- Beranda
- Stories from the Heart
[Action, Special Ability] Erik the Vampire Hunter
...
TS
Shadowroad
[Action, Special Ability] Erik the Vampire Hunter
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ane mau share novel buatan ane sendiri gan
Novel ane bergenre action, horror, romance, school-life dan supranatural
Inspirasi dapat dari alur game, film, anime, kehidupan, komik, mitologi, legenda dan novel yang pernah ane amati
Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang
Spoiler for Begini gan ceritanya::
Cerita ini tentang seorang remaja dari Jakarta yang keluarganya terbunuh karena kaum vampire. Cowok remaja ini bernama Erik Calendula. Setelah selamat dari bencana yang dibuat kaum vampire, dia lalu memohon pada Arthur Pendragon. Arthur adalah salah satu dari beberapa pemburu vampire yang menyelamatkan Erik. Dibakar oleh tangisan, amarah dan dendam atas kematian keluarganya, Erik meminta Arthur untuk mendidiknya agar menjadi seorang pemburu vampire. Erik berniat menghancurkan organisasi vampire penebar bencana yang menjadi penyebab kematian orang tuanya.
Arthur menyetujui permintaan Erik. Sebelum dididik, Erik dibawa ke markas pemburu vampire di Jakarta yang bernama Knights of the Silver Sword. Lebih singkatnya, organisasi ini biasa disebut Silver Sword. Setelah bergabung dengan Silver Sword dan dibekali pelatihan dari Arthur, karir Erik sebagai pemburu vampire dimulai. Seperti Arthur, Erik juga memiliki kemampuan untuk mengendalikan listrik.
Arthur menyetujui permintaan Erik. Sebelum dididik, Erik dibawa ke markas pemburu vampire di Jakarta yang bernama Knights of the Silver Sword. Lebih singkatnya, organisasi ini biasa disebut Silver Sword. Setelah bergabung dengan Silver Sword dan dibekali pelatihan dari Arthur, karir Erik sebagai pemburu vampire dimulai. Seperti Arthur, Erik juga memiliki kemampuan untuk mengendalikan listrik.
Spoiler for Daftar Isi:
Prolog: Hotel Indonesia
Part 1: Arthur Datang Menjenguk
Part 2: Sekolah
Part 3: Kekuatan Dietrich
Part 4: Amanda Myrna
Part 5: Kisah Raja Arthur
Part 6: Pelabuhan
Part 7: Ghoul
Part 8: Bersembunyi di Rumah Kosong
Part 9: Amanda sang Pembunuh
Part 10: Lightning Versus Sand
Part 11: Kematian Rudy
Part 12: Rumah Sakit
Part 13: Teman Sekelas
Part 14: Kunjungan Mario dan Maya
Part 15: Cerita di Malam Hari
Part 16: Serangan Vampire
Part 17: Sungai Kapuas
Part 18: Kelompok Elena Versus Taiyou no Kishi
Part 19: Lantai Tiga
Part 20: Maya Versus Callista
Part 21: Lantai Dua
Part 22: Serangan Balik
Part 23: Kekuatan Callista
Part 24: Rumah Bergaya Belanda
Part 25: Immortals
Part 26: Empat Pertanyaan
Part 27: Der Schwarze Stein
Part 28: Mantra Deprehensio
Part 29: Kelompok Elena Versus Si Ekor Kalajengking
Part 30: Kolam-kolam Air
Part 31: Hydromancer Magnus
Part 32: Sepulang Sekolah
Part 33: Mall Kemang
Part 34: Korban Vampire
Part 35: Chibi, Chernov dan Minsk
Part 36: Pengejaran
Part 37: Tim Erik dan Tim Maul Versus Geng James Wood
Part 37.1: Hutan Ilusi
Part 37.2: Eyes of Markmanship
Part 37.3: Sand Versus Fire
Part 37.4: Pedang dan Tameng Es
Part 37.5: Maul dan Vira Versus James Wood
Part 38: Arthur Versus Lu Bu
Part 39: Agen Ganda
Part 40: Rumah Darkwing Bersaudara
Part 41: Tiga Produk
Part 42: Di Perbatasan Uni Soviet
Part 42.1: Diego Versus Dragovich
Part 43: FlyHigh
Part 44: Pecandu dari Pluit's Boat
