Kaskus

Story

bingung99Avatar border
TS
bingung99
[REAL STORY] Kehidupan gue di Kampus saat menjadi Asdos


Quote:


Sebelumnya ane minta maaf karena sebelumnya sempet Salah kamar hehe emoticon-Salah Kamar

dan ane ucapkan terima kasih buat agan / sista yang udah mampir di thread ane... emoticon-Wow emoticon-Ultah

Thread ane ini nanti akan bercerita tentang pengalaman ane sebagai Asisten Dosen (Asdos) di salah satu kampus swasta yang ada di kota ane, ane bakal berbagi seputar pengalaman menjadi Asdos,

Quote:


Cerita ini real dari pengalaman ane pribadi ditambah sedikit bumbu2 fiksi tapi ane pastikan gak mengubah cerita aslinya...

Thread ini nantinya akan ane awali dari kelulusan SMK ane, mungkin akan ada sedikit Flashback ke masa SMK ane di part lainnya... sampai dengan masuk kuliah lalu ane bagi per semester selama ane kuliah (coba tebak kira2 ada berapa semester),

DI tiap semester nanti akan ada ceritanya sendiri, mulai dari suka, duka, horor, persahabatan, sampe pengalaman ane deket sama adek & kakak tingkat yang bening2 haha...

Cekidot Gan... emoticon-Ngacir2

Quote:


Diubah oleh bingung99 24-07-2016 20:09
0
69.5K
412
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.1KAnggota
Tampilkan semua post
bingung99Avatar border
TS
bingung99
#83


Renungan Tanpa Tangisan

Malamnya selepas sholat isya, kami berkumpul lagi sesuai kelompok. Malam itu cukup gelap (ya iyalah), tapi untungnya panitia menyewa Diesel untuk penerangan di malam hari menggunakan lampu tembak.

Malam itu adalah acara pembukaan Makrab. Diawali dengan sambutan2 seperti biasa dan pengenalan organisasi HIMA SI, dimulai dari struktur organisasi, pengenalan para pengurus HIMA (ada Ginda Vinca emoticon-Wowcantik ), dan progja masing2 departemen.

Setiap Kelompok dibagi menjadi 3 barisan yang memanjang ke belakang. Kebetulan saat itu gue di tengah, di sebelah kanan ada Fauzan anak SI 1F, di sebelah kiri Ridwan dari SI 1C. Gue udah lama akrab dengan Fauzan, karena sering ketemu saat latihan Capoeira di luar kampus. Meskipun seumuran bisa dibilang Fauzan ini pelatih Capoeira gue, karena kalo misalkan pelatih aslinya berhalangan hadir, Fauzan ini lah yang menggantikan posisi sebagai instruktur.

Pengenalan organisasi ini terasa begitu panjang, mungkin karena gue udah mulai merasa bosan duduk mendengarkan orasi kakak2 di depan. Untungnya kanan kiri gue ada teman ngobrol yang agak gesrek otaknya, sampai2 seringkali k2 pendamping menegur karena ketawa kami yang cukup keras.

Lalu tiba-tiba Lampu meredup dan perlahan mati, suasana gelap hanya ada cahaya bulan dan bintang. Sayup-sayup mulai terdengar musik dengan irama syahdu emoticon-Takut dari sound system. suasana menjadi hening, yang terdengar hanyalan alunan musik mellow yang cukup menyayat hati.

Gue udah paham, kalo ada momen seperti ini pasti acara berikutnya adalah "Renungan Malam". Bukannya gue gak sensitif atau hati gue keras seperti batu, tapi renungan malam seperti ini udah gak mempan bikin gue 'menangis'. emoticon-Hammer2

Selama SMK gue udah sering ikutin yang seperti ini. Setiap bulan pasti ada acara nginep di sekolah yang dinamakan MABIT (Malam Bina Iman & Taqwa). Acara ini wajib bagi semua pengurus OSIS.

Buat gue acara malam seperti ini bukan hal baru lagi, tapi jujur awal2 gue ikut Renungan Malam, gue menangis sejadi-jadinya. Gue sama sekali gak malu untuk nangis saat itu, toh yang lain juga pada mewek (padahal yang ikut 90% cowok).

Dan untuk acara Renungan Malam sekarang ini sepertinya gak akan bisa buat gue meneteskan air mata. Karena menurut gue sebuah masalah tidak bisa di selesaikan hanya dengan tangisan. emoticon-Cool

Kalau lu inget & sayang sama orang tua, ya berbaktilah bukannya nangis.
Kalau ingat semua kesalahan, perbaiki diri & jangan ulangi lagi bukan nangis.
Kalau takut mati, kenapa harus takut? kita semua akan mati.

yah itu sieh menurut gue, mohon maaf kalo ada yang gak sependapat.

Bagi sebagian orang yang belum pernah merasakan dahsyatnya renungan malam, mereka akan merasakan penyesalan yang bertubi-tubi dan menangis sejadi-jadinya. Kalo gue? tiap bulan dikasih renungan terus, sampai2 gue hafal kalimat demi kalimat yang akan di ucapkan haha... Jadi udah gak mempan lagi renungan seperti ini.

Gue coba tengok ke kanan, si fauzan lagi nunduk. Masak iya mestre gue ini nangis. Gue coba tegur dia pelan.

