- Beranda
- Kendaraan Roda 2
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
...
TS
admapower64
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
Selamat datang di Thread admapower64

Composed and Edited by Dee santi
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
andromedaatlas dan 16 lainnya memberi reputasi
15
992.3K
10.1K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Kendaraan Roda 2
19.2KThread•15KAnggota
Tampilkan semua post
luxm4n
#3737
Idemitsu Fully Synthetic (Full VHVI) API SN ILSAC GF-5 Energy Concervation SAE 0W-20
Summon:
Hmmm... ane udh menelusuri segala sesuatunya, dan ane akan tulis lengkap disini, maaf jika panjang kali lebar,,, mohon koreksinya jika salah, dan mohon tambahanya jika kurang. Dan mohon komentar agan/i sekalian baik yg ane summon maupun yg atau tidak,
Ane melakukan ini karena ane mendeteksi adanya kecenderungan "fanboysme" pada diri ane terhadap Pertamina Lubricants. Ane gk terima dong ya,,, karena itulah ane melakukan investigasi ini, agar memantapkan ane apakah tetap menggunakan E-Pro Gold atau beralih ke TMO 0W-20. Soalnya E-Pro Gold sejauh ini bahkan menurut ane lebih baik daripada Fastron Gold, ane yakin tidak semata-mata karena perbedaan Viscosity Grade saja. Alasan kegundahan ane cuma karena kecenderungan fanboysme pada Pertamina Lubricants, dan Image Idemitsu yang jelek di mindset ane karena AHM Oil (nanti dibawah akan ane tulis hal-hal yang bikin image Idemitsu sudah baik di mata ane).
VOA Idemitsu 0W-20 (Berdasarkan OEM Mazda)
UOA Honda Civic R18 Tahun 2011 yg pakai Idemitsu 0W-20sejauh 6018 Miles atau 9781 KM (Drain Interval nih Oli emang direkomendasikan 10.000 KM / 6000 Miles)
Ane gk bisa nilai oli dari ujia lab ginian
, MOHON bantuannya ...
cuma dua hal sih yg ane paham,,, Molybdenum dan Boron nya wow,,, yg ane taunya cuma itu doang sebagai Friction Modifier pengganti ZDDP terbaik.
Memang, Pihak Marketing Honda sangat menekankan soal Friction Modifier dan Anti-Abrasion pada Honda Genuine Oil E-Pro Gold.
PDS (Product Data Sheed) Idemitsu 0w-20
Ane gk bisa baca PDS, mohon bantuannya,, yg ane tau cuma dari Viscosity Index-nya, ini oli Full VHVI, jelas bukan PAO.
Dan hasil VOA (Mazda Genuine Oil API SN SAE 0W-20) dengan hasi UOA (Idemitsu API SN SAE 0W-20) pada kadar Molybdenum, Zinc, Phosphorous, menujukkan nilai yg tidak jauh berbeda, tentu saja lebih sedikit angkanya pada hasil UOA. Menurut hemat ane, ini bukti kalau OEM (Mazda, Honda, dll) atau Aftermarket (Merk Idemitsu sendiri) adalah sesaui pernyataan Idemitsu bahwa formulasi dan kualitasnya adalah sama alias Oli OEM 0W-20 cuma Re-branding dari Idemitsu 0W-20.
Pertanyaannya adalah, Kenapa Idemitsu Indonesia tidak menjual Idemitsu 0W-20 dalam segmen Aftermarket menggunakan Merk Idemitsu ?
Jawabannya hanya pihak Idemitsu sendiri yang tau, tapi menurut ane pihak Idemitsu sama seperti Pertamina yang lagi produksi pesanan OEM untuk Oli 0W-20 yang sedang getol-getolnya diblow up ATPM, bukankan Petamina Fastron Gold 0W-20 juga masih belum tersedia di pasaran Indonesia meski sudah rilis tahun lalu ?
Dan setau ane, Fastron Gold 0W-20 sebenarnya udah lama ada, tapi untuk pasar konsumen luar negri saja,,, jadi bisa dikatakan Fastron Gold 0W-20 bukan produk baru, melainkan produk pertamina untuk konsumen luar negri yg dijual di dalam negri, ini pun tak lepas dari gebrakan baru ATPM Mobil di Indonesia yang "upgrade" ke 0W-20. Kalau saja ATPM Mobil di Indonesia masih bermain di 30wt dan 40wt, menurut ane tidak mungkin Fastron Gold 0W-20 dijual di dalam negri, karena acuan produsen oli adalah OEM, selalu begitu.
0W-20 masih Fresh, Data Sheet/PDS/MSDS belum tersedia sama sekali, ketersediaan produk pun belum tersedia sama sekali, hanya beberapa distributor yang sudah kebagian Fastron Gold 0W-20.
Analisa Hasil Investigasi Ane
Nah, Idemitsu mengklaim bahwa Idemitsu SAE 0W-20 itu formulasinya SAMA dengan yang digunakan oleh OEM, nah OEM disini maksudnya adalah Honda (Mobil), Mazda, dll (OEM yg mereka suplai). Coba kalo "Custom Adpack", kan Cost nya lebih besar lagi dibanding bikin Label OEM, bahkan desain kemasan oli pun masih khas/dari Idemitsu untuk pasar Indonesia (Asia Tenggara).
