- Beranda
- Stories from the Heart
Cerita Seram Selama Mengabdi di Desa Terpencil
...
TS
suwandilam
Cerita Seram Selama Mengabdi di Desa Terpencil
INDEX
PART 1 - Perkenalan - Langsung ada di postingan ini
PART 2 - Keberangkatan
PART 3 - Tiba di Desa
PART 4 - Malam Pertama
PART 5 - Ibu Tua
PART 6 - Informasi Mengejutkan
PART 7 - Suara
PART 8 - Terkuncikah ?
PART 9 - Rumah Terang
PART 10 - Gadis Cantik Yang Kesepian
PART 11 - Tangisan
PART 12 - Pernyataan Kades
PART 13 - Terjebak
PART 14 - Pengungkapan
PART 15 - Silahturahmi Pertama
PART 16 - Tamu
PART 17 - Jalan Malam
PART 18 - Berteduh Lagi
PART 19 - Balik !!!
PART 20 - Maksud Terselubung
PART 21 - Perdebatan
PART 22 - Halusinasi ?
PART 23 - Halusinasi 2
PART 24 - Tangis dan Tawa
PART 25 - Pengejaran Amelia
PART 26 - Ngecek Lagi ?
PART 27 - Gak Hoki
PART 28 - Siapa Itu Ya ?
PART 29 - Hari Yang Tenang
PART 30 - Kebelet !
PART 31 - Bertemu Lagi !
PART 32 - Tertabrak !
PART 33 - Terror
PART 34 - Kejutan !!!
PART 35 - Terror 2
PART 36 - Terror 3
PART 37 - Lemari Cermin
PART 38 - Ngecek yuk
PART 39 - Tangisan
PART 40 - Ketukan
PART 41 - Mimpi atau Nyata
PART 42 - Penampakan
PART 43 - Haruskah Melapor ?
PART 44 - Mencari Solusi
PART 45 - Pengungkapan Misteri !
PART 46 - Pengungkapan Misteri 2
PART 47 - Pengungkapan Misteri 3
PART 48 - Pengungkapan Misteri 4
PART 49 - Sebenarnya ini apa ?!
PART 50 - Pengungkapan Lemari Cermin
PART 51 - Nenek oh Nenek
PART 52 - Konflik !
PART 53 - Kejutan
PART 54 - Bolehkah Gue Kabur ?
PART 55 - Hilang !
PART 56 - Duniaku
PART 57 - Gue Dimana?
PART 58 - SURAT
PART 59 - Suara dan Penglihatan ?
PART 60 - Masuk atau Kagak ?!
PART 61 - Aku Hilang !
PART 62 - Kembali
PART 63 - Penjelasan
PART 64 - Siksaan !
PART 65 - Ketenangan
PART 66 - Suara Aneh
PART 67 - Terjebak !
PART 68 - TOLONG GUE !
PART 69 - Kuburan (NEW UPDATE)
Cerita Seram Selama Mengabdi di Desa Terpencil - Part 1
Cerita ini merupakan fiksi, namun isi dari cerita ini sebagian diambil dari serangkaian kisah pengalaman nyata yang dialami oleh penulis dan dicampur dengan cerita fiksi yang tidak benar-benar terjadi. Beberapa kejadian memang benar terjadi dan beberapa kejadian merupakan cerita rekayasa untuk penambahan agar cerita ini menjadi lebih menarik. Semua nama tokoh, nama tempat dan lain-lain telah disamarkan guna menjaga nama baik pemilik aslinya.
Nah mari kita mulai ceritanya.
1 Februari 2015, Yap tepat pada tanggal ini saya mahasiswa jurusan ekonomi yang bernama Dony mendapatkan tawaran menarik dari kampus saya. Saya berasal dari Jakarta, kuliah di salah satu universitas swasta ternama di Jakarta dan sekarang tengah memasuki semester delapan. Menjelang memasuki semester 8 yang ku anggap bakal menjadi semester terakhir untuk perkuliahanku, Aku memiliki banyak waktu luang karena aku hanya tinggal menyelesaikan KKN dan menyusun skripsi (Itupun uda hampir kelar karena data2 skripsinya uda ada dan tinggal dimanipulasi, namun repotnya ya itu nanti minta persetujuan dosen dan revisi2 yang menjengkelkan pastinya dan bisa menghabiskan waktu cukup lama).
