- Beranda
- Stories from the Heart
Muda Liar dan Bebas (--)
...
TS
valerossi86
Muda Liar dan Bebas (--)
Tes... satu, dua, tiga...
Ehem... Gimana ya mulainya?
Oke, berhubung trit proyek serius ane lagi hiatus sementara, ane mau coba lanjutin proyek iseng ane yang aslinya ada di trit kandang beruang. Yup, ini bakal jadi join project antara ane dengan Om robe16. Yup, it's gonna be a multiple POV story. Jadi jangan pusing kalo ngerasa ceritanya rada aneh.
Apa? Ga ngerti maksud multiple POV story? Well, coba liat trit ini sebagai contohnya deh. Mudah-mudahan bisa dimengerti dengan baik.
Judulnya norak? Emang. Dan suka-suka aing athuuuu, atu da aing nu TS-na...
itu ada tanda minus dua di judul maksudnya apaan yes? ya artinya ini bukan trit plus-plus... masak gitu aja ga ngerti?
walaupun norak tapi agak familiar yes? ya emang hasil translate dari judul lagu ini sik:
Thank you banget Om awayayebuat banner image dari cerita ini...

Ceritanya sih simple aja: tentang dua anak muda kira-kira di umur akhir belasan atau maksimal ya 20 lah... muda, jenius, liar, tapi punya sisi kelam...
Ya udah lah ga usah berlama-lama, ane coba serahkan ke Om robe16 buat mulai mukadimah atau prolog dari cerita ini...
--------------------------------------------------------
Houston to Grizly... Houston to Grizly... Please commence the game at once, over.
--------------------------------------------------------
Indeks:
Adrenaline Junkies?!
Riot at Tango Lima
Double Trouble: Double The Fun
Cameo: Untitled Update
Cameo: The Police
Rendezvous Avec Dom, Jack & Jim
Chaos Magnet
Cameo: Pukulan Tapak Suci
Cameo: The Police #01
Intisari
kita udah gede kaleeeee
Cameo: The Police #02
Sehari Bersama Mina
Knowing You, Nin
STRDY NGHT VGLNT
Social EXperiment
Cameo: The Police #03
Beh... Plis deh!
Family Time
Obrolan Ga Penting di Sudut Utara Jakarta
30 x 15 = ...
Hidup itu Keras, Coy!
Letter "L"
bromance
Crap
Dia... Dia... Dia... Dji Sam Soe!
Ehem... Gimana ya mulainya?
Oke, berhubung trit proyek serius ane lagi hiatus sementara, ane mau coba lanjutin proyek iseng ane yang aslinya ada di trit kandang beruang. Yup, ini bakal jadi join project antara ane dengan Om robe16. Yup, it's gonna be a multiple POV story. Jadi jangan pusing kalo ngerasa ceritanya rada aneh.
Apa? Ga ngerti maksud multiple POV story? Well, coba liat trit ini sebagai contohnya deh. Mudah-mudahan bisa dimengerti dengan baik.
Judulnya norak? Emang. Dan suka-suka aing athuuuu, atu da aing nu TS-na...

itu ada tanda minus dua di judul maksudnya apaan yes? ya artinya ini bukan trit plus-plus... masak gitu aja ga ngerti?
walaupun norak tapi agak familiar yes? ya emang hasil translate dari judul lagu ini sik:
Thank you banget Om awayayebuat banner image dari cerita ini...


Ceritanya sih simple aja: tentang dua anak muda kira-kira di umur akhir belasan atau maksimal ya 20 lah... muda, jenius, liar, tapi punya sisi kelam...
Ya udah lah ga usah berlama-lama, ane coba serahkan ke Om robe16 buat mulai mukadimah atau prolog dari cerita ini...
--------------------------------------------------------
Houston to Grizly... Houston to Grizly... Please commence the game at once, over.
--------------------------------------------------------
Indeks:
Adrenaline Junkies?!
Riot at Tango Lima
Double Trouble: Double The Fun
Cameo: Untitled Update
Cameo: The Police
Rendezvous Avec Dom, Jack & Jim
Chaos Magnet
Cameo: Pukulan Tapak Suci
Cameo: The Police #01
Intisari
kita udah gede kaleeeee
Cameo: The Police #02
Sehari Bersama Mina
Knowing You, Nin
STRDY NGHT VGLNT
Social EXperiment
Cameo: The Police #03
Beh... Plis deh!
Family Time
Obrolan Ga Penting di Sudut Utara Jakarta
30 x 15 = ...
Hidup itu Keras, Coy!
Letter "L"
bromance
Crap
Dia... Dia... Dia... Dji Sam Soe!