Oli OEM Re-branding lain adalah ATPM Sepeda Motor yakni AHM Oil MPX1 dan MPX2, ini setelah ane telusuri, identik dengan Idemitsu 4T API SJ JASO MA/MB. Makanya untuk varian AHM Oil SPX (SPX1/SPX2) mereka rebranding Oli dari Repsol, kalau saja oli OEM itu formulasinya custom by OEM, maka apa sulitnya "pesan" di Idemitsu saja yg jelas-jelas OEM nya Honda secara Global ?, eeeiitss,, ada juga memang AHM Oil SPX yang diproduksi Idemitsu, yakni SPX1 yg ketika ane telusuri memang ada Idemitsu 4T Fully Synthetic API SJ JASO MA SAE 10W-30. Tapi Idemitsu tidak memiliki oli Fully Synthetic 4T API SJ JASO MB SAE 10W-30, apakah ini yang menyebabkan AHM Oil SPX2 hanya dibuat oleh Repsol ?, sedangkan SPX1 ada yang dari Repsoldan ada yg dari Idemitsu. Repsol punya Oli Fully Synthetic API SJ JASO MB SAE 10W-30 ?, Ada, dan ini menurut ane yg dire-branding jadi AHM Oil SPX2 dikarenakan Idemitsu tidak punya MCO Semi Synthetic JASO MB. Kenapa Repsol ?, wah,,, Motor Honda itu udh jamak diketahui "bersahabat" dengan Repsol, di Motor GP.
Ane udh tau betul permainan kata OEM yah gan, kayak Scooter Gear OIl yg dikatakan "Formulasi Khusus untuk Final Gear Ratio/Transmission Scooter Matic" yg faktanya isinya ya Oli Mesin. Jadi ane gk kaget lagi ketika menemui bahwa Label Fully Synthetic ternyata isinya Full VHVI, bukan Base Group IV (PAO + VHVI + Ester).
Soal Tagline "Formulated by R&D Japan" yg dikira adalah Honda Japan, padahal Japan = Idemitsu (Idemitsu kan perusahaan oli asal jepang).
Pada label Honda E-Pro Gold pun memberikan kesan bahwa oli ini "Approved by Honda", bukan "Made with Formulation by R&D Honda Japan", yg menurut hemat ane, ini oli Re-branding Idemitsu 0W-20 dengan sedikit permainan kata (marketing) yakni "Dengan Spesial Aditif dari Honda seperti Friction-Modifier, Hi-Vi Polymer, Anti-Abrasion, dan Detergent" yg mana itu sebenarnya meruapakan Adpack Wajib dari Engine Oil,,, HPM gk menyinggung sedikit pun dan dimanapun soal Oil Film, tidak seperti TMO (Toyota Astra) yang punya nama marketing "Actifilm Technology", atau AHM Oil dengan nama marketing "Smartfilm", seakan-akan HPM (Honda Prospect Motor - ATPM Mobil Honda di Indoesia) mengangap Oil Film memang PASTI jadi fitur utama Oli Mesin, apalagi ini udah API SN ILSAC GF-5, jadi buat apa ditulis ?, ini yg bikin ane gk ragu lagi soal kemampuan OIl Film nya E-Pro Gold, soalnya di post sebelumnya, yg jadi pembanding adalah Fastron Gold 5W-30, tentu saja lebih tebal Oil Film nya dibandingkan E-Pro Gold 0W-20.
Tau kesamaan dari ATPM yg tidak pernah absen menyebut Oil Film dengan nama marketing mereka yakni AHM dan TAM ?
Ya, AHM dan TAM, keduanya Group Astra. Jadi ane sekarang paham, kenapa HPM l tidak ikutan, karena setau ane HPM (Honda Prospect Motor) bukan bagian dari Group Astra (dari nama aja udh jelas).
Tapi emang menurut ane Oli OEM ya Re-branding semua kok, seperti Pertamina Fastron Gold SAE 0W-20 yang kehadirannya bertepatan atau berbarengan dengan rilisnya TMO 0W-20. Sampai-sampai Pertamina belum juga "membagikan" Fastron Gold SAE 0W-20 kepada para Distributor untuk dijual masal di OIl Mart, SPBU, dan Bengkel, ini yg biki ane mulai undur diri sebagai pengguna Pertamina Fastron Gold, karena ane udh Upgrade ke SAE 0W-20. Oli-oli Fastron lainnya pun menurut hemat ane ciri-cirinya identik dengan TMO-TMO lain seperti SAE 5W-30 (Fastron Gold 5W-30), 10W-40 (Fastron Techno 10W-40), dan 15W-40 (Fastron Diesel 15W-40). Dan dari List HET terbaru Pertamina Lubricants yg beredar, Fastron Gold 0W-20 harganya sedikit lebih murah daripada Fastron Gold 5W-30. Uniknya TMO 0W-20 harganya lebih mahal daripada Fastron Gold 5W-30 dan/atau TMO 5W-30. Ada member LDIC yg ngejudge HPM itu Overprice yg sedikit banyaknya mempengaruhi ane, tapi menurut analisa ane, Toyota Astra Motor juga Ovenprice, coba bayangkan, Oli OEM yg sebelumnya memiliki Flagship SAE 5W-30 yg paling mahal dibanding SAE 10W-40, lalu hadir Flagship baru SAE 0W-20 yg dalam promotion nya sangat-sangat High Tech dengan berbagai kelebihannya dibandingkan SAE 5W-30, lalu apakah mereka mau menjual dengan harga yang lebih murah dari oli lama SAE 5W-30 ?, ane rasa tidak (inilah sisi Bisnis nya), ini OEM loh gan/i, bukan Aftermarket yg bisa ngasih harga apa adanya sesuai Production Cost. Banyak yg heran kenapa Fastron Gold 0W-20 dibandrol lebih murah daripada Fastron Gold 5W-30, tapi menurut hemat ane, bisa saja harga tersebut adalah First Price saja. Atau mungkin Fastron Gold 0W-20 hanyalah Fastron Gold 5W-30 yang kadar VII Polymer yang direduksi/dikurangi ?