Sebelum tanggal 1 Feb, keseharianku cukup membosankan karena terlalu banyak waktu luang, mau memikirkan tentang KKN, tetapi aku masih galau mau KKN di mana, belum ada lokasi KKN yang asik menurutku sampai saat ini. Kebanyakan waktu luangku kuhabiskan untuk berkelana di kampus mencari info2 sputar KKN, hingga suatu waktu aku pergi ke ruangan dosen, bercerita2 dengan dosen dan terakhir sebelum pulang, aku membaca papan informasi yang ada di ruangan dosen, seketika mataku tertuju pada papan informasi yang terdapat selembaran brosur. Brosur tsb bertuliskan :
“Dicari 10 Mahasiswa/I yang berminat untuk ikut serta dalam kegiatan pembangunan desa terpencil selama 3 bulan, dana semua ditanggung oleh kampus. Diperuntukkan bagi mahasiswa/I yang berada di semester 7 ke atas.
Kriteria : Memiliki jiwa pemberani, bisa hidup mandiri, menyukai kehidupan alam desa dan ingin pengalaman seru.
Hadiah : Bagi anda yang belum menyelesaikan KKN, maka KKN dianggap selesai sehubungan dengan kegiatan ini dan mendapatkan nilai A
Bagi anda yang sedang menyelesaikan skripsi, maka nilai Skripsi anda akan langsung mendapatkan nilai A.
Silahkan isi formulir yang dapat diambil di bagian kemahasiswaan, serahkan formulir tersebut ke rektorat paling lambat tanggal 30 Januari 2015. Bagi mahasiswa/I yang kami anggap cocok untuk ikut serta dalam kegiatan pembangunan desa ini, akan kami informasikan pada tanggal 1 Februari 2015.
Mahasiwa/I akan kami pilih dari berbagai jurusan agar dapat saling melengkapi dan membuat serangkaian program untuk pembangunan desa tersebut.
Untuk informasi lebih lanjut bisa langsung datang ke rektorat.”
Wahhhh !!! Setelah membaca brosur ini, akupun kaget dan cukup tertarik untuk mengikuti kegiatan ini. Langsung kutanyakan ke bagian kemahasiswaan di fakultasku tentang formulir ini dan apakah masih ada kuota kosong untuk kegiatan pembangunan desa ini atau tidak.
Saya : “Pak ! Itu brosur di papan informasi masih berlaku kan Pak? Kira2 masih ada slot kosong utk saya ikut serta gak ?”
Dosen Kemahasiswaan : “Oh brosur itu, setahu saya itu masih terbuka untuk semua mahasiswa di universitas ini. Penutupannya kan di akhir bulan Januari ini. Kenapa? Kamu minat utk ikut ?”
Saya : “Oh jelas minat lah Pak ! KKN dan Skripsi langsung kelar dan nilainya A loh !”
Dosen : “Hehehe iya nak, Bapak juga kaget baca brosur ini, kok bisa ya rektorat langsung izinkan KKN dan Skripsi langsung dapat nilai A.”
Saya : “Loh, memangnya kenapa Pak ? Tahun2 sebelumnya belum pernah ada informasi seperti ini?”
Dosen : “Belum pernah nak. Ini informasi terbaru dan perdana yang pernah Bapak dapatkan. Belum pernah ada kegiatan seperti ini selama bapak mengajar di sini. Ya uda kamu coba apply aja deh, siapa tau kamu bisa terpilih kan, itu untuk 10 orang kapasitasnya loh, coba aja kamu ajak temanmu biar gak bosan. Siapa tau bisa masuk kalian kan, tapi nanti kepastian siapa yang berhak ikut itu jg ditentuin dari rektorat dan kemungkinan kamu dan temanmu tidak bisa lolos barengan, tapi dicoba saja, paling enggak nanti kamu bakal dapat banyak teman baru loh. Nih formulirnya.”
Saya : “Makasih pak, paling enggak saya lolos dari KKN dan Skripsi yang menyusahkan ini Pak. Hehehehe.” (Ketawa cengengesan)
Setelah mendapatkan formulir dari dosen kemahasiswaan fakultasku, Aku langsung bikin group chat via BBM untuk beberapa teman2ku yang berjumlah 4 org termasuk aku yang tentunya masih belum KKN dan Skripsi.
Saya : “Woi, Bro ! Baca nech, Kalian ndak perlu KKN dan bikin skripsi oeeee ! Ikut program ini, seru cui ngabdi di desa, hidup di alam bebas, KKN dan skripsi lgsg kelar. Dana semua ditanggung kampus ! Ikut yok, untuk semua fakultas loh!”
