Kaskus

Story

spv7hqfjAvatar border
TS
spv7hqfj
Aku dan Gadis Lugu
SELAMAT DATANG


Aku dan Gadis Lugu
Cover by Agan Yushito13

Sebelumnya ane minta maaf buat para reader kalo tulisan ane acak acakan. Ane cuma berharap para readers bisa mengambil hikmah dari cerita ane ini.

Jangan lupa baca Sticky Rules SFTH ya gan? ane males kalo harus nulis ulang,

Jangan lupa juga buat ninggalin jejak sekedar ngasih kritik dan saran, emoticon-Big Grinatau nebak2 jalan cerita
BANTU RATE YA GAN hehehehe.

KASIH CENDOL JUGA BOLEH emoticon-Big Grin

ASALKAN JANGAN ADA BATA DIANTARA KITA GAN emoticon-Big Grin

AND THEN, DILARANG OOT emoticon-Big Grin


Spoiler for Top Thread:


Spoiler for CHAPTER 1:


Spoiler for CHAPTER 2:

Quote:
Diubah oleh spv7hqfj 22-07-2016 13:16
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
251.5K
902
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
spv7hqfjAvatar border
TS
spv7hqfj
#663
Eps. 34 - Ini adalah harimu, Dodi
Hari kedua tidak lebih baik dari hari sebelumnya. Begitupun hari ketiga, keempat dan seterusnya. Hingga di hari terkahir.......

Dipagi yang ‘gerah’.Pukul 07.00 Aku sedang duduk dibangku teras depan rumah menunggu Elissa yang sedang berganti pakaian. Sesekali ku lihat Pak supir yang sedang mencuci Sedan merah milik Elissa.
“Ngopi Mas.”
Suara itu langsung mengagetkanku yang sedang melamun.
“Oh,hehe iya pak makasih.”
“pacarnya Non Elissa ya? Tanya Pak supir tiba-tiba. Sambil menempelkan bokongnya di kursi sebelahku.
“waduh, bukan pak. Saya ini temennya Elissa. Bapaknya Elissa itu temen orang tua saya, jadinya kita kenal deh.” Jawabku.

Bla..bla..bla kami berdua ngobrol sana sini sampai akhirnya Elissa datang.
“Yuk?” ajak Elissa sambil merapikan poni belahnya.

-SKIP- Di perjalanan.
“Bi, aku heran sama kamu deh.” kata Elissa tanpa menoleh kearahku. Tangan kanannya disandarkan di pintu kaca mobil dan tangan kirinya memegang Stir.
“Heran kenapa El?” aku menoleh kearahnya.
“heran aja gitu,.. mmh aneh.”
“Maksud kamu?”
“Yaaa gini aja deh Bi, kamu bela-belain ke bekasi buat nyari si Tika yang jelas-jelas kamu gak tau dia dimana sekarang? Bisa aja si Tika udah gak dibekasi lagi kan?”
“iya sih.” Jawabku lirih sambil menggaruk tengkukku yang tidak gatal.
“Apa sih yang bikin kamu cinta mati sama dia? Aku tuh kasian Bi sama kamu! Berharap dengan ketidakpastian.” Ujarnya.

Aku terdiam sejenak, memikirkan jawaban untuk pertanyaan yang Elissa berikan padaku. Aku bingung, aku tak tahu apa yang membuatku begini. Apa yang membuatku rela melakukan hal ini. Apa yang membuatku tetap cinta dan menjaga hati untuk Tika yang aku tak tahu dia dimana sekarang.

Dan apa yang aku takutkan hari ini terjadi juga. Seharian sampai malam tiba aku tak kunjung menemukan mbak Rani. Aku tertunduk lemas, duduk di bawah pohon depan pabrik. Di temani Elissa dan gelapnya malam. Di sertai cahaya lampu jalan.
Pelupuk mataku sudah penuh dengan air yang menggenang. Bersiap untuk terjun bebas mengaliri pipiku yang sudah tumbuh jerawat walau sedikit. Aku menangis, kedua kaki ku tekuk keatas untuk menopang kedua tangan yang kulipat dan menjadi sandaran untuk menutupi wajahku.
“sabar Bi” kata Elissa sambil mengusap usap punggungku.

Tak sadar kedua tanganku yang kulipat sudah basah karena air mataku. Menangis terisak seperti anak hilang yang dibuang orang tuanya dipinggir jalan, memang.
“Pulang yuk Bi, udah malem.”

Aku pun menuruti ajakan Elissa dan akhirnya kamipun pulang.

-SKIP-

Aku sedang berada di halaman belakang rumah Elissa. Duduk di sebuah ayunan ala Taman kanak-kanak berwarna coklat. Memandang langit malam yang seolah membentuk wajah Tika.
“kamu dimana sekarang dek?” batinku.

“Aku kangen dek.”

“kangen.”

“Banget.”

Sebuah tangan yang lembut tiba-tiba memegang kedua bahuku.
“jangan ngelamun ntar kesambet!”
Ku palingkan muka kearah suara itu berasal dan ada Elissa disitu. Berdiri dibelakangku.
“hehe gak kok El.” Jawabku tersenyum kecil padanya.