Part 45: Kartel Ching Yan
Part 46: Ervan Versus Werewolf
Part 47: Berlindung di Balik Mobil
Part 48: Marga Asakura
Part 49: Hantu di Rumah Amanda
Part 50: Emmy Merah
Part 51: Pisau Dapur yang Melayang
Part 52: Lantai Dua
Part 53: Tim Sandra dan Dua Emmy
Part 54: Elektrokimia
Part 55: Aswatama
Part 56: Erik, Dietrich, Amanda Versus Arthur
Part 57: Erik, Dietrich, Amanda Versus Aswatama
Part 58: Napoleon Bonaparte dan Timnya
Part 59: Melacak
Part 60: Arthur Versus Jie Xiong
Part 61: Penyelamatan Professor Vaugh
Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang
Part 1: Arthur Datang Menjenguk
Part 2: Sekolah
Part 3: Kekuatan Dietrich
Part 4: Amanda Myrna
Part 5: Kisah Raja Arthur
Part 6: Pelabuhan
Part 7: Ghoul
Part 8: Bersembunyi di Rumah Kosong
Part 9: Amanda sang Pembunuh
Part 10: Lightning Versus Sand
Part 11: Kematian Rudy
Part 12: Rumah Sakit
Part 13: Teman Sekelas
Part 14: Kunjungan Mario dan Maya
Part 15: Cerita di Malam Hari
Part 16: Serangan Vampire
Part 17: Sungai Kapuas
Part 18: Kelompok Elena Versus Taiyou no Kishi
Part 19: Lantai Tiga
Part 20: Maya Versus Callista
Part 21: Lantai Dua
Part 22: Serangan Balik
Part 23: Kekuatan Callista
Part 24: Rumah Bergaya Belanda
Part 25: Immortals
Part 26: Empat Pertanyaan
Part 27: Der Schwarze Stein
Part 28: Mantra Deprehensio
Part 29: Kelompok Elena Versus Si Ekor Kalajengking
Part 30: Kolam-kolam Air
Part 31: Hydromancer Magnus
Part 32: Sepulang Sekolah
Part 33: Mall Kemang
Part 34: Korban Vampire
Part 35: Chibi, Chernov dan Minsk
Part 36: Pengejaran
Part 37: Tim Erik dan Tim Maul Versus Geng James Wood
Part 37.1: Hutan Ilusi
Part 37.2: Eyes of Markmanship
Part 37.3: Sand Versus Fire
Part 37.4: Pedang dan Tameng Es
Part 37.5: Maul dan Vira Versus James Wood
Part 38: Arthur Versus Lu Bu
Part 39: Agen Ganda
Part 40: Rumah Darkwing Bersaudara
Part 41: Tiga Produk
Part 42: Di Perbatasan Uni Soviet
Part 42.1: Diego Versus Dragovich
Part 43: FlyHigh
Part 44: Pecandu dari Pluit's Boat
Part 45: Kartel Ching Yan
Part 46: Ervan Versus Werewolf
Part 47: Berlindung di Balik Mobil
Part 48: Marga Asakura
Part 49: Hantu di Rumah Amanda
Part 50: Emmy Merah
Part 51: Pisau Dapur yang Melayang
Part 52: Lantai Dua
Part 53: Tim Sandra dan Dua Emmy
Part 54: Elektrokimia
Part 55: Aswatama
Part 56: Erik, Dietrich, Amanda Versus Arthur
Part 57: Erik, Dietrich, Amanda Versus Aswatama
Part 58: Napoleon Bonaparte dan Timnya
Part 59: Melacak
Part 60: Arthur Versus Jie Xiong
Part 61: Penyelamatan Professor Vaugh
Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang
Gan, setelah baca mohon komennya, ya
Ane sangat menerima kritik dan saran
Pertanyaan juga sangat dianjurkan, supaya agan2 dapat lebih memahami cerita yang rumit ini
Kalau terjadi kesalahan seperti tanda baca, kurang jelas, ketidak konsistenan cerita mohon diingatkan ya gan
Terima kasih gan
Diubah oleh Shadowroad 26-11-2017 06:31
2
87.1K
Kutip
544
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Shadowroad
#336
Part 43: FlyHigh
Spoiler for Part 43: FlyHigh:
Arthur menghentikan sepeda Harley Davidson miliknya di depan pagar sebuah rumah. Mantan Raja Inggris itu mendekati pagar merah yang tingginya tiga meter. Arthur menekan tombol bel tiga kali dan menyandarkan tubuhnya di pagar. Rumah yang dikunjungi Arthur ini adalah rumah suami istri dari marga Silbermond.