Rudy : “Wew serius tuh? Keknya seru juga loh ! Lu ada formulirnya?”
Victor : “Wakakaka, klo KKN dan skripsi lgsg A , gue masuk cui. Kapan kasi gue form nya ?”
Benny : “Gue ikut apply deh klo kalian semua apply ! Ya moga” aja kepilih semua kita berempat!”
Saya : “Okay, form nya kalian jemput aja ama gua di kampus ya!”
Setelah menghubungi semua teman2 gua, gua pun atur waktu ketemu mreka dan ngasihin formulir untuk mereka isi.
Tepat pada tanggal 1 Februari 2015 pagi hari, HP kami masing2 pun berdering.
Saya : “Woiii brooo ! Gue dapat sms dari rektorat nech ! Gw kepilih untuk ikut loh ! Wakakka, kalian cam mana? Lolos ?”
Rudy : “Gue kagak lolos brooooo… Suram !!!”
Victor : “Lu gak lolos Rud ? Gue lolos nech wkawkakwa, mantap Don ! Bareng2 nikmatin alam desa kita, skalian cuci mata liat cewek2 desa wakwkawka ! Benny gimana?”
Benny : “Gue gak lolos cukkk~ Kok bisa yeee… Padahal pengen banget gue nikmatin alam desa, intinya sih sebenarnya kkn dan skripsi kelar wakwakka.”
Saya : “Sabar yee yang gak lolos wkwkwk, kalian ambil masa langkau aja, barangkali tahun depan ada lagi kegiatan beginian hehehe.”
Rudy : “Taikk lu… Ya uda info2 n cerita2 ye pengalaman xan disana gimana !”
Victor : “Pasti bro ! Eh Don, nanti siang kita ke rektorat bareng deh ya !”
Saya : “Sip bro !”
Siang harinya sehabis makan siang, gue dan Victor langsung menuju ke rektorat dengan mengendarai motor kami masing2. Selama perjalanan kami saling bercerita.
Saya : “Eh bro, bosan gak ya nanti selama di desa, 3 bulan loh. Entah ada pulang or enggak ?”
Victor : “Ya kagak tau, enak sih hidup mandiri dan bebas, tapi klo 3 bulan ndak pulang ya bosan jg, kecuali di desa itu adem dan bnyk hiburan, tapi gue rasa mana bakal byk hiburan, tv, game, inet pasti ga ada or klo pun ada pasti jelek sekali.”
Saya : “Iya juga sich, tapi biarlah, lumayan kan KKN dan Skripsi bisa kelar dalam 3 bulan bersamaan. Bersabar2 aja dah, tujuan kita kan itu. Hehehe”
Victor : “Yoi Bro. Kira-kira 8 peserta lagi cowo apa cewe ya, klo cowo semua bosan juga nech. Btw entah ada yang tipe gue or gak ya, pengennya sih klo ada yg cewe yg tipe gue, bisa pdkt-an sekalian hahaha.”
Saya : “Hehehe.. Lu mah mata keranjang wakwkawka.”
Ehem, sampai lupa ngasih tau ke para pembaca, Gue dan Victor punya kriteria tipe cewe kami masing-masing. Ya moga-moga aja ada yg sesuai tipe, jadi bisa aktivitas bareng sambilan PDKT. hehehe
Polling
0 suara
Bagusnya Cerita ini memiliki Alur Panjang atau pendek ? Bagaimana isi ceritanya?
Diubah oleh suwandilam 18-09-2019 21:40
symoel08 dan 17 lainnya memberi reputasi
12
1.7M
3K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
suwandilam
#741
Cerita Seram Selama Mengabdi di Desa Terpencil – Part 41
Dukkk…Dukk…Dukkk…
Ya ampun, suara ini ga mau hilang-hilang. Kali ini suaranya beneran deh, bukan dari kepala gue, tapi kayaknya beneran dari arah lemari yang ditutupin kain putih ini. Meskipun gue cuekin, tapi suara ini terus terdengar seakan-akan mengundang gue untuk membuka lemari itu.
Yah setau gue, lemari cermin ini kagak bisa dibuka deh pokoknya, kemarin kan uda pernah dicoba, terus saat ini kan sedang ditutupin kain putih juga.