Honda, memang menurut penelusuran ane, bisa dikatakan "Honda Mesin-nya, Idemitsu Oli-nya", dan itu beraku secara Global, tidak hanya OEM ATPM Indonesia saja. Ini yang memudahkan ane menelusuri Oli OEM Honda, karena Idemitsu itu lebih dikenal di Forum international daripada Pertamina Lubricants. Sebagai bukti, adalah sobat yg punya Hasil UOA/VOA Fastron Gold yang dishare di Forum International ?, kalo Idemitsu, sudah ane post diatas.
ATPM Honda Mobil di Indonesia yakni Honda Prospect Motor setau ane bukan bagian dari Group Astra, sehingga lebih konsisten mengikuti kebijakan OEM Honda Global (maksudnya yg OEM Honda International), makanya Oli OEM Mobil Honda adalah Idemitsu. Berbeda dengan ATPM yg masuk Group Astra memang "Nasionalis" seperti AHM dulu yg menggandeng Federal Oil yang merupakan Perusahaan Lubricant asal Indonesia yang juga menggunakan Base Lube Oil (Base Oil) dari Pertamina Lubricants (dulu, gk tau kalo sekarang), yaa meski sekarang AHM sudah menggunakan Idemitsu, tapi dengan branding AHM Oil, AHM bisa saja dikemudian hari menggandeng Produsen Oli lain (keuntungan punya Brand Oli OEM sendiri), dan ya tentu saja TAM yang menggandeng Pertamina Lubricants, yg jelas-jelas OEM Toyota di luar negri sana tidak menggunakan Pertamina Lubricant. Contohnya Toyota Genuine Motor Oil SAE 0W-20 di Amerika yang menggandeng ExxonMobil, ini yang bikin ane bingung, karena pada Database NTP MIGAS Tahun 2014 TGMO 0W-20 diproduksi oleh ExxonMobil dengan masa berlaku hingga 31 Agustus 2019. Masa berlaku Registrasi NPT MIGAS adalah 5 Tahun, yang artinya TGMO 0W-20 didaftarkan pada Tahun 2014.
Ada yg janggal ?. Ya, Brand-nya TGMO (Toyota Genuine Motor Oil), yang mana sekarant TAM sudah Re-branding jadi TMO (Toyota Motor Oil) yang setau ane bertepatan dengan rilisnya TMO 0W-20 yang sekaigus mempublikasikan kerjasama TAM dengan Pertamina. Padahal udh sejak dulu TGMO 5W-30, 10W-40, 15-40 (Diesel) adalah Re-branding Pertamina Fastron Series.
Opini Ane Terkait Keputusan AHM Re-branding AHM Oil dan Beralihnya ke Idemitsu Ketika sudah Tidak Federal Oil Lagi
Ane sekarang tau alasan kenapa AHM ketika sudah tidak menggunakan Federal Oil (ini alasannya belum jelas, apakah mengikuti OEM Honda International, atau ada "masalah" dengan Federal Oil) justru beralih ke Idemitsu, bukan Pertamina Lubricants, karena:
Soal masalah Oli Habis dan Suara Mesin Kasar saat pakai AHM Oil MPX1 yang sempat Heboh dulu, dari hasil investigasi ane:
Masalah Oli Habis pada Point 2 diatas juga sangat dipengaruhi ekspektasi penggunanya yang tinggi (salah ATPM juga) yang mereka kira AHM Oil bisa digunakan hingga 4000 KM (yang tentu saja orang awam menganggapnya dalam kondisi apa pun), tiba-tiba Oli habis aja.
Beberapa HC3 AHASS yang ane wawancarai mengaku khawatir, dan menyarankan ganti oli AHM Oil cukup tiap 2000 KM saja, toh udah lazimnya MCO Drain Interval-nya 2000 KM. Takutnya ada pengguna yang ekspektasinya terlalu tinggi tanpa sadar kondisi dan situasi yang mempengaruhi Drain Interval Oli, karena 4000 KM tersebut adalah Normal Mileage MTBF (Time Between Failures) yang praktiknya motor di Indonesia banyak yg mengalami Serve Serivice sehingga Drain Interval harus setengah dari MTBF, yakni berarti 2000 KM dari MTBF 4000 KM.
Kenapa AHM Oil Ini Ane Bahas ?
Karena jujur, ane skeptis dengan Idemitsu karena AHM Oil, khususnya kasus Penguapan Parah, Suara Mesin Kasar yang terjadi pada AHM Oil. Meski ane sendiri tidak mengalaminya, tapi pengaruh Bad Testimonial dari mereka yang mengalaminya sungguh hebat loh membentuk Brand Image...
Padahal, AHM Oil Approved by JASOdan API, Bukan cuma Meet saja.
MCO = Oli Jelek ?
Alasan kenapa MCO "Jelek" bagi mereka yg punya ekspektasi lebih adalah, MCO itu Oli Khusus Motor yg punya Life Cycle pendek, Sertifikasi cuma sebatas API SJ (beberapa sudah SL) dan JASO (tidak meet/aproved OEM Mobil/Motor Amerika dan Eropa), seingga Additive Pack diformulasikan dan disesuaikan untuk kebutuhan tersebut saja, yakni soal Drain Interval cuma MTBF 4000 KM Wet Clutch (Manual Transmission) dan 7000 KM Dry Clutch (Scooter Matic), ditambah lagi motor di Indonesia relatif sering digunakan dalam kondisi Serve Service.
