Kaskus

Story

fastestracerAvatar border
TS
fastestracer
Rediscovering Memories
Rediscovering Memories


A truly amazing cover design thanks to quatzlcoatl


Rediscovering Memories


Setiap orang pasti memiliki kenangan. Entah itu pahit atau pun manis. Semua yang kita alami setiap detiknya akan terekam dengan sendirinya didalam kepala kita, beberapa begitu membekas dalam ingatan entah itu karena hal baik atau buruknya, seberapa besarnya perubahan yang terjadi dalam kehidupan kita tidak akan pernah bisa merubah apa yang sudah tertanam dalam bentuk ingatan itu. Disini gue akan mencoba menelusuri kembali ingatan gue selama beberapa tahun ke belakang, memproyeksikan kembali kenangan kenangan yang begitu membekas dalam ingatan gue dalam sebuah bentuk tulisan tangan. Kenangan tentang seseorang yang begitu berarti untuk gue..seseorang yang selalu mengisi hari hari gue..seseorang yang selalu ada disamping gue, melukiskan senyumnya untuk menghangatkan hari hari gue, menitihkan air matanya untuk menangisi gue, sebuah kenangan yang selamanya akan selalu mengiringi langkah gue.


"Good times come and go, but the memories wont seem to let me walk away"


Spoiler for Index:


Spoiler for Side Story:


"The only reason people hold on to memories so tight is because memories are the only things that don't change when everything else does"

Diubah oleh fastestracer 27-11-2016 13:34
rykenpbAvatar border
someshitnessAvatar border
rendy8estAvatar border
rendy8est dan 12 lainnya memberi reputasi
9
326.8K
1.5K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.1KAnggota
Tampilkan semua post
fastestracerAvatar border
TS
fastestracer
#1092
Part 53

Satu hari di penghujung tahun 2012

"Bastian..Bastian.." sapa Lexa riang gembira menghampiri gue yang lagi asik bermain playstation dikamar gue

"Iya, kenapa?" jawab gue singkat

"Bastian..temenin Alexa jalan jalan yuk.." rayu nya manja

Gue menaikan sebelah alis gue dan melirik ke arah Lexa yg tampak sumringah

"Kamu kok ngomongnya aneh gitu Lex? keracunan makanan ya?" tanya gue heran

"Iiihhh engga! ayo Bastian..Alexa bosen, mau jalan jalan.." rayu nya lagi sambil merangkul gue

Ini aneh...sangat aneh..pasti ada mau nya nih anak kalo kaya gini kelakuannya

"Mau kemana emangnya?" pancing gue

"Ke PIM yuk yuk yuk.." sahut nya antusias

"Ngga bosen emang? kita hampir tiap jalan loh kesana"

"Engga..ke PIM aja yang deket, udah kamu gausah ganti baju, gitu aja..yuk berangkat.." Lexa berdiri dan menarik lengan gue agar mengikutinya

"eh eh eh..nanti dulu kenapa, tanggung ini lagi main, belum di save..15 menit ya.." perotes gue

Lexa berjalan ke arah tv gue, bersimpuh didepan nya, dan menekan sebuah tombol..bukan..bukan tombol tv, lebih tepatnya tombol power ps gue

*Click

Semua menjadi gelap di layar tv gue

"Yaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh Lexxxxxxxxxxaaaaaaaaa...." pekik gue

"Sekarang!" mendadak tatapan Lexa berubah menjadi tajam dan mengintimidasi

"Dasarrrrr penjajah!" gumam gue pelan

"Kamu bilang apa Bas?" tanya Lexa yg sepertinya mendengar gumaman gue

"Eh engga engga..hehe..hehehe..engga..ayukk jalan yuk sayang.." Gue berdiri dan langsung merangkul Lexa berjalan keluar kamar gue

Selamat! kalo dia denger, pasti yang ada bukan nya jalan, malah gue disiksa.

Ngga sampe setengah jam gue udah memarkir mobil gue di parkiran pim, dengan antusias Lexa berjalan menyeret gue memasuki mall dan mengarah ke suatu tempat, sangat terarah! gue tau Lexa punya satu tujuan kesini, entah beli cemilan, atau hal lain nya.

Sampe akhirnya, gue tau tujuan Lexa kesini, gue merasa di khianati, gue merasa di jebak oleh penjajah satu ini, gue berhenti didepan sebuah toko dengan brand yg cukup terkenal dikalangan cewek-cewek dengan embel embel "SALE" didepan nya.