“bobo Bi, besok kita pulang.” Bujuknya. Tumben selama liburan ini Elissa tidak membuatku jengkel karena ulahnya. Malah, aku yang setiap hari merepotkannya. Thanks El.

-SKIP-

BEL BERBUNYI.
Pelajaran pertama setelah libur semester 1 telah dimulai. Memulai pelaran bahasa Indonesia yang menurutku membosankan. Ini ini dan itu, itu itu dan ini. Semua murid dengan serius mengikuti pelajaran dengan baik. Kecuali....

Kecuali Dodi. Ku lihat dia sedang membuat sesuatu di laptopnya. Oh iya jaman dulu yang punya laptop pribadi dikelas hanya beberapa saja, termasuk Dodi.
“Ngapain kamu Di?” tanyaku berbisik.
“hehehhe.”
“hadehh, malah cengengesan.”
“nulis surat cinta.” Jawab Dodi sambil menunjukan barisan giginya yang tidak rata.
“buat?”
“mau tau aja ente ah.” Jawab Dodi sambil menggeser laptopnya agar layarnya tak terlihat olehku.
“Jiahh... pelit.”

Dan sampailah saat istirahat tiba.
Aku dan Dodi masih belum beranjak dari bangku.
“Bi, bisa tolong pindah sebentar gak?” pinta dodi.

Aku yang sedang berpangku tangan dimeja, menoleh kearahnya.
“Apaan?”
“pindah sebentar Di.”
“emang kenapa sih Di?” tanyaku heran.
“udaaaaahh nurut aja.. hhus hush!”

Akhirnya aku pindah ke bangku belakang Dodi. Dan melanjutkan bobo siangku yang singkat. Ku dengar sekilas......
“Fit, sini sebentar.” Teriak Dodi.
Fitri yang sedari tadi sedang asik ngobrol dengan teman-temannya menoleh kearah Dodi.
“Apaan?”
“siniiiii..” pinta Dodi sedikit memaksa.

Ku dengar langkah kaki Fitri yang mendekat dan akhirnya duduk disamping Dodi.
“Apaan sih Di? Penting amat kayaknya.” Tanya Fitri.

Aku yang penasaran dengan apa yang terjadi, membuka mataku dan memperhatikan mereka berdua dari belakang. Aku melangkah perlahan agar tak ketahuan oleh mereka. Tetapi Dodi menyadarinya dan menoleh kearahku. Dengan tatapan sinis penuh makna, dia menunjukkan gestur wajah agar aku kembali ke posisiku semula, di bangku belakang.


Yah akhirnya aku nurut deh hehe. Dan kembali tidur.

“Aaaaakkkkkkkk Dodiiiiiiiii.......” sebuah teriakan membangunkanku.

Aku melihat kesumber suara. Ternyata... Baru saja Dodi nembak si Fitri gan!!

- - -

Begini kronologinya,
Saat pelajaran, kulihat dodi sedang menulis sesuatu di laptopnya. Ternyata dia sedang membuat sebuah Aplikasi sederhana untuk merencanakan aksinya yang menurutku dadakan.
Aplikasi ramalan jodoh.
Berisi nama dan tanggal lahir. Saat si Target mengetikkan nama dan tanggal lahirnya, maka akan keluar hasil ramalan yang sudah Dodi buat. Yah walaupun nama atau tanggal lahirnya asal asalan, hasil ramalan yang keluar tetap sama seperti yang Dodi inginkan.

Nah, saat si Target alias Fitri mengetik nama dan tanggal lahirnya, keluarlah hasil ramalan yang mengatakan bahwa jodoh Fitri adalah Dodi. Intinya sih Dodi nembak Fitri. Itu aja.

Wkkwkw pinter juga nih anak. Padahal mah kalo di kelas suka nyontek. Tapi aku gak yakin kalo itu buatan si Dodi emoticon-Big Grin

Dengan wajah kaget merah merona tersipu malu, Fitri membaca hasil ramalan tersebut. Dan... mucul lah ‘teriakkan’ yang tadi ku dengar.

“Fit, mau gak jadi pacarku.” Keluarlah sebuah kalimat mantap dari mulut Dodi.
Dan.... ending yang bisa ditebak. Fitripun membalasnya dengan kata ‘IYA’ sambil menganggukkan kepalanya.

Plok..plokk...plokkk tepukan yang saling bersahutan memenuhi seisi kelas.
Suit..suiiittt... cieeeee....
Siulan pun tak mau kalah dan terdengar nyaring di telinga.

Aku tidak mendekati mereka yang baru saja resmi jadi sepasang kekasih. Lebih memilih memenadang meraka dari belakang sambil tersenyum dan, “ahhh, jadi inget waktu nembak kamu Tik.” Batinku.


-Bersambung-


Next, SIDE STORY dari seseorang...............
fabillillah
JabLai cOY
JabLai cOY dan fabillillah memberi reputasi
3
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.