Sekitar satu menit, seorang pelayan membukakan pagar dan mempersilakan Arthur masuk. Arthur segera mengambil dan menuntun sepeda motornya melewati pagar. Setelah mengunci sepedanya, Arthur diantarkan oleh pelayan kolam renang. Di sana dia dipersilakan duduk dan si pelayan menyajikan segelas es jeruk.
Arthur tersenyum dan pelayan rumah itu segera meninggalkannya untuk memanggil suami istri Silbermond. Sambil menunggu, Arthur membuka tas dan menyiapkan tiga sampel produk yang diedarkan oleh James Wood. Dia menaruhnya di meja. Tak sengaja, mata Arthur melirik jam dinding. Pukul sembilan pagi, saat dimana Erik, Dietrich dan Amanda masih bersekolah.
Arthur menoleh ke belakang dan tersenyum pada pemilik rumah. Di belakang Arthur adalah pemilik rumah. Pemilik rumah duduk di atas kursi roda. Lalu wanita yang mendorong kursi roda adalah istrinya. Mereka adalah suami istri Silbermond.
Pemilik rumah yang duduk di atas kursi roda bernama Eno Silbermond. Rambutnya sedikit botak di bagian depan. Hidungnya yang sedikit besar dan bengkok menopang kacamata bundarnya. Matanya yang lebar menatap Arthur dengan ramah. Eno terpaksa duduk di kursi roda karena misi terakhirnya. Dia ikut misi untuk menyelidiki naga air di Sungai Kapuas. Naga air itu melempar batu dan sialnya tepat mengenai tulang belakang Eno. Akibatnya, ahli kimia itu tidak bisa merasakan bagian bawah tubuhnya. Tapi, Eno tidak sepenuhnya sial, dia memiliki istri yang bisa diandalkan.
Eno memiliki istri bernama Wulan Silbermond. Wulan memiliki rambut hitam legam yang panjang. Dia mengikat rambut panjang ikalnya agar tak mengganggu ketika bekerja. Wulan saat ini memang akan berangkat kerja. Dia hanya memakai make up seperlunya dan memang terbiasa seperti itu. Lipstrick merah tipis menghiasi bibirnya.
Eno dan Wulan adalah anggota Paladin. Eno adalah seorang ahli kimia yang banyak berkontribusi di Paladin. Dia bekerja di departemen sains. Tiga tahun lalu. Eno baru saja menyelesaikan tiga gelar magister di bidang farmasi, kimia dan biokimia. Semasa SMA, Eno dibimbing oleh Immortal bernama Nicholas Flamel. Seorang Immortal yang kemampuan kimianya sudah tak diragukan lagi. Tak heran Eno menjadi ahli kimia yang hebat. Sedangkan Wulan bekerja di departemen medis. Dia bekerja di RS Lotus sebagai dokter spesialis syaraf.
Arthur mulai menjelaskan pertemuannya kemarin malam dengan anggota Paladin dan Silver Sword. Selain itu, Arthur juga menjelaskan tiga produk yang saat ini berada di atas meja yaitu methamphetamine, PCP dan darah. Sambil mendengarkan penjelasan Arthur, Eno mengambil kantong darah dan menatapnya.
Eno dan Wulan terperanjat mendengar nama Lu Bu disebut. Mereka pun berpandangan dan kembali menatap Arthur. Suami istri Silbermond itu mulai meragukan rencana Arthur.
Sekitar satu menit, seorang pelayan membukakan pagar dan mempersilakan Arthur masuk. Arthur segera mengambil dan menuntun sepeda motornya melewati pagar. Setelah mengunci sepedanya, Arthur diantarkan oleh pelayan kolam renang. Di sana dia dipersilakan duduk dan si pelayan menyajikan segelas es jeruk.
Quote:
“Saya akan memanggil tuan rumah,” kata pelayan dengan senyumnya yang ramah.
Arthur tersenyum dan pelayan rumah itu segera meninggalkannya untuk memanggil suami istri Silbermond. Sambil menunggu, Arthur membuka tas dan menyiapkan tiga sampel produk yang diedarkan oleh James Wood. Dia menaruhnya di meja. Tak sengaja, mata Arthur melirik jam dinding. Pukul sembilan pagi, saat dimana Erik, Dietrich dan Amanda masih bersekolah.