“Aldi. Ada denger suara ketukan kali ini?” tanya gue agak penasaran
“Hah? Ga ada Don, lu kenapa akhir-akhir ini? Kok banyak amat dengar suara-suara aneh?” balas Aldi
“Gak tau nih. Kemarin aku denger suara tangisan, hari ini denger suara ketukan, tapi kayaknya dari dalam lemari nih.” Jawab Gue dengan sedikit cemas
“Uda sini Don, jangan duduk terlalu deket ama lemari itu, biar ga kedengeran deh. Hahhaa.” Canda Aldi sambil nenangin gue
Akhirnya gue menjauh dari lemari cermin itu, ya moga2 aja suaranya juga makin sayup-sayup. Aldi sepertinya uda mulai ngantuk dan dia mau tidur duluan, klo si Danu sih uda tertidur duluan.
Dukkk…dukkk…dukkkk….
DUKKK…. DUKKKK….
Ya ampun suara nya masih aja kedengaran nih, jelas banget, karena gua bener-bener terganggu dan penasaran ama suara ini kok ga mau hilang-hilang. Gue beraniin diri gue deh utk deketin ke arah lemari cermin itu dan gua pengen coba buka lemari itu…
Sreett…..
Gua geser dan angkat kain putih yang nutup lemari cermin itu. Kini bayangan gua uda bisa gua lihat di cermin itu. Perlahan gua arahkan tangan gua ke pegangan pintu lemari cermin itu… dan….
“Oi Don ! Ngapain lu buka-buka kain penutup lemari cermin itu?!” tanya Victor yang kaget melihat tindakan gua. Angela sih ngekor di belakang Victor
“Eh… Gapapa Vic. Ini suara ketukan daritadi ga mau hilang, kayak ada yang minta dibukain gitulah pokoknya.” Jelas Gue yang makin galau karena denger suara ketukan ini terus
“Ga usah nakal deh Don. Pak Kades uda nyuruh tutupin ini lemari, terus ga usah sembarangan buka deh.” Jawab Victor biar gua ga buka
“Tapi Vic… Gua keganggu banget loh.” Balas Gua
“Gini aja, lu tidur dulu lah sana. Biar gua yang jaga malam ini dulu, ntar gua bangunin lu klo gue uda ngantuk, atau ntar gue bangunin Aldi deh. Beres kan? Lu percaya ama gua lah. Gua jagain, ga mungkin ada apa-apa. Okay?” ucap Victor tenangin gua
“Eh Ngel, temenin gue jaga bntr la. Bosan nih pastinya. Gua kan uda temenin lu ke belakang tadi. Hahaha.” Ucap Victor ke Angela biar ada yang temenin dia
“Oh.. Okay lah… Tapi klo uda ngantuk gua lanjut tidur ya. Mati lampu gini ga bisa napa-napain agak bete jg emg.” Jawab Angela
Ya udah lah. Kalo kondisinya begini, gua pasrahin utk tidur aja, ga peduli suara ketukan itu masih terdengar atau enggak. Gua paksain mata gue utk tutup dan tidur.
Victor dan Angela keliatan duduk di ruang tengah sambil cerita-cerita tentang kehidupan mereka sebelum kemari, ya syukurlah suara ketukan itu agak samar-samar.
Syukurlah Gua belum ngebuka pintu lemari cermin itu. Kalo sempat gue buka, entar malah kena masalah apa lagi. Tapi tadi pikiran gue emg galau banget gara-gara suara ketukan yang ga henti-henti…
……………
“Nggrrooookkk…… Nggrooookkkk……”
Gue terbangun dari tidur lelap gue…
“Ahhh jam berapa ini? Tumben tumben gua terbangun subuh gini.” Gumam gua dalam hati, biasanya gua klo tidur jarang terbangun subuh, pasti ampe pagi.
Duh terbangun di jam segini, pasti gara-gara suara ngorok temen gue nih. Ganggu banget. Kalo terbangun di subuh gini, bawaannya pasti mau ke belakang. (Buat yang cowo pasti ngertilah klo rasa terbangun di subuh itu, bawaannya pasti pengen ke wc)
Sbelum gua keluar dari kamar gua, gua lihat temen ke sekeliling gue.
“Loh, Cuma Aldi dan Danu yang lagi tidur. Si Victor emangnya belum tidur yah? Ini jam berapa yah? Oh jam 2 subuh.” Gumam gua sambil ngecek handphone gua.
