- Beranda
- Stories from the Heart
Tanaka, Aku Padamu!!!
...
TS
Wah Cantiknya
Tanaka, Aku Padamu!!!
Quote:
WARNING!!!Cerita yang ada dalam thread ini adalah fiksi semua. Jadi gue saranin supaya kalian bacanya jangan terlalu baper.

Kalo gag sibuk, cerita bisa TS update setiap hari, kalo sibuk ya minimal seminggu sekali insya Allah update.




RULES :
JANGAN NGEFLAME!
JANGAN NGEFLAME!
Quote:
Quote:
Quote:
Diubah oleh Wah Cantiknya 08-02-2017 21:50
anasabila memberi reputasi
1
16.7K
Kutip
124
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Wah Cantiknya
#5
Dialah Tanaka
Quote:
Ayu masih dengan serius mendengarkan pria itu bicara.
“Aku adalah seorang asisten pribadi.”
Ayu melongo, lalu tak lama gadis manis itupun tertawa terbahak2.
“buahahahahahahahahhhh.”
“Apa yang lucu?” Tanya si pria agak tersinggung.
“Gue kira lo itu intel yg abis diserang penjahat atau bahkan residivis yg abis dikejar polisi, ternyata cuma aspri, buahahahaa.” Jawab Ayu terpingkal2.
“Aku belum selesai bicara.”
Ayu menghentikan tawanya. Kembali serius menunggu kelanjutan pembahasan dari pria itu.
“Namaku Tanaka Sumadireja, aku asli keturunan Indonesia, hanya saja ayahku memang lahir dari seorang wanita jepang, jadi darah Jepang sedikit mengalir ditubuhku. Aku bekerja sebagai seorang asisten pribadi dari putra seorang menteri disini.”
Baru kali ini Ayu kaget. “Oke.. Lalu kenapa bisa kamu terluka semalam? Apa tugasmu sebenarnya?”
“Aku mendapat tugas untuk mengantarkan paket ke seseorang dan semalam aku diserang saat dalam perjalanan, lalu diculik disekap dalam mobil yg membawaku kesini, untungnya paket itu masih aman, karna diperjalanan aku memberontak dan melumpuhkan beberapa dari mereka lalu loncat dari mobil dan berlari sejauh mungkin, sepertinya mereka orang2 yg tidak ingin paket ini sampai ke orang yg seharusnya.” Jelas Tanaka dengan nada serius.
“Paket apa?”
“Aku tidak tau, aku diperintahkan untuk tidak membuka paket itu.”
“Nurut bgd jadi orang, gimana kalo itu isinya BOM.”
“Aku mantan prajurit. Aku dibiasakan untuk selalu mematuhi perintah atasan.”
Ayu mengangguk2 asal. “Emang paketnya mau diantar kemana?”
“Kamu terlalu banyak bertanya. Seharusnya aku juga tidak boleh membongkar identitasku yg sebenarnya tapi karna aku sudah merepotkanmu, aku merasa perlu menjelaskan yg sebenarnya. Dan untuk kakek nenekmu, maaf kalau aku harus membohongi mereka. Aku sangat minta tolong padamu, jaga rahasia ini, jangan sampai ada orang lain yg tau, termasuk kakek dan nenekmu.”
“Hmm.. Gimana yaa..” Ayu mengetuk2 meja makan seolah sedang berpikir.
“Imbalannya aku akan memberikanmu kesemlatan untuk memintaku memberikan 12 permohonanmu. Kau bisa minta uang, barang, atau bahkan jasaku sekalian.”
“Sebenarnya aku tidak mau, tapi..”
“Tapi apa?”
“Tapi lo udah kepalang bikin kakek nenek gue pada kesenengan, dikira lo itu beneran pacar gue.”
Tanaka tersenyum kecil. “Kita bisa kondisikan itu nanti. Aku sangat memohon membantumu.”
Ayu berpikir cukup lama untuk mengiyakan. Sampai akhirnya dia benar2 menuruti permohonan Tanaka. Alasan Ayu hanya dua, pertama karena dia melihat memang Tanaka sepertinya bukan orang jahat dan yg kedua karena ketampanan Tanaka yg ternyata bisa membuat Ayu tersihir.
“Gue hanya perlu merahasiakan identitasmu kan? Gag lebih?” Tanya Ayu memastikan.
“Ya, hanya itu.”