Quote:
“Selamat datang, Arthur,” Arthur mendengar suara yang sangat familiar dari belakangnya.
Arthur menoleh ke belakang dan tersenyum pada pemilik rumah. Di belakang Arthur adalah pemilik rumah. Pemilik rumah duduk di atas kursi roda. Lalu wanita yang mendorong kursi roda adalah istrinya. Mereka adalah suami istri Silbermond.
Quote:
“Seharusnya aku saja yang mendatangimu, Eno,” kata Arthur yang berdiri dari tempat duduknya.
Pemilik rumah yang duduk di atas kursi roda bernama Eno Silbermond. Rambutnya sedikit botak di bagian depan. Hidungnya yang sedikit besar dan bengkok menopang kacamata bundarnya. Matanya yang lebar menatap Arthur dengan ramah. Eno terpaksa duduk di kursi roda karena misi terakhirnya. Dia ikut misi untuk menyelidiki naga air di Sungai Kapuas. Naga air itu melempar batu dan sialnya tepat mengenai tulang belakang Eno. Akibatnya, ahli kimia itu tidak bisa merasakan bagian bawah tubuhnya. Tapi, Eno tidak sepenuhnya sial, dia memiliki istri yang bisa diandalkan.
Eno memiliki istri bernama Wulan Silbermond. Wulan memiliki rambut hitam legam yang panjang. Dia mengikat rambut panjang ikalnya agar tak mengganggu ketika bekerja. Wulan saat ini memang akan berangkat kerja. Dia hanya memakai make up seperlunya dan memang terbiasa seperti itu. Lipstrick merah tipis menghiasi bibirnya.
Eno dan Wulan adalah anggota Paladin. Eno adalah seorang ahli kimia yang banyak berkontribusi di Paladin. Dia bekerja di departemen sains. Tiga tahun lalu. Eno baru saja menyelesaikan tiga gelar magister di bidang farmasi, kimia dan biokimia. Semasa SMA, Eno dibimbing oleh Immortal bernama Nicholas Flamel. Seorang Immortal yang kemampuan kimianya sudah tak diragukan lagi. Tak heran Eno menjadi ahli kimia yang hebat. Sedangkan Wulan bekerja di departemen medis. Dia bekerja di RS Lotus sebagai dokter spesialis syaraf.
Quote:
“Santai saja, Yang Mulia,” kata Eno yang mengejek Arthur.
“Bagaimana keadaanmu?” tanya Arthur.
“Mulai membaik,” senyum Eno sambil menepuk bahu Wulan, “Aku memiliki dokter syaraf pribadi.”
“Oh iya, Arthur,” tanya Wulan, “Aku dengar pemurnian mata pedang Excalibur sudah sempurna?”
Arthur tersenyum, “Memang.”
“Gila. Butuh waktu tiga tahunan untuk memurnikan sebuah pedang. Aku penasaran energi jahat apa yang menyelimuti pedangmu,” tanya Eno, “Lalu bagaimana dengan gagang dan sarung pedangnya?”
“Dua-duanya belum ketemu. Jadinya aku terpaksa memakai gagang palsu,” kata Arthur, “Ngomong-ngomong, kau mau berangkat bekerja, Wulan?”
Wulan mengangguk, “Santai saja, Arthur.”
“Ah, aku tidak enak kalau kau terlambat ke tempat kerja. Baiklah langsung saja, ya, teman-teman?” kata Arthur.
“Jelaskan pertemuanmu kemarin malam, Arthur,” kata Eno.
“Bagaimana keadaanmu?” tanya Arthur.
“Mulai membaik,” senyum Eno sambil menepuk bahu Wulan, “Aku memiliki dokter syaraf pribadi.”
“Oh iya, Arthur,” tanya Wulan, “Aku dengar pemurnian mata pedang Excalibur sudah sempurna?”
Arthur tersenyum, “Memang.”
“Gila. Butuh waktu tiga tahunan untuk memurnikan sebuah pedang. Aku penasaran energi jahat apa yang menyelimuti pedangmu,” tanya Eno, “Lalu bagaimana dengan gagang dan sarung pedangnya?”
“Dua-duanya belum ketemu. Jadinya aku terpaksa memakai gagang palsu,” kata Arthur, “Ngomong-ngomong, kau mau berangkat bekerja, Wulan?”