Diubah oleh valerossi86 25-10-2016 17:29
pras219 dan anasabila memberi reputasi
2
64.6K
267
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
valerossi86
#224
Hidup itu Keras, Coy!
Lahir di keluarga tentara bikin gua secara natural udah terbiasa dengan aktivitas fisik yang mungkin buat orang biasa agak di luar batas normal. Yup, yang namanya jogging sampe di atas 2km di akhir pekan bisa dibilang udah biasa buat gua dan adik-adik gua sejak kita mulai masuk SD. Dan semakin gede angka 2km jelas aja semakin bertambah sampe akhirnya mentok di angka 7,5km. Push up? Sit up? Pull up? Buat kita tiga bersaudara kayaknya yang model gitu udah biasa. Bela diri? Well, di beberapa chapter sebelum ini gua kayaknya pernah cerita kalo nerima ggamparan dari bokap itu udah biasa buat gua. Sebenernya nerima gamparan itu termasuk bagian dari latihan bela diri yang dulu diajarin bokap ke gua. Gua sendiri agak kurang yakin jenis bela diri apa yang bokap ajarin ke kita soalnya dari beberapa jenis bela diri yang pernah gua liat kayaknya ga ada jurus yang paling nggak mendekati apa yang diajarin bokap. Seenggaknya sampe saat gua main game Metal Gear Solid di mana gua ngeliat jurus yang diajarin bokap mirip dengan apa yang disebut Close Quarter Combat alias bela diri standar militer. Keliatannya emang bokap gua pingin ada semcam militerisasi anak-anaknya.
Tapi setelah gua tumbuh agak dewasa, yang gua kira gak terjadi. Bokap gua ga pernah maksa gua masuk akmil begitu gua lulus SMA. Adik-adik gua juga sama aja. Begitu adik gua yang gede, si Wawan, masuk Tarnus juga ga ada paksaan dari bokap. Bahkan bokap cenderung cuek gitu waktu Wawan daftar ke Tarnus. Ga ada kasih motivasi berlebih ataupun pake koneksinya di Magelang & Cilangkap biar Wawan bisa masuk Tarnus. Sampe akhirnya bokap gua bilang ke gua kalo dulu bokap gua waktu kita kecil agak keras soal latihan fisik biar kita bertiga ga lembek dan lebih sehat daripada anak-anak lain.
"Malu kalo anak laki lembek sementara hidup kita di luar sana keras!", kata Bokap.
Akhirnya gua sih ambil positifnya aja: gua jadi terbiasa sama aktivitas fisik yang nuntut stamina lebih dan badan gua ga terlalu kaku kalo harus ngikutin olah raga yang sifatnya permainan. Lari? Hayuk. Renang? Mangga. Sepak bola? Let's go. Sepedahan? Yuk mari. Even gua bisa ngerasain efek positif dari kondisi gua ini pas gua lagi.... eeehhhhmmmmm.... 'olah raga di kasur'.
Termasuk di antaranya waktu siang itu gua sama Mawar diajakin ikutan main futsal sama temen seangkatan kita, Beni. Pas lagi butuh uang, pas ada yang ngajakin main futsal buat taruhan. Dan lagi yang ngajakin taruhan anak Fakultas Ekonomi. Ini sih artinya sama aja mereka mau nyumbang ke kita.
Dan bener aja, begitu kelar hasilnya gampang ditebak: Tim gua menang walaupun menangnya gara-gara si Mawar pake special skill-nya yaitu ngegaprakin kaki lawan mainnya sampe mereka ga bisa lanjut main lagi. Yah, antara kecewa sama seneng sih. Kecewa gara-gara ga bisa kalahin mereka dengan kemampuan gua, tapi seneng juga bisa dapet duit. Dan kali ini gua seneng banget karena gua bisa pamer kemenangan di depan Mina.
-----------------------------------------------
"hmm... Hun, kamu capek ngga?" celetuk Nindi ke Mawar malu-malu.
"nggak, knapa Nin?" heran Mawar.
"kita pulang duluan yuk"
"eh, gw sama jojo baliknya gimana?" tanya mina.
"get a fuckin cab! Sori ah, gw mau balik buru2 nih, sissy" kata Mawar sambil ngasi 300K uang hasil judi ke Mina.
"STUPID JERK" kesel mina
"BODO AMAT, ahahahah" kata Mawar sambil berlari kecil dan ngajak Nindi buru2 pulang.
Gua cuma geleng-geleng kepala liat kelakuan Mawar sama Mina. Emang dah itu pasangan udah kayak kelinci: get horny all the time. Even at some cases, saking horny-nya mereka berdua bisa gitu sampe minta gua sama Mina tukeran duduk di belakang dan mereka totally made it out at the backseat padahal kita dalam perjalanan pulang dari undangan nikahan temennya Nindy.