“Kalo cuma itu, gue akan usahain bisa. Tapi inget! Jangan bawa gue kedalem urusan lo itu. Kerjaan lo serem bener kayaknya.”
“Oke. Sebelumnya Terima Kasih.”
Ayu beranjak bangun. “Gue ngeri aja kalo tu paket isinya barang haram atau bom buku.” Gerutu Ayu sambil berjalan pergi.
****
Siangnya Ayu pergi ke supermarket untuk membeli bahan2 kue. Hari ini kebetulan Ayu libur kerja. Tanaka juga ikut bersamanya, hanya saja mereka berpisah, Ayu dilorong bahan2 kue, sementara Tanaka dilorong perlengkapan pria.
Saat sedang memilih terigu, Ayu dikejutkan oleh kedatangan seorang wanita hamil yg sedang menggandeng anak perempuannya, wanita itu juga bersama seorang pria yg sepertinya suaminya.
“Wah.. Wah.. Wah.. Ada Master chef kita lagi belanja nih.” Kata si wanita dengan raut wajah meledek.
Ayu menoleh, terkejut awalnya. “Ester!” Ia memasang wajah malas pada wanita itu. Sementara suami wanita itu keliatan salah tingkah.
“Ayu masih sendirian belanjanya? Suaminya ga diajak? Eh lupa, ga punya suami ya hahaha.” Sindir Ester. Mirip mak lampir sekali nada bicaranya, jahat.
“Apa urusannya sih sama lo? Gue mau belanja sendiri kek, berdua kek, seRT kek, ribet amat lo.” Balas Ayu berusaha mengendalikan emosi.
“Ya ga ada urusan sih ya, gue cuma kasian aja sama lo, 4 tahun berlalu lo masih kayak gini aja.”
“Yank udah yank, pergi aja ayo.” Ajak sisuami merasa tak enak pada Ayu. Pria ini keliatannya termasuk suami takut istri karena dari nada bicaranya kedengaran agak takut pada istrinya.
dasar pecun.
Batin Ayu.
“Bram, urusin tuh istrimu.” Kata Ayu hendak berbalik pergi, namun terhenti karna Ester mengeluarkan kata2 yg menyebalkan.
“Move on, yu. Jangan pikirin Bram terus, liat dia udah berkeluarga sekarang.” Kata Ester picik.
Ayu kembali berbalik. “Elo tuh ya!” Hampir saja Ayu mendorong tubuh Ester yg sedang hamil besar, sebelum akhirnya Tanaka datang dan langsung merangkul Ayu.
“Yamete!!!”
Ayu melirik Tanaka tak mengerti.
“Apa kalian teman2nya Ayu? Kenalkan saya Tanaka, pacarnya Ayu.” Dengan ramah Tanaka menyalami sepasang suami istri itu. Ester seperti terpesona dengan ketampanan Tanaka.
Bram kelihatan tak suka pada Tanaka yg jelas lebih tampan dan lebih keren dari pada dia. Entah tak suka karna istrinya terpesona pada lelaki lain, atau terpesona karena Ayu mantan pacarnya sudah move on ke pria yg jauh lebih baik dari dia.
“Hai.. Saya Ester.” Kata Ester sok baik.
“Ayo pergi!” Kata Ayu langsung menarik tangan Tanaka pergi dari sana.
Tanaka tersenyum pada Ester dan Bram sebelum pergi.
Selesai belanja, Ayu tidak langsung pulang, melainkan makan es krim dulu dissbuah kedai es krim dijalan Pajajaran. Tanaka juga disana, menonton gadis berusia 28 tahun yang sedang dilanda emosi, memesan eskrim cokelat porsi double dan memakannya sambil marah2.
“Dasar pramuria! Dari dulu sampe sekarang selalu ganggu hidup gue. Kalo gag inget ada anak perempuannya yg masih kecil tadi, pengen banget gue teriak DASAR pramuria JAHANAM.”
“Gadis baik2 tidak akan bicara kasar seperti itu.” Kata Tanaka yg hanya memesan air mineral disana.
“Lo ga tau sih, dia itu jahat. Setiap ketemu pasti ngolok2 gue, dia tuh selalu sirik sama gue, dari dulu SMA dia selalu dengki sama gue. Dia selalu pengen dapetin apa yg gue punya, dia ambil sahabat2 gue dengan cara memfitnah gue, dia selalu hina gue yg ga punya orang tua, dia bilang gue cuma abisin uang negara karna gue sekolah pk beasiswa. Waktu kuliah, dia, dia juga rebut pacar gue, dia godain pacar gue sampe akhirnya dia hamil dan harus dinikahin, gue ditinggalin.”