Hadirnya JASO juga untuk mengantisipasi kasus Slip Kopling yang terjadi secara massive kala itu, ketika Industri Lubricant Global berorientasi pada Environment Friendly, punya dampak negatif pada motor-motor jepang yang berteknologi Wet Clutch (Kopling terendam Oli didalam Mesin). Inilah alasan kenapa User HDEO/PCMO harus selektif memilih spesifikasi agar tidak terjadi Slip Kopling. Antara lain jangan pakai Oli tersertifikasi ILSAC GF-5 dengan ciri mudahnya adalah Viscosity Garade sama dengan atau lebih dari 40wt.
Dulu, PCMO mah biasa aja dipake di Motor, gk percaya ?, itu Mesran, Prima XP 40/50wt < API SJ banyak yg pake sejak dulu di Motor, beberapa dari mereka baru sadar itu Oli Mobil, beberapa sadar dari dulu. Fine-fine aja kan ?
Sebenarnya, MCO dengan Drain Interval 1000 - 2000 KM dianggap "Wajar/Normal" sesuai peruntukan dan formulasi oli tersebut, hanya bagi kita-kita yang pengenya Long Drain Interval, Better Performance, Low Evaporation, Better Fuel Consumtion, dll, lebih memilih High Performance Engine Oil yang diberi nama PCMO/HDEO (Penggolongan dan Penamaan ini hanya Kategorisasi Marketing saja).
Alasan kenapa PCMO 30wt udah tidak bisa lagi digunakan pada Wet Clutch Motorcycle adalah karena Orientasi/Visi Industri Mobil dewasa ini yang mengejar Eco Friendly/Environment Friendly, sehingga Friction Modifier ditingkatkan (bukan ZDDP), ini ditandai dengan Rating Performance Designation yang masuk kategori Energy Concervation dan bahkan Resource Conservation. Ketahuilah bawha Industri Lubricant berorientasi pada Industri Otomotif (menyesuaikan dengan kebutuhan mesin), bukan sebaliknya.
Karena orientasi produsen Oli mengacu pada OEM Mobil inilah kenapa PCMO/HDEO lebih baik daripada MCO, coba pikirkan,,, Oli yang tersertifikasi OEM BMW, Ferrari, Proche, Lamborghini, dan OEM-OEM Mobil Eropa dan Amerika lainnya (dalam satu jenis oli saja bisa meet bahkan aproved OEM Mobil Eropa, Amerika, dan Jepang), lantas mau dibandingkan dengan Oli yang cuma tersertifikasi OEM Japan Motorcycle seperti Honda, Yamaha, Kawasaki, dll ?, Come On !
Contoh Standard Industri Lubricant mengikuti Industri Otomotif (Mobil) adalah kasus pengurangan kadar ZDDP pada API SM, itu karena Mesin terbaru suda mengaplikasikan Roller Rocker Arm, dan Catalytic Converter. Tapi karena banyak yang "kekinian" (selalu pengen pake Oli dengan Rating API tertinggi dan terbaru) jadinya API mengoptimalkan API SN agar juga ramah terhadap Flat Tapped Rocker Arm. Bener loh, ane udh buktikan sendiri pakai Oli API SN 5W-30 pada Mesin OHV 163 cc Flat Tapped, tidak ada keausan pada Camshaft.
Bagi mereka yang terlalu terpaku pada kategori MCO/PCMO/HDEO, maka munculah Statement "Gunakanlah Oli sesuai Peruntukannya", berbeda dengan kita-kita disini yang "melek lubricant", bagi kita tidak ada itu oli motor, oli mobil, oli truk, kita mengguakan oli pada kendaraan kita ya dari data teknis terkait oli tersebut. Istilahnya "Smart User".
Dengan ini ane nyatakan, Nama Idemitsu sudah "Clean" di Mindset ane, sama seperti nama Top 1 yang udah bersih sejak lama di Mindset ane
, tidak ada Fanboysme dan Haterisme diantara kita.
Tak Kenal, maka Tak Sayang ...
Keputusan Ane
Karena menurut Investigasi yg ane lakukan menemukan bahwa HAO khususnya 0W-20 lebih "Jelas" daripada TMO, baik dari Data Sheet, maupun UOA, VOA. Sedangkan TMO 0W-20 "Tidak Jelas", boro-boro UOA, dan VOA,,, Data Sheet Pertamina Fastron Gold 0W-20 saja tidak/belum ada,, Boro-boro Data Sheet nya ada, Oli nya saja belum ada di pasaran
Sungguh dahsyat memang performance Pertamina Fastron Gold 5W-30, sehingga ane pun terbawa ke potensi Fanbosyme terhadap Pertamina Lubricants.
Dalam postingan ini, ane tidak bermaksud mendiskreditkan Pertamina, Toyota Astra Motor, dan pihak lain yang ane sebut di postingan ini, ane pun tidak ada maksud mendiskreditkan Fastron Gold dan/atau Toyota Motor Oil. Keputusan ane murni karena Data-data terkait Honda Automobile Oil E-Pro Gold dan/atau Idemitsu 0W-20 lebih lengkap dan jelas daripada TMO 0W-20 dan/atau Pertamina Fastron Gold 0W-20. Hasil akan berbeda seandainya ane punya Data Sheet, Hasil UOA dan/atau VOA Pertamina Fastron Gold 0W-20.