Mina? Nggak, dia nggak segitunya. Mungkin karena emang belum tinggi jam terbangnya dan juga emang baru sama gua dia melakukan itu. Okelah Mina kadang-kadang bisa ganas banget sama gua, tapi ga sampe show off di depan orang-orang kayak Nindi barusan.
"Jo, gimana nih? Cari taksi aja kita?", tanya Mina.
"Gua sih ga masalah. Mau langsung ke apartemen lu aja kan?"
Belom sempet Mina jawab, tau-tau...
"Gua anter aja gimana? Kebetulan gua ga ke mana-mana nih abis ini...", samber Beni.
Yaaahhhh, inilah Beni. Salah satu temen seangkatan gua di kampus yang paling... paling... paling-paling deh! Apalagi soal cewek! Gak bakal pilih-pilih! Bening dikit, samber! Nikung bukan hal yang tabu buat dia. Bahkan dari awal gua sama Mawar masuk ini kampus, Beni udah entah berapa kali nikung kita dengan nyamber cewek-cewek inceran kita di kampus ini. Yah, emang sih doi dari segi tampang, finansial dan skill SSI bisa dibilang ada di tingkat yang berbeda dari gua dan Mawar.
Tapi Beni lupa satu hal: Masalah licik-licikan gua masih di atas dia. Dan kali ini lu mau nikung Mina? Oke, kita liat apa abis ini dia masih berani deketin Mina.
Lagipula...
"Lu mau anter gua sama Mina, Ben?"
"Iya... Ke apartemen Mina di daerah Kuningan kan?"
"Iya sih... Gua emang biasa kalo malem sabtu gini nginep di situ. Tapi..."
"Nginep?! Bangsyyyaaaaattt.... Hoki bener lu Jo! Gua ikut dah kalo lu mau nginep di tempat Mina."
"Min, gimana nih? Kasih ikutan nginep gak?", tanya gua sembari kasih sedikit kode kedipan mata ke Mina.
Kode buat ngerjain si Beni lebih tepatnya.
"Oh, ga papa sih, Tapi anter gua dulu ke Kebayoran ya... Sebentar doang kok.", ucap Mina.
"Kebayoran? Mau nongkrong-nongkrong dulu ya? Hayuk lah gua ikutan aja! Bakalan seru nih malem ini!"
"Iya Ben, bakal seru banget malem ini...", jawab gua sembari senyum tipis.
----------------------------------------------------------------
Sekitar 40 menitan kemudian mobil yang gua dan Mina tumpangin berhenti si salah satu bangunan di jalan Wolter Monginsidi. Dan bener aja, Beni keliatan kaget begitu liat plang lumayan gede yang ada di depan gedung ini.
"Hayuk Ben, masuk! Gua lagi bergairah banget nih malem ini! Apalagi abis liat lu smua main futsal!", ajak Mina sembari narik tangan Beni.
"Eh.... i... itu... gua..."
"Udah, sana masuk aja! Katanya mau ikutan seneng-seneng sama kita", kata gua sambil dorong Beni dari belakang.
Gak begitu jauh ke dalem, ada resepsionis nyambut kita.
"Halo Mbak Mina, tumben nih dateng malem-malem. Wah, cowoknya ikut sekarang. Trus satu lagi siapa nih? Lucu juga."
"Iya nih Mbak Diah, tau-tau bergairah gini malem-malem. Dia namanya Beni. Katanya mau ikutan seneng-seneng sama kita malem ini."
"Wah, gak salah Mas Ben ikutan di sini. Emang tempat ini pas banget ngebebasin segala perasaan tertekan kita.", kata Mbak Diah.
"Eh, saya..."
"Nanti kalo tertarik bisa saya mintain diskon buat daftar jadi membernya deh..."
"Udah yuk masuk aja... Nanti kemaleman...", potong gua sambil dorong Beni ke dalem.
----------------------------------------------------------------
Gak begitu lama kemudian di dalem gedung, gua udah hadap-hadapan sama Mina. Gua cuma pake celana yang tadi gua pake main futsal doang tanpa ada kain yang lapisin bagian atas tubuh gua. Mina? Gak kalah kebuka bajunya! Tanktop ketat bahan kaos yang bahkan ga sampe nutup bagian perut ratanya plus celana pendek yang emang pendek banget buat kaki jenjangnya. Mukanya keliatan bergairah banget ngeliat gua. Apalagi rambut pirang sepunggungnya udah diiket yang bikin leher sexy-nya itu jadi tambah keliatan. Keliatan banget doi lagi sangat bergairah!
"Don't go easy on me, babe!", kata Mina lembut ke gua.
"I should be the one saying it, honey.", bales gua sembari pasang beberapa aksesoris di tangan, kaki dan kepala.
