Kaskus

Story

konigswoodAvatar border
TS
konigswood
Generation With No Mythologies To Follow
Love? What is that? Seems legit, can I have some on it?
Everybody talk about love, but what the true love mean?
Everybody sayin love more than his/her love
But I have Love for You more than words I can say
It is real? Nope maybe it is rael


Hai untuk seseorang disana, Aku sayang padamu ketika aku benar benar membencimu saat ini, maafkan aku yang terlalu angkuh untuk mengatakan aku sayang padamu, maafkan aku yang ternyata tidak berusaha saat engkau hendak meninggalkan ku terdampar disini





Just enjoy it, If there was same name, same place, same stories (Copy Paste) at this story, i just said So sorry im to terrible to hear that, cz My stories gonna using similar name similar place, if you wanna share it, please dont forgot the copyright

Moral? I dont give a fuck with it, so here we go!

Kita coba sedikit pengindexan ya, sebelumnya ga ada indexnya

Diubah oleh konigswood 11-01-2018 11:35
0
92.1K
501
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
konigswoodAvatar border
TS
konigswood
#43
Nathan!
Di pagi hari ini Papa menyuruhku untuk menemui Clientnya, Papa bilang ini adalah sebagai penerapan materi perkuliahan, padahal belum genap satu semester aku berkuliah

“Inget, jaga nama baik papa, ambil sekiranya bisa kamu ambil, dan tolak sekiranya harus kamu tolak” Itu pesan dari papa
“Iya Pa, aku berangkat dulu pa”
“Bensinnya udah penuh, tadi pagi papa isiin”
“Oke”

Kalau begini bagaimana tidak semangat? Bensin penuh, sarapan sudah, ganteng pun sudah, hari ini aku bertemu di Galeria Pondok Indah, gila mungkin Galeria pagi – pagi mana buka

“Permisi, maaf dengan Ibu Lylana? Saya Graham anak dari Pak Jaya, saya di tugaskan oleh papa untuk bertemu dengan Ibu”
“Oh ya, silahkan duduk”
“Bagaimana dengan Invoice yang sudah kami ajukan sebelumnya bu?”
“Invoicenya sudah saya lihat, namun kalau bisa sih, harga WF nya turun ke 15000, di invoice 20000 terlalu mahal untuk saya, belum lagi saya harus pakai banyak WF”
“WF saat ini memang harganya tinggi bu, mungkin seandainya bisa di turunkan paling hanya bisa di harga 18000, karena 2000 itu kita gunakan untuk biaya tak terduga bisa kami hapus”
“18000 ya? Hmm…. Nanti saya hitung dulu”
“Menurut perhitungan saya, jika WF turun di harga 18000 maka Grand totalnya dari 400 Juta bisa turun ke 350 Juta bu”
“Oh… Eh, kamu pesan apa mas? Pesan dulu, nanti saya yang bayar”
“Oh tidak usah bu, maaf merepotkan jadinya”
“Serius loh ini, tidak usah malu – malu, kalau malu malah ngiler lho nanti”
“Maaf bu, karena nanti sesudah jam makan siang saya harus kembali ke kampus, jika saya memesan menu, berarti saya harus menghabiskannya, dan memungkinkan saya telat untuk ke kampus”
“Oh masih kuliah kamu mas, kirain udah kerja sama papanya”
“Iya bu saya masih kuliah”
“Kuliah dimana mas? Anyway kepalanya kenapa mas?”
“Di Senayan kok bu, paling 15 menit dari sini, ini kecelakaan saat olahraga bu”
“Oh,….. Dp untuk project saya berapa ya?”
“Untuk Pembayaran sesuai yang tertera, DP sebesar 40 % dan 40 % lagi ketika Project sudah 50%, dan finalisasi saat project selesai”
“Oke, Kalau begitu saya berikan Cek ini ke kamu ya”
“Nominalnya 150 Juta ya bu, saya bawa cek ini bu, senang bisa bekerja sama dengan ibu, dan sepertinya saya harus pamit saat ini bu”
“Iya, terima kasih mas”
“Sama – sama”
Ez Life Ez Money, tapi untuk project dengan Tempo 2 bulan, lumayan profit salesnya bisa digunakan untuk melunasi apartment

Aku langsung menuju kampus, dan menikmati suasana kota jakarta dari ketinggian, kebetulan gedung kampus ku kiri kanannya di selimuti Kaca, jadi jika ingin suicide cukup memecahkan kaca kampus, dan melompat ke Ground Floor

“Hi Mas, gimana sudah baikan kabarmu?” Ucap wanita yang baru saja memasuki balkon lantai 10 ini
“Im Fine, How About You? Look so good right?”
“Yep, This Eve I want to went your house gain, aku mau berenang di rumah kamu mas”
“Dih, kaya bisa berenang aja”
“Kamu mah mas, ngeledekin orang terus”
“Hahahaha, aku jadi inget kamu tenggelam di baron dulu”
“Tuh, terus aja mas terus”
“Hahahaha lucu kamu mbak kalau ngambek”
“Iya dong, siapa dulu? Gege gituloh”
“Aneh”

Kemudian Gege menyandarkan kepalanya ke pundakku, aku jadi bingung sebenarnya yang lagi sakit aku atau dia?