Tanpa terasa Ayu mulai meneteskan air mata. Dan orang2 disekitarnya mulai memperhatikan, mereka mengira Ayu dan Tanaka adalah sepasang kekasih yg sedang bertengkar.
“Tapi kebencianmu tidak seharusnya mengubahmu jadi orang jahat juga kan?” Kata Tanaka menatap Ayu dengan tajam.
“Tapi dia itu jahat, jahat banget. Gue emang belom dapet pengganti si Bram, tapi bukan berarti gue belom move on dan masih ngarepin Bram! Dan lo tau ga, setiap ketemu dia selalu sindir gue dengan kata2 itu.”
“Ayu, belajarlah menjadi batu karang. Yang walau diterjang badai, dia akan tetap kokoh berdiri disana.”
Ayu melotot. “Ah udah deh, percuma ngomong sama lo, lo ga akan ngerti rasanya.” Ayu berdiri lalu pergi meninggalkan Tanaka, Tanaka buru2 mengejarnya diikuti tatapan heran dari orang2 disana.
****
Malamnya, Kakek dan nenek mengajak Ayu dan Tanaka ngobrol santai dipekarangan rumah sambil ngopi. Tanaka adalah lawan bicara yg asik, bahkan untuk orang tua sekalipun. Terbukti dari tadi kakek dan nenek sangat nyaman bicara dengan pemuda gagah tersebut. Tapi Ayu malah merusak suasana itu.
“Tan, kapan kamu mau pergi dari sini? Aku takut tetangga bergunjing dan menceritakan yg tidak2 tentang kita.”
“Ayu!”
Kata nenek melotot “Biarin aja Tanaka nginep disini semaunya. Ga akan ada yg berani macem2 ngomongin yg jelek2 tentang keluarga kita.”
“Tapi nek, kalo misalnya terjadi sesuatu yg tidak diinginkan gimana? Nenek dan kakek juga pasti malu.”
“Malah bagus itu, jadi kalian bisa cepat menikah hahaha.” Timpal kakek senang.
“Hadeuh buset. Dunia udah terbalik!” Ayu menepuk jidatnya. Lalu memilih pergi dari sana sambil bergerutu tak jelas.
Sementara itu Kakek, Nenek dan Tanaka melanjutkan sesi ngobrol santai mereka yg tertunda.
to be continue..
“Aku adalah seorang asisten pribadi.”
Ayu melongo, lalu tak lama gadis manis itupun tertawa terbahak2.
“buahahahahahahahahhhh.”
“Apa yang lucu?” Tanya si pria agak tersinggung.
“Gue kira lo itu intel yg abis diserang penjahat atau bahkan residivis yg abis dikejar polisi, ternyata cuma aspri, buahahahaa.” Jawab Ayu terpingkal2.
“Aku belum selesai bicara.”

Ayu menghentikan tawanya. Kembali serius menunggu kelanjutan pembahasan dari pria itu.
“Namaku Tanaka Sumadireja, aku asli keturunan Indonesia, hanya saja ayahku memang lahir dari seorang wanita jepang, jadi darah Jepang sedikit mengalir ditubuhku. Aku bekerja sebagai seorang asisten pribadi dari putra seorang menteri disini.”
Baru kali ini Ayu kaget. “Oke.. Lalu kenapa bisa kamu terluka semalam? Apa tugasmu sebenarnya?”
“Aku mendapat tugas untuk mengantarkan paket ke seseorang dan semalam aku diserang saat dalam perjalanan, lalu diculik disekap dalam mobil yg membawaku kesini, untungnya paket itu masih aman, karna diperjalanan aku memberontak dan melumpuhkan beberapa dari mereka lalu loncat dari mobil dan berlari sejauh mungkin, sepertinya mereka orang2 yg tidak ingin paket ini sampai ke orang yg seharusnya.” Jelas Tanaka dengan nada serius.
“Paket apa?”
“Aku tidak tau, aku diperintahkan untuk tidak membuka paket itu.”
“Nurut bgd jadi orang, gimana kalo itu isinya BOM.”

“Aku mantan prajurit. Aku dibiasakan untuk selalu mematuhi perintah atasan.”