Keliatan Mina juga pasang beberapa aksesoris yang sama. Beni? Gua ga liat. Yang jelas kayaknya doi agak ngambil jarak sama kita.
"Oke, ronde ini dua menit aja ya? Dan kali ini kita main lima ronde. Kalian berdua siap?", tanya orang ketiga di antara gua dan Mina.
"Siap!", jawab gua dan Mina barengan.
"Mulai!"
Mina dengan muka bergairahnya gerak cepat ke arah gua. Sekilas ada senyum tipis di bibirnya. Yup, senyum tipis sebelum dia kasih hook kanan ke arah muka gua.
Beruntung gua bisa kasih refleks yang baik atas pukulan itu. Tangan kiri gua blok pukulan tadi dan secara simultan tangan kanan gua udah gerak ngincer perut Mina.
BUK!
Masuk!
Keliatan muka Mina kayak nahan sakit. Tapi gak begitu lama. Terus dia langsung bergerak coba cari-cari kesempatan buat nyerang gua. Sementara Beni kayaknya protes ke gua yang entah apa isinya gua ga terlalu dengerin. Yup, gua sama Mina lagi asyik jual-beli serangan. Cuma omongan Bang Iwan yang kali ini jadi penengah di antara kita aja yang kita dengerin.
Well, gua sama Mina emang sedang sparing MMA di salah satu MMA gym di Kebayoran. Gua udah ikut ini semenjak beberapa minggu yang lalu karena diajak Mina. Kayaknya si Grizzly Bear udah pernah cerita ke ente semua kalo Mina emang doyan sama aktivitas fisik ini. Gua sendiri emang dasarnya nikmatin aktivitas fisik terutama yang bisa naikin adrenalin model begini ya jelas ga nolak. Even pas gua baru abis terlibat aktivitas fisik yang ga kalah menguras keringat kayak futsal barusan, gua cukup nikmatin sparing kali ini.
Dan belakangan gua sama Mina juga mulai nikmatin kegiatan sparing ini buat ngetes cowok-cowok yang coba deketin dia. Yup, gua dan Mina selalu enjoy perubahan ekspresi cowok-cowok itu begitu tau kalo Mina itu addict sama MMA. Dan biasanya setiap kali kita ngajak cowok yang coba deketin Mina ke sini, kita justru bertarung dengan lebih keras. Gua dan Mina coba nunjukkin ke cowok-cowok itu kalo butuh lebih dari sekadar tampang ganteng, duit berlimpah dan skill SSI buat bisa dapetin Mina.
Akhirnya lima ronde bisa kita lewatin. Beberapa bagian tubuh gua dan Mina udah lebam-lebam aja gara-gara aktivitas kita barusan. Tapi kita masih bisa ketawa-ketawa sembari cerita-cerita soal sparing barusan. Beni? Ada di bawah ring dan mukanya udah keliatan jiper gitu sama kita berdua.
"Gimana Ben barusan?", tanya gua.
"Eeehhhh..... mmmhhh... itu..."
"Yuk cobain ikutan bersenang-senang kayak barusan. Lu bebas deh mau seneng-seneng sama siapa? Sama Jojo? Atau sama gua?", tanya Mina genit.
"eeeerrr.... udah malem nih... Gua anterin kalian aja gimana?", jawab Beni.
"Okelah. Trus lu jadi mau ikutan nginep Ben?", tanya Mina balik.
"Kapan-kapan aja deh!"
----------------------------------------------------------------
"Lu liat gimana muka si Beni barusaan gak Jo? Asli kocak parah! Lebih parah dari si Joko sama Togi waktu itu! Ga bisa berenti ngakak gua!"
"Emang dah si Beni itu! Padahal pas nyoba sepikin lu di mobil udah kayak yang paling macho aja gitu."
Sekarang kita berdua udah jalan sembari gandengan di lobby apartemen Mina. Iya, gandengan. Kita mulai jalan gandengan sejak keluar dari mobil Beni barusan. Lumayan lah bikin Beni panas dingin setelah tadi jiper liat pertarungan kita.
Gak begitu lama kemudian kita udah ada di apartemen Mina. Gua langsung minta ijin mandi soalnya emang gua belom sempet mandi setelah tadi futsal & sparing MMA. Tapi ga begitu lama kemudian di bawah shower, tau-tau ada sepasang tangan halus peluk gua dari belakang.
"Jo... Ikutan ya..."
"Iya, hayuk. Silakan."
"Terus..."
"Terus apa?"
"Gak keberatan kan kalo kamu olah raga tiga kali malem ini?"
"Bentar... Bentar... Kayaknya gua salah denger barusan..."
"Iya, olah raga tiga kali... Kayak ga ngerti aja..."