Lagi asik – asik sandar menyandar, ada Alesia lewat

“Hi Graham, whats wrong with ur head?”
“A Little Accident Ale”
“Get Better Soon, don’t miss basket training this eve boy, see ya”
“I hope so, see ya too”

Kemudian Gege mengangkat kepalanya dan cemberut
“Kamu kok cepet banget sih akrab sama orang?”
“Bukannya dulu kita akrab gara – gara dompet doang?, aku akrab sama Ale juga karena dia Kakak Kelas kan?”
“Tapi aku cemburu tau mas”
“Kok bisa?”
“Aku suka sama kamu mas, kamu gak peka banget sih mas? Aku nungguin kamu bilang I Love you!, tapi aku bosan menunggu, karena sampai saat ini kamu belum bilang itu”
“Maaf Ge, cuman aku belum bisa mengucapkan kalimat itu”
“Kenapa mas? Kamu suka sama Kak Ale? Atau bahkan cewek yang model sombong setengah mati itu?”
“Siapa? Chynthia atau Theodora yang kamu maksud?” Aku menanyakan hal ini karena mereka bertiga sekelas saat ini
“Keduanya”
“Hahaha, aku masih mau bebas, terkecuali kamu mau menerima kebebasanku, maka aku akan mengucapkan kalimat itu”
“Sudahlah mas, mungkin aku gak bisa memiliki mas”
“Eh, aku ada kelas, bye see ya later Gege”

Aku kembali belajar di ruangan ukuran 6 x 6 meter ini, dimana di dalamnya berisi 25 mahasiswa

Suntuk di tengah jam matakuliah aku memutuskan untuk menghirup sebatang rokok sampoerna mild di smoking room

Kaget bukan main saat aku tiba di smoking room disana Lucas ngobrol dengan akrab dengan adik Ale

“Kok nggak ngajak – ngajak gua cas kalau mau sebat?”
“Gua kira mah orang sakit nggak rokokan ham”
“Hei, Ms. FeedMe Diamond, any way kita belom kenal nama, Graham” Ucapku sambil menyodorkan tangan kepadanya
“Cewe gua bro, Nathan” Ucap Lucas
“Oh cewe lu toh cas, bilangin ama cewek lu jangan jutek – jutek jadi orang”
“Sorry, Mr.Konigswood selama attitude lu ga lebih baik jangan banyak komentar tentang gua oke” Ucap Nathan sembari kepulan asap rokok keluar dari mulutnya
“Beb, kamu udah kenal sama Graham?”
“Udah”
“Kenal dimana?”
“kenal di dota kok cas, santai aja ga ada cemburuan kan lu ama gua?” ucapku
“Woles lah bro, oh iya, berarti fix nathan aja kali ya support kita?”
“Support? Kalian mau buat team?”
“Iya Nat, elu keberatan kalau jadi Role 5?”
“Mau dong beb, udah terlanjur siapin apartment loh buat gaming house nanti”
“Oke, tapi aku nggak mau beb tinggal di gaming house kalau setim ama dia” ucap nathan sambil menunjukku
“Oh nggak papa kok, yang penting jadwal latihan rutin”
“Tinggal satu atap sama dia, bisa – bisa hamil aku”
“Kenapa beb? Kok ngomong gitu?”
“Gua udah pake Ale cas, dan dia tau, oke fine, gua emang bukan orang baik – baik” Aku tahu Nathan, kamu ingin mengatakan itu ke Lucas bukan? Aku dahului statement yang akan kamu buat Nathan
“Tuh ngaku, bagus lah”

Rokokan semakin tidak enak, jadi setelah batang yang ketiga aku kembali kekelas meninggalkan Lucas dan Nathan atau Ales Sister

“Bro, lu bawa PC lu ke apartment kapan bro?, oh iya lu bisa ama kak Ale gimana ceritanya?” Ajar – ajarin gua lah, sela lucas di tengah mata kuliah legal Aspect economic ini
“Nanti gua bawa, Ale? Ceritanya panjang sob”
“Yah lu ham, bagi gua ceritanya pelit lu ama temen sendiri”
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.