Ayu mengangguk2 asal. “Emang paketnya mau diantar kemana?”
“Kamu terlalu banyak bertanya. Seharusnya aku juga tidak boleh membongkar identitasku yg sebenarnya tapi karna aku sudah merepotkanmu, aku merasa perlu menjelaskan yg sebenarnya. Dan untuk kakek nenekmu, maaf kalau aku harus membohongi mereka. Aku sangat minta tolong padamu, jaga rahasia ini, jangan sampai ada orang lain yg tau, termasuk kakek dan nenekmu.”
“Hmm.. Gimana yaa..” Ayu mengetuk2 meja makan seolah sedang berpikir.
“Imbalannya aku akan memberikanmu kesemlatan untuk memintaku memberikan 12 permohonanmu. Kau bisa minta uang, barang, atau bahkan jasaku sekalian.”
“Sebenarnya aku tidak mau, tapi..”
“Tapi apa?”
“Tapi lo udah kepalang bikin kakek nenek gue pada kesenengan, dikira lo itu beneran pacar gue.”
Tanaka tersenyum kecil. “Kita bisa kondisikan itu nanti. Aku sangat memohon membantumu.”
Ayu berpikir cukup lama untuk mengiyakan. Sampai akhirnya dia benar2 menuruti permohonan Tanaka. Alasan Ayu hanya dua, pertama karena dia melihat memang Tanaka sepertinya bukan orang jahat dan yg kedua karena ketampanan Tanaka yg ternyata bisa membuat Ayu tersihir.
“Gue hanya perlu merahasiakan identitasmu kan? Gag lebih?” Tanya Ayu memastikan.
“Ya, hanya itu.”
“Kalo cuma itu, gue akan usahain bisa. Tapi inget! Jangan bawa gue kedalem urusan lo itu. Kerjaan lo serem bener kayaknya.”
“Oke. Sebelumnya Terima Kasih.”
Ayu beranjak bangun. “Gue ngeri aja kalo tu paket isinya barang haram atau bom buku.” Gerutu Ayu sambil berjalan pergi.
****
Siangnya Ayu pergi ke supermarket untuk membeli bahan2 kue. Hari ini kebetulan Ayu libur kerja. Tanaka juga ikut bersamanya, hanya saja mereka berpisah, Ayu dilorong bahan2 kue, sementara Tanaka dilorong perlengkapan pria.
Saat sedang memilih terigu, Ayu dikejutkan oleh kedatangan seorang wanita hamil yg sedang menggandeng anak perempuannya, wanita itu juga bersama seorang pria yg sepertinya suaminya.
“Wah.. Wah.. Wah.. Ada Master chef kita lagi belanja nih.” Kata si wanita dengan raut wajah meledek.
Ayu menoleh, terkejut awalnya. “Ester!” Ia memasang wajah malas pada wanita itu. Sementara suami wanita itu keliatan salah tingkah.
“Ayu masih sendirian belanjanya? Suaminya ga diajak? Eh lupa, ga punya suami ya hahaha.” Sindir Ester. Mirip mak lampir sekali nada bicaranya, jahat.
“Apa urusannya sih sama lo? Gue mau belanja sendiri kek, berdua kek, seRT kek, ribet amat lo.” Balas Ayu berusaha mengendalikan emosi.
“Ya ga ada urusan sih ya, gue cuma kasian aja sama lo, 4 tahun berlalu lo masih kayak gini aja.”
“Yank udah yank, pergi aja ayo.” Ajak sisuami merasa tak enak pada Ayu. Pria ini keliatannya termasuk suami takut istri karena dari nada bicaranya kedengaran agak takut pada istrinya.
dasar pecun.
Batin Ayu.“Bram, urusin tuh istrimu.” Kata Ayu hendak berbalik pergi, namun terhenti karna Ester mengeluarkan kata2 yg menyebalkan.
“Move on, yu. Jangan pikirin Bram terus, liat dia udah berkeluarga sekarang.” Kata Ester picik.
Ayu kembali berbalik. “Elo tuh ya!” Hampir saja Ayu mendorong tubuh Ester yg sedang hamil besar, sebelum akhirnya Tanaka datang dan langsung merangkul Ayu.
“Yamete!!!”
Ayu melirik Tanaka tak mengerti.