Wulan mengangguk, “Santai saja, Arthur.”
“Ah, aku tidak enak kalau kau terlambat ke tempat kerja. Baiklah langsung saja, ya, teman-teman?” kata Arthur.
“Jelaskan pertemuanmu kemarin malam, Arthur,” kata Eno.
Arthur mulai menjelaskan pertemuannya kemarin malam dengan anggota Paladin dan Silver Sword. Selain itu, Arthur juga menjelaskan tiga produk yang saat ini berada di atas meja yaitu methamphetamine, PCP dan darah. Sambil mendengarkan penjelasan Arthur, Eno mengambil kantong darah dan menatapnya.
Quote:
“Apa istimewanya darah ini?” tanya Eno, “Hanya darah biasa.”
“Darah yang dijual oleh James mampu menekan nafsu para vampire akan darah … kira-kira sebesar sepuluh persen,” tanya Arthur.
“Lalu bagaimana rencanamu, Arthur?” tanya Wulan.
“Aku mohon pada kalian … buatkan narkotika untuk mengalahkan produk James,” kata Arthur.
“KAU GILA??!!! BARANG HARAM BEGITU!!!!” kata Wulan dengan mata terbelalak, “Hades akan membunuh kita!!”
“Jika kalian berkenan, aku akan meminta ijin pada Hades,” kata Arthur.
“Mungkin kau benar, sayang. Tapi biarkan Arthur menyelesaikan ceritanya dulu,” kata Eno,
“Begini, tolong buatkan dua set produk yang setingkat lebih baik dari produk James Wood,” kata Arthur, “Untuk set produk pertama kuberi kode FlyHigh-1 yang isinya PCP-1, meth-1 dan Blood-1. Kemudian buatkan lagi satu set produk yang melebihi FlyHigh-1. Untuk set produk kedua kuberi kode FlyHigh-2. FlyHigh-2 lebih baik daripada FlyHigh-1. Isinya adalah PCP-2, meth-2 dan Blood-2.”
“Tahap pertama, kau meminta kami untuk membuat satu set produk yang melebihi produk milik James. Tahap kedua, kau meminta kami untuk membuat satu set produk lagi yang melebihi produk pertama,” kata Wulan, “Benar begitu?”
“Benar,” kata Arthur, “Singkatnya begitu?”
“Kami paham. Hanya saja, kami belum paham bagaimana dua set produk buatan kami dapat menolongmu untuk menangkap James,” kata Eno yang mengerutkan keningnya, “Lanjutkan, Arthur. Ceritakan tahapan-tahapan rencanaua untuk menangkap James. Semuanya. Tolong, dari awal sampai akhir.”
“Baiklah,” kata Arthur, “Tahap pertama adalah pencarian informasi. Baik mencari informasi tentang jaringan narkotikanya maupun informasi siapa saja yang bertarung untuknya. Aku, para petarung dan para intel Silver Sword akan mengumpulkan informasi tentang jaringan narkotika James Wood melalui tiga produknya. Mulai dari semua pecandu, distributornya, ilmuwannya hingga pemasok bahan kimianya. Lalu mencari informasi bagaimana cara dia memasarkan produk-produknya. Untuk pertarungnya, aku baru tahu bahwa Lu Bu beraliansi dengannya.”
“Darah yang dijual oleh James mampu menekan nafsu para vampire akan darah … kira-kira sebesar sepuluh persen,” tanya Arthur.
“Lalu bagaimana rencanamu, Arthur?” tanya Wulan.
“Aku mohon pada kalian … buatkan narkotika untuk mengalahkan produk James,” kata Arthur.
“KAU GILA??!!! BARANG HARAM BEGITU!!!!” kata Wulan dengan mata terbelalak, “Hades akan membunuh kita!!”
“Jika kalian berkenan, aku akan meminta ijin pada Hades,” kata Arthur.
“Mungkin kau benar, sayang. Tapi biarkan Arthur menyelesaikan ceritanya dulu,” kata Eno,
“Begini, tolong buatkan dua set produk yang setingkat lebih baik dari produk James Wood,” kata Arthur, “Untuk set produk pertama kuberi kode FlyHigh-1 yang isinya PCP-1, meth-1 dan Blood-1. Kemudian buatkan lagi satu set produk yang melebihi FlyHigh-1. Untuk set produk kedua kuberi kode FlyHigh-2. FlyHigh-2 lebih baik daripada FlyHigh-1. Isinya adalah PCP-2, meth-2 dan Blood-2.”