"Bukan... Tadi kayaknya lu bilang 'kamu' buat manggil gua..."
"Itu... itu... Iya sih... Kamu ngerasa ga nyaman ya?"
"Ga papa kok Min... Aku udah cukup nunggu kamu manggil kayak gitu..."
Mina cuma senyum sambil tersipu. Keliatan pipinya memerah.
"Jadi...", sambung gua.
"Jadi...", jawab Mina sembari ngecup bibir gua.
"Let's proceed to the next sport, honey.", bisik Mina.
Dan, yak! Akhirnya gua beraktivitas fisik ketiga malem itu. Dan kali ini aktivitas fisiknya bisa dibilang paling lama dibanding yang dua sebelumnya.
----------------------------------------------------------------
Paginya gua terbangun dengan Mina masih ada di pelukan gua. Rasanya lemes betul gara-gara semalem. Mina juga keliatan mukanya lemes begitu. Dan gua cukup yakin dia pasti bakal bertahan agak lama di kasur ini sampe agak siang nanti. Mina emang gitu setiap kali kita habis bertarung dahsyat. Untungnya hari ini pas weekend pas gua lagi ga ada kelas bimbel dan Mina baru ada aktivitas agak sorean.
"Pagi, Jo.", ucap Mina sembari senyum pas dia bangun ga lama setelah gua bangun.
"Pagi, Min."
"Makasih ya semalem."
"Ehehehehe... Sama-sama."
"Jo..."
"Iya... Kapan libur kuliah?"
"Yah, bulan depan udah UAS. Ga lama abis itu paling. Knapa gitu?"
"Liburan bareng yuk."
"Mau ke mana emang?"
"Bali?"
"Nganter Nindi pulang kampung itu mah Min."
"Gak, nganter Dimas ketemu camer!"
"Bwahahahahahah! Geblek! Tapi seru juga tuh! Gua coba kontak dia deh segera"
"Tapi biar aja si Dimas yang ketemu camernya."
"Trus kita?"
"Di hotel aja ga usah ke mana-mana trus kayak semalem lagi deh."
"Ya elah, Min. Yang gitu mah ga usah pake ke Bali juga kali. Di sini juga bisa!"
"IIIhhh.... aku tuh jadi ketagihan gara-gara kamu tau, Jo. Hayo tanggung jawab!"
"Tanggung jawab? Lu minta gua nikahin?"
"Gak. Aku mau kamu tinggal bareng sama aku aja di sini! Aku tau bakal terlalu berat buat minta kamu nikahin aku!"
"Tinggal di sini? Tapi...."
"Ga ada tapi! Kamu coba pikirin alesan apa biar dikasih pindah dari rumah kamu! Pokoknya abis kita liburan ke Bali kamu udah harus tinggal sama aku di sini!"
War...It looks like I have no room for negotiations when I have to deal with your angelic cousin...
----------------------------------------------------------------
Huehehehehehe.... Sori baru apdet lagi... Maklumlah kudu colongan apdetnya karena lagi di rumah mertua... Dan sori ya Om Ben ane jadi ikutan nyatut nama...
Tapi setelah gua tumbuh agak dewasa, yang gua kira gak terjadi. Bokap gua ga pernah maksa gua masuk akmil begitu gua lulus SMA. Adik-adik gua juga sama aja. Begitu adik gua yang gede, si Wawan, masuk Tarnus juga ga ada paksaan dari bokap. Bahkan bokap cenderung cuek gitu waktu Wawan daftar ke Tarnus. Ga ada kasih motivasi berlebih ataupun pake koneksinya di Magelang & Cilangkap biar Wawan bisa masuk Tarnus. Sampe akhirnya bokap gua bilang ke gua kalo dulu bokap gua waktu kita kecil agak keras soal latihan fisik biar kita bertiga ga lembek dan lebih sehat daripada anak-anak lain.
"Malu kalo anak laki lembek sementara hidup kita di luar sana keras!", kata Bokap.
Akhirnya gua sih ambil positifnya aja: gua jadi terbiasa sama aktivitas fisik yang nuntut stamina lebih dan badan gua ga terlalu kaku kalo harus ngikutin olah raga yang sifatnya permainan. Lari? Hayuk. Renang? Mangga. Sepak bola? Let's go. Sepedahan? Yuk mari. Even gua bisa ngerasain efek positif dari kondisi gua ini pas gua lagi.... eeehhhhmmmmm.... 'olah raga di kasur'.

Termasuk di antaranya waktu siang itu gua sama Mawar diajakin ikutan main futsal sama temen seangkatan kita, Beni. Pas lagi butuh uang, pas ada yang ngajakin main futsal buat taruhan. Dan lagi yang ngajakin taruhan anak Fakultas Ekonomi. Ini sih artinya sama aja mereka mau nyumbang ke kita.