"Damn you, demonoid girlfriend!!" umpat gue dalam hati

Lexa yang seperti bisa membaca pikiran gue cuma tersenyum penuh kemenangan menatap gue

"Eh..liat liat kesini dulu yah Bas..ayuk ayuuk.." ujar nya sok sok polos

"Aku tunggu depan aja deh Lex.." jawab gue malas

"Ihhh ikut..ayuk masuk!" Lexa menarik tangan gue paksa

Akhirnya, entah selama berapa jam gue habiskan memutari toko ini, akhirnya Lexa turut mengantri menuju kasir. Dengan ini gue nyatakan belanja-belanja selesai!

Gue berdiri diluar toko, bersama para jejaka lain nya yg memiliki nasib apes seperti gue, diseret paksa para wanita nya yg terhipnotis mantra "SALE" itu.

Lexa akhirnya keluar menghampiri gue dengan wajah riang gembira nya berjalan sedikit melompat kecil.

"Baaaaassssss..." rengek Lexa

"Hemmmm..?" sahut gue

"Mau liat sepatu dulu..ya ya ya..?"

"Hem eh.."

Gue melirik sekitar dan teman teman seperjuangan gue menatap gue prihatin, melihat cewe gue masih merengek minta belanja.

Beberapa jam kembali terbuang sia sia. Ada satu hal yang bikin gue ngga habis pikir adalah, Lexa membeli sebuah sepatu yang sama persis dengan apa yang dia kenakan sekarang!! why? why would you buy exactly the same thing over and over again?!

"Ih sepatunya pewe Bas...aku udah punya yg merk lain kok yg kaya gini" jawab nya polos

"Jadi sepatu kamu yang model nya sama kaya gini ada banyak???" sahut gue

Lexa mengangguk polos

Women's logic. gue gamau lagi bertanya tanya, yang ada gue makin bingung, atau malah berdebat sama Lexa.

Gue dan Lexa duduk berhadapan disebuah restoran, gue merengek untuk menyudahi kegiatan belanja belanja ini karna kaki gue udah pegel banget, asli, pegel coy!

Setelah selesai memesan makanan, Lexa mulai nyerocos ngga jelas seperti biasanya sementara gue melirik sekeliling gue. mata gue berhenti di meja didepan gue, ada sekelompok cewe cewe rumpi yang sepertinya sebaya dengan gue, gue menelan ludah, mendapati ada satu sosok yang gue kenal disitu.

Adriana!! sial kenapa dia ada disini! beruntung Lexa duduk membelakangi meja tempat dimana Adriana berada. Saat ini adalah saat paling tidak tenang untuk gue, sesekali gue melirik ke meja Adriana untuk memastikan dia tidak melihat gue, kenapa gue harus takut kaya gini? padahal kan ngga ada apa apa juga..eh ya gue gaada apa apa, tapi Lexa? reaksinya bisa unpredictable! gue lagi ngga mau ribut sekarang atau sekedar debat ngga penting.

Selesai makan gue buru buru minta bill dan langsung keluar dari restoran itu, nampaknya Adriana pun tidak menyadari keberadaan gue disitu, terakhir gue lirik, dia masih sibuk dengan temen temen nya.

"Tumben sih abis makan buru buru banget.." selidik Lexa

"Capek aku Lex, udah pegel banget ini, takut keburu macet.." sahut gue spontan

"hoooo" jawab Lexa singkat, kalo udah kenyang biasanya Lexa sedikit lebih anteng

Saat sedang berjalan menuju parkiran, Lexa sibuk melihat toko dikanan dan kiri yg kami lewati, sementara gue fokus kedepan dan "menyetir" jalan nya Lexa agar tidak menabrak orang didepannya.

Tanpa sadar, didepan gue ada seorang cewe yang berjalan di arah berlawanan dengan gue, jarak kami berdua semakin dekat, sesosok wanita yang nampak familiar dimata gue.

Manda!!!

Sial! tadi Adriana, sekarang Manda! ada apa ini sebenarnya? apa di pim lagi ada gathering cewe cewe yg pernah deket sama gue?! apes banget gue hari ini, dijebak belanja sama nenek lampir, sekarang harus ketemu sama dua orang yg bisa memicu kemarahan nenek lampir dan membahayakan hubungan gue.

Manda pun nampaknya tersadar dengan keberadaan gue dan Lexa didepan nya.

Ow shit...



phntm.7
sseeenv
rendy8est
rendy8est dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.