh!!!

Sekali lagi manggil aku pak tua, dvd porno di kamarmu kubakar semua!” ucap kakek.

Eh jangaaannn! Itu hidupku kek!

Dasar cowok mesum!” ucap kakek sambil melanjutkan langkahnya tanpa menoleh kearahku.

Tapi tau darimana pak tua itu ada dvd porno di kamarku? Jangan-jangan?

Kek, kakek nonton ya dvd pornonya ya!?

Jangan keras-keras ngomongnya anak setan!” balas kakek sambil memukulku kembali dengan tongkatnya.

Addduuuuuhhh!

-0o0-


Cih, tua-tua mesum!” bisikku pelan ke kakek yang sekarang sudah duduk disebelahku, di ruangan dosen waliku.

Selamat pagi pak” sapa dosen waliku yang baru saja kembali dari toilet.

Seeeee..llamat pagi pak” ucapku sambil kesakitan karena kakiku diinjak oleh kakek.

Bagaimana kabar bapak?” tanya dosen waliku ke kakek.

Baik pak, maafkan saya kalau saya yang paling sering dipanggil ke ruangan bapak

Ha ha ha, tampaknya memang bapak yang paling sering



Bapak sudah dengar dari dilan kenapa bapak kami panggil lagi kemari?

Dilan, kamu sudah cerita ke kakekmu?” tanya dosen waliku sekarang kepadaku.

Iya saya sudah tahu pak garis besar ceritanya” jawab kakek langsung ke dosen waliku.

Baiklah, kalau begitu saya tidak perlu menjelaskannya lagi. Saya cuma ingin mengingatkan kalau dilan sudah sering ditegur karena masalah ini. Dan jujur saja jika seperti ini terus kami mungkin tidak bisa memberikan dia toleransi lagi

Bapak masih ingat sudah berapa kali dilan diskors?” tanya dosen waliku.

Skors? Saking banyaknya dia di skors sejak dia SD sampai saat ini, saya akui saya bahkan tidak mampu lagi mengingatnya” jawab kakek.

Lantas bapak mau kami harus toleransi seperti apa lagi?

...

Bapak tahu berapa lama saya mengasuhnya?

Dosen waliku menggelengkan kepalanya, menandakan kalau beliau tidak tahu berapa tepatnya.

14 tahun

Sejak dia berumur 8 tahun sampai dengan saat ini saya lah yang membesarkannya. Saya akui karakter saya keras dan mungkin karakter saya itu secara tidak sadar sudah saya tanamkan pada dirinya

Dengan karakter dirinya yang seperti ini jika bapak tanya apakah saya kecewa atau marah padanya?

Jujur saya marah, tapi saya juga harus jujur kalau saya tidak kecewa. Dia tahu bagaimana membela dirinya dan menyelesaikan masalah-masalahnya

Selama 14 tahun yang saya tahu dia berkelahi hanya untuk membela dirinya. Tapi tidak pernah sekalipun dia berani memukul guru atau dosen-dosennya!

Bapak tahu kenapa!?” tanya kakek

Dosen waliku kembali menggelengkan kepalanya tanda kalau dirinya tidak tahu.

Karena guru dan dosen itu sama, sama-sama harus dihormati, digugu dan ditiru!

Jika suatu saat dilan berani memukul dosennya, bapak tidak perlu repot-repot memecatnya dari kampus!

Karena saya yang akan langsung memecat dia duluan sebagai cucu saya!” ucap kakek lantang

….

Jadi sekarang masalah ini kelar ya pak?

Saya harus pulang sekarang, sepertinya saya lupa mematikan kompor di rumah” ucap kakek ke dosen waliku.

Kamu juga berhenti berkelahi!” ucap kakek padaku yang kembali memukul kepalaku dengan tongkatnya.

Kalian tahu apa yang terjadi? Kalian pasti tidak akan bisa membayangkan bagaimana wajah bingungnya dosen waliku tadi.

Aku bahkan tidak henti-hentinya tertawa jika kembali membayangkan kejadian tadi. Entah sekarang apa yang sedang dipikirkan oleh dosen waliku itu di ruangannya. Aku pikir sekarang dia pasti sedang frustasi memikirkan jawaban apa yang harus disampaikannya ke Dekan Fakultas.

-0o0-

Ha ha ha, kek tadi liat gak muka Pak Johan waktu kakek ngomong tadi?” tanyaku ke kakek.

Sumpah kek, lucu banget! Baru kali ini aku liat Pak Johan bingung kaya tadi! Ha ha ha”

Berisik kamu!” ucap kakek kembali memukul kepalaku dengan tongkatnya

Addduuhhh!

Kek, sekali lagi kakek mukul kepalaku pake tongkat nanti kubakar itu tongkatnya lho!?” ucapku sambil mengusap-usap kepalaku.

Motormu yang kubakar kalau kamu berani-berani megang tongkatku!” balas kakek

Kalau gitu aku laporin polisi atas perbuatan yang tidak menyenangkan karena sering memukul kepala orang!

Kamu itu makan disini, tidur disini, motor aku yang belikan, itu sempakmu yang kamu pakai itu juga dari uang jajan yang ku kasih. Jadi sebelum kamu mau lapor polisi balikin dulu semuanya!?

Tapi ini kepala kek, kepala! Aku mikir pake kepala ini!” ucapku sambil menunjuk-nunjuk kepalaku.

Asuransiin dulu kepalamu baru kamu boleh bilang kalau kepalamu berharga. Itu juga kalau ada yang mau, ha ha ha” balas kakek.

Kakek awas ya ke kamarku lagi!? Gak bakal aku pinjemin lagi dvd nya!

Bisa beli sendiri kok” jawab kakek enteng.

Aaarrrggghh aku kalah! Pak tua sialan, aku tidak pernah bisa menang jika berdebat padanya. Aku memilih masuk ke kamarku daripada kepalaku kena pukul terus sama tongkatnya. Namun tepat sebelum aku masuk kedalam kamar, kakek tiba-tiba mengatakan sesuatu.

Kuatlah sekuat masalah yang kamu hadapi dilan, bahkan jika bisa kamu harus mencoba lebih kuat lagi dari masalah itu

Menjelaskan pada mereka bagaimana kondisimu saat ini tidak akan mengubah kenyataan kalau kamu sudah berkelahi

Tidak usah khawatirkan pak tua ini, berapa kalipun pak tua ini dipanggil kesana pak tua ini akan selalu datang selama yang telah kamu lakukan itu benar!

Hadapi apapun masalah yang datang padamu, meski bukan "kamu" yang memulainya…” ucap kakek terakhir.

Aku kemudian masuk ke dalam kamar sambil meneteskan air mata. Jujur aku merasa terharu atas kata-katanya. Untuk pertama kalinya aku merasa sangat beruntung mempunyai seorang kakek seperti dirinya.

Kakek, terima kasih…

-0o0-
Quote:

Diubah oleh rafa.alfurqan 09-07-2016 02:41
bonita71
bonita71 memberi reputasi
2
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.