Gua akhirnya keluar dari kamar gua dan gue lihat Victor lagi duduk sambil tertidur di ruang tengah, Angela sepertinya uda balik tidur ke kamar dia deh, soalnya gua ga nampak batang idungnya.
Duh.. Kasian juga lihat Victor tertidur di ruang tengah, klo lihat kondisi malam ini, sepertinya Danu ga macam-macam deh, baiknya sih gue suruh Victor tidur di kamar aja deh ya. Ah tapi nanti deh, gue mau ke toilet dulu.
Gua buka pintu dapur utk ke toilet, Cuma utk BAK sih, fiuhh ~ udaranya dingin banget, gua nyalain flash HP gua buat lihat-lihat sekitar, soalnya gelap banget.
Ahhh lega ~
Selesai dari toilet, gua mau balik ke ruang tengah dan mau tutupin pintu dapur. Eh Victor kemana??? Tadi kan dia di ruang tengah, kok sekarang ga ada?!
“Don….. Don….” (suara sayup-sayup memanggil nama gue dari arah toilet)
“Hah?? Siapa tuh?!” Gue langsung jawab spontan
Astaga !!! Gua baru teringat, kata orang tua klo ada yang manggil lu tiba-tiba tanpa lu sadari siapa itu orangnya, sebaiknya jangan dijawab. Pokoknya pantang banget deh kata orang tua.
Gua lupa dan gua baru teringat ketika uda gua jawab. Halahhhh ~
Berhubung gua uda jawab, gua pun memberanikan diri untuk balik badan gue dan melihat ke arah toilet…
….
“Loh ga ad orang deh.” Gumam gua dalam hati. Rasanya tadi ada suara manggil-manggil gue, gue sambil nyinarin flash HP gue ke sekeliling gua.
Ah sudahlah, salah dengar gua mungkin lagi ngantuk, gua pun balikin badan gue lagi ke depan untuk masuk ke ruang tengah.
“Hahahaha…. Lagi ngapain Don ?! Ayo bukaaaaa bukaaaaa ini !!!”
“Eh Victor ? Woi jangan Vic, napain lu mau buka pintu lemari cermin itu. Tadi kata lu jangan buka.” Respon gua kaget karena melihat Victor lagi jongkok di depan lemari cermin itu sambil narik-narik pegangan utk pintu lemari cermin itu.
“HAHAHAHAHAHA….. HAHAHAHAHHAA…. BUKAAA BUKAAAA HAHAHAHAH….”
“Ahhhh jangan Vic jangan !!!” teriak gua sambil mencegah Victor untuk ngebuka pintu lemari itu. Entah kenapa wajah tawa Victor seram banget. Mulutnya tertawa sampai terngaga begitu lebar. Matanya Melotot dan Suaranya menyeramkan banget..
…………
“Don… Don… Bangun Don… Kenapa Lu ? Ngingau?”
“Engg…Enggg…. Ahh…” teriak gue kecil karena kaget…
Ohhh… hanya mimpi toh… Gua sedikit lega ketika gue terbangun dan gue sadar klo itu Cuma mimpi belaka. Anjrittt… Tapi kok kayak nyata banget sih mimpinyaaa.. Surem deh klo itu kejadian asli.
“Tumben lu sampai ngingau? Kepikiran soal suara tangisan dan ketukan yah?” tanya Victor
“Ah iya.. Vic.. Mimpi gua kayak nyata banget… Asem.” Ucap Gue sambil ngelap keringat gua karena cemas.
“Oia, btw, sekarang jam berapa sih? Lu belum tidur Vic?” tanya Gue ngelihat Victor yang sepertinya belum tidur daritadi
“Hah? Sekarang jam 2 subuh Don, nih gua mau ke toilet dulu, terus uda mau tidur lagi. Kayaknya kondisi malam ini aman deh, Danu juga lagi tenang-tenang kan?” ucap Victor ke gua
“Lu mau ikut gua ke toilet dulu gak?” tambah Victor.
EHHHHHHHHHHHHHHH……..????!!!!
Rasanya kok aneh yah… Kebetulan apa gimana???
Dukkk…Dukk…Dukkk…
Ya ampun, suara ini ga mau hilang-hilang. Kali ini suaranya beneran deh, bukan dari kepala gue, tapi kayaknya beneran dari arah lemari yang ditutupin kain putih ini. Meskipun gue cuekin, tapi suara ini terus terdengar seakan-akan mengundang gue untuk membuka lemari itu.