Investigasi ini ane rasa perlu, mengingat Image "Oli Tidak Jelas" yang selalu melekat pada Oli OEM.
Semoga Bermanfaat
Quote:
Quote:
Hmmm... ane udh menelusuri segala sesuatunya, dan ane akan tulis lengkap disini, maaf jika panjang kali lebar,,, mohon koreksinya jika salah, dan mohon tambahanya jika kurang. Dan mohon komentar agan/i sekalian baik yg ane summon maupun yg atau tidak,
Ane melakukan ini karena ane mendeteksi adanya kecenderungan "fanboysme" pada diri ane terhadap Pertamina Lubricants. Ane gk terima dong ya,,, karena itulah ane melakukan investigasi ini, agar memantapkan ane apakah tetap menggunakan E-Pro Gold atau beralih ke TMO 0W-20. Soalnya E-Pro Gold sejauh ini bahkan menurut ane lebih baik daripada Fastron Gold, ane yakin tidak semata-mata karena perbedaan Viscosity Grade saja. Alasan kegundahan ane cuma karena kecenderungan fanboysme pada Pertamina Lubricants, dan Image Idemitsu yang jelek di mindset ane karena AHM Oil (nanti dibawah akan ane tulis hal-hal yang bikin image Idemitsu sudah baik di mata ane).
VOA Idemitsu 0W-20 (Berdasarkan OEM Mazda)
Quote:
UOA Honda Civic R18 Tahun 2011 yg pakai Idemitsu 0W-20sejauh 6018 Miles atau 9781 KM (Drain Interval nih Oli emang direkomendasikan 10.000 KM / 6000 Miles)
Quote:
Ane gk bisa nilai oli dari ujia lab ginian
, MOHON bantuannya ...cuma dua hal sih yg ane paham,,, Molybdenum dan Boron nya wow,,, yg ane taunya cuma itu doang sebagai Friction Modifier pengganti ZDDP terbaik.
Memang, Pihak Marketing Honda sangat menekankan soal Friction Modifier dan Anti-Abrasion pada Honda Genuine Oil E-Pro Gold.
PDS (Product Data Sheed) Idemitsu 0w-20
Quote:
Ane gk bisa baca PDS, mohon bantuannya,, yg ane tau cuma dari Viscosity Index-nya, ini oli Full VHVI, jelas bukan PAO.
Dan hasil VOA (Mazda Genuine Oil API SN SAE 0W-20) dengan hasi UOA (Idemitsu API SN SAE 0W-20) pada kadar Molybdenum, Zinc, Phosphorous, menujukkan nilai yg tidak jauh berbeda, tentu saja lebih sedikit angkanya pada hasil UOA. Menurut hemat ane, ini bukti kalau OEM (Mazda, Honda, dll) atau Aftermarket (Merk Idemitsu sendiri) adalah sesaui pernyataan Idemitsu bahwa formulasi dan kualitasnya adalah sama alias Oli OEM 0W-20 cuma Re-branding dari Idemitsu 0W-20.
Pertanyaannya adalah, Kenapa Idemitsu Indonesia tidak menjual Idemitsu 0W-20 dalam segmen Aftermarket menggunakan Merk Idemitsu ?
Jawabannya hanya pihak Idemitsu sendiri yang tau, tapi menurut ane pihak Idemitsu sama seperti Pertamina yang lagi produksi pesanan OEM untuk Oli 0W-20 yang sedang getol-getolnya diblow up ATPM, bukankan Petamina Fastron Gold 0W-20 juga masih belum tersedia di pasaran Indonesia meski sudah rilis tahun lalu ?
Dan setau ane, Fastron Gold 0W-20 sebenarnya udah lama ada, tapi untuk pasar konsumen luar negri saja,,, jadi bisa dikatakan Fastron Gold 0W-20 bukan produk baru, melainkan produk pertamina untuk konsumen luar negri yg dijual di dalam negri, ini pun tak lepas dari gebrakan baru ATPM Mobil di Indonesia yang "upgrade" ke 0W-20. Kalau saja ATPM Mobil di Indonesia masih bermain di 30wt dan 40wt, menurut ane tidak mungkin Fastron Gold 0W-20 dijual di dalam negri, karena acuan produsen oli adalah OEM, selalu begitu.
0W-20 masih Fresh, Data Sheet/PDS/MSDS belum tersedia sama sekali, ketersediaan produk pun belum tersedia sama sekali, hanya beberapa distributor yang sudah kebagian Fastron Gold 0W-20.
Analisa Hasil Investigasi Ane
Nah, Idemitsu mengklaim bahwa Idemitsu SAE 0W-20 itu formulasinya SAMA dengan yang digunakan oleh OEM, nah OEM disini maksudnya adalah Honda (Mobil), Mazda, dll (OEM yg mereka suplai). Coba kalo "Custom Adpack", kan Cost nya lebih besar lagi dibanding bikin Label OEM, bahkan desain kemasan oli pun masih khas/dari Idemitsu untuk pasar Indonesia (Asia Tenggara).