Dan bener aja, begitu kelar hasilnya gampang ditebak: Tim gua menang walaupun menangnya gara-gara si Mawar pake special skill-nya yaitu ngegaprakin kaki lawan mainnya sampe mereka ga bisa lanjut main lagi. Yah, antara kecewa sama seneng sih. Kecewa gara-gara ga bisa kalahin mereka dengan kemampuan gua, tapi seneng juga bisa dapet duit. Dan kali ini gua seneng banget karena gua bisa pamer kemenangan di depan Mina.
-----------------------------------------------
"hmm... Hun, kamu capek ngga?" celetuk Nindi ke Mawar malu-malu.
"nggak, knapa Nin?" heran Mawar.
"kita pulang duluan yuk"
"eh, gw sama jojo baliknya gimana?" tanya mina.
"get a fuckin cab! Sori ah, gw mau balik buru2 nih, sissy" kata Mawar sambil ngasi 300K uang hasil judi ke Mina.
"STUPID JERK" kesel mina
"BODO AMAT, ahahahah" kata Mawar sambil berlari kecil dan ngajak Nindi buru2 pulang.
Gua cuma geleng-geleng kepala liat kelakuan Mawar sama Mina. Emang dah itu pasangan udah kayak kelinci: get horny all the time. Even at some cases, saking horny-nya mereka berdua bisa gitu sampe minta gua sama Mina tukeran duduk di belakang dan mereka totally made it out at the backseat padahal kita dalam perjalanan pulang dari undangan nikahan temennya Nindy.
Mina? Nggak, dia nggak segitunya. Mungkin karena emang belum tinggi jam terbangnya dan juga emang baru sama gua dia melakukan itu. Okelah Mina kadang-kadang bisa ganas banget sama gua, tapi ga sampe show off di depan orang-orang kayak Nindi barusan.
"Jo, gimana nih? Cari taksi aja kita?", tanya Mina.
"Gua sih ga masalah. Mau langsung ke apartemen lu aja kan?"
Belom sempet Mina jawab, tau-tau...
"Gua anter aja gimana? Kebetulan gua ga ke mana-mana nih abis ini...", samber Beni.
Yaaahhhh, inilah Beni. Salah satu temen seangkatan gua di kampus yang paling... paling... paling-paling deh! Apalagi soal cewek! Gak bakal pilih-pilih! Bening dikit, samber! Nikung bukan hal yang tabu buat dia. Bahkan dari awal gua sama Mawar masuk ini kampus, Beni udah entah berapa kali nikung kita dengan nyamber cewek-cewek inceran kita di kampus ini. Yah, emang sih doi dari segi tampang, finansial dan skill SSI bisa dibilang ada di tingkat yang berbeda dari gua dan Mawar.
Tapi Beni lupa satu hal: Masalah licik-licikan gua masih di atas dia. Dan kali ini lu mau nikung Mina? Oke, kita liat apa abis ini dia masih berani deketin Mina.
Lagipula...
"Lu mau anter gua sama Mina, Ben?"
"Iya... Ke apartemen Mina di daerah Kuningan kan?"
"Iya sih... Gua emang biasa kalo malem sabtu gini nginep di situ. Tapi..."
"Nginep?! Bangsyyyaaaaattt.... Hoki bener lu Jo! Gua ikut dah kalo lu mau nginep di tempat Mina."
"Min, gimana nih? Kasih ikutan nginep gak?", tanya gua sembari kasih sedikit kode kedipan mata ke Mina.
Kode buat ngerjain si Beni lebih tepatnya.
"Oh, ga papa sih, Tapi anter gua dulu ke Kebayoran ya... Sebentar doang kok.", ucap Mina.
"Kebayoran? Mau nongkrong-nongkrong dulu ya? Hayuk lah gua ikutan aja! Bakalan seru nih malem ini!"
"Iya Ben, bakal seru banget malem ini...", jawab gua sembari senyum tipis.
----------------------------------------------------------------
Sekitar 40 menitan kemudian mobil yang gua dan Mina tumpangin berhenti si salah satu bangunan di jalan Wolter Monginsidi. Dan bener aja, Beni keliatan kaget begitu liat plang lumayan gede yang ada di depan gedung ini.
"Hayuk Ben, masuk! Gua lagi bergairah banget nih malem ini! Apalagi abis liat lu smua main futsal!", ajak Mina sembari narik tangan Beni.
"Eh.... i... itu... gua..."
"Udah, sana masuk aja! Katanya mau ikutan seneng-seneng sama kita", kata gua sambil dorong Beni dari belakang.
Gak begitu jauh ke dalem, ada resepsionis nyambut kita.
