- Beranda
- Stories from the Heart
Aku dan Gadis Lugu
...
TS
spv7hqfj
Aku dan Gadis Lugu
SELAMAT DATANG

Cover by Agan Yushito13
Sebelumnya ane minta maaf buat para reader kalo tulisan ane acak acakan. Ane cuma berharap para readers bisa mengambil hikmah dari cerita ane ini.
Jangan lupa baca Sticky Rules SFTH ya gan? ane males kalo harus nulis ulang,
Jangan lupa juga buat ninggalin jejak sekedar ngasih kritik dan saran,
atau nebak2 jalan cerita BANTU RATE YA GAN hehehehe.
KASIH CENDOL JUGA BOLEH

ASALKAN JANGAN ADA BATA DIANTARA KITA GAN

AND THEN, DILARANG OOT

Spoiler for Top Thread:
Spoiler for CHAPTER 1:
Spoiler for CHAPTER 2:
Quote:
Diubah oleh spv7hqfj 22-07-2016 13:16
anasabila memberi reputasi
1
251.6K
902
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
spv7hqfj
#683
Eps. 35 - Penyebab kemarin gak boleh masuk rumah
Side story nanti aja ya.

Lebih baik dengerin ‘Home – Michael Buble” daripada baca cerita ane.
Dentingan jarum jam dinding membelah kesunyian kelas. Cicak balita yang biasanya memperlihatkan sedikit kepalanya tak terlihat sedari tadi. Sunyi. Kelas terasa sunyi. Semua sedang serius memperhatikan ‘Oemar bakrie’ (CMIIW) yang sedang memberikan kisi-kisi soal karena alasan sebentar lagi Ujian Semester dua tiba. Aku pun sedang serius. Serius untuk sedikit demi sedikit melupakan Tika. Bukan karena aku tidak setia. Tapi lebih kearah (tidak) menerima kenyataan. Realistis sajalah. Keadaan tidak bisa dipaksakan, lebih tepatnya aku yang tidak bisa memaksa keadaan. Ya. Karena aku bukan tipe orang pemaksa.
Jika waktu boleh berputar, kembali ke masa disaat aku dan Tika akan berpisah. Aku akan menahannya. Aku akan menjadi lelaki ‘pemaksa’ kehendak wanita. Aku tidak akan membiarkan dia pergi. Dan akan terus, akan selalu bersamaku. Menyampingkan problema keluarganya dan diganti dengan Egoku yang begitu dalam. Tetapi itu tidak mungkin. Sekali lagi. Aku realistis. Antara takdir Qada dan Qadhar. Berharap Tuhan yang Maha Asik akan mempertemukan kami lagi (masih sedikit berharap).
“Dab, wes lah wes!! Rupamu nggatheli!”
Wajahku memang sedikit kucel (absurd). Kantung mataku besar sebelah. Dan lebih spesial, kantung mataku punya sebuah kantung mata lagi a.k.a beranak. Dalam mimpiku semalam aku adalah Super Hero. Melawan monster kecoa yang telah menculik kekasihku Tika.
“Hiaaaaaaa,,,,,,, kekuatan cahaya bulan! Bibibibibibibibibbbbbb ddarrr darr darrr!!”
Dan akhirnya aku menang. Aku dan Tika hidup bahagia. Mempunyai seorang bayi lucu anugerah dari Tuhan. YES!! (ngarep)
Akibatnya. Beginilah. Sudah ku jelaskan diataskan?
Elissa. Entahlah. Kami jarang ngobrol. Dia sedang sibuk belajar menyambut datangnya Ujian Nasional. Tidak ada lagi canda tawa yang menghiasi hariku. Hanya candaan garing dari teman paling akrabku di sekolah, Dodi. Yang bisa sedikit membuatku tertawa. Itupun jarang karena waktunya sekarang lebih banyak dihabiskan dengan pacar barunya, Fitri. Ya. Presentasenya, Moodku sekarang 24%. Disaat mendengar lawakan dari Dodi. Moodku tiba-tiba meningkat.
Menjadi 25%. Lumayan.
Sebenarnya, banyak siswi yang berusaha mendekatiku. Tidak ku ceritakan semua karena kalau iya, butuh 10 kali ‘apdet’ di thread ini (sombong). Masih ingat Ratna? Doi nembak ane gan!!!!
Quote:
BACK BACK. Kembali ke semula.
Sangat disesalkan aku menolaknya dengan alasan Setia. Klasik. Munafik. Ya ya ya (cocokologi acara Sule). Beberapa siswi menggunakan kertas (surat) sebagai media, ada juga yang secara frontal. Dengan atau tanpa basa basi dan malu-malu. Resiko tampan sejak lahir (Pede akut. 120%).
Aku ingin memulai kehidupan baru. Mencari pengisi hati. Walau masih tersisa Tika di hati. LEBAY.
BEL SEKOLAH BERBUNYI. Tanda kewajibanku sebagai siswa teladan untuk hari ini selesai.
“Mau kemana?”tanya seseorang dibelakangku. Membalikkan setengah badan dan menemukan sesosok Ratna sedang tersenyum manis ala Tika dengan gaya Elissa. HAHA
Jangan berpikir hubungan kami berakhir setelah aku menolaknya. Tidak tidak. Kami masih akrab sebagai teman. Ya. Teman. Teman tapi mesra?? Bisa dibilang begitu. Ababil ya ane? Hihi. Gak kok yang tadi itu bercanda.
“Eh kamu Na. Mau pulang lah, kemana lagi?”
Ratna berjalan dan berdiri disampingku. Kembali mengeluarkan jurus mautnya. SENYUM ala Tika. Oh my God!! Bunuh aku!! Bayangan Tika tidak bisa hilang.
“Yuk.” Ajaknya seraya menggandeng tanganku. Membuatku berjalan mengikuti kemauannya. Aku pasrah pura-pura polos tak bersuara.
“Bawa motor kan?”
“gak.”
“Hadeh, kerumah kamu yuk?
“ngapain?” pura-pura polos.
“nyabutin bulu ketek.” Jawab Ratna datar. Epilepsi ane kumat. Toloooooong
“Maen dong, kamu belum pernah ngajak aku kerumah kamu.”
“ohh.”
“kayak cewek jawab ‘oh’ doang”
“hehe”
“udah minum obat sipilis?” anjriitttt ini anak parah kalo ngomong.
“dirumahku gak ada maenan.”
“bego!!” TAKKK!!!! Kepalaku kena hantam.
-SKIP- Diperjalanan pulang.
“tumben gak bawa sepeda?”
“kesiangan.”
“ohh.”
“masih belum bisa lupain Tika?”
“belum hehe”
“cari pacar dong.” Doi berkata sambil ngupil. Akkkkkk tolong. Jorok amat nih cewek.
“gak ah belum siap.”
“mainstream amat alesannya.” Sambil ngelap Ibu jarinya yang bekas menggali harta karun ke lengan seragamku. Gak ada manis-manisnya ini cewek kalo lagi kumat.
Ratna. Ku jelaskan lagi ya. Seorang anak manusia berjenis kelamin wanita. Jika sedang diam, mirip sekali dengan Tika. Tapi, kelakuannya itu Elissa banget. Eh tapi lebih parah Ratna. Mungkin otaknya rada gak beres. Disaat kebanyakan wanita jawa itu kalem, sekalem putri Keraton. Ratna itu tidak mencerminkan sosok wanita jawa tulen, dia lebih kearah orang Zimbabwe (ngarang bebas terserah ane). Eh orang zimbabwe memang kayak apaan? Belom pernah ngobrol bareng sih . wkwkkw – Abaikan- anggap saja penulis sedang sakaw karena kebanyakan makan pupuk Urea.
-SKIP-
Halaman rumah selalu terlihat cuaantik. Berkat Bibi. Mobil yang biasanya selalu setia menjadi penghuni garasi, sekarang, setiap hari hilang entah kemana dan kembali lagi di sore harinya (dipake Elissa).
“Mau minum apa?”
“Teh aja Bi. Tawar. Tapi anget ya?” Ratna duduk di bibir teras. Memandangi ikan Koi yang menari-nari di kolam.
“Okesiap” jawabku.
“Eh, tambah gula dikit.”
“Ok.”
“jangan lupa Es nya ya. Biar adem.” What the m*ther f*ckher! Apa-apaan?? Ane pingsan.
“eh! Wedhokan gathel! bilang aja Es teh manis. Pake basa basi segala.” Ciri khas orang jawa. Basa-basi