Yah setau gue, lemari cermin ini kagak bisa dibuka deh pokoknya, kemarin kan uda pernah dicoba, terus saat ini kan sedang ditutupin kain putih juga.
“Aldi. Ada denger suara ketukan kali ini?” tanya gue agak penasaran
“Hah? Ga ada Don, lu kenapa akhir-akhir ini? Kok banyak amat dengar suara-suara aneh?” balas Aldi
“Gak tau nih. Kemarin aku denger suara tangisan, hari ini denger suara ketukan, tapi kayaknya dari dalam lemari nih.” Jawab Gue dengan sedikit cemas
“Uda sini Don, jangan duduk terlalu deket ama lemari itu, biar ga kedengeran deh. Hahhaa.” Canda Aldi sambil nenangin gue
Akhirnya gue menjauh dari lemari cermin itu, ya moga2 aja suaranya juga makin sayup-sayup. Aldi sepertinya uda mulai ngantuk dan dia mau tidur duluan, klo si Danu sih uda tertidur duluan.
Dukkk…dukkk…dukkkk….
DUKKK…. DUKKKK….
Ya ampun suara nya masih aja kedengaran nih, jelas banget, karena gua bener-bener terganggu dan penasaran ama suara ini kok ga mau hilang-hilang. Gue beraniin diri gue deh utk deketin ke arah lemari cermin itu dan gua pengen coba buka lemari itu…
Sreett…..
Gua geser dan angkat kain putih yang nutup lemari cermin itu. Kini bayangan gua uda bisa gua lihat di cermin itu. Perlahan gua arahkan tangan gua ke pegangan pintu lemari cermin itu… dan….
“Oi Don ! Ngapain lu buka-buka kain penutup lemari cermin itu?!” tanya Victor yang kaget melihat tindakan gua. Angela sih ngekor di belakang Victor
“Eh… Gapapa Vic. Ini suara ketukan daritadi ga mau hilang, kayak ada yang minta dibukain gitulah pokoknya.” Jelas Gue yang makin galau karena denger suara ketukan ini terus
“Ga usah nakal deh Don. Pak Kades uda nyuruh tutupin ini lemari, terus ga usah sembarangan buka deh.” Jawab Victor biar gua ga buka
“Tapi Vic… Gua keganggu banget loh.” Balas Gua
“Gini aja, lu tidur dulu lah sana. Biar gua yang jaga malam ini dulu, ntar gua bangunin lu klo gue uda ngantuk, atau ntar gue bangunin Aldi deh. Beres kan? Lu percaya ama gua lah. Gua jagain, ga mungkin ada apa-apa. Okay?” ucap Victor tenangin gua
“Eh Ngel, temenin gue jaga bntr la. Bosan nih pastinya. Gua kan uda temenin lu ke belakang tadi. Hahaha.” Ucap Victor ke Angela biar ada yang temenin dia
“Oh.. Okay lah… Tapi klo uda ngantuk gua lanjut tidur ya. Mati lampu gini ga bisa napa-napain agak bete jg emg.” Jawab Angela
Ya udah lah. Kalo kondisinya begini, gua pasrahin utk tidur aja, ga peduli suara ketukan itu masih terdengar atau enggak. Gua paksain mata gue utk tutup dan tidur.
Victor dan Angela keliatan duduk di ruang tengah sambil cerita-cerita tentang kehidupan mereka sebelum kemari, ya syukurlah suara ketukan itu agak samar-samar.
Syukurlah Gua belum ngebuka pintu lemari cermin itu. Kalo sempat gue buka, entar malah kena masalah apa lagi. Tapi tadi pikiran gue emg galau banget gara-gara suara ketukan yang ga henti-henti…
……………
“Nggrrooookkk…… Nggrooookkkk……”
Gue terbangun dari tidur lelap gue…
“Ahhh jam berapa ini? Tumben tumben gua terbangun subuh gini.” Gumam gua dalam hati, biasanya gua klo tidur jarang terbangun subuh, pasti ampe pagi.
Duh terbangun di jam segini, pasti gara-gara suara ngorok temen gue nih. Ganggu banget. Kalo terbangun di subuh gini, bawaannya pasti mau ke belakang. (Buat yang cowo pasti ngertilah klo rasa terbangun di subuh itu, bawaannya pasti pengen ke wc)
Sbelum gua keluar dari kamar gua, gua lihat temen ke sekeliling gue.