“Tahap pertama, kau meminta kami untuk membuat satu set produk yang melebihi produk milik James. Tahap kedua, kau meminta kami untuk membuat satu set produk lagi yang melebihi produk pertama,” kata Wulan, “Benar begitu?”
“Benar,” kata Arthur, “Singkatnya begitu?”
“Kami paham. Hanya saja, kami belum paham bagaimana dua set produk buatan kami dapat menolongmu untuk menangkap James,” kata Eno yang mengerutkan keningnya, “Lanjutkan, Arthur. Ceritakan tahapan-tahapan rencanaua untuk menangkap James. Semuanya. Tolong, dari awal sampai akhir.”
“Baiklah,” kata Arthur, “Tahap pertama adalah pencarian informasi. Baik mencari informasi tentang jaringan narkotikanya maupun informasi siapa saja yang bertarung untuknya. Aku, para petarung dan para intel Silver Sword akan mengumpulkan informasi tentang jaringan narkotika James Wood melalui tiga produknya. Mulai dari semua pecandu, distributornya, ilmuwannya hingga pemasok bahan kimianya. Lalu mencari informasi bagaimana cara dia memasarkan produk-produknya. Untuk pertarungnya, aku baru tahu bahwa Lu Bu beraliansi dengannya.”
Eno dan Wulan terperanjat mendengar nama Lu Bu disebut. Mereka pun berpandangan dan kembali menatap Arthur. Suami istri Silbermond itu mulai meragukan rencana Arthur.
Quote:
“Kau yakin, Arthur?” tanya Wulan, “Kemarin malam kau bercerita bahwa murid-muridmu hanya level C. Lu Bu akan memenggal murid-muridmu hanya dalam hitungan detik. Aku percaya padamu tapi aku meragukan murid-muridmu.”
“Kau percaya padaku, kan, Wulan?” tanya Arthur, “Kalau begitu, percayalah padaku bahwa aku bisa menjaga kepala murid-muridku tetap pada tempatnya.”
Wulan terdiam sesaat, menghela nafas dan berkata, “Lanjutkan tahap kedua, Arthur.”
“Tahap kedua adalah infiltrasi pertama. Setelah aku mengetahui jaringan perdagangan narkotikanya, aku akan memasukkan seorang vampire yang berasal dari departemen intel Paladin untuk menjadi distributor James yang terpercaya. Sebisa mungkin, kita harus sabar menunggu agar intelku menjadi orang kepercayaan James. Selain itu, aku butuh informasi tentang semua ilmuwan kimia yang memproduksi narkotika.
“Tahap ketiga adalah pembantaian. Kita bantai semua ilmuwan kimia yang bekerja untuk James. Baik di dalam negeri maupun luar negeri. Amerika, aku akan menghubungi Einstein. Jerman … Erwin Rommel. Soviet … Zhukov dan Cleopatra. China … Zhao Yun. Biarkan mereka memburu para ahli kimia terbaik James. Tapi tetap kita sisakan sedikit. Satu bulan setelah pembantaian, FlyHigh-1 mulai diedarkan. Biarkan FlyHigh-1 mengalahkan produk James di pasaran luar negeri. Sehebat-hebatnya James dalam ilmu kimia, dia tidak akan bisa menciptakan produk tandingan sendirian. Ilmuwan-ilmuwan terbaiknya telah kita bantai.
“Tahap keempat adalah infiltrasi kedua. Di saat James mulai kebingungan untuk mengalahkan FlyHigh-1, kita masukkan vampire lagi ke pihak James dengan perantara vampire pertama. Namun vampire di infiltrasi kedua adalah vampire yang ahli kimia. Sebelum dia masuk, tugas kalian berdualah untuk mengajari vampire itu membuat FlyHigh-2. Beri James harapan untuk mengalahkan FlyHigh-1. Biarkan vampire intel dan vampire ilmuwan kimia mendapatkan kepercayaan dari James karena telah menolongnya dari kehancuran.