“hehhe. Iya iya.” Jawabnya sambil melempar-lempar pelet ikan ke kolam. (Jangan dimakan ya? Itu pelet bukan tiwul.
Ratna ya? Apa aku harus menelan ludah yang sudah kubuang? Menarik semua ucapan yang dulu pernah kukatakan padanya. Membuatnya tersenyum dibalik rasa kecewa karena ku tolak. Jujur aku merasa nyaman dengannya. Tapi lagi-lagi harga diri seorang remaja berumur 17 tahun ikut campur dalam urusan politik hati.
“BAKSO PAKDHEEEEEEEE...” teriak Ratna ke penjual bakso keliling yang kebetulan lewat depan rumahku.
“Mau Bi?”
“gak ah kenyang. Gak suka bakso” jawabku sekenanya.
Tak lama bakso pun datang dan siap untuk disantap. Aroma khas kuah baksonya, taburan sambal (taburan???) yang memperlihatkan biji cabe(cabean) membuat iman dan pendirianku roboh.
“PAKDHEEEEE, satu lagi. Baksonya aja.” Teriakku.
Bruuupppppphhfhg Uhuk uhukk uhukkk. Ratna tersedak.
“wkwkkwkkw. Bilang gak suka. Tapi kok mau juga?” Sebuah pertanyaan yang sangat JLEBBB!! Ini menyangkut bakso atau menyangkut dirimu Na? –Lebih ke kamu sih-
Quote:
“hehhee, gpplah kayaknya enak.”Jawabku sekenanya.
-BERSAMBUNG-
JabLai cOY dan fabillillah memberi reputasi
3