Oli OEM Re-branding lain adalah ATPM Sepeda Motor yakni AHM Oil MPX1 dan MPX2, ini setelah ane telusuri, identik dengan Idemitsu 4T API SJ JASO MA/MB. Makanya untuk varian AHM Oil SPX (SPX1/SPX2) mereka rebranding Oli dari Repsol, kalau saja oli OEM itu formulasinya custom by OEM, maka apa sulitnya "pesan" di Idemitsu saja yg jelas-jelas OEM nya Honda secara Global ?, eeeiitss,, ada juga memang AHM Oil SPX yang diproduksi Idemitsu, yakni SPX1 yg ketika ane telusuri memang ada Idemitsu 4T Fully Synthetic API SJ JASO MA SAE 10W-30. Tapi Idemitsu tidak memiliki oli Fully Synthetic 4T API SJ JASO MB SAE 10W-30, apakah ini yang menyebabkan AHM Oil SPX2 hanya dibuat oleh Repsol ?, sedangkan SPX1 ada yang dari Repsoldan ada yg dari Idemitsu. Repsol punya Oli Fully Synthetic API SJ JASO MB SAE 10W-30 ?, Ada, dan ini menurut ane yg dire-branding jadi AHM Oil SPX2 dikarenakan Idemitsu tidak punya MCO Semi Synthetic JASO MB. Kenapa Repsol ?, wah,,, Motor Honda itu udh jamak diketahui "bersahabat" dengan Repsol, di Motor GP.
Ane udh tau betul permainan kata OEM yah gan, kayak Scooter Gear OIl yg dikatakan "Formulasi Khusus untuk Final Gear Ratio/Transmission Scooter Matic" yg faktanya isinya ya Oli Mesin. Jadi ane gk kaget lagi ketika menemui bahwa Label Fully Synthetic ternyata isinya Full VHVI, bukan Base Group IV (PAO + VHVI + Ester).
Soal Tagline "Formulated by R&D Japan" yg dikira adalah Honda Japan, padahal Japan = Idemitsu (Idemitsu kan perusahaan oli asal jepang).
Pada label Honda E-Pro Gold pun memberikan kesan bahwa oli ini "Approved by Honda", bukan "Made with Formulation by R&D Honda Japan", yg menurut hemat ane, ini oli Re-branding Idemitsu 0W-20 dengan sedikit permainan kata (marketing) yakni "Dengan Spesial Aditif dari Honda seperti Friction-Modifier, Hi-Vi Polymer, Anti-Abrasion, dan Detergent" yg mana itu sebenarnya meruapakan Adpack Wajib dari Engine Oil,,, HPM gk menyinggung sedikit pun dan dimanapun soal Oil Film, tidak seperti TMO (Toyota Astra) yang punya nama marketing "Actifilm Technology", atau AHM Oil dengan nama marketing "Smartfilm", seakan-akan HPM (Honda Prospect Motor - ATPM Mobil Honda di Indoesia) mengangap Oil Film memang PASTI jadi fitur utama Oli Mesin, apalagi ini udah API SN ILSAC GF-5, jadi buat apa ditulis ?, ini yg bikin ane gk ragu lagi soal kemampuan OIl Film nya E-Pro Gold, soalnya di post sebelumnya, yg jadi pembanding adalah Fastron Gold 5W-30, tentu saja lebih tebal Oil Film nya dibandingkan E-Pro Gold 0W-20.
Tau kesamaan dari ATPM yg tidak pernah absen menyebut Oil Film dengan nama marketing mereka yakni AHM dan TAM ?
Ya, AHM dan TAM, keduanya Group Astra. Jadi ane sekarang paham, kenapa HPM l tidak ikutan, karena setau ane HPM (Honda Prospect Motor) bukan bagian dari Group Astra (dari nama aja udh jelas).
Tapi emang menurut ane Oli OEM ya Re-branding semua kok, seperti Pertamina Fastron Gold SAE 0W-20 yang kehadirannya bertepatan atau berbarengan dengan rilisnya TMO 0W-20. Sampai-sampai Pertamina belum juga "membagikan" Fastron Gold SAE 0W-20 kepada para Distributor untuk dijual masal di OIl Mart, SPBU, dan Bengkel, ini yg biki ane mulai undur diri sebagai pengguna Pertamina Fastron Gold, karena ane udh Upgrade ke SAE 0W-20. Oli-oli Fastron lainnya pun menurut hemat ane ciri-cirinya identik dengan TMO-TMO lain seperti SAE 5W-30 (Fastron Gold 5W-30), 10W-40 (Fastron Techno 10W-40), dan 15W-40 (Fastron Diesel 15W-40). Dan dari List HET terbaru Pertamina Lubricants yg beredar, Fastron Gold 0W-20 harganya sedikit lebih murah daripada Fastron Gold 5W-30. Uniknya TMO 0W-20 harganya lebih mahal daripada Fastron Gold 5W-30 dan/atau TMO 5W-30. Ada member LDIC yg ngejudge HPM itu Overprice yg sedikit banyaknya mempengaruhi ane, tapi menurut analisa ane, Toyota Astra Motor juga Ovenprice, coba bayangkan, Oli OEM yg sebelumnya memiliki Flagship SAE 5W-30 yg paling mahal dibanding SAE 10W-40, lalu hadir Flagship baru SAE 0W-20 yg dalam promotion nya sangat-sangat High Tech dengan berbagai kelebihannya dibandingkan SAE 5W-30, lalu apakah mereka mau menjual dengan harga yang lebih murah dari oli lama SAE 5W-30 ?, ane rasa tidak (inilah sisi Bisnis nya), ini OEM loh gan/i, bukan Aftermarket yg bisa ngasih harga apa adanya sesuai Production Cost. Banyak yg heran kenapa Fastron Gold 0W-20 dibandrol lebih murah daripada Fastron Gold 5W-30, tapi menurut hemat ane, bisa saja harga tersebut adalah First Price saja. Atau mungkin Fastron Gold 0W-20 hanyalah Fastron Gold 5W-30 yang kadar VII Polymer yang direduksi/dikurangi ?