“Loh, Cuma Aldi dan Danu yang lagi tidur. Si Victor emangnya belum tidur yah? Ini jam berapa yah? Oh jam 2 subuh.” Gumam gua sambil ngecek handphone gua.
Gua akhirnya keluar dari kamar gua dan gue lihat Victor lagi duduk sambil tertidur di ruang tengah, Angela sepertinya uda balik tidur ke kamar dia deh, soalnya gua ga nampak batang idungnya.
Duh.. Kasian juga lihat Victor tertidur di ruang tengah, klo lihat kondisi malam ini, sepertinya Danu ga macam-macam deh, baiknya sih gue suruh Victor tidur di kamar aja deh ya. Ah tapi nanti deh, gue mau ke toilet dulu.
Gua buka pintu dapur utk ke toilet, Cuma utk BAK sih, fiuhh ~ udaranya dingin banget, gua nyalain flash HP gua buat lihat-lihat sekitar, soalnya gelap banget.
Ahhh lega ~
Selesai dari toilet, gua mau balik ke ruang tengah dan mau tutupin pintu dapur. Eh Victor kemana??? Tadi kan dia di ruang tengah, kok sekarang ga ada?!
“Don….. Don….” (suara sayup-sayup memanggil nama gue dari arah toilet)
“Hah?? Siapa tuh?!” Gue langsung jawab spontan
Astaga !!! Gua baru teringat, kata orang tua klo ada yang manggil lu tiba-tiba tanpa lu sadari siapa itu orangnya, sebaiknya jangan dijawab. Pokoknya pantang banget deh kata orang tua.
Gua lupa dan gua baru teringat ketika uda gua jawab. Halahhhh ~
Berhubung gua uda jawab, gua pun memberanikan diri untuk balik badan gue dan melihat ke arah toilet…
….
“Loh ga ad orang deh.” Gumam gua dalam hati. Rasanya tadi ada suara manggil-manggil gue, gue sambil nyinarin flash HP gue ke sekeliling gua.
Ah sudahlah, salah dengar gua mungkin lagi ngantuk, gua pun balikin badan gue lagi ke depan untuk masuk ke ruang tengah.
“Hahahaha…. Lagi ngapain Don ?! Ayo bukaaaaa bukaaaaa ini !!!”
“Eh Victor ? Woi jangan Vic, napain lu mau buka pintu lemari cermin itu. Tadi kata lu jangan buka.” Respon gua kaget karena melihat Victor lagi jongkok di depan lemari cermin itu sambil narik-narik pegangan utk pintu lemari cermin itu.
“HAHAHAHAHAHA….. HAHAHAHAHHAA…. BUKAAA BUKAAAA HAHAHAHAH….”
“Ahhhh jangan Vic jangan !!!” teriak gua sambil mencegah Victor untuk ngebuka pintu lemari itu. Entah kenapa wajah tawa Victor seram banget. Mulutnya tertawa sampai terngaga begitu lebar. Matanya Melotot dan Suaranya menyeramkan banget..
…………
“Don… Don… Bangun Don… Kenapa Lu ? Ngingau?”
“Engg…Enggg…. Ahh…” teriak gue kecil karena kaget…
Ohhh… hanya mimpi toh… Gua sedikit lega ketika gue terbangun dan gue sadar klo itu Cuma mimpi belaka. Anjrittt… Tapi kok kayak nyata banget sih mimpinyaaa.. Surem deh klo itu kejadian asli.
“Tumben lu sampai ngingau? Kepikiran soal suara tangisan dan ketukan yah?” tanya Victor
“Ah iya.. Vic.. Mimpi gua kayak nyata banget… Asem.” Ucap Gue sambil ngelap keringat gua karena cemas.
“Oia, btw, sekarang jam berapa sih? Lu belum tidur Vic?” tanya Gue ngelihat Victor yang sepertinya belum tidur daritadi
“Hah? Sekarang jam 2 subuh Don, nih gua mau ke toilet dulu, terus uda mau tidur lagi. Kayaknya kondisi malam ini aman deh, Danu juga lagi tenang-tenang kan?” ucap Victor ke gua
“Lu mau ikut gua ke toilet dulu gak?” tambah Victor.
EHHHHHHHHHHHHHHH……..????!!!!
Rasanya kok aneh yah… Kebetulan apa gimana???
piaupiaupiau memberi reputasi
1