Quote:

Dan berlanjutlah obrolan absurd kita bertiga di tengah tangisan peserta makrab, agak gak sopan sieh tapi ya mau gimana lagi. Masak harus pura2 nangis kaya acara2 tv gitu emoticon-Malu (S).

Gue liat di kelompok ini cuma kita bertiga yang masih bisa ketawa-ketiwi. yang lain?? jangan tanya deh, mata udah sembab semua, mau ngomong aja susah apalagi ketawa.

----------------------------------------

Paginya semua peserta sudah menggunakan kaos putih dan celana training. Kegiatan pagi ini diawali dengan senam pagi, dan gue masih bareng dengan 2 temen gue yang absurd ini.

Quote:


gue dan ridwan pun langsung paham dan melihat ke arah yang dimaksud 'airbag' oleh fauzan. Dan ternyata benar, pemandangan di depan sungguh memanjakan mata para lelaki. Ginda Vinca yang hari ini bertugas menjadi instruktur senam memakai celana training setengah tiang, kaos tanpa lengan dan rambut yang dikuncir ekor kuda. emoticon-Wowcantik

Kita bertiga ikut senam dengan muka bego, ya iyalah mana ada orang senam mukanya merah mesam mesem gitu (mupeng) haha. Gue makin semangat hari ini, pagi2 sudah dapat sarapan airbag haha...

Gak kerasa senam pagi ini cepat sekali selesai, mungkin karena kami semangat mengikuti senam ini (jelas bo'ong). Selesai senam Fauzan ngajak ke pinggir pantai, gue & ridwan ikut aja dari belakang. Kami duduk bertiga di pondok pinggir pantai sekalian ngadem.

Fauzan jalan ke arah pantai dan berhenti di hamparan pasir yang datar. Dia mulai melakukan sedikit pemanasan dan stretching, cukup dengan pemanasan dia melakukan gerakan kayang. Beberapa saat diam dalam posisi kayang, fauzan mengambil aba2 untuk menaikan kedua kakinya menjadi handstand dan ditutup dengan posisi headstand. emoticon-Cool

Tidak cukup dengan posisi Headstand, dia mulai meregangkan kedua kakinya dengan posisi split, ya split dilakukan dengan posisi kaki masih diatas emoticon-Hammer (S)

Spoiler for ilustrasi:


Gue udah tau si Fauzan ini mau ngapain. Ridwan yang belum terbiasa melihat gerakan ajaib itu cuma bisa melongo dengan mulut terbuka.

Quote:


Untuk gerakan awal, gue ajarin Ridwan Ginga. Ginga ini posisi kuda-kuda di capoeira, dengan gerakan maju mundur cantik emoticon-Wowcantikhaha. Kalo dilihat memang mudah, tapi saat dicoba baru terasa susahnya.

Gerakan ginga yang seperti maju mundur tapi tetap di tempat ini digunakan untuk posisi sebelum dan setelah menyerang, juga dipakai untuk menghindar dan bertahan. Jadi dalam Capoeira tidak ada yang namanya posisi diam, untuk pemula seperti Ridwan gerakan ginga nya masih terlihat kaku karena memang butuh latihan beberapa kali agar gerakan ginga yang di lakukan terlihat luwes.

Saat sedang memperhatikan gerakan Ridwan, pundak gue di tepuk...

Quote:


Fauzan mempersilahkan gue masuk ke roda (arena pertandingan) yang sudah dibuat. Sebelum memulai kami mengucapkan salam terlebih dahulu...

Quote:



Dan kami mulai melakukan gerakan-gerakan Angola. Gerakan Angole dalam Capoeira ini memiliki ritme yang sangat pelan (slow motion), biasa digunakan untuk unjuk skill terlebih dahulu dan jarang melakukan penyerangan. Dalam Angola posisi badan cenderung lebih sering menunduk.

Selanjutnya ritme gerakan mulai cepat dan posisi badan tegak (masuk ke dalam mode regional). Banyak gerakan menyerang dilakukan Fauzan, dan gue lebih sering menghindar. Menyadari hal itu Fauzan melakukan ginga lebih lama dan mempersilahkan gue untuk menyerang, gue awali serangan dengan armada (tendangan memutar) dengan mudah Fauzan menghindar menggunakan posisi setengah kayang.

Beberapa serangan berhasil dihindari fauzan, disaat gue lengah Fauzan menggunakan teknik queixada (tendangan memutar dengan target wajah). Gue gak sadar arah datangnya tendangan ini, mau menghindar sudah terlambat gue cuma bisa pasrah "mati gue" dalam hati.

Beberapa saat gue diam memejamkan mata bersiap menerima serangan, tapi serangan itu tak kunjung datang. Gue coba buka mata ternyata kaki fauzan berhenti tepat 1 cm di depan muka gue. Gue bernafas lega, fauzan membalikan tendangannya ke tanah dan kembali ke posisi ginga. Gue yang terdiam kembali melakukan ginga. Fauzan senyum puas...

Quote:



Dan gerakan demi gerakan terus dimainkan di arena ini. Gue belajar banyak tekhnik dari Fauzan, dari semua serangan sama sekali tidak ada yang menyentuh badan. Ini memang di sengaja, karena jika sampai terkena fisik bisa fatal akibatnya.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.