Honda, memang menurut penelusuran ane, bisa dikatakan "Honda Mesin-nya, Idemitsu Oli-nya", dan itu beraku secara Global, tidak hanya OEM ATPM Indonesia saja. Ini yang memudahkan ane menelusuri Oli OEM Honda, karena Idemitsu itu lebih dikenal di Forum international daripada Pertamina Lubricants. Sebagai bukti, adalah sobat yg punya Hasil UOA/VOA Fastron Gold yang dishare di Forum International ?, kalo Idemitsu, sudah ane post diatas.
ATPM Honda Mobil di Indonesia yakni Honda Prospect Motor setau ane bukan bagian dari Group Astra, sehingga lebih konsisten mengikuti kebijakan OEM Honda Global (maksudnya yg OEM Honda International), makanya Oli OEM Mobil Honda adalah Idemitsu. Berbeda dengan ATPM yg masuk Group Astra memang "Nasionalis" seperti AHM dulu yg menggandeng Federal Oil yang merupakan Perusahaan Lubricant asal Indonesia yang juga menggunakan Base Lube Oil (Base Oil) dari Pertamina Lubricants (dulu, gk tau kalo sekarang), yaa meski sekarang AHM sudah menggunakan Idemitsu, tapi dengan branding AHM Oil, AHM bisa saja dikemudian hari menggandeng Produsen Oli lain (keuntungan punya Brand Oli OEM sendiri), dan ya tentu saja TAM yang menggandeng Pertamina Lubricants, yg jelas-jelas OEM Toyota di luar negri sana tidak menggunakan Pertamina Lubricant. Contohnya Toyota Genuine Motor Oil SAE 0W-20 di Amerika yang menggandeng ExxonMobil, ini yang bikin ane bingung, karena pada Database NTP MIGAS Tahun 2014 TGMO 0W-20 diproduksi oleh ExxonMobil dengan masa berlaku hingga 31 Agustus 2019. Masa berlaku Registrasi NPT MIGAS adalah 5 Tahun, yang artinya TGMO 0W-20 didaftarkan pada Tahun 2014.
Quote:
Ada yg janggal ?. Ya, Brand-nya TGMO (Toyota Genuine Motor Oil), yang mana sekarant TAM sudah Re-branding jadi TMO (Toyota Motor Oil) yang setau ane bertepatan dengan rilisnya TMO 0W-20 yang sekaigus mempublikasikan kerjasama TAM dengan Pertamina. Padahal udh sejak dulu TGMO 5W-30, 10W-40, 15-40 (Diesel) adalah Re-branding Pertamina Fastron Series.
Opini Ane Terkait Keputusan AHM Re-branding AHM Oil dan Beralihnya ke Idemitsu Ketika sudah Tidak Federal Oil Lagi
Ane sekarang tau alasan kenapa AHM ketika sudah tidak menggunakan Federal Oil (ini alasannya belum jelas, apakah mengikuti OEM Honda International, atau ada "masalah" dengan Federal Oil) justru beralih ke Idemitsu, bukan Pertamina Lubricants, karena:
Quote:
Soal masalah Oli Habis dan Suara Mesin Kasar saat pakai AHM Oil MPX1 yang sempat Heboh dulu, dari hasil investigasi ane:
Quote:
Masalah Oli Habis pada Point 2 diatas juga sangat dipengaruhi ekspektasi penggunanya yang tinggi (salah ATPM juga) yang mereka kira AHM Oil bisa digunakan hingga 4000 KM (yang tentu saja orang awam menganggapnya dalam kondisi apa pun), tiba-tiba Oli habis aja.
Beberapa HC3 AHASS yang ane wawancarai mengaku khawatir, dan menyarankan ganti oli AHM Oil cukup tiap 2000 KM saja, toh udah lazimnya MCO Drain Interval-nya 2000 KM. Takutnya ada pengguna yang ekspektasinya terlalu tinggi tanpa sadar kondisi dan situasi yang mempengaruhi Drain Interval Oli, karena 4000 KM tersebut adalah Normal Mileage MTBF (Time Between Failures) yang praktiknya motor di Indonesia banyak yg mengalami Serve Serivice sehingga Drain Interval harus setengah dari MTBF, yakni berarti 2000 KM dari MTBF 4000 KM.
Kenapa AHM Oil Ini Ane Bahas ?
Karena jujur, ane skeptis dengan Idemitsu karena AHM Oil, khususnya kasus Penguapan Parah, Suara Mesin Kasar yang terjadi pada AHM Oil. Meski ane sendiri tidak mengalaminya, tapi pengaruh Bad Testimonial dari mereka yang mengalaminya sungguh hebat loh membentuk Brand Image...
Padahal, AHM Oil Approved by JASOdan API, Bukan cuma Meet saja.
MCO = Oli Jelek ?
Alasan kenapa MCO "Jelek" bagi mereka yg punya ekspektasi lebih adalah, MCO itu Oli Khusus Motor yg punya Life Cycle pendek, Sertifikasi cuma sebatas API SJ (beberapa sudah SL) dan JASO (tidak meet/aproved OEM Mobil/Motor Amerika dan Eropa), seingga Additive Pack diformulasikan dan disesuaikan untuk kebutuhan tersebut saja, yakni soal Drain Interval cuma MTBF 4000 KM Wet Clutch (Manual Transmission) dan 7000 KM Dry Clutch (Scooter Matic), ditambah lagi motor di Indonesia relatif sering digunakan dalam kondisi Serve Service.