“Apa kalian teman2nya Ayu? Kenalkan saya Tanaka, pacarnya Ayu.” Dengan ramah Tanaka menyalami sepasang suami istri itu. Ester seperti terpesona dengan ketampanan Tanaka.
Bram kelihatan tak suka pada Tanaka yg jelas lebih tampan dan lebih keren dari pada dia. Entah tak suka karna istrinya terpesona pada lelaki lain, atau terpesona karena Ayu mantan pacarnya sudah move on ke pria yg jauh lebih baik dari dia.
“Hai.. Saya Ester.” Kata Ester sok baik.
“Ayo pergi!” Kata Ayu langsung menarik tangan Tanaka pergi dari sana.
Tanaka tersenyum pada Ester dan Bram sebelum pergi.
Selesai belanja, Ayu tidak langsung pulang, melainkan makan es krim dulu dissbuah kedai es krim dijalan Pajajaran. Tanaka juga disana, menonton gadis berusia 28 tahun yang sedang dilanda emosi, memesan eskrim cokelat porsi double dan memakannya sambil marah2.
“Dasar pramuria! Dari dulu sampe sekarang selalu ganggu hidup gue. Kalo gag inget ada anak perempuannya yg masih kecil tadi, pengen banget gue teriak DASAR pramuria JAHANAM.”
“Gadis baik2 tidak akan bicara kasar seperti itu.” Kata Tanaka yg hanya memesan air mineral disana.
“Lo ga tau sih, dia itu jahat. Setiap ketemu pasti ngolok2 gue, dia tuh selalu sirik sama gue, dari dulu SMA dia selalu dengki sama gue. Dia selalu pengen dapetin apa yg gue punya, dia ambil sahabat2 gue dengan cara memfitnah gue, dia selalu hina gue yg ga punya orang tua, dia bilang gue cuma abisin uang negara karna gue sekolah pk beasiswa. Waktu kuliah, dia, dia juga rebut pacar gue, dia godain pacar gue sampe akhirnya dia hamil dan harus dinikahin, gue ditinggalin.”
Tanpa terasa Ayu mulai meneteskan air mata. Dan orang2 disekitarnya mulai memperhatikan, mereka mengira Ayu dan Tanaka adalah sepasang kekasih yg sedang bertengkar.
“Tapi kebencianmu tidak seharusnya mengubahmu jadi orang jahat juga kan?” Kata Tanaka menatap Ayu dengan tajam.
“Tapi dia itu jahat, jahat banget. Gue emang belom dapet pengganti si Bram, tapi bukan berarti gue belom move on dan masih ngarepin Bram! Dan lo tau ga, setiap ketemu dia selalu sindir gue dengan kata2 itu.”
“Ayu, belajarlah menjadi batu karang. Yang walau diterjang badai, dia akan tetap kokoh berdiri disana.”
Ayu melotot. “Ah udah deh, percuma ngomong sama lo, lo ga akan ngerti rasanya.” Ayu berdiri lalu pergi meninggalkan Tanaka, Tanaka buru2 mengejarnya diikuti tatapan heran dari orang2 disana.
****
Malamnya, Kakek dan nenek mengajak Ayu dan Tanaka ngobrol santai dipekarangan rumah sambil ngopi. Tanaka adalah lawan bicara yg asik, bahkan untuk orang tua sekalipun. Terbukti dari tadi kakek dan nenek sangat nyaman bicara dengan pemuda gagah tersebut. Tapi Ayu malah merusak suasana itu.
“Tan, kapan kamu mau pergi dari sini? Aku takut tetangga bergunjing dan menceritakan yg tidak2 tentang kita.”
“Ayu!”
Kata nenek melotot “Biarin aja Tanaka nginep disini semaunya. Ga akan ada yg berani macem2 ngomongin yg jelek2 tentang keluarga kita.”“Tapi nek, kalo misalnya terjadi sesuatu yg tidak diinginkan gimana? Nenek dan kakek juga pasti malu.”
“Malah bagus itu, jadi kalian bisa cepat menikah hahaha.” Timpal kakek senang.
“Hadeuh buset. Dunia udah terbalik!” Ayu menepuk jidatnya. Lalu memilih pergi dari sana sambil bergerutu tak jelas.
Sementara itu Kakek, Nenek dan Tanaka melanjutkan sesi ngobrol santai mereka yg tertunda.
to be continue..
Diubah oleh Wah Cantiknya 04-07-2016 04:16
0
Kutip
Balas