"Halo Mbak Mina, tumben nih dateng malem-malem. Wah, cowoknya ikut sekarang. Trus satu lagi siapa nih? Lucu juga."
"Iya nih Mbak Diah, tau-tau bergairah gini malem-malem. Dia namanya Beni. Katanya mau ikutan seneng-seneng sama kita malem ini."
"Wah, gak salah Mas Ben ikutan di sini. Emang tempat ini pas banget ngebebasin segala perasaan tertekan kita.", kata Mbak Diah.
"Eh, saya..."
"Nanti kalo tertarik bisa saya mintain diskon buat daftar jadi membernya deh..."
"Udah yuk masuk aja... Nanti kemaleman...", potong gua sambil dorong Beni ke dalem.
----------------------------------------------------------------
Gak begitu lama kemudian di dalem gedung, gua udah hadap-hadapan sama Mina. Gua cuma pake celana yang tadi gua pake main futsal doang tanpa ada kain yang lapisin bagian atas tubuh gua. Mina? Gak kalah kebuka bajunya! Tanktop ketat bahan kaos yang bahkan ga sampe nutup bagian perut ratanya plus celana pendek yang emang pendek banget buat kaki jenjangnya. Mukanya keliatan bergairah banget ngeliat gua. Apalagi rambut pirang sepunggungnya udah diiket yang bikin leher sexy-nya itu jadi tambah keliatan. Keliatan banget doi lagi sangat bergairah!
"Don't go easy on me, babe!", kata Mina lembut ke gua.
"I should be the one saying it, honey.", bales gua sembari pasang beberapa aksesoris di tangan, kaki dan kepala.
Keliatan Mina juga pasang beberapa aksesoris yang sama. Beni? Gua ga liat. Yang jelas kayaknya doi agak ngambil jarak sama kita.
"Oke, ronde ini dua menit aja ya? Dan kali ini kita main lima ronde. Kalian berdua siap?", tanya orang ketiga di antara gua dan Mina.
"Siap!", jawab gua dan Mina barengan.
"Mulai!"
Mina dengan muka bergairahnya gerak cepat ke arah gua. Sekilas ada senyum tipis di bibirnya. Yup, senyum tipis sebelum dia kasih hook kanan ke arah muka gua.
Beruntung gua bisa kasih refleks yang baik atas pukulan itu. Tangan kiri gua blok pukulan tadi dan secara simultan tangan kanan gua udah gerak ngincer perut Mina.
BUK!
Masuk!
Keliatan muka Mina kayak nahan sakit. Tapi gak begitu lama. Terus dia langsung bergerak coba cari-cari kesempatan buat nyerang gua. Sementara Beni kayaknya protes ke gua yang entah apa isinya gua ga terlalu dengerin. Yup, gua sama Mina lagi asyik jual-beli serangan. Cuma omongan Bang Iwan yang kali ini jadi penengah di antara kita aja yang kita dengerin.
Well, gua sama Mina emang sedang sparing MMA di salah satu MMA gym di Kebayoran. Gua udah ikut ini semenjak beberapa minggu yang lalu karena diajak Mina. Kayaknya si Grizzly Bear udah pernah cerita ke ente semua kalo Mina emang doyan sama aktivitas fisik ini. Gua sendiri emang dasarnya nikmatin aktivitas fisik terutama yang bisa naikin adrenalin model begini ya jelas ga nolak. Even pas gua baru abis terlibat aktivitas fisik yang ga kalah menguras keringat kayak futsal barusan, gua cukup nikmatin sparing kali ini.
Dan belakangan gua sama Mina juga mulai nikmatin kegiatan sparing ini buat ngetes cowok-cowok yang coba deketin dia. Yup, gua dan Mina selalu enjoy perubahan ekspresi cowok-cowok itu begitu tau kalo Mina itu addict sama MMA. Dan biasanya setiap kali kita ngajak cowok yang coba deketin Mina ke sini, kita justru bertarung dengan lebih keras. Gua dan Mina coba nunjukkin ke cowok-cowok itu kalo butuh lebih dari sekadar tampang ganteng, duit berlimpah dan skill SSI buat bisa dapetin Mina.
Akhirnya lima ronde bisa kita lewatin. Beberapa bagian tubuh gua dan Mina udah lebam-lebam aja gara-gara aktivitas kita barusan. Tapi kita masih bisa ketawa-ketawa sembari cerita-cerita soal sparing barusan. Beni? Ada di bawah ring dan mukanya udah keliatan jiper gitu sama kita berdua.
"Gimana Ben barusan?", tanya gua.
"Eeehhhh..... mmmhhh... itu..."