Hadirnya JASO juga untuk mengantisipasi kasus Slip Kopling yang terjadi secara massive kala itu, ketika Industri Lubricant Global berorientasi pada Environment Friendly, punya dampak negatif pada motor-motor jepang yang berteknologi Wet Clutch (Kopling terendam Oli didalam Mesin). Inilah alasan kenapa User HDEO/PCMO harus selektif memilih spesifikasi agar tidak terjadi Slip Kopling. Antara lain jangan pakai Oli tersertifikasi ILSAC GF-5 dengan ciri mudahnya adalah Viscosity Garade sama dengan atau lebih dari 40wt.
Dulu, PCMO mah biasa aja dipake di Motor, gk percaya ?, itu Mesran, Prima XP 40/50wt < API SJ banyak yg pake sejak dulu di Motor, beberapa dari mereka baru sadar itu Oli Mobil, beberapa sadar dari dulu. Fine-fine aja kan ?
Sebenarnya, MCO dengan Drain Interval 1000 - 2000 KM dianggap "Wajar/Normal" sesuai peruntukan dan formulasi oli tersebut, hanya bagi kita-kita yang pengenya Long Drain Interval, Better Performance, Low Evaporation, Better Fuel Consumtion, dll, lebih memilih High Performance Engine Oil yang diberi nama PCMO/HDEO (Penggolongan dan Penamaan ini hanya Kategorisasi Marketing saja).
Alasan kenapa PCMO 30wt udah tidak bisa lagi digunakan pada Wet Clutch Motorcycle adalah karena Orientasi/Visi Industri Mobil dewasa ini yang mengejar Eco Friendly/Environment Friendly, sehingga Friction Modifier ditingkatkan (bukan ZDDP), ini ditandai dengan Rating Performance Designation yang masuk kategori Energy Concervation dan bahkan Resource Conservation. Ketahuilah bawha Industri Lubricant berorientasi pada Industri Otomotif (menyesuaikan dengan kebutuhan mesin), bukan sebaliknya.
Karena orientasi produsen Oli mengacu pada OEM Mobil inilah kenapa PCMO/HDEO lebih baik daripada MCO, coba pikirkan,,, Oli yang tersertifikasi OEM BMW, Ferrari, Proche, Lamborghini, dan OEM-OEM Mobil Eropa dan Amerika lainnya (dalam satu jenis oli saja bisa meet bahkan aproved OEM Mobil Eropa, Amerika, dan Jepang), lantas mau dibandingkan dengan Oli yang cuma tersertifikasi OEM Japan Motorcycle seperti Honda, Yamaha, Kawasaki, dll ?, Come On !
Contoh Standard Industri Lubricant mengikuti Industri Otomotif (Mobil) adalah kasus pengurangan kadar ZDDP pada API SM, itu karena Mesin terbaru suda mengaplikasikan Roller Rocker Arm, dan Catalytic Converter. Tapi karena banyak yang "kekinian" (selalu pengen pake Oli dengan Rating API tertinggi dan terbaru) jadinya API mengoptimalkan API SN agar juga ramah terhadap Flat Tapped Rocker Arm. Bener loh, ane udh buktikan sendiri pakai Oli API SN 5W-30 pada Mesin OHV 163 cc Flat Tapped, tidak ada keausan pada Camshaft.
Bagi mereka yang terlalu terpaku pada kategori MCO/PCMO/HDEO, maka munculah Statement "Gunakanlah Oli sesuai Peruntukannya", berbeda dengan kita-kita disini yang "melek lubricant", bagi kita tidak ada itu oli motor, oli mobil, oli truk, kita mengguakan oli pada kendaraan kita ya dari data teknis terkait oli tersebut. Istilahnya "Smart User".
Dengan ini ane nyatakan, Nama Idemitsu sudah "Clean" di Mindset ane, sama seperti nama Top 1 yang udah bersih sejak lama di Mindset ane
, tidak ada Fanboysme dan Haterisme diantara kita.Tak Kenal, maka Tak Sayang ...
Keputusan Ane
Quote:
Quote:
Karena menurut Investigasi yg ane lakukan menemukan bahwa HAO khususnya 0W-20 lebih "Jelas" daripada TMO, baik dari Data Sheet, maupun UOA, VOA. Sedangkan TMO 0W-20 "Tidak Jelas", boro-boro UOA, dan VOA,,, Data Sheet Pertamina Fastron Gold 0W-20 saja tidak/belum ada,, Boro-boro Data Sheet nya ada, Oli nya saja belum ada di pasaran

Sungguh dahsyat memang performance Pertamina Fastron Gold 5W-30, sehingga ane pun terbawa ke potensi Fanbosyme terhadap Pertamina Lubricants.
Dalam postingan ini, ane tidak bermaksud mendiskreditkan Pertamina, Toyota Astra Motor, dan pihak lain yang ane sebut di postingan ini, ane pun tidak ada maksud mendiskreditkan Fastron Gold dan/atau Toyota Motor Oil. Keputusan ane murni karena Data-data terkait Honda Automobile Oil E-Pro Gold dan/atau Idemitsu 0W-20 lebih lengkap dan jelas daripada TMO 0W-20 dan/atau Pertamina Fastron Gold 0W-20. Hasil akan berbeda seandainya ane punya Data Sheet, Hasil UOA dan/atau VOA Pertamina Fastron Gold 0W-20.
Investigasi ini ane rasa perlu, mengingat Image "Oli Tidak Jelas" yang selalu melekat pada Oli OEM.
Semoga Bermanfaat

Diubah oleh luxm4n 03-07-2016 09:18
0