“Tahap kelima adalah pencarian jadwal. James sering berkunjung ke berbagai negara untuk menjual produknya. Mungkin kalian bertanya, kenapa James melakukannya sendiri dan bukan anak buahnya? Jawabannya adalah karena pelanggan James adalah Seven Diamond dan Black Heart. Dua organisasi itu tidak mempercayai siapapun selain James. Karena itulah James mendatangi dua organisasi itu ke markasnya langsung. Bukan hanya markas biasa, tapi markas pusat. Di setiap negara ada markas pusatnya. Biarkan dua vampire itu mengikuti James entah ke kota mana. Perburuan kita bergantung dari informasi dari dua vampire itu. Jika dua vampire itu mengikuti James ke Surabaya, maka kita ke Surabaya. Jika ke Makassar, maka kita ke Makassar.
“Tahap keenam adalah memburu James. Setelah kita mendapatkan jadwal James, kita sergap ketika dia datang di Indonesia sesuai jadwalnya. Entah di kota mana. Kita tangkap dan kita paksa untuk mengatakan dimana saja letak markas pusat Seven Diamond dan Black Heart. Berdasarkan informasi dari James, kita hancurkan markas-markas pusat dua organisasi itu secara serentak dengan bantuan negara-negara lain. Kita sebarkan berita bahwa dia ditangkap oleh Paladin. Jika ditangkap oleh Silver Sword, aku khawatir jika Seven Diamond dan Black Heart langsung memindahkan markas mereka. Apakah ada pertanyaan? Maaf jika membingungkan. Karena vampire yang satu ini adalah kartel berbahaya, pintar, tidak mau kalah, licik dan sangat berhati-hati.”
“Aku sepenuhnya paham, Arthur,” kata Eno, “Tapi apakah James langsung percaya dengan dua vampire suruhanmu? Aku meragukan itu.”
“Secara psikologis, kita paksa dia untuk percaya,” jawab Arthur sembari tersenyum licik, “Vampire ahli kimia dari Paladin sudah seperti malaikat penolong bagi James ketika dirinya tak memiliki ilmuwannya dan ketika produknya dikalahkan oleh FlyHigh-1. Semoga James akan percaya dengan mudah pada malaikat penolongnya.”
“Dimana kau mengedarkan FlyHigh-1?” tanya Wulan.
“Di kota besar manapun. Los Angeles, New York, Paris, Berlin, Barcelona, London, Manchester, Beijing, Shanghai, Moscow, Stalingrad, Tokyo, Washington, Madrid. Dimanapun asal jangan di Jakarta,” jawab Arthur, “Karena James akan segera menyadari bahwa vampire intel kita yang baru masuk ke jaringan narkotika James memiliki hubungan dengan FlyHigh-1.”
“Kau berniat melampaui sepuluh pulau dengan sekali dayung, Arthur?” kata Eno.
“Sayang,” kata Wulan, “Bukannya peribahasanya hanya sampai tiga pulau?” tanya Wulan.
Eno tertawa, “James Wood kunilai dua. Sedangkan markas Seven Diamond kunilai delapan. Baiklah, Arthur … asal rencanamu disetujui oleh Hades dan para Immortal lain … aku ikut bermain.”
“Wulan?” tanya Arthur.
“Padahal kau belum sembuh, benar,” Wulan melirik suaminya dengan sebal, “Masalah FlyHigh, istri yang baik selalu mengikuti suaminya,
kan?”
“Kau percaya padaku, kan, Wulan?” tanya Arthur, “Kalau begitu, percayalah padaku bahwa aku bisa menjaga kepala murid-muridku tetap pada tempatnya.”
Wulan terdiam sesaat, menghela nafas dan berkata, “Lanjutkan tahap kedua, Arthur.”
“Tahap kedua adalah infiltrasi pertama. Setelah aku mengetahui jaringan perdagangan narkotikanya, aku akan memasukkan seorang vampire yang berasal dari departemen intel Paladin untuk menjadi distributor James yang terpercaya. Sebisa mungkin, kita harus sabar menunggu agar intelku menjadi orang kepercayaan James. Selain itu, aku butuh informasi tentang semua ilmuwan kimia yang memproduksi narkotika.
“Tahap ketiga adalah pembantaian. Kita bantai semua ilmuwan kimia yang bekerja untuk James. Baik di dalam negeri maupun luar negeri. Amerika, aku akan menghubungi Einstein. Jerman … Erwin Rommel. Soviet … Zhukov dan Cleopatra. China … Zhao Yun. Biarkan mereka memburu para ahli kimia terbaik James. Tapi tetap kita sisakan sedikit. Satu bulan setelah pembantaian, FlyHigh-1 mulai diedarkan. Biarkan FlyHigh-1 mengalahkan produk James di pasaran luar negeri. Sehebat-hebatnya James dalam ilmu kimia, dia tidak akan bisa menciptakan produk tandingan sendirian. Ilmuwan-ilmuwan terbaiknya telah kita bantai.