"Yuk cobain ikutan bersenang-senang kayak barusan. Lu bebas deh mau seneng-seneng sama siapa? Sama Jojo? Atau sama gua?", tanya Mina genit.
"eeeerrr.... udah malem nih... Gua anterin kalian aja gimana?", jawab Beni.
"Okelah. Trus lu jadi mau ikutan nginep Ben?", tanya Mina balik.
"Kapan-kapan aja deh!"
----------------------------------------------------------------
"Lu liat gimana muka si Beni barusaan gak Jo? Asli kocak parah! Lebih parah dari si Joko sama Togi waktu itu! Ga bisa berenti ngakak gua!"
"Emang dah si Beni itu! Padahal pas nyoba sepikin lu di mobil udah kayak yang paling macho aja gitu."
Sekarang kita berdua udah jalan sembari gandengan di lobby apartemen Mina. Iya, gandengan. Kita mulai jalan gandengan sejak keluar dari mobil Beni barusan. Lumayan lah bikin Beni panas dingin setelah tadi jiper liat pertarungan kita.
Gak begitu lama kemudian kita udah ada di apartemen Mina. Gua langsung minta ijin mandi soalnya emang gua belom sempet mandi setelah tadi futsal & sparing MMA. Tapi ga begitu lama kemudian di bawah shower, tau-tau ada sepasang tangan halus peluk gua dari belakang.
"Jo... Ikutan ya..."
"Iya, hayuk. Silakan."
"Terus..."
"Terus apa?"
"Gak keberatan kan kalo kamu olah raga tiga kali malem ini?"
"Bentar... Bentar... Kayaknya gua salah denger barusan..."
"Iya, olah raga tiga kali... Kayak ga ngerti aja..."
"Bukan... Tadi kayaknya lu bilang 'kamu' buat manggil gua..."
"Itu... itu... Iya sih... Kamu ngerasa ga nyaman ya?"
"Ga papa kok Min... Aku udah cukup nunggu kamu manggil kayak gitu..."
Mina cuma senyum sambil tersipu. Keliatan pipinya memerah.
"Jadi...", sambung gua.
"Jadi...", jawab Mina sembari ngecup bibir gua.
"Let's proceed to the next sport, honey.", bisik Mina.
Dan, yak! Akhirnya gua beraktivitas fisik ketiga malem itu. Dan kali ini aktivitas fisiknya bisa dibilang paling lama dibanding yang dua sebelumnya.
----------------------------------------------------------------
Paginya gua terbangun dengan Mina masih ada di pelukan gua. Rasanya lemes betul gara-gara semalem. Mina juga keliatan mukanya lemes begitu. Dan gua cukup yakin dia pasti bakal bertahan agak lama di kasur ini sampe agak siang nanti. Mina emang gitu setiap kali kita habis bertarung dahsyat. Untungnya hari ini pas weekend pas gua lagi ga ada kelas bimbel dan Mina baru ada aktivitas agak sorean.
"Pagi, Jo.", ucap Mina sembari senyum pas dia bangun ga lama setelah gua bangun.
"Pagi, Min."
"Makasih ya semalem."
"Ehehehehe... Sama-sama."
"Jo..."
"Iya... Kapan libur kuliah?"
"Yah, bulan depan udah UAS. Ga lama abis itu paling. Knapa gitu?"
"Liburan bareng yuk."
"Mau ke mana emang?"
"Bali?"
"Nganter Nindi pulang kampung itu mah Min."
"Gak, nganter Dimas ketemu camer!"
"Bwahahahahahah! Geblek! Tapi seru juga tuh! Gua coba kontak dia deh segera"
"Tapi biar aja si Dimas yang ketemu camernya."
"Trus kita?"
"Di hotel aja ga usah ke mana-mana trus kayak semalem lagi deh."
"Ya elah, Min. Yang gitu mah ga usah pake ke Bali juga kali. Di sini juga bisa!"
"IIIhhh.... aku tuh jadi ketagihan gara-gara kamu tau, Jo. Hayo tanggung jawab!"
"Tanggung jawab? Lu minta gua nikahin?"
"Gak. Aku mau kamu tinggal bareng sama aku aja di sini! Aku tau bakal terlalu berat buat minta kamu nikahin aku!"
"Tinggal di sini? Tapi...."
"Ga ada tapi! Kamu coba pikirin alesan apa biar dikasih pindah dari rumah kamu! Pokoknya abis kita liburan ke Bali kamu udah harus tinggal sama aku di sini!"
War...It looks like I have no room for negotiations when I have to deal with your angelic cousin...
----------------------------------------------------------------
Huehehehehehe.... Sori baru apdet lagi... Maklumlah kudu colongan apdetnya karena lagi di rumah mertua... Dan sori ya Om Ben ane jadi ikutan nyatut nama...

0