“Tahap keempat adalah infiltrasi kedua. Di saat James mulai kebingungan untuk mengalahkan FlyHigh-1, kita masukkan vampire lagi ke pihak James dengan perantara vampire pertama. Namun vampire di infiltrasi kedua adalah vampire yang ahli kimia. Sebelum dia masuk, tugas kalian berdualah untuk mengajari vampire itu membuat FlyHigh-2. Beri James harapan untuk mengalahkan FlyHigh-1. Biarkan vampire intel dan vampire ilmuwan kimia mendapatkan kepercayaan dari James karena telah menolongnya dari kehancuran.
“Tahap kelima adalah pencarian jadwal. James sering berkunjung ke berbagai negara untuk menjual produknya. Mungkin kalian bertanya, kenapa James melakukannya sendiri dan bukan anak buahnya? Jawabannya adalah karena pelanggan James adalah Seven Diamond dan Black Heart. Dua organisasi itu tidak mempercayai siapapun selain James. Karena itulah James mendatangi dua organisasi itu ke markasnya langsung. Bukan hanya markas biasa, tapi markas pusat. Di setiap negara ada markas pusatnya. Biarkan dua vampire itu mengikuti James entah ke kota mana. Perburuan kita bergantung dari informasi dari dua vampire itu. Jika dua vampire itu mengikuti James ke Surabaya, maka kita ke Surabaya. Jika ke Makassar, maka kita ke Makassar.
“Tahap keenam adalah memburu James. Setelah kita mendapatkan jadwal James, kita sergap ketika dia datang di Indonesia sesuai jadwalnya. Entah di kota mana. Kita tangkap dan kita paksa untuk mengatakan dimana saja letak markas pusat Seven Diamond dan Black Heart. Berdasarkan informasi dari James, kita hancurkan markas-markas pusat dua organisasi itu secara serentak dengan bantuan negara-negara lain. Kita sebarkan berita bahwa dia ditangkap oleh Paladin. Jika ditangkap oleh Silver Sword, aku khawatir jika Seven Diamond dan Black Heart langsung memindahkan markas mereka. Apakah ada pertanyaan? Maaf jika membingungkan. Karena vampire yang satu ini adalah kartel berbahaya, pintar, tidak mau kalah, licik dan sangat berhati-hati.”
“Aku sepenuhnya paham, Arthur,” kata Eno, “Tapi apakah James langsung percaya dengan dua vampire suruhanmu? Aku meragukan itu.”
“Secara psikologis, kita paksa dia untuk percaya,” jawab Arthur sembari tersenyum licik, “Vampire ahli kimia dari Paladin sudah seperti malaikat penolong bagi James ketika dirinya tak memiliki ilmuwannya dan ketika produknya dikalahkan oleh FlyHigh-1. Semoga James akan percaya dengan mudah pada malaikat penolongnya.”
“Dimana kau mengedarkan FlyHigh-1?” tanya Wulan.
“Di kota besar manapun. Los Angeles, New York, Paris, Berlin, Barcelona, London, Manchester, Beijing, Shanghai, Moscow, Stalingrad, Tokyo, Washington, Madrid. Dimanapun asal jangan di Jakarta,” jawab Arthur, “Karena James akan segera menyadari bahwa vampire intel kita yang baru masuk ke jaringan narkotika James memiliki hubungan dengan FlyHigh-1.”
“Kau berniat melampaui sepuluh pulau dengan sekali dayung, Arthur?” kata Eno.
“Sayang,” kata Wulan, “Bukannya peribahasanya hanya sampai tiga pulau?” tanya Wulan.
Eno tertawa, “James Wood kunilai dua. Sedangkan markas Seven Diamond kunilai delapan. Baiklah, Arthur … asal rencanamu disetujui oleh Hades dan para Immortal lain … aku ikut bermain.”
“Wulan?” tanya Arthur.
“Padahal kau belum sembuh, benar,” Wulan melirik suaminya dengan sebal, “Masalah FlyHigh, istri yang baik selalu mengikuti suaminya,
kan?”
0
